• Tidak ada hasil yang ditemukan

Library Front-end SystemDevelopment Through Facebook

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Library Front-end SystemDevelopment Through Facebook"

Copied!
153
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN SISTEM LAYANAN DEPAN

PERPUSTAKAAN MELALUI

FACEBOOK

(STUDI KASUS DI PERPUSTAKAAN TIRANUS BANDUNG)

ELFIAN C. F. SUMENDAP

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)

Dengan ini saya menyatakan bahwa tugas akhir Pengembangan Sistem Layanan Depan Perpustakaan Melalui Facebook adalah karya saya dengan arahan komisi pembimbing dan belum dijadikan bentuk apapun kepada Perguruan Tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tugas akhir ini.

(3)

ABSTRACT

ELFIAN SUMENDAP. Library Front-end SystemDevelopment Through Facebook. Under direction of KUDANG BORO SEMINAR and SONY HARTONO WIJAYA.

The library is an institution that serves as central collector, processing and dissemination of information. Today libraries face the challenge to provide better service and faster. Competitors have developed far more advanced such as google.com. Therefore it is necessary to utilize a front-end functions of the library as a vital function to resolve the issue. Facebook is an opportunity to be the answer. Facebook is relational, up to date, personal, flexible and mobile. This study developed a front-end library system through Facebook. This study developed a front-end library system through Facebook by exploring the features of Facebook and develop a Facebook application that can perform the library front-end functions. Development methodology is based on the System Development Life Cycle (SDLC) consisting of stages of investigation, analysis, design, implementation and maintenance where the research is done to the prototype manufacturing stage. System testing conducted by black-box testing method. This research was successfully explored a Facebook feature and built a Facebook application that can perform the library front-end functions. Library front-end system through Facebook is able to build relationships with users, maintaining user and improve the quality of relationships with users.

(4)

Melalui Facebook. Dibimbing oleh KUDANG BORO SEMINAR dan SONY HARTONO WIJAYA.

Perpustakaan adalah lembaga yang berfungsi menghimpun, mengolah dan menyebarkan informasi. Pada masa kini perpustakaan menghadapi tantangan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan lebih cepat. Kemajuan teknologi search engine telah menghadirkan pesaing baru bagi layanan perpustakaan yang telah mengembangkan kemampuan layanan pencarian informasi jauh lebih maju seperti google.com, sementara masih banyak perpustakaan yang tetap menganut konsep layanan yang tertutup, lokal, tidak praktis dan non-kolaboratif. Oleh karena itu dipandang perlu untuk memberdayakan fungsi layanan depan (front-end) perpustakaan sebagai fungsi layanan vital untuk mengatasi masalah tersebut. Facebook merupakan peluang yang baik untuk menjawab tantangan tersebut mengingat Facebook bersifat relasional, up to date, personal dan fleksibel.

Studi ini mengembangkan sebuah sistem layanan depan perpustakaan melalui Facebook dengan dua cara yaitu mengeksplorasi fitur-fitur Facebook dan membangun aplikasi Facebook dimana sistem ini dapat melakukan sejumlah sembilan fungsi layanan depan (front-end) perpustakaan antara lain fungsi pencarian koleksi, reservasi, sirkulasi/transaksi, sosialisasi, konsultasi, edukasi, survey, kompilasi kritik/saran dan penyebaran informasi. Metodologi pengembangan didasarkan pada System Development Life Cycle (SDLC) yang terdiri dari tahap investigasi, analisis, desain, implementasi, dan pemeliharaan di mana penelitian ini dilakukan sampai pada tahap pembuatan prototipe. Pengujian sistem dilakukan dengan menggunakan metode pengujian black-box.

Penelitian ini telah berhasil mengeksplorasi fitur Facebook yang dapat melakukan enam fungsi layanan depan (sosialisasi, konsultasi, edukasi, survey, kompilasi kritik/saran dan penyebaran informasi) dan membangun sebuah aplikasi Facebook yang dapat melakukan tiga fungsi layanan depan perpustakaan (pencarian koleksi, reservasi dan sirkulasi/transaksi). Eksplorasi terhadap fitur-fitur Facebook menghasilkan sekelompok fitur yang mampu melakukan fungsi layanan depan antara lain Facebook Page, Facebook Group, Notes, Discussions, Links, Status wall, Photos, Videos, Question/polling, Chat, Chat with group, Create document dan Create events. Pembuatan aplikasi Facebook dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang telah tersedia yaitu Facebook Application Developer telah menghasilkan aplikasi yang berjalan pada platform Facebook dan diberi nama tiranuslibrary.apps. Aplikasi tiranuslibrary.apps melakukan koneksi dengan database perpustakaan yang sudah ada sebelumnya yang dioperasikan secara online dengan menggunakan aplikasi web pada webserver terpisah. Dalam penelitian ini aplikasi web yang digunakan adalah Senayan Library Management System (SLIMS).

(5)

pemanfaatan SLDPMF yang dapat dirumuskan pada rincian tugas dan SOP (standard operation procedure). Juga diperlukan untuk merumuskan ketetapan formal mengenai penggunaan SLDPMF di lingkungan perpustakaan sebagai aturan resmi.

Hasil implementasi menunjukkan bahwa Sistem Layanan Depan Perpustakaan Melalui Facebook ini mampu membangun hubungan yang positif dengan pengguna, memelihara hubungan pengguna dan meningkatkan kualitas hubungan dengan pengguna yang terindikasi dari adanya komunikasi dengan pengguna lebih baik/personal, efisiensi layanan, mampu menjangkau pengguna lebih luas, menjadi sarana promosi, sarana diskusi dan kolaborasi. Aplikasi tiranuslibrary.apps menjadi sarana untuk menghimpun data pengguna yang telah tersedia dalam database pada server Facebook.com.

Pemaparan hasil implementasi pada penelitian ini ditinjau dari sisi kemampuan sistem SLDPMF dalam menjalankan fungsi layanan depan perpustakaan. Perlu dilakukan penelitian lebih jauh yang mengevaluasi penerapan SLDPMF untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan sistem ini.

(6)

© Hak Cipta Milik IPB, Tahun 2011

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau

menyebutkan sumber. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan,

penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau

tinjauan suatu masalah; dan pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan

yang wajar IPB.

(7)

PENGEMBANGAN SISTEM LAYANAN DEPAN

PERPUSTAKAAN MELALUI

FACEBOOK

(STUDI KASUS DI PERPUSTAKAAN TIRANUS BANDUNG)

ELFIAN C. F. SUMENDAP G652080125

Tugas Akhir

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Profesional pada

Program Studi Teknologi Informasi untuk Perpustakaan

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(8)
(9)

Judul Tugas Akhir : Pengembangan Sistem Layanan Depan Perpustakaan Melalui Facebook

Nama : Elfian C. F. Sumendap

NRP : G652080125

Program Studi : MTP

Disetujui Komisi Pembimbing

Prof. Dr. Ir. Kudang B. Seminar, M.Sc. Sony Hartono Wijaya, S.Kom., M.Kom. Ketua Anggota

Diketahui

Ketua Program Studi MTP Dekan Sekolah Pascasarjana IPB

Aziz Kustiyo, S.Si., M.Kom. Dr. Ir. Dahrul Syah, M.Sc.Agr.

(10)

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Allah Yang Mahakuasa atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Agustus 2010 s.d Juli 2011 adalah Pengembangan Sistem Layanan Depan Perpustakaan Melalui Facebook.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Prof. Dr. Ir. Kudang B. Seminar, M.Sc. dan Bapak Sony Hartono Wijaya, M.Kom. selaku pembimbing, serta Bapak Aziz Kustiyo, S.Si, M.Kom. sebagai ketua program studi MTP yang telah banyak memberi dukungan. Di samping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada Karen Salamat, MLIS. sebagai library manager Universitas Bina Nusantara dan Dra. Klarensi Naibaho, M.Si. sebagai asisten kepala Bidang Layanan Pengguna dan Humas perpustakaan Universitas Indonesia yang telah membantu selama pengumpulan data. Ungkapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada isteri dan anak-anak terkasih yang memberikan dukungan semangat serta seluruh keluarga yang turut mendoakan. Demikian pula kepada rekan-rekan MTP tahun 2008 yang setia memberi dukungan, Pak Ruchyan yang selalu siap menolong serta karyawan kampus IPB Baranangsiang yang baik hati, penulis menghaturkan terima kasih. Demikian pula penulis berterimakasih kepada Dr. Purnawan Tenibemas yang setia memberi semangat, mendoakan penulis serta mengupayakan dukungan bagi kelancaran perkuliahan penulis selama beliau menjabat sebagai ketua Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus dan Dr. Sridadi Atiyanto selaku ketua Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus periode 2011-2014 bersama para dosen dan rekan-rekan staf STAT yang turut memberi dukungan doa dan dorongan yang sangat berarti.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi perpustakaan, ilmu pengetahuan dan teknologi informasi di masa mendatang.

