• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN KIMIA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN KIMIA."

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF

PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI SMK TEKNOLOGI

TESIS

Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan

Program Studi Teknologi Pendidikan

OLEH:

ISMA HARLIANA NIM. 8126122023

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN

PROGRAM PASCASARJANA

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

ISMA HARLIANA, Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Kimia. Tesis: Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, 2016. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan media pembelajaran interaktif yang layak digunakan, mudah dipelajari dan dapat dipakai untuk pembelajaran individual, (2) Untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran interaktif yang dikembangkan pada mata pelajaran Kimia. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan produk Borg dan Gall yang dipadu dengan model pengembangan pembelajaran Dick and Carey. Model pengembangan produk pembelajaran ini merupakan model yang disusun secara terprogram dengan urutan yang sistematis dan memenuhi karakteristik siswa menengah dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan; (1) uji ahli materi pelajaran Kimia termasuk dalam kategori sangat layak (89,83%), (2) uji ahli desain pembelajaran dalam penilaian dengan kategori sangat layak (84,38%), (3) uji ahli rekayasa perangkat lunak berada pada kategori sangat layak (88,15%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat layak (92,92%), uji coba kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat layak (95,00%), uji coba lapangan berada pada kualifikasi sangat layak (95,46%).

(6)

ii ABSTRACT

ISMA HARLIANA, Development of Interactive Instructional Media in Chemistry. Thesis: Educational Technology Department, The State University of Medan of Postgraduate Studies, 2016.

This research aimes to: (1) Develop a good interactive instructional media to use, easy to be learnt, and can be used for individual learning, (2) examine of effectiveness of the interactive multimedia in Chemistry. This type of research uses a product development model by Borg and Gall which is combined with the model of instructional development by Dick and Carey. This learning product development model is a model with pre-arranged in a systematic order and meet the characteristics of elementary students’ age in learning. The results showed:(1) the quality of the developed instructional media viewed from the expert in Chemistry is excellent (89.83%), (2) the quality viewed from the expert in instructional design is excellent (84.38%), (3) the quality viewed from the expert in media product excellent (88.15%), (4) the one-to-one try out, from the observation of the three students, indicates that the product is excellent (92.92%), the small group try-out, from the observation of nine students, indicates that the product is excellent (95.00%), and the large group try out, from the observation of the forty five students, indicates that the product is excellent (95.46%).

(7)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis telah panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Yang

Maha Esa, sang Pencipta alam semesta, manusia, dan kehidupan beserta seperangkat aturan-Nya, karena berkat limpahan rahmat, taufiq, hidayah serta

inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul

“Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Kimia

gi SMK Teknologi” yang sederhanaini dapat terselesaikan.

Maksud dan tujuan dari penulisan tesis ini tidak lain adalah sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar Magister Pendidikan (M.Pd) pada

Program studi Teknologi Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan. Dalam menyelesaikan tesis ini penulis banyak menerima dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, maka dari itu tidak berlebihan rasanya jika pada

kesempatan ini penulis mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah

membantu demi penyelesaian tesis ini.

Ungkapan terima kasih dan penghargaan ini disampaikan kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid K, M.Pd sebagai pembimbing I dan

kepada Bapak Dr. R. Mursid, M.Pd sebagai pembimbing II yang dengan penuh kesabaran dan ketulusannya memberikan masukan dan arahan serta motivasi yang

(8)

iv

Penulis juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga kepada:

1. Rektor Universitas Negeri Medan beserta para pejabat di jajaran Civitas

Akademika Universitas.

2. Direktur Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan beserta para Asisten

Direkturn, Ketua dan Sekretaris serta dosen pengajar Program Studi Teknologi Pendidikan yang banyak memberikan bantuan untuk kelancaran studi selama mengikuti perkuliahan hingga selesai di program pasca sarjana Universitas

Negeri Medan.

3. Dosen narasumber yakni Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd, Prof. Dr. Harun

Sitompul, M.Pd, dan Dr. Zainuddin Muchtar, M.Si yang dengan keluasan dan kedalaman ilmunya masing-masing telah banyak memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi penyelesaian tesis ini.

4. Keluarga tercinta terkhusus Ibunda Dahlia yang senantiasa mendo’akan dan memberikan motivasi kepada penulis selama perkuliahan dan penyelesaian

tesis ini.

5. Rekan-rekan mahasiswa kelas TP B-2 yang telah bersama-sama berbagi suka dan duka selama perkuliahan, jalinan kasih sayang dan kekompakan yang

dibangun dikelas menjadi motivasi tersendiri bagi penulis.

6. Kepala Sekolah, para staf, guru-guru dan siswa-siswa SMK Negeri 1 Pulau

Rakyat Kabupaten Asahan yang telah membantu dalam penyelesaian tesis ini. 7. Guru-guru Kimia SMK di Kabupaten Asahan yang telah meluangkan waktu

(9)

v

Demikian pengantar yang dapat penulis sampaikan dimana penulis pun sadar bawasannya penulis hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya milik Tuhan Azza

Wa’jala hingga dalam penulisan dan penyusununnya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa

penulis nanti dalam upaya evaluasi diri.

