• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Instagram Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Bisnis Online (Studi Deskriptif Kualitatif pada Bisnis Online Floshablee)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Peranan Instagram Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Bisnis Online (Studi Deskriptif Kualitatif pada Bisnis Online Floshablee)"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI

PEMASARAN BISNIS ONLINE

(Studi Deskriptif Kualitatif pada Bisnis Online Floshablee)

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Program Strata 1 (S1) pada Departemen Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

KELLY AGATHA S.

110907010

DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NIAGA/ BISNIS

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA/ BISNIS

HALAMAN PERSETUJUAN

Hasil skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dan diperbanyak oleh: Nama : Kelly Agatha S.

NIM : 110907010

Program Studi : Ilmu Administrasi Niaga/ Bisnis

Judul : PERANAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA

KOMUNIKASI PEMASARAN BISNIS ONLINE (Studi Deskriptif Kualitatif pada Bisnis Online Floshablee)

Medan, Juli 2015

Dosen Pembimbing Ketua Program Studi

Drs. Kariono, M.Si. Prof. Dr. Marlon Sihombing, M.A. NIP: 196106191987011002 NIP: 195908161986011001

Dekan FISIP USU

(3)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur peneliti panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan penyertaan-Nya, peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “PENGGUNAAN AKUN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN BISNIS ONLINE (Studi Deskriptif Kualitatif pada Bisnis Online Floshablee”. Terimakasih atas kekuatan yang Engkau beri dalam menjalani perjuangan dan pengorbanan selama ini.

Ucapan terima kasih terutama kepada kedua orangtua saya, Ibunda L.Pandiangan atas segala pengorbanan, motivasi, cinta, dan kasih sayang yang selalu dilimpahkan kepada saya selama pengerjaan skripsi ini.Terkhusus kepada Ayahanda S. Simanjuntak (alm.) yang telah beristirahat dalam damai di sisi Tuhan. Meskipun Bapak tidak lagi dapat memberi dukungan kepada saya secara konkrit, saya yakin Bapak selalu turut mendoakan segala perjuangan saya.

Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada abang dan kakak yang turut memberikan dukungan baik moril maupun materiil selama kegiatan penelitian magang berlangsung.Sebagai anak bungsu, saya banyak mendapat pelajaran serta pengalaman yang sangat berharga dari abang dan kakak semua, yang telah terlebih dahulu menyelesaikan studi dari perguruan tinggi. Bang Erwin Simanjuntak, Kak Marietha Simanjuntak, Kak Imelda Simanjuntak, Bang Ferdinand Simanjuntak, Bang Andri Simanjuntak, serta Bang Alfred Simanjuntak. Ucapan terimakasih spesial kepada Kak Nathalia Simanjuntak. Kakak yang paling dekat dengan saya, sahabat, sekaligus seseorang yang saya yakini sebagai

(4)

Selama pengerjaan laporan ini peneliti juga telah dibantu oleh banyak pihak. Dari sebab itu, pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terimakasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Dr. Marlon Sihombing, M.A selaku Ketua Departemen Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/ Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Drs. Kariono, M.Siselaku Dosen Pembimbing yang telah

bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing, mengarahkan dengan sabar, memberikan kritik yang membangun, saran, nasehat serta solusi yang sangat membantu saya dalam pengerjaan skripsi ini.

4. Bapak Muhammad Arifin Nasutionselaku Dosen Wali saya yang telah memberikan dukungan, bimbingan dan pengarahan selama saya menjalani masa perkuliahan di Departemen Ilmu Adminstrasi Bisnis.

5. Ibu Maulidina, S.P, M.M selaku Dosen Pembimbing Magang sekaligus pemberi arahan dan motivasi selama pengerjaan skripsi ini.

(5)

kelengkapan berkas untuk seminar proposal, dan juga sidang meja hijau.

7. Para dosen dan staff di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara, khususnya dari Departemen Ilmu Administrasi Bisnis yang telah banyak memberikan ilmu dan berbagi pengalaman selama masa perkuliahan,bimbingan penelitian magang serta proses pengerjaan skirpsi yang mana sangat berguna untuk bekal di masa depan.

8. Seluruh staff Departemen Ilmu Administrasi Bisnis dan Bagian Pendidikan yang telah membantu saya dalam proses administrasi. 9. Teman-teman departemen Ilmu Administrasi Bisnis, khususnya

stambuk 2011yang namanya tidak dapat saya sebutkan satu-persatu.Terimakasih atas kebersamaan kita selama hampir empat tahun ini serta hal-hal kecil yang saya kurang mengerti selama masa perkuliahan maupun selama proses pengerjaan skripsi ini. Terutama kepada Martha Nababan, Dwi Lana Putri, serta Leavanny Laurie.

(6)

Hermanto Simbolon, Muhammad Suhendra, Boni Pasaribu, Jonathan Silitonga, Denny Ginting, Vovi Pakpahan, serta Meriati Hutabarat. Kalian teman-teman yang selalu membantu saya dalam pengerjaan tugas-tugasselama masa kuliah maupun pada saat penelitian magang.

11.Margareth Panggabean, junior sekaligus teman berbagai pengalaman yang telah banyak membantu selama masa penelitian magang.

12.Eka Yulia Pratiwi selaku informan dalam pengerjaan skripsi ini yang sangat kooperatif.

13.Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu.

Semoga Tuhan selalu memberkati dalam setiap langkah kita. Peneliti menyadari bahwa hasil dari penelitian ini masih sangat

jauh dari kata “sempurna”. Oleh sebab itu, dengan segala

kerendahan hati, peneliti berharap para pembaca bersedia memberikan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat untuk memperkaya pengetahuan para pembacanya.

Medan, 2015

(7)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Peranan Instagram Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Bisnis Online (Studi Deskriptif Kualitatif pada Bisnis Online Floshablee). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Instagram berperan dalam proses komunikasi pemasaran pada bisnis online Floshablee, bagaimana Instagram berperan dalam pelaksanaan bauran komunikasi pemasarannya, serta hambatan-hambatan apa saja yang ditemui oleh si pemilik bisnis online Floshablee selama menggunakan Instagram sebagai media komunikasi pemasarannya. Teori yang dianggap relevan oleh peneliti untuk penelitian ini adalah Media, Bisnis Online, Komunikasi Pemasaran, Proses Komunikasi Pemasaran, Bauran Komunikasi Pemasaran, dan Komunikasi Pemasaran Online.Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dimana peneliti berusaha untuk menggambarkan dan menganalisis secara spesifik data yang diperoleh di lapangan sesuai dengan fokus masalah yang ingin diteliti. Informasi dan data diperoleh peneliti melalui wawancara terhadap pemilik sekaligus pemasar produk bisnis online yang menjadi objek penelitian serta melalui observasi yang dilakukan selama kegiatan penelitian berlangsung. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa peranan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran pada bisnis online Floshablee sangat besar dan memberikan dampak positif. Proses komunikasi pemasaran beserta baurannya dapat berjalan secara efektif dan efisien, meskipun ada salah satu unsur dari bauran tersebut yang tidak dapat dilakukan dengan memanfaatkan Instagram.Hal ini disebabkan karena pelaksanaan unsur tersebut memerlukan adanya proses tatap muka dan penyampaian informasi secara lisan. Berdasarakn penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hambatan yang ditemuisi pemilik online shop selama memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran produk-produknya. Selain cara pengoperasiannya yang mudah, biaya yang dikeluarkan juga sangat minim. Instagram selalu memperbarui segala fitur yang ada agar menjadi lebih menarik dan menguntungkan para penggunanya.

