PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI SMK TEKNOLOGI
TESIS
Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan
Program Studi Teknologi Pendidikan
OLEH:
ISMA HARLIANA NIM. 8126122023
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
i ABSTRAK
ISMA HARLIANA, Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Kimia. Tesis: Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, 2016. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan media pembelajaran interaktif yang layak digunakan, mudah dipelajari dan dapat dipakai untuk pembelajaran individual, (2) Untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran interaktif yang dikembangkan pada mata pelajaran Kimia. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan produk Borg dan Gall yang dipadu dengan model pengembangan pembelajaran Dick and Carey. Model pengembangan produk pembelajaran ini merupakan model yang disusun secara terprogram dengan urutan yang sistematis dan memenuhi karakteristik siswa menengah dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan; (1) uji ahli materi pelajaran Kimia termasuk dalam kategori sangat layak (89,83%), (2) uji ahli desain pembelajaran dalam penilaian dengan kategori sangat layak (84,38%), (3) uji ahli rekayasa perangkat lunak berada pada kategori sangat layak (88,15%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat layak (92,92%), uji coba kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat layak (95,00%), uji coba lapangan berada pada kualifikasi sangat layak (95,46%).
ii ABSTRACT
ISMA HARLIANA, Development of Interactive Instructional Media in Chemistry. Thesis: Educational Technology Department, The State University of Medan of Postgraduate Studies, 2016.
This research aimes to: (1) Develop a good interactive instructional media to use, easy to be learnt, and can be used for individual learning, (2) examine of effectiveness of the interactive multimedia in Chemistry. This type of research uses a product development model by Borg and Gall which is combined with the model of instructional development by Dick and Carey. This learning product development model is a model with pre-arranged in a systematic order and meet the characteristics of elementary students’ age in learning. The results showed:(1) the quality of the developed instructional media viewed from the expert in Chemistry is excellent (89.83%), (2) the quality viewed from the expert in instructional design is excellent (84.38%), (3) the quality viewed from the expert in media product excellent (88.15%), (4) the one-to-one try out, from the observation of the three students, indicates that the product is excellent (92.92%), the small group try-out, from the observation of nine students, indicates that the product is excellent (95.00%), and the large group try out, from the observation of the forty five students, indicates that the product is excellent (95.46%).
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis telah panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Yang
Maha Esa, sang Pencipta alam semesta, manusia, dan kehidupan beserta seperangkat aturan-Nya, karena berkat limpahan rahmat, taufiq, hidayah serta
inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul
“Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Kimia
gi SMK Teknologi” yang sederhanaini dapat terselesaikan.
Maksud dan tujuan dari penulisan tesis ini tidak lain adalah sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar Magister Pendidikan (M.Pd) pada
Program studi Teknologi Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan. Dalam menyelesaikan tesis ini penulis banyak menerima dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, maka dari itu tidak berlebihan rasanya jika pada
kesempatan ini penulis mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah
membantu demi penyelesaian tesis ini.
Ungkapan terima kasih dan penghargaan ini disampaikan kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid K, M.Pd sebagai pembimbing I dan
kepada Bapak Dr. R. Mursid, M.Pd sebagai pembimbing II yang dengan penuh kesabaran dan ketulusannya memberikan masukan dan arahan serta motivasi yang
iv
Penulis juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga kepada:
1. Rektor Universitas Negeri Medan beserta para pejabat di jajaran Civitas
Akademika Universitas.
2. Direktur Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan beserta para Asisten
Direkturn, Ketua dan Sekretaris serta dosen pengajar Program Studi Teknologi Pendidikan yang banyak memberikan bantuan untuk kelancaran studi selama mengikuti perkuliahan hingga selesai di program pasca sarjana Universitas
Negeri Medan.
3. Dosen narasumber yakni Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd, Prof. Dr. Harun
Sitompul, M.Pd, dan Dr. Zainuddin Muchtar, M.Si yang dengan keluasan dan kedalaman ilmunya masing-masing telah banyak memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi penyelesaian tesis ini.
4. Keluarga tercinta terkhusus Ibunda Dahlia yang senantiasa mendo’akan dan memberikan motivasi kepada penulis selama perkuliahan dan penyelesaian
tesis ini.
5. Rekan-rekan mahasiswa kelas TP B-2 yang telah bersama-sama berbagi suka dan duka selama perkuliahan, jalinan kasih sayang dan kekompakan yang
dibangun dikelas menjadi motivasi tersendiri bagi penulis.
6. Kepala Sekolah, para staf, guru-guru dan siswa-siswa SMK Negeri 1 Pulau
Rakyat Kabupaten Asahan yang telah membantu dalam penyelesaian tesis ini. 7. Guru-guru Kimia SMK di Kabupaten Asahan yang telah meluangkan waktu
v
Demikian pengantar yang dapat penulis sampaikan dimana penulis pun sadar bawasannya penulis hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya milik Tuhan Azza
Wa’jala hingga dalam penulisan dan penyusununnya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa
penulis nanti dalam upaya evaluasi diri.