(11)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 7 Februari 1967 dari ayah Elfianus Frits Sumendap dan ibu Charlotte F. A. Pangemanan. Penulis merupakan putra pertama dari dua bersaudara.

Tahun 1987 penulis lulus dari STM Budi Utomo Jakarta jurusan Bangunan Gedung. Penulis bekerja di sebuah konsultan arsitektur di Bandung tahun 1990 s.d. 1992. Tahun 1998 mengikuti pelatihan Manajemen Perpustakaan di Universitas Kristen Petra selama satu bulan. Tahun 1998 diangkat menjadi kepala perpustakaan di Institut Alkitab Tiranus. Gelar sarjana teologi diperoleh setelah lulus dari Institut Alkitab Tiranus pada tahun 2005.

(12)
(13)

xi

3.5. Implementasi ... 22

3.6. Waktu dan Tempat Penelitian ... 22

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 23

4.1. Investigasi Sistem ... 23

4.2. Analisis Sistem ... 25

4.3. Desain Sistem ... 31

4.4. Implementasi Sistem ... 38

4.5. Implikasi Manajemen ... 48

V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 53

5.1. Kesimpulan ... 53

5.2. Saran ... 54

DAFTAR PUSTAKA ... 55

(14)

xii

1 Peringkat Jumlah Anggota Facebook pada Mei 2011 ... 11

2 Hasil Survey Website Perpustakaan ... 27

3 Analisa Penggunaan SLIMS di Perpustakaan STAT ... 28

4 Kebutuhan Informasi ... 28

5 Kebutuhan Fungsional dalam Hubungan Dengan Fungsi Layanan Depan ... 29

6 Desain Proses pada SLDPMF... 34

7 Desain Input-Output ... 36

(15)

xiii DAFTAR GAMBAR

Halaman

1. Model Aplikasi Web Standar ... 15

2. Model Aplikasi Web dari Facebook ... 15

3. Model Aplikasi Web dari Facebook ... 15

4. Bagan System Development Life Cycle ... 17

5. Metode Pengujian Black-box ... 18

6. Bagan Alur Kegiatan Penelitian ... 19

7 Diagram Konteks Sistem Layanan Depan Perpustakaan Melalui Facebook... 30

8 Diagram Aliran Data Tingkat-1 (DFD level-1) ... 30

9 Hubungan Database Perpustakaan, Webserver Perpustakaan, Platform Facebook dan Pengguna Facebook ... 32

10 Desain Proses SLDPMF ... 32

11 Struktur Menu ... 35

12 Desain Tampilan Antarmuka SLDPMF ... 35

13 Aplikasi Facebook Dengan Fasilitas Canvas Type IFrame ... 41

14 Form Aplikasi Perpustakaan ... 41

15 Form Login Staf (SLIMS) ... 42

16 Form Login Staf (SLIMS) ... 42

17 Form OPAC (SLIMS) ... 43

18 Form Login Member (SLIMS) ... 43

(16)

xiv

1 ERD SenayanLibrary Management System ... 60

2 Form Login Facebook ... 61

3 Form FB Page Perpustakaan ... 61

4 Form Aplikasi Perpustakaan (FB Page Perpustakaan) ... 62

5 Form Notes (FB Page Perpustakaan) ... 62

6 Form Discussions (FB Page Perpustakaan) ... 63

7 Form Links (FB Page Perpustakaan) ... 63

8 Form Status (FB Page Perpustakaan) ... 64

9 Form Photo (FB Page Perpustakaan) ... 64

10 Form Video (FB Page Perpustakaan) ... 65

11 Form Question (FB Page Perpustakaan ... 65

12 Form Question (FB Page Perpustakaan) ... 66

13 Form FB Group Perpustakaan ... 66

14 Form Chat With Group (FB Group) ... 67

15 Form Create Document (FB Group) ... 67

16 Form Create Document (FB Group) ... 68

(17)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang berfungsi sebagai pusat penghimpun, pengolah dan penyebaran informasi. Pengelolaan perpustakaan pada masa kini semakin menuntut kualitas dan profesionalisme agar hasilnya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh penggunanya. Dalam upaya melayani dan memenuhi kebutuhan informasi para penggunanya perpustakaan memiliki fungsi layanan depan (front-end) sebagai ujung tombak disamping fungsi lain yaitu fungsi (back-end) yang menangani semua proses di belakang layar dan fungsi manajemen yang mengatur keseluruhan fungsi perpustakaan. Fungsi layanan depan adalah fungsi layanan perpustakaan yang terdiri dari katalog online, reservasi dan sirkulasi, sosialisasi, konsultasi, edukasi, survey kepuasan pengguna, kompilasi kritik/saran, penyebaran informasi serta kolaborasi (Seminar 2008). Fungsi layanan ini berhubungan langsung dengan pengguna dan berperan penting dalam keseluruhan proses bisnis perpustakaan dalam hal menghubungkan back-end dengan pengguna. Layanan depan bertugas merepresentasikan apa yang sudah dikerjakan oleh back-end dan menjadi sarana bagi pengguna untuk mendapatkan segala sesuatu yang disediakan di bagian fungsi back-end. Peningkatan fungsi layanan depan yang baik akan mampu meningkatkan kepuasan pengguna dan memperluas daya jangkau perpustakaan.

(18)

berkolaborasi, berorganisasi dan berekreasi” . Hal ini ditandai dengan bertumbuhnya media jejaring sosial di internet seperti Friendster, MySpace, YahooMessenger, Flickr, Facebook, Bebo,Hi5 dan sejenisnya.

Namun di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan internet yang mampu menjadi sarana penghubung antar pribadi maupun antar komunitas, nampak kondisi umum perpustakaan justru berkebalikan. Sebagian besar perpustakaan lebih bersifat tertutup dan eksklusif bagi komunitas institusi yang menaunginya. Daya cakupannya terbilang sempit karena terbatas oleh lokasi geografis. Sifat layanan pun jauh dari kolaboratif mengingat biasanya segala bentuk layanan sepenuhnya dilakukan dan disediakan oleh staf perpustakaan saja sehingga komunikasi secara umum dapat dikatakan hanya satu arah saja. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa seluruh layanan perpustakaan diberikan tanpa imbalan biaya namun tetap kurang menarik minat penggunanya disebabkan oleh rintangan jarak, lokasi dan kenyamanan, waktu serta prosedur. Hal tersebut membuat sebagian besar pengguna mencari informasi di tempat lain yang lebih mudah, nyaman dan familiar seperti misalnya Google.com.

Kondisi tersebut menyebabkan informasi yang telah dihimpun dan diolah sedemikian rupa oleh fungsi layanan back-end tidak tersalurkan kepada pengguna dengan baik. Biaya yang telah diinvestasikan menjadi terlalu besar dibandingkan nilai manfaat yang diberikan perpustakaan kepada penggunanya. Tingkat keterpakaian koleksi yang rendah disebabkan kurangnya promosi dan sosialisasi. Akibatnya perpustakaan menjadi tidak populer, kurang dikenal atau diminati serta tidak ada orang yang mengerti betapa besar sumber daya yang telah diabdikan yang semuanya berujung pada kenyataan bahwa perpustakaan hampir selalu kalah bersaing dengan kompetitornya seperti mesin pencari Google, Bing dan berbagai media jejaring sosial internet.

(19)

3

terobosan yang kompetitif. Menurut Seminar (2008), “Tuntutan rekayasa ulang untuk bisnis proses perpustakan semakin diperkuat dengan hadirnya teknologi browser (search engine) yang memungkinkan pencarian item informasi dan pengetahuan berbasis internet menembus kendala ruang dan waktu,” hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan harus melakukan rekayasa ulang guna mendapatkan perbaikan yang meyakinkan dalam hal ukuran kinerja yang penting seperti biaya, kualitas pelayanan dan kecepatan.

Perpustakaan perlu memiliki visi untuk menjadi perpustakaan yang relasional yaitu mampu membangun hubungan yang baik dengan penggunanya. Perpustakaan selayaknya menyediakan layanan yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan zaman. Layanan perpustakaan sebaiknya dikemas dengan baik sebagai layanan yang personal dan proaktif menyentuh kebutuhan penggunanya. Bahkan perpustakaan perlu menghadirkan diri ke tengah-tengah komunitas masyarakat pengguna yang memiliki kultur relasional dalam jejaring sosial internet. Tantangan kompetitif mengharuskan perpustakaan untuk mampu menjawab kebutuhan informasi dan mampu membuat hidup para penggunanya menjadi lebih baik dan lebih mudah.