(8)

ABSTRACT

The title of this research is Instagram’s Role as TheMedia of e-Commerce Marketing Communication (Descriptive Studyat Floshablee Online Shop). The

goals of this research are to know how Instagram’s role in the process of

marketing communication at Floshablee Online Shop, how its role in the marketing communication mix of Floshablee Online Shop and what are the obtacles that found by the owner of Floshablee Online Shop when she is using Instagram as a media of the marketing communication.The theories which are relevant to this research areMedia, E-Commerce, Marketing Communication, The Process of Marketing Communication, Marketing Communication Mix, and e-Commerce Marketing Communication. The method that used by the researcher in this research is descriptive qualitative, which is the researcher trying to describe and analyze spesifically the data that found on the field which is relevant due to the problem that they want to analyze.The researcher got the information and data by interviewedthe owner who is also the marketer of the online shop as the object of this research and by an observation during the research wason. From this research, the researcher found that as a media of marketing communication at Floshablee Online Shop, Instagram gives a big role and positive impacts.The process and the marketing communication mix were going more effective and efficient, eventhough there was one element of the mix that could not be done by using Instagram. It is because of that element needs a face to face process and a delivery of the information orally. From this research we also can conclude that there was no obstacles that found by the online shop owner when she is using Instagram as a media of the marketing communication. Beside it is easy to use, the cost that she spent for using it is very cheap. Instagram always updates the features so that it will be more interesting and worthy for the users.

(9)

DAFTAR ISI

2.4.2 Proses Komunikasi Pemasaran... 25

2.4.3 Bauran Komunikasi Pemasaran ... 30

2.4.4 Komunikasi Pemasaran Online ... 35

(10)

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian ... 38

3.2 Objek Penelitian ... 39

3.3 Subjek Penelitian ... 39

3.4 Definisi Konsep ... 39

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 40

3.6 Teknik Analisis Data... 43

BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Deskripsi Umum Objek Penelitian ... 44

4.1.1 Sejarah Perkembangan Bisnis Online Floshablee ... 45

4.1.2 Profil Informan ... 49

4.2 Penyajian Data... 50

4.2.1 Proses Komunikasi Pemasaran Melalui Instagram pada Bisnis Online Floshablee ... 50

4.2.2 Bauran Komunikasi Pemasaran Melalui Instagram pada Bisnis Online Floshablee ... 61

4.2.3 Hambatan Selama Menggunakan InstagramSebagai Media Komunikasi Pemasaran Bisnis Online Floshablee ... 71

4.3 Pembahasan ... 73

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 77

(11)

DAFTAR GAMBAR

Nama Judul Halaman

Gambar 2.1 Model Universal Komunikasi 27

Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran 38

Gambar 4.1 Tampilan Akun Instagram Bisnis Online

Floshablee 50

Gambar 4.2 Contoh Pesan yang Disampaikan oleh

Floshablee Kepada Pelanggan 55

Gambar 4.3 Contoh Tanggapan Pelanggan Floshablee 58 Gambar 4.4 Contoh Feedback Pelanggan Floshablee 59

Gambar 4.5 Contoh Feedback Pelanggan Melalui

BBM 60

Gambar 4.6 Proses Komunikasi Pemasaran Bisnis

Online Floshablee 61

Gambar 4.7 Contoh Promosi pada Akun Instagram

Floshablee 66

Gambar 4.8 Contoh Lain Promosi pada Akun

Instagram Floshablee 67

Gambar 4.9 Contoh Hubungan Masyarakat pada

Akun Instagram Floshablee 68

Gambar 4.10 Contoh Lain Hubungan Masyarakat pada

Akun Instagram Floshablee 69

Gambar 4.11 Contoh Pemasaran Langsung pada Akun

(12)

DAFTAR TABEL

Nama Judul Halaman

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu 9

Tabel 2.2 Jenis-jenis Gangguan pada

Proses Komunikasi 29

Tabel 2.3 Keuntungan dan Kerugian

Pemasaran Langsung 36

(13)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Peranan Instagram Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Bisnis Online (Studi Deskriptif Kualitatif pada Bisnis Online Floshablee). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Instagram berperan dalam proses komunikasi pemasaran pada bisnis online Floshablee, bagaimana Instagram berperan dalam pelaksanaan bauran komunikasi pemasarannya, serta hambatan-hambatan apa saja yang ditemui oleh si pemilik bisnis online Floshablee selama menggunakan Instagram sebagai media komunikasi pemasarannya. Teori yang dianggap relevan oleh peneliti untuk penelitian ini adalah Media, Bisnis Online, Komunikasi Pemasaran, Proses Komunikasi Pemasaran, Bauran Komunikasi Pemasaran, dan Komunikasi Pemasaran Online.Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dimana peneliti berusaha untuk menggambarkan dan menganalisis secara spesifik data yang diperoleh di lapangan sesuai dengan fokus masalah yang ingin diteliti. Informasi dan data diperoleh peneliti melalui wawancara terhadap pemilik sekaligus pemasar produk bisnis online yang menjadi objek penelitian serta melalui observasi yang dilakukan selama kegiatan penelitian berlangsung. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa peranan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran pada bisnis online Floshablee sangat besar dan memberikan dampak positif. Proses komunikasi pemasaran beserta baurannya dapat berjalan secara efektif dan efisien, meskipun ada salah satu unsur dari bauran tersebut yang tidak dapat dilakukan dengan memanfaatkan Instagram.Hal ini disebabkan karena pelaksanaan unsur tersebut memerlukan adanya proses tatap muka dan penyampaian informasi secara lisan. Berdasarakn penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hambatan yang ditemuisi pemilik online shop selama memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran produk-produknya. Selain cara pengoperasiannya yang mudah, biaya yang dikeluarkan juga sangat minim. Instagram selalu memperbarui segala fitur yang ada agar menjadi lebih menarik dan menguntungkan para penggunanya.

