LAMPIRAN 10
PENGARUH BIAYA OPERASIONAL DAN EFISIENSI
OPERASIONAL TERHADAP RENTABILITAS (ROA) PADA
PT. MODULE TRI ARBA BANDUNG
INFLUENCE OF OPERATING COSTS AND OPERATIONAL
EFFICIENCY TO PROFITABILITY (ROA) IN PT. MODULE TRI
ARBA BANDUNG
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar sarjana Ekonomi
Program Studi Manajemen
Oleh :
ARIES KRISTY M
21207056
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
iv ABSTRACT
INFLUENCE OF OPERATING COSTS AND OPERATIONAL EFFICIENCY TO PROFITABILITY (ROA) IN PT. MODULE TRI ARBA
BANDUNG
By : Aries Kristy M
Surpervisor : Rizki Zulfikar, SE., M.Si
The research is motivated by the increase and decrease the level of profit income in the period 2003-2009. The decline was due to operating costs from the year 2003-2009 has increased continuously, resulting in decreased operating efficiency at the company. The purpose of this study is to determine the development of operational costs, operational efficiency, profitability (ROA) and the influence of operational costs and operational efficiency to profitability (ROA).
Object of research in this study are operating costs, operational efficiency and profitability (ROA). While the method used in this research is descriptive method and verifikatif. The technique used is the determination of population data and samples, where the population is the annual financial statements and the sample was from the year 2003-2009. To determine the effect of operating costs and operational efficiency to profitability (ROA) used statistical analysis using correlation analysis, multiple linear regression, coefficient of determination and hypothesis testing using the F test and t test, with the help of an application program SPSS 17 for windows.
The results are qualitatively the operating costs increase from year to year, and efficiency while decreasing profitability (ROA) to fluctuate from year to year. The results quantitatively demonstrate the operational costs and operational efficiency of the simultaneous effect on profitability (ROA) was expressed by 34.6% and not significant (F-hitung; 1.056 <F-tabel; 6.944). This is probably due to the short observation period, and therefore with a long observation period it will give better results when compared with shorter periods of observation. while the magnitude of the effect of other variables that are not observed is equal to 65.4%. Partially operational costs impact the profitability (ROA) of -5.89% while operational efficiency impact the profitability (ROA) of 40.51%.
TERHADAP RENTABILITAS (ROA) PADA PT. MODULE TRI ARBA BANDUNG
Oleh : Aries Kristy M
Pembimbing : Rizki Zulfikar, SE., M.Si
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kenaikan dan penurunan tingkat pendapatan laba dalam kurun waktu 2003-2009. Penurunan tersebut disebabkan oleh biaya operasional yang dari tahun 2003-2009 mengalami kenaikan terus menerus sehingga mengakibatkan menurunnya efisiensi operasional pada perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perkembangan biaya operasional, efisiensi operasional, rentabilitas (ROA) dan pengaruh biaya operasional dan efisiensi operasional terhadap rentabilitas (ROA).
Objek penelitian dalam penelitian ini adalah biaya operasional, efisiensi operasional dan rentabilitas (ROA). Sedangkan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif. Teknik penentuan data yang digunakan adalah populasi dan sampel, dimana populasinya adalah laporan keuangan tahunan dan sampelnya adalah dari tahun 2003-2009. Untuk mengetahui pengaruh biaya operasional dan efisiensi operasional terhadap rentabilitas (ROA) digunakan analisis statistik yang menggunakan analisa Korelasi, Regresi Linear berganda, Koefisien Determinasi dan uji hipotesis dengan menggunakan uji F dan uji t, dengan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS 17 for windows.
Hasil penelitian secara kualitatif yaitu biaya operasional mengalami kenaikan dari tahun ke tahun dan efisiensi mengalami penurunan sedangkan rentabilitas (ROA) mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan biaya operasional dan efisiensi operasional secara simultan berpengaruh terhadap rentabilitas (ROA) sebesar sebesar 34,6% dan dinyatakan tidak signifikan (F-hitung;1,056 < F-tabel;6,944). Hal ini mungkin disebabkan karena periode pengamatan yang pendek, maka dari itu dengan periode pengamatan yang panjang maka akan memberikan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan periode pengamatan yang lebih pendek. sedangkan besarnya pengaruh dari variabel lain yang tidak diamati adalah sebesar 65,4%. Secara parsial biaya operasional memberikan pengaruh terhadap rentabilitas (ROA) sebesar -5,89% sedangkan efisiensi operasional memberikan pengaruh terhadap rentabilitas (ROA) sebesar 40,51%.
vi
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penyusun panjatkan Kehadirat Allah Yang Maha
Kuasa yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita semua,
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya. Skripsi ini
dibuat untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh jenjang Strata 1 (S1)
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia
(UNIKOM) Bandung. Dengan judul “Pengaruh Biaya Operasional dan
Efesiensi Operasional Terhadap Rentabilitas (ROA)”.
Laporan Skripsi ini disusun dan diharapkan dapat dipahami oleh semua
pihak yang membacanya, namun penulis juga menyadari bahwa kemampuan serta
pengetahuan yang penulis miliki masih terbatas, apabila dalam Skripsi ini terdapat
kesalahan-kesalahan, penulis akan menerima masukan, saran serta kritik yang
bersifat membangun sehingga dapat bermanfaat dikemudian hari.
Penyelesaian skripsi ini, tidak lepas dari bantuan, bimbingan dan
dorongan dari berbagai pihak. Dengan segala kerendahan hati, izinkan penulis
menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, selaku Rektor Universitas Komputer
Indonesia.
2. Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., M.Si. selaku Dekan Fakultas
4. Rizki Zulfikar, SE., M.Si. selaku pembimbing yang telah berkenan dan
meluangkan waktunya memberikan bimbingan, membina, mengarahkan
dan memberikan petunjuk yang sangat berharga kepada penulis.
5. Trustorini Handayani, SE., M.Si, selaku penguji I yang telah memberikan
arahan dan saran kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi ini.
6. Lita Wulantika, SE., M.Si, selaku penguji II yang telah memberikan
arahan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
7. Seluruh Staff Dosen Pengajar UNIKOM yang telah membekali penulis
dengan pengetahuan serta ilmu yang sangat berharga.
8. Seluruh Staff Dosen Pengajar Program Studi Manajemen yang telah
memberikan ilmu dan motivasinya.
9. Ir. M. Taufik Monasir, IPM. selaku Direksi Utama di PT. Module Tri Arba
Bandung yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian.
10.Bagi kedua orang tua yang telah memberikan dukungan serta do’anya
yang tak pernah putus untuk penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan
Skripsi ini. Semoga Allah SWT menjanjikan surga kepadamu. Amien Ya
viii
11.Untuk tunangan saya risma yang selalu memberi dukungan dan semangat
dalam penulisan skripsi serta saudara dan saudariku yang tidak bisa saya
sebutkan satu persatu.
12.Teman-teman kelas Mn-2 angkatan 2007 dan teman-teman spesialisasi
jurusan keuangan. Terima kasih atas pertemanan dan persahabatan yang
terjalin dengan baik selama ini.
13.Sahabat-sahabat kosan yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Terima kasih untuk persahabatan dan dukungan yang telah diberikan pada
penulis.
14.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang secara
langsung maupun tidak langsung telah membantu dan mendukung penulis
dalam penyusunan skripsi ini.
Penulis berharap bahwa dibalik kekurangan tersebut semoga ada manfaat
yang dapat diambil oleh penulis pribadi, maupun pihak lain.