(20)

pengguna untuk membangun relasi dan mempromosikan layanannya. Melalui situs jejaring sosiang seseorang dapat terhubung dengan teman-temannya, menemukan teman lama atau menciptakan komunitas baru sesuai kesamaan minat atau kelompok. Selain membangun relasi sosial, anggota jejaring sosial dapat berbagi informasi atau koleksi menarik (seperti foto, musik, video, pendapat/pemikiran) dengan teman yang berada dalam satu kelompok atau forum.

Jejaring sosial Facebook.com merupakan pilihan yang dapat dipertimbangkan untuk menjawab masalah tersebut mengingat bahwa Facebook telah menjadi situs jejaring sosial paling terkemuka saat ini. Pertumbuhan jumlah anggota yang sangat pesat telah membuat Facebook memiliki 698.288.340 anggota di seluruh dunia (http://social-networking-websites-review.toptenreviews.com/). Facebook adalah sebuah situs web jejaring sosial yang memungkinkan para pengguna dapat menambahkan profil dengan foto, kontak, ataupun informasi personal lainnya dan dapat bergabung dalam komunitas untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan pengguna lainnya. Dalam situs resminya tercantum pernyataan misi “Facebook's mission is to give people the power to share and make the world more open and

connected”, (sumber: http://www.facebook.com) yang menjelaskan bahwa situs

jejaring sosial ini menitik-beratkan layanan yang bersifat relasional, up to date dan

personal. Di situs ini setiap anggotanya dengan mudah memperoleh dan saling

berbagi informasi secara realtime. Selain Facebook ada beberapa situs jejaring

terkemuka sosial lainnya seperti MySpace, Bebo, Friendster, Hi5, dan

YahooMessenger yang sama-sama memiliki kemampuan menghubungkan orang dan

memperluas hubungan melalui fasilitas “teman dari teman” serta saling berbagi

koleksi foto, musik dan video. Namun Facebook memiliki kelebihan yang tidak

dimiliki situs sejenisnya antara lain automatic linking, news feed, Facebook apps,

dan pengelolaan group yang khas. Kelebihan tersebut membuat Facebook menjadi

situs yang memiliki jaringan pertemanan yang paling besar dan luas jangkauan

geografisnya.

Mencermati potensi yang terdapat pada situs Facebook sebagaimana diuraikan

sebelumnya, maka sangat besar peluang bagi layanan depan perpustakaan untuk

lebih diberdayakan dengan memanfaatkan fitur-fitur Facebook guna mendapatkan

(21)

5

semakin nyata mengingat pengembangan sistem layanan depan dengan

memanfaatkan Facebook tidak memerlukan biaya karena tersedia secara gratis.

Pengoperasian Facebook tidak memerlukan keahlian khusus karena dirancang untuk

dapat dioperasikan oleh siapa saja dengan mudah.

Perpustakaan Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus pada saat ini menghadapi

problema yang sama dalam hal mendayagunakan koleksi dan hasil kerja fungsi

back-end. Perpustakaan Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus bernaung di bawah sebuah lembaga pendidikan teologi Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus (STAT) yang menyelenggarakan pendidikan teologi antara lain: program non gelar, diploma, sarjana teologi (strata 1), dan pascasarjana teologi (strata 2 dan 3). Perpustakaan STAT memiliki sekitar 25.000 eksemplar koleksi berupa buku, jurnal, majalah dan audio. Pengguna perpustakaan STAT terdiri dari 200 mahasiswa dan 50 orang staf dan dosen yang sebagian besar sudah mengenal dan tergabung dalam situs jaringan sosial pertemanan Facebook. Pada tahun 2010 dari hasil survey yang dilakukan oleh penulis didapati bahwa tingkat keterpakaian koleksi perpustakaan Tiranus hanya

mencapai 10%, fakta tersebut menyebabkan tingginya biaya produksi dibanding

pemanfaatan yang minim.

(22)

1.2. Tujuan

Penelitian ini bertujuan mengembangkan suatu sistem layanan depan perpustakaan melalui Facebook dengan cara memanfaatkan fitur-fitur potensial Facebook dan membuat aplikasi perpustakaan dengan fasilitas Facebook Application Developer guna meningkatkan kualitas dan daya guna layanan depan perpustakaan.

1.3. Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: - Menjangkau pengguna yang sudah dan akan bergabung di Facebook.

- Membangun citra positif dan meningkatkan daya saing layanan perpustakaan. - Meningkatkan manfaat dan kualitas layanan perpustakaan.

- Menjadikan layanan depan perpustakaan lebih personal dan proaktif. 1.4. Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian ini meliputi:

- Perancangan sistem layanan depan ini dibuat untuk dapat melaksanakan fungsi layanan depan (front-end) perpustakaan antara lain: katalog online, reservasi dan sirkulasi, sosialisasi, konsultasi, edukasi, survey kepuasan pengguna, kompilasi kritik/saran, penyebaran informasi dan kolaborasi.

- Aplikasi Facebook yang dimaksudkan adalah aplikasi yang berjalan pada platformFacebook.

- Pengembangan sistem layanan depan perpustakaan melalui Facebook ini dilaksanakan sampai pada tahap pembuatan prototipe.

(23)

BAB II

II.

TINJAUAN PUSTAKA

IIIII

2.1. Roadmap Penelitian

Beberapa penelitian yang pernah dilakukan terhadap situs Facebook dalam kaitannya dengan perpustakaan antara lain:

- Harris dan Susan Lessick (2001) menginvestigasi berbagai aplikasi, gadget dan profil yang telah dibuat dan didistribusikan oleh perpustakaan melalui komunitas Facebook, iGoogle dan MySpace.

- Chamigo dan Paula Bennet-Ellis (2007), di Houston Cole Library, Amerika Serikat. Pada penelitian ini dilakukan survey terhadap 126 pustakawan perguruan tinggi mengenai pandangan mereka terhadap situs Facebook. Hasil penelitian manyatakan bahwa para pustakawan sangat tanggap terhadap membanjirnya fenomena Facebook. Sebagian yang bersikap antusias mengajukan berbagai usulan penggunaan Facebook untuk mempromosikan layanan perpustakaan. Sebaliknya ada juga yang melaporkan adanya dampak negatif penggunaan Facebook bagi perpustakaan. Sebagian besar responden nampaknya menganggap Facebook berada di luar ranah profesionalisme perpustakaan.

- Secker (2007) dari London School of Economics and Political Science, melakukan studi kasus yang bertujuan mengadakan investigasi manfaat Facebook sebagai perangkat jejaring bagi perpustakaan dan mengeksplorasi aplikasi Facebook yang berhubungan dengan kegiatan perpustakaan.

- Bedrick dan Dean F. Sitting (2008) dari Oregon Health and Science University, melakukan evaluasi terhadap aplikasi MedlinePublication yang dikembangkan pada platform Facebook. Aplikasi Medline Publication menggunakan fasilitas Facebook Applications untuk membangun aplikasi yang bertujuan memfasilitasi kegiatan komunikasi dan kolaborasi antar praktisi medis.

(24)

- Bietila (2009) di perpustakaan George Washington University. Bietila mengadakan pengujian terhadap pengalaman para mahasiswa dalam menggunakan Facebook. Ia menemukan bahwa kebanyakan mahasiswa menggunakan Facebook untuk tujuan sosialisasi. Kehadiran pihak lain yang bukan kelompoknya (terutama figur otoritatif) cenderung dipandang sebagai pengganggu.

- Graham (2009) melakukan penelitian mengenai peluang penggunaan Facebook sebagai sarana untuk mendekati pengguna.

- Xia (2009) melakukan penelitian di Kelly Business School, Indiana University, USA. Penelitian ini berusaha menemukan apakah FacebookGroup kondusif bagi kegiatan marketing perpustakaan. Ditemukan bahwa siswa yang mengunjungi Facebook Group sangat sedikit. Hal ini disebabkan Facebook Group yang topiknya terlalu sempit serta kurangnya pemeliharaan. Disarankan untuk memberi tema group yang lebih umum dan pemeliharaan yang lebih aktif serta kreatif.

- Jacobson (2010) melakukan pengujian terhadap penggunaan Facebook oleh staf perpustakaan. Penelitian tersebut mengidentifikasi kesenjangan yang terjadi antara harapan atau tujuan penggunaan Facebook yang hendak dicapai dan kenyataan/praktek penggunaannya. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa upaya pustakawan dalam memanfaatkan Facebook tidak sepenuhnya dapat mencapai tujuan untuk mempromosikan layanan perpustakaan.