(14)

ABSTRACT

The title of this research is Instagram’s Role as TheMedia of e-Commerce Marketing Communication (Descriptive Studyat Floshablee Online Shop). The

goals of this research are to know how Instagram’s role in the process of

marketing communication at Floshablee Online Shop, how its role in the marketing communication mix of Floshablee Online Shop and what are the obtacles that found by the owner of Floshablee Online Shop when she is using Instagram as a media of the marketing communication.The theories which are relevant to this research areMedia, E-Commerce, Marketing Communication, The Process of Marketing Communication, Marketing Communication Mix, and e-Commerce Marketing Communication. The method that used by the researcher in this research is descriptive qualitative, which is the researcher trying to describe and analyze spesifically the data that found on the field which is relevant due to the problem that they want to analyze.The researcher got the information and data by interviewedthe owner who is also the marketer of the online shop as the object of this research and by an observation during the research wason. From this research, the researcher found that as a media of marketing communication at Floshablee Online Shop, Instagram gives a big role and positive impacts.The process and the marketing communication mix were going more effective and efficient, eventhough there was one element of the mix that could not be done by using Instagram. It is because of that element needs a face to face process and a delivery of the information orally. From this research we also can conclude that there was no obstacles that found by the online shop owner when she is using Instagram as a media of the marketing communication. Beside it is easy to use, the cost that she spent for using it is very cheap. Instagram always updates the features so that it will be more interesting and worthy for the users.

(15)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Komunikasi merupakan satu hal yang wajib untuk dilakukan manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Selama hampir dua puluh empat jam, manusia berkomunikasi dengan sesamanya baik secara langsung maupun melalui media perantara. Tanpa adanya komunikasi, maka segala aktivitas manusia akan kacau, terbengkalai, hingga pada akhirnya akan merugikan manusia itu sendiri.Apabila ada manusia yang tidak berinteraksi dengan sesamanya, maka manusia tersebut dapat dipastikan terisolasi dari lingkungan sekitarnya.Harold D. Lasswell dalam Effendy (2003:26) menyatakan bahwa komunikasi pada dasarnya suatu proses yang harus menjawab pertanyaan Siapa?, Mengatakan apa?, Dengan saluran apa?, Kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?).

(16)

Proses komunikasi yang dilakukan dalam kegiatan pemasaran disebut dengan “komunikasi pemasaran”. Kotler dan Keller (2008:172) memberikan pengertian komunikasi pemasaran sebagai berikut.

“Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication) adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual.”

Dari pengertian diatas dapat dikatakan bahwa komunikasi pemasaran merupakan usaha yang mewakili perusahaan dalam mengenalkan produk dan mereknya serta merupakan sarana dalam membangun hubungan dengan pelanggannya. Usaha ini dapat ditempuh melalui lima poin yang dapat disebut

sebagai “alat-alat komunikasi pemasaran”. Kelima hal tersebut adalah Periklanan (Advertising), Promosi penjualan (Sales promotion), Hubungan masyarakat (Public relations), Penjualan personal (Personal selling), serta Pemasaran langsung (Direct marketing).

Dewasa ini, dengan adanya kemajuan di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi banyak fenomena yang terjadi di dalam masyarakat, salah satu diantaranya adalah munculnya new media, atau yang sering disebut dengan media online. Dimana setiap individu diseluruh dunia dapat melakukan apa saja sesuai dengan apa yang ia inginkan, sehingga new media ini bisa disebut sebagai “dunia kedua” dalam kehidupan penggunanya. Sebagai contoh seseorang dapat berkomunikasi, mencari informasi, memainkan game sesuai dengan dia inginkan atau pun seseorang dapat mengutarakan dengan bebas apa yang ada di dalam hatinya.

(17)

berhubungan atau saling berkomunikasi dan menyampaikan opini mereka tanpa ada yang melarang, tanpa ada batasan jarak, maupun ruang dan waktu. Media ini juga dapat membuat pengguna mengetahui berita atau fenomena yang terjadi lebih cepat dibandingkan memperoleh informasi melalui media massa lainnya seperti televisi maupun media cetak. Beberapa contoh media sosial yang berkembang di masyarakat antara lain Facebook, Twitter, Black Berry Messenger (BBM), Path, LINE, dan Instagram. Hampir seluruh media sosial terkini dapat digunakan untuk berbagi status, foto, maupun lokasi dimana si pengguna akun berada.

Dari sekian banyak contoh media sosial yang berkembang di masyarakat, Instagram merupakan salah satu contoh yang paling diminati masyarakat saat ini, tidak terkecuali di Indonesia. Sesuai dengan data yang diperoleh berdasarkan survei lembaga GlobalWebIndex terhadap 170 ribu pengguna media sosial di 32 negara, jumlah pengguna aktif Instagram melonjak 23 persen dari 130 juta pengguna pada bulan Juni 2013 menjadi 150 juta per bulan pada kuartal keempat tahun 2013. Hampir senada dengan data yang dikeluarkan oleh Business Insider pada penghujung tahun 2014. Pengguna aktif Instagram di seluruh dunia per bulannya telah mencapai angka 300 juta orang, mengalahkan pengguna aktif Twitter dengan angka 284 juta orang.

Instagram merupakan perpaduan dua kata yaitu “insta” dan “gram”. Kata

(18)

dengan cepat. Sama halnya dengan Instagram yang dapat mengunggah foto dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat.

Instagramadalah sebuah aplikasi untuk berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik instagram sendiri (Dan Frommer: 2010). Aplikasi ini diciptakan oleh Burbn, Inc., yang merupakan sebuah perusahaan berbasis teknologi start up dan hanya berfokus pada pengembangan aplikasi untuk telepon genggam.

(19)

Usaha yang dilakukan tim developer tidak berhenti sampai disitu. Mereka melakukan kerjasama dengan Facebook, dimana akhirnya pada tanggal 9 April 2012Facebook memutuskan untuk membeli Instagram dengan harga yang fantastis, yaitu sekitar $1 miliar. Tindakan ini sangat tepat, mengingat banyaknya pengguna akun Facebook yang tersebar di seluruh dunia. Facebook masih menempati urutan teratas sebagai media sosial terpopuler di seluruh dunia. Pendaftaran akun Instagram melalui akun Facebook menjadi lebih mudah. Para pengguna Instagram dapat menemukan orang-orang yang termasuk ke dalam daftar teman di Facebook untuk di follow serta dapat juga menjadikan foto profil di Facebook sebagai foto profil di akun Instagram.

Semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan media sosial, terutama Instagram menginspirasi para pemasar (marketer) untuk memanfaatkannya sebagai media komunikasi pemasaran dari produk maupun jasa yang dihasilkan. Dimana semua orang tidak hanya menjadi user, namun juga dapat menjadi publisher. Dapat dikatakan bahwa media sosial merupakan platform yang sangat efektif untuk berkomunikasi dan mendengarkan pendapat konsumen; seperti memberi kritik, saran serta komplain. Meskipun kegiatan komunikasi pemasaran dilakukan secara online, namun efek dari pemasaran yang dilakukan pun bisa berdampak offline yaitu melalui mulut ke mulut (word of mouth). Jika mampu mengkombinasikan model pemasaran online dan offline, maka dapat dipastikan produk/ jasa yang ditawarkan akan lebih mudah untuk diterima oleh konsumen.

