Tabloid Aplaus Dan Kepuasan Mahasiswa (Studi Korelasional tentang Tabloid Aplaus Terhadap Kepuasan Lifestyle Mahasiswa FISIP USU)

114  Download (0)

Teks penuh

(1)

TABLOID APLAUS DAN KEPUASAN

MAHASISWA

(Studi Korelasional tentang Tabloid Aplaus terhadap

Kepuasan Lifestyle Mahasiswa FISIP USU)

Diajukan Oleh :

DANNY KUSUMA

080922041

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkah dan Ridho-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul TABLOID APLAUS DAN KEPUASAN MAHASISWA (Studi Korelasional tentang Tabloid Aplaus terhadap Kepuasan Lifestyle Mahasiswa FISIP USU). Adapun skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan di Universitas Sumatera Utara untuk memeperoleh gelar Sarjana Sosial dari Departemen Ilmu Komunikasi.

Peneliti menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam penulisan skripsi ini mengingat terbatasnya pengetahuan dan kemampuan peneliti. Oleh karena itu, dengan hati yang tulus dan ikhlas peneliti menerima kritik dan saran yang membangun dari pembaca sehingga kelak akan lebih baik dan berguna di masa yang akan datang.

Dalam penyelesaian skripsi ini peneliti banyak mendapat bimbingan, bantuan, dan doa dari berbagai pihak. Pertama sekali peneliti mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada kedua Ayahanda dan Bunda sebagai orang tua yang tidak putus-putusnya memberikan dukungan, doa, serta cinta kasihnya yang amat besar sehingga peneliti mampu menjalani masa pendidikan ini dengan baik. Terimakasih pula peneliti haturkan pada abang dan adik peneliti yang telah menjadi teman setia sehari-hari peneliti di rumah, terima kasih atas dukungan dan doanya.

(3)

1. Bapak Prof. Drs. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

2. Ibu Dra. Fatma Wardy Lubis, M.A selaku ketua Departemen Ilmu Komunikasi. Terima kasih atas segala keramahan dan kemudahan yang selalu diberikan.

3. Ibu Dra. Dayana, Msi selaku Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi.

4. Bapak Drs. Humaizi, M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan masukan, arahan, dan bimbingan dalam pengerjaan skripsi ini, terutama buat waktu yang telah diberikan dan kesabaran dalam membimbing.

5. Ibu Dra. Lusiana Andriani Lubis, M.A, Ph.D selaku Dosen Wali selama mengikuti perkuliahan dari awal hingga akhir di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

6. Pihak Rektorat USU yang telah banyak memberikan bantuan khususnya dalam memperoleh data yang penting dalam pengerjaan skripsi ini.

7. Seluruh dosen dan staf pengajar Departemen Ilmu Komunikasi pada khususnya dan FISIP USU pada umumnya, yang telah mendidik, membimbing, dan membantu penulis selama masa perkuliahan.

8. Kepada seluruh teman seperjuangan peneliti menuntut ilmu di Departemen Ilmu Komuikasi Ekstensi angkatan 2010.

(4)

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh semua pihak. Semoga Allah SWT menyertai dan membalas segala kebaikan dengan limpahan berkat bagi kita semua. Harapan penulis semoga skripsi ini kelak dapat berguna dan jika terdapat kesalahan penulis memohon maaf serta menerima saran dan keritik yang bersifat membangun.

Medan, Agustus 2013

Peneliti

(5)

A B S T R A K

TABLOID APLAUS DAN KEPUASAN MAHASISWA

(Studi Korelasional tentang Tabloid Aplaus terhadap

Kepuasan Lifestyle Mahasiswa FISIP USU)

Oleh : DANNY KUSUMA

080922041

Fokus analisa ditekankan pada daya tarik tabloid Aplaus dan kepuasan lifestyle mahasiswa Fisip Usu. Pedoman data analisa berdasarkan data masukan dari 87 orang responden yang diambil secara non probability sampling yaitu mahasiswa yang berkuliah di 7 jurusan di Fisip Usu.

Penelitian ini secara lebih khusus mengajukan hipotesis yang berbunyi : “Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kertarikan membaca tabloid Aplaus dengan kepuasan pembaca dalam memperoleh ragam informasi mengenai lifestyle”.

Hasil-hasil penting dalam penelitian ini antara lain :

- Responden dengan jenis kelamin perempuan lebih dominan sebanyak 79,3% dibanding responden laki-laki sebesar 20,7%. Karakteristik responden berdasarkan uang saku yang mereka miliki per bulannya, 42,5% mayoritas responden mendapatkan uang saku sebesar 700.000-1.000.000 rupiah perbulan. Sedang minoritas responden mendapatkan uang saku sebesar > 1.000.000 rupiah, sebanyak 23% dari total responden 87 orang.

- Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat ketertarikan responden/pembaca terhadap rubrik Gaya pada tabloid Aplaus sebesar 58,6% tingkat ketertarikan sedang, 39,1% tingkat ketertarikan rendah, dan 2,3% ketertarikan tinggi. Hal ini berarti menunjukkan minat atau ketertarikan responden/pembaca mempunyai minat/ketertarikan yang sedang.

(6)

DAFTAR ISI

1. Pengertian Komunikasi... 14

2. Unsur-unsur Komunikasi ... 15

2. Sejarah Universitas Sumatera Utara ... 35

(7)

D. Uji Hipotesis ... 94

BAB V : P E N U T U P ... 96

A. Kesimpulan ... 95

B. Saran-saran ... 96

(8)

DAFTAR TABEL

Halaman

TABEL 1 Identitas Responden Jenis kelamin ... 12

TABEL 2 Karakteristik Responden Pekerjaan Orang Tua ... 55

TABEL 3 Karakteristik Responden Penghasilan Orang tua ... 56

TABEL 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku ... 57

TABEL 5 Gambaran Tema Lifestyle di Tabloid Aplaus ... 58

TABEL 6 Pendapat Responden Terhadap Isu Lifestyle ... 59

TABEL 7 Pendapat Responden Rubrik Gaya yang Up to date ... 60

TABEL 8 Aktualitas Rubrik Gaya dalan Tabloid Aplaus ... 61

TABEL 9 Pesan Rubrik Gaya dalam Tabloid Aplaus ... 65

TABEL 10 Peran Rubrik Gaya dalam keseharian Responden ... 66

TABEL 11 Pengaruh Rubrik Gaya dalam Kebutuhan Pribadi ... 67

TABEL 12 Peran Rubrik dalam Memperoleh Fashion ... 68

TABEL 13 Tingkat Ketertarikan Pembaca Aplaus ... 69

TABEL 14 Desain Tabloid ... 70

TABEL 15 Terbit Tepat Waktu ... 70

(9)

TABEL 17 Kualitas Kertas ... 74

TABEL 18 Ukuran dan Berat Kertas ... 75

TABEL 19 Bahasa dan Gaya Penulisan ... 76

TABEL 20 Jenis Tulisan Mudah Dibaca ... 76

TABEL 21 Citra dan Kesan Sebagai tabloid Hiburan ... 77

TABEL 22 Tingkat Kepopuleran Tabloid ... 78

TABEL 23 Isi Up To Date ... 79

TABEL 24 Kestabilan Topik Bahasan ... 80

TABEL 25 Inovasi Topik Bahasan ... 81

TABEL 26 Tingkat Kepopuleran Tabloid ... 82

TABEL 27 Peningkatan Kebutuhan Pribadi ... 84

TABEL 28 Peran dalam berfashion ... 85

TABEL 29 Wawasan Berfashion ... 86

TABEL 30 Peran Mendapatkan Kebutuhan ... 87

TABEL 31 Up to Date ... 87

TABEL 32 Menarik ... 88

(10)

TABEL 34 Pemenuhan Hiburan ... 89

(11)

A B S T R A K

TABLOID APLAUS DAN KEPUASAN MAHASISWA

(Studi Korelasional tentang Tabloid Aplaus terhadap

Kepuasan Lifestyle Mahasiswa FISIP USU)

Oleh : DANNY KUSUMA

080922041

Fokus analisa ditekankan pada daya tarik tabloid Aplaus dan kepuasan lifestyle mahasiswa Fisip Usu. Pedoman data analisa berdasarkan data masukan dari 87 orang responden yang diambil secara non probability sampling yaitu mahasiswa yang berkuliah di 7 jurusan di Fisip Usu.

Penelitian ini secara lebih khusus mengajukan hipotesis yang berbunyi : “Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kertarikan membaca tabloid Aplaus dengan kepuasan pembaca dalam memperoleh ragam informasi mengenai lifestyle”.

Hasil-hasil penting dalam penelitian ini antara lain :

- Responden dengan jenis kelamin perempuan lebih dominan sebanyak 79,3% dibanding responden laki-laki sebesar 20,7%. Karakteristik responden berdasarkan uang saku yang mereka miliki per bulannya, 42,5% mayoritas responden mendapatkan uang saku sebesar 700.000-1.000.000 rupiah perbulan. Sedang minoritas responden mendapatkan uang saku sebesar > 1.000.000 rupiah, sebanyak 23% dari total responden 87 orang.

- Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat ketertarikan responden/pembaca terhadap rubrik Gaya pada tabloid Aplaus sebesar 58,6% tingkat ketertarikan sedang, 39,1% tingkat ketertarikan rendah, dan 2,3% ketertarikan tinggi. Hal ini berarti menunjukkan minat atau ketertarikan responden/pembaca mempunyai minat/ketertarikan yang sedang.

