• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

5.1 Analisis dan Pembahasan Perkembangan Penjualan

Salah satu strategi pemasaran yang memengaruhi peningkatan volume penjualan adalah dengan penerapan bauran pemasaran. Bauran pemasaran (marketing mix) memegang peranan yang penting, dimana bauran pemasaran adalah elemen-elemen yang didalamnya memuat produk, harga, promosi, dan saluran distribusi. Oleh karena itulah dalam penelitian ini penulis memilih PT. Megatama Motor yakni perusahaan yang bergerak di bidang dealer motor merek Yamaha, dimana dalam pemasaran sepeda motor merek Yamaha Nampak perusahaan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Sebelum dilakukan penerapan strategi bauran pemasaran maka dapatlah dilakukan analisis pertumbuhan penjualan, dimana dalam menganalisis pertumbuhan penjualan adalah dimaksudkan untuk kenaikan (penurunan) volume penjualan sepeda motor merek Yamaha khususnya untuk tahun 2000 s/d tahun 2009. Sebelum dilakukan analisis pertumbuhan penjualan, maka terlebih dahulu akan disajikan data penjualan sepeda motor untuk tahun 2000 s/d tahun 2009 yang diperoleh dari PT. Megatama Motor yang dapat dilihat pada tabel 5.1 berikut ini :

(2)

BESARNYA VOLUME PENJUALAN SEPEDA MOTOR MEREK YAMAHA PADA PT. MEGATAMA MOTOR DI MAKASSAR

TAHUN 2000 S/D TAHUN 2009

Tahun

Volume Penjualan Sepeda Motor Merek

Yamaha (Unit)

Harga Jual

Motor (Rp) Nilai Penjualan(Rp) 2000

Rata-rata 506 - 6.927.497.000

Sumber : PT. Megatama Motor di Makassar

Berdasarkan data penjualan sepeda motor merek Yamaha, selanjutnya dapat disajikan pertumbuhan penjualan sepeda motor merek Yamaha untuk tahun 2000 s/d tahun 2009 yang dapat dilihat pada tabel 5.2 berikut ini :

TABEL 5.2

(3)

PADA PT. MEGATAMA MOTOR DI MAKASSAR TAHUN 2000 S/D TAHUN 2009

Tahun Nilai Penjualan

Rata-rata Peningkatan 595.208.889 9.40

Sumber : Hasil Olahan Data

(4)

promosi dan strategi saluran distribusi yang telah dilakukan dalam pemasaran sepeda motor.

5.2 Analisis dan Pembahasan Bauran Pemasaran

Setiap perusahaan dealer motor mempunyai tujuan dan sasaran untuk memperoleh keuntungan guna mempertahankan kelangsungan hidupnya. Hal ini dapat tercapai jika perusahaan dapat meningkatkan penjualan melalui peningkatan pangsa pasar dan menerapkan konsep-konsep bauran pemasaran yang tepat, agar posisi perusahaan di pasaran dapat ditingkatkan. Dalam kaitannya dengan pembahasan ini, terdapat 4 (empat) kebijaksanaan marketing mix yang diterapkan oleh perusahaan, yaitu : jenis produk, harga, promosi, saluran distribusi.

Berikut ini akan disajikan analisis mengenai kebijaksanaan bauran pemasaran dalam usaha untuk meningkatkan volume penjualan yang dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Produk

Marketing mix adalah permasalahan yang penting bagi perusahaan yang diarahkan untuk meningkatkan volume penjualan. Salah satu kebijaksanaan marketing mix yang berperan dalam meningkatkan volume penjualan adalah aspek produk. Adapun kaitannya denga aspek produk yang menunjukkan bahwa jenis motor merek Yamaha yang dijual oleh perusahaan PT. Megatama Motor yaitu : New Vega R Cakram, Jupiter Z, New Jupiter Z, RX-King, New F1ZR-RR, dan Mio. Oleh karena itulah pertumbuhan lini produk sepeda motor adalah sebagai berikut :

(5)

Dalam penjualan sepeda motor khususnya pada PT. Megatama Motor di Makassar selama tahun 2000 – 2002, jenis sepeda motor yang dijual oleh perusahaan dapat meliputi : Vega R, Cakram, Jupiter Z dan RX-King. b. Tahun 2003 – 2007

Pelaksanaan penjualan sepeda motor merek Yamaha khususnya pada PT. Megatama Motor di Makassar selama tahun 2003 – 2007, yang dapat meliputi : Vega R Cakram, Jupiter Z, RX-King dan New F1ZR.

c. Tahun 2008 – 2009

Pelaksanaan penjualan sepeda motor merek Yamaha dalam tahun 2008 – 2009 pada PT. Megatama Motor daapat meliputi : Vega R Cakram, Jupiter Z, RX-King, New F1ZR dan Mio.