(20)

kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, termasuk Medan. Medan merupakan salah satu pasar yang sangat potensial bagi para pemasar untuk dapat memasarkan produk/ jasa yang dihasilkannya. Berdasarkan data dari Nielsen, kota Medan memiliki 719.000 pengguna internet pada akhir tahun 2014. Selain itu, penggunaan smartphone berbasis IOS maupun android sudah sangat marak di kota Medan. Praktis, para pebisnis online pun melihat hal ini sebagai suatu peluang yang sangat baik untuk dapat memasarkan produknya. Termasuk para pemasar yang mencoba untuk memilih Instagram sebagai media komunikasi pemasaran dari bisnis online yang mereka tekuni.

Di kota Medan, pemanfaatan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran bisnis onlinekebanyakan dilakukan oleh kaum muda, khususnya mahasiswa. Hal ini dipicu oleh banyaknya perguruan tinggi yang terdapat di kota Medan, antara lain USU, UNIMED, UHN, UNIKA St. Thomas, UISU. Mahasiswa dikenal sebagai orang-orang modern yang kritis, inovatif, kreatif dan imajinatif serta memiliki semangat juang yang tinggi. Sehingga dalam menjalankan usaha tidak akan mudah menyerah dan selalu mampu menemukan cara agar usaha yang dijalankannya tetap eksis di pasaran. Produk yang ditawarkan umumnya merupakan produk-produk fashion, seperti tas, sepatu, pakaian, aksesoris dan barang-barang fashion lainnya. Dapat dipastikan bahwa sebagian besar dari mereka sudah memiliki setidaknya satu gadgetandroid yang digunakan untuk menciptakan banyak akun media sosial, termasuk Instagram. Hal inilah yang memicu menjamurnya online shop dengan memanfaatkan

(21)

Seperti pada bisnis onlineFloshablee”. Bisnis ini merupakan bisnis onlinemilik seorang mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara bernama Eka Yulia Pratiwi, yang terbentuk sekitar bulan Desember tahun 2013 dan memilih kota Medan sebagai fokus pemasarannya. Floshablee menawarkan berbagai model pakaian jadi untuk wanita dengan rentang umur sekitar 17-25 tahun. Awalnya pemilik memilih Facebook, BBM dan LINE sebagai media komunikasi pemasaran produknya, namun semakin banyaknya masyarakat yang meninggalkan Facebook dan memilih media sosial lainnya termasuk Instagram, menyebabkan Eka menutup akun Facebook dan beralih kepada Instagram. Meskipun masih memanfaatkan BBM dan LINE, kemudahan yang ditawarkan oleh Instagram menyebabkan Eka memilih media sosial ini sebagai media komunikasi pemasaran utama bisnis online yang dimilikinya.

Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk meneliti sejauh mana penggunaan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran pada bisnis online Floshablee.

1.2 Rumusan Masalah

Melalui konteks masalah yang telah diuraikan diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana peranan Instagram dalam proses komunikasi pemasaran pada bisnis online Floshablee?

(22)

3. Apa saja hambatan yang ditemui oleh pemilik bisnis online Floshablee selama menggunakan Instagram sebagai media komunikasi pemasarannya?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui peranan Instagram dalam proses komunikasi pemasaran pada bisnis online Floshablee.

2. Untuk mengetahui peranan Instagram dalam pelaksanaan kelima bauran komunikasi pada bisnis online Floshablee.

3. Untuk mengetahui hambatan yang ditemui oleh pemilik bisnis online Floshablee selama menggunakan Instagram sebagai media komunikasi pemasarannya.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah penelitian dan sumber bacaan di lingkungan Departemen Ilmu Administrasi Niaga/ Bisnis FISIP USU.

2. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan peneliti.

(23)

BAB II

KERANGKA TEORI

2.1 Penelitian Terdahulu

Peneliti membutuhkan berbagai penelitian terdahulu sebagai bahan referensi dalam melakukan penelitian ini. Berikut penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini.

(24)
(25)

2.2 Media

2.2.1 Pengertian

Secara etimologis, kata media berasal dari bahasa Latin “medius” yang berarti tengah, perantara atau pengantar. Menurut National Education Association (NEA), media adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya. Pendapat lainnya dikemukakan oleh Association of Education Comunication Technology (AECT); dimana media adalah segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran pesan.

Media dapat mengacu kepada beberapa hal berikut (Wikipedia):

1) Media dalam komunikasi berasal dari kata "mediasi" karena mereka hadir di antara pemirsa dan lingkungan. Istilah ini sering digunakan untuk menyebutkan media massa.

2) Multimedia

3) Media sebagai medium yang digunakan sang artis, contoh: kanvas untuk pelukis.

4) Bangsa Media yang mendirikan Persia (Iran)

2.2.2 Jenis-jenis Media

Secara umum, media dapat dibagi menjadi tiga: 1) Media Visual

(26)

diantaranya sangat mudah untuk didapatkan. Contoh media yang sangat banyak dan mudah untuk didapatkan maupun dibuat sendiri: media foto, gambar, komik, gambar tempel, poster, majalah, buku, miniatur, alat peraga dan sebagainya.

2) Media Audio

Media audio adalah media yang bisa didengar saja, menggunakan indra telinga sebagai salurannya. Contohnya suara, musik dan lagu, alat musik, siaran radio dan kaset suara atau CD dan sebagainya.

3) Media Audio Visual

Media audio visual adalah media yang bisa didengar dan dilihat secara bersamaan. Media ini menggerakkan indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan. Contohnya media drama, pementasan, film, televisi, dan DVD. Media sosial sebagai salah satu contoh media online termasuk dalam bentuk media audio visual, tetapi lebih lengkap dan menyatukan semua jenis format media sehingga disebut juga dengan

“multimedia”.Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content. Media sosial mempunyai empat ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :

a. Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa ke berbagai banyak orang.

(27)

c. Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat dibanding media lainnya.

d. Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi.

2.2.3 Instagram

Instagram adalah sebuah aplikasi untuk berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri (Dan Frommer: 2010). Aplikasi ini diciptakan oleh Burbn, Inc., yang merupakan sebuah perusahaan berbasis teknologi start up dan hanya berfokus pada pengembangan aplikasi untuk telepon genggam.

Instagram pertama kali diperkenalkan pada tanggal 6 Oktober 2010 di Apple Store. Apple Store sendiri merupakan “toko” online yang menyediakan berbagai aplikasi yang dapat diunduh para pengguna smartphoneiPhone. Sehingga pada awalnya hanya pemilik iPhone yang dapat menggunakan Instagram. Kemunculan aplikasi ini menunjukkan respon yang sangat positif dari para pengguna iPhone. Terbukti pada akhir bulan Desember 2010, pengguna Instagram telah mencapai 1 juta pengguna dan pada bulan Juni 2011 telah mencapai 5 juta pengguna dengan total 150 juta foto pada bulan Agustus 2011. Hingga pada akhirnya tim developer memutuskan untuk berekspansi pada

android dan bergabung dengan situs media sosial Facebook.

