• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESUME BAB 1 dan BAB 2 DESAIN PEMBELAJAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RESUME BAB 1 dan BAB 2 DESAIN PEMBELAJAR"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

RESUME

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

“Untuk Memenuhi tugas Mata Kuliyah Belajar dan Pembelajaran yang di Bina oleh Bapak Husamah, S. Pd”

oleh :

IRHAM AHSANUL RIDLO 201310070311172

BIOLOGI 2 D

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

(2)

BAB I

MENGENAL KURIKULUM 2013

Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan dalam empat tahap. Pertama, penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan. Kedua, pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan yang telah dilaksanakan pada 13 November 2012 serta di depan Komisi X DPR RI pada 22 November 2012. Ketiga, pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh selain melalui saluran daring (on-line) pada laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id , juga melalui media massa cetak. Tahap keempat, dilakukan penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013.

Kegiatan In-Service Training tahap 2 ini selain bertujuan melaporkan dan mendiskusikan hasil-hasil pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 yang telah dilakukan para peserta, juga berusaha membekali peserta tentang berbagai informasi tambahan terkait dengan Kebijakan Kurikulum 2013, diantaranya tentang: (1) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran; (3) Pendekatan dan Strategi Pembelajaran; (3) Penilaian Pembelajaran dan Model Raport; dan (4) Supervisi pembelajaran. Keempat materi pokok yang disajikan pada pelatihan ini bersifat kajian pendalaman yang dilakukan melalui kegiatan diskusi kelompok kecil dan pleno kelas.

Adapun struktur pada kurikulum 2013 ini adalah sebagai berikut : 1. Struktur kurikulum dan beban belajar SD/MI

2. Struktur kurikulum dan beban belajar SMP/MTS 3. Struktur kurikulum sekolah menengan

(3)

BAB II

HAKIKAT DESAIN PEMBELAJARAN

Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas.

Hubungan guru dengan desain pembelajaran ini merupakan sangat penting bagi guru tersebut, dimana guru harus memiliki kemampuan untuk menguasai banyaknya murid yang ada di dalam kelas, dan juga pemberian materi harus merata, sehingga desain pembelajaran ini sangat dibutuhkan oleh guru, baik itu SD, SMP, SMA, maupun MAHASISWA.

Perlunya perencanana pembelajaran sebagiamana disebutkan diatas, dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perebaikan pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berikut:

1.Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembe -lajaran.

2. Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem.

3. Perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana seseorang belajar.

4. Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswa secara perseorangan.

(4)

Referensi

Dokumen terkait

Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa, dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran

Ada beberapa asumsi dalam perbaikan pembelajaran, di antaranya: pembelajaran dirancang dengan pendekatan sistem, desain pembelajaran diarahkan pada kemudahan

Guru sebagai pengambang media pembelajaran harus perbedaan pendekatan- pendekatan dalam belajar agar dapat memilih strategi pembelajaran yang tepat. Berikut ada empat

Hal tersebut terlihat dari beberapa aspek antara lain persepsi kurikulum 2013, persepsi implementasi kurikulum 2013, hambatan implementasi kurikulum 2013, persepsi

Tahap implementasi merupakan tahap dimana seluruh service dari hasil analisis dan juga perancangan diimplementasikan dengan menggunakan teknologi Docker. Selain

Daftar Ceklis ini digunakan dalam pendampingan OJL oleh widyaiswara/pelatih selama penyelenggaraan OJL diklat implementasi kurikulum 2013 bagi pengawas

Kesimpulan hasil penelitian dengan responden 44 guru sasaran peserta pendampingan implementasi kurikulum 2013 di induk klaster 03 Kabupaten Wonosobo menunjukkan (1) 82,39%

Pada tahap ini dilakukan telaah terhadap kurikulum yang berlaku. Kurikulum yang berlaku adalah Kurikulum 2013, maka Kurikulum 2013 yang dijadikan pedoman dalam