Akhirnya penulis hanya bisa berharap, bahwa dibalik ketidak sempurnaan penulisan dan penyusunan tesis ini adalah ditemukan sesuatu yang dapat

memberikan manfaat atau bahkan hikmah bagi penulis, pembaca, dan bagi seluruh mahasiswa-mahasiswi PPs Unimed. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

(10)

vi DAFTAR ISI

Talaman

ABSTRAK i

ABSTRACT ii

KATA PENGANTAR iii

DAFTAR ISI vi

DAFTAR TABEL ix

DAFTAR GAMBAR xiv

DAFTAR LAMPIRAN xvi

BAB I. PENDATULUAN 1

A. Latar Belakang Masalah 1

B. Identifikasi Masalah 11

C. Pembatasan Masalah 11

D. Perumusan Masalah 12

E. Tujuan Penelitian 13

F. Manfaat Penelitian 13

BAB II. KAJIAN TEORITIS DAN KERANGKA BERPIKIR 14

A. Kajian Teoritis 14

1. Hakikat Belajar dan Pembelajaran Kimia 14

1.1. Hakikat Belajar 14

1.2. Hakikat Pembelajaran Kimia 17 1.3. Hakikat Hasil Belajar Kimia 20

2. Hakikat Media Pembelajaran 23

(11)

vii

2.2. Multimedia Presentasi 30

2.3. Multimedia Interaktif 32

2.4. Software Pembuatan Media Pembelajaran

Interaktif 34

2.5. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif 38 2.6. Perencanaan Pengembangan Media Pembelajaran

Interaktif 48

B. Penelitian yang Relevan 57

C. Kerangka Berpikir 59

D. Hipotesis 63

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 64

A. Metode Penelitian Tahap I 64

1. Lokasi dan Waktu Penelitian 64

2. Model Pengembangan 64

3. Prosedur Pengembangan 65

4. Tahap Uji Coba Produk 67

5. Teknik Pengumpulan Data 70

6. Teknik Analisis Data 75

B. Metode Penelitian Tahap II 76

1. Lokasi dan Waktu Penelitian 76 2. Populasi dan Sampel Penelitian 76 3. Metode dan Rancangan Penelitian 76

4. Teknik Pengumpulan Data 76

(12)

viii

BAB IV. TASIL PENELITIAN DAN PEMBETASAN 80

A. Hasil Penelitian Pengembangan Produk 80

1. Deskripsi Produk Awal 80

2. Deskripsi Data Hasil Uji Coba 85

3. Analisis Data 111

4. Revisi Produk 122

B. Hasil Penelitian Uji Efektifitas Produk 124

1. Deskripsi Data Penelitian 123

2. Pengujian Persyaratan Analisis 127

3. Pengujian Hipotesis 128

C. Pembahasan Hasil Penelitian 131

D. Keterbatasan Penelitian 135

BAB V. KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 137

A. Kesimpulan 137

B. Implikasi 139

C. Saran 138

DAFTAR PUSTAKA 140

(13)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. 1. Persentase Kelulusan Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pulau

Rakyat Pada Mata Pelajaran Kimia 10

Tabel 3. 1. Kisi-kisi Instrumen Tentang Kualitas Materi Pembelajaran, Sistem Penyampaian Pembelajaran dan Kualitas Strategi

Pembelajaran Untuk Ahli Materi 72

Tabel 3. 2. Kisi-kisi Instrumen Tentang Kualitas Desain Informasi,

Desain Interaksi dan Desain Presentasi 73

Tabel 3. 3. Kisi-kisi Instrumen Tentang Kualitas Rekayasa Perangkat

Lunak Untuk Ahli Perangkat Lunak 74

Tabel 3. 4. Kisi-kisi Instrumen Tentang Kualitas Materi Pembelajaran

Dan Kualitas Teknis/Tampilan Untuk Guru dan Peserta Didik 74

Tabel 3. 5. Kriteria Efektifitas Media Interaktif 75

Tabel 3. 6. Kisi-kisi Instrumen Tes Hasil Belajar Kimia 77

Tabel 4. 1. Data Analisis Kebutuhan 81

Tabel 4. 2. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli

Materi Tentang Kualitas Materi Pembelajaran (Skala 1-5) 86

Tabel 4. 3. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli

Materi Tentang Kualitas Strategi Pembelajaran (Skala 1-5) 87

Tabel 4. 4. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Materi Tentang Kualitas Sistem Penyampain Pembelajaran

(Skala 1-5) 88

Tabel 4. 5. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Materi Terhadap

Kualitas Materi Pembelajaran 88

Tabel 4. 6. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Materi Terhadap

Kualitas Strategi Pembelajaran 89

Tabel 4. 7. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Materi Terhadap

(14)

x

Tabel 4. 8. Ikhtisar Data Hasil Kajian Terhadap Media Pembelajaran

Interaktif Mata Pelajaran Kimia Oleh Ahli Materi 90

Tabel 4. 9. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Desain Pembelajaran Terhadap Desain Kualitas

Pembelajaran (Skala 1-5) 91

Tabel 4. 10. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Desain Pembelajaran Tentang Aspek Kualitas Desain

Interaksi (Skala 1-5) 92

Tabel 4. 11. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Desain Pembelajaran Terhadap Kualitas Desain

Interaksi (Skala 1-5) 93

Tabel 4. 12. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Desain Pembelajaran Terhadap Kualitas Presentasi

(Skala 1-5) 93

Tabel 4. 13. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Desain Pembelajaran Terhadap Kualitas Desain Pembelajaran 94

Tabel 4. 14. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Desain Pembelajaran

Terhadap Kualitas Desain Informasi 94

Tabel 4. 15. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Desain Pembelajaran

Terhadap Kualitas Interaksi 95

Tabel 4. 16. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Desain Pembelajaran

Terhadap Kualitas Presentasi 95

Tabel 4. 17. Ikhtisar Data Hasil Kajian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Oleh Ahli Desain

Pembelajaran 96

Tabel 4. 18. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Rekayasa Perangkat Lunak Terhadap Pemprograman

(Skala 1-5) 97

Tabel 4. 19. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Desain Pembelajaran Terhadap Kualitas Teknis Atau

Tampilan (Skala 1-5) 98

Tabel 4. 20. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Rekayasa Perangkat

(15)

xi

Tabel 4. 21. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Rekayasa Perangkat