(28)

1) Pengikut

Sistem sosial di dalam Instagram adalah dengan menjadi pengikut (following) akun pengguna lainnya, atau memiliki pengikut (follower) pada akun Instagram milik kita sendiri. Dengan demikian komunikasi antar sesama pengguna Instagram sendiri dapat terjalin dengan memberikan tanda suka dan juga mengomentari foto-foto yang telah diunggah oleh pengguna lainnya. Pengikut juga menjadi salah satu unsur yang penting, dan jumlah tanda suka dari para pengikut sangat mempengaruhi apakah foto tersebut dapat menjadi sebuah foto yang populer atau tidak. Untuk menemukan teman-teman yang ada di dalam Instagram, dapat menggunakan teman-teman mereka yang juga menggunakan Instagram melalui jejaring sosial seperti Twitterdan juga Facebook.

2) Mengunggah Foto

Kegunaan utama dari Instagram adalah sebagai wadah untuk mengunggah dan berbagi foto-foto kepada pengguna lainnya. Foto yang ingin diunggah dapat diperoleh melalui kamera iDevice ataupun foto-foto yang ada di album foto di iDevice tersebut.

3) Kamera

(29)

pewarnaan dari foto yang dikehendaki oleh sang pengguna. Setelah foto diambil melalui kamera di dalam Instagram, foto tersebut juga dapat diputar arahnya sesuai dengan keinginan para pengguna. Foto-foto yang akan diunggah melalui Instagram tidak terbatas pada jumlah tertentu, namun Instagram memiliki keterbatasan ukuran untuk foto. Ukuran yang digunakan di dalam Instagram adalah dengan rasio 3:2. Para pengguna hanya dapat mengunggah foto dengan format itu saja, atau harus menyunting foto tersebut terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan format yang ada. Setelah para pengguna memilih sebuah foto untuk diunggah di dalam Instagram, maka pengguna akan dibawa ke halaman selanjutnya untuk menyunting foto tersebut.

4) Efek foto

(30)

memfokuskan sebuah foto pada satu titik tertentudan sekelilingnya menjadi buram.

5) Judul foto

Setelah foto tersebut disunting, maka foto akan dibawa ke halaman selanjutnya, dan foto tersebut akan diunggah ke dalam Instagram ataupun ke jejaring sosial lainnya. Di dalamnya tidak hanya ada pilihan untuk mengunggah pada jejaring sosial atau tidak, tetapi juga untuk memasukkan judul foto (caption), dan menambahkan lokasi foto tersebut. Sebelum mengunggah sebuah foto, para pengguna dapat memasukkan judul untuk menamai foto tersebut sesuai dengan apa yang ada dipikiran para pengguna. Judul-judul tersebut dapat digunakan pengguna untuk menyinggung pengguna Instagram lainnya dengan mencantumkan nama akun dari orang tersebut.

6) Arroba

(31)

7) Label foto

Sebuah label dalam Instagram adalah sebuah kode yang memudahkan para pengguna untuk mencari foto tersebut dengan menggunakan "kata kunci". Bila para pengguna memberikan label pada sebuah foto, maka foto tersebut dapat lebih mudah untuk ditemukan. Label itu sendiri dapat digunakan di dalam segala bentuk komunikasi yang bersangkutan dengan foto itu sendiri. Para pengguna dapat memasukkan namanya sendiri, tempat pengambilan foto tersebut, untuk memberitakan sebuah acara, untuk menandakan bahwa foto tersebut mengikuti sebuah lomba, atau untuk menandakan bahwa foto tersebut dihasilkan oleh anggota komunitas Instagram. Foto yang telah diunggah dapat dicantumkan label yang sesuai dengan informasi yang bersangkutan dengan foto. Pada saat ini, label adalah cara yang terbaik jika pengguna hendak mempromosikan foto di dalam Instagram.

8) Perlombaan

(32)

Pada umumnya, perlombaan yang diadakan melalui Instagram ini tidak hanya memberikan hadiah, melainkan juga dengan menjadi pemenang maka akan lebih dikenal lagi di dalam dunia Instagram oleh para pengguna lainnya. Hal ini memungkinkan pengikut dari pengguna Instagram tersebut akan bertambah banyak.

9) Publikasi Kegiatan sosial

Sebagaimana kegunaan media sosial lainnya, Instagram menjadi sebuah media untuk memberitahukan suatu kegiatan sosial dalam cakupan lokal ataupun mancanegara. Cara yang digunakan untuk mengikuti hal ini adalah dengan menggunakan label Instagram. Dengan menggunakan label yang membahas mengenai kegiatan sosial, maka makin banyak masyarakat yang mengikuti hal tersebut. Dengan demikian Instagram menjadi salah satu alat promosi yang baik dalam menyampaikan sebuah kegiatan.

10)Publikasi organisasi

Di dalam Instagram juga banyak organisasi-organisasi yang mempublikasikan produk mereka. Contohnya saja seperti Starbucks, Red

(33)

dengan para konsumen mereka melalui Instagram. Hal ini juga dimanfaatkan oleh para produsen untuk mendapatkan konsumen lebih banyak lagi, terlebih lagi bila mereka ingin mendekati konsumen yang belum pernah menggunakan produk mereka. Selain organisasi bersifat perniagaan, organisasi jenis lainnya juga dapat menggunakan Instagram untuk tujuan politik ataupun bidang lainnya.

11)Geotagging

Setelah memasukkan judul foto tersebut, bagian selanjutnya adalah bagian Geotag. Bagian ini akan muncul ketika para pengguna iDevice mengaktifkan GPS mereka di dalam iDevice mereka. Dengan demikian iDevice tersebut dapat mendeteksi lokasi para pengguna Instagram tersebut berada. Geotagging sendiri adalah identifikasi metadatageografis dalam website ataupun foto.Dengan Geotag, lokasi para penguna setelah mengambil foto tersebut atau tempat foto tersebut telah diunggah ke jejaring sosial dapat terdeteksi. Dalam berbagi foto, para pengguna juga tidak hanya dapat membaginya di dalam Instagram saja, melainkan foto tersebut dapat dibagi juga melalui jejaring sosial lainnya seperti Facebook, Twitter, Foursquare, Tumblr, danFlickr yang tersedia di halaman Instagram untuk membagi foto tersebut.

12)Tanda suka

(34)

penanda bahwa pengguna yang lain menyukai foto yang telah diunggah. Durasi waktu dan jumlah suka pada sebuah foto di dalam

Instagrammenjadi faktor khusus yang mempengaruhi foto tersebut terkenal atau tidak. Namun jumlah pengikut juga menjadi salah satu unsur yang penting membuat foto menjadi terkenal. Bila sebuah foto menjadi terkenal, maka secara langsung foto tersebut akan masuk ke dalam halaman popular tersendiri.