Wassalamualaikum. wr.wb
Bandung, Desember 2011
Penulis
LEMBAR PENGESAHAN... i
PERNYATAAN KEASLIAN... ii
MOTTO... iii
ABSTRACT... iv
ABSTRAK... v
KATA PENGANTAR... vi
DAFTAR ISI... ix
DAFTAR GAMBAR...xiii
DAFTAR TABEL...xiv
DAFTAR LAMPIRAN... xv
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian...1
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah... 9
1.2.1 Identifikasi Masalah... 9
1.2.2 Rumusan Masalah... 9
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian...10
1.3.1 Maksud Penelitian...10
1.3.2 Tujuan Penelitian...10
1.4 Kegunaan Penelitian... 11
1.4.1. Kegunaan Praktis... 11
x
1.5. Lokasi dan Waktu Penelitian... 12
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka... 14
2.1.1 Biaya Operasional... 14
2.1.2 Efisiensi Operasional... 18
2.1.3 Rentabilitas (ROA)... 20
2.1.4 Keterkaitan Antar Variabel Penelitian... 20
2.1.4.1 Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Rentabilitas (ROA)... 20
2.1.4.2 Pengaruh Efisiensi Operasional Terhadap Rentabilitas (ROA)...21
2.1.4.3 Pengaruh Biaya Operasional dan Efesiensi Operasional terhadap Rentabilitas (ROA)... 21
2.2 Kerangka Pemikiran... 21
2.3 Hipotesis... 30
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian... 31
3.2 Metode Penelitian... 31
3.2.1 Desain Penelitian... 32
3.2.2 Operasionalisasi Variabel... 35
3.2.3 Sumber dan Teknik Penentuan Data... 37
3.2.5 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis... 49
3.2.5.1 Rancangan Analisis... 49
3.2.5.2 Pengujian Hipotesis... 45
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan... 50
4.1.1 Sejarah Perusahaan... 50
4.1.2 Struktur Organisasi Perusahaan... 51
4.1.3 Job Description... 52
4.1.4 Aktivitas Perusahaan... 60
4.2 Analisis Deskriptif... 61
4.3.1 Perkembangan Biaya Operasional pada PT. Module Tri Arba Bandung... 61
4.3.2 Perkembangan Efisiensi Operasional pada PT. Module Tri Arba Bandung... 62
4.3.3 Perkembangan Rentabilitas (ROA) pada PT. Module Tri Arba Bandung... 64
4.3 Analisis Verifikatif... 65
4.3.1 Pengaruh Biaya Operasional dan Efisiensi Operasional Terhadap Rentabilitas (ROA) Pada PT. Module Tri Arba Bandung... 65
4.3.1.1 Persamaan linear berganda... 66
xii
4.3.1.3 Analisis koefisien determinasi ... 70
4.3.1.4 Pengujian Hipotesis... 72
a) Pengujian Hipotesis Secara Simultan
(Uji Statistik F)... 72
b) Pengujian Hipotesis Secara Parsial
(Uji Statistik t)...74
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan... 79
5.2. Saran... 81
DAFTAR PUSTAKA... 82
1.1 Latar Belakang Penelitian
Pada perekonomian indonesia yang saat ini sedang dalam era globalisasi,
maka setiap masing-masing perusahaan harus mengembangkan usaha yang
dituntut untuk melakukan fungsi-fungsi penting secara efisien dan efektif
sehingga perusahaan harus mampu bersaing dan menghadapi segala situasi dan
kondisi agar mampu bertahan dalam persaingan perekonomian di era globalisasi.
Tujuan utama perusahaan biasanya untuk mencari keuntungan bagi pemiliknya
sendiri atau pemegang saham. Dalam mencapai tujuan tersebut, perusahaan
dituntut agar tidak luput untuk memaksimalkan kemakmuran perusahaan itu
sendiri. Dalam mencapai tujuannya, para manajer harus bisa mengantisipasi
segala perubahan situasi dan kondisi baik yang ada didalam perusahaan maupun
diluar perusahaan yang dapat mempengaruhi jalannya perusahaan.
Jasa Konstruksi adalah layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan
konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa
konsultansi pengawasan konstruksi. Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau
sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta
pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal,
dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya, untuk mewujudkan
suatu bangunan atau bentuk fisik lain. Perencanaan Konstruksi adalah
2
di bidang perencanaan jasa konstruksi yang mampu mewujudkan pekerjaan dalam
bentuk dokumen perencanaan bangunan fisik lain. Pelaksanaan Konstruksi adalah
pemberian jasa oleh orang pribadi atau badan yang dinyatakan ahli yang
professional di bidang pelaksanaan jasa konstruksi yang mampu
menyelenggarakan kegiatannya untuk mewujudkan suatu hasil perencanaan
menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik lain, termasuk di dalamnya pekerjaan
konstruksi terintegrasi yaitu penggabungan fungsi layanan dalam model
penggabungan perencanaan, pengadaan, dan pembangunan (engineering,
procurement and construction) serta model penggabungan perencanaan dan
pembangunan (design and build).
PT. Module Tri Arba didirikan sejak tahun 1990, dengan suatu prinsip
dasar idealisme dan selalu berkeinginan untuk menunjukkan pengabdian dari
beberapa tenaga profesional, dimana profesional dapat berkembang didalam arti
adanya keseimbangan faktor-faktor kepengusahaan dan idealisme profesi yang
akan selalu berdampingan.
Semenjak kurun waktu 20 tahun terakhir, PT Module Tri Arba selalu
berpegang teguh pada prinsip diatas, dan telah banyak pengalaman yang diperoleh
untuk dapat selalu berkembang dimasa yang akan datang. Sejalan dengan semakin
banyaknya pengalaman di bidang-bidang pelayanan yang lebih luas, PT. Module
Tri Arba senantiasa siap akan setiap tugas dan tantangan yang dihadapi dalam
turut mensukseskansetiap program pembangunan yang memerlukan pelayanan
Dalam menjalankan perusahaan, manajer perusahaan tidak terlepas dari
masalah permodalan perusahaan. Apabila perusahaan sudah memenuhi
permodalan tersebut, perusahaan pun tidak luput dari biaya yang kemudian akan
digunakan perusahaan untuk mencapai suatu posisi yang cukup baik sesuai
dengan tujuannya. Maksud dari biaya disini adalah biaya yang secara langsung
atau tidak langsung telah dimanfaatkan untuk menciptakan pendapatan atau laba
dalam suatu periode tertentu. Agar perusahaan dapat berkembang dengan baik,
pengelolaan yang efektif dan efisien serta produktif pun akan sangat berpengaruh
terhadap kinerja perusahaan dan disertai dengan adanya pengendalian diri yang
efektif untuk mencegah penyimpangan yang terjadi.
Biaya pada umumnya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan
untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga
pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya
terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya emplisit. Biaya eksplisit
adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang
dimaksud dengan biaya emplisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung,
misalnya biaya kesempatan dan biaya penyusutan barang modal. Dari pengertian
tersebut dapat kita ketahui bahwa telah terjadi pengorbanan ekonomis untuk
mencapai suatu manfaat tertentu. Pengorbanan yang tercantum dalam neraca pada
kas aktiva merupakan biaya yang belum terpakai (unexpired cost). Pengorbanan
4
pengorbanan (expired cost) akan menjadi faktor pengurang dari hasil untuk
mendapatkan laba.
Operasi (operasional) adalah kesatuan kegiatan dari keseluruhan fungsi
yang ada diperusahaan untuk melaksanakan untuk terus dapat bertahan dan
beroperasi. Secara umum biaya operasional merupakan sebagai biaya yang terjadi
dalam kaitannya dengan operasi yang dilakukan perusahaan dan diukur dalam
satuan uang, dimana operasional sering disebut juga operational cost atau biaya
usaha. Biaya operasional juga dapat diartikan sebagai biaya yang terjadi didalam
operasi pokok perusahaan untuk proses penciptaan pendapatan yang pada
hakikatnya mempunyai masa manfaat tidak lebih dari satu tahun. Setiap
perusahaan mempunyai unsur-unsur biaya operasional yang berbeda, hal ini
sesuia dengan kebutuhan operasi masing-masing.