Akhirnya penulis hanya bisa berharap, bahwa dibalik ketidak sempurnaan penulisan dan penyusunan tesis ini adalah ditemukan sesuatu yang dapat
memberikan manfaat atau bahkan hikmah bagi penulis, pembaca, dan bagi seluruh mahasiswa-mahasiswi PPs Unimed. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
vi DAFTAR ISI
Talaman
ABSTRAK i
ABSTRACT ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI vi
DAFTAR TABEL ix
DAFTAR GAMBAR xiv
DAFTAR LAMPIRAN xvi
BAB I. PENDATULUAN 1
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Identifikasi Masalah 11
C. Pembatasan Masalah 11
D. Perumusan Masalah 12
E. Tujuan Penelitian 13
F. Manfaat Penelitian 13
BAB II. KAJIAN TEORITIS DAN KERANGKA BERPIKIR 14
A. Kajian Teoritis 14
1. Hakikat Belajar dan Pembelajaran Kimia 14
1.1. Hakikat Belajar 14
1.2. Hakikat Pembelajaran Kimia 17 1.3. Hakikat Hasil Belajar Kimia 20
2. Hakikat Media Pembelajaran 23
vii
2.2. Multimedia Presentasi 30
2.3. Multimedia Interaktif 32
2.4. Software Pembuatan Media Pembelajaran
Interaktif 34
2.5. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif 38 2.6. Perencanaan Pengembangan Media Pembelajaran
Interaktif 48
B. Penelitian yang Relevan 57
C. Kerangka Berpikir 59
D. Hipotesis 63
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 64
A. Metode Penelitian Tahap I 64
1. Lokasi dan Waktu Penelitian 64
2. Model Pengembangan 64
3. Prosedur Pengembangan 65
4. Tahap Uji Coba Produk 67
5. Teknik Pengumpulan Data 70
6. Teknik Analisis Data 75
B. Metode Penelitian Tahap II 76
1. Lokasi dan Waktu Penelitian 76 2. Populasi dan Sampel Penelitian 76 3. Metode dan Rancangan Penelitian 76
4. Teknik Pengumpulan Data 76
viii
BAB IV. TASIL PENELITIAN DAN PEMBETASAN 80
A. Hasil Penelitian Pengembangan Produk 80
1. Deskripsi Produk Awal 80
2. Deskripsi Data Hasil Uji Coba 85
3. Analisis Data 111
4. Revisi Produk 122
B. Hasil Penelitian Uji Efektifitas Produk 124
1. Deskripsi Data Penelitian 123
2. Pengujian Persyaratan Analisis 127
3. Pengujian Hipotesis 128
C. Pembahasan Hasil Penelitian 131
D. Keterbatasan Penelitian 135
BAB V. KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 137
A. Kesimpulan 137
B. Implikasi 139
C. Saran 138
DAFTAR PUSTAKA 140
ix
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1. 1. Persentase Kelulusan Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pulau
Rakyat Pada Mata Pelajaran Kimia 10
Tabel 3. 1. Kisi-kisi Instrumen Tentang Kualitas Materi Pembelajaran, Sistem Penyampaian Pembelajaran dan Kualitas Strategi
Pembelajaran Untuk Ahli Materi 72
Tabel 3. 2. Kisi-kisi Instrumen Tentang Kualitas Desain Informasi,
Desain Interaksi dan Desain Presentasi 73
Tabel 3. 3. Kisi-kisi Instrumen Tentang Kualitas Rekayasa Perangkat
Lunak Untuk Ahli Perangkat Lunak 74
Tabel 3. 4. Kisi-kisi Instrumen Tentang Kualitas Materi Pembelajaran
Dan Kualitas Teknis/Tampilan Untuk Guru dan Peserta Didik 74
Tabel 3. 5. Kriteria Efektifitas Media Interaktif 75
Tabel 3. 6. Kisi-kisi Instrumen Tes Hasil Belajar Kimia 77
Tabel 4. 1. Data Analisis Kebutuhan 81
Tabel 4. 2. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli
Materi Tentang Kualitas Materi Pembelajaran (Skala 1-5) 86
Tabel 4. 3. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli
Materi Tentang Kualitas Strategi Pembelajaran (Skala 1-5) 87
Tabel 4. 4. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Materi Tentang Kualitas Sistem Penyampain Pembelajaran
(Skala 1-5) 88
Tabel 4. 5. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Materi Terhadap
Kualitas Materi Pembelajaran 88
Tabel 4. 6. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Materi Terhadap
Kualitas Strategi Pembelajaran 89
Tabel 4. 7. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Materi Terhadap
x
Tabel 4. 8. Ikhtisar Data Hasil Kajian Terhadap Media Pembelajaran
Interaktif Mata Pelajaran Kimia Oleh Ahli Materi 90
Tabel 4. 9. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Desain Pembelajaran Terhadap Desain Kualitas
Pembelajaran (Skala 1-5) 91
Tabel 4. 10. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Desain Pembelajaran Tentang Aspek Kualitas Desain
Interaksi (Skala 1-5) 92
Tabel 4. 11. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Desain Pembelajaran Terhadap Kualitas Desain
Interaksi (Skala 1-5) 93
Tabel 4. 12. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Desain Pembelajaran Terhadap Kualitas Presentasi
(Skala 1-5) 93
Tabel 4. 13. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Desain Pembelajaran Terhadap Kualitas Desain Pembelajaran 94
Tabel 4. 14. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Desain Pembelajaran
Terhadap Kualitas Desain Informasi 94
Tabel 4. 15. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Desain Pembelajaran
Terhadap Kualitas Interaksi 95
Tabel 4. 16. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Desain Pembelajaran
Terhadap Kualitas Presentasi 95
Tabel 4. 17. Ikhtisar Data Hasil Kajian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Oleh Ahli Desain
Pembelajaran 96
Tabel 4. 18. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Rekayasa Perangkat Lunak Terhadap Pemprograman