13)Popular

Bila sebuah foto masuk ke dalam halaman popular, yang merupakan tempat kumpulan dari foto-foto populer dari seluruh dunia pada saat itu. Secara tidak langsung foto tersebut akan menjadi suatu hal yang dikenal oleh masyarakat mancanegara, sehingga jumlah pengikut juga dapat bertambah lebih banyak. Foto-foto yang berada di halaman popular tersebut tidak akan seterusnya berada di halaman tersebut, melainkan dengan berjalannya waktu akan ada foto-foto popular baru lainnya yang masuk ke dalam daftar halaman dan menggeser posisi kepopuleran foto tersebut.

14)Peraturan Instagram

(35)

untuk foto-foto berbau pornografi, dan juga mengunggah foto pengguna lain tanpa meminta izin terlebih dahulu. Bila ada salah satu foto milik seorang pengguna yang diunggah tanpa izin oleh pengguna lainnya, maka pengguna tersebut memiliki hak untuk menandai foto tersebut dengan bendera atau melaporkannya secara langsung kepada pihak Instagram.

15)Penandaan foto dengan bendera

Menandai foto dengan sebuah bendera berfungsi bila pengguna ingin melakukan pengaduan terhadap penggunaan Instagram lainnya. Hal ini dilakukan bila sebuah foto mengandung unsur pornografi, ancaman, foto curian ataupun foto yang memiliki hak cipta. Dalam menandai sebuah foto dengan bendera (flagging), informasi mengenai pihak yang telah menandainya akan tetap dijaga kerahasiaannya.

2.3Bisnis Online

2.3.1 Pengertian

(36)

Menurut Wikipedia, bisnis online dikenal dan digambarkan sebagai perdagangan elektronik.

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.”

Seperti halnya kegiatan bisnis di dunia nyata, bisnis online juga berorientasi kepada keuntungan sebesar-besarnya. Namun biaya yang dikeluarkan untuk memasarkan produk jauh lebih murah, karena hanya bermodalkan jaringan elektronik serta pengetahuan di bidang iptek khususnya dunia maya (internet).

2.3.2 Jenis-jenis Bisnis Online

Ada empat jenis bisnis online yang paling sering digunakan oleh masyarakat secara universal. Keempat jenis tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Business to Business (B2B)

(37)

2. Business to Costumer (B2C)

B2C merupakan kegiatan yang menggambarkan sebuah bisnis yang melayani antara konsumen akhir dengan produsen atau jasa. Informasi, servis, dan mekanisme transaksi diberikan dan disesuaikan untuk digunakan khalayak ramai. Customer“menjelajahi” e-catalogue untuk mengetahui harga dan info produk yang ditawarkan.

3. Customer to Customer (C2C)

Pada bisnis online, C2C biasa dicontohkan dengan sebuah transaksi antara konsumen yang satu dengan yang lain. Market place menjadi salah satu tempat yang bisa digunakan untuk bertransaksi C2C. Karena satu customer menjual dan customer lainnya mulai menawar hingga pada akhirnya membeli. Market place hanya menjadi wadah atau perantara dalam proses transaksi jual beli barang.

4. Customer to Business (C2B)

(38)

2.4 Komunikasi Pemasaran 2.4.1 Pengertian

Sebelum berbicara mengenai komunikasi pemasaran, ada baiknya agar kita mengetahui pengertian dari komunikasi terlebih dahulu. Secara etimologis, komunikasi berasal dari dua kata dalam bahasa Latin yaitu “cum”dan “units”. Cum merupakan kata depan yang artinya dengan atau bersama dengan. Sementara units merupakan kata bilangan yang berarti satu. Kedua kata tersebut kemudian membentuk kata benda “communio” yang dalam bahasa Inggris disebut “communion” yang dapat diartikan sebagai kebersamaan, persatuan, kerukunan.

Untuk melakukan communion ini diperlukan kerja dan usaha. Oleh karena itu, kata communion dibuat menjadi kata kerja “communicate”yang berarti berbagi, berbicara, tukar-menukar sesuatu kepada seseorang (Hudjana, 2003).

Harold D. Lasswell dalam Effendy (2003:26) menyatakan bahwa komunikasi pada dasarnya suatu proses yang harus menjawab pertanyaan Siapa?, Mengatakan apa?, Dengan saluran apa?, Kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?). berbeda halnya dengan pendapat yang dikemukakan oleh Everett M. Rogers. Beliau mengemukakan bahwa komunikasi adalah suatu proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerimaan atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

(39)

Komunikasi sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia, terutama jika menyangkut kegiatan ekonomi. Keberhasilan kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi, pemasaran, hingga kegiatan konsumsi sangat bergantung pada proses komunikasi yang dilakukan oleh para pelaku kegiatan ekonomi tersebut. Salah satu kegiatan yang paling membutuhkan proses komunikasi adalah kegiatan pemasaran, karena kegiatan inilah yang merupakan kunci keberhasilan dari suatu usaha bisnis dalam memenangkan hati pelanggan. Proses komunikasi yang dilakukan dalam kegiatan pemasaran disebut dengan

“komunikasi pemasaran”.

Menurut Wikipedia, komunikasi pemasaran (bahasa Inggris: marketing

communication) adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual.Bagi konsumen, komunikasi pemasaran dapat memberitahu atau memperlihatkan kepada konsumen tentang bagaimana dan mengapa suatu produk digunakan, oleh orang macam apa, serta di mana dan kapan. Komunikasi pemasaran berkontribusi pada ekuitas merek dengan menanamkan merek dalam ingatan dan menciptakan citra merek serta emndorong penjualan dan bahkan mempengaruhi nilai pemegang saham.

Kotler dan Keller (2008:172) memberikan pengertian komunikasi pemasaran sebagai berikut.

(40)

Dari pengertian diatas dapat dikatakan bahwa komunikasi pemasaran merupakan usaha yang mewakili perusahaan dalam mengenalkan produk dan mereknya serta merupakan sarana dalam membangun hubungan dengan pelanggannya.

2.4.2 Proses Komunikasi Pemasaran

Pada awalnya, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organisasi. Manusia berkomunikasi untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia meliputi bahasa, sinyal, lisan, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, maupun tanpa tujuan.

Meskipun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan banyak dikaji oleh para ahli, namun topik ini selalu menjadi suatu yang penting khususnya pada abad 21 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan mengalami perkembangan yang revolusioner. Hal ini didukung oleh peningkatan teknologi kmunikasi yang

(41)

Dewasa ini, metode, fasilitas dan berbagai perangkat pendukung dalam proses komunikasi sudah semakin modern. Antara individu yang satu dengan individu lainnya dapat berinterkasi dengan begitu cepat dan mudah, sehinggadunia seakan-akan tanpa batas. Gambar berikut ini menggambarkan apa

yang dinamakan sebagai “model universal komunikasi” menurut Lasswellyang di dalamnya terdapat elemen-elemen pada setiap kegiatan komunikasi, terlepas dari apakah komunikasi itu bersifat intrapribadi, antarpribadi, kelompok kecil, pidato terbuka, ataupun komunikasi massa.

