• Tidak ada hasil yang ditemukan

0743022019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "0743022019"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

A. Latar Belakang Masalah.

Pendidikan di sekolah selalu dicirikan oleh adanya proses pembelajaran, guru

sebagai pendidik secara langsung berperan aktif, membina dan

mengembang-kan kemampuan siswa agar menjadi manusia yang cerdas, terampil serta

ber-moral tinggi mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitasnya sedangkan

siswa adalah individu yang belajar dan menjadi sasaran utama dalam proses

pembelajaran tersebut. Setiap siswa harus dapat meningkatkan efisiensi dan

efektifitas dalam setiap kegiatan belajarnya. Peningkatan efisiensi dan

efek-tifitas tersebut secara garis besar dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu

faktor eksternal (merupakan faktor yang mempengaruhi proses belajar yang

berasal dari luar diri siswa) dan faktor internal (merupakan faktor yang

mempengaruhi proses belajar yang berasal dari dalam diri siswa). Faktor

internal yang mempengaruhi belajar siswa di antaranya adalah motivasi.

Motivasi belajar juga memberikan arah terhadap aktifitas belajar yang

dilakukan siswa, sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

Setiap siswa mempunyai motivasi belajar yang berbeda-beda, oleh karena itu

setiap guru dituntut untuk memahami hal ini agar kegiatan pembelajaran yang

dilakukan dapat mencapai tujuan pembelajaran. Siswa yang memiliki

(2)

banyak menggunakan waktu serta energinya untuk belajar. Bila menemukan

kesulitan-kesulitan dalam belajarnya punya dorongan yang kuat dalam

mencari jalan pemecahannya, sehingga dimungkinkan pula dapat mencapai

hasil belajar yang sesuai dengan harapanya. Lain halnya siswa yang motivasi

belajarnya lemah, dalam dirinya tidak ada gairah dan semangat untuk belajar,

sehingga hasil yang diperoleh juga tidak memuaskan, dengan demikian

motivasi belajar mempunyai peran dalam menentukan hasil belajar siswa.

Selain motivasi, perlunya tingkat penguasaan konsep siswa dalam proses

belajar mengajar juga ikut menentukan keberhasilan pembelajaran fisika.

Tingkat penguasaan konsep merupakan hasil belajar yang didapat sebelum

mendapat kemampuan yang lebih tinggi. Tingkat penguasaan konsep

meru-pakan prasyarat untuk mengikuti pembelajaran sehingga dapat melaksanakan

proses pembelajaran dengan baik. Pada tingkat penguasaan konsep, belajar

juga merupakan komponen yang dapat membedakan pengaruh kemampuan

hasil belajar siswa.

Kenyataan di sekolah menunjukan, bahwa dalam kaitanya dengan tingkat

penguasaan konsep sering ditemukan siswa yang lebih antusias dalam

mene-rima pelajaran dan memecahkan soal-soal latihan yang diberikan oleh guru

akan tetapi ada beberapa siswa akan mengalami sedikit kesulitan dalam

menerima dan mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan oleh guru.

Keadaan siswa yang demikian itu karena kemungkinan disebabkan adanya

perbedaan tingkat penguasaan konsep antara siswa yang satu dengan siswa

yang lainya. Perbedaan tingkat penguasaan konsep siswa akan menunjukan

(3)

penguasaan konsep tinggi biasanya akan mudah menerima materi pelajaran

sehingga peluang untuk mendapat hasil belajar yang lebih tinggi akan lebih

besar.

Dari permasalahan di atas, motivasi belajar dan tingkat penguasaan konsep

memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Kenyataan yang ada

bahwa di SMAN 1 Negerikaton belum pernah diadakan penelitian yang

dilakukan penulis dengan judul serupa. Atas dasar inilah penulis telah

melakukan penelitian tentang Pengaruh Motivasi Belajar dan Tingkat

Penguasaan Konsep Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Dengan

Menggu-nakan Model PembelajaranProblem Based Learning Kelas X3Semester Genap SMAN 1 Negerikaton Pesawaran

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut yang menjadi permasalahan

dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah terdapat pengaruh motivasi belajar yang positif dan signifikan

terhadap hasil belajar fisika siswa?

