• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH CARA MENGAJAR MATEMATIKA DENGAN HYPNOTEACHING TERHADAP PENINGKATAN PEROLEHAN NILAI ULANGAN HARIAN SISWA KELAS VI SD NEGERI 060879 KRAKATAU – MEDAN TIMUR T.A 2015/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH CARA MENGAJAR MATEMATIKA DENGAN HYPNOTEACHING TERHADAP PENINGKATAN PEROLEHAN NILAI ULANGAN HARIAN SISWA KELAS VI SD NEGERI 060879 KRAKATAU – MEDAN TIMUR T.A 2015/2016."

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH CARA MENGAJAR MATEMATIKA DENGAN HYPNOTEACHING TERHADAP PENINGKATAN

PEROLEHAN NILAI ULANGAN HARIAN SISWA KELAS VI SD NEGERI 060879

KRAKATAU – MEDAN TIMUR T.A 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Dasar

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh:

STEFFIE YUNIARTY DEONITA MANULLANG NIM 1123311078

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)

i

ABSTRAK

Steffie Yuniarty Deonita Manullang. Nim : 1123311078. Pengaruh Cara Mengajar Matematika Dengan Hypnoteaching Terhadap Peningkatan Perolehan Nilai Ulangan Harian Siswa Kelas VI SD Negeri 060879 Krakatau Medan Timur T.A 2015/2016. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Program Studi S1, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan, 2016.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara mengajar matematika dengan hypnoteaching terhadap peningkatan perolehan nilai ulangan harian siswa kelas VI SD Negeri 060879 Krakatau – Medan Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen berbentuk control group pre-test-post-test. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu cara mengajar matematika dengan hypnoteaching dan variabel terikat yaitu perolehan nilai ulangan harian. Populasi pada penelitian ini

meliputi seluruh siswa kelas VI di SD Negeri 060879 Krakatau – Medan

Timur. Teknik pengambilan sampel secara random sampling. Kelas yang digunakan untuk sampel penelitian adalah kelas VIA sebagai kelas eksperimen dan kelas VIB sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal pre-test post-test berbentuk pilihan berganda. Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hypnoteaching berpengaruh terhadap peningkatan perolehan nilai ulangan harian siswa kelas VI SD

Negeri 060879 Krakatau – Medan Timur.

Berdasarkan hasil uji hipotesis data menggunakan rumus uji t, menunjukkan bahwa thitung sebesar 3,284 dan ttabel sebesar 1,67 (thitung > ttabel), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan kata lain, cara mengajar matematika dengan penerapan pendekatan hypnoteaching lebih baik dari pada cara mengajar matematika dengan penerapan pendekatan konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa, cara mengajar matematika dengan hypnoteaching berpengaruh terhadap peningkatan perolehan nilai ulangan harian siswa kelas

(3)
(4)
(5)
(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan

rahmat dan karunia-Nya serta kesehatan yang tidak terhingga batasnya sehingga

penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat waktu dengan judul “Pengaruh Cara Mengajar Matematika Dengan Hypnoteaching Terhadap Peningkatan Perolehan Nilai Ulangan Harian Siswa Kelas VI SD Negeri 060879 Krakatau - Medan Timur T.A 2015/2016”.

Selama dalam proses penyelesaian skripsi ini, banyak sekali kendala dan

tantangan yang dihadapi oleh penulis, namun semuanya teratasi berkat bantuan,

dukungan serta dorongan dari berbagai pihak, atas bantuan, dukungan dan

dorongan dari berbagai pihak tersebut, pada kesempatan ini dengan tulus dan

rendah hati, penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Bapak Dr. Nasrun, MS selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Medan.

3. Bapak Prof. Dr. Yusnadi, MS selaku Wakil Dekan bidang Akademik,

Bapak Drs. Aman Simare-mare, MS selaku Wakil Dekan bidang Umum

dan Keuangan, dan Bapak Drs. Edidon Hutasuhut, M.Pd selaku Wakil

Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas

Negeri Medan.

4. Bapak Drs. Khairul Anwar, M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Guru

(7)

iii

5. Ibu Dr. Naeklan Simbolon, M.Pd selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan

Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Medan.

6. Bapak Drs. Demmu Karo-Karo, M.Pd, Bapak Dr. Nasrun, MS, dan Bapak

Drs. Akden Simanihuruk, M.Pd selaku Dosen penguji yang telah

memberikan masukan dan saran kepada penulis dalam penulisan skripsi

ini.