2.2. Fungsi Layanan Perpustakaan (front-end, back-end, organization)

Perpustakaan sebagai pusat pengolah dan penyebaran informasi mempunyai fungsi layanan antara lain (Seminar 2008):

- Fungsi Layanan Belakang (back-end fuction)

(25)

9

- Fungsi Layanan Depan (front-end function)

Adalah fungsi organisasi perpustakaan yang berhubungan langsung dengan pengguna dimana pengelola perpustakaan bertanggungjawab untuk melayani kebutuhan pengguna mencakup: sirkulasi, pencarian koleksi, reservasi, sosialisasi, konsultasi, edukasi, survey kepuasan pengguna, akomodasi dan kompilasi kritik, informasi, kerjasama/kolaborasi.

- Fungsi Organisasi (organization function)

Adalah fungsi pengelolaan tatalaksana organisasi kegiatan perpustakaan baik layanan depan maupun layanan belakang.

2.3. Layanan Sirkulasi

Layanan sirkulasi merupakan bagian dari fungsi layanan depan yang melayani pengguna dalam hal peminjaman dan pengembalian buku sebagai salah satu kegiatan utama (Sulistyo-Basuki 1993). Data transaksi peminjaman koleksi umumnya meliputi siapa peminjam, tanggal kembali, judul koleksi, jenis koleksi, keterlamabatan pengembalian dan jumlah pengunjung perpustakaan.

2.4. Layanan Katalog Online

Layanan katalog online merupakan bagian dari fungsi layanan depan yang menyediakan sarana bagi pengguna untuk melakukan pencarian koleksi pada database perpustakaan melalui sarana komputer. Katalog online dapat diakses dari dalam lokasi perpustakaan maupun di luar perpustakaan melalui jaringan komputer yang tersedia (Rowley & Farrow 2000).

2.5. Layanan Reservasi

(26)

2.6. Internet

Internet merupakan jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lainnya dari negara ke negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari teks, gambar, audio, video, dan lainnya. Internet itu sendiri berasal dari kata Interconnection Networking, yang berarti hubungan dari banyak jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan sarana komunikasi seperti telepon dan satelit (Jogiyanto 2005).

2.7. Facebook (www.Facebook.com)

Facebook adalah sebuah situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang Mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 (Priyatna 2008).

Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-elektronik apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti jaringan komunitas berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.

(27)

11

Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dengan jumlah lebih dari 38.164.520 anggota.

Tabel 1 Peringkat Jumlah Anggota Facebook pada Mei 2011

No Negara Pengguna Facebook %

1 Amerika Serikat 150.196.680 48,41%

2 Indonesia 38.164.520 15,71%

3 Inggris 29.760.540 47,73%

4 Turki 29.041.200 37,33%

5 India 27.706.920 2,36%

6 Meksiko 26.092.160 23,20%

7 Filipina 24.793.040 24,82%

8 Perancis 22.578.600 34,86%

9 Brazil 20.031.740 9,96%

10 Italia 19.643.760 33,82%

Sumber: (http://social-networking-websites-review.toptenreviews.com/)

2.8. Fitur Facebook

Beberapa fitur yang tersedia di dalam Facebook (Holzner 2009) antara lain: - Profile

Profile adalah halaman web anggota dari Facebook yang dapat dilihat oleh temannya. Profile berisi gambaran umum dari pengguna seperti nama, tanggal lahir, dan berbagai informasi pribadi lain. Pengguna dapat mengatur informasi mana yang dapat dilihat orang lain dan mana yang tidak dapat dilihat orang lain.

- Wall

(28)

- Friends

Fasilitas untuk mengkoleksi teman-teman yang telah terhubung. Pengguna dapat mengorganisasikan daftar teman ini. Jumlah teman dibatasi sampai 5000 teman.

- Photos dan video

Aplikasi yang terdapat di dalam profile. Memungkinkan pengguna mengunggah foto sebanyak mungkin serta mengorganisasikannya sendiri. Setiap foto dapat ditandai untuk dapat terhubung dengan orang lain yang diinginkan dengan fasilitas tag. Demikian pula halnya dengan video dapat diorganisasi oleh pengguna sesuai keinginan sendiri dan dapat ditandai agar dapat terhubung dengan orang lain menggunakan fasilitas tag.

- Group

Aplikasi dalam Facebook untuk membuat suatu kelompok pertemanan sesuai dengan minat yang sama. Biasanya Group digunakan untuk berdiskusi, pengumuman, dan sebagainya. Sebuah Group terdiri atas: anggota yang bergabung, berita terbaru, panel diskusi, wall, foto kiriman, dan video yang semuanya dapat diberi komentar. Keanggotaan dapat diatur oleh administrator dalam tiga kategori: 1. Terbuka, siapa saja dapat mendaftarkan diri, 2. Terbatas, siapa saja dapat minta didaftarkan dan jadi anggota atas ijin dari administrator, 3. Sangat terbatas, hanya teman yang diundang saja.

- Page

(29)

13

2.9. Facebook Applications

Adalah aplikasi tambahan yang dapat ditambahkan ke dalam profile, group atau page. Ada sejumlah aplikasi yang dikembangkan oleh Facebook, ada pula yang dikembangkan oleh pihak lain (Wagner 2008). Bahkan dimungkinkan untuk pengguna dapat membuat aplikasi buatan sendiri yang dapat berjalan pada platform Facebook dengan menggunakan fasilitas Facebook Application Developer.

2.10. Platform Facebook

Pada tahun 2007, Facebook meluncurkan platform sendiri (Facebook Platform) untuk pengembangan aplikasi yang terdiri dari:

- Facebook Markup Language (FBML) adalah sebuah bahasa markup yang berbasis HTML. FBML Adalah bahasa pemrograman web yang memungkinkan untuk membangun aplikasi pada platform Facebook yang sepenuhnya terintegrasi dengan kegiatan pengguna Facebook. (Wagner 2008). - Application Programming Interface (API) untuk membuat Representational

State Transfer (REST) ke Facebook, yaitu sekumpulan perangkat lunak yang berfungsi sebagai perantara untuk pembuatan aplikasi pada platform Facebook. - Facebook Query Language (FQL) adalah sebuah bahasa query SQL untuk berinteraksi dengan Facebook yang memungkinkan untuk membuat query terhadap tabel-tabel data yang ada di dalam Facebook. Ada sembilan tabel yang diijinkan oleh Facebook untuk diakses dengan query yaitu tabel user, friend, group, group_member, event, event_member, photo, album dan photo_tag.

- Facebook JavaScript adalah sebuah bahasa scripting yang diimplementasikan oleh Facebook bagi mereka yang ingin menggunakan Javascript bagi pengembangan aplikasinya.

(30)

tersimpan pada web server melalui Facebook.com yang akan menghubungkan dengan platform Facebook (Gambar 2). Untuk mencegah akses terhadap aplikasi yang berlebihan, Facebook menempatkan sebuah cache di antara Facebook web server dan web server di mana aplikasi ditempatkan (Gambar 3).

2.11. Enterprise Reengineering

Rekayasa ulang perusahaan (enterpterprise engineering) menurut Hammer dan Champy (1995) adalah “pemikiran ulang secara fundamental dan radikal atas proses-proses bisnis untuk mendapatkan perbaikan dramatis dalam hal ukuran-ukuran kinerja yang penting dan kontemporer, seperti biaya, kualitas pelayanan dan kecepatan”. Rekayasa ulang merupakan suatu terobosan kompetitif untuk menjawab tantangan dan pencapaian visi perusahaan atau institusi.

2.12. Customer Relationship Management

Customer Relationship Management (CRM) adalah sebuah strategi bisnis menyeluruh dari suatu perusahaan yang memungkinkan perusahaan tersebut secara efektif bisa mengelola hubungan dengan para pelanggan (Kalakota & Robinson 2001). CRM merupakan usaha sebuah perusahaan untuk berkonsentrasi menjaga pelanggan (supaya tidak lari ke pesaing) dengan mengumpulkan segala bentuk interaksi

pelanggan baik itu lewat telepon, email, masukan di situs atau hasil pembicaraan dengan

staf sales dan marketing. CRM mengintegrasikan penjualan, pemasaran, dan strategi pelayanan untuk membangun koordinasi dan kolaborasi berbasis pengetahuan dengan pelanggan untuk kepentingan jangka panjang.