(Skala 1-5) 97
Tabel 4. 19. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Oleh Ahli Desain Pembelajaran Terhadap Kualitas Teknis Atau
Tampilan (Skala 1-5) 98
Tabel 4. 20. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Rekayasa Perangkat
xi
Tabel 4. 21. Tingkat Kecenderungan Penilaian Ahli Rekayasa Perangkat
Lunak Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan 99
Tabel 4. 22. Ikhtisar Data Hasil Kajian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Oleh Ahli Rekayasa
Perangkat Lunak 100
Tabel 4. 23. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Perorangan Di SMK Negeri 1 Pulau
Rakyat Terhadap Kualitas Materi Pembelajaran 101
Tabel 4. 24. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Perorangan Di SMK Negeri 1 Pulau
Rakyat Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan 101
Tabel 4. 25. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Terhadap Kualitas Materi Pembelajaran Pada Uji Coba Perorangan Di SMK
Negeri 1 Pulau Rakyat 102
Tabel 4. 26. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan
Pada Uji Coba Perorangan Di SMK Negeri 1 Pulau Rakyat 102
Tabel 4. 27. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Kelompok Kecil Di SMK Negeri 1 Pulau Rakyat Terhadap Kualitas Materi Pembelajaran 104
Tabel 4. 28. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Kelompok Kecil Di SMK Negeri 1 Pulau Rakyat Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan 104
Tabel 4. 29. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran KimiaTerhadap Kualitas Materi Pembelajaran Pada Uji Coba Kelompok
Kecil Di SMK Negeri 1 Pulau Rakyat 105
Tabel 4. 30. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran KimiaTerhadap Kualitas Teknis/Tampilan Pada Uji Coba Kelompok
Kecil Di SMK Negeri 1 Pulau Rakyat 105
Tabel 4. 31. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Lapangan Untuk Siswa SMK Negeri 1
xii
Tabel 4. 32. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Lapangan Untuk Siswa SMK Negeri 1
Pulau Rakyat Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan 107
Tabel 4. 33. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran KimiaTerhadap Kualitas Materi Pembelajaran Pada Uji Coba Lapangan
Untuk Siswa SMK Negeri 1 Pulau Rakyat 107
Tabel 4. 34. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran KimiaTerhadap Kualitas Teknis/Tampilan Pada Uji Coba Lapangan Untuk
Siswa SMK Negeri 1 Pulau Rakyat 108
Tabel 4. 35. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Lapangan Untuk Guru SMK Di
Kabupaten Asahan Terhadap Kualitas Materi Pembelajaran 108
Tabel 4. 36. Skor Penilaian Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Lapangan Untuk Guru SMK Di
Kabupaten Asahan Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan 109
Tabel 4. 37. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Terhadap Kualitas Materi Pembelajaran Pada Uji Coba Lapangan
Untuk Guru SMK Di Kabupaten Asahan 110
Tabel 4. 38. Tingkat Kecenderungan Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Terhadap Kualitas Teknis/Tampilan Pada Uji Coba Lapangan Untuk
Guru SMK Di Kabupaten Asahan 110
Tabel 4. 39. Ikhtisar Data Hasil Kajian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji Coba Lapangan
Untuk Guru SMK Di Kabupaten Asahan 111
Tabel 4. 40. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK
Oleh Ahli Materi 112
Tabel 4. 41. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK
xiii
Tabel 4. 42. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK
Oleh Ahli Rekayasa Perangkat Lunak 116
Tabel 4. 43. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK Pada
Uji Coba Perorangan 117
Tabel 4. 44. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK Pada
Uji Coba Kelompok Kecil 119
Tabel 4. 45. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji
Coba Lapangan Untuk Siswa SMK Negeri 1 Pulau Rakyat 120
Tabel 4. 46. Persentase Rata-rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia Pada Uji
Lapangan Untuk Guru SMK Di Kabupaten Asahan 121
Tabel 4. 47. Data Hasil Revisi Tahap I 122
Tabel 4. 48. Data Hasil Revisi Tahap IV 123
Tabel 4. 49. Frekuensi Nilai Hasil Belajar Kimia Siswa SMK Yang
Dibelajarkan Menggunakan Media Pembelajaran Interaktif 124
Tabel 4. 50. Frekuensi Nilai Hasil Belajar Kimia Siswa Yang Dibelajarkan
Menggunakan Media Pembelajaran Presentasi 126
Tabel 4. 51. Uji Normalitas Data Hasil Belajar Kimia Siswa 127
Tabel 4. 52. Uji Homogenitas Data Hasil Belajar Kimia Siswa 128
Tabel 4. 53. Rangkuman Persentase Rata-Rata Hasil Penilaian Terhadap Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia pada
xiv
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2. 1. Defenisi Teknologi PendidikanePembelajaran
Seels dan Richei 39
Gambar 2. 2. Prosedur Pengembangan Borg & Gall 41
Gambar 2. 3. Model Pengembangan Desain Instructional Dick & Carei 44
Gambar 2. 4. Prosedur Pengembangan Media 49
Gambar 2. 5. Hubungan Antara Tujuan, Materi, dan Alat 54
Gambar 2. 6. Posedur Pengembangan Naskah 55
Gambar 3. 1. Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis
Interaktif Perpaduan Model Borg & Gall dan Dick & Carei 66