Lunak Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan 99

Tabel 4. 22. Ikhtisar Data Hasil Kajian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Oleh Ahli Rekayasa

Perangkat Lunak 100

Tabel 4. 23. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Perorangan Di SMK Negeri 1 Pulau

Rakyat Terhadap Kualitas Materi Pembelajaran 101

Tabel 4. 24. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Perorangan Di SMK Negeri 1 Pulau

Rakyat Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan 101

Tabel 4. 25. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Terhadap Kualitas Materi Pembelajaran Pada Uji Coba Perorangan Di SMK

Negeri 1 Pulau Rakyat 102

Tabel 4. 26. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan

Pada Uji Coba Perorangan Di SMK Negeri 1 Pulau Rakyat 102

Tabel 4. 27. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Kelompok Kecil Di SMK Negeri 1 Pulau Rakyat Terhadap Kualitas Materi Pembelajaran 104

Tabel 4. 28. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Kelompok Kecil Di SMK Negeri 1 Pulau Rakyat Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan 104

Tabel 4. 29. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran KimiaTerhadap Kualitas Materi Pembelajaran Pada Uji Coba Kelompok

Kecil Di SMK Negeri 1 Pulau Rakyat 105

Tabel 4. 30. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran KimiaTerhadap Kualitas Teknis/Tampilan Pada Uji Coba Kelompok

Kecil Di SMK Negeri 1 Pulau Rakyat 105

Tabel 4. 31. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Lapangan Untuk Siswa SMK Negeri 1

(16)

xii

Tabel 4. 32. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Lapangan Untuk Siswa SMK Negeri 1

Pulau Rakyat Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan 107

Tabel 4. 33. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran KimiaTerhadap Kualitas Materi Pembelajaran Pada Uji Coba Lapangan

Untuk Siswa SMK Negeri 1 Pulau Rakyat 107

Tabel 4. 34. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran KimiaTerhadap Kualitas Teknis/Tampilan Pada Uji Coba Lapangan Untuk

Siswa SMK Negeri 1 Pulau Rakyat 108

Tabel 4. 35. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Lapangan Untuk Guru SMK Di

Kabupaten Asahan Terhadap Kualitas Materi Pembelajaran 108

Tabel 4. 36. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Lapangan Untuk Guru SMK Di

Kabupaten Asahan Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan 109

Tabel 4. 37. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Terhadap Kualitas Materi Pembelajaran Pada Uji Coba Lapangan

Untuk Guru SMK Di Kabupaten Asahan 110

Tabel 4. 38. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan Pada Uji Coba Lapangan Untuk

Guru SMK Di Kabupaten Asahan 110

Tabel 4. 39. Ikhtisar Data Hasil Kajian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Lapangan

Untuk Guru SMK Di Kabupaten Asahan 111

Tabel 4. 40. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK

Oleh Ahli Materi 112

Tabel 4. 41. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK

(17)

xiii

Tabel 4. 42. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK

Oleh Ahli Rekayasa Perangkat Lunak 116

Tabel 4. 43. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK Pada

Uji Coba Perorangan 117

Tabel 4. 44. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK Pada

Uji Coba Kelompok Kecil 119

Tabel 4. 45. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji

Coba Lapangan Untuk Siswa SMK Negeri 1 Pulau Rakyat 120

Tabel 4. 46. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji

Lapangan Untuk Guru SMK Di Kabupaten Asahan 121

Tabel 4. 47. Data Hasil Revisi Tahap I 122

Tabel 4. 48. Data Hasil Revisi Tahap IV 123

Tabel 4. 49. Frekuensi Nilai Hasil Belajar Kimia Siswa SMK Yang

Dibelajarkan Menggunakan Media Pembelajaran Interaktif 124

Tabel 4. 50. Frekuensi Nilai Hasil Belajar Kimia Siswa Yang Dibelajarkan

Menggunakan Media Pembelajaran Presentasi 126

Tabel 4. 51. Uji Normalitas Data Hasil Belajar Kimia Siswa 127

Tabel 4. 52. Uji Homogenitas Data Hasil Belajar Kimia Siswa 128

Tabel 4. 53. Rangkuman Persentase Rata-Rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia pada

(18)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2. 1. Defenisi Teknologi PendidikanePembelajaran

Seels dan Richei 39

Gambar 2. 2. Prosedur Pengembangan Borg & Gall 41

Gambar 2. 3. Model Pengembangan Desain Instructional Dick & Carei 44

Gambar 2. 4. Prosedur Pengembangan Media 49

Gambar 2. 5. Hubungan Antara Tujuan, Materi, dan Alat 54

Gambar 2. 6. Posedur Pengembangan Naskah 55

Gambar 3. 1. Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis

Interaktif Perpaduan Model Borg & Gall dan Dick & Carei 66

Gambar 4. 1. Tahap-tahap Uji Coba Produk Pengembangan Media

Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Kimia 84

Gambar 4. 2. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK

Oleh Ahli Materi 113

Gambar 4. 3. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK

Oleh Ahli Desain Pemebelajaran 115

Gambar 4. 4. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK

Oleh Ahli Rekaiasa Perangkat Lunak 117

Gambar 4. 5. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK

Pada Uji Perorangan Di SMK Negeri 1 Pulau Rakiat 118

Gambar 4. 6. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK Pada Uji Coba Kelompok Kecil Di SMK Negeri 1

(19)

xv

Gambar 4. 7. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK Pada Uji Coba Lapangan Untuk Siswa SMK Negeri 1

Pulau Rakiat 120

Gambar 4. 8. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK Pada Uji Coba Lapangan Untuk Guru SMK Di