Terdapat tiga tahapan CRM:

1. Mendapatkan pelanggan baru (acquire). Pelanggan baru didapatkan dengan memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan yang menarik.

(31)

15

cross selling atau up selling pada tahap kedua dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan (reduce cost). 3. Mempertahankan pelanggan (retain). Tahap ini merupakan usaha

mendapatkan loyalitas pelanggan dengan mendengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan.

4.

Gambar 1. Model Aplikasi Web Standar (Hayder 2008)

5.

Gambar 2. Model Aplikasi Web dari Facebook (Hayder 2008)

(32)

2.13. Modal Sosial

Modal sosial menurut Mangkuprawira (2009) adalah konsep sosiologi yang menggambarkan adanya hubungan di dalam dan antar jejaring sosial dalam masyarakat. Seperti halnya modal fisik atau modal manusia yang dapat meningkatkan produktifitas individu dan kelompok, maka modal sosial pun demikian. Menurut James Coleman sebagaimana yang dikutip oleh Mangkuprawira (2009), “modal sosial memfasilitasi kegiatan individu dan kelompok yang dikembangkan oleh jaringan hubungan, timbal balik, kepercayaan dan norma sosial. Modal sosial, menurut pandangannya, merupakan sumber daya yang netral yang memfasilitasi setiap kegiatan dimana masyarakat bisa menjadi lebih baik dan bergantung pada pemanfaatan modal sosial oleh setiap individu”.

Modal sosial positif adalah nilai-nilai masyarakat yang positif berupa jejaring sosial, kepercayaan, timbal balik dan kebersamaan yang diduga berpengaruh kuat terhadap keberhasilan pengembangan masyarakat. Sedangkan modal sosial negatif adalah nilai-nilai masyarakat yang negatif seperti primordialisme, nepotisme, mafia peradilan, makelar kasus yang berpengaruh negatif merugikan masyarakat.

2.14. System Development Life Cycle (SDLC)

SDLC (System Development Lyfe Cycle) adalah tahapan-tahapan suatu pekerjaan yang dilakukan dalam membangun suatu sistem informasi. Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar. Semua langkah dalam siklus harus didokumentasikan untuk mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem. System Development Life Cycle (Gambar 4) adalah proses standar yang digunakan untuk membangun suatu sistem informasi meliputi langkah-langkah berikut ini (O’Brien 2008):

- Investigasi: tahap mengidentifikasi masalah dan menemukan peluang untuk mengatasi masalah.

- Analisis: Menganalisa kebutuhan informasi dan mengembangkan persyaratan fungsional sistem.

(33)

- Implementasi: Me

Mengadakan atau mengembangkan hardware yang baru dan penerapan sistem baru.

roses peninjauan setelah tahap implementasi valuasi dan modifikasi.

n System Development Life Cycle (O’Brien 2008)

adalah metode uji coba yang berfokus pada a gembang perangkat lunak dapat membuat him enguji seluruh syarat fungsional suatu pr etiap fungsi secara menyeluruh. Dengan m esalahan dapat ditemukan, apakah input diterim silkan benar (Gambar 5), apakah integritas infor oba black-box lebih dititikberatkan untuk me

(34)

kesalahan antara lain: fungsi-fungsi yang salah atau hilang, kesalahan antarmuka, kesalahan pada struktur data atau akses database eksternal, kesalahan performa, dan kesalahan inisialisasi dan terminasi (Pressman 2001).

Gambar 5. Metode Pengujian Black-box (Pressman 2001). output input

(35)

BAB III

III.

METODE PENELITIAN

IIIII

3.1. Tahapan Penelitian

Metode yang digunakan pada penelitian ini tersusun dengan tahapan penelitian yang mengacu kepada metode System Development Life Cycle (SDLC) yang ditunjukkan pada Bagan Alur Kegiatan Penelitian (Gambar 6):

Gambar 6. Bagan Alur Kegiatan Penelitian

3.2. Investigasi sistem 3.2.1.Studi literatur

Pada tahap ini dilakukan studi literatur mengenai Facebook dan layanan perpustakaan melalui buku teks, jurnal elektronik serta artikel dari internet untuk memeperoleh pemahaman yang memadai.

Mulai

- Pelajari sistem yang ada

- Identifikasi kebutuhan fungsional

- Identifikasi kebutuhan informasi

(36)

3.2.2.Studi Kelayakan

Pada tahap ini akan dipelajari sistem layanan depan perpustakaan dalam kaitan pemanfaatan Facebook sebagai bagian dari layanan depan perpustakaan yang mencakup:

- kelayakan teknis: akan dipelajari ketersediaan teknologi dalam pengembangan aplikasi Facebook untuk layanan depan, baik berupa hardware, software, brainware, netware dan dataware.

- kelayakan operasional: mendeskripsikan kelayakan dari aspek operasional perpustakaan guna mengetahui manfaat aplikasi Facebook yang akan dikembangkan bagi kegiatan operasional layanan depan perpustakaan.

- kelayakan organisasi: mengidentifikasi penerimaan orang yang terlibat dalam organisasi, pengaruh sistem terhadap struktur organisasi serta kebutuhan pelatihan secara khusus.

- kelayakan ekonomi: mendeskripsikan keuntungan ekonomis secara kualitatif bagi perpustakaan jika menerapkan penggunaan aplikasi Facebook untuk layanan depan.

3.2.3.Perumusan Masalah

Mempelajari dan mengidentifikasi masalah yang ada berkaitan dengan penggunaan Facebook bagi layanan perpustakan dan mendeskripsikan peluang bagi pengembangan aplikasi Facebook untuk layanan depan. Selanjutnya perumusan masalah dan deskripsi peluang tersebut disusun dalam sebuah proposal yang diajukan untuk melakukan penelitian.

3.3. Analisis Sistem

(37)

21

3.3.1.Mempelajari sistem yang ada

Mempelajari sistem yang ada mencakup proses layanan depan, bagaimana penggunaan fasilitas internet dan sejauh mana pemanfaatan Facebook pada layanan depan.

3.3.2.Mempelajari kebutuhan fungsional

Pada tahap ini dipelajari kebutuhan fungsional yang menjadi harapan pengguna akhir (staf perpustakaan dan pengguna) terhadap sistem layanan depan.

3.3.3.Mengidentifikasi kebutuhan informasi

Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan informasi yang akan dapat dipenuhi oleh sistem layanan melalui Facebook.

3.3.4.Membuat rekomendasi pengembangan sistem

Membuat rekomendasi pengembangan sistem layanan depan melalui Facebook yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional dan kebutuhan informasi pada layanan depan perpustakaan, menentukan fungsi layanan depan yang akan diakomodir.

3.4. Desain sistem

3.4.1.Menentukan spesifikasi sistem

Pada tahap ini disusun kebutuhan sistem layanan depan melalui Facebook yang mencakup hardware, software, brainware, netware, dataware.

3.4.2.Desain proses

Membuat desain proses yang menjelaskan bagaimana sistem akan bekerja dan menghasilkan keluaran sesuai fungsi layanan depan perpustakaan.

3.4.3.Desain antarmuka

Membuat desain antarmuka untuk melakukan proses input dan output informasi.

3.4.4.Desain proses input-output

(38)

3.5. Implementasi 3.5.1.Membuat prototipe

Pada tahap ini dibuat prototipe sistem aplikasi Facebook untuk layanan depan perpustakaan sampai pada tahap interaksi sistem dengan pengguna. Prototipe dibuat dengan menggunakan Aplikasi Facebook.

3.5.2.Melakukan pengujian

Pengujian dilakukan dengan cara menjalankan sistem. Metode yang digunakan dalam pengujian sistem ini adalah metode black-box, yang bertujuan mengetahui keberhasilan atau kesalahan yang mungkin ditemukan.

3.5.3.Penyusunan laporan

Setelah menyelesaikan tahapan pembuatan prototipe dan pengujian akan dilakukan penyusunan laporan dan dan dokumentasi hasil penelitian.

3.6. Waktu dan Tempat Penelitian

(39)

BAB IV

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

IIIII

4.1. Investigasi Sistem 4.1.1.Studi Literatur

Pengguna perpustakaan pada umumnya mengharapkan layanan perpustakaan yang memiliki kualitas layanan dalam hal kecepatan, kemudahan dan kenyamanan dalam memperoleh informasi yang diperlukan. Namun sejauh ini masih saja dirasakan kurangnya kenyamanan yang diharapkan misalnya, pengguna masih harus datang ke perpustakaan untuk mendapatkan informasi tercetak. Sarana internet yang disediakan berupa web site perpustakaan memang cukup memadai untuk mempercepat sampainya informasi koleksi kepada pengguna namun masih bersifat formal. Facebook memberikan peluang untuk mengembangkan aplikasi yang dapat bekerja di dalam platform Facebook yang mana aplikasi tersebut dapat melayani pengguna perpustakaan secara realtime, di mana saja, dengan tidak meninggalkan kenyamanan berinteraksi sosial di dalam halaman Facebook.