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah

Dalam era informasi sekarang ini, kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari peran media. Dari zaman ke zaman media massa mengalami perkembangan yang pesat. Perubahan demi perubahan terjadi guna memuaskan kebutuhan penggunanya. Adapun media terbagi atas dua, yaitu media elektronik dan media cetak. Media elektronik seperti televisi, radio, dan internet. Sedangkan media cetak seperti majalah, koran, buklet, poster, tabloid, dan sebagainya. Walaupun sekarang era teknologi, tetapi media cetak tetap bertahan di posisinya hingga saat ini. Hal tersebut membuktikan media cetak tetap masih berperan dalam memuaskan masyarakat.

(13)

Terbaginya segmen ini menunjukkan bahwa jenis pembaca berbeda-beda. Umur, sosial kultural, pekerja, dan latar belakang adalah beberapa hal yang mempengaruhi seseorang dalam mengkonsumsi suatu media. Inilah yang membuat media sangat heterogen. Tabloid yang bentuknya hampir menyerupai majalah merupakan sebagai salah satu bentuk dari media cetak yang spesifik dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan pembacanya akan informasi yang diperlukan. Ditambah lagi isinya yang menarik, apik dan sudah memperhatikan nilai artistik dapat memuaskan mata serta hasrat pembaca dalam mencari suatu informasi.

Tabloid Aplaus adalah salah satu media cetak lokal yang ditujukan kepada remaja berisi tentang informasi dan hiburan yang dibutuhkan oleh para remaja pada umumnya. Sebagai salah satu majalah lifestyle anak muda yang terbit di kota Medan dan sekitarnya, tabloid Aplaus memberikan gebrakan dengan berani meluncurkan sebuah tabloid remaja dengan kualitas yang baik. Aplaus dengan taglinenya ‘Aplaus the lifestyle’ menyajikan banyak rubrik dengan visi menjadi referensi gaya hidup yang terdepan dan terkemuka dalam menciptakan inovasi dan inspirasi baru di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Menyajikan keseluruhan informasi dan desain yang terkini, dinamis dan berwawasan luas tentang gaya hidup anak muda dalam kemasan media cetak dan wadah penyampai aspirasi lainnya yang interaktif menjadi misi tabloid yang sudah mencapai usianya di tahun ke-9. Beragam rubrik didalamnya membahas mengenai seputar minat, pengetahuan, info tempat wisata, info tren busana ter-up date, yang menjadi bagian dari gaya hidup anak muda sekarang. Rubrik-rubrik

(14)

pembacanya, mengenai isu-isu terkini. Tabloid Aplaus yang terbit sekali dalam seminggu ini memuat rubrik-rubrik yang membahas 30% Internasional, 30% Nasional, dan 40% lokal Medan.

Menampilkan 40% muatan lokal berisi info serta pengetahuan apa saja tentang kota Medan lewat rubriknya Detak Kota, yang kemudian terbagi dalam sub-sub rubrik lain seperti rubrik Support Local Talent yang berisi talenta-talenta anak muda Kota Medan, juga rubrik Famous Friends berisi anak muda kota Medan yang berprestasi di beragam bidang dan rubrik Hang-Out yang berisi info tempat-tempat nongkrong di kota Medan. Sedang untuk membahas sebuah topik secara mendalam, rubrik Fokus ditampilkan dengan gaya ulasan yang simpel tapi mengena ke pembacanya. Tak ketinggalan dunia fashion memang sangat lekat dengan anak muda dan juga indsutri yang berkembang dengan cara kondisi berpakaian saat ini, tabloid Aplaus memberikan informasi dengan beragam tampilan lewat rubriknya Gaya yang terbagi dalam beberapa rubrik seperti Fashion Notes, Modis, dan Style Box.

Mahasiswa merupakan khalayak yang juga membutuhkan segala informasi yang ada disekitarnya. Baik mahasiswa maupun mahasiswi akan mencari bahan bacaan yang dapat menambah wawasan dan pengetahuannya. Tabloid Aplaus yang memiliki berbagai rubrik yang menarik dan bermanfaat adalah salah satu alternative bagi mahasiswa/i untuk mencari bahan bacaan yang dapat menambah pengetahuan mereka.

(15)

perhatian masyarakat khususnya kaum remaja. Isinya pun beragam, misalnya rubrik Detak Kota, yang berisi seputar liputan lokal yang menyajikan liputan khusus bagaimana anak muda Kota Medan menyikapi sebuah isu-isu tertentu. Belum lagi, di rubrik ini menyajikan lifestyle anak muda Medan dengan ter up date. Apa yang sedang digandrungi saat ini terangkum sedikit banyak dalam

rubrik-rubriknya.

Kehidupan remaja saat ini sangat berbeda dengan kehidupan remaja 10 tahun yang lalu, ini tentu merupakan dukungan dari beragam teknologi yang hadir belakangan ini. Keinginan kaum remaja tampil dalam beragam kegiatan membuat mereka turut ambil bagian mengupdate informasi lewat media, salah satunya tabloid. Keinginan membaca sebuah tabloid dipastikan ada rubrik tertentu yang menarik perhatian mereka.

(16)

I.2 Pembatasan Masalah

Untuk menghindari lingkup penelitian yang terlalu luas sehingga dapat mengaburkan penelitian, maka penulis membatasi masalah yang akan dit eliti. Adapun pematasan masalah tersebut adalah sebagai berikut :

1. Penelitian ini dibatasi untuk rubrik Detak Kota pada tabloid Aplaus edisi April 2013.

2. Objek penelitian ini adalah mahasiswa/i FISIP USU yang masih aktif kuliah dan pernah membaca tabloid Aplaus.

3. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepuasan mahasiswa/i terhadap lifestyle pada tabloid Aplaus.

1.3 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka dapat dikemukakan perumusan masalah sebagai berikut :

“Bagaimanakah pengaruh tabloid Aplaus terhadap kepuasan lifestyle mahasiswa/i Fisip USU”.

I.4 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui Issue-Issue yang dibahas di tabloid Aplaus 2. Untuk mengetahui pola pembacaan tabloid Aplaus

I.5 Manfaat Penelitian

(17)

2. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi tempat bagi penulis untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama masa kuliah dan menjadi wadah memperluas cakrawala pengetahuan khususnya mengenai media massa dan tayangannya.

3. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak-pihak yang membutuhkan pengetahuan berkenaan dengan penelitian ini.

I.6 Kerangka Konsep

Agar konsep-konsep dapat diteliti secara empiris, maka harus dioperasionalisasikan dengan mengubahnya menjadi variabel (Singarimbun, 1989 : 89). Pada kerangka pemikiran di bawah ini variabel karakteristik pembaca terdiri atas jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Pada variabel penggunaan media tabloid terdiri atas frekuensi dan rubrikasi. Pada variabel gratification sought memuat komponen yang sama pada gratification obtained yakni motif-motif surveillance (informasi), personal identity (identitas pribadi), personal relationship (hubungan pribadi) dan diversion (hiburan).

(18)

kepentingan perkawanan dan terakhir komponen motif pengalihan/hiburan (diversion) yakni terkait dengan pelarian dari rutinitas dan masalah serta pelepasan emosi.

Dapat diliihat pada kerangka pemikiran berikut diduga bahwa karakteristik pembaca berhubungan dengan penggunaan media tabloid, karakteristik pembaca diduga berhubungan dengan kesenjangan kepuasan, dan penggunaan media tabloid diduga berhubungan dengan kesenjangan kepuasan.

Adapun kesenjangan kepuasan (gratification discrepancy) didapatkan dari penghitungan selisih nilai mean komponen variabel gratification sought dan gratification obtained. Hasil dari gratification sought dan gratification obtained diperbandingkan dan kemudian didapat hasilnya mengenai kepuasan pembaca. Adapun variabel tersebut adalah sebagai berikut :

1. Variabel Bebas

Merupakan sejumlah gejala atau faktor atau unsure yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala atau faktor atau unsure lain (Nawawi, 2001 : 56). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Rubrik Gaya di tabloid Aplaus.

2. Variabel Terikat

(19)

I.7 Model Teoritis

Variabel-variabel yang telah dikelompokkan dalam kerangka konsep akan dibentuk menjadi satu model teoritis sebagai berikut :

Variabel Bebas (X)

Tabloid Aplaus

Variabel Terikat (Y)

Kepuasan mahasiswa/i FISIP USU

Variabel Antara (Z)

Karakteristik Responden - Jenis kelamin

(20)

I.8 Operasional Variabel

Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep yang ada di atas, maka dibuat operasional variabel untuk membentuk kesatuan dan kesesuaian dalam penelitian, yaitu :

Variabel Teoritis Variabel Operasional

1. Variabel Bebas (X)

Rubrik Gaya di tabloid Aplaus

1) Daya tarik

2) Tema yang diangkat 3) Issue yang dibahas 4) Inspiratif

2. Variabel Terikat (Y) Kepuasan mahasiswa/i FISIP

a)Mendapat sesuatu informasi yang diinginkan

b)Informasi yang dibutuhkan terpenuhi

3. Variabel Antara (Z) (1) Karakteristik Responden a) Jenis Kelamin b) Usia

I.9 Definisi Operasional

Defenisi Operasioanal merupakan penjabaran lebih lanjut tentang konsep yang telah dikelompokkan dalam kerangka konsep.

Definisi operasional dari penelitian ini adalah : 1. Variabel Bebas (Tabloid Aplaus) :

(21)

menyita perhatiankomunikan sebagai langkah awal dalam menyampaikan pesan yang dapat berkembang menjadi pemberian respon (baik respon positif maupun respon negatif) terhadap pesan yang dikomunikasikan.

- Tema yang diangkat : Tema yang dibahas setiap minggunya di tabloid Aplaus.

- Issue yang dibahas : Issue yang diangkat kemudian dipaparkan secara informatif dan menarik.