Dalam kegiatan operasional rutinnya, perusahaan membutuhkan
pembiayaan serta mengusahakan agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Salah satu aspek yang berhubungan dengan hal ini adalah menyangkut pendapatan
dan biaya operasi. Guna untuk mempertahankan kesinambungan perusahaan,
diperlukan adanya suatu perencanaan yang matang dan pengendalian diri yang
efektif dalam bentuk anggaran biaya operasi. Anggaran yang baik harus dapat
menggambarkan financial plan dari rencana kegiatan, karena anggaran yang
disusun yang memadai dapat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu
Pada umumnya suatu perusahaan terdapat laporan keuangan tentang laba
rugi yang didalamnya terdapat unsur-unsur biaya operasional yang mempengaruhi
laba rugi suatu perusahaan. Apabila pendapatan usaha dalam perusahaan lebih
besar dari pada biaya operasional yang dikeluarkan maka akan terjadi laba usaha.
Sebaliknya apabila pendapatan usaha lebih kecil dari biaya operasional yang
dikeluarkan maka akan terjadi rugi operasional atau terjadi penurunan pada laba
yang akan didapatkan. Supaya perusahaan memperoleh laba yang maksimal maka
perusahaan harus dapat menekan biaya operasional dan demikian jelaslah terlihat
bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi laba rugi usaha adalah biaya
operasional.
BOPO (Biaya Operasional terhadap Beban Operasional). Rasio ini sering
disebut rasio efisiensi digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Semakin kecil
rasio ini berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan
yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu perusahaan dalam kondisi
bermasalah semakin kecil. Biaya operasional dihitung berdasarkan penjumlahan
dari total beban bunga dan total beban operasional lainnya. Pendapatan
operasional adalah penjumlahan dari total pendapatan bunga dan total pendapatan
operasional lainnya.Bagi perusahaan, hal ini menunjukkan pentingya
memperhatikan pengendalian biaya sehingga dapat menghasilkan rasio
BOPOsesuai yang diinginkan. Dengan kata lain, semakin kecil risiko suatu
6
Rentabilitas suatu perusahaan menunjukan perbandingan antara
pendapatan atau laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.
Dengan kata lain rentabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba. Rentabilitas yang dikaitkan dengan biaya operasional dapat diartikan dengan
pengukuran tingkat efektifitas manajemen dalam pembiayaan operasional pada
perusahaan. Pembiayaan operasional tersebut harus tersusun baik agar tidak
terjadi kesinambungan biaya-biaya operasi yang diakibatkan dari
penyimpangan-penyimpangan yang terjadi diperusahaan dan Penyimpangan-penyimpangan-penyimpangan
tersebut akan berpengaruh terhadap tingkat rentabilitas pada perusahaan.
Suatu perusahaan untuk menilai rentabilitasnya adalah bermacam-macam
dan tergantung pada laba aktiva atau modal mana yang akan diperbandingkan satu
dengan yang lainnya. Dengan adanya bermacam-macam cara dalam penilaian
rentabilitas suatu perusahaan maka tidak heran kalau ada beberapa perusahaan
yang berbeda dalam cara menghitung rentabilitasnya. Hal terpenting adalah
rentabilitas mana yang akan digunakan sebagai alat efisiensi penggunaan modal
dalam perusahaan yang bersangkutan. Oleh karena pengertian rentabilitas sering
dipergunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal didalam suatu
perusahaan maka rentabilitas ekonomi sering pula dimaksudkan sebagai
kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang bekerja didalamnya
untuk menghasilkan laba.
Pada penelitian ini penulis menghitung rentabilitas dengan menggunakan
tolak ukur Return On Assets (ROA). ROA adalah rasio yang menunjukan
menghasilkan keuntungan. Dengan kata lain rasio ini digunakan untuk
menggambarkan produktivitas perusahaan yang bersangkutan. Dalam penelitian
ini penulis mamilih PT. Module Tri Arba sebagai bahan kajiannya. Demi
mempertahankan perusahaan, manajer harus menyusun anggaran biaya-biaya
operasional yang dikeluarkan perusahaan untuk aktivitas perusahaan dengan baik.
Dengan demikian perusahaan dapat beroperasi secara efisien dan efektif dan
memungkinkan perusahaan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan yaitu
untuk memperoleh laba yang maksimal serta memberikan pelayanan yang baik.
Keadaan yang demikian akan membuat perusahaan dapat mempertahankan dan
dapat meningkatkan kelangsungan hidup perusahaan.
Tabel 1.1
Perkembangan Biaya Operasional, Efisiensi Operasional dan
Rentabilitas (ROA) pada PT. Module Tri Arba Bandung
Sumber : Data Olahan PT. Module Tri Arba Bandung
Tahun Biaya Operasional
(Rp)
Efisiensi operasional
(%)
ROA
(%)
2003 526.193.910 20.67% 38.07
2004 624.919.534 21.36% 41.91
2005 907.059.119 17.46% 50.24
2006 1.522.006.194 12.66% 48.73
2007 1.841.193.276 11.31% 48.43
2008 2.979.370.180 7.28% 43.97
8
Perkembangan biaya operasional PT. Module Tri Arba Bandung dari
tahun ke tahun yaitu dari tahun 2003 sampai tahun 2009 cenderung mengalami
kanaikan terus menerus. Hal ini disebabkan karena meningkatnya biaya
administrasi dan harga pokok proyek yang berlebihan yang mengakibatkan
adanya pembengkakan biaya yang mengakibatkan meningkatnya biaya
operasional. Seperti pemakaian alat – alat kantor yang berlebihan, faktor alam
yang tidak terduga, dll. Kenaikan biaya operasional dari tahun 2003 sampai tahun
2009 tersebut mengakibatkan tingkat efisiensi operasionalnya cenderung
mengalami penurunan yaitu dari tahun 2004 sampai tahun 2009. Karena semakin
tinggi biaya operasional maka tingkat efisiensi perusahaan semakin berfluktuasi.
Dilihat dari Rentabilitas (ROA) dari tahun ke tahun yaitu dari tahun 2003
– 2009 mengalami kenaikan dan penurunan, yaitu dari tahun 2003 sampai 2005
PT. Module Tri Arba Bandung sementara mampu menghadapi masalah – masalah
yang ada pada PT. Module Tri Arba Bandung sehingga rentabilitas (ROA) PT.
Module Tri Arba mengalami kenaikan. Pada tahun 2006 sampai dengan tahun
2008 PT. Module Tri Arba Bandung mengalami penurunan, hal ini disebabkan
oleh biaya operasional yang semakin meningkat dari tahun ke tahunnya yg
disebabkan oleh pembengkakan biaya yang berasal dari alat – alat kantor yang
berlebihan, faktor alam, dll.
Secara teori bila biaya operasional dalam perusahaan mengalami kenaikan
terus menerus, maka efisiensi operasional dan rentabilitas (ROA) akan mengalami
penurunan. Tetapi efisiensi operasional pada tahun 2004 sampai 2009 mengalami
penurunan dan rentabilitas (ROA) yang ada di PT. Module Tri Arba yaitu pada
tahun 2003 sampai dengan tahun 2005 mengalami kenaikan dan sementara biaya
Sedangkan pada tahun 2009 PT. Module Tri Arba dapat mengantisipasi
permasalahan yang dihadapi tersebut sehingga PT. Module Tri Arba dapat
meningkatkan laba kembali.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH BIAYA OPERASIONAL
DAN EFISIENSI OPERASIONAL TERHADAP RENTABILITAS (ROA)
PADA PT. MODULE TRI ARBA.”
1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah
1.2.1 Identifikasi Masalah
berdasarkan latar belakang penelitian yang penulis kemukakan di atas dan
karena keterbatasan penulis dalam menganalisa serta membahas berbagai
permasalahan yang timbul, maka penulis mencoba untuk mengidentifikasi
masalah pada biaya operasional yang dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2009
PT. Module Tri Arba mengalami peningkatan, tingkat efisiensi operasional pada
PT. Module Tri Arba mengalami penurunan yaitu dari tahun 2004 sampai dengan
tahun 2009 dan rentabilitas (ROA) PT. Module Tri Arba tahun 2003 sampai
dengan tahun 2005 mengalami kenaikan, tetapi tahun 2006 sampai dengan 2008
mengalami penurunan.