2. Harga Jual

Masalah harga jual dalam pemasaran sepeda motor adalah merupakan faktor yang penting, sebab dengan adanya harga jual yang bersaing maka akan dapat mempengaruhi peningkatan volume penjualan, dimana kesalahan dalam penetapan harga jual akan mempengaruhi kelancaran penjualan sepeda motor.

(6)

Sebelum dilakukan perbandingan harga jual sepeda motor, maka berikut ini akan disajikan data harga jual sepeda motor untuk tahun 2000 s/d tahun 2009 yang dapat dilihat melalui tabel 5.3 berikut ini :

TABEL 5.3

DATA HARGA JUAL SEPEDA MOTOR PT. MEGATAMA MOTOR DI MAKASSAR

TAHUN 2000 – 2009

Tahun Jenis Sepeda Motor Rata-rata

Harga Jual (Rp)

Vega R Cakram Jupiter Z RX – King New F1ZR Mio

(7)

Berdasarkan tabel 5.3 yakni harga jual sepeda motor merek Yamaha yang diperoleh dari PT. Megatama Motor di Makassar khususnya untuk tahun 2000 s/d tahun 2009 maka dilakukan perbandingan harga jual menurut PT. Megatama Motor dengan beberapa perusahaan pesaing khususnya untuk tahun 2009 yang dapat dilihat pada tabel 5.4 yaitu sebagai berikut :

TABEL 5.4

PERBANDINGAN HARGA JUAL SEPEDA MOTOR MENURUT PERUSAHAAN PT. MEGATAMA MOTOR DENGAN

BEBERAPA PERUSAHAAN PESAING TAHUN 2009

No. Jenis Sepeda Motor

Menurut PT. Megatama

Motor

PT. Wira Jaya PT. Makassar Raya Motor

Sumber : Data diolah dari PT. Megatama Motor + Survey Pasar

(8)

3. Aspek Promosi

Salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan adalah menciptakan kesadaran konsumen tentang sifat barang yang akan dijual, sehingga target penjualan dapat ditingkatkan melalui program promosi yang dilaksanakan oleh perusahaan dalam melakukan pemasaran sepeda motor. Tujuan dan sasaran yang dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan promosi tersebut ini adalah untuk dapat meningkatkan volume penjualan dan selain itu dapat juga mengatasi ketatnya persaingan dalam pemasaran sepeda motor yang ada.

Adapun kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan PT. Megatama Motor dalam pemasaran sepeda motornya adalah dengan pemberian brosur dan potongan harga serta pemberian hadiah-hadiah yang menarik diberikan kepada para konsumen. Hadiah yang diberikan kepada konsumen meliputi : Helm, Jaket, Gantungan Kunci dan Kipas Angin.

(9)

TABEL 5.5

BESARNYA BIAYA PROMOSI YANG DIKELUARKAN PADA PT. MEGATAMA MOTOR TAHUN 2000 S/D TAHUN 2009

Tahun Besarnya Biaya Promosi (Rp)

Sumber : PT. Megatama Motor di Makassar

(10)

4. Saluran Distribusi

Adapun mata rantai saluran distribusi dalam penjualan sepeda motor merek Yamaha yang dapat dilihat melalui skema III yaitu sebagai berikut :

SKEMA III

SALURAN DISTRIBUSI DALAM PEMASARAN MOTOR YAMAHA PADA PT. MEGATAMA MOTOR DI MAKASSAR

Sumber : PT. Megatama Motor di Makassar

Dalam melaksanakan pemasaran sepeda motor oleh perusahaan pada PT. Megatama Motor sebagai dealer melakukan pemasaran langsung kepada pengecer. Dimana, untuk pengecer dalam kota Makassar meliputi PT. Wirajaya Motor, PT. Makassar Raya Motor dan lain-lain.

Untuk lebih jelasnya dapat disajikan data biaya distribusi dalam pemasaran sepeda motor yang dikeluarkan oleh PT. Megatama Motor di Makassar untuk tahun 2000 s/d tahun 2009 pada tabel 5.6 berikut ini :

Produsen

Konsumen

Main Dealer (PT. Megatama Motor di Makassar

(11)

TABEL 5.6

BESARNYA BIAYA DISTRIBUSI PT. MEGATAMA MOTOR DI MAKASSAR

TAHUN 2000 S/D TAHUN 2009

Tahun Biaya Distribusi(Rp) Perkembangan Biaya Distribusi(%) 2000

Rata-Rata Peningkatan (%) 11,35

Sumber : PT. Megatama Motor di Makassar

(12)

5.3 Analisis dan Pembahasan Jenis Produk, Harga Jual, Biaya Promosi dan Biaya Distribusi Terhadap Peningkatan Volume Penjualan.