- Inspiratif : Informasi yang diberikan memberikan inspirasi kepada pembacanya.

2. Variabel Terikat (Kepuasan mahasiswa/i FISIP USU) :

- Pemenuhan : Termasuk diantaranya mendengar, mengetahui, melihat tabloid Aplaus.

- Pengertian : Bagaimana pembaca yakni Mahasiswa Fisip Usu mampu mendefenisikan, menggambarkan dan menilai pesan yang disampaikan lewat tabloid Aplaus.

- Pengetahuan : apa yang diperoleh setelah membaca tabloid Aplaus baik itu mendapat wawasan dan mendapat pengalaman.

- Kepuasan : setelah membaca tabloid Aplaus apakah mahasiswa mendapat sesuatu informasi yang diinginkan dan mendapat kebutuan informasi yang dibutuhkan

3. Variabel Antara (Karakteritik Responden)

(22)

I.10 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah 2. Perumusan Masalah 3. Pembatasan Masalah

4. Tujuan dan Manfaat Penelitian 5. Kerangka Teori

6. Kerangka Konsep 7. Model Teoritis 8. Operasional Variabel 9. Defenisi Operasioanl 10.Hipotesa

11.Metode Penelitian 12.Sistematika Penulisan BAB II URAIAN TEORITIS

1. Komunikasi

2. Majalah Sebagai Komunikasi Massa 3. Teori Uses and Gratification

4. Majalah Kover 5. Opini Publik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

1. Deskriptif Lokasi Penelitian 2. Populasi dan Sampel

(23)

4. Teknik Pengumpulan Data 5. Teknik Analisis Data

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Analisis Tabel Tunggal 2. Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(24)

BAB II

URAIAN TEORITIS

II.1 Komunikasi

II.1.1 Pengertian Komunikasi

Setiap orang selalu berusaha untuk mengadakan komunikasi yang efektif dengan lawan bicaranya. Di dalam kehidupan setiap orang selalu dihiasi dengan kegiatan berkomunikasi. Di mulai ketika bangun dari tidur hingga sampai pada saat akan tidur lagi. Bahkan tanpa disadari, ketika tidur pun komunikasi dapat terjadi. Dengan kata lain komunikasi dimana-mana, dan memenuhi hampir seluruh waktu seseorang.

Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berusaha untuk menjalin hubungan dengan manusia lain. Berdasarkan paradigm Laswell, komunikasi adalah prosespenyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.

Komunikasi juga dapat diartikan sebagai bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni dan teknologi.

(25)

Dalam pengertian paradigma, komunikasi mengandung tujuan tertentu; ada yang dilakukan secara lisan, secara tatap muka, atau melalui media, baik media massa seperti surat kabar, radio, teltevisi, film maupun media nonmassa, misalnya surat, telepon, papan pengumuman, poster, spanduk dan sebagainya.

II.1.2 Unsur-unsur Komunikasi

Dari pengertian komunikasi yang telah dikemukakan, maka jelas bahwa komunikasi antarmanusia hanya bisa terjadi, jika ada seorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain dengan tujuan tertentu, artinya komunikasi hanya bisa terjadi kalau didukung oleh adanya sumber, pesan, media, penerima, dan efek. Unsur-unsur ini juga bisa disebut komponen atau elemen komunikasi. Untuk itu, kita perlu mengetahui unsur-unsur komunikasi.

Adapun unsur-unsur komunikasi adalah sebagai berikut: 1. Sumber

Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi juga bisa dalam bentuk kelompok misalnya, partai, organisasi, atau lembaga. Sumber sering disebut pengirim, komunikator atau dalam bahas Inggrisnya disebut source atau sender.

2. Pesan

(26)

Inggris pesan biasanya diterjemahkan dengan kata message, content, atau information.

3. Media

Media yang dimaksud disini adalah alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Terdapat beberapa pendapat mengenai saluran atau media. Ada yang menilai bahwa media bisa bermacam-macam bentuknya, misalnya dalam komunikasi antarpribadi pancaindera dianggap sebagai media komunikasi. Selain indera manusia, ada juga saluran komunikasi seperti surat, telepon, telegram yang digolongkan sebagai media komunikasi antarpribadi.

Dalam komunikasi massa, media adalah alat yang dapat menghubungkan antara sumber dan penerima yang sifatnya terbuka, dimana setiap orang dapat melihat, membaca dan mendengarnya. Media dalam komunikasi massa dapat dibedakan atas dua macam, yakni media cetak dan media elektronik. Media cetak seperti halnya surat kabar, majalah, tabloid, buku, brosur, stiker, buletin, poster, spanduk dan sebagainya. Sedangkan media elektronik antara lain: radio, film, televisi, video recording, audio cassette dan sebagainya.

4. Penerima

(27)

masalah yang seringkali menuntut perubahan, apakah pada sumber, pesan, atau media.

5. Pengaruh

Pengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. Karena itu, pengaruh bisa juga diartikan perubahan atau penguatan keyakinan pada pengetahuan, sikap dan tindakan seseorang sebagai akibat penerima pesan. 6. Tanggapan balik

Ada yang beranggapan bahwa umpan balik sebenarnya adalah salah satu bentuk daripada pengaruh yang berasal dari penerima. Akan tetapi sebenarnya umpan balik bisa juga berasal dari unsur lain seperti pesan dan media, meski pesan belum sampai pada penerima. Misalnya sebuah konsep surat yang memerlukan perubahan sebelum dikirim, atau alat yang digunakan untukmenyampaikan pesan itu mengalami gangguan sebelum sampai kepada tujuan. Hal-hal seperti itu yang menjadi tanggapan balik yang diterima oleh sumber.

7. Lingkungan

(28)

jarak yang begitu jauh, dimana tidak tersedia fasilitas komunikasi seperti teltepon, kantor pos atau jalan raya.

Lingkungan sosial menunjukkan faktor sosial budaya, ekonomi politik yang bisa menjadi kendala terjadinya komunikasi, misalnya kesamaan bahasa, kepercayaan, adat istiadat dan status sosial. Dimensi psikologis adalah pertimbangan kejiwaan yang digunakan dalam berkomunikasi. Misalnya menghindari kriotik yang menyinggung perasaan orang lain, menyajikan materi yang sesuai dengan usia khalayak. Sedangkan dimensi waktu menunjukkan situasi yang tepat untuk melakukan kegiatan komunikasi. Banyak proses komunikasi tertunda karena pertimbangan waktu, misalnya musim. Namun perlu diketahui karena dimensi waktu maka informasi memiliki nilai.

Jadi setiap unsur memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun proses komunikasi. Bahkan ketujuh insur itu saling bergantung satu sama lainnya.

II.2 Komunikasi Massa dan Media Cetak

II.2.1 Komunikasi Massa

II.2.1.1 Pengertian dan Fungsi Komunikasi Massa

(29)

menunjukkan bahwa komunikasi massa telah menjadi bagian kehidupan manusia.

Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepadakhalayak yang sifatnya massal melalui alat-alat yang bersifat mekanis seperti surat kabar, majalah, tabloid, televisi, dan radio. Defenisi lainnya, komunikasi massa merupakan pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang. Komunikasi massa memiliki faktor utama yaitu menggunakan alat bantu (media) yang meliputi media elektronik ataupun non elektronik.

Jenis-Jenis Media Massa

1. Media Massa Cetak (Printed Media). Media massa yang dicetak dalam lembaran kertas. Dari segi formatnya dan ukuran kertas, media massa cetak secara rinci meliputi (a) koran atau suratkabar (ukuran kertas broadsheet atau 1/2 plano), (b) tabloid (1/2 broadsheet), (c) majalah (1/2 tabloid atau kertas ukuran folio/kwarto), (d) buku (1/2 majalah), (e) newsletter (folio/kwarto, jumlah halaman lazimnya 4-8), dan (f) buletin (1/2 majalah, jumlah halaman lazimnya 4-8). Isi media massa umumnya terbagi tiga bagian atau tiga jenis tulisan: berita, opini, dan feature.

(30)

3. Media Online (Online Media, Cybermedia), yakni media massa yang dapat kita temukan di internet (situs web).

Komunikasi massa diartikan juga sebagai proses penyebaran pesan denganmenggunakan media yang ditujukan kepada massa yang abstrak, yakni sejumlah orang yang tidak tampak oleh si pengirim pesan.

Fungsi komunikasi massa bagi masyarakat menurut Joseph R. Dominick (Onong: 1994;29) terdiri atas:

Surveillance (pengawasan). Fungsi pengawasan ini dibagi ke dalam dua

jenis, yaitu pengawasan peringatan (warning or beware surveillance) dan pengawasan instrumental (instrumental surveillance). Pengawasan di sini mengacu kepada peranan berita dan informasi dari media massa. Para pekerja media, mengumpulkan informasi dan menyebarkannya dalam bentuk berita melalui media ke seluruh khalayak di dunia.

Interpretation (Penasiran). Media massa tidak hanya menyajikan fakta dan

data, tetapi juga informasi beserta interpretasi mengenai suatu peristiwa tertentu. Fungsi interpretasi ini tidak selalu dalam bentuk tulisan.

Linkage (keterkaitan). Media massa mampu menghubungkan unsur-unsur

yang terdapat di dalam masyarakat yang tidak bisa dilakukan secara langsung oleh saluran perseorangan.

Transmission of values (penyebaran nilai). Media massa dianggap sebagai

(31)

Entertainment (hiburan). Fungsi ini dapat kita temui diberbagai acara

televisi, dimana sebahagian besar programnya bersifat menghibur (to entertain).

II.2.1.2 Elemen Komunikasi Massa

Elemen komunikasi pada komunikasi secara umum juga berlaku bagi komunikasi massa. Ada beberapa elemen dalam komunikasi massa antara lain: komunikator, isi, audience, umpan balik, gangguan (saluran dan semantic), gatekeeper, pengatur dan filter.