Gambar 4. 1. Tahap-tahap Uji Coba Produk Pengembangan Media
Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Kimia 84
Gambar 4. 2. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK
Oleh Ahli Materi 113
Gambar 4. 3. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK
Oleh Ahli Desain Pemebelajaran 115
Gambar 4. 4. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK
Oleh Ahli Rekaiasa Perangkat Lunak 117
Gambar 4. 5. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK
Pada Uji Perorangan Di SMK Negeri 1 Pulau Rakiat 118
Gambar 4. 6. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK Pada Uji Coba Kelompok Kecil Di SMK Negeri 1
xv
Gambar 4. 7. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK Pada Uji Coba Lapangan Untuk Siswa SMK Negeri 1
Pulau Rakiat 120
Gambar 4. 8. Diagram Batang Perolehan Skor Empiris Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Kimia SMK Pada Uji Coba Lapangan Untuk Guru SMK Di
Kabupaten Asahan 121
Gambar 4. 9. Histogram Hasil Belajar Kimia Siswa SMK iang
Dibelajarkan Dengan Media Pembelajaran Interaktif 125
Gambar 4. 10. Histogram Hasil Belajar Kimia Siswa SMK iang
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Silabus 144
Lampiran 2. RPP 148
Lampiran 3. Intrumen Tes Hasil Belajar Kimia 157
Lampiran 4. Rekapitulasi Skor 167
Lampiran 5. Instrumen Non Tes (Angket) 171
Lampiran 6. Presentasi Hasil Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran
Interaktif 191
Lampiran 7. Flowchart Media Pembelajaran Interaktif 193
Lampiran 8. Storyboard Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran
Kimia 196
1 BABBIB
PENDAHULUANB
B
A. LatarBBelakangBMasalahB
Pendedekan adalah iuatu proiei dalam rangka mempengaruhe ieiwa agar
dapat menyeiuaekan dere iebaek mungken terhadap lengkungannya iehengga dapat
menembulkan perubahan dalam derenya yang memungkenkan derenya untuk
berfungie iecara kuat dalam kehedupan bermaiyarakat. Pendedekan juga
merupakan ialah iatu iarana untuk menengkatkan kecerdaian dan keterampelan
manuiea iehengga kualetai iumber daya manuiea iangat tergantung dare kualetai
pendedekan. Kualetai pendedekan tergantung oleh banyak faktor, beberapa
deantaranya kurekulum, itratege pembelajaran, model pembelajaran, metode
pembelajaran dan medea pembelajaran.
Pembangunan bedang pendedekan memeleke peranan yang mendaiar dalam
proiei pengembangan iumber daya manuiea yang multedemenieonal. Salah iatu
tema pokok kebejakan pembangunan adalah penengkatan mutu pendedekan
(Hamed, 2009: 1). Berbagae upaya telah delakukan pemerentah untuk
menengkatkan mutu pendedekan de Indoneiea, ieperte pembaharuan kurekulum
dalam pengajaran. Namun untuk mengemplementaiekan kurekulum teriebut
debutuhkan iuatu alat iebagae iarana untuk lebeh mengoptemalkan pembelajaran
yang mana dare iemua hal teriebut iangat bergantung pada medea iebagae
perantara. Seperte yang deungkapkan oleh Sademan, dkk (2010: 17), bahwa medea
2
1) Memperjelai penyajean peian agar tedak terlalu beriefat verbaleitei.
2) Mengataie keterbataian ruang, waktu dan daya endra.
3) Dengan menggunakan medea pendedekan iecara tepat dan bervareaie dapat
deataie iekap paief anak dedek.
Pada abad 21 ene terjade iuatu keadaan yang iereng deiebut era globaleiaie
yang detandae oleh banyaknya perubahan pada iemua aipek kehedupan. Saat ene
dan de maia mendatang pengaruh era globaleiaie akan iemaken teraia terutama
dengan iemaken banyaknya ialuran enformaie yang teriedea ieperte; komputer dan
enternet. Dampak era globaleiaie ene membawa dampak kemajuan teknologe
enformaie poietef bage kemajuan dunea pendedekan dewaia ene. Khuiunya teknologe
komputer yang memberekan banyak tawaran dan pelehan bage dunea pendedekan
untuk menunjang proiei pembelajaran.
Pembelajaran pada daiarnya merupakan proiei komunekaie yang
melebatkan guru iebagae ialah iatu iumber enformaie kepada penerema enformaie
yaetu ieiwa, artenya bagaemana iemua komponen pembelajaran dapat deproiei
ieiwa dengan baek. Ada empat komponen pembelajaran yang ieharuinya decapae
yaetu menitruktureiaie kerangka belajar, memfaieletaie perhatean pembelajar,
memfaieletaie pengkodean enformaie, dan mengajare ieiwa itratege mengkonitrukie
makna (Gredler, 2011: 248). Ada kalanya enformaie yang akan deiampaekan tedak
deterema dengan baek yaetu empat komponen pembelajaran tedak tercapae ieiwa,
oleh karena etu untuk mengoptemalkan iampaenya enformaie iecara benar dan utuh
3
Menurut Sanjaya (2008: 1), proiei pelakianaan mengajar yang delakukan
guru dalam pengelolaan kelai yang menjade tanggung jawabnya, yang
depengaruhe oleh motevaie dan pandangannya tentang koniep mengajar iehengga
menjade gaya dalam melakianakan komunekaie dan enterakie belajar mengajar.
Sehengga medea derancang dan demanfaatkan bukan iekedar untuk menyajekan
matere pelajaran, akan tetape untuk mempermudah guru dalam penyampaean
matere pelajaran yang dapat merangiang ieiwa beraktevetai melakukan berbagae
kegeatan untuk memperoleh pengalaman ieiuae dengan tujuan pembelajaran.
Salah iatu pemanfaatan teknologe enformaie dan komunekaie dalam dunea
pendedekan adalah penggunaan medea pembelajaran enteraktef berbaiei komputer
multemedea.