4.1.2.Studi Kelayakan 1. Kelayakan teknis

a. Hardware: Pengembangan sistem ini tidak memerlukan hardware tambahan selain peralatan komputer yang dipergunakan sehari-hari oleh perpustakaan.

b. Software: Dalam melakukan pengembangan sistem ini sudah tersedia dengan yaitu Facebook application yang dapat dioperasikan secara online. Software tambahan yang diperlukan adalah software yang sudah lazim dipergunakan dalam kegiatan perpustakaan berupa operating system, browser, dan database manager yang tersedia secara gratis (open source).

(40)

d. Brainware: Sumber daya manusia yang terlibat dalam sistem ini cukup dengan kemampuan mengoperasikan peralatan standar saja.

e. Dataware: Data yang diolah dan disajikan berasal dari database perpustakaan yang sudah ada.

2. Kelayakan operasional

Kelayakan opersional yang menjadi perhatian dalam penelitian ini menyangkut kemampuan sistem mengakomodasi tujuan lembaga/institusi dalam memperoleh informasi dan kemampuan sistem menghasilkan informasi sesuai proses bisnis perpustakaan

a. Pencapaian tujuan lembaga/institusi

Tujuan perpustakaan adalah menjadi sarana penghimpun, pengolah dan penyebaran informasi. Sistem layanan depan melalui Facebook akan mampu memenuhi tujuan tersebut mengingat sifat dari jejaring sosial online ini yang sangat relasional dengan sendirinya membuat perpustakan terhubung dengan jaringan komunitas pengguna yang luas. b. Pemenuhan kebutuhan informasi

Kemampuan dari aplikasi Facebook dan fitur-fitur yang tersedia sangat memungkinkan kebutuhan informasi dari pengguna dapat terpenuhi.

3. Kelayakan organisasi

Dari survey dan pengamatan yang telah dilakukan menyangkut beberapa aspek antara lain penerimaan orang yang terlibat dalam organisasi, pengaruh sistem terhadap struktur organisasi serta kebutuhan pelatihan secara khusus. a. Penerimaan orang yang terlibat dalam organisasi

(41)

25

b. Pengaruh sistem terhadap struktur organisasi

Penerapan sistem baru pada layanan depan perpustakaan tidak memerlukan perubahan apa-apa dalam struktur organisasi. Setiap bidang layanan dapat tetap berjalan sebagaiumana mestinya meskipun ada sedikit penyesuaian kegiatan dimana layanan depan melalui Facebook ini merupakan sistem layanan yang berhubungan langsung dengan pengguna Facebook secara real time.

c. Kebutuhan akan pelatihan

Penerapan sistem ini sangat mudah dilaksanakan sehingga tidak memerlukan pelatihan secara khusus karena semua staf perpustakaan maupun para pengguna perpustakaan pada umumnya telah terbiasa menggunakan Facebook. Hanya ada beberapa fitur dalam Facebook yang perlu sedikit waktu untuk mempelajarinya karena biasanya jarang digunakan namun menjadi fitur penting dalam sistem ini antara lain fitur notes, event, disscussion.

4. Kelayakan Ekonomi

Manfaat secara ekonomi diperkirakan secara kualitatif melalui pengamatan bahwa dengan menerapkan sistem ini akan menghemat waktu dalam menelusur informasi perpustakaan karena pengguna akan lebih tertarik mengunjungi perpustakaan melalui sistem ini. Di pihak lain secara teknis tidak diperlukan biaya pemeliharaan tambahan mengingat Facebook memang menyediakan semua fasilitas tanpa memungut biaya.

4.2. Analisis Sistem

(42)

itu juga dilakukan survey terhadap web site perpustakaan dari keempat perguruan tinggi tersebut sebagai bagian dari komponen layanan depan.

Analisis sistem di Perpustakaan Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus dilakukan terhadap aplikasi berbasis web yang sebelumnya sudah digunakan yaitu Senayan Library Management System (SLIMS).

4.2.1.Sistem yang ada

Sistem layanan depan yang diterapkan pada umumnya cukup lengkap dan modern dimana pada umumnya perpustakaan sudah memiliki sarana komputer dan layanan yang sudah terotomasi. Dari hasil angket diperoleh kesimpulan bahwa secara umum baik pengguna maupun staf perpustakaan mengharapkan peningkatan kualitas layanan depan yang lebih baik, lebih cepat, lebih mudah dijangkau, dan dapat mengakses melalui internet.

Survey terhadap web site perpustakaan dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi sejauh mana komponen layanan depan telah diakomodasi secara online oleh web site perpustakaan. Hasil identifikasi tersebut selengkapnya disajikan dalam Tabel 2. Dari hasil survey terhadap web site perpustakaan tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak semua fungsi layanan depan terakomodasi secara lengkap.

Analisis terhadap penggunaan Senayan Library Management System (SLIMS) pada Perpustakaan STAT disajikan pada Tabel 3. Analisis terhadap aplikasi SLIMS menunjukkan hanya terdapat tiga fungsi layanan depan yang dapat dilayani yaitu pencarian koleksi, reservasi dan kolaborasi. Sedangkan keenam fungsi layanan depan lainnya tidak terakomodasi oleh SLIMS.

(43)

27

Layanan Depan Perpustakaan Melalui Facebook (SLDPMF) sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas layanan depan perpustakaan.

Tabel 2 Hasil Survey Website Perpustakaan No Fungsi

2 Reservasi Pemesanan koleksi dengan

3 Konsultasi Pertanyaan literatur via

(44)

Tabel 3 Analisa Penggunaan SLIMS di Perpustakaan STAT No Fungsi Layanan

Depan

Prosedur fungsi SLIMS

1 Search Pencarian koleksi dengan kata kunci ada

2 Reservasi Pemesanan koleksi dengan form pesanan

ada

3 Sosialisasi Sarana sosialisasi kepada pengguna perpustakaan

4 Konsultasi Pertanyaan literatur via chat box atau forum diskusi

Tidak ada

5 Edukasi Informasi berupa pengarahan meningkatkan kemampuan literasi

Tidak ada

6 Survey kepuasan Form isian online terdokumentasi Tidak ada 7 Kompilasi Kritik

dan saran

Form isian online terdokumenrasi Tidak ada

8 Penyebaran Informasi

Tidak ada

9 Kolaborasi Kerjasama dengan pihak lain Ada:

Berupa fasilitas

Tabel 4 Kebutuhan Informasi Berdasarkan Fungsi Layanan Depan No Fungsi layanan depan Informasi yang dibutuhkan Sumber

1 Search Data koleksi perpustakaan Database

perpustakaan

2 Reservasi Data pengguna Database

Perpustakaan

3 Sosialisasi Info Perpustakaan Staf

4 Konsultasi Info konsultatif Staf dan pengguna

5 Edukasi Materi edukasi Staf

6 Survey kepuasan Data responden Pengguna

7 Kompilasi Kritik dan saran

Data responden Pengguna

8 Penyebaran Informasi Info perpustakaan Staf

(45)

29

4.2.2.Identifikasi Kebutuhan Informasi

Untuk mencapai standar kualitas layanan depan yang lebih baik diharapkan dapat memenuhi fungsi layanan depan perpustakaan yang dapat melakukan pencarian koleksi, reservasi, sosialisasi, konsultasi, edukasi, survey kepuasan pengguna, kompilasi kritik dan saran, penyebaran informasi dan kolaborasi. Identifikasi kebutuhan informasi berkaitan dengan fungsi layanan depan perpustakaan disajikan pada Tabel 4.

4.2.3.Kebutuhan Fungsional

Dari kebutuhan informasi tersebut di atas maka dapat diketahui kebutuhan fungsional Sistem Layanan Depan Perpustakaan Melalui Facebook (SLDPMF) dalam hubungan dengan fungsi layanan depan perpustakaan sebagaimana dijelaskan pada Tabel 5.