 Komunikator. Komunikator di sini meliputi jaringan, media lokal,

direktur, staf redaksi dan teknis yang berkaitan dengan sebuah pemberitaan di sebuah media cetak seperti tabloid. Jadi komunikator adalah gabungan dari berbagai individu dalam sebuah lembaga media massa.

 Isi. Isi media setidak-tidaknya bisa dibago ke dalam lima kategori yakni;

1) berita dan informasi, 2)analisis dan interpretasi, 3)pendidikan dan sosialisasi, 4)hubungan masyarakat dan persuasi, 5)iklan dan bentuk penjualan lain, dan 6)hiburan.

Audience. Dalam komunikasi massa, audience yang dimaksud tentunya

beragam. Masing-masing audience berbeda satu dan lainnya namun memungkinkan untuk dapat memberikan reaksi yang sama terhadap pesan yang diterima.

 Umpan balik. Umpan balik merupakan bahan yang direfleksikan kepada

(32)

biasanya tidak terjadi secara langsung, karena komunikator dan komunikan tidak melakukan kontak secara langsung.

 Gangguan (saluran dan semantik). Gangguan pada saluran komunikasi

massa selain berasal dari dalam saluran dapat disebabkan juga dari luar. Gangguan dari dalam misalnya pada saat membaca iklan di media cetak, ada ejaan yang salah, dan menafsirkan maksud pesan secara salah pula. Gangguan dari fakor luar misalnya kesibukan pembaca media cetak yang tidak dapat sepenuhnya menikmati bahan bacaannya. Sedangkan gangguan semantik sifatnya lebih kompleks dan rumit, karena gangguan ini berkaitan dengan bahasa. Hal-hal seperti ini tidak mungkin dihindari, namun dapat diminimalkan dengan pemilihan bahasa yang lebih sederhana atau yang dapat dimengerti oleh semua pihak yang menonton tayangan tersebut.

Gatekeeper. Seorang gatekeeper (orang yang bertugas untuk

mempengaruhi informasi dalam media massa) mempunyai fungsi sebagai berikut: (1) menyiarkan informasi; (2) membatasi informasi yang diterima dengan mengedit informasi sebelum disebarkan; (3) memperluas kuantitas informasi dengan menambahkan fakta dan pandangan lain; (4) menginterpretasikan informasi.

 Pengatur. Dalam media massa, pengatur adalah mereka yang secara tidak

langsung ikut mempengaruhi proses aliran pesan media massa. Pengatur ini berasal dari luar media massa namun mereka tetap bisa memutuskan kebijakan redaksional.

 Filter. Filter ibarat sebuah bingkai kacamata dimana audience bisa melihat

(33)

bingkai tersebut. Filter boleh dikatakan sebagai kerangka fikir melalui mana audience menerima pesan.

II.2.1.3 Karakteristik Komunikasi Massa

Komunikasi massa sebagai salah satu bentuk komunikasi yang menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari memiliki perbedaan dengan bentuk komunikasi lainnya. Perbedaan yang paling mudah dicermati ialah dalam proses komunikasi massa, diperlukannya alat bantu yang mendukung terciptanya komunikasi efektif. Menurut Ardianto dkk (2004:125), karakteristik komunikasi massa adalah sebagai berikut:

 Komunikator terlembaga. Komunikasi massa menggunakan media massa

baik itu media elektronik ataupun cetak. Disini dapat dilihat bahwa sifat komunikatornya terlembaga, yaitu bergerak dalam organisasi yang kompleks dan segala informasi yang diberikan terikat oleh sistem yang ada.

 Pesan bersifat umum. Komunikasi massa bersifat terbuka, dimana pesan

yang disampaikan ditujukan untuk semua orang bukan untuk sekelompok orang. Pesan itu sendiri dapat berupa fakta, peristiwa atau opini. Namun tidak semua fakta dan peristiwa dapat dimuat dalam media massa.

 Komunikannya anonym dan heterogen. Proses komunikasi ini

(34)

 Media massa menimbulkan keserempakan. Sasaran atau khalayak yang

dicapai dalam komunikasi massa relative banyak dan tidak terbatas. Pada saat yang bersamaan komunikan menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator. Hal paling mudah dilihat adalah ketika sejumlah orang menonton film di bioskop. Secara bersamaan mereka menerima pesan yang disampaikan melalui film tersebut.

 Komunikasi mengutamakan isi ketimbang hubungan. Setiap komunikasi

melibatkanunsur isi dan hubungan sekaligus. Dalam komunikasi massa yang utama adalah isi, dimana pesan harus disusun sedemikian rupa berdasarkan sistem tertentu dan disesuaikan dengan karakteristik media massa yang akan digunakan.

 Komunikasi massa bersifat satu arah. Karakteristik ini merupakan

kelemahan dari proses komunikasi massa. Komunikatior tiodak dapat melakukan kontak langsung dengan komunikan. Sekalipun kedua belah pihak aktif dalam proses komunikasi tersebut, namun keduanya tidak melakukan dialog langsung, dimana respons dan feedback tidak dapat diterima saat itu juga.

 Simulasi alat indra “terbatas”. Dalam proses komunikasi massa, stimulasi

alat indra bergantung pada jenis media massa itu sendiri. Pada media cetak, khalayaknya menggunakan indra penglihatan. Pada radio siaran, khalayak menggunakan indra pendengaran. Sedangkan pada media cetak, khalayak menggunakan indra penglihatan.

 Umpan balik tertunda (delayed). Efektifitas komunikasi seringkali dapat

(35)

disampaikan melalui media massa, dimana komunikan tidak bertatap muka dengan komunikatornya maka feedback tidak dapat langsung diterima komunikator. Feedback dapat dilihat ketika komunikan melakukan tindakan atas dasar pesan yang diterimanya. Misalnya saja, karena membaca sebuah rubrik di tabloid, seseorang pembaca tergerak untuk mengikuti tren atau topik mode yang dibacanya dalam rubrik tersebut.

II.2.2 Media Cetak dan Tabloid

Media Massa (Mass Media) adalah channel, media/medium, saluran, sarana, atau alat yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa, yakni komunikasi yang diarahkan kepada orang banyak (channel of mass communication). Komunikasi massa sendiri merupakan kependekan dari komunikasi melalui media massa (communicate with media).

Yang termasuk media massa terutama adalah suratkabar, majalah, radio, televisi, dan film sebagai The Big Five of Mass Media (Lima Besar Media Massa), juga internet (cybermedia, media online).

Salah satu pakar komunikasi Onong Uchjana Effendy, menyebutkan pers dalam arti sempit adalah media massa cetak seperti surat kabar, majalah mingguan, tabloid, dan sebagainya (Effendy,1993:90). Berarti tabloid merupakan salah satu alat komunikasi massa dalam media cetak.

(36)

khusus tidak termasuk surat kabar, misalnya tabloid politik, agama, dsb. (Effendy, 1993:91).

Ada ahli yang memaparkan definisi dari tabloib yaitu, Kurniawan Juanaedhie. Dalam bukunya Ensiklopedi Pers Indonesia, memberikan pengertian Tabloid. Secara singkat tabloid adalah suratkabar yang terbit dengan ukuran setengah dari ukuran surat kabar biasa. (Junaedhie, 1991:260). Umumnya disajikan dengan gaya jurnalistik khas. Dikalangan pers barat, tabloid juga sering diartikan sebagai berita berita seputar seks, kriminal, dan key hole atau berita berita seputar dapur dan kamar tidur orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan umum.

Tabloid pertama kali muncul di Amerika pada tahun 1920-an, pada masa kejayaannya karena yang isinya yang sensasional, pihak gereja sempat melarang jemaatnya untuk membaca tabloid, yang terkenal antara lainnya New York House. Di Inggris terkenal Bild Zeitung dengan mingguannya Bild and Sontantaj. Di Inggris terkenal dengan nama The Sun and The People. Di Indonesia tabloid lebih diartikan pada pengertian ukuran dan format bukan dalam pengertian pers barat (Junaedhie, 1993:260). Sejak tahun 1940-an, banyak surat kabar di Indonesia terbit dalam ukuran tabloid. Tabloid yang pertama populer di Indonesia adalah Mutiara yang diterbitkan oleh kelompok Sinar Harapan pada tahun 1964.

(37)

tahun 1987 ini, telah memicu surat kabar lain yang merubah ukuran dan formatnya menjadi tabloid.

Tabloid identik dengan ukurannya yang biasanya mengikuti ukuran umum, yaitu 29 cm x 42 cm. Sedangkan jumlah kelipatannya harus kelipatan 4. Bisa 12, 18, 32, 40 atau 64.Tabloid di definisikan sebagai surat kabar ukuran kecil (setengah dr ukuran surat kabar biasa) yg banyak memuat berita secara singkat, padat, dan bergambar, mudah dibaca umum; surat kabar sensasi; surat kabar kuning; 2 tulisan dl bentuk ringkas dan padat (tentang kritik, paparan, dsb).

Tabloid sebenarnya adalah istilah suatu format surat kabar yang lebih kecil (597 mm × 375 mm) dari ukuran standar koran harian. Istilah ini biasanya dikaitkan dengan penerbitan surat kabar reguler non harian (bisa mingguan, dwimingguan, dan sebagainya), yang terfokus pada hal-hal yang lebih "tidak serius", terutama masalah pesohor, olahraga, kriminalitas, dan lain-lain. Meskipun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa surat kabar harian seperti Republika dan Koran Tempo telah pula mulai menggunakan format tabloid.