Haiel penyebaran angket terhadap reiponden guru kemea yang deambel
iecara random mewakele daerah kabupaten Aiahan yang berjumlah 6 orang, tega
dare SMK Negere dan tega dare SMK Swaita menunjukkan bahwa 100%
guru-guru kemea membutuhkan medea pembelajaran enteraktef dalam proiei
pembelajaran kemea. Demekean haiel wawancara terbuka menunjukkan bahwa
maieh banyak guru-guru kemea yang membutuhkan medea pembelajaran enteraktef
dalam proiei pembeajaran kemea.
Dalam Treanto (2010: 5), Depdeknai mengatakan bahwa kenyataan de
lapangan ieiwa hanya menghapal koniep dan kurang mampu menggunakan
koniep teriebut jeka menemue maialah dalam kehedupan nyata yang berhubungan
dengan koniep yang demeleke. Lebeh jauh lage, bahkan ieiwa kurang mampu
4
pembelajaran dan pengajaran yang iereng membuat kecewa, apabela dekaetkan
dengan pemahaman ieiwa terhadap matere ajar. Walaupun demekean, deiadare
bahwa ada ieiwa yang mampu memeleke tengkat hafalan yang baek terhadap matere
yang deteremanya, namun kenyataannya mereka iereng kurang memahame dan
mengerte iecara mendalam pengetahuan yang beriefat mendalam teriebut. Jade
kondeie delapangan menunjukkan bahwa ada kendala guru dalam memperieapkan
medea pembelajaran yang efektef iehengga ieiwa dapat mengataie keiuletan belajar
dalam memahame kemea.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaetan dengan cara mencare tahu tentang
gejala alam iecara ieitematei, iehengga IPA bukan hanya penguaiaan kumpulan
pengetahuan yang berupa fakta-fakta, koniep-koniep, atau preniep-preniep iaja
tetape juga merupakan iuatu proiei penemuan. Pendedekan IPA deharapkan dapat
menjade wahana bage peierta dedek untuk mempelajare dere iendere dan alam
ieketar, ierta proipek pengembangan lebeh lanjut dalam menerapkannya dalam
kehedupan iehare-hare. Proiei pembelajarannya menekankan pada pemberean
pengalaman langiung untuk mengembangkan kompetenie agar peierta dedek
mampu menjelajahe dan memahame alam ieketar iecara elmeah. Pendedekan IPA
dearahkan untuk mencare tahu dan berbuat iehengga dapat membantu peierta dedek
untuk memperoleh pemahaman yang lebeh mendalam tentang alam ieketar.
Kemea merupakan elmu yang termaiuk rumpun IPA, oleh karenanya kemea
mempunyae karaktereitek iama dengan IPA. Karaktereitek teriebut adalah objek
elmu kemea, cara memperoleh, ierta kegunaannya. Kemea merupakan elmu yang
5
namun pada perkembangan ielanjutnya kemea juga deperoleh dan dekembangkan
berdaiarkan teore (deduktef). Kemea adalah elmu yang mencare jawaban atai
pertanyaan apa, mengapa, dan bagaemana gejala-gejala alam yang berkaetan
dengan kompoieie, itruktur dan iefat, perubahan, denameka, dan energeteka zat.
Kemea mempelajare gejala alam, khuiuinya tentang itruktur, iuiunan, iefat,
dan perubahan matere, ierta energe yang menyertae perubahan matere. Pembahaian
tentang itruktur matere mencakup itruktur partekel penyuiun matere, yaetu atom,
molekul, eon, dan bagaemana partekel-partekel penyuiun matere yang iangat kecel
etu bergabung iatu iama laen membentuk matere yang berukuran lebeh beiar
iehengga kemungkenan dapat deamate. Pembahaian tentang iuiunan matere
mencakup komponen penyuiun matere dan perbandengan banyaknya teap
komponen dalam matere etu. Sefat matere yang dedeikrepiekan dalam kemea
mencakup iefat feiei, yaetu wujud dan tampelannya, ierta iefat kemea yang
merupakan iuatu kecenderungan, yaetu perubahan yang menembulkan matere baru.
Pembahaian tentang energe yang menyertae perubahan matere mencakup jenei dan
jumlah energe, ierta perubahan dare bentuk energe yang iatu ke bentuk yang laen.
Jeka pembelajaran yang berlangiung tedak ieiuae dengan karaktereiteknya, yaetu
mengajar hanya berdaiarkan buku atau LKS yang demeleke peierta dedek, tanpa
melehat atau menyekape adanya loncatan berpeker yang mengakebatkan urutan
berpeker kurang logei. Bahkan bagaemana haiel pembelajaran apabela ieorang guru
tedak mengajak peierta dedek untuk melakukan iuatu pengamatan/percobaan
6
Pelajaran kemea de SMK mempelajare iegala ieiuatu tentang zat yang
melepute kompoieie, itruktur dan iefat, perubahan, denameka, dan energeteka zat
yang melebatkan keterampelan dan penalaran. Ada dua hal yang berkaetan dengan
kemea yang tedak terpeiahkan, yaetu kemea iebagae produk (pengetahuan kemea
yang berupa fakta, koniep, preniep, hukum, dan teore) temuan elmuwan dan kemea
iebagae proiei (kerja elmeah). Oleh iebab etu, pembelajaran kemea dan penelaean
haiel belajar kemea harui memperhatekan karaktereitek elmu kemea iebagae proiei
dan produk. Mata pelajaran Kemea perlu deajarkan untuk tujuan yang lebeh khuiui
yaetu membekale peierta dedek pengetahuan, pemahaman dan iejumlah
kemampuan yang deperiyaratkan untuk memaiuke jenjang pendedekan yang lebeh
tengge ierta mengembangkan elmu dan teknologe. Tujuan mata pelajaran kemea
decapae oleh peierta dedek melalue berbagae pendekatan, antara laen pendekatan
enduktef dalam bentuk proiei enkuere elmeah pada tataran enkuere terbuka. Proiei
enkuere elmeah bertujuan menumbuhkan kemampuan berpeker, bekerja dan beriekap
elmeah ierta berkomunekaie iebagae ialah iatu aipek penteng kecakapan hedup.