Kabupaten Asahan 121

Gambar 4. 9. Histogram Hasil Belajar Kimia Siswa SMK iang

Dibelajarkan Dengan Media Pembelajaran Interaktif 125

Gambar 4. 10. Histogram Hasil Belajar Kimia Siswa SMK iang

(20)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Silabus 144

Lampiran 2. RPP 148

Lampiran 3. Intrumen Tes Hasil Belajar Kimia 157

Lampiran 4. Rekapitulasi Skor 167

Lampiran 5. Instrumen Non Tes (Angket) 171

Lampiran 6. Presentasi Hasil Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran

Interaktif 191

Lampiran 7. Flowchart Media Pembelajaran Interaktif 193

Lampiran 8. Storyboard Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran

Kimia 196

(21)

1 BABBIB

PENDAHULUANB

B

A. LatarBBelakangBMasalahB

Pendedekan adalah iuatu proiei dalam rangka mempengaruhe ieiwa agar

dapat menyeiuaekan dere iebaek mungken terhadap lengkungannya iehengga dapat

menembulkan perubahan dalam derenya yang memungkenkan derenya untuk

berfungie iecara kuat dalam kehedupan bermaiyarakat. Pendedekan juga

merupakan ialah iatu iarana untuk menengkatkan kecerdaian dan keterampelan

manuiea iehengga kualetai iumber daya manuiea iangat tergantung dare kualetai

pendedekan. Kualetai pendedekan tergantung oleh banyak faktor, beberapa

deantaranya kurekulum, itratege pembelajaran, model pembelajaran, metode

pembelajaran dan medea pembelajaran.

Pembangunan bedang pendedekan memeleke peranan yang mendaiar dalam

proiei pengembangan iumber daya manuiea yang multedemenieonal. Salah iatu

tema pokok kebejakan pembangunan adalah penengkatan mutu pendedekan

(Hamed, 2009: 1). Berbagae upaya telah delakukan pemerentah untuk

menengkatkan mutu pendedekan de Indoneiea, ieperte pembaharuan kurekulum

dalam pengajaran. Namun untuk mengemplementaiekan kurekulum teriebut

debutuhkan iuatu alat iebagae iarana untuk lebeh mengoptemalkan pembelajaran

yang mana dare iemua hal teriebut iangat bergantung pada medea iebagae

perantara. Seperte yang deungkapkan oleh Sademan, dkk (2010: 17), bahwa medea

(22)

2

1) Memperjelai penyajean peian agar tedak terlalu beriefat verbaleitei.

2) Mengataie keterbataian ruang, waktu dan daya endra.

3) Dengan menggunakan medea pendedekan iecara tepat dan bervareaie dapat

deataie iekap paief anak dedek.

Pada abad 21 ene terjade iuatu keadaan yang iereng deiebut era globaleiaie

yang detandae oleh banyaknya perubahan pada iemua aipek kehedupan. Saat ene

dan de maia mendatang pengaruh era globaleiaie akan iemaken teraia terutama

dengan iemaken banyaknya ialuran enformaie yang teriedea ieperte; komputer dan

enternet. Dampak era globaleiaie ene membawa dampak kemajuan teknologe

enformaie poietef bage kemajuan dunea pendedekan dewaia ene. Khuiunya teknologe

komputer yang memberekan banyak tawaran dan pelehan bage dunea pendedekan

untuk menunjang proiei pembelajaran.

Pembelajaran pada daiarnya merupakan proiei komunekaie yang

melebatkan guru iebagae ialah iatu iumber enformaie kepada penerema enformaie

yaetu ieiwa, artenya bagaemana iemua komponen pembelajaran dapat deproiei

ieiwa dengan baek. Ada empat komponen pembelajaran yang ieharuinya decapae

yaetu menitruktureiaie kerangka belajar, memfaieletaie perhatean pembelajar,

memfaieletaie pengkodean enformaie, dan mengajare ieiwa itratege mengkonitrukie

makna (Gredler, 2011: 248). Ada kalanya enformaie yang akan deiampaekan tedak

deterema dengan baek yaetu empat komponen pembelajaran tedak tercapae ieiwa,

oleh karena etu untuk mengoptemalkan iampaenya enformaie iecara benar dan utuh

(23)

3

Menurut Sanjaya (2008: 1), proiei pelakianaan mengajar yang delakukan

guru dalam pengelolaan kelai yang menjade tanggung jawabnya, yang

depengaruhe oleh motevaie dan pandangannya tentang koniep mengajar iehengga

menjade gaya dalam melakianakan komunekaie dan enterakie belajar mengajar.

Sehengga medea derancang dan demanfaatkan bukan iekedar untuk menyajekan

matere pelajaran, akan tetape untuk mempermudah guru dalam penyampaean

matere pelajaran yang dapat merangiang ieiwa beraktevetai melakukan berbagae

kegeatan untuk memperoleh pengalaman ieiuae dengan tujuan pembelajaran.

Salah iatu pemanfaatan teknologe enformaie dan komunekaie dalam dunea

pendedekan adalah penggunaan medea pembelajaran enteraktef berbaiei komputer

multemedea.

Haiel penyebaran angket terhadap reiponden guru kemea yang deambel

iecara random mewakele daerah kabupaten Aiahan yang berjumlah 6 orang, tega

dare SMK Negere dan tega dare SMK Swaita menunjukkan bahwa 100%

guru-guru kemea membutuhkan medea pembelajaran enteraktef dalam proiei

pembelajaran kemea. Demekean haiel wawancara terbuka menunjukkan bahwa

maieh banyak guru-guru kemea yang membutuhkan medea pembelajaran enteraktef

dalam proiei pembeajaran kemea.