Gambar 2.1 Model Universal Komunikasi

Sumber: Takada, H.Chattalas, C., Kramer, T., 2009. International Marketing and Communication, ed.10. New York: The McGraw-Hill Companies dalam Hermawan, Agus (2012)

Secara ringkas, elemen-elemen komunikasi diatas dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Komunikator (sender); pihak yang mempunyai maksud untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan mengirimkan pesan kepada orang yang dimaksud (komunikan).

SENDER Encodin

g

Media

Decodin g

RECEIVER Message

Noise

Feedbac k

(42)

2. Pesan (message); isi/ maksud yang hendak disampaikan oleh komunikator kepada komunikan. Pesan yang disampaikan dapat berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun melalui simbol-simbol yang bisa dimengerti oleh kedua pihak yang berkomunikasi.

3. Fungsi pengiriman (encoding); proses untuk mengubah pesan ke dalam bentuk yang dioptimasi untuk kebutuhan penyimpanan pesan/ data.

4. Media/ saluran (channel); sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator ke komunikan.

5. Fungsi penerimaan (decoding); proses memahami simbol-simbol bahasa (bahasa pesan) berupa simbol grafis ataupun huruf-huruf dengan cara menghubungkannya dengan simbol-simbol dengan bunyi-bunyi bahasa beserta berbagai variasinya yang dilakukan oleh komunikan.

6. Komunikan (receiver); merupakan pihak penerima pesan yang disampaikan oleh komunikator. Setelah menerima pesan, komunikan akan menafsirkannya ke dalam berbagai bahasa yang dimengerti oleh dirinya sendiri.

(43)

8. Umpan balik (feedback); merupakan informasi yang dikirimkan balik oleh komunikan kepada komunikator sebagai sumber pengiriman pesan.

9. Gangguan (noise); dapat dikatakan sebagai penghalang dalam proses komunikasi yang terjadi antara komunikator dengan komunikan. Menurut Deddy Mulyana, gangguan yang terdapat dalam suatu proses komunikasi terdiri atas tiga jenis, yaitu gangguan fisik, gangguan psikologis, dan gangguan semantik. Ketiga jenis gangguan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.2 Jenis-jenis Gangguan pada Proses Komunikasi

Jenis Definisi Contoh

Sumber: Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. hal. 134

(44)

1. Sender sebagai unsur utama merupakan perusahaan yang memproduksi, memasarkan dan menjual barang maupun jasa. Pada umumnya perusahaan akan menggunakan jasa biro iklan dalam memasarkan produknya, namun ada juga yang melakukan pemasaran sendiri (in-house marketing).

2. Encoding dapat dikatakan sebagai proses mengubah ide maupun gagasan mengenai pemasaran ke dalam berbagai bentuk yang bisa menarik perhatian pelanggan.

3. Unsur message merupakan informasi mengenai produk/ jasa yang ingin dipasarkan.

4. Media merupakan saluran komunikasi yang digunakan seperti media cetak dan elektronik, termasuk juga media internet (media sosial).

5. Decoding dapat diartikan sebagai persepsi pelanggan yang terbentuk ketika mereka menerima pesan dari pemasar (sender). 6. Receiver merupakan khalayak yang menjadi target pasar

perusahaan.

7. Responseberarti tanggapan dari khalayak berupa pertanyaan, pembelian, maupun komplain serta kunjungan ke website, kios atau toko.

(45)

yang efektif dan efisien. Mereka harus memastikan bahwa khalayak dapat menerima pesan sebaik-baiknya, dengan intensitas terjadinya noise yang sangat minim.

2.4.3 Bauran Komunikasi Pemasaran

Berdasarkan beberapa pengertian mengenai komunikasi pemasaran yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa terdapat lima poin yang dapat dijadikan perusahaan sebagai usaha dalam melaksanakan komunikasi pemasarannya. Kelima poin tersebut disebut dengan ”bauran komunikasi

pemasaran” yang terdiri atas Periklanan (Advertising), Promosi penjualan (Sales promotion), Hubungan masyarakat (Public relations), Penjualan personal (Personal selling), serta Pemasaran langsung (Direct marketing).

1. Periklanan (advertising)

Periklanan merupakan semua bentuk aktivitas presentasi nonpribadi dan promosi ide, barang, atau jasa dengan sponsor tertentu.Iklan bisa menjangkau massa pembeli yang tersebar secara geografis pada biaya rendah per paparan, dan memungkinkan penjual mengulangi pesan berkali-kali. Selain jangkauan, iklan berskala besar juga memaparkan sesuatu yang positif tentang ukuran, popularitas, dan keberhasilan penjual. Karena sifat umum iklan, konsumen cenderung memandang produk yang diiklankan lebih terjamin.

(46)

periode waktu tertentu. Kotler (2008) menyatakan bahwa tujuan periklanan terbagi dalam tiga kategori utama:

1) Memberikan informasi (to inform); menyampaikan kepada konsumen tentang suatu produk baru.

2) Membujuk (to persuade); mendorong calon konsumen untuk beralih pada produk yang berbeda.

3) Mengingatkan (to remind); mengingatkan pembeli di mana mereka dapat memperoleh suatu produk.

2. Promosi penjualan (sales promotion)

Promosi penjualan merupakan aktivitas pemasaran yang mengusulkan nilai tambah dari suatu produk dalam jangka waktu tertentu guna mendorong mendorong pembelian konsumen, efektivitas penjualan, atau mendorong upaya yang dilakukan oleh tenaga penjualan.Contoh promosi penjualan yang dikenal konsumen misalnya: kontes, bonus, diskon jangka pendek, bonus pada barang, rabat, kupon, uji coba gratis, demonstrasi dan sistem akumulasi nilai/ poin.

Burnett dalam Hermawan (2012) mengemukakan bahwa ada tiga hal mendasar dalam promosi penjualan, yaitu:

(47)

2) Umumnya terdapat tiga sasaran yang dituju dalam promosi penjualan, yakni konsumen, penjual perantara, dan tenaga penjualan.

3) Promosi penjualan merupakan senjata kompetitif yang memberikan dorongan ekstra bagai pasar sasaran untuk membeli atau mendorong satu merek diatas merek yang lain dalam penjualan.

Tujuan promosi penjualan sangat beragam. Penjual bisa menggunakan promosi penjualan untuk mendorong pembelian pelanggan jangka pendek atau meningkatkan hubungan pelanggan jangka panjang. Menurut Kotler dan Amstrong (2008: 205), tujuan promosi penjualan adalah sebagai berikut:

a. Mendorong pengecer menjual barang baru dan menyediakan lebih banyak persediaan, membeli lebih awal, atau mengiklankan produk perusahaan dan memberikan ruang rak yang lebih banyak.

b. Untuk tenaga penjual, tujuan promosi penjualan yaitu mendapatkan lebih banyak dukungan tenaga penjualan bagi produk lama atau baru atau mendorong wiraniaga mendapatkan pelanggan baru.