1.2.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas maka dapat
10
1. Bagaimana perkembangan biaya operasional pada PT. Module Tri
Arba, Bandung.
2. Bagaimana perkembangan efisiensi operasional pada PT. Module Tri
Arba, Bandung.
3. Bagaimana perkembangan rentabilitas pada PT. Module Tri Arba,
Bandung.
4. Seberapa besar pengaruh biaya operasional dan efisiensi operasional
terhadap rentabilitas (ROA) baik secara simultan maupun parsial pada
PT. Module Tri Arba, Bandung.
1.3 Maksud dan Tujuan
1.3.1 Maksud Penelitian
Maksud dilakukan penelitian ini adalah untuk megumpulkan data dan
informasi tentang bagaimana pengaruh biaya operasional terhadap rentabilitas
pada PT. Module Tri Arba.
1.3.2 Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui perkembangan biaya operasional pada PT. Module
Tri Arba, Bandung.
2. Untuk mengetahui perkembangan efisiensi operasional pada PT.
3. Untuk mengetahui perkembangan tingkat rentabilitas pada PT. Module
Tri Arba, Bandung.
4. Untuk mengetahui pengaruh biaya operasional dan efisiensi
operasional terhadap rentabilitas pada PT. Module Tri Arba, Bandung.
1.4
Kegunaan Penelitian1.4.1 Kegunaan Praktis
1. Bagi perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi
perusahaan dalam membuat perencanaan keuangan, yang mampu
memaksimalkan nilai perusahaan serta meningkatkan efektifitas dan
efisiensi dalam penggunaan biaya operasional.
2. Bagi pihak lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber
informasi yang dapat bermanfaat bagi pihak lain terutama untuk
mengetahui lebih jauh tentang pengaruh biaya operasional dan efisiensi
operasional terhadap rentabilitas bagi perusahaan, khususnya perusahaan
yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi.
1.4.2 Kegunaan Akademis
1. Bagi penulis
Diharapkan dapat memperluas dan memperkaya pengetahuan dari
bangku perkuliahan dengan praktek dilapangan, khususnya di bidang
keuangan yang menyangkut tentang biaya operasional dan efisiensi
12
2. Bagi peneliti lain
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi
bagi peneliti selanjutnya khususnya mengenai biaya operasional, efisiensi
operasional dan rentabilitasserta agar dapat dijadikan sebagai pembanding
dalam penelitian dengan tema yang sama.
3. Bagi perguruan tinggi
penelitian ini diharapkan dapat menjadi dokumen akademik yang
berguna untuk acuan sivitas akademik.
1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian
1.5.1 Lokasi Penelitian
Lokasi yang dipilih dalam memperoleh data adalah PT. Module
Tri Arba Bandung, Jalan Panaitan No. 29 Telepon (022) 4232508 fax
(022) 4241507 Bandung 40112, Indonesia.
1.5.2 Waktu Penelitian
Penelitian dimulai dari bulan September 2011 sampai dengan bulan
Februari 2012. Waktu penelitian dapat dilihat pada tabel 1.2 dengan secara
Tabel 1.2
Jadwal Kegiatan Perencanaan Penelitian
No
Bulan Oktober‟11 November„11 Desember‟11 Januari‟12 Februari‟12 Maret‟12
Minggu Ke 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengajuan Judul
2
Pengumpulan
Data
3 Penyusunan UP
4 Seminar UP
5
Pelaksanaan
Penelitian
14
BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN
HIPOTESIS
2.1 Kajian pustaka
2.1.1 Biaya operasional
2.1.1.1 Definisi Biaya Operasional
Dalam manajemen keuangan, pada umumnya biaya merupakan
pengorbanan ekonomi yang diukur dalam satuan uang untuk suatu tujuan yang
ingin dicapai. Dalam proses penekanan biaya yang dikeluarkan perusahaan, maka
diperlukan perencanaan pengeluaran biaya yang baik yang bertujuan untuk
mengarahkan kegiatan atau aktivitas perusahaan dalam mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Sebagaimana menurut Mulyadi (2009 ; 8) adalah : Dalam arti
luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang,
yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.Ada
empat unsur pokok dalam definisi biaya tersebut d atas :
1. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi
2. Diukur dalam satuan uang
3. Yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi
2.1.1.2 Penggolongan Biaya
Biaya digolongkan dengan berbagai macam cara, umumnya penggolongan
biaya ini ditentukan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dengan penggolongan
tersebut.
Menurut Mulyadi (2009:13) biaya dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Objek pengeluaran
Dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan
dasar penggolongan biaya.
2. Fungsi pokok dalam perusahaan
a. Biaya produksi, merupakan biaya yang terjadi untuk mengolah
bahan baku menjadi produk jadi yang siap jual.
b. Biaya pemasaran, merupakan biaya – biaya yang terjadi untuk
melaksanakan kegiatan pemasaran produk.
c. Biaya administrasi, merupakan biaya untuk mengkoordinasi
kegiatan produksi dan pemasaran produk.
3. Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai
a. Biaya langsung adalah biaya yang terjadi dimana penyebab satu –
satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai.
b. Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak hanya
disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai.
4. Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan
a. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya beerubah
16
b. Biaya semi variabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding
dengan perubahan volume kegiatan.
c. Biaya semifixed adalah biaya uang tetap untuk tingkat volume
kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada
volume produksi tertentu.
d. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran
volume kegiatan tertentu.
5. Jangka waktu manfaatnya
a. Pengeluaran modal (capital expenditure) adalah biaya yang
mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Pada saat
terjadi dibebankan sebagai harga pokok aktiva dan dibebankan
dalam tahun pelaksanaannya.
b. Pengeluaran pendapatan (revenue expense) adalah biaya yang
hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi untuk
terjadinya pengeluaran tersebut. Pada saat terjadinya pengeluaran
pendapatan ini dibebankan sebagai biaya yang diperoleh dari
pengeluaran biaya.
Jadi menurutnya jika pengorbanan sumber ekonomi tersebut tidak
menghasilkan manfaat, maka pengorbanan tersebut merupakan rugi. Dengan kata
lain, jika seorang pengusaha telah mengeluarkan biaya tetapi pengorbanannya
tidak mendatangkan pendapatan (revenues), maka pengorbanan ini disebut rugi.
Operasi (operasional) adalah kesatuan kegiatan dari keseluruhan fungsi
beroperasi. Secara umum biaya operasional dapat diartikan sebagai biaya yang
terjadi dalam kaitannya dengan operasi yang dilakukan perusahaan dan diukur
dalam satuan uang, dimana operasional sering disebut juga operational cost atau
biaya usaha. menurut Jopie Jusuf (2008:33) adalah : Biaya operasional atau biaya
usaha (Operating Expenses) adalah biaya-biaya yang tidak berhubungan langsung
dengan produk perusahaan tetapi berkaitan dengan aktivitas perusahaan
sehari-hari.
Menurut Sofyan Assauri (1999:21-22) menjelaskan bahwa tujuan biaya
operasi adalah :
1. Mengkoordinasikan dan mengendalikan arus masukan (input) dan
keluaran (output), serta mengelola penggunaan sumber – sumber daya
yang dimiliki agar kegiatan dan fungsi operasionaldapat lebih efektif.
2. Untuk mengambil keputusan, akuntansi biaya menyediakan informasi
biaya masa yang akan datang (future cost) karena pengambilan
keputusan berhubungan dengan masa depan. Informasi biaya masa
yang akan datang tersebut jelas tidak diperoleh dari catatan karena
memang tidak dicatat, melainkan diperoleh dari hasil peramalan.