7. Ibu Dra. Sorta Simanjuntak, MS selaku Dosen Pembimbing Akademik

penulis yang telah memberikan banyak bimbingan dan arahan yang sangat

luar biasa kepada penulis selama penulis menempuh pendidikan di Jurusan

Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Medan.

8. Bapak Drs. Daitin Tarigan, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Skripsi

penulis yang selama ini sudah memberikan masukan yang baik dan sangat

sabar dalam membimbing penulis dalam penulisan skripsi ini.

9. Seluruh jajaran Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang telah banyak

memberikan ilmu serta arahan yang membangun kepada penulis selama

proses pendidikan di Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri

Medan.

10.Seluruh Staff dan Pegawai yang telah membantu penulis dalam

menyiapkan berkas untuk penulisan skripsi ini.

11.Bapak Parmidin Manullang, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Negeri

060879 Krakatau – Medan Timur yang telah memberikan izin kepada

penulis untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut.

12.Ibu Sumiati, Am.Pd dan Ibu Manurung selaku Guru kelas eksperimen dan

(8)

iv

telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di kelas

tersebut.

13. Terimakasih kepada orangtua penulis yang sangat penulis cintai dan

hormati Ayahanda Basri Manullang, SE, MM dan Ibunda Juliana

Napitupulu, S.Pd yang telah memberikan motivasi, semangat, cinta dan

doa yang tiada tara diberikan kepada penulis yang sampai kapanpun

penulis tidak akan bisa membalas semuanya itu.

14.Terima kasih kepada adik-adikku tercinta Rihotlian Manullang, Triani

Lamhotria Manullang, Fraulina Aprilia Manullang, Jungste Sohn Hesekiel

Manullang, Burju Parasian Manullang yang telah menjadi penyemangat

buat penulis dalam meraih semua impian penulis.

15.Terimakasih kepada keluarga besar Op. Steffie Yuniarty Deonita

Manullang dan Op. Ira Napitupulu yang telah memberikan semangat,

motivasi, doa, dan dukungan kepada penulis sehingga penulis dapat

menyelesaikannya dengan tepat waktu.

16.Kepada teman-teman sekelas penulis tercinta kelas A-Ekstensi 2012 yang

menjadi teman penulis dalam menempuh pendidikan di PGSD sampai

akhir perkuliahan.

17. Kepada my “Sakura” Erwina Rahmawati, S.Pd, Noviyanti Adilla, S.Pd,

Noverawati Christina Lumban Gaol, S.Kom, Nurul Amalia Gurusinga,

S.Pd, yang menjadi sahabat sekaligus keluarga penulis dalam menempuh

pendidikan.

18.Kepada Gank tercinta “Najikafiede Chan” Saprida Nurul Janah, S.Pd, Tri

(9)

v

S.Pd, yang telah memberikan semangat kepada penulis selama menempuh

pendidikan dan juga menjadi teman serta keluarga buat penulis saat

pertama sekali menjadi penghuni kelas A-Ekstensi 2012.

19.Sahabat-sahabatku dari kecil di sekolah minggu di gereja HKBP Judea

Terjun dr. Skmarina Hanna Larose Simanjuntak, S.Ked, Mariani

Tampubolon, S.Pd, dan Rosmita Marpaung yang telah menyemangati

penulis dalam segala hal selama penulis menempuh pendidikan.

20.Terimakasih kepada teman-teman satu bimbingan skripsi Bapak Daitin

Tarigan: Rizal, Birna, Rizki Utomo, Surya, Fyan, Dahlan, Marlehon yang

menjadi teman sekaligus tempat curhat penulis dalam menyelesaikan

skripsi ini.

21.Kepada Rizal Nuari, S.Pd yang bersedia mengantar dan menemani penulis

saat meminta tanda tangan dosen pembimbing.

22.Kepada Veronika Napitupulu, S.Pd yang bersedia menjadi notulen saat

seminar proposal.

23.Kepada Desi Silitonga, S.Pd yang bersedia menemani menemui dosen

penguji.