2. Apakah terdapat pengaruh tingkat penguasaan konsep yang positif dan

signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa?

3. Apakah terdapat pengaruh motivasi belajar dan tingkat penguasaan konsep

yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, tujuan penelitian ini

(4)

1. Pengaruh motivasi belajar fisika terhadap hasil belajar fisika siswa.

2. Pengaruh tingkat penguasaan konsep terhadap hasil belajar fisika siswa.

3. Pengaruh motivasi belajar dan tingkat penguasaan konsep terhadap hasil

belajar fisika siswa.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini bermanfaat:

1. Mendapatkan pengalaman baru dalam menggunakan pembelajaran model

PBL.

2. Sebagai penambahan wawasan ilmu pengetahuan bagi peneliti dengan

terjun langsung kelapangan dan memberikan pengalaman belajar yang

menumbuhkan kemampuan dan keterampilan meniliti serta pengetahuan

lebih mendalam terutama pada bidang yang dikaji.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Untuk menghindari kesalahan dalam melakukan penelitian maka perlu

adanya batas ruang lingkup penelitian, yaitu sebagai berikut:

1. Motivasi belajar adalah dorongan yang muncul dari dalam diri siswa

sendiri untuk mempelajari fisika, dalam penelitian ini yang dilihat adalah

motivasi intrinsik yaitu motivasi yang tidak perlu rangsangan dari luar atau

timbul dari pribadi itu sendiri dan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang

perlu rangsangan dari luar.

2. Tingkat penguasaan konsep yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu

(5)

yang dibelajarkan sebelum pembelajaran tersebut dimulai. Tingkat

Peng-uasaan konsep dapat diamati melalui cara evaluasi dengan menggunakan

tes penguasaan konsep yaitu tes awal. Tes yang diberikan berupa tes

uraian. Dalam penelitian ini hanya ditinjau empat ranah kognitif yaitu C1

(mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan), C4 (menganalisis).

3. Hasil belajar fisika merupakan kemampuan seseorang untuk mempelajari

fisika, ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan guru. Hasil

belajar yang dimaksud dalam penelitian ini hanya dalam ranah kognitif,

yang diperoleh siswa setelah mengikuti tes materi suhu dan kalor

4. Dalam pembelajaran, peneliti akan menggunakan model pembelajan

Problem based learning (PBL).

5. Materi pokok yang dibelajarkan dalam penelitian ini adalah Suhu dan

Kalor

6. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X3semester genap di SMA

(6)

III. METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitian ini dilakukan secara langsung dalam kegiatan pembelajaran pada

siswa kelas X3. Desain penelitian ini menggunakan rancangan desain

One-Shot Case StudySugiono (2010: 110) menjelaskan bahwa terdapat suatu kelompok yang diberi perlakuan dan selanjutnya diobservasi motivasi, tingkat

penguasaan konsep dan hasil belajarnya. Dalam penelitian ini variabel

bebas-nya adalah motivasi belajar dan tingkat penguasaan konsep, sedangkan hasil

belajar siswa merupakan variabel terikatnya. Secara prosedur rancangan

desain penelitian seperti ditunjukkan dalam ilustrasi berikut ini.

Gambar 3.1 DesainOne-Shot Case Study Keterangan:

X :Treatment(PembelajaranProblem Based Learning)

O :Observasi(Motivasi, Tingkat Penguasaan Konsep dan Hasil Belajar) Sugiyono,(2010: 110)

B. Populasi Dan Sampel

(7)

1. Populasi Penelitian

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa siswi

kelas X semester genap SMAN 1 Negerikaton tahun pelajaran 2011/2012

yang terdiri dari 4 kelas yang berjumlah 128 siswa.