Proses pengambilan keputusan khusus ini sebagian besar merupakan
tugas manajemen perusahaan dengan memanfaatkan informasi biaya
tersebut.
3. Digunakan sebagai pegangan atau pedoman bagi seorang manajer di
dalam melakukan kegiatan - kegiatan perusahaan yang telah
18
Dalam pengeluaran biaya operasional diharapkan perusahaan dapat
menggunakan secara efisien, sehingga perusahaan dapat mencapai laba yang
optimal. Namun, permasalahan yang sering terjadi pada perusahaan manufaktur
adalah mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi aktivitas
operasional perusahaan yang tidak disertai dengan kenaikan laba.
Untuk melaksanakan operasional dalam perusahaan, perusahaan pun harus
memaksimalkan penekanan dan pengendalian biaya operasional yang ada dalam
perusahaan.
2.1.2 Efisiensi Operasional
2.1.2.1 Definisi Efisiensi Operasional
Efisiensi dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara keluaran
(output) dengan masukan (input), atau jumlah keluaran yang dihasilkan dari suatu
inpt yang dipergunakan. Suatu perusahaan dapat dikatakan efisien menurut
Syafaroedin Sabar, (1989) (1) mempergunakan jumlah unit input yang lebih
sedikit dibandingkan dengan jumlah input yang dipergunakan oleh perusahaan
lain dengan menghasilkan output yang sama, (2) menggunakan jumlah unit input
yang sama, dapat menghasilkan jumlah output yang lebih besar.
Menurut hongren, Datar dan Foster (2005:279) mengemukakan bahwa
efisiensi adalah jumlah relatif masukan yang digunakan untuk mencapai tingkat
keluaran tertentu. Makin sedikit masukan yang digunakan untuk mencapai tingkat
keluaran tertentu atau makin banyak keluaran untuk tingkat masukan tertentu,
Mengukur efisiensi suatu organisasi bukanlah perkara yang mudah.
Kendala dalam pengukuran efisiensi suatu perusahaan menurut shafer da terry
(2002) disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, suatu organisasi perusahaan
merupakan suatu kumpulan berbagai ragam perilaku ataupun sumber daya yang
kompleks. Oleh karena itu sulit untuk memperoleh ukuran efesiensi organisasi
yang absolut. Kondisi ini akan mengarah penggunaan nilai efisiensi relatif
(perbandingan atas penggunaan sumber daya/inputs untuk mendapatkan suatu
hasil/outputs dari ebuah organisasi dibandingkan dengan nilai efisiensi relatif
organisasi lain yang sejenis) menggatikan nilai absolut tersebut. Kedua, organisasi
bank tersusun dari proses transformasi yang multi dimensional dimana selalu
banyak input yang dimanfaatkan untuk menghasilkan banyak output pula. Untuk
mendapatkan suatu nilai ukuran yang menunjukan suatu perusahaan secara
keseluruhan yang bersifat scalar, haruslah terlebih dahulu dipeoleh suatu bobot
suatu perusahaan tersebut. Bagaimanapun juga bobot input dan output yang
dinyatakn sebelumnya ini selalu kurang dalam melingkupi seluruh nilai yang
mempengaruhinya baik eksternal maupun internal. Didalam teori perusahaan dan
analisis biaya dinyatakan bahwa perusahaan-perusahaan sejenis yang survive
apabila mereka memiliki kiat produksi tersendiri dan manajemen yang efisien
yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain sejenis dengan pasar yang sama.
BOPO (Biaya Operasional terhadap Beban Operasional). Rasio ini sering
disebut rasio efisiensi digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen
perusahaan dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan
20
yang dikeluarkan perusahaan yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu
perusahaan dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Biaya operasional dihitung
berdasarkan penjumlahan dari total beban bunga dan total beban operasional
lainnya. Pendapatan operasional adalah penjumlahan dari total pendapatan bunga
dan total pendapatan operasional lainnya.
2.1.3 Rentabilitas (ROA)
2.1.3.1 Definisi Rentabilitas (ROA)
Pengertian rentabilitas yang dikemukakan oleh Bambang Riyanto
(2001:35), yaitu :Rentabilitas perusahaan menunjukan perbandingan antara laba
dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba. Dengan kata lain rentabilitas
adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
Perusahaan menilai kondisi rentabilitas yang salah satu indikatornya
didasarkan pada Return On Assets (ROA). Dimana ROA ini merupakan rasio
yang menunjukan kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhna
aktiva untuk menghasilkan keuntungan. Dengan kata lain ROA merupakan
perbandingan antara laba sebelum pajak dengan total modal atau assets.
2.1.4 Keterkaitan antar variabel
2.1.4.1 Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Rentabilitas (ROA)
Menurut jopie jusuf (2008:34) adalah sebagai berikut : “Dengan
mengurangi biaya operasional perusahaan dari laba kotor, maka perusahaan akan
2.1.4.2 Pengaruh Efisiensi Operasional Terhadap Rentabilitas (ROA)
Menurut jopie jusuf (2008:33) adalah sebagai berikut : “Dengan
meningkatkan efisiensi, maka biaya dapat di tekan sehingga dapat mempertinggi
gross profit.”
2.1.4.3 Pengaruh Biaya Operasional dan Efisiensi Operasional Terhadap
Rentabilitas (ROA)
Menurut jopie jusuf (2004:25) mengemukakan bahwa “Bila perusahaan
dapat menekan biaya operasi, maka perusahaan akan dapat meningkatkan laba.
Demikian sebaliknya, bila terjadi pemborosan biaya maka akan mengakibatkan
menurunnya laba.” Dengan kata lain, semakin efisien biaya operasional yang
dikeluarkan perusahaan yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu
perusahaan dalam kondisi bermasalah semakin kecil.
2.2 Kerangka pemikiran
Setiap perusahaan dengan tujuan utamanya mencari laba tentunya akan
berusaha untuk memaksimalkan laba dengan menekan biaya yang akan
dikeluarkan agar seefisien mungkin. Artinya, laba yang didapat oleh perusahaan
lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.
Dengan demikian, manajemen perusahaan tidak hanya sekedar
berkewajiban untuk menghasilkan pendapataan yang lebih besar dari biaya saja
melainkan berkewajiban pula untuk memperoleh laba yang ditinjau dari jumlah
investasi yang digunakan untuk memperoleh pendapatan. Untuk menjamin agar
22
merencanakan dan mngendalikan dengan baik dua faktor penentu laba yaitu
pendapatan dan biaya.
Dalam manajemen keuangan, pada umumnya biaya merupakan
pengorbanan ekonomi yang diukur dalam satuan uang untuk suatu tujuan yang
ingin dicapai. Dalam proses penekanan biaya yang dikeluarkan perusahaan, maka
diperlukan perencanaan pengeluaran biaya yang baik yang bertujuan untuk
mengarahkan kegiatan atau aktivitas perusahaan dalam mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
Hal ini dapat dilihat dari pengertian biaya menurut Mulyadi (2009 ; 8)
adalah :
“Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang
diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan
terjadi untuk tujuan tertentu.”
Jadi menurutnya jika pengorbanan sumber ekonomi tersebut tidak
menghasilkan manfaat, maka pengorbanan tersebut merupakan rugi. Dengan kata
lain, jika seorang pengusaha telah mengeluarkan biaya tetapi pengorbanannya
tidak mendatangkan pendapatan (revenues), maka pengorbanan ini disebut rugi.
Operasi (operasional) adalah kesatuan kegiatan dari keseluruhan fungsi
yang ada diperusahaan untuk melaksanakan untuk terus dapat bertahan dan
beroperasi. Secara umum biaya operasional dapat diartikan sebagai biaya yang
dalam satuan uang, dimana operasional sering disebut juga operational cost atau
biaya usaha.
Hal ini dapat dijelaskan pengertian tentang biaya operasi menurut Jopie
Jusuf (2008:33) adalah :
“Biaya operasional atau biaya usaha (Operating Expenses) adalah
biaya-biaya yang tidak berhubungan langsung dengan produk perusahaan
tetapi berkaitan dengan aktivitas perusahaan sehari-hari.”