Tabel 5 Kebutuhan Fungsional dalam Hubungan Dengan Fungsi Layanan Depan No Kebutuhan Fungsional Sistem Kode

Fungsional

2 Manipulasi data pengguna dan staf SLDPMF-02

3 Pencarian koleksi SLDPMF-03 -Pencarian

Koleksi

4 Pemesanan koleksi SLDPMF-04 -Reservasi

5 Peminjaman/pengembalian koleksi SLDPMF-05 6 Menampilkan kriteria laporan SLDPMF-06 7 Manipulasi data polling/survey, kritik/saran,

pertanyaan 8 Kontak pengguna dan staf perpustakaan SLDPMF-08 -Konsultasi

-Edukasi -Penyebaran Informasi -Kolaborasi

(46)

Gambar 7 Diagram Kont

Gambar 8 D

onteks Sistem Layanan Depan Perpustakaan M

8 Diagram Aliran Data Tingkat-1 (DFD

n Melalui Facebook

(47)

31

Sistem berinteraksi dengan pengguna dan staf perpustakaan. Staf perpustakaan harus melakukan login dengan cara memasukkan password, setelah terjadi validasi login maka staf perpustakaan diizinkan masuk ke dalam sistem. Staf perpustakaan dapat melakukan manipulasi data koleksi, pemesanan, peminjaman/pengembalian, polling/survey, kritik/saran, pertanyaan, kontak pengguna, pengguna, staf perpustakaan dan menampilkan kriteria laporan.

Penjabaran dari diagram konteks tersebut dibuat berupa Diagram aliran data tingkat-1 (DFD Level-1) yang terdiri atas delapan proses yaitu: login buka/tutup, manipulasi data staf dan pengguna, pencarian koleksi, reservasi, manipulasi data koleksi dan transaksi, laporan, polling/saran/pertanyaan, kontak pengguna/staf. DFD level-1 (SLDPMF) ini dapat dilihat pada Gambar 8.

4.2.4.Rekomendasi Pengembangan Sistem

Dari hasil analisis terhadap sistem yang ada, kebutuhan fungsional dan kebutuhan informasi maka diperlukan pengembangan sistem layanan depan yang dapat mengatasi kekurangan pada sistem layanan yang ada, memenuhi kebutuhan informasi dan mengakomodir semua fungsi layanan depan perpustakaan yang dalam penelitian akan dikembangkan Sistem Layanan Depan Perpustakaan Melalui Facebook.

4.3. Desain Sistem

Sistem layanan perpustakaan melalui Facebook didesain agar dapat menampilkan informasi yang terhimpun pada database perpustakaan di web server dalam format Facebook, dimana pengguna dapat tetap berada dalam situs Facebook pada saat mencari informasi dari database perpustakaan. Berbagai fitur yang telah tersedia pada Facebook dimanfaatkan semaksimal mungkin guna melengkapi kemampuan sistem dalam memenuhi kebutuhan pengguna. Hubungan antara database, web server, platform Facebook dan pengguna Facebook dapat dijelaskan dengan Gambar 9.

(48)

perpustakaan memasuki input data melalui aplik Facebook. Proses SLDP

Gambar 9 Hubungan Facebook da

uki sistem melalui akun Facebook untuk melakuk plikasi Facebook dan kontak dengan pengguna

DPMF dijelaskan dengan bagan pada Gambar 10.

n Database Perpustakaan, Webserver Perpusta dan Pengguna Facebook

Gambar 10 Desain Sistem SLDPMF

lakukan lihat data, gguna melalui fitur

r 10.

(49)

33

4.3.1.Menentukan Spesifikasi Sistem

Kebutuhan sistem layanan depan perpustakaan melalui Facebook ini mencakup:

- Hardware: dibutuhkan perangkat komputer PC dengan kemampuan standar untuk melakukan menjalankan sistem.

- Software: dibutuhkan software standar berupa Operating System dan browser internet.

- Brainware: dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja pada Operating System standar (Ms Windows) dan mampu mengoperasikan fitur-fitur Facebook.

- Netware: dibutuhkan akun pada jejaring Facebook.com.

- Dataware: Dibutuhkan database koleksi perpustakaan yang berbasis web.

4.3.2.Desain Proses

SLDPMF memiliki beberapa fungsi yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran, fungsi tersebut dijabarkan sebagai proses. Deskripsi proses SLDPMF tersebut dijelaskan pada Tabel 6.

Layanan yang dapat diperoleh melalui sistem ini terbagi menjadi dua sumber yaitu:

- layanan informasi yang terhimpun dalam database perpustakaan yaitu data koleksi perpustakaan, transaksi peminjaman/pengembalian dan reservasi.

- layanan informasi yang diberikan langsung oleh staf perpustakaan menggunakan fitur Facebook yang tersedia yaitu:

a. layanan konsultasi, menggunakan fitur chat, message, group chat b. edukasi, menggunakan fitur notes, photo, video

c. survey kepuasan pengguna, menggunakan fitur polling application, notes d. kompilasi kritik dan saran, menggunakan fitur status wall, message, notes. e. penyebaran informasi, menggunakan fitur event, status wall, message, photo,

video.

(50)

Tabel 6 Desain Proses Pada SLDPMF

SLDMF melalui Facebook Application.

Pengguna memasukkan data berupa kode pengguna dan password untuk login terlebih dahulu ke dalam

SLDMF melalui Facebook Application

2 SLDPMF-02 Staf perpustakaan dapat melakukan manipulasi data

pengguna seperti menambah, mengubah, menghapus dan menyimpan data pengguna yang dilakukan melalui Facebook Application kemudian akan disimpan pada database yaitu pada tabel pengguna.

3 SLDPMF-03 Staf dapat melakukan pencarian koleksi dengan

memasukkan kata kunci pencarian melalui Facebook

Application.

Pengguna dapat melakukan pencarian koleksi dengan

memasukkan kata kunci pencarian melalui Facebook

Application.

- Pencarian koleksi

4 SLDPMF-04 Staf perpustakaan dapat melakukan proses pemesanan

koleksi yang kemudian akan disimpan dalam tabel pemesanan pinjaman koleksi.

- Reservasi

Pengguna dapat melakukan pemesanan koleksi yang

ingin dipinjam melalui Facbook Application yang

kemudian akan disimpan dalam tabel pemesanan.

- Reservasi

5 SLDPMF-05 Staf perpustakaan melakukan proses transaksi

peminjaman dan pengembalian koleksi melalui Facebook Application yang kemudian akan disimpan dalam database pada tabel sirkulasi.

6 SLDPMF-06 Staf perpustakaan dapat mencetak laporan melalui

Facebook Application.

7 SLDPMF-07 Staf perpustakaan dapat mengelola polling,

kritik/saran, pertanyaan pengguna, menyebarkan

informasi dengan fitur message, chat, group chat, group doc, notes, event, link, dan informasi yang dikemas dalam bentuk foto atau video.

- Konsultasi - Edukasi - Survey

- Kompilasi kritik dan saran

-Penyebaran Informasi - Kolaborasi

Pengguna dapat melakukan kontak dengan staf perpustakaan melalui fitur Facebook standar seperti chat, message, wall status, comment, dan email (@Facebook.com mail).

- Konsultasi

8 SLDPMF-08 Staf perpustakaan dapat melakukan kontak dengan

pengguna melalui fitur Facebook standar seperti chat, message, wall status, comment, email (Facebook.com mail).

- Konsultasi

Pengguna dapat menggunakan fitur Facebook untuk

(51)

Gambar

Gambar 11 Struktur Menu

bar 12 Desain Tampilan Antarmuka SLDPMF

(52)

Tabel 7 Desain Input-Output

2 Aplikasi perpustakaan Tampilan aplikasi Facebook yang terkoneksi dengan aplikasi perpustakaan (SLIMS) pada web server melalui canvasIFrame.

Ditunjukkan pada

Gambar 12 3 Login staf (SLIMS) Login pada SLIMS menggunakan

username dan password untuk memasuki menu Data Pengguna, Data Staf, Data Koleksi, Sirkulasi/transaksi, Reservasi dan Setting sistem SLIMS

form SLIMS

4 OPAC (SLIMS) Form pencarian data koleksi dengan cara mengetikkan kata kunci untuk menampilkan daftar hasil pencarian

form SLIMS

5 Login Member (SLIMS) Login pada SLIMS menggunakan username dan password untuk memasuki menu Loan Information, Reservasi, Membership status

Form SLIMS

6 FB Page Perpustakaan Fasilitas Facebook yang menyediakan link menuju menu: Aplikasi Perpustakaan, Notes, Discussion, links dan Share. Keanggotaan bersifat terbuka, siapa saja dapat menjadi anggota Page dengan klik tombol like

Form standar Facebook

7 Aplikasi Perpustakaan (FB Page Perpustakaan)

Link yang menghubungkan ke form Aplikasi Perpustakaan

Form standar Facebook 8 Notes (FB Page

Perpustakaan)

Fasilitas Facebook guna memuat catatan berupa teks

Form standar Facebook 9 Discussions (FB Page

Perpustakaan)

Fasilitas Facebook guna memuat teks yang dapat dilakukan oleh

Fasilitas untuk mencantumkan link url tertentu

Form standar Facebook 11 Status (FB Page

Perpustakaan)

Fasilitas untuk menuliskan teks yang dapat dibaca siapa saja yang

Fasilitas uploadfile image baik foto atau gambar

Form standar Facebook 13 Video (FB Page

Perpustakaan)

(53)

37

14 Question (FB Page Perpustakaan)

Fasilitas untuk membuat polling Form standar Facebook 15 FB Group Perpustakaan Fasilitas kelompok dengan tiga

pilihan jenis keanggotaan: open, closed dan secret.