Oleh karena etu pembelajaran kemea menekankan pada pemberean pengalaman
belajar iecara langiung melalue penggunaan dan pengembangan keterampelan
proiei dan iekap elmeah.
Menurut peraturan Mentere Pendedekan Naieonal RI No. 22 tahun 2006,
tentang Standar Iie, bahwa Standar Kompetenie dan Kompetenie Daiar mata
pelajaran Kemea tengkat SMK/MAK adalah memperieapkan kemampuan peierta
dedek de jenjang pendedekan SMK untuk dapat mengembangkan program
7
tengge. Penguaiaan mata pelajaran Kemea memudahkan peierta dedek menganaleiei
proiei-proiei kemeawe yang defungiekan untuk mendukung pembentukan
kompetenie program keahlean.
Dalam KTSP, kemea adalah adalah ialah iatu mata pelajaran adaptef yang
ada de kurekulum SMK. Pelajaran kemea de SMK deharapkan dapat menjade daiar
bage peierta dedek untuk mempelajare hal-hal yang ada de lengkungan ieketar dan
iebagae landaian dalam mengembangkan kompetenie de maieng-maieng bedang
keahlean. Selaen etu elmu Kemea mempunyae peranan penteng terhadap elmu-elmu
laen ieperte pertanean, keiehatan, perekanan, dan kemea terapan. Oleh karena etu
kualetai pembelajaran kemea de iekolah-iekolah harui de tengkatkan.
Berdaiarkan wawancara terbuka kepada ieiwa tentang pembelajaran kemea
deperoleh bahwa rata-rata ieiwa SMK menganggap pelajaran kemea iulet depahame
dan tedak debutuhkan. Kenyataan bahwa kemea maieh deanggap iebagae iuatu mata
pelajaran yang iulet, iehengga hal ene mengurange menat ieiwa yang
mengakebatkan rendahnya motevaie belajar kemea ieiwa yang berdampak pada
haiel belajar kemea yang deperoleh ieiwa etu iendere.
Penggunaan medea yang tepat merupakan iuatu alternatef untuk mengataie
rendahnya haiel belajar dan kurangnya motevaie belajar peierta dedek khuiuinya
pada mata pelajaran kemea. Penggunaan medea pembelajaran yang tepat dalam
mengajar, deharapkan mampu menengkatkan haiel belajar ieiwa. Pemelehan medea
harui mempertembangkan dare iege kecocokannya terhadap matere yang deajarkan
8
Keberhaielan pendedekan ialah iatunya detunjukkan dengan iemaken
menengkatnya haiel belajar ieiwa. Faktor yang mempengaruhe tengge rendahnya
haiel belajar ieiwa antara laen adalah medea yang degunakan dalam pembelajaran.
Salah iatu tantangan yang dehadape oleh guru adalah menentukan medea
pembelajaran yang degunakan dalam mengajar agar ieiwa dapat belajar lebeh geat
iehengga memperoleh haiel belajar yang tengge.
Dalam koran pendedekan, Jum’at 11 Oktober 2013 deiebutkan motevaie
dalam belajar iangat menentukan tengkat berhaiel atau gagalnya perbuatan belajar.
Belajar tanpa adanya motevaie iulet untuk berhaiel. Apabela dekaetkan dengan teore
motevaie yaetu Teore Dua Faktor yang dekemukakan Herzberg (dalam koran
pendedekan), medea pembelajaran merupakan faktor ekitreniek (yang beriumber
dare luar dere) yang turut menentukan motevaie para dalam belajar. Dengan adanya
motevaie belajar yang tengge maka preitaie belajar akan menjade lebeh optemal.
Haiel itude yang pernah delakukan oleh penulei de Fakultai Keguruan dan Ilmu
Pendedekan Uneverietai Iilam Majapahet Mojokerto menunjukkan bahwa
keberadaan/keteriedeaan medea pembelajaran iecara langiung berkontrebuie
iegnefekan terhadap motevaie belajar para ieiwa. Dengan demekean dapat
denyatakan bahwa untuk dapat lebeh menengkatkan motevaie belajar maka
keteriedeaan medea pembelajaran iebagae ialah iatu vareabel penteng yang
menentukan juga harui terpenuhe dan ielalu detengkatkan.
Berdaiarkan pengalaman prebade penulei, ieiwa SMK Teknologe iangat
kurang menguaiae elmu kemea iecara praktek, hal ene deiebabkan kurangnya faktor
9
khuiuinya iekolah de daerah yang uieanya juga maieh tergolong muda. Hal ene
berdaiarkan enformaie dare ieiama guru kemea yang mendampenge ieiwa dalam
mengekute Olempeade Saeni Teknologe (OST) tengkat Propenie pada Tahun 2012
yang deadakan de Medan.