Salah satu faktor berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan adalah marketing mix, yang terdiri atas 4 variabel pemasaran yang meliputi jenis produk, harga, promosi, dan saluran distribusi. Namun yang akan di ukur dalam penelitian ini adalah 4 variabel saja, yakni : jenis produk, harga, promosi, dan saluran distribusi pada PT. Megatama Motor yang diteliti penulis hanya bagaimana hubungan antara jenis produk, harga jual, biaya promosi, dan biaya distribusi terhadap volume penjualan sepeda motor merek Yamaha PT. Megatama Motor di Makassar.

Menyadari pentingnya variabel Marketing Mix yang ada dalam pemasaran motor merek Yamaha PT. Megatama Motor, maka perlu ditunjang oleh analisis pengaruh jenis produknya, harga jualnya, promosinya, dan saluran distribusinya terhadap peningkatan volume penjualan yang ada pada PT. Megatama Motor di Makassar.

Untuk lebih jelasnya analisis jenis produk, harga, promosi, dan saluran distribusi terhadap peningkatan volume penjualan dapat dijelaskan melalui persamaan regresi sebagai berikut :

Y = b0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4

Dimana : X1 = Jenis Sepeda Motor

X2 = Harga Jual (Rp)

(13)

X4 = Biaya Distribusi (Rp)

Y = Volume Penjualan (Rp) b0 = Konstan

b1,b2,b3,b4 = Koefisien regresi

dari hasil persamaan regresi tersebut diatas, maka dapat disajikan hasil perhitungan koefisien regresi pada tabel 5.7 yaitu sebagai berikut :

TABEL 5.7

HASIL PERHITUNGAN KOEFISIEN REGRESI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SPSS VERSI 17

Variabel Koefisien Regresi T (DF=5) Probability X1

X2

X3

X4

Constanta

2,44 -0,198

0,622 0,343 3.906,261

4,085 -2,962 6,146 3,656

0,009 0,043 0,002 0,015

Signifikan dengan tingkat kepercayaan 95 % R = 0,999 Probability = 0,002 R2 = 0,998 F.Ratio = 762,94

Sumber : Data diolah dengan program SPSS versi 17

(14)

Y = 3.906,261 + 2,44X1 – 0,198X2 + 0,622X3 + 0,343X4

Dimana :

b0 = 3.906,261 artinya tanpa penerapan bauran pemasaran (jenis sepeda

motor, harga jual, biaya promosi dan biaya distribusi) maka volume penjualan sebesar 3.906,261

b1 = 2,44 yang artinya jumlah sepeda motor bertambah maka volume

penjualan sepeda motor akan naik sebesar 2,44%.

b2 = -0,198 artinya apabila harga jual motor merek Yamaha ditingkatkan

sebesar Rp. 1.000.000, maka volume penjualan motor merek Yamaha pada PT. Megatama Motor akan turun sebesar -0.198%.

b3 = 0,622 apabila jumlah biaya promosi meningkat sebesar Rp. 1.000.000

pada PT. Megatama Motor maka volume penjualan akan meningkat sebesar 0,622%.

b4 = 0,243 artinya apabila perusahaan meningkatkan biaya distribusi sebesar

Rp. 1.000.000 maka volume penjualan akan meningkat sebesar 0,243%.

Untuk menguji apakah terdapat pengaruh yang signifikandari masing-masing keempat variabel terhadap volume penjualan, maka dilakukan uji t (uji parsial) dengan menggunakan tingkat level of signifikan sebesar 95%, yang berarti berada pada tingkat kepercayaan sebesar 95%, dengan menggunakan formulasi sebagai berikut :

1. Untuk variabel X1

(15)

H1 : β1 = 0 (ada terdapat pengaruh X terhadap Y)

b. df = n – k – 1 = 10 – 4 – 1 = 2 n = Jumlah data

k = Jumlah variabel α = 0,05

ttabel = 0,05 (5) = 2,005

thit = 4,085

Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa secara statistika variabel X1 (jenis sepeda motor) berpengaruh terhadap kenaikan variabel Y

(volume penjualan) dengan tingkat kepercayaan 95% ( α = 0,05 ) sebab thit

(4,085) > ttabel (2,005).