24.Kepada teman-teman PPL SD Negeri 106164 Sambirejo Timur: Dwi Erika

Yanti, Bindes Tujulia Saragih, Jimmi Apul Manalu, Mariati Manurung,

Santa Helena Sinaga, Ayu R. Simbolon, Tri Uji Agustina Damanik,

Saprida Nurul Janah, Sartika Dewi, Ade Neni Yunita, Putri Dwi

Anggraini, Rizqa Ammalya, Indarti Novalina Silaen, dan Tia terimakasih

atas dukungan dan semangatnya selama kita PPL dan sama-sama

(10)
(11)

vii

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 5

1.3 Pembatasan Masalah ... 6

1.4 Perumusan Masalah ... 6

1.5 Tujuan Penelitian ... 7

1.6 Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 9

6) Kelebihan dan Kekurangan Hypnoteaching .... 23

7) Metode Pembelajaran Hypnoteaching ... 24

2.1.4 Bilangan Pecahan ... 25

(12)

viii

2) Bentuk dan Jenis pecahan ... 26

3) Menyederhanakan Pecahan ... 26

4) Operasi Pecahan ... 27

2.1.5 Perolehan Nilai ... 28

2.2 Penelitian Yang Relevan ... 30

2.3 Kerangka Konseptual ... 32

2.4 Hipotesis Penelitian ... 34

BAB III METODE PENELITIAN ... 35

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 35

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian ... 35

3.3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... 37

3.4 Jenis Penelitian ... 37

3.5 Prosedur Pelaksanaan Penelitian ... 39

3.6 Instrumen Penelitian ... 40

3.7 Teknik Pengumpulan Data ... 40

3.8 Teknik Analisis Data ... 43

3.9 Jadwal Penelitian ... 46

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ... 47

4.2 Cara Menyajikan Hypnoteaching ... 48

4.3 Pengujian Prasyarat Analisis Data ... 51

4.3.1 Analisis Instrumen Penelitian ... 51

4.3.2 Hasil Belajar Siswa ... 52

4.4 Uji Normalitas Data ... 53

4.5 Uji Homogenitas ... 53

(13)

ix

DAFTAR TABEL

No. Judul Halaman

2.1 Gelombang Otak Manusia ……… 13

2.2 Bentuk dan Jenis Pecahan ………. 26

3.1 Populasi Penelitian ………. 36

3.2 Rincian Sampel ………... 36

3.3 Rancangan Penelitian ……… 38

3.4 Kisi-kisi Soal Test Hasil Belajar ………... 40

3.5 Jadwal Rencana Pelaksanaan Penelitian ………. 46

(14)

x

DAFTAR GAMBAR

No. Judul Halaman

2.1 Pecahan ………... 25

(15)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Judul Halaman

Validitas korelasi point biserial soal pilihan berganda …….………. 61

Perhitungan uji validitas test belajar siswa ………...………….……. 62

Reliabilitas instrumen soal pilihan berganda ……….. 63

Perhitungan reliabilitas test hasil belajar siswa …..……… 64

Soal Pretest dan Posttest ……… 65

Kunci jawaban soal ……… 70

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ………... 71

Data hasil belajar siswa kelas eksperimen ………... 75

Data hasil belajar siswa kelas kontrol ……….. 76 Uji normalitas data hasil belajar siswa kelas eksperimen (pre-test) ………. 77 Uji normalitas data hasil belajar siswa kelas eksperimen (post-test) ……… 79 Uji normalitas data hasil belajar siswa kelas kontrol (pre-test) ……… 81

Uji normalitas data hasil belajar siswa kelas kontrol (post-test) ………..… 83

Perhitungan rata-rata, standart deviasi dan varians ……….. 85 Uji homogenitas ……….. 89 Uji hipotesis penelitian ………... 91

Tabel R ……… 93

Tabel Uji t ………... 94

Tabel Uji F ……….. 95 Tabel Daerah Kurva Normal ………...…. 97 Surat Izin Penelitian FIP UNIMED ………. 98

(16)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

menyebutkan, bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin

pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan

efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan

tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu

dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan

berkesinambungan. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta

didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang

Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi

warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia

yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau

perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan

dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan

pada semua tingkat perlu terus-menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan

masa depan.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, untuk mencerdaskan

kehidupan bangsa, Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu Sistem

(17)

2

menyatakan bahwa, Pendidikan Nasional bertujuan untuk peningkatan kualitas

sumber daya manusia sebagai pelaku utama pembangunan yang mempunyai

kemampuan memanfaatkan, mengembangkan, serta menguasai ilmu pengetahuan

dan teknologi dengan tetap dilandasi oleh motivasi serta kendali keimanan dan

ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berdisiplin, beretos

kerja tinggi, sehat jasmani dan rohani, mempunyai daya juang, tanggung jawab,

kesetiakawanan sosial, mempunyai wawasan dan jiwa kebangsaan serta kecintaan

tanah air dan budaya bangsa.