II.3 Teori Uses and Gratification

Herbert Blumler dan Elihu Katz adalah orang pertama yang mengenalkan teori ini. Teori uses and gratifications ini dikenalkan pada tahun 1974 dalam bukunya The Uses of Mass Communication: Current Perspectives on Gratification Research. Teori uses and gratifications

(38)

memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media tersebut. Dengan kata lain, pengguna media itu adalah pihak yang aktif dalam proses komunikasi. Pengguna media berusaha untuk mencari sumber media yang paling baik di dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Artinya, teori uses and gratifications mengasumsikan bahwa pengguna mempunyai pilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya.

Model uses and gratifications berangkat dari pandangan bahwa komunikasi (khususnya media massa) tidak mempunyai kekuatan mempengaruhi khalayak. Inti teori uses and gratifications adalah khalayak pada dasarnya menggunakan media massa berdasarkan motif-motif tertentu. Media dianggap berusaha memenuhi motif khalayak. Jika motif ini terpenuhi maka kebutuhan khalayak akan terpenuhi. Pada akhirnya, media yang mampu memenuhi kebutuhan khalayak disebut media yang efektif (Kriyantono: 2008).

(39)

didefinisikan sebagai situasi ketika pemuasan kebutuhan tercapai (Rakhmat: 2004).

Adapun asumsi-asumsi dasar dalam pendekatan uses and gratifications menurut Katz, Blumler dan Gurevitch (Kriyanto: 2008) adalah:

1. Khalayak dianggap aktif: artinya sebagian penting dari penggunaan media massa diasumsikan mempunyai tujuan.

2. Dalam proses komunikasi massa banyak inisiatif untuk mengaitkan pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada anggota khalayak.

3. Media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lain untuk memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan yang dipenuhi media hanyalah bagian dari rentangan kebutuhan manusia yang lebih luas. Bagaimana kebutuhan ini terpenuhi melalui konsumsi media amat bergantung pada perilaku khalayak yang bersangkutan.

4. Banyak tujuan pemilihan media massa disimpulkan dari data yang diberikan anggota khalayak; artinya orang dianggap cukup mengerti untuk melaporkan kepentingan dan motif pada situasi-situasi tertentu.

5. Penilaian tentang arti kultural dari media massa harus ditangguhkan sebelum diteliti lebih dahulu orientasi khalayak.

(40)

Sumber : Model Uses & Gratifications (Kriyantono, 2008:208)

II.3.1 Gratification Sought dan Gratification Obtained

Salah satu macam riset uses and gratifications yang saat ini berkembang adalah yang dibuat Philip Palmgreen dari Kentucky University. Kebanyakan riset uses and gratifications memfokuskan pada motif sebagai variabel independen yang mempengaruhi penggunaan media. Palmgreen kendati juga menggunakan dasar yang sama yaitu orang menggunakan media didorong oleh motif-motif tertentu, namun konsep yang diteliti oleh Palmgreen ini tidak berhenti di situ, dengan menanyakan apakah motif-motif khalayak itu telah dapat dipenuhi oleh media. Dengan kata lain, apakah khalayak puas setelah menggunakan media. Konsep mengukur kepuasan ini disebut gratification sought dan gratification obtained.

Penggunaan konsep-konsep baru ini memunculkan teori yang merupakan varian dari teori uses and gratifications, yaitu teori expectancy values (nilai pengharapan) (Kriyantono: 2008).

Gratification sought adalah kepuasan yang dicari atau diinginkan individu ketika mengkonsumsi suatu jenis media tertentu (radio, tv atau

(41)

koran). Gratification sought adalah motif yang mendorong seseorang mengkonsumsi media. Sedangkan gratification obtained adalah kepuasan yang nyata yang diperoleh seseorang setelah mengkonsumsi suatu jenis media tertentu menurut Palmgreen (Kriyantono: 2008).

Operasionalisasinya adalah dengan membandingkan kedua konsep gratification sought dan gratification obtained, sehingga dapat diketahui kesenjangan kepuasan (gratifications discrepancy) dengan melihat perbedaan perolehan kepuasan yang terjadi antara skor gratification sought dan gratification obtained dalam mengonsumsi media tertentu.

Dalam hal menyangkut gratification sought dianggap tidak ada perbedaan antara bentuk dan jenis media massa yang satu dengan yang lainnya. Gratification sought lebih banyak dipengaruhi oleh harapan-harapan audience yang diabstraksikan dari pengalamannya dengan berbagai bentuk dan jenis media massa. Sedangkan gratification obtained adalah preferensi materi favorit yang disajikan media massa tertentu dianggap tidak memiliki perbedaan bagi individu yang satu dengan yang lainnya.

(42)

adalah motif news watching berkorelasi dengan tingkat aktivitas khalayak. Ada hubungan positif antara pre-activity dengan tindakan post-activity.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan operasionalisasi McQuail, Blumler dan Brown yang menggunakan kategori-kategori berikut (Severin dan Tankard: 2005):

1. Informasi (surveillance) yaitu informasi mengenai hal-hal yang mungkin mempengaruhi seseorang atau akan membantu seseorang melakukan sesuatu meliputi:

a. Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia.

b. Mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah praktis, pendapat dan hal-hal lain yang berkaitan dengan penentuan pilihan.

c. Memuaskan rasa ingin tahu dan minat umum. d. Mencari tambahan pengetahuan.

e. Belajar, pendidikan diri sendiri.

2. Identitas pribadi (personal identity) yaitu penguatan nilai atau penambah keyakinan; pemahaman diri; eksplorasi realitas; dan sebagainya meliputi:

a. Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi.

b. Menemukan dan meniru perilaku yang berkaitan dengan tindakan atau mode tertentu.

(43)

d. Meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri.

3. Hubungan personal (personal relationship) yaitu manfaat sosial informasi dalam percakapan; pengganti media untuk kepentingan perkawanan, meliputi:

a. Memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain dan meningkatkan empati sosial.

b. Mengidentifikasikan diri dengan orang lain dan meningkatkan rasa memiliki.

c. Menemukan bahan pembicaraan dan interaksi sosial.

d. Memungkinkan seseorang untuk dapat menghubungi sanak keluarga, teman dan masyarakat.

4. Pengalihan (diversion) yaitu pelarian dari rutinitas dan masalah; pelepasan emosi, meliputi:

a. Melepaskan diri atau terpisah dari permasalahan yang secara psikologi individu membutuhkan penyelesaian.

b. Bersantai.

c. Mengisi waktu luang. d. Penyaluran emosi.

(44)

II.4 Kepuasan

Kepuasan menurut Kotler (1997:40) adalah “perasaan senang atau keewa seseorang sebagai hasil dari perbandingan antara prestasi atau produk yang dirasakan dan yang diharapkan. Atau sebagai respon seseorang terhadap ketidaksesuaian antara tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja aktua;l yang dirasakannya setelah pemakaian”.

Kepuasan adalah “(1) keadaan senang dan sejahtera sisebabkan karena orang telah memuaskan satu tujuan atau sasaran, (2) suatu perasaan yang menyertai seseorang setelah ia memuaskan rasa lapar atau satu motif” (Kartono, 1981:443).

Menurut Philips L. Harriman (1995:238) kepuasan adalahg “sesuatu yang timbul dari suatu tanggapan, sehingga mendorong untuk mengulanginya”. Jadi yang dimaksud kepuasan di sini adalah kepuasan yang berhubungan dengan media massa dalam memenuhi kebutuhan khalayak, yang di dalam hal ini lebih ditekankan kepada khalayak yang telah menerima hiburan pada satu media massa tersebut”.

(45)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

III.1 Metode Penelitian

Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode korelasional. Metode korelasional bertujuan meneliti sejauh mana variasi pada suatu variabel berkaitan dengan variabel lain. Dalam hal ini adalah rubrik Detak Kota di Tabloid Aplaus dengan kepuasan lifestyle mahasiswa FISIP USU. Metode ini bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan diantara variabel-variabel tersebut.

III.2 Deskripsi Lokasi Penelitian

III.2.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di lingkungan kampus USU tepatnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang berada di jalan Dr. A. Sofyan No. 1 Kampus USU. Adapun penelitian ini dilakukan pada bulan April 2013.

III.2.2 Universitas Sumatera Utara

III.2.2.1 Sejarah Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara (USU) adalah sebuah universitas negeri yang terletak di Kota Medan, Indonesia. Universitas Sumatera Utara adalah salah satu universitas terbaik di pulau Sumatera dan merupakan universitas negeri tertua di luar Jawa.USU juga adalah universitas pertama di Pulau Sumatera yang mempunyai Fakultas Kedokteran.

(46)

Agustus 1952, yang kini diperingati sebagai hari jadi USU. Presiden Indonesia, Soekarno kemudian meresmikan USU sebagai universitas negeri ketujuh di Indonesia pada tanggal 20 November 1957.

Yayasan ini diurus oleh suatu Dewan Pimpinan yang diketuai langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, dengan susunan sebagai berikut:

 Abdul Hakim sebagai Ketua

 Dr. T. Mansoer sebagai wakil ketua

 Dr. Soemarsono sebagai Sekretaris sekaligus Bendahara

 Ir. R. S. Danunagoro, Dr. Sahar, Drg. Oh Tjie Lien, Anwar Abubakar,

Madong Lubis, Dr. Maas, J. Pohan, Drg. Barlan, dan Soetan Pane Paruhum (Anggota).