2. Sampel Penelitian

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari seluruh populasi

denganteknik purposive sampling, dengan menggunakan teknik ini terpilih kelas X3sebagai sampel penelitian, terpilihnya kelas X3 karena keheterogenan

yang dimiliki oleh siswanya, dalam hal ini terutama nilai motivasi belajar

sedangkan untuk nilai tingkat penguasaan konsep juga dianggap beragam,

kondusifnya kelas juga sebagai pendukung utama dalam proses pembelajaran

dan juga rata rata kemampuan belajar yang dimiliki oleh siswanya dalam

kelas tersebut berada pada rentang sedang artinya tidak berada pada tingkat

paling rendah dan juga tidak berada pada tingkat yang tinggi dalam

pencapaian hasil belajarnya.

C. Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data angket motivasi belajar

fisika, nilai tes tingkat penguasaan konsep dan nilai hasil belajar fisika siswa kelas

X3semester genap di SMAN 1 Negerikaton Pesawaran.

D. Teknik Pengumpulan Data

(8)

1. Teknik tes

Tes diberikan kepada siswa dalam bentuk uji blok untuk mendapatkan data

kognitif tentang hasil belajar fisika siswa dari kelompok yang diberikan

pembelajaran dengan model pembelajaranPBL. Uji blok yang diberikan berupa tes subjektif (uraian) berjumlah 5 soal, dan setiap nomor memiliki

skor 20. Dengan tes bentuk ini maka akan terlihat kemampuan siswa untuk

memahami, menguasai, menerapkan serta menganalisis, cocok untuk menguji

hasil belajar siswa.

Setelah mengikuti tes hasil belajar, siswa meperoleh suatu skor yang besarnya

ditentukan dari banyaknya soal yang dapat dijawab dengan benar. Untuk

mempermudah dalam pengolahan data skor yang diperoleh dibuat dalam

bentuk nilai dengan rumus:

100 maksimum skor

mentah skor

nilai

Sudjiana (2005: 318)

2. Tingkat Penguasaan konsep

Tes diberikan kepada siswa untuk mendapatkan data tingkat penguasaan

konsep fisika siswa. Tes ini berupa tes subjektif (uraian) berjumlah 10 soal,

dan setiap nomor memiliki skor 10. Dengan tes bentuk uraian ini maka akan

menuntut kemampuan siswa untuk dapat mengorganisir,

menginterprestasi-kan, menghubungkan pengertian-pengertian yang telah dimiliki, sehingga

(9)

Untuk mengetahui tingkat penguasaan konsep siswa, dapat diketahui dengan

menjumlahkan skor yang diperoleh siswa, kemudian mengklasifikasikannya

kedalam tingkat penguasaan konsep tinggi dan tingkat penguasaan konsep

rendah sebagai berikut: Jika jumlah skor siswa lebih dari 66, maka tingkat

penguasaan konsep baik, dan jika jumlah skor siswa di bawah 66 maka

tingkat penguasaan kurang baik.

3. Metode Angket

Teknik ini digunakan untuk memperoleh data mengenai motivasi belajar

siswa yaitu dengan menggunakan angket yang diberikan langsung kepada

siswa yang terdiri dari 20 soal. Lembar angket motivasi siswa terdiri dari

sejumlah pernyataan yang disesuaikan dengan aspek yang diukur. Angket ini

berbentuk skala Likert yang di dalamnya terdapat pilihan jawaban sangat

setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Adapun

[image:9.595.125.518.660.754.2]

kisi-kisi angket motivasi sebagai berikut:

Tabel 3.1. Kisi-kisi angket motivasi

No Kondisi Indikator

Angket Motivasi

Nomor pernyataan (+)

Nomor pernyataan

(-)

1 Perhatian (Attention)

Sikap Terhadap pelajaran fisika

(10)

Pemberian skor dengan ketentuan:

a. Untuk pernyataan dengan kriteria positif:

1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = ragu-ragu 4 = setuju 5 = sangat setuju

b. Untuk pernyataan dengan kriteria negatif:

1 = sangat setuju 2 = setuju 3 = ragu-ragu 4 = tidak setuju 5 = sangat tidak setuju

Setelah penskoran dilakukan, kemudian menentukan katagorinya dengan

ketentuan:

Skor 1,00 sampai 1,50→ motivasi rendah Skor 1,51 sampai 2,50→ motivasi sedang Skor 2,51 sampai 3,00→ motivasi tinggi Skor rata-rata 4,50-5,00 = sangat tinggi

Suhadi (2008)

E. Validitas dan Reliabilitas

1. Validitas

Agar dapat diperoleh data yang valid, instrumen atau alat untuk

mengevalu-asinya harus valid. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan

untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut 2 Relevansi

(Relevance)

Pengaruh gaya belajar fisika

3 Percaya Diri (Confidence)

Aktif belajar dikelas Berusaha mengerjakan soal 4 Kepuasan

(Satisfaction) Tujuan belajar fisika

(11)

dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (ketepatan).

Sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriterium,

dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriterium.

Validitas item angket dicari dengan mengguanakan korelasiproduct moment dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N rxy Keterangan :

rxy = Ketepatan hubungan yang menyatakan validitas N = Banyaknya sampel ( percontohan )

X = Skor butir soal Y = Skor total

XY = Jumlah perkalian X dan Y

2

X = Jumlah kuadrat X

2

Y = Jumlah Kuadrat Y

Arikunto, (2007: 72)

Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program

SPSS 17.0 dengan kriteria uji bilaCorrected Item Total Correlationlebih besar dibandingkan dengan 0,3 maka data merupakanconstructyang kuat (valid).

2. Reliabilitas

Langkah selanjutnya adalah mencari harga reliabilitas instrument.

Perhitungan ini didasarkan pada pendapat Arikunto (2007:109) yang

menyatakan bahwa untuk menghitung reliabilitas dapat digunakan rumus

(12)

2 2 1

11 1

1 T

N N r

Keterangan :

r11 = Reliabilitas yang dicari

2

1 = Jumlah varian tiap soal

N = Banyak butir soal

2

T = Varians total soal

Uji reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana alat

pengukurannya dapat dipercaya atau apa diandalkan. Instrumen dikatakan

reliable jika digunakan beberapa kali dalam waktu yang berbeda untuk

mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang relative sama.

Reliabilitas instrumen diperlukan untuk mendapatkan data sesuai dengan

tujuan pengukuran. Untuk mencapai hal tersebut, dilakukan uji reliabilitas

dengan menggunakan program SPSS 17.0. Pada program ini digunakan

metodeAlpha yang diukur berdasarkan skala 0 sampai 1.

Menurut Sayuti dalam Sujianto (2009: 97), lembar observasi dinyatakan

[image:12.595.142.482.655.735.2]

reliabel jika mempunyai nilai koefisienalphayang lebih besar dari 0,6. Untuk menentukan besarnya koefisienalpha, maka digunakan ukuran kemantapanalphayang diinterprestasikan sebagai berikut:

Tabel 3.2.

No Nilai Keterangan

1 0,00 0,20 Kurang reliabel

2 0,21 0,40 Agak reliabel

3 0,41 0,60 Cukup reliabel

4 0,61 0,80 Reliabel

(13)

Sayuti, (2009: 97)

Setelah instrumen valid dan reliabel, kemudian disebarkan pada sampel yang

sesungguhnya. Skor total setiap siswa diperoleh dengan menjumlahkan skor

setiap nomor soal.

F. Teknik Analisis Data dan Hipotesis

Data yang diperoleh adalah data yang berbentuk skala interval. Adanya

probabilitas pada pengambilan sampel untuk digeneralisasikan maka untuk

menganalisis data interval tersebut digunakan statistik interferensial untuk

menguji hipotesis penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan

SPSS 17.0 Untuk menganalisis data, sebelumnya dilakukan uji prasyarat analisis,

yaitu ujinormalitasdan ujilinearitas. Setelah uji prasyarat dilakukan, maka tahap berikutnya adalah ujiRegresiuntuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Keputusan hasil pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil analisis

dengan kriteria uji dari masing-masing jenis pengujian.