Sedangkan menurut Munandar ( 2001:25) adalah :
“Biaya operasi adalah biaya yang menjadi beban tanggungan
perusahaan yang berhubungan erat dengan usaha pokok perusahaan.”
Untuk melaksanakan operasional dalam perusahaan, perusahaan pun harus
memaksimalkan penekanan dan pengendalian biaya operasional yang ada dalam
perusahaan. Indikator biaya operasional menurut Suparwoto (2001:56) yaitu :
harga pokok penjualan, biaya pemasarandan biaya administrasi dan umum.
Efisiensi dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara keluaran
(output) dengan masukan (input), atau jumlah keluaran yang dihasilkan dari suatu
input yang dipergunakan. Suatu perusahaan dapat dikatakan efisien menurut
Syafaroedin Sabar, (1989) adalah sebagai berikut :
”(1) mempergunakan jumlah unit input yang lebih sedikit dibandingkan
24
menghasilkan output yang sama, (2) menggunakan jumlah unit input yang
sama, dapat menghasilkan jumlah output yang lebih besar.”
BOPO (Biaya Operasional terhadap Beban Operasional). Rasio ini sering
disebut rasio efisiensi digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen
perusahaan dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan
operasional. Semakin kecil rasio ini berarti semakin efisien biaya operasional
yang dikeluarkan perusahaan yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu
perusahaan dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Biaya operasional dihitung
berdasarkan penjumlahan dari total beban bunga dan total beban operasional
lainnya. Pendapatan operasional adalah penjumlahan dari total pendapatan bunga
dan total pendapatan operasional lainnya. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut
(SE BI No.3/30/DPNP tgl 14 Desember 2001):
= Biaya Operasional
Pendapatan Operasional X100%
Pengelolaan suatu biaya operasional harus benar-benar tepat, karena
kesalahan dalam pengelolaannya akan mempengaruhi kelangsungan hidup
perusahaan. Hal yang penting dalam biaya operasional dan efisiensi operasional
adalah dalam aspek pertimbangan rentabilitas, karena tujuan dari kegiatan
perusahaan adalah mendapatkan laba dan salah satu cara dalam meningkatkan
perolehan laba yaitu dengan meningkatkan efisiensi penggunann dana dalam
bahwa suatu perusahaan berjalan dengan baik dan efisien, melainkan efisiensi
dalam suatu perusahaan baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang
diperoleh perusahaan dengan modal perusahaan itu sendiri yang digunakan untuk
menghasilkan pendapatan tersebut.
Hal ini dapat dilihat dari pengertian rentabilitas yang dikemukakan oleh
Bambang Riyanto (2001:35), yaitu sebagai berikut :
“Rentabilitas perusahaan menunjukan perbandingan antara laba
dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba. Dengan kata lain
rentabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.”
Sedangkan manurut Jopie Jusuf (2008:51), adalah sebagai berikut :
“Rasio rentabilitas adalah rasio yang menunjukan kemampuan
perusahaan mencetak laba.”
Rentabilitas yang dikaitkan dengan biaya operasional dan efisiensi
operasional dapat diartikan dengan pengukuran tingkat efektifitas manajemen
dalam pembiayaan operasional pada perusahaan. Sebagai salah satu cara untuk
meningkatkan laba perusahaan yaitu dengan menurunkan beban operasi dalam
perusahaan dan menaikan jumlah investasi yang mampu menghasilkan tingkat
pendapatan yang lebih tinggi. Biaya operasi yang diperhitungkan untuk
menghitung rentabilitas hanyalah biaya-biaya yang bekerja atau beroperasi di
dalam perusahaan (Operating Capital). Kemudian laba yang diperhitungkan untuk
menghitung rentabilitas hanyalah yang berasal dari operasi perusahaan, yaitu laba
26
usaha-usaha perusahaan dapat diperhitungkan dalam menghitung rentabilitas pada
perusahaan.
Perusahaan menilai kondisi rentabilitas yang salah satu indikatornya
didasarkan pada Return On Assets (ROA). Dimana ROA ini merupakan rasio
yang menunjukan kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhna
aktiva untuk menghasilkan keuntungan. Dengan kata lain ROA merupakan
perbandingan antara laba sebelum pajak dengan total modal atau assets.
Hal ini dapat digambarkan dengan rumus :
� = Laba Sebelum Pajak
Total Modal /AssetsX 100%
Biaya-biaya operasi merupakan biaya-biaya anggaran untuk melaksanakan
proses operasi. Hal ini ada jika ada target seperti peningkatan rentabilitas. Upaya
peningkatan rentabilitas ini dipengaruhi oleh biaya operasi yang mana berfungsi
sebagai biaya anggaran untuk proses pencapaian target tujuan yang telah
ditetapkan. Apabila pendapatan usaha dalam perusahaan lebih besar dari pada
biaya operasional yang dikeluarkan maka akan terjadi laba usaha. Sebaliknya
apabila pendapatan usaha lebih kecil dari biaya operasional yang dikeluarkan
maka akan terjadi rugi operasional atau terjadi penurunan pada laba yang akan
perusahaan harus dapat menekan biaya operasional dan demikian jelaslah terlihat
bahwa salah satu komponen dari laporan laba rugi adalah biaya operasional.
Menurut jopie jusuf (2004:25) adalah sebagai berikut :
“Bila perusahaan dapat menekan biaya operasi, maka perusahaan akan
dapat meningkatkan laba. Demikian sebaliknya, bila terjadi pemborosan biaya
maka akan mengakibatkan menurunnya laba.”
Sedangkan Menurut jopie jusuf (2008:33) adalah sebagai berikut :
“Dengan meningkatkan efisiensi, maka biaya dapat di tekan sehingga
28
Tabel 2.1
Studi Empiris Penelitian Terdahulu
Penelitian dan Judul
Kesimpulan Persamaan Perbedaan
Anggria Lestari (2007)
“ Pengaruh Biaya Operasional terhadap Return On Assets (ROA).”
Berdasarkan hasil penelitian meningkatnya biaya operasional lainnya seiring dengan meningkatnya NPL bank dapat disimpulkan bahwa biaya operasional berpengaruh negatif terhadap rentabilitas (ROA). Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat antara kedua variabel tersebut. Artinya apabila biaya operasional tinggi, maka rentabilitas (ROA) didapatkan oleh bank rendah ,begitu juga sebaliknya semakin rendah biaya operasional yang dikeluarkan maka perolehan rentabilitas(ROA) akan semakin tinggi.
Biaya Operasional dan Rentabilitas (ROA) adalah salah satu indikator X dan Y
Biaya Operasional sebagai salah satu indikator X1
Yuliani (2007) “ Hubungan Efisiensi Operasional dengan Kinerja Profitabilitas pada Sektor
Perbankan yang Go Publik di Bursa efek Jakarta.”
Berdasarkan hasil uji parsial bahwa variabel BOPO dan CAR
berpengaruh signifikan terhadap ROA. Hal mungkin disebabkan oleh periode pengamatan yang pendek. Vought dan Vu (2000) mengemukakan bahwa periode pengamatan yang panjang akan memberikan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan periode pengamatan yang lebih pendek
Efisiensi
Operasional dan Kinerja
Profitabilitas sebagai salah satu indikator X1 dan Y
Efisiensi
Operasional salah satu indikator X2
Ira Krisdiyanti “ Pengaruh Biaya Operasional Terhadap
Profitabilitas (ROA) Pada PT. Pindad (Persero).”
Berdasarkan hasil penelitian ini, bahwa biaya operasional berpengaruh sangat kecil
tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROA) dan mempunyai hubungan yang cukup kuat yaitu sebesar 42%. Hal tersebut mengacu pada perhitungan koefisien determinasi yang menyebutkan bahwa sebesar 18,2% profitabilitas (ROA) dipengaruhi oleh biaya operasional sedangkan 81,8 % dipengaruhi oleh faktor-faktor penyebab lainnya.