Sebenarnya keinginan untuk mendirikan perguruan tinggi di Medan telah mulai sejak sebelum Perang Dunia II, tetapi tidak disetujui oleh pemerintah Belanda pada waktu itu.Pada zaman pendudukan Jepang, beberapa orang terkemuka di Medan termasuk Dr. Pirngadi dan Dr. T. Mansoer membuat rancangan perguruan tinggi Kedokteran.Setelah kemerdekaan Indonesia, pemerintah mengangkat Dr. Mohd.Djamil di Bukit Tinggi sebagai ketua panitia.Setelah pemulihan kedaulatan akibat clash tahun 1947.Gubernur Abdul Hakim mengambil inisiatif menganjurkan kepada rakyat diseluruh Sumatera Utara mengumpulkan uang untuk pendirian sebuah universitas di daerah ini.

(47)

Dewan Kurator, Presiden Universitas, Majelis Presiden dan Asesor, Senat Universitas, dan Dewan Fakultet.

Sebagai hasil kerja sama dan bantuan moril dan material dari seluruh masyarakat Sumatera Utara yang pada waktu itu meliputi juga Daerah Istimewa Aceh, pada tanggal 20 Agustus 1952 berhasil didirikan Fakultas Kedokteran dijalan Seram dengan dua puluh tujuh orang mahasiswa diantaranya dua orang wanita. Kemudian disusul dengan berdirinya Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956), dan Fakultas Pertanian (1956).

Pada tanggal 20 November 1957, USU diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Dr. Ir. Soekarno menjadi universitas negeri yang ketujuh di Indonesia.Tanggal peresmian ini kemudian ditetapkan sebagai Dies Natalis USU yang diperingati setiap tahun hingga tahun 2001.Kemudian atas usul beberapa anggota Senat Universitas, hari jadi USU ditinjau kembali.Senat universitas akhirnya memutuskan bahwa hari jadi USU adalah pada tanggal 20 Agustus 1952 yaitu pada saat perkuliahan pertama dimulai di lingkungan USU.

(48)

Saat ini, USU mengelola lebih dari seratus program studi yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan tinggi, yang tercakup dalam sepuluh fakultas dan satu program pascasarjana. Dalam perkembangannya, beberapa fakultas di lingkungan USU telah menjadi embrio berdirinya tiga perguruan tinggi negeri baru, yaitu Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh (dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan), IKIP Negeri Medan yang sekarang berubah menjadi Universitas Negeri Medan (dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Politeknik Negeri Medan (dari Politeknik USU).

Pada tahun 2003, USU berubah status dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN).Perubahan status USU dari PTN menjadi BHMN merupakan yang kelima di Indonesia. Sebelumnya telah berubah status Universitas Indonesia (UI), Univeristas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2000. Setelah USU disusul perubahan status UPI (2004) dan UNAIR (2006).

III.2.2.2 Profil Universitas Sumatera Utara A. Program Studi USU

(49)

B. Keunggulan Kompetitif

USU memposisikan diri sebagai universitas unggulan. Proses pendidikan dan penelitian melibatkan 1.680 orang dosen, 78% diantaranya memiliki latar belakang pendidikan pascasarjana. Hingga saat ini USU memiliki lebih dari 105.000 alumni yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.Sejumlah alumni menempati posisi penting di berbagai sector kerja, baik di pemerintahan maupun swasta.

Program studi bidang kesehatan seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi saat ini menjadi primadona bagi mahasiswa asing terutama yang berasal dari Malaysia.Program studi pada Fakultas MIPA dan Pertanian menjadi ujung tombak berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.Program studi Etnomusikologi memiliki kekhasan tentang music-musik di Sumatera.Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik banyak terlibat dalam pengembangan hukum dan penataan administrasi pemerintahan.

III.2.2.3 Organisasi Universitas Sumatera Utara a. Struktur

Struktur orgaisasi USU sebagai PT BHMN terdiri dari:

• Majelis Wali Amanat (MWA), Dewan Audit, Unit Usaha Komersial,

Senat Akademik, Pimpinan Universitas (Rektor dan Pembantu Rektor), Dewan Guru Besar (DGB), Sekretaris Eksekutif, Satuan Audit Internal, dan Satuan Penjamin Mutu (Organisasi sentral);

• Fakultas, Sekolah Pascasarjana, dan Lembaga Penelitian dan

(50)

• Boro Akademik, Biro Sumber Daya Manusia, Biro Keuangan, Biro

Kemahasiswaan dan Kealumnian, Biro Perencanaan dan Kerjasama, dan Biro Pengembangan dan Pemeliharaan Aset (unsur pelaksana administratif);

• Perpustakaan dan Sistem Informasi, Pelayanan dan Pengembangan

Pendidikan, Unit Usaha NonKomersial, dan Unit PEngadaan (unsur penunjang)

b. Visi dan Misi • Visi

University for Industry

• Misi

1. Mempersiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat akademik dan professional dalam menerapkan, mengembangkan pengetahuan ilmiah, teknologi dan seni, serta berdaya saing tinggi.

2. Memperluas partisipasi dalam pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam pembelajaran dan modernisasi cara pembelajaran.

3. Mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan ilmiah, teknologi, seni, dan rancangan penerapannya untuk mendukung produktivitas dan daya saing masyarakat.

c. Tujuan

(51)

2. Meningkatkan partisipasi aktif dalam pengembangan ilmiah, teknologi dan seni/budaya serta kemanusiaan.

3. Mengembangkan pusat informasi serta sistem teknologi komunikasi dan sistem penjamin mutu yang handal.

4. Membangun sistem tata pamong universitas yang efektif, efisien, dan demokratis.

5. Mewujudkan lingkungan pengajaran dan mpembelajaran yang kondusif.

6. Memperkuat departemen dalam pengelolaan disiplin silang antar departemen/program studi.

7. Membangun kemampuan pendanaan sendiri melalui kerja sama/kemitraan dalam usaha ventura.

8. Mengembangkan kemampuan dalam memasarkan produk-produk pengetahuan ilmiah, konsep-konsep, pemecahan masalah industrial, jasa tenaga ahli, dan lain-lain.

9. Membangun pendekatan baru dalam pembelajaran yang berfokus kepada pembelajaran sesuai kebutuhan.

III.2.4 FISIP USU

III.2.4.1 Sejarah dan Perkembangan FISIP USU

(52)

Dr. A.P Parlindungan, SH, yang pada saat itu menjabat sebagai Rektor USU, kemudian memperjuangkan proposal tersebut sehingga didirikan FISIP sebagai fakultas kesembilan di lingkungan USU.

Pada tahun 1980, mulanya FISIP USU merupakan jurusan ilmu pengetahuan masyarakat di FH USU dengan ketua jurusan Dr. M. Adhan Nasution yang diangkat berdasarkan surat keputusan Rektor USU No. 1181/PT05/C.80 tertanggal 1 Juli 1980. Jurusan ini pertama kali menerima mahasiswa pada tahun ajaran 1980/1981 melalui ujian SIPENMARU dengan jumlah mahasiswa sebanyak 75 orang.Kuliah perdana dimulai 18 Agustus 1980 oleh Rektor USU Dr. A. Parlindungan, SH. Perkuliahan selanjutnya dilaksanakan sore hari di gedung tersebut.

Walaupun jurusan ilmu pengetahuan masyarakat adalah salah satu jurusan di FH USU, namu kegiatan perkuliahan dan administrasi jurusan tidak dilaksanakan di fakultas tersebut.Kegiatan administrasi dilaksanakan di salah satu ruangan BAAK USU (sekarang fakultas sastra USU).Kemudian pada tanggal 7 April 1983 dipindahkan ke gedung Biro Rakyat (sekarang gedung pusat komputer).

Jurusan ilmu pengetahuan masyarakat yang merupakan “embrio” FISIP USU terus mengalami perkembangan. Dua tahun sejak peresmiannya yakni tanggal 7 September 1982, keluarlah surat keputusan Presiden RI No. 36 Tahun 1982 yang sebagai fakultas keseimbangan di USU. Dengan demikian jurusan ilmu pengetahuan masyarakat tersebut menjadi mahasiswa FISIP USU.

(53)

dekan pertama FISIP USU periode 1983-1986. Pembantu Dekan (Pudek I) adalah Dra.Arnita Zainuddin, Pudek II Drs Haniful Chair, sementara Pudek III adalah Drs Arifin Siregar.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0535/0/83 tentang jenis dan jumlah pada fakultas di lingkungan Universitas Sumatera Utara, disebutkan bahwa FISIP USU mempunyai lima jurusan dengan urutan sebagai berikut:

1. Jurusan Ilmu Administrasi 2. Jurusan Ilmu Komunikasi

3. Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial 4. Jurusan Sosiologi

5. Jurusan Antropologi

Dalam proses pengembangan FISIP, kelima jurusan tersebut tidak dibuka sekaligus, tetapi secara bertahap. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah serta tenaga pengajar yang tersedia sesuai dengan disiplin ilmu yang dikembangkan untuk menindaklanjuti SK Menteri No. 0535/0/83, maka dibuka dua jurusan, yaitu:

1. Jurusan Ilmu Administrasi 2. Jurusan Ilmu Komunikasi

(54)

Administrasi dan 3 sarjana Ilmu Komunikasi). Pelantikannya dilakukan pada tanggal 8 Maret 1985 di gedung Perkuliahan FISIP USU.

Dalam perkembangan selanjutnya dibuka jurusan kesejahteraan masyarakat sosial yakni pada tahun 1985/1986. Pada tahun yang sama jurusan Antropologi Sastra USU dipindah ke FISIP USU sehingga semua dosen dan mahasiswa yang terdaftar dijurusan tersebut menjadi bagian dari FISIP USU. Selanjutnya pada tahun akademik 1986/1987, dibukalah jurusan baru yaitu Sosiologi.