1. Uji Normalitas

Uji ini digunakan untuk mengetahui normal atau tidaknya data yang diperoleh

dari sampel yang berasal dari populasi. Terdapat beberapa teknik yang dapat

digunakan untuk menguji normalitas data antara lain dengan Chi Kuadrat.

Menurut Sugiyono (2010: 241), menggunakan metode Kolmogorov

(14)

keten-tuan jika signifikansi lebih besar dari 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa

data berdistribusi normal.

2. Uji Linearitas

Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai

hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Uji ini biasanya digunakan

sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linear.

Pengujian dilakukan dengan menggunakan program SPSS17.0 dengan

metodeTest for Linearity, jika Fhitung>Ftabelmaka H0ditolak dan H0ditrima jika Fhitung tabel pada taraf signifikan < 0,05. Dua variabel tersebut

dikatakan mempunyai hubungan yanglinear.

Priyatno,(2010: 73).

3. Uji Hipotesis

Untuk menguji hipotesis dapat digunakan uji F dan ujiRegresi linier ganda dalam penelitian ini.

a. Regresi Liner Berganda.

Untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan tingkat

penguasaan konsep siswa terhadap hasil belajar digunakan analisis

regresi linear berganda dengan SPSS 17.

Analis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua

atau lebih variabel independen (X1,X2,...Xn) dengan variabel dependen

(15)

mengalami kenaikan atau penurunan dan untuk mengetahui arah

hubungan antara variabel independen dan variabel dependen apakah

masing masing variabel independen berhubungan positif atau negatif.

Persamaan linier berganda sebagai berikut:

1X1 +b2X2+...+ bnXn

Priyanto,(2010:61)

Dimana:

: Variabel dependen X1,X2,..Xn :Variabel independen

a 1,X2,..Xn = 0)

b. Uji Koefien Regresi secara parsial (Uji t)

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel

independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel

dependen.

Rumus hitung pada analesis regresi adalah :

i i hitung

Sb b t

Priyanto,(2010: 68)

Dimana:

bi : Koefisien regresi variabel independen Sbi : Standar eror variabel i

(16)

Ho: Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi

belajar terhadap hasil belajar.

H1: Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar

terhadap hasil belajar.

Hipotesis 2

Ho: Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara tingkat

penguasaan konsep terhadap hasil belajar.

H1: Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara tingkat penguasaan

konsep terhadap hasil belajar.

Kriteria pengujian:

Hoditerima jika ttabel≤thitung≤ttabeldan Hoditolak jika thitung< ttabelatau

thitung> ttabel

c. Analisis determinasi (R2)

Uji ini digunakan untuk mengetahui persentasi kontribusi motivasi dan

penguasaan konsep dasar terhadap hasil belajar dengan menghitung R2

2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 1 2 1 2 x rx x rx ryx ryx ryx ryx R Keterangan:

R2 = Koefisien determinasi

(17)

d. Uji Koefisien Regresi Secara Bersama sama (Uji F)

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X1,X Xn)

secara bersama sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel

independen (Y).

1 1 2

2

k n R

k R Fhitung

Keterangan:

R2 = Koefisien determinasi n = Jumlah data atau kasus k = Jumlah variabel independen

Priyanto (2010)

Hipotesis 3

Ho: Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi

belajar dan tingkat penguasaan konsep terhadap hasil belajar siswa.

H1: Terdapat pengaruh yang positif dan antara motivasi belajar dan tingkat

penguasaan konsep terhadap hasil belajar siswa.

Kriteria pengujian:

H0ditrima jika Fhitung tabel dan H0ditolak jika Fhitung>Ftabelpada taraf

(18)

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai

berikut:

1. Ada pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar pada materi pokok

suhu dan kalor. Dengan nilai korelasi (R) kedua variabel sebesar 0.58.