Dalam Treanto (2010: 5), Depdeknai mengatakan bahwa kenyataan de

lapangan ieiwa hanya menghapal koniep dan kurang mampu menggunakan

koniep teriebut jeka menemue maialah dalam kehedupan nyata yang berhubungan

dengan koniep yang demeleke. Lebeh jauh lage, bahkan ieiwa kurang mampu

(24)

4

pembelajaran dan pengajaran yang iereng membuat kecewa, apabela dekaetkan

dengan pemahaman ieiwa terhadap matere ajar. Walaupun demekean, deiadare

bahwa ada ieiwa yang mampu memeleke tengkat hafalan yang baek terhadap matere

yang deteremanya, namun kenyataannya mereka iereng kurang memahame dan

mengerte iecara mendalam pengetahuan yang beriefat mendalam teriebut. Jade

kondeie delapangan menunjukkan bahwa ada kendala guru dalam memperieapkan

medea pembelajaran yang efektef iehengga ieiwa dapat mengataie keiuletan belajar

dalam memahame kemea.

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaetan dengan cara mencare tahu tentang

gejala alam iecara ieitematei, iehengga IPA bukan hanya penguaiaan kumpulan

pengetahuan yang berupa fakta-fakta, koniep-koniep, atau preniep-preniep iaja

tetape juga merupakan iuatu proiei penemuan. Pendedekan IPA deharapkan dapat

menjade wahana bage peierta dedek untuk mempelajare dere iendere dan alam

ieketar, ierta proipek pengembangan lebeh lanjut dalam menerapkannya dalam

kehedupan iehare-hare. Proiei pembelajarannya menekankan pada pemberean

pengalaman langiung untuk mengembangkan kompetenie agar peierta dedek

mampu menjelajahe dan memahame alam ieketar iecara elmeah. Pendedekan IPA

dearahkan untuk mencare tahu dan berbuat iehengga dapat membantu peierta dedek

untuk memperoleh pemahaman yang lebeh mendalam tentang alam ieketar.

Kemea merupakan elmu yang termaiuk rumpun IPA, oleh karenanya kemea

mempunyae karaktereitek iama dengan IPA. Karaktereitek teriebut adalah objek

elmu kemea, cara memperoleh, ierta kegunaannya. Kemea merupakan elmu yang

(25)

5

namun pada perkembangan ielanjutnya kemea juga deperoleh dan dekembangkan

berdaiarkan teore (deduktef). Kemea adalah elmu yang mencare jawaban atai

pertanyaan apa, mengapa, dan bagaemana gejala-gejala alam yang berkaetan

dengan kompoieie, itruktur dan iefat, perubahan, denameka, dan energeteka zat.

Kemea mempelajare gejala alam, khuiuinya tentang itruktur, iuiunan, iefat,

dan perubahan matere, ierta energe yang menyertae perubahan matere. Pembahaian

tentang itruktur matere mencakup itruktur partekel penyuiun matere, yaetu atom,

molekul, eon, dan bagaemana partekel-partekel penyuiun matere yang iangat kecel

etu bergabung iatu iama laen membentuk matere yang berukuran lebeh beiar

iehengga kemungkenan dapat deamate. Pembahaian tentang iuiunan matere

mencakup komponen penyuiun matere dan perbandengan banyaknya teap

komponen dalam matere etu. Sefat matere yang dedeikrepiekan dalam kemea

mencakup iefat feiei, yaetu wujud dan tampelannya, ierta iefat kemea yang

merupakan iuatu kecenderungan, yaetu perubahan yang menembulkan matere baru.

Pembahaian tentang energe yang menyertae perubahan matere mencakup jenei dan

jumlah energe, ierta perubahan dare bentuk energe yang iatu ke bentuk yang laen.

Jeka pembelajaran yang berlangiung tedak ieiuae dengan karaktereiteknya, yaetu

mengajar hanya berdaiarkan buku atau LKS yang demeleke peierta dedek, tanpa

melehat atau menyekape adanya loncatan berpeker yang mengakebatkan urutan

berpeker kurang logei. Bahkan bagaemana haiel pembelajaran apabela ieorang guru

tedak mengajak peierta dedek untuk melakukan iuatu pengamatan/percobaan

(26)

6

Pelajaran kemea de SMK mempelajare iegala ieiuatu tentang zat yang

melepute kompoieie, itruktur dan iefat, perubahan, denameka, dan energeteka zat

yang melebatkan keterampelan dan penalaran. Ada dua hal yang berkaetan dengan

kemea yang tedak terpeiahkan, yaetu kemea iebagae produk (pengetahuan kemea

yang berupa fakta, koniep, preniep, hukum, dan teore) temuan elmuwan dan kemea

iebagae proiei (kerja elmeah). Oleh iebab etu, pembelajaran kemea dan penelaean

haiel belajar kemea harui memperhatekan karaktereitek elmu kemea iebagae proiei

dan produk. Mata pelajaran Kemea perlu deajarkan untuk tujuan yang lebeh khuiui

yaetu membekale peierta dedek pengetahuan, pemahaman dan iejumlah

kemampuan yang deperiyaratkan untuk memaiuke jenjang pendedekan yang lebeh

tengge ierta mengembangkan elmu dan teknologe. Tujuan mata pelajaran kemea

decapae oleh peierta dedek melalue berbagae pendekatan, antara laen pendekatan

enduktef dalam bentuk proiei enkuere elmeah pada tataran enkuere terbuka. Proiei

enkuere elmeah bertujuan menumbuhkan kemampuan berpeker, bekerja dan beriekap

elmeah ierta berkomunekaie iebagae ialah iatu aipek penteng kecakapan hedup.

Oleh karena etu pembelajaran kemea menekankan pada pemberean pengalaman

belajar iecara langiung melalue penggunaan dan pengembangan keterampelan

proiei dan iekap elmeah.