Jadi jelas bahwa GBHN 1998 menitik beratkan pada upaya peningkatan

mutu setiap jenjang dan jenis pendidikan serta perluasan kesempatan belajar bagi

seluruh Warga Negara Indonesia. Masalah mutu pendidikan merupakan masalah

yang kompleks dan berhubungan dengan seluruh dimensi pendidikan yang artinya

semuanya saling terkait. Rendahnya mutu pendidikan sebenarnya berkaitan

dengan banyak faktor, diantaranya adalah guru dan tenaga kependidikan lainnya.

Menurut UU No. 20 tahun 2003, tenaga kependidikan adalah anggota

masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang

penyelenggaraan pendidikan. Merupakan tenaga yang bertugas merencanakan dan

melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan

pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

Diantara tenaga kependidikan tersebut, yang selama ini mendapatkan

perhatian lebih banyak adalah tenaga pendidik (guru). Hal ini dapat dipahami dari

(18)

3

Seiring dengan upaya Pemerintah meningkatkan mutu pendidikan, selama

itu pula sampai sekarang mutu pendidikan masih dirasakan sebagai tantangan.

Rendahnya mutu pendidikan dapat tercermin dari rendahnya rata-rata prestasi

belajar siswa. Hal ini terlihat pada perolehan Nilai Ujian Sekolah (US) rata-rata

Nasional untuk mata pelajaran tertentu.

Berdasarkan laporan yang ada mengenai Evaluasi Nilai Ujian Sekolah

(US), rata-rata nilai siswa kurang memuaskan di mata pelajaran Matematika.

Selanjutnya dikatakan bahwa rendahnya mutu tersebut kalau dianalisis lebih jauh,

cukup banyak faktor penyebab rendahnya nilai Matematika itu. Mulai dari

rendahnya mutu guru, kecerdasan siswa yang kurang, hingga fasilitas belajar

mengajar yang terbatas dan lain-lain.

Sudah semestinya pelajaran matematika menjadi pelajaran yang

menyenangkan bagi siswa. Tetapi dalam kenyataannya banyak siswa yang

menganggap matematika sebagai pelajaran menakutkan yang menyebabkan siswa

menjadi malas belajar matematika karena belajar matematika sulit dan

membutuhkan pemikiran yang tinggi. Sehingga hasil belajar matematika siswa

sering menjadi rendah atau di bawah KKM.

Dewasa ini, pelajaran matematika selalu terfokus pada guru (teacher

centered). Hal tersebut karena guru mengajarkan matematika belum sesuai dengan

hakikat matematika sekolah. Siswa pasif menerima pelajaran matematika hanya

dengan mendengarkan penjelasan dari guru tanpa adanya keikutsertaan siswa

dalam membangun pemahamannya sendiri. Maka, caranya adalah dengan

(19)

4

matematika dengan situasi nyata yang sangat disukai murid adalah ketika

menceritakan contoh-contoh yang diambil dari pengalaman pribadi guru. Pada

umumnya, anak-anak selalu suka mendengarkan cerita tentang kehidupan pribadi

guru mereka, dan ketika kita mulai menceritakan cerita semacam itu, dapat segera

terlihat pergantian di seluruh kelas dari “tidak tertarik” ke “mendengarkan”.

Kekurang pahaman siswa dalam menerima materi pelajaran matematika

disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: Pertama, siswa merasa bosan

dengan pelajaran matematika yang serba angka. Hal ini mengakibatkan siswa

tidak semangat dalam mengikuti pelajaran matematika sehingga pembelajaran

kurang bermakna. Kedua, siswa menganggap bahwa pembelajaran matematika

sebagai sesuatu yang mengerikan dan membuat kepala pusing. Hal ini karena

sejak kelas rendah bahkan pada saat masih di TK, mereka sudah mendapatkan

sebuah sugesti bahwa matematika adalah pelajaran yang mengerikan dan sulit

dipahami, sehingga siswa bermalas-malasan jika harus belajar tentang

matematika. Ketiga, keaktifan siswa cenderung kurang dalam bertanya tentang

materi yang belum jelas. Sehingga guru tidak tahu apakah siswanya sudah

benar-benar paham atau belum sama sekali. Keempat, pada saat proses pembelajaran

banyak siswa yang tidak memperhatikan penjelasan dari guru bahkan bermain

sendiri dengan teman sebangku, sehingga pelajaran tidak dapat diserap oleh siswa.