Hubungan kedua variabel ini memiliki hubungan yang kuat dengan arah

positif. Semakin tinggi motivasi belajar siswa maka akan semakin tinggi

pula hasil belajar fisika siswa. Dengan nilai R2= 0.33, maka pengaruh

motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar sebesar 33%

2. Ada pengaruh tingkat penguasaan konsep terhadap hasil belajar pada materi

pokok suhu dan kalor. Dengan nilai korelasi (R) kedua variabel sebesar

0.60. Hubungan kedua variabel ini memiliki hubungan yang kuat dengan

arah positif. Semakin baik tingkat penguasaan konsep maka akan semakin

baik pula hasil belajar fisika siswa. Dengan nilai R2= 0.36, maka tingkat

penguasaan konsep siswa terhadap hasil belajar sebesar 36%.

3. Ada pengaruh tingkat motivasi belajar dan tingkat penguasaan konsep

terhadap hasil belajar pada materi pokok suhu dan kalor. Dengan nilai

korelasi (R) kedua variabel sebesar 0.62. Hubungan bersama-sama kedua

(19)

Semakin tinggi motivasi belajar dan semakin baik tingkat penguasaan

konsep maka akan tinggi hasil belajar fisika siswa. Dengan nilai

R2= 0.39, maka pengaruh motivasi belajar dan tingkat penguasaan

konsep dasar siswa secara bersama-sama terhadap hasil belajar sebesar

39%.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang dapat

dianjurkan adalah sebagai berikut:

1. Bagi Siswa SMA Negeri 1 Negerikaton Pesawaran, untuk lebih

mening-katkan motivasi belajar dan tingkat penguasaan konsepnya melalui

berbagai cara, antara lain menyukai tiap mata pelajaran yang disajikan,

memiliki keinginan untuk memperoleh pengetahuan dan lain-lain

dikarenakan kedua variabel tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil

belajar yang dicapai.

2. Bagi Sekolah dan Guru, agar lebih fokus terhadap peningkatan motivasi

belajar dan tingkat penguasaan konsep siswa merupakan usaha yang paling

sesuai untuk meningkatkan atau mempertahankan hasil belajar siswa di

Gambar

Tabel 3.1. Kisi-kisi angket motivasi
Tabel 3.2.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Munawaar, Muhammad Rusjdi Ali, Syafe’I Saleh, 2013, Jurnal Ilmu Hukum, Perkawinan Beda Agama Yang Dilakukan Di Luar Negeri Berdasarkan Undang-Undang Perkawinan Di

Individu yang memiliki level moral tinggi dihipotesiskan tidak akan melakukan kecurangan akuntansi pada kondisi ada dan tidak ada elemen pengendalian internal.. Kata Kunci :

Pada umumnya sebanyak 33,33% siswa menggunakan gaya belajar visual dengan karakteristik yang muncul yaitu: nada suara tinggi ketika berbicara, memperhatikan gerak

Hasil pengujian kedua hipotesis ini menunjukkan bahwa n-gain rata- rata KPS siswa kemampuan kognitif tinggi dan rendah yang menggunakan LKS berbasis KPS lebih tinggi

Agus Dermawan T., menyebutnya sebagai tanda-tanda tempat yang menjadi tengara, atau titik indah s uatu kota, “Tanda Tanda Tempat yang Bernama Landmark,” dalam Katalog Gelar Karya

Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan izin dan ridho-Nya sehingga program kerja Tahunan Madrasah Aliyah Tarbiyatul Mustafid Batu Rimpang

Terimakasi kepada Yanu Wahyu yang tidak pernah henti memberikan support, selalu menghibur saat saya mulai lelah saat mengerjakan skripsi dan juga doa agar skripsi ini bisa

Penelitian ini menggunakan penilaian Kuantitatif Eksperimen yang bertujuan untuk : 1) Mengetahui pengaruh model pembelajaran SAVI terhadap hasil belajar siswa aspek