Analisis Juridis Likuidasi Bank Di Indonesia
(Studi Kasus Di Kota Medan)
Berlian Napitupulu
Program Studi Magister Ilmu Hukum Program Pasca Sarjana
Universitas Sumatera Utara
ABSTRAK
Tahun 1997/1998 merupakan tahun yang terberat dalam 30 tahun pelaksanaan pembangunan ekonomi Indonesia. Diawali krisis nilai tukar yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 dan berdampak menjadi krisis yang berkepanjangan di berbagai bidang.
Sehubungan dengan krisis itu, melihat kondisi kesehatan yang dialami beberapa bank di Indonesia, pada tanggal 1 November 1997 telah dilikuidasi sebanyak 16 (enam belas) buah bank yang dianggap kurang sehat ke bank yang sehat.
Dalam Undang-undang No.4 Tahun 1998 dinyatakan, dalam hal menyangkut debitor yang merupakan bank, permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan oleh Bank Indonesia. Dalam pada itu di dalam Undang-undang Perbankan dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1999 tentang Pencabutan Izin Usaha, Pembubaran dan Likuidasi Bank dinyatakan apabila terhadap suatu badan usaha bank yang mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya telah dilakukan upaya-upaya penyelamatan, akan tetapi tetap tidak cukup untuk mengatasi kesulitan itu, atau karena keadaan suatu bank dapat membahayakan sistem perbankan, Pimpinan Bank Indonesia dapat mencabut izin usaha dengan perintah direksi melakukan RUPS dan Pembentukan Tim Likuidasi.
Adanya ketentuan likuidasi bank dan Undang-undang Kelipatan telah melahirkan pendapat, di satu pihak bank dapat dimohonkan pernyataan pailit, di lain pihak bank tidak dapat dimohonkan pernyataan pailit.
Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut : 1. bagaimanakah akibat hukum yang timbul, jika peraturan Undang-undang Kepailitan diterapkan terhadap bank, 2. Mengapakah jika debitornya merupakan bank, permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan oleh bank Indonesia, 3. Bagaimanakah jaminan perlindungan pengambilan yang diberikan pemerintah atas dana nasabah deposan bank yang terkena likuidasi.
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui akibat hukum jika timbul peraturan Undang-undang Kelipatan diterapkan terhadap bank, 2. Untuk mengetahui alasan hukum dari permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan oleh Bank Indonesia jika debitornya merupakan bank, 3. Untuk mengetahui perlindungan yang diberikan oleh pemerintah terhadap nasabah bank yang terkena tindakan likuidasi.