Tahun 1985/1986, tenaga pengajar tetap FISIP USU masih berjumlah 20 orang yang terdiri dari 10 staff pengajar tetap dan 10 orang lagi sebagai calon pegawai negeri, selebihnya merupakan staff pengajar luar biasa yang direkrut dari berbagai instansi pemerintah yang ada di propinsi Sumut, Kakanwil Departemen Perindustrian, PWI Sumut, IKIP Medan dan staff pengajar yang berada di lingkungan USU.

Setelah berakhirnya periode dekan yang pertama, Prof. M Adhan Nasution kembali diangkat menjadi Dekan FISIP USU periode kedua berdasarkan SK MENDIKBUD No. 79511/A2.1.2/1986 tanggal 23 Oktober 1986, dengan susunan Pudek I Dra. Nurhaina Burhan, Pudek II Drs. Armyn Sipahutar dan Pudek II Dra. Irmawati.

(55)

Pada tahun akademik 1995-1996, FISIP USU bekerjasama dengan Direktorat Jendral Pajak membuka program Diploma 1 (D1) dan program Diploma III (DIII). Namun setelaj melahirkan alumni berjumlah 153 orang, program D1 Administrasi Perpajakan tidak lagi menerima mahasiswa baru tahun ajaran 2000/2001.

Periode 1996-1999, Drs Amru Nasution diangkat kembali menjadi Dekan FISIP USU berdasarkan SK Mendikbud No. 51141/A.2.1/KP/96 tanggal 23 September 1996 dengan susunan Pudek I Dra. Nurwida Nuru, Pudek II Drs. Subilhar MA, dan Pudek III Drs. Sakhyan Asmara.

Sementara untuk periode 1999-2003, jabatan Dekan FISIP USU dipegang oleh Drs. Subilhar MA, yang diangkat berdasarkan SK Rektor No. 1998/J05/SK/KP/1999 tanggal 9 Desember 1999. Adapun susunan Pembantu Dekan ditetapkan dengan SK Rektor No. 69/J05/SK/KP/2001 tanggal 2 Februari 2001 sebagai berikut: Pudek I Suwardi Lubis, Pudek II Mukti Sitompul MSi, dan Pudek III Drs. R. Hamdani Harahap MSi. Pada tahun akademik 2001/2002 FISIP USU membuka program studi Ilmu Politik berdasarkan SK No. 616/J0/SK/PP/2002 dan telah menerima mahasiswa yang berjumlah 60 orang.

(56)

III.2.4.2 Visi, Misi, Tujuan, Fungsi dan Tugas FISIP USU a. Visi

Visi yang diemban oleh FISIP USU adalah menjadi pusat pendidikan dan rujukan dalam bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Asia Tenggara

b. Misi

Misi yang diemban oleh FISIP USU adalah menghasilkan alumni-alumni yang mampu bersaing dalam skala global, menjadi pusat riset dan studi-studi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

c. Tujuan

1. Menciptakan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki akademika dan profesionalitas yang mampu menerapkan, mengembangkan, menciptakan ilmu pengetahuan dan keterampilan tinggi, disertasi budi pekerti yang luhur, mencintai bangsa dan Negara, serta sesama manusia sesuai dengan falsafah

2. Mengembangkan, menyebarkan ilmu pengetahuan dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya khasanah kebudayaan nasional sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

d. Fungsi

1. Melaksanakan pengembangan pendidikan dan pengajaran’

2. Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan kebudayaan, khususnya bidang ilmu sosial

(57)

4. Melaksanakan kegiatan pelaksanaan administratif e. Tugas

FISIP USU bertugas menyelenggarakan kegiatan untuk mencapai tujuan sebagaimana tersebut di atas, dengan berpedoman pada:

1. Tujuan pendidikan nasional

2. Kaedah, moral, dan etika ilmu pengetahuan

3. Kepentingan masyarakat serta memperhatikan minat, kemampuan, dan prakarsa kepribadian.

III.2.5 Deskriptif Rubrik Detak Kota di Tabloid Aplaus

III.2.5.1 Sejarah Singkat Berdirinya Aplaus the Lifestyle

(58)

Beberapa tahun kemudian, Aplaus the Lifestyle kembali berinovasi dengan kreatif.Tepatnya pada edisi ke-100 yang diterbitkan pada 6 Juni 2009, Aplaus the Lifestyle melakukan perubahan logo dan melirik pangsa pasar yang lebih spesifik dengan membatasi segmentasi pembaca yakni berusia 18 – 24 tahun. Tidak hanya perubahan pada target pemasaran, strategi branding dan redaksional juga mengalami pembenahan guna menyajikan konten yang lebih berkualitas dan tepat sasaran. Untuk semakin mengibarkan sayap dalam memimpin pasar di Sumut, PT. Aplaus Duta Kreasi lantas membentuk divisi marketing communication dan concert organizing yang kemudian dikenal

dengan nama Aplaus Entertainment.

Bertepatan dengan momen ulang tahun yang ke 5, Aplaus the Lifestyle kembali berinovasidengan memermak diri ke format majalah yang lebih reader – friendly dengan tampilan fisik setebal 48 halaman.Tak hanya itu, Aplaus the

Lifestyle juga terbit Mingguan yakni tiap Jumat. Perubahan ini juga diikuti dengan perubahan tagline yang dulunya berbunyi :Commercing dan Leading the Lifestyle in Medan berubah menjadi Where the Youngsters Refer To. Hal ini

dilakukan demi mempertajam posisi Aplaus sebagai referensi anak muda lokal yang cerdas (smart), berjiwa muda (youthful), inovatif, selalu mengikuti perkembangan teranyar (update) dan dengan supel menempatkan diri di lingkungan sosiak yang lebih luas.

Visi

(59)

Misi

Menyajikan keseluruhan informasi dan desain yang terkini, dinamis dan berwawasan luas tentang gaya hidup anak muda dalam kemasan media cetak dan wadah penyampai aspirasi lainnya yang interaktif.

Rubrikasi

Dalam hal keredaksian, majalah Aplaus the Lifestyle terdiri dari rubrik : 1. Detak Kota : Rubrik yang menggambarkan hal-hal terbaru dan happening mulai dari event, tempat hangout terbaru, komunitas, trend, dan profil talent-talent Kota Medan.

2. Gaya : Membahas dan memberikan referensi seputar perilaku gaya hidup sehari-hari mulai dari fashion, gadget, teknologi, kecantikan, dan lainnya.

3. Intermeso : Rubrik yang membahas dunia hiburan seperti film, album musik terbaru, buku, info terbaru selebritisInternasional, dan wawancara eksklusif selebritis nasional.

4. Focus : berisi artikel-artikel utama dengan topik dan infografis seputarurban lifestyle, gaya, seni, wisata, trend terbaru, dan tema menarik lainnya. Disini konten dibuat lebih berbobot, informatif, dan aplikatif.

(60)

Pada tahun ketiga setelah Aplaus the Lifestyle terbit, maka divisi kreatif majalah Aplaus the Lifestyle pun membuat akun Facebook. Pertama sekali Aplaus the Lifestyle masih menggunakan profil Facebook untuk menarik pembacanya. Namun, di tahun keempat beralih menjadi fan pageAplaus the Lifestyle. “Sewaktu kami tahu bahwa social media

mendukung, disitulah kami mulai meciptakan image,” ujar Darwis.Dia juga menambahkan kalau Aplaus the Lifestyle hanya ingin member informasi dan menciptakan loyalitas kepada para pembacanya.“Kami benar-benar meningkatkan image daripada penjualan,” lanjut Darwis kemudian.

Hingga kini, jumlah pengguna fan page Aplaus the Lifestyle tercatat . Dan mayoritas topik yang dibahas seputar gaya hidup seperti tema majalah Aplaus the Lifestyle selanjutnya, perkembangan musik di lokal, nasional, dan Internasional, info/ isu terkini, serta kuis berhadiah.

Selain fan page, Aplaus the Lifestyle juga aktif dalam menggaet pembacanya via Twitter yang sekarang juga sedang berkembang pesat. Hingga kini (29 Juni 2012) jumlah follower Aplaus the Lifestyle di Twitter meningkat tajam.

(61)

seperti event, famous friends, support local talent, kongkow, hangout, setapak, bingkai, fashion notes, modis, style box, sex education, romansa, geli, bisnis, music, star trap, blitz, show biz, entertainment dan popcorn.

Tabloid yang terbit sekali dalam seminggu ini pun memiliki tagline Aplaus The Lifestyle yang menggambarkan bahwa tabloid ini menjadi satu referensi bacaan bagi anak muda kota Medan. Tabloid Aplaus adalah tabloid asli kota Medan. Sebagai tabloid anak muda, sangatlah wajar jika content yang dominan di dalamnya masih seputar lifestyle. Gosip artis dalam dan luar negeri, dan anak muda kota Medan yang berprestasi di dalamnya.

Tabloid Aplaus diperuntukkan bagi remaja, mahasiswa, serta fresh graduate yang aktif.Tabloid Aplaus ini tebal per edisinya sekitar 48 halaman,

(62)

III.3 Populasi dan Sampel

III.3.1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang dapat terdiri dari manusia, benda, hewan, dan tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam penelitian.

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang pernah membaca tabloid Aplaus The Lifestyle dan yang masih aktif menjalani masa perkuliahan. Populasi ini diketahui setelah ada pra penelitian dari peneliti.