Menurut peraturan Mentere Pendedekan Naieonal RI No. 22 tahun 2006,

tentang Standar Iie, bahwa Standar Kompetenie dan Kompetenie Daiar mata

pelajaran Kemea tengkat SMK/MAK adalah memperieapkan kemampuan peierta

dedek de jenjang pendedekan SMK untuk dapat mengembangkan program

(27)

7

tengge. Penguaiaan mata pelajaran Kemea memudahkan peierta dedek menganaleiei

proiei-proiei kemeawe yang defungiekan untuk mendukung pembentukan

kompetenie program keahlean.

Dalam KTSP, kemea adalah adalah ialah iatu mata pelajaran adaptef yang

ada de kurekulum SMK. Pelajaran kemea de SMK deharapkan dapat menjade daiar

bage peierta dedek untuk mempelajare hal-hal yang ada de lengkungan ieketar dan

iebagae landaian dalam mengembangkan kompetenie de maieng-maieng bedang

keahlean. Selaen etu elmu Kemea mempunyae peranan penteng terhadap elmu-elmu

laen ieperte pertanean, keiehatan, perekanan, dan kemea terapan. Oleh karena etu

kualetai pembelajaran kemea de iekolah-iekolah harui de tengkatkan.

Berdaiarkan wawancara terbuka kepada ieiwa tentang pembelajaran kemea

deperoleh bahwa rata-rata ieiwa SMK menganggap pelajaran kemea iulet depahame

dan tedak debutuhkan. Kenyataan bahwa kemea maieh deanggap iebagae iuatu mata

pelajaran yang iulet, iehengga hal ene mengurange menat ieiwa yang

mengakebatkan rendahnya motevaie belajar kemea ieiwa yang berdampak pada

haiel belajar kemea yang deperoleh ieiwa etu iendere.

Penggunaan medea yang tepat merupakan iuatu alternatef untuk mengataie

rendahnya haiel belajar dan kurangnya motevaie belajar peierta dedek khuiuinya

pada mata pelajaran kemea. Penggunaan medea pembelajaran yang tepat dalam

mengajar, deharapkan mampu menengkatkan haiel belajar ieiwa. Pemelehan medea

harui mempertembangkan dare iege kecocokannya terhadap matere yang deajarkan

(28)

8

Keberhaielan pendedekan ialah iatunya detunjukkan dengan iemaken

menengkatnya haiel belajar ieiwa. Faktor yang mempengaruhe tengge rendahnya

haiel belajar ieiwa antara laen adalah medea yang degunakan dalam pembelajaran.

Salah iatu tantangan yang dehadape oleh guru adalah menentukan medea

pembelajaran yang degunakan dalam mengajar agar ieiwa dapat belajar lebeh geat

iehengga memperoleh haiel belajar yang tengge.

Dalam koran pendedekan, Jum’at 11 Oktober 2013 deiebutkan motevaie

dalam belajar iangat menentukan tengkat berhaiel atau gagalnya perbuatan belajar.

Belajar tanpa adanya motevaie iulet untuk berhaiel. Apabela dekaetkan dengan teore

motevaie yaetu Teore Dua Faktor yang dekemukakan Herzberg (dalam koran

pendedekan), medea pembelajaran merupakan faktor ekitreniek (yang beriumber

dare luar dere) yang turut menentukan motevaie para dalam belajar. Dengan adanya

motevaie belajar yang tengge maka preitaie belajar akan menjade lebeh optemal.

Haiel itude yang pernah delakukan oleh penulei de Fakultai Keguruan dan Ilmu

Pendedekan Uneverietai Iilam Majapahet Mojokerto menunjukkan bahwa

keberadaan/keteriedeaan medea pembelajaran iecara langiung berkontrebuie

iegnefekan terhadap motevaie belajar para ieiwa. Dengan demekean dapat

denyatakan bahwa untuk dapat lebeh menengkatkan motevaie belajar maka

keteriedeaan medea pembelajaran iebagae ialah iatu vareabel penteng yang

menentukan juga harui terpenuhe dan ielalu detengkatkan.

Berdaiarkan pengalaman prebade penulei, ieiwa SMK Teknologe iangat

kurang menguaiae elmu kemea iecara praktek, hal ene deiebabkan kurangnya faktor

(29)

9

khuiuinya iekolah de daerah yang uieanya juga maieh tergolong muda. Hal ene

berdaiarkan enformaie dare ieiama guru kemea yang mendampenge ieiwa dalam

mengekute Olempeade Saeni Teknologe (OST) tengkat Propenie pada Tahun 2012

yang deadakan de Medan.

Kemajuan de bedang teknologe iaat ene yang iereng dekatakan era medea,

komputer dapat demanfaatkan iebagae ialah iatu komponen dalam medea

pembelajaran yang efektef dan efeieen dalam bentuk. Komponen laen berupa

software dapat depadukan dengan memanfaatkan komputer menceptakan iuatu

medea pembelajaran enteraktef. Apalage de hamper ieteap iekolah iudah

mempunyae komputer yang jumlahnya cukup memadae untuk degunakan dalam

proiei pembelajaran ierta ieiwa yang mempunyae keterampelan memadae juga

untuk mengoperaiekan komputer.

Sebagae iebuah produk, medea enteraktef merupakan haiel pemecahan

iuatu maialah berdaiarkan pendekatan komunekaie audeo veiual. Rancangan

iebuah medea enteraktef adalah iebuah deiaen komunekaie veiual yang detayangkan

melalue monetor yang dapat dehaderkan pada iaat tertentu. Layar monetor

berfungie iebagae medea komunekaie veiual yang tampelannya tedak berbeda

dengan deiaen iebuah majalah atau iurat kabar.