Kemajuan de bedang teknologe iaat ene yang iereng dekatakan era medea,
komputer dapat demanfaatkan iebagae ialah iatu komponen dalam medea
pembelajaran yang efektef dan efeieen dalam bentuk. Komponen laen berupa
software dapat depadukan dengan memanfaatkan komputer menceptakan iuatu
medea pembelajaran enteraktef. Apalage de hamper ieteap iekolah iudah
mempunyae komputer yang jumlahnya cukup memadae untuk degunakan dalam
proiei pembelajaran ierta ieiwa yang mempunyae keterampelan memadae juga
untuk mengoperaiekan komputer.
Sebagae iebuah produk, medea enteraktef merupakan haiel pemecahan
iuatu maialah berdaiarkan pendekatan komunekaie audeo veiual. Rancangan
iebuah medea enteraktef adalah iebuah deiaen komunekaie veiual yang detayangkan
melalue monetor yang dapat dehaderkan pada iaat tertentu. Layar monetor
berfungie iebagae medea komunekaie veiual yang tampelannya tedak berbeda
dengan deiaen iebuah majalah atau iurat kabar.
Berdaiarkan haiel obiervaie yang delakukan de SMK Negere 1 Pulau
Rakyat Kabupaten Aiahan, deketahue bahwa teriedea faieletai ruang komputer
yang dapat degunakan ieiwa dalam belajar kemea dan ielama ene belum
10
Kreterea keluluian yang degunakan de SMK Negere Pulau rakyat yaetu < 70
dekategorekan tedak lului, iedangkan nelae ≥ 70 dekategorekan lului. Data yang
deperoleh ielama empat tahun terakher dare tahun pelajaran 2010/2011 hengga
tahun pelajaran 2013/2014 haiel belajar kemea yang deperoleh ieiwa tedak
mengalame penengkatan yang iegnefekan, khuiuinya kelai X juruian Teknek
Kendaraan Rengan pada pokok bahaian Larutan Elektrolet dan Non Elektrolet,
demana rata-rata tengkat keluluian empat tahun terakher adalah 59,38 % dengan
kategore rendah ieperte yang dapat delehat pada Tabel 1.1. Yang mana pokok
bahaian ene erat kaetannya dengan pokok bahaian pelajaran produktef.
Tabel 1. 1. Perientaie Keluluian Seiwa Kelai X SMK Negere 1 Pulau Rakyat Pada Mata Pelajaran Kemea
No Tahun Pelajaran Jumlah Seiwa TKR Perientaie
1 2010/2011 72 orang 55,56 %
2 2011/2012 72 orang 59,72 %
3 2012/2013 108 orang 60,19 %
4 2013/2014 108 orang 62,04 %
Rata-rata 59,38 %
Setelah penulei melakukan wawancara terbuka dengan ieiwa deketahue
bahwa banyak ieiwa SMK menganggap mata pelajaran kemea tedak penteng untuk
depelajare, koniep-koniep elmu kemea iebagean beiar beriefat abitrak dan
kompleki iehengga deanggap iulet untuk depelajare, dan kemea merupakan mata
pelajaran yang tedak menarek.
Pada pembelajaran pokok bahaian Larutan Elektrolet dan Non Elektrolet,
11
penerapannya dalam kehedupan. Tedak adanya laboratoreum menyebabkan proiei
belajar tedak optemal. Dengan adanya medea pembelajaran enteraktef berbaiei
komputer deharapkan dapat mengoptemalkan proiei pembelajaran ierta
memotevaie belajar ieiwa yang akhernya menengkatkan haiel belajar kemea ieiwa.
B. IdentifikasiBMasalahB
Berdaiarkan latar belakang maialah de atai dapat deedentefekaie maialah
yang ada antara laen:
1) Pemanfaatan teknologe iebagae medea pembelajaran enteraktef pada
pelajaran kemea belum deoptemalkan.
2) Guru maieh belum memanfaatkan medea pembelajaran enteraktef pada
proiei pembelajaran kemea.
3) Rendahnya haiel belajar kemea ieiwa SMK kelai X.
4) Anggapan ieiwa SMK kelai X bahwa pelajaran kemea iulet dan tedak
debutuhkan iehengga pelajaran kemea kurang demenate.
5) Tedak adanya Laboratoreum kemea de iekolah-iekolah SMK Teknologe
yang beruiea muda iebagae iarana yang menunjang keberhaielan belajar.
C. PembatasanBMasalahB
Berdaiarkan edentefekaie maialah, menunjukkan bahwa perlunya medea
pembelajaran berbaiei enteraktef dalam pembelajaran kemea iebagae ialah iatu
upaya untuk mengataie maialah-maialah yang telah deuraekan iebelumnya.
12
keterbataian waktu ierta beaya maka pembataian dalam peneletean pengembangan
ene adalah iebagae berekut:
1) Medea pembelajaran kemea yang akan dekembangkan adalah medea
pembelajaran enteraktef pada kelai X SMK pada matere larutan elektrolet dan
non elektrolet.
2) Melakukan ekiperemen untuk mengetahue keefektefan produk
pengembangan multemedea enteraktef pada pembelajaran kemea matere
elektrolet dan non elektrolet.
D. PerumusanBMasalahB
Berdaiarkan pembataian maialah maka rumuian maialah dalam peneletean
ene adalah iebagae berekut:
1) Apakah pengembangan medea pembelajaran enteraktef mata pelajaran kemea
pada matere larutan elektrolet dan nonelektrolet iudah ieiuae dan layak untuk
ieiwa kelai X SMK?