Biaya Operasional dan Profitabilitas (ROA) sebagai salah satu indikator X dan Y
Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa biaya operasional dan
efisiensi operasional berpangaruh terhadap rentabilitas (ROA). Maka penulis
[image:42.595.107.558.194.648.2]menggambarkan hubungan tersebut sebagai berikut :
Gambar 2.1
SkemaKerangkaPemikiran Biaya Operasional
Variabel X1
(Jopie jusuf:2008:33)
•Hargapkokpenjualan • Biaya pemasaran • Biayaadmdanumum
(Suparwoto2001:56)
Rentabilitas
Variabel Y
(Bambang Riyanto:2001:35)
ROA
•Laba sebelum Pajak • Total Assets(modal)
(Malayu Hasibuan:100) Efisiensi operasional
Variabel X2
(Syafaroedin Sabar:1989)
• Biaya operasional • Pendapatan operasional
(SE BI No.3/30/DPNP tgl 14 Desember 2001)
Jopie jusuf 2008:33
30
2.3 Hipotesis
Hipotesis adalah kesimpulan sementara terhadap masalah yang
kebenarannya harus diuji secara empiris melalui suatu analisis ( Ummi
Narimawati).
Berdasarkan uraian kerangka pemikiran di atas, maka penulis
mengemukakan hipotesis yaitu baik secara simultan maupun parsial :
“Terdapat pengaruh biaya operasional dan efisiensi operasional
terhadap rentabilitas (ROA) baik secara simultan maupun parsial pada PT.
Objek adalah segala sesuatu yang akan dijadikan kajian dalam penelitian.
Objek Penelitian menurut Husein Umar (2005:303) mengemukakan bahwa:
“objek penelitian menjelaskan tentang apa dan atau siapa yang menjadi objek
penelitian. Juga dimana dan kapan penelitian dilakukan. Bisa juga ditambah
hal-hal lain jika dianggap perlu”. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian
adalah Biaya Operasional, Efisiensi Operasional dan Rentabilitas (ROA).
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian menurut Umi Narimawati (2008:127) adalah cara cara
penelitian yang digunakan untukmendapatkan data untuk mencapai tujuan
tertentu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan
verifikatif. Dimana metode ini merupakan metode yang menggambarkan apa
yang yang dilakukan perusahaan berdasarkan fakta-fakta atau kejadian yang
sebenarnya pada perusahaan tersebut. Data yang telah dikumpulkan kemudian
diolah atau dianalisis serta dijelaskan dengan teori-teori yang ada dan akhirnya
menghasilkan suatu kesimpulan.
Menurut Umi Narimawati (2008:21),metode deskriptif adalah :
“menggambarkan/menguraikan hasil penelitian melalui mengungkapkan berupa
32
Menurut Umi Narimawati (2008:21) pengertian metode verifikatif adalah:
“metode penelitian Verifikatif adalah pengujian hippotesis melalui alat analisis
statistik”.
3.2.1 Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana dan struktur penyelidikan yang
digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan
penelitian. Definisi lain mengatakan bahwa desain penilitian adalah semua proses
yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian (Moh.Nazir,
2003:84).
Dengan demikian desain penelitian ini merupakan kerangka atau perincian
prosedur kerja yang akan dilakukan pada waktu meneliti, sehingga diharapkan
dapat memberikan gambaran dan arah mana yang akan dilakukan dalam
melaksanakan penelitian tersebut serta memberikan gambaran jika penelitian itu
telah jadi atau selesa penelitan tersebut diberlakukan. Desain penelitian yang baik
dapat memudahkan penulis dalam melakukan penelitiannya.
Menurut Sugiyono, (2007:13) proses penelitian dapat disimpulkan seperti
teori sebagai berikut:
Proses penelitian meliputi:
1. Sumber masalah
2. Rumusan masalah
3. Konsep dan teori yang relevan dan penemuan yang relevan
4. Pengajuan hipotesis
6. Menyusun instrumen penelitian
7. Kesimpulan
Dalampenelitianinipenulismenetapkandesainpenelitian yang mencakup
proses sebagaiberikut :
1. Sumber Masalah
Peneliti menentukan masalah-masalah sebagai fenomena untuk
dasar penelitian.
2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicari
jawabannya melalui pengumpulan data. Proses penemuan masalah
merupakan tahap penelitina yang sulit karena tujuan penelitian ini dapat
dilakukan dengan baik jika masalahnya tidak dirumuskan secara jelas.
Rumusan masalah atau pertanyaan penelitian akan mempengaruhi
pelaksaaan tahap selanjutnya didalam tahap penelitian, pada penelitian ini
masalah-masalah dirumuskan melalui suatu pertanyaan, yang akan diuji
dengan cara menguji hipotesis.
3. Konsep dan teori yang relevan dan penemuan yang relevan
Untuk menjawab rumusan masalah yang sifatnya sementara atau
hipotesis, maka peneliti dapat membaca referensi teoritis yang relevan
dengan masalah dan berfikir. Selain itu penemuan penelitian sebelumnya
yang relevan juga dapat digunakan sebagai bahan untuk memberi jawaban
34
4. Pegajuan Hipotesis
Jawaban terhadap rumusan masalah yang baru didasarkan pada
teori dan didukung oleh penelitian yang relevan, tetapi belum ada
pembuktian secara empiris (factual) maka jawaban itu disebut hipotesis.
5. Metode Penelitian
Untuk menguji hipotesis peneliti dapat memilih metode penelitian
yang sesuai pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah
metode survey dengan teknik analisis data menggunakan statistik
deskriptif dan kuantitatif (verifikatif).
6. Menyusun instrument penelitian
Pada penelitian ini untuk menguji adanya pengaruh biaya
operasional (variabel X1) dan efisiensi operasional (variabel X2) terhadap
rentabilitas (variabel Y) digunakan analisis jalur, sedangkan untuk
menguji adanya hubungan biaya operasional (variabel X1) dan efisiensi
operasional (variabel X2) terhadap rentabilitas (variabel Y) digunakan
korelasi Pearson, dan untuk menguji pengaruh biaya operasional (variabel
X1) dan efisiensi operasional (variabel X2) terhadap rentabilitas (variabel
Y) digunakan koefisien determinasi.
7. Kesimpulan
Kesimpulan adalah langkah akhir dari suatu periode penelitian
yang berupa jawaban terhadap rumusan masalah, dengan menekankan
pada pemecahan masalah berupa informasi mengenai solusi masalah yang
3.2.2 Operasionalisasi Variabel
Operasioanal variabel merupakan proses penguraian variabel
penelitian ke dalam subvariabel, dimensi, indikator subvariabel, dan
pengukuran. Dalam penelitian ini penulis menggunakan judul yang telah
dipilih yaitu pengaruh biaya operasional dan efisiensi operasional terhadap
rentabilitas (ROA) pada PT. Module Tri Arba. Penulis mencoba mencari
pengaruh antara suatu variabel dengan variabel lainnya dalam suatu
hubungannya yang bersifat kausal, artinya satu variabel akan
mempengaruhi variabel lainnya dalam hubungan sebab akibat. Dalam
penelitian ini penulis menggunakan dua variabel, yaitu :
1. Variabel Bebas (Independence Variabel)
Variabel bebas ini merupakan variabel yang mempengaruhi
variabel lainnya. Dalam penulisan ini variabel bebasnya terdapat pada
biaya operaional dan efisiensi operasional, karena dengan adanya
penyusunan biaya operasional dan efisiensi operasional yang baik
maka jumlah pendapatan atau laba yang didapat akan bisa terkendali.
2. Variabel Terikat (Dependence Variabel)
Variabel terikat ini merupakan variabel yang dipengaruhi oleh
variabel lain, dengan kata lain variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas.