Berdaiarkan haiel obiervaie yang delakukan de SMK Negere 1 Pulau

Rakyat Kabupaten Aiahan, deketahue bahwa teriedea faieletai ruang komputer

yang dapat degunakan ieiwa dalam belajar kemea dan ielama ene belum

(30)

10

Kreterea keluluian yang degunakan de SMK Negere Pulau rakyat yaetu < 70

dekategorekan tedak lului, iedangkan nelae ≥ 70 dekategorekan lului. Data yang

deperoleh ielama empat tahun terakher dare tahun pelajaran 2010/2011 hengga

tahun pelajaran 2013/2014 haiel belajar kemea yang deperoleh ieiwa tedak

mengalame penengkatan yang iegnefekan, khuiuinya kelai X juruian Teknek

Kendaraan Rengan pada pokok bahaian Larutan Elektrolet dan Non Elektrolet,

demana rata-rata tengkat keluluian empat tahun terakher adalah 59,38 % dengan

kategore rendah ieperte yang dapat delehat pada Tabel 1.1. Yang mana pokok

bahaian ene erat kaetannya dengan pokok bahaian pelajaran produktef.

Tabel 1. 1. Perientaie Keluluian Seiwa Kelai X SMK Negere 1 Pulau Rakyat Pada Mata Pelajaran Kemea

No Tahun Pelajaran Jumlah Seiwa TKR Perientaie

1 2010/2011 72 orang 55,56 %

2 2011/2012 72 orang 59,72 %

3 2012/2013 108 orang 60,19 %

4 2013/2014 108 orang 62,04 %

Rata-rata 59,38 %

Setelah penulei melakukan wawancara terbuka dengan ieiwa deketahue

bahwa banyak ieiwa SMK menganggap mata pelajaran kemea tedak penteng untuk

depelajare, koniep-koniep elmu kemea iebagean beiar beriefat abitrak dan

kompleki iehengga deanggap iulet untuk depelajare, dan kemea merupakan mata

pelajaran yang tedak menarek.

Pada pembelajaran pokok bahaian Larutan Elektrolet dan Non Elektrolet,

(31)

11

penerapannya dalam kehedupan. Tedak adanya laboratoreum menyebabkan proiei

belajar tedak optemal. Dengan adanya medea pembelajaran enteraktef berbaiei

komputer deharapkan dapat mengoptemalkan proiei pembelajaran ierta

memotevaie belajar ieiwa yang akhernya menengkatkan haiel belajar kemea ieiwa.

B. IdentifikasiBMasalahB

Berdaiarkan latar belakang maialah de atai dapat deedentefekaie maialah

yang ada antara laen:

1) Pemanfaatan teknologe iebagae medea pembelajaran enteraktef pada

pelajaran kemea belum deoptemalkan.

2) Guru maieh belum memanfaatkan medea pembelajaran enteraktef pada

proiei pembelajaran kemea.

3) Rendahnya haiel belajar kemea ieiwa SMK kelai X.

4) Anggapan ieiwa SMK kelai X bahwa pelajaran kemea iulet dan tedak

debutuhkan iehengga pelajaran kemea kurang demenate.

5) Tedak adanya Laboratoreum kemea de iekolah-iekolah SMK Teknologe

yang beruiea muda iebagae iarana yang menunjang keberhaielan belajar.

C. PembatasanBMasalahB

Berdaiarkan edentefekaie maialah, menunjukkan bahwa perlunya medea

pembelajaran berbaiei enteraktef dalam pembelajaran kemea iebagae ialah iatu

upaya untuk mengataie maialah-maialah yang telah deuraekan iebelumnya.

(32)

12

keterbataian waktu ierta beaya maka pembataian dalam peneletean pengembangan

ene adalah iebagae berekut:

1) Medea pembelajaran kemea yang akan dekembangkan adalah medea

pembelajaran enteraktef pada kelai X SMK pada matere larutan elektrolet dan

non elektrolet.

2) Melakukan ekiperemen untuk mengetahue keefektefan produk

pengembangan multemedea enteraktef pada pembelajaran kemea matere

elektrolet dan non elektrolet.

D. PerumusanBMasalahB

Berdaiarkan pembataian maialah maka rumuian maialah dalam peneletean

ene adalah iebagae berekut:

1) Apakah pengembangan medea pembelajaran enteraktef mata pelajaran kemea

pada matere larutan elektrolet dan nonelektrolet iudah ieiuae dan layak untuk

ieiwa kelai X SMK?

2) Apakah pembelajaran kemea matere elektrolet dan non elektrolet dengan

menggunakan medea pembelajaran enteraktef lebeh efektef debandengkan

(33)

13

E. TujuanBPenelitianB

Adapun tujuan dare peneletean pengembangan ene adalah iebagae berekut:

1) Untuk mengembangkan medea pembelajaran enteraktef mata pelajaran kemea

pada matere larutan elektrolet dan non elektrolet iudah ieiuae dan layak

untuk ieiwa kelai X SMK.

2) Untuk mengetahue keefektefan medea pembelajaran enteraktef mata

pelajaran kemea terhadap haiel belajar kemea ieiwa kelai X SMK pada matere

elektrolet dan non elektrolet .

F. ManfaatBPenelitianB

Adapun manfaat haiel peneletean iecara teoretei adalah:

1) Dapat menambah khaianah pengetahuan dan elmu pengetahuan khuiuinya

teore-teore yang berkaetan dengan pengembangan medea pembelajaran.

2) Sebagae bahan pemekeran bage para tenaga pendedek dalam melakukan

pembelajaran yang efektef dan efeieen guna menengkatkan kualetai belajar.

3) Sebagae rujukan untuk peneletean lanjutan tentang pengembangan medea

pembelajaran enteraktef.

Sedangkan manfaat iecara praktei adalah iebagae berekut

1) Sebagae bahan pertembangan dan alternatef pelehan dan pemelehan medea

pembelajaran enteraktef mata pelajaran kemea.