Populasi Mahasiswa FISIP USU

No Departemen Jumlah

1 Administrasi Negara 387

2 Antropologi Sosial 208

3 Kesejahteraan Sosial 273

4 Ilmu Komunikasi 408

5 Ilmu Politik 267

6 Ilmu Administrasi Niaga 396

7 Sosiologi 255

Total 2194

(63)

III.3.2 Sampel

Sampel adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang dianggap dapat menggambarkan populasinya. David Nachmias dan Vhava Nachmias mendefinisikan sampel sebagai bagian dari populasi yang dikarakteristiknya tidak berbeda dengan karakteristik populasi. Berdasarkan data yang diperoleh maka peneliti menggunakan rumus Taro Yamane dengan presisi 10% dengan tingkat kepercayaan 90%, yakni sebagai berikut:

N

n = N(d)2 + 1

Keterangan:

N = Jumlah Populasi n = Sampel

d2= Presisi (digunakan 10% atau 0,1)

Berdasarkan data yang ada, maka penelitian ini memerlukan sampel sebanyak: 2194

n =

2194(0,1)2 + 1

n = 2194 22.94

n= 87.4 digenapkan menjadi 87

(64)

Untuk mempermudah penyebaran kuesioner, peneliti membagi jumlah kuesioner ke 7 departemen jurusan di FISIP USU.

Untuk departemen Administrasi Negara di ambil sampel sebanyak: 96 x 387

n = 2194

n = 16,9 digenapkan menjadi 17 sampel

Untuk departemen Antropologi Sosial di ambil sampel sebanyak: 96 x 208

n = 2194

n = 9,1 digenapkan menjadi 9 sampel

Untuk departemen Kesejahteraan Sosial di ambil sampel sebanyak: 96 x 273

n = 2194

(65)

Untuk departemen Ilmu Komunikasi di ambil sampel sebanyak: 96 x 408

n = 2194

n = 17,8 digenapkan menjadi 18 sampel

Untuk departemen Ilmu Politik di ambil sampel sebanyak: 96 x 267

n = 2194

n = 11,6 digenapkan menjadi 12 sampel

Untuk departemen Administrasi Niaga di ambil sampel sebanyak: 96 x 396

n = 2194

n = 17,3 digenapkan menjadi 17 sampel

Untuk departemen Sosiologi di ambil sampel sebanyak: 96 x 255

n = 2194

n = 11,1 digenapkan menjadi 11 sampel

(66)

1. Purposive Sampling

Pengambilan sampling dengan teknik yang disesuaikan dengan tujuan penelitian, dimana sampel yang digunakan sesuai dengan criteria-kriteria tertentu yang ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian. Adapun criteria sampel yang dimaksud dalam penelitian ini adalah:

a. Mahasiswa FISIP USU program regular S-1

b. Mahasiswa FISIP USU yang mengetahui dan pernah membaca tabloid Aplaus The Lifestyle

2. Accidental

Teknik ini adalha memilih siapa saja yang kebetulan dijumpai untuk dijadikan sampel.Teknik ini digunakan jika peneliti merasa kesulitan untuk menemui responden atau karena topik yang diteliti adalah persoalan umum dimana semua orang mengetahuinya.

III.3.4 Teknik Pengumpulan Data

Pada saat melaksanakan penelitian, peneliti melakukan beberapa tahapan dalam proses pengumpulan data. Adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:

a. Tahap Awal

Pada tahap awal, peneliti mengadakan kegiatan pra penelitian di Lingkungan FISIP USU. Setelah itu dari Kepala Bagian Pendidikan FISIP USU peneliti kemudian memperoleh data-data tentang responden, yaitu Mahasiswa FISIP USU.

b. Pengumpulan Data

(67)

tanggal 20 Mei s/d 3 Juni 2013. Jumlah Kuesioner yang disebarkan adalah sebnayak 96 buah.

Responden dipilih secara acak dalam penelitian ini.Pada saat pengisisan kuesioner peneliti membimbing para responden dalam pengisian data.Ini dilakukan agar para responden dapat mengisi data-data yang ada di kuesioner dengan baik.

Dalam menyusun proposal penelitian, peneiti menggunakan dua sumber data yaitu:

1. Penelitian kepustakaan yaitu suatu cara pengambilan data yang dilakukan melalui keputusan dengan membaca buku-buku literature serta tulisan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.

2. Penelitian lapangan (field research) yaitu, pengumpulan data di lapangan yang meliputi kegiatan survei di lokasi penelitian, pengumpulan data dari responden melalui kuisioner. Kuisioner yaitu alat pengumpulan data dalam bentuk sejumlah pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis juga oleh responden. Pada peneilitan ini kuisioner disebarkan kepada mahasiswa FISIP USU yang terpilih menjadi sampel.

III.3.5 Teknik Analisis Data

(68)

a. Penomoran kuisioner, yaiut kuesioner-kuesioner yang telah diisi oleh para responden dikumpulkan, lalu diberi nomor urut sebagai tanda pengenal (01-96).

b. Editing, yaitu proses pengeditan jawaban para responden dengan tujuan untuk memperjelas setiap jawaban yang meragukan dan menghindari terjadinya kesilapan pengisian data ke dalam kotak kode yang telah disediakan.

c. Coding, yaitu proses pemindahan jawaban-jawaban dari para responden ke kotak-kotak kode yang telah tersedia dalam kuesioner berupa bentuk angka (skor).

d. Inventarisasi table, yaitu data mentah yang diperoleh dimasukkan ke dalam lembar Foltron Cobol (FC), sehingga memuat keseluruhan data dalam suatu kesatuan.

e. Tabulasi data, proses pemasukan data dari Foltron Cobol (FC) ke dalam table, yaitu tabulasi tunggal. Sebaran data dalam table secara rinci eliputi kategori-kategori frekuensi, persentase, dan selanjutnya dianalisa.

f. Pengujian hipotesis, yaitu dalam penelitian ini digunakan rumus uji statistic yang telah ditentukan adalah korelasi tata jenjang Spearman.

(69)
(70)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1. Analisis Tabel Tunggal

Berikut ini adalah susunan tabel yang akan mengemukakan data variabel penelitian dan penganalisaannya dalam bentuk analisa table tunggal yang berasal dari data temuan yang diperoleh berdasarkan daftar pertanyaan di kuesioner. Data-data yang lebih terperinci akan disajikan berikut ini:

IV.1.1. Karakteristik Responden

IV.1.1.1. Karakteristik responden yaitu jenis kelamin responden.

Tabel 1. Identitas Responden Jenis_kelamin

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

laki-laki 18 20.7 20.7 20.7

perempuan 69 79.3 79.3 100.0

Total 87 100.0 100.0

Figur

Tabel 1. Identitas Responden Jenis_kelamin

Tabel 1.

Identitas Responden Jenis_kelamin p.70
Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Orang Tua

Tabel 2.

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Orang Tua p.71
Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Orang tua

Tabel 3.

Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Orang tua p.72
Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku

Tabel 4.

Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku p.73
Tabel 5. Pendapat Responden Terhadap Gambaran Tema Lifestyle di

Tabel 5.

Pendapat Responden Terhadap Gambaran Tema Lifestyle di p.74
Tabel 6. Pendapat Responden Terhadap Isu Lifestyle

Tabel 6.

Pendapat Responden Terhadap Isu Lifestyle p.75
Tabel 7. Pendapat Responden Terhadap Rubrik Gaya yang Up to

Tabel 7.

Pendapat Responden Terhadap Rubrik Gaya yang Up to p.76
Tabel 8. Pendapat Responden Terhadap Aktualitas Rubrik Gaya

Tabel 8.

Pendapat Responden Terhadap Aktualitas Rubrik Gaya p.77
Tabel 9. Pendapat Responden Terhadap Pesan Rubrik Gaya dalam

Tabel 9.

Pendapat Responden Terhadap Pesan Rubrik Gaya dalam p.78
Tabel 10. Pendapat Responden Terhadap Peran Rubrik Gaya dalam

Tabel 10.

Pendapat Responden Terhadap Peran Rubrik Gaya dalam p.79
Tabel 12. Pendapat Responden Terhadap Peran Rubrik Gaya dalam

Tabel 12.

Pendapat Responden Terhadap Peran Rubrik Gaya dalam p.81
tabel di

tabel di

p.83
Tabel 13. Desain Tabloid

Tabel 13.

Desain Tabloid p.84
Tabel 15. Jenis Kertas

Tabel 15.

Jenis Kertas p.85
Tabel 14. Terbit Tepat Waktu

Tabel 14.

Terbit Tepat Waktu p.85
Tabel 18. Jenis Tulisan

Tabel 18.

Jenis Tulisan p.88
Tabel 19. Pembentukan Citra

Tabel 19.

Pembentukan Citra p.88
Tabel 20. Tingkat Kepopuleran Tabloid

Tabel 20.

Tingkat Kepopuleran Tabloid p.89
Table 21. Isi artikel

Table 21.

Isi artikel p.89
Table 21. Isi artikel

Table 21.

Isi artikel p.90
Tabel 22. Kestabilan Topik Bahasan

Tabel 22.

Kestabilan Topik Bahasan p.90
Tabel 23. Inovasi dan Variasi Topik

Tabel 23.

Inovasi dan Variasi Topik p.91
Tabel 25. Pengaruh isi

Tabel 25.

Pengaruh isi p.92
Tabel 24. Sajian Informasi Lengkap

Tabel 24.

Sajian Informasi Lengkap p.92
Tabel 26. Membantu masalah fashion

Tabel 26.

Membantu masalah fashion p.93
Tabel 27. Menambah wawasan

Tabel 27.

Menambah wawasan p.94
Tabel 31. Pemenuhan Informasi

Tabel 31.

Pemenuhan Informasi p.96
Tabel 30. Topik Menarik

Tabel 30.

Topik Menarik p.96
Tabel 32. Tingkat Kepuasan Pembaca

Tabel 32.

Tingkat Kepuasan Pembaca p.99
Tabel 34. Tabulasi data silang antara Minat Baca dengan

Tabel 34.

Tabulasi data silang antara Minat Baca dengan p.100

Referensi

Memperbarui...