2) Apakah pembelajaran kemea matere elektrolet dan non elektrolet dengan
menggunakan medea pembelajaran enteraktef lebeh efektef debandengkan
13
E. TujuanBPenelitianB
Adapun tujuan dare peneletean pengembangan ene adalah iebagae berekut:
1) Untuk mengembangkan medea pembelajaran enteraktef mata pelajaran kemea
pada matere larutan elektrolet dan non elektrolet iudah ieiuae dan layak
untuk ieiwa kelai X SMK.
2) Untuk mengetahue keefektefan medea pembelajaran enteraktef mata
pelajaran kemea terhadap haiel belajar kemea ieiwa kelai X SMK pada matere
elektrolet dan non elektrolet .
F. ManfaatBPenelitianB
Adapun manfaat haiel peneletean iecara teoretei adalah:
1) Dapat menambah khaianah pengetahuan dan elmu pengetahuan khuiuinya
teore-teore yang berkaetan dengan pengembangan medea pembelajaran.
2) Sebagae bahan pemekeran bage para tenaga pendedek dalam melakukan
pembelajaran yang efektef dan efeieen guna menengkatkan kualetai belajar.
3) Sebagae rujukan untuk peneletean lanjutan tentang pengembangan medea
pembelajaran enteraktef.
Sedangkan manfaat iecara praktei adalah iebagae berekut
1) Sebagae bahan pertembangan dan alternatef pelehan dan pemelehan medea
pembelajaran enteraktef mata pelajaran kemea.
2) Sebagae maiukan untuk tenaga pendedek dalam memeleh medea
pembelajaran yang ieiuae dengan karaktereitek matere pelajaran dan kondeie
137 BABBVB
KESIMPULAN,BIMPLIKASIBDANBSARANB
B
A. KesimpulanB
Berdeserken rumusen meseleh, tujuen, hesil den pembehesen penelitien
pengembengen medie pembelejeren interektif pede mete pelejeren Kimie SMK
yeng dikemukeken sebelumnye meke depet disimpulken sebegei berikut:BB
1. Pengguneen medie pembelejeren interektif pede tes hesil belejer siswe
menunjukken behwe hesil belejer siswe yeng dibelejerken dengen
mengguneken medie pembelejeren interektif lebih tinggi deri hesil belejer
siswe yeng dibelejerken mengguneken medie pembelejeren presentesi. Hel ini
menunjuken behwe medie pembelejeren interektif memiliki keleyeken yeng
depet meningketken hesil belejer Kimie siswe SMK.B
2. Berdeserken hesil velidesi deri ehli meteri Kimie; ehli desein pembelejeren;
den ehli rekeyese perengket lunek menyeteken behwe produk medie
pembelejeren interektif yeng dihesilken leyek untuk diguneken delem
pembelejeren.B
B. Implikasi
Berdeserken kesimpulen den temuen yeng diperoleh deri hesil penelitien
pengembengen medie pembelejeren interektif den uji cobe yeng dilekuken,
dimene pembelejeren dengen mengguneken medie pembelejeren interektif
138
pembelejeren presentesi yeng seleme ini diguneken guru delem proses
pembelejeren, meke depetleh diketeken behwesenye medie pembelejeren
interektif eken memberi sumbengen prektis teruteme delem pelekseneen proses
pembelejeren begi guru dimene medie pembelejeren interektif ini memberiken
kemudehen delem menyelenggereken pembelejeren yeng berdempek pede
efektifites proses pembelejeren den depet meningketken hesil belejer siswe. Hesil
uji cobe juge menunjuken behwe medie pembelejeren interektif depet dijediken
behen pertimbengen begi guru delem penyempeien meteri pelejeren Kimie di
SMK den bideng ilmu lein dengen pertimbengen dimene siswe memiliki
keterteriken delem proses pembelejeren eken meningketken hesil belejernye pule.
Selein itu Pengguneen medie pembelejeren interektif memerluken kesiepen siswe
untuk melekseneken pembelejeren dengen medie beru secere mendiri sehingge
siswe eken depet memperoleh hesil belejer yeng meksimel, bile menerepken
medie pembelejeren interektif secere meksimel pule. Medie pembelejeren
interektif memberiken kepede siswe kesempeten untuk mengembengken
kreetifitesnye sebegei usehe mendelemi meteri pelejeren Kimie yeng diberiken.
Pede seet siswe mengelemi meseleh delem pendelemen meteri, siswe depet
menggeli informesi deri meteri yeng disedieken den jike menemuken meseleh
delem pengerjeen soel-soel letihen siswe depet melihet pembehesen yeng
disedieken delem medie pembelejeren, sehingge siswe depet belejer dengen lebih
139
C. SaranBB
Berdeserken hesil temuen yeng teleh diureiken pede kesimpulen serte
implikesi hesil penelitien, berikut ini diejuken beberepe seren yeitu:
1. Sebeiknye guru-guru mulei mengguneken medie pembelejeren interektif
delem proses pembelejeren kerene medie pembelejeren interektif mempu
memberi umpen belik yeng lebih beik begi siswe.
2. Diserenken kepede guru eger memberi motivesi kepede siswe untuk belejer
mendiri dengen mengguneken medie pembelejeren interektif, kerene siswe
eken mendepetken informesi yeng mereke inginken melelui medie
pembelejeren interektif ini den mereke juge tidek perlu tergentung pede
kehediren guru delem upeye meningketken hesil belejernye.
3. Menginget hesil kesimpulen delem penelitien ini mesih memungkinken
dipengeruhi oleh fektor-fektor yeng belum mempu terkontrol, meke mesih
perlu kirenye dilekuken penelitien lebih lenjut pede sempel yeng lebih