Faktor lain yang menyebabkan rendahnya hasil belajar Matematika adalah

minat siswa untuk belajar Matematika yang sangat rendah. Hal itu bisa terjadi

karena ketika guru menyampaikan materi pembelajaran tidak disertai dengan

media pembelajaran (alat peraga) justru hanya mengandalkan metode ceramah.

(20)

5

Matematika. Dengan sikap guru yang cenderung menggunakan metode

pembelajaran yang bersifat monoton tanpa ada variasi dapat menimbulkan rasa

kejenuhan bagi siswa dalam memperhatikan penjelasan dari guru.

Dalam rangka mengatasi masalah tersebut, maka sudah sewajarnya jika

seorang guru dituntut untuk menggunakan media dan metode pembelajaran dalam

kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami

materi pembelajaran Matematika yang diajarkan.

Pemilihan media/metode pembelajaran tidak dapat dilakukan secara

sembarangan tetapi harus disesuaikan dengan materi yang diajarkan dan tingkat

perkembangan anak didik. Karena tingkat perkembangan pada SD berbeda-beda

tahapannya dan anak SD kelas VI masuk pada pola perkembangan tahap

operasional formal yang mulai dapat mengaplikasikan cara berpikir mereka

terhadap masalah dari semua kategori baik masalah yang abstrak maupun masalah

yang konkret.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, dapat diidentifikasikan

beberapa permasalahan sebagai berikut :

1. Rata-rata nilai siswa kurang memuaskan di mata pelajaran Matematika pada

Ujian Sekolah (US).

2. Hasil belajar matematika siswa sering di bawah KKM.

(21)

6

4. Siswa menganggap bahwa pembelajaran matematika sebagai sesuatu yang

mengerikan dan membuat kepala pusing.

5. Saat proses pembelajaran banyak siswa yang tidak memperhatikan penjelasan

dari guru.

6. Guru cenderung menggunakan metode pembelajaran yang bersifat monoton

tanpa ada variasi.

7. Guru menyampaikan materi pembelajaran tidak disertai dengan media

pembelajaran (alat peraga) justru hanya mengandalkan metode ceramah.

1.3 Pembatasan Masalah

Dalam kegiatan pembelajaran banyak faktor yang dapat mempengaruhi

perolehan nilai ulangan siswa. Untuk lebih memfokuskan dalam penelitian ini,

maka peneliti membatasi pada 2 (dua) aspek yaitu :

Cara Mengajar Matematika dengan hypnoteaching sebagai variabel (X) dikaitkan

dengan peningkatan perolehan nilai Ulangan Harian siswa pada mata pelajaran

Matematika materi penjumlahan dan pengurangan Pecahan Biasa sebagai variabel

(Y).

1.4 Perumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah di atas, timbul suatu permasalahan yang

menarik untuk diteliti yaitu : Adakah pengaruh cara mengajar matematika dengan

(22)

7

VI SD Negeri 060879 Krakatau – Medan Timur T.A 2015/2016?

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka

tujuan penelitian ini adalah :

Untuk membuktikan ada tidaknya Pengaruh Cara Mengajar Matematika Dengan

Hypnoteaching Terhadap Peningkatan Perolehan Nilai Ulangan Harian Siswa

Kelas VI SD Negeri 060879 Krakatau – Medan Timur T.A 2015/2016.

1.6 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Manfaat bagi siswa

Bagi siswa, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu

cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran

Matematika terutama dalam materi penjumlahan dan pengurangan

pecahan.

2. Manfaat bagi guru

Bagi guru mata pelajaran Matematika, hasil penelitian ini diharapkan

dapat memberi sumbangan pemikiran dalam mengembangkan strategi

ataupun proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran

Matematika.

(23)

8

Penelitian ini diharapkan mampu menambah dan meningkatkan

wawasan, pengalaman dan sebagai latihan dalam penerapan teori-teori

yang telah diperoleh di bangku perkuliahan.