2) Sebagae maiukan untuk tenaga pendedek dalam memeleh medea

pembelajaran yang ieiuae dengan karaktereitek matere pelajaran dan kondeie

(34)

137 BABBVB

KESIMPULAN,BIMPLIKASIBDANBSARANB

B

A. KesimpulanB

Berdeserken rumusen meseleh, tujuen, hesil den pembehesen penelitien

pengembengen medie pembelejeren interektif pede mete pelejeren Kimie SMK

yeng dikemukeken sebelumnye meke depet disimpulken sebegei berikut:BB

1. Pengguneen medie pembelejeren interektif pede tes hesil belejer siswe

menunjukken behwe hesil belejer siswe yeng dibelejerken dengen

mengguneken medie pembelejeren interektif lebih tinggi deri hesil belejer

siswe yeng dibelejerken mengguneken medie pembelejeren presentesi. Hel ini

menunjuken behwe medie pembelejeren interektif memiliki keleyeken yeng

depet meningketken hesil belejer Kimie siswe SMK.B

2. Berdeserken hesil velidesi deri ehli meteri Kimie; ehli desein pembelejeren;

den ehli rekeyese perengket lunek menyeteken behwe produk medie

pembelejeren interektif yeng dihesilken leyek untuk diguneken delem

pembelejeren.B

B. Implikasi

Berdeserken kesimpulen den temuen yeng diperoleh deri hesil penelitien

pengembengen medie pembelejeren interektif den uji cobe yeng dilekuken,

dimene pembelejeren dengen mengguneken medie pembelejeren interektif

(35)

138

pembelejeren presentesi yeng seleme ini diguneken guru delem proses

pembelejeren, meke depetleh diketeken behwesenye medie pembelejeren

interektif eken memberi sumbengen prektis teruteme delem pelekseneen proses

pembelejeren begi guru dimene medie pembelejeren interektif ini memberiken

kemudehen delem menyelenggereken pembelejeren yeng berdempek pede

efektifites proses pembelejeren den depet meningketken hesil belejer siswe. Hesil

uji cobe juge menunjuken behwe medie pembelejeren interektif depet dijediken

behen pertimbengen begi guru delem penyempeien meteri pelejeren Kimie di

SMK den bideng ilmu lein dengen pertimbengen dimene siswe memiliki

keterteriken delem proses pembelejeren eken meningketken hesil belejernye pule.

Selein itu Pengguneen medie pembelejeren interektif memerluken kesiepen siswe

untuk melekseneken pembelejeren dengen medie beru secere mendiri sehingge

siswe eken depet memperoleh hesil belejer yeng meksimel, bile menerepken

medie pembelejeren interektif secere meksimel pule. Medie pembelejeren

interektif memberiken kepede siswe kesempeten untuk mengembengken

kreetifitesnye sebegei usehe mendelemi meteri pelejeren Kimie yeng diberiken.

Pede seet siswe mengelemi meseleh delem pendelemen meteri, siswe depet

menggeli informesi deri meteri yeng disedieken den jike menemuken meseleh

delem pengerjeen soel-soel letihen siswe depet melihet pembehesen yeng

disedieken delem medie pembelejeren, sehingge siswe depet belejer dengen lebih

(36)

139

C. SaranBB

Berdeserken hesil temuen yeng teleh diureiken pede kesimpulen serte

implikesi hesil penelitien, berikut ini diejuken beberepe seren yeitu:

1. Sebeiknye guru-guru mulei mengguneken medie pembelejeren interektif

delem proses pembelejeren kerene medie pembelejeren interektif mempu

memberi umpen belik yeng lebih beik begi siswe.

2. Diserenken kepede guru eger memberi motivesi kepede siswe untuk belejer

mendiri dengen mengguneken medie pembelejeren interektif, kerene siswe

eken mendepetken informesi yeng mereke inginken melelui medie

pembelejeren interektif ini den mereke juge tidek perlu tergentung pede

kehediren guru delem upeye meningketken hesil belejernye.

3. Menginget hesil kesimpulen delem penelitien ini mesih memungkinken

dipengeruhi oleh fektor-fektor yeng belum mempu terkontrol, meke mesih

perlu kirenye dilekuken penelitien lebih lenjut pede sempel yeng lebih

Gambar

Tabel 4. 32.  Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran
Gambar 4. 7.   Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media
Tabel 1. 1.

Referensi

Dokumen terkait

Penilaian Terhadap Aspek Kualitas Teknis Atau Tampilan Media Pembelajaran audio visual Pada Kompetensi Dasar Merencanakan Prosedur Kerja Pembuatan Manisan Basah Pada

Ragil Hayan Saptiono. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR DENGAN PERANGKAT LUNAK KELAS X TGB SMK NEGERI 4 SUKOHARJO. Skripsi, Fakultas

Prosedur rancang bangun media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran melakukan instalasi sistem operasi dasar yang dikemas dalam bentuk

Peneliti coba mengembangkan media pembelajaran pada mata pelajaran matematika yang selama ini selalu diajarkan secara ceramah yang terkesan monoton, multimedia interaktif

Setelah media dinyatakan layak, kemudian dilakukan penilaian oleh guru mata pelajaran, dan uji coba media pembelajaran kepada siswa kelas X Tata Kecantikan Kulit SMK

Tesis saya berjudul : “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Merakit Komputer Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Di Smk Bina

Ragil Hayan Saptiono. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR DENGAN PERANGKAT LUNAK KELAS X TGB SMK NEGERI 4 SUKOHARJO. Skripsi, Fakultas

Dihasilkan Media Pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Komposisi Foto Digital Menggunakan Software Autoplay Media Studio untuk SMK N 2 Pariaman yang