2. Untuk variabel X2

a. H0 : β2 = 0 (tak ada pengaruh X2 terhadap Y)

H1 : β2 ≠ 0 (ada terdapat pengaruh X2 terhadap Y)

b. df = 5 α = 0,05

ttabel 0,05 (5) = 2,005

thit = –2,692

Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa harga jual (X2)

berpengaruh nyata dalam peningkatan volume penjualan (Y) dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% ( α = 0,05 ) sebab thit > dari pada ttabel ( thit

(16)

3. Untuk variabel X3

a. H0 : β3 = 0 (tak ada pengaruh antara X dan Y)

H1 : β3 ≠ 0 (ada terdapat pengaruh antara X dan Y)

b. df (derajat kebebasan) = 5 α = 0,05

ttabel = 0,05 (5) = 2,005

thit = 6,146

Oleh karena thit > ttabel berarti ada pengaruh antara biaya promosi (X3)

dengan volume penjualan (Y) sebab thit (6,146) > ttabel (2,005)

4. Untuk variabel X4

a. H0 : β4 = 0 (tak ada pengaruh antara X dan Y)

H1 : β4 ≠ 0 (ada terdapat pengaruh antara X dan Y)

b. df (derajat kebebasan) = 5 α = 0,05

ttabel = 0,05 (5) = 2,005

thit = 3,656

Oleh karena thit > ttabel berarti ada pengaruh yang signifikan antara biaya

distribusi (X4) dengan volume penjualan (Y) sebab thit (3,656) > ttabel

(2,005).

Kemudian dengan menggunakan pengujian F ratio dengan analisis varians dijelaskan bahwa X1, X2, X3, X4 masing-masing mempengaruhi Y, dengan,

(17)

H0 : β1, β2, β3, β4 = 0 (tidak ada pengaruh antara X1, X2, X3, X4 terhadap Y)

Ha : βp 0 > 1, 2, 3, 4 (ada terdapat pengaruh antara X1, X2, X3, X4 terhadap Y)

Dari hasil perhitungan tersebut diatas, maka dapat diketahui bahwa : F hit = 762,938

F = (k – 1) (10 – 4 – 1) = 5 F 0,05 (5) (4) = 5,192

Oleh karena F hit = 762,938 > F tabel 0,05 (5) (4) = 5,192, maka H0 ditolak dan Ha

diterima sehingga terdapat pengaruh antara X1, X2, X3, X4 terhadap Y, hal ini

menunjukkan bahwa perubahan naik turunnya jenis produk, harga, biaya promosi, biaya distribusi berpengaruh terhadap volume penjualan.

Gambar

TABEL 5.2PERTUMBUHAN PENJUALAN SEPEDA MOTOR MEREK YAMAHA
Tabel  5.2  yakni  pertumbuhan  penjualan  sepeda  motor  merek  Yamaha,
TABEL 5.3DATA HARGA JUAL SEPEDA MOTOR
TABEL 5.4PERBANDINGAN HARGA JUAL SEPEDA MOTOR MENURUT
+4

Referensi

Dokumen terkait

telah menerapkan target costing dalam pengurangan biaya produksi, dan biaya tersebut berhasil diturunkan, maka Boeing dapat menentukan harga jual yang lebih rendah dari

PER adalah rasio yang menunjukkan perbandingan dari harga saham terhadap laba perusahaan. Rasio ini menunjukkan berapa besar investor menilai harga dari saham

Dari kedua kondisi pada analisis sensitivitas dapat terlihat bahwa penurunan biaya total sebesar 10% dan kenaikan harga log sebesar 10% tidak berpengaruh besar

Tempat parkir disediakan untuk para pembeli. untuk itu toko agak menjorok ke dalam untuk memberi ruang parkir yang nyaman dan cukup untuk lebih kurang 10 sepeda motor

Pada pola kontur yang menutup dan memiliki anomali yang cukup rendah pada bagian selatan dan barat laut peta yang memiliki distribusi rapat-massa bawah permukaan yang

Tersedianya Home Stay memiliki skor 0,12. Skor yang rendah dibandingkan faktor lain, home stay hanya sebagai fasilitas pendukung akomodasi wisata saja, karena

perusahaan sering menolak pesanan khusus karena harga jual yang ditawarkan konsumen lebih rendah dibandingkan dengan harga jual yang ditetapkan oleh perusahaan

Berdasarkan tipe habitatnya, kondisi tersebut terlihat pada habitat padang-semak yang memiliki kondisi suhu lingkungan paling tinggi dan tingkat kelembaban relatif yang rendah