4. Manfaat bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan

masukan untuk kegiatan-kegiatan penelitian selanjutnya yang berkaitan

(24)

57

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SD Negeri 060879

menunjukkan bahwa:

(1) Pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan

hypnoteaching dapat melatih siswa untuk fokus dalam pelajaran

karena dalam prosesnya pendekatan hypnoteaching mampu

mensugesti anak agar lebih baik dalam belajar sehingga dapat

meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi penjumlahan

dan pengurangan bilang pecahan biasa.

(2) Hasil belajar dengan menggunakan pendekatan hypnoteaching

pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata post test adalah 79

sedangkan menggunakan pendekatan konvensional pada kelas

kontrol diperoleh nilai rata-rata post test adalah 71,8. Berdasarkan

hasil penghitungan uji t diperoleh thitung lebih besar ttabel yaitu

3,284 > 1,67 pada taraf signifikansi 0,05%. Hal ini membuktikan

bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, dapat

disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara cara

mengajar matematika dengan hypnoteaching terhadap perolehan

nilai ulangan harian siswa kelas VI SD Negeri 060879

Krakatau-Medan Timur tahun ajaran 2015/2016.

(25)

58

hypnoteaching lebih besar dari hasil belajar siswa dengan

menggunakan pendekatan konvensional.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan beberapa saran

untuk memperbaiki kualitas hasil belajar siswa, antara lain sebagai berikut :

1. Bagi guru umumnya dan guru matematika khususnya dapat

menggunakan pendekatan hypnoteaching sebagai alternatif untuk

meningkatkan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan

menghitungkan waktu yang tersedia.

2. Kepada peneliti lain dapat melakukan penelitian lebih lanjut pada

sekolah-sekolah lain dengan pokok bahasan yang berbeda agar dapat

dijadikan sebagai studi perbandingan guru dalam meningkatkan

(26)

59

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Hajar, Ibnu. 2012. Hypnoteaching. Yogyakarta: DIVA Press

Indriana, Isti Fina. 2013. Metode Bimbel Privat kuasai rumus Matematika SD Kelas IV, V dan VI. Jakarta: BUKU KITA

Kasmadi, Sunariah, Nia Siti. 2013. Panduan Modern Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta

Kusumawardani, Risa. 2015. Super Book Matematika SD Kelas 4 5 6. Jakarta Selatan: WahyuMedia

Manurung, P. 2013. Statistik Pendidikan. Jakarta: Halaman Moeka Publishing

Noer, Muhammad. 2010. Hypno Teaching for Success Learning. Yogyakarta: PEDAGOGIA

Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: PUSTAKA BELAJAR

Stone, Randi. 2009. Cara-cara Terbaik Mengajarkan Matematika. Jakarta Barat: Indeks

Sugesti, Murlina. 2013. Rumus Super Lengkap Matematika SD Kelas 4, 5 dan 6. Jakarta Pusat: Kunci Komunikasi

Trianto. 2013. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana

Yustisia, N. 2012. Hypno Teaching. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Diantari, Putu, dkk. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Hypnoteaching Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD. Universitas Pendidikan Ganesha. Vol: 2 No: 1

Gambar

Tabel R ………………………………………………………………………… 93

Referensi

Dokumen terkait

Limbah cair tapioka yang digunakan sebagai media pertumbuhan Acetobacter xylinum dalam pembentukan nata de cassava berasal dari Pabrik pengolahan aci atau tapioka

Seorang pengguna dapat melakukan searching jurnal serta metadata article berdasarkan kategori jurnal atau kata kunci dan juga dapat memberikan komentar atas

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran CYCC dalam menulis kreatif cerpen mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa

Hasil validasi dari ahli desain terhadap kelayakan desain dalam pengembangan bahan ajar berupa modul menulis karangan argumentasi berbasis teknik teratai untuk siswa

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini meliputi; (1) mendeskripsikan hekekat diikili (arti, ragam, tujuan, manfaat, bentuk, isi, bahasa, dan irama

S ecara praktis-implementatif, sebagai dasar untuk (1) merelasikan kembali doktrin, pemahaman, dan sikap keagamaan tentang program dan kebijakan pembangunan dan pemberdayaan

Setelah diberikan perlakuan, rata- rata skor posttest kemampuan representasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran Collaborative Problem Solving adalah 13,343

3 Tahun 2016 Tentang Spesifikasi Teknis Penyajian Peta Desa, citra satelit Pleiades 1A hasil orthorektifikasi baik metode RPC maupun Rigorious layak untuk