Yang menjadi variabel terikat ini terdapat pada rentabilitas pada
perusahaan, karena rentabilitas perusahaan dapat dipengaruhi oleh biaya
36
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Variabel Konsep Variabel Indikator Ukuran Skala
Biaya Operasional (X1)
Biaya operasional atau adalah biaya-biaya yang tidak berhubungan langsung dengan produk
perusahaan tetapi berkaitan dengan aktivitas perusahaan sehari-hari. • Hargapokokpenjualan •Biayapemasaran •Biayaadministrasidanumum
Rp Rasio
Efisiensi Operasional (X2)
BOPO adalah
rasio efisiensi yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen perusahaan dalam mengendalikan biaya operasional terhadap
pendapatan operasional.
Biaya Operasional
Pendapatan OperasionalX100% % Rasio
Rentabilitas (Y) Kemampuan Perusahaan Dalam Mendapatkan Laba Usaha �
3.2.3 Sumber dan Teknik Penentua Data
3.2.3.1 Sumber Data
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini dapat dibagi dua sumber
data, yaitu :
1 Data Primer
Data primer merupakan data yang dikumpulkan langsung dan
berhubungan secara langsung dengan penelitian yang dilaksanakan.
2 Data sekunder
Data sekunder merupakan data pendukung data primer, baik
berupa data internal jika berasal dari dalam organisasi perusahaan maupun
data sekunder eksternal yang berasal dari luar perusahaan. Contoh : studi
pustaka.
3.2.3.2 Teknik Penentuan Data
3.2.3.2.1 Populasi
Populasi adalah gabungan seluruh elemen yang memiliki serangkaian
karakteristik serupa yang mencakup semesta untuk kepentingan masalah riset
pemasaran. Dilihat dari pengertian tersebut, populasi merupakan objek atau
subjek yang memiliki karakteristik tertentu sesuai informasi yang ditetapkan oleh
peneliti, sebagai unit analisis penelitian (Umi Narimawati, 2008:161).
Berdasarkan penjelasan diatas, penulis hanya menentukan dan
menggunakan populasi dari data laporan keuangan tahunan sejak PT. Module Tri
Arba berdiri dan laporan pendukung dari biaya operasional, efisiensi operasional
38
3.2.3.2.2 Sampel
Sampel adalah sub elemen populasi yang terpilih untuk berpartisipasi
dalam studi. Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil
sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi.
Rancangan dalam mengambil sampel dalam penelitian ini adalah
menggunakan rancangan sampel nonprobabilitas (nonprobability sampling
design) yaitu tidak semua populasi mempunyai kesempatan untuk dijadikan
sampling. Teknik yang dilakukan adalah Purposive sampling (penilaian). Dimana
Purposive sampling (penilaian) adalah teknik yang dilakukan dengan memilih
sampel dari suatu populasi berdasarkan dari informasi yang tersedia sesuai dengan
penelitian yang berjalan sehingga perwakilannya terhadap populasi dapat
dipertanggungjawabkan (Jonathan Sarwono, 2006:125).
Penarikan sampel yang peneliti lakukan adalah sampel yang diambil dari
tahun 2003 sampai dengan 2009 sehingga sampel yang digunakan sebanyak 7
tahun.
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan untuk memperoleh data
yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
Penelitian lapangan (Field Research) adalah penelitian yang dilakukan
secara langsung pada perusahaan yang bersangkutan dengan maksud untuk
1. Dokumentasi
Yaitu mempelajari dokumen-dokumen yang ada di perusahaan
yang berkenaan dengan masalah yang diteliti, seperti data laporan
keuangan tahunan dan laporan pendukung dari biayaoperasional,efisiensi
operasional dan rentabilitas pada PT Module Tri Arba.
2. Pengamatan (Observasi)
a. Pengamatan (Observasi) adalah teknik pengumpulan data dengan cara
mengamati secara langsung objek yang diteliti.
b. Penelitian kepustakaan ( Library Research) adalah penelitian yang
dilakukan secara tidak langsung yang bersumber kepustakaan dengan
membaca dan mempelajari buku-buku referensi yang berhubungan
dengan penelitian
3.2.5 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis
3.2.5.1 Rancangan Analisis Deskriptif (Kualitatif) dan Verifikatif
(Kuantitatif)
3.2.5.1.1 Analisis Deskriptif (kualitatif)
Analisis deskriptif merupakan analisis yang dimaksudkan untuk
mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan
gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. apabila hanya
mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan
kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif maka disebut penelitian deskriptif
40
Dalam penelitian ini analisis deskriptif dilakukan untuk menjawab
rumusan masalah nomor satu, dua, dan tiga, yaitu bagaimana perkembangan biaya
operasional, bagaimana perkembangan efisiensi operasional dan bagaimana
perkembangan rentabilitas pada PT Module Tri Arba. Hal ini dilakukan dengan
cara membandingkan tahun dasar dengan tahun sekarang, kemudian diuraikan ke
dalam grafik, tabel atau diagram.
3.2.5.1.2 Analisis Verifikatif (Kuantitatif)
Analisis kuantitatif adalah analisis pengolahan data berbentuk angka
(numeric). Dalam hal ini peneliti melakukan analisis pada laporan keuangan
neraca, laporan keuangan laba rugi. Peneliti dalam melakukan penelitiannya
menggunakan metode analisis statistik.
Dalam penelitian ini analisis kuantitatif yang digunakan peneliti adalah
untuk Mengetahui pengaruh antara variabel X1 (Biaya Operasional) dan X2
(Efisiensi Operasional) terhadap variabel Y (Rentabilitas) serta seberapa besar
pengaruhnya. Adapun metode analisa Korelasi, Regresi Linear berganda dan
Koefisien Determinasi.
Adapun langkah-langkah dalam pengujian statistik yang digunakan
peneliti adalah sebagai berikut :
1. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi berganda digunakan peneliti dengan maksud untuk
mengetahui besarnya pengaruh biaya operasional dan efisiensi operasional
antara variable independent (X) dan variable dependent (Y) disebut dengan
persamaan regresi.
Bentuk persamaan dari regresi linier berganda ini yaitu :
Keterangan :
Y = nilai taksiran untuk variabel rentabilitas (ROA)
a = konstanta, merupakan nilai terikat yang dalam hal ini adalahY pada saat
variabel bebasnya adalah 0 (X1, X2 = 0)
X1 = biaya operasional
X2 = efisiensi operasional
b1 = koefisien regresi berganda antara variabel bebas X1 terhadap variabel terikat
Y, apabila variabel bebas X2 diangap konstan.
b2 = koefisien regresi berganda antara variabel bebas X2 terhadap variabel terikat
Y, apabila variabel bebas X1 diangap konstan.
Regresi linier berganda dengan dua variabel bebas X1 dan X2 metode
kuadrat kecil memberikan hasil bahwa koefisien-koefisien a, b1, dan b2 dapat
42
2
1 2 2 1 2
1 2 2 2
1 2 1 2
' ' ' ' ' ' '
' ' ' '
X Y X X Y X X
b
X X X X
22 1 1 1 2
2 2 2 2
1 2 1 2
' ' ' ' ' ' '
' ' ' '
X Y X X Y X X
b
X X X X
1 1 2 2
a Y b X b X
Jika b1dan b2positif, maka hal ini menunjukkan hubungan yang searah
antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dengan kata lain peningkatan atau
penurunan besarnya variabel bebas akan diikuti oleh peningkatan atau penurunan
besarnya variabel terikat. Sedangkan jika nilai b1dan b2negatif berarti
menunjukkan hubungan yang berlawanan antara variabel bebas dengan variabel
terikat. Dengan kata lain setiap peningkatan besarnya nilai variabel bebas akan
diikuti oleh penurunan besarnya nilai variabel terikat, dan sebaliknya.
2.
Analisis Korelasi (Pearson)Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi (hubungan)
linier antara dua variabel. Korelasi juga tidak menunjukkan hubungan fungsional.
Dengan kata lain, analisis ko