Pada form ini terdapat Post, Link, Photo, Video, Question, Chat with group, Create document dan Create event.

Form standar Facebook

16 Post, Link, Photo, Video dan Question (FB Group)

Beberapa fasilitas sama dengan yang terdapat pada FB Page

Form standar

Fasilitas untuk membuat dokumen teks yang langsung terkirim ke semua anggota dan tersimpan dalam kolom “Docs

Form standar Facebook

19 Create Event Fasilitas untuk membuat undangan kegiatan yang terlah dijadwalkan.

Form standar Facebook

4.3.3. Desain basisdata

Basisdata menggunakan basisdata yang ada yang sudah digunakan sebelumnya yaitu Senayan Library Management System (SLIMS) yang akan dihubungkan dengan antarmuka Facebook melalui platform Facebook.

4.3.4. Desain antarmuka 1. Struktur Menu

Desain antar muka dilakukan dengan membuat struktur menu Sistem Layanan Depan Perpustakaan Melalui Facebook dengan bagan pada Gambar 11.

2. Tampilan Antarmuka

Pada tampilan antarmuka ini pengguna dapat menggunakan semua perintah pada SLIMS yang dapat dioperasikan melalui tampilan Facebook. Rancangan antarmuka dijelaskan pada Gambar 12.

4.3.5. Desain Proses dan input-output

(54)

perpustakaan dengan fitur Facebook. Staf perpustakaan memasuki sistem melalui akun Facebook untuk melakukan lihat data, input data dan kontak dengan pengguna melalui fitur Facebook. Proses SLDPMF dijelaskan dengan bagan pada Gambar 8.

Berikunya dilakukan desain input dan output untuk menentukan halaman apa saja yang diperlukan untuk memasukkan dan melihat data dari SLDPMF. Deskripsi desain input-output dapat dilihat pada Tabel 7.

4.4. Implementasi Sistem 4.4.1.Pembuatan Prototipe 4.4.1.1.Perangkat keras

Pembuatan prototipe SLDPMF ini memanfaatkan komputer dengan spesifikasi sebagai berikut:

- Processor Pentium Dual Core 3.00 GHz - Memory 2.00 GB

- Harddisk 300 GB

- Monitor dengan display setting 1024x768 - Keyboard dan mouse

4.4.1.2.Perangkat lunak

Pembuatan prototipe SLDPMF ini menggunakan perangkat lunak sebagai berikut:

- Sistem operasi: Windows XP SP2 - Internet browser (Chrome/Firefox/IE) - PHP untuk bahasa pemrograman web

- PHP Expert Editor sebagai editor bahasa pemrograman PHP

4.4.1.3.Koneksi Facebook

(55)

39

4.4.1.3.1. Koneksi Facebook dengan IFrame

Beberapa langkah dalam membuat koneksi antara Facebook dengan database di web server:

1. Masuk ke dalam akun Facebook.

2. Buka tab Developer yang terletak pada bagian kanan bawah. 3. Masuk ke tab Set Up New Apps.

a. Masukkan nama aplikasi yang diinginkan. Penulis memasukkan nama aplikasi tiranuslibrary.

b. Masukkan kode security check. 4. Pada tab About, klik Basic Information

a. Massukkan deskripsi aplikasi di kotak yang tersedia b. Dapat dilakukan pengubahan icon dan logo

c. Masukkan user support address berupa alamat email d. Masukkan contact email (sama dengan support address). 5. Pada tab Facebook Integration

a. Telah disediakan kode Application ID b. Telah disediakan kode Application secret

c. Pada canvas page tertera http://apps.Facebook.com/__/, isi bagian kosong pada URL tersebut dengan nama aplikasi yang sudah dibuat, menjadi: http://apps.Facebook.com/tiranuslibrary/.

d. Pada canvas URL isikan alamat web site di mana database disimpan.

6. Pada canvas type pilih IFrame

Jika koneksi berhasil dibuat maka tampilan SLDPMF akan tampak seperti Gambar 13.

4.4.1.3.2. Koneksi Facebook dengan FBML

Beberapa langkah dalam membuat koneksi antara Facebook dengan database di web server:

1. Masuk ke dalam akun Facebook.

(56)

a. Masukkan nama aplikasi yang diinginkan. b. Masukkan kode security check.

4. Pada tab About, klik Basic Information

a. Masukkan deskripsi aplikasi di kotak yang tersedia. b. Dapat dilakukan pengubahan icon dan logo.

c. Masukkan user support address berupa alamat email. d. Masukkan contact email (sama dengan support address). 5. Pada tab FacebookIntegration

a. Telah disediakan kode Application ID. b. Telah disediakan kode Applicationsecret.

c. Pada canvas page tertera http://apps.Facebook.com/__/, isi bagian kosong pada URL tersebut dengan nama aplikasi yang sudah dibuat.

d. Pada canvas URL isikan alamat web site di mana database disimpan.

6. Pada canvas type pilih FBML

7. Buka halaman Developer dilanjutkan membuka tab open source, untuk mengambil fileFacebook.php yang akan dugunakan sebagai konektor. 8. Masuk ke web server, buka CPanel.

9. Masukkan fileFacebook.php ke folder database perpustakaan.

10. Buat koneksi dengan cara menambahkan script connection pada file php.index sebagai berikut:

<?php

require ‘./Facebook.php’;

$Facebook = new Facebook (array(

‘appId’ = ‘YOUR APP ID’,

‘secret’ = ‘YOUR API SECRET’,

‘cookie’ = true, //enable cookie support

(57)

41

Gambar 13 Aplikasi Facebook Dengan Fasilitas Canvas type IFrame

4.4.1.4. Antarmuka

Ada beberapa form dalam implementasi antarmuka SLDPMF yaitu: 1. Form Aplikasi perpustakaan

Pada form ini terkoneksi aplikasi perpustakaan (SLIMS) dengan fasilitas canvas page IFrame dimana aplikasi yang berada di web server ditampilkan dalam konteks Facebook. Aplikasi Perpustakaan ini dapat langsung diakses pada

http://apps.Facebook.com/tiranuslibrary/ oleh siapa saja setelah login ke dalam akun

Facebook (Gambar 14).

Gambar

Gambar 2. Model Aplikasi Web dari Facebook (Hayder 2008)
Gambar 5. Metode Pengujian Black-box (Pressman 2001).
Gambar 6.  Bagan Alur Kegiatan Penelitian
Tabel 2  Hasil Survey Website Perpustakaan
+7

Referensi

Dokumen terkait

untuk itu secara sederhana pengolahan sampah dapat dilakukan dengan memilah sampah organik dan anorganik yang bisa dilakukan di skala rumah tangga maupun komunal di tingkat

Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis Vol.. Curah hujan bulan tang) dan Agustus lan)... Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis

Persediaan merupakan investasi yang paling besar dalam sebuah apotek, sehingga pengendalian persediaan obat yang tepat sangat diperlukan, pengendalian yang efektif berakibat

Perilaku siswa X yang mempunyai self efficacy rendah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kepohbaru Bojonegoro menunjukkan beberapa pola perilaku self efficacy rendah yaitu pasif,

2.2.3 Serangan Bakteri Aeromonas hydrophila Pada Ikan Gurami Aeromonas hydrophila dapat menyerang semua jenis ikan air tawar salah satunya yaitu ikan gurami dan jenis penyakitnya

dirangkum dari hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan selama dua siklus adalah hasil belajar IPAsetelah menggunakan metode eksperimen pada pembelajaran

Mampu menggambarkan apa saja penanganan dan transportasi sediaan farmasi yang tidak memadai , dan mampu menjelaskan konsekuensi / akibat dari penanganan / tranportasi yang

Menurut Hany (2000), penentuan status komponen teknologi terhadap SOTA-nya memerlukan pengetahuan teknis yang dalam. Pendekatan yang digunakan untuk mengkaji SOTA komponen