(48)

tertentu.(Hermawan, 2012) Beberapa kegiatan promosi yang dilakukan adalah diskon, pengembalian dana (rabat), kupon, kontes, undian berhadiah, acara (event) tertentu, continuity programs, serta pemberian sampel produk.

3. Hubungan masyarakat (public relations)

Denny Griswold menjelaskan bahwa public relations merupakan salah satu fungsi manajemen yang menilai sikap publik, menunjukkan kebijaksanaan dan prosedur dari seorang individu atau sebuah lembaga atas dasar kepentingan publik, merencanakan dan menjalankan rencana kerja untuk memperoleh pengertian dan dapat diterima dengan baik oleh publik. (Danandjaja, 2011)

(49)

4. Penjualan personal (personal selling)

Penjualan personal merupakan presentasi pribadi oleh wiraniaga (sales) perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh penjualan dan membangun hubungan pelanggan.William G. Nickels mendefinisikan penjualan personal sebagai interaksi antarindividu yang saling bertemu muka untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai dan mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain. (Hermawan, 2012)

Penjualan personal merupakan ”alat” yang paling hemat biaya pada tahap pembelian lebih lanjut, terutama dalam membangun preferensi, keyakinan, dan tindakan pembeli. Penjualan persoanl memiliki tiga ciri khusus:

1) Konfrontasi personal (personal confrontation). Penjualan personal mencakup hubungan yang hidup, langsung, dan interaktif antara dua orang atau lebih. Masing-masing pihak dapat mengobservasi reaksi dari pihak lain dengan lebih dekat.

2) Mempererat (cultivation). Penjualan personal memungkinkan timbulnya berbagai jenis hubungan, mulai dari hubungan penjualan sampai kepada hubungan yang lebih erat lagi.

(50)

5. Pemasaran langsung (direct marketing)

Direct marketingmerupakan hubungan langsung dengan konsumen individual yang ditargetkan secara cermat untuk memperoleh respons segera dan membangun hubungan pelanggan yang langgeng. Bauran ini digunakan untuk mengkomunikasikan kegiatan perusahaan kepada konsumen. Komunikasi yang efektif akan mengubah tingkah laku konsumen dan akan memperkuat tingkah laku yang telah diubah sebelumnya.

Meskipun pemasaran langsung telah dirancang secara matang, namun pada kenyataannya kegiatan ini memiliki sisi negatif yang dapat membebani perusahaan. Tabel berikut ini menunjukkan keuntungan dan kerugian dari kegiatan pemasaran langsung.

Tabel 2.3 Keuntungan dan Kerugian Pemasaran Langsung

Keuntungan Kerugian

(51)

2.4.4 Komunikasi Pemasaran Online

Pesatnya perkembangan di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi memicu timbulnya berbagai media internet yang mengarah pada terciptanya komunikasi pemasaran online. Sehingga dapat dikatakan bahwa komunikasi pemasaran online merupakan komunikasi pemasaran yang dilakukan dengan memanfaatkan media internet sebagai perantaranya. Pada awalnya, kegiatan komunikasi ini menggunakan halaman-halaman statis berformat HTML (Hyper

Text Markup Link) atau yang sering disebut World Wide Web (WWW). Seiring dengan perkembangan dalam dunia internet, maka terjadi pergeseran fungsi WWW dari sekadar menyampaikan informasi lewat berbagai website, menjadi rangkaian aplikasi yang bisa dijalankan lewat internet.Hal ini disebut

juga dengan ”Web2.0”.

(52)

Tujuan utama dari kegiatan komunikasi pemasaran online adalah menjadikan internet sebagai suatu bentuk perusahaan (organisasi) yang berpotensi untuk berkembang ke arah yang lebih prestisius. Sebelu m menerapkan komunikasi berbasis internet pada perusahaan, hendaknya dilakukan riset pasar terlebih dahulu. Hal ini disebabkan karena media online termasuk suatu saluran komunikasi pemasaran jenis baru yang belum tentu dapat diterima oleh seluruh elemen masyarakat sebagai target pemasaran produk/ jasa yang ditawarkan perusahaan.

2.5 Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran adalah alur berpikir peneliti yang melatarbelakangi terjadinya penelitian tersebut dan berkaitan dengan kerangka teori yang dipaparkan. Berikut ini kerangka pemikiran yang terbentuk:

Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran

Sumber: Peneliti (2015) Bisnis

Online

Komunikasi Pemasaran

Instagram

Proses Komunikasi Pemasaran Bauran Komunikasi Pemasaran

(53)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1Bentuk Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode ini merupakan suatu metode yang sesuai untuk meneliti bidang ilmusosial, khususnya ilmu komunikasi. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengetahui berbagai fenomena yang menyangkut aspek kejiwaan, perilaku, sikap, tanggapan, opini, perassan, keinginan, dan kemauan seseorang maupun

kelompok. Sugiyono dalam bukunya “Memahami Penelitian Kualitatif”

memberikan pengertian metode penelitian kualitatif sebagai berikut.

“Pendekatan ini digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagian instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.” (Sugiyono, 2005)

(54)

3.2Objek Penelitian

Objek penelitian merujuk pada masalah yang sedang diteliti, yaitu apa yang menjadi sasaran. Maka yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah penggunaan Instagram sebagai media komunikasipemasaran bisnis onlineFloshablee.

3.3 Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah informan atau narasumber yang dipilih untuk diwawancara sesuai dengan tujuan penelitian. Subjek pada penelitian ini adalah Eka Yulia Pratiwi, pemilik bisnis onlineFloshablee.

3.4 Definisi Konsep

Dalam definisi konsep, peneliti akan mendefinisikan pengertian dari masing-masing variabel, yaitu:

1. Instagram

Menurut Dan Frommer, Instagram adalah sebuah aplikasi untuk berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri.

2. Komunikasi Pemasaran

(55)

yang dimaksud adalah proses penyampaian informasi mengenai produk-produk suatu bisnis online kepada pelanggan.

3. Bisnis Online

Menurut Wikipedia, bisnis onlineadalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. Bisnis onlinedapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Dalam penelitian ini, bisnis onlineyang dimaksud adalah bisnis online Floshablee, yang memilih kota Medan sebagai fokus pemasaran produk-produknya.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah teknik-teknik atau cara-cara yang dapat digunakan periset dalam mengumpulkan data (Krisyantono, 2006:91). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif bukanlah hal yang mudah. Ini disebabkan karena peneliti merupakan instrumen utama dalam pengumpulan data (Danim 2002: 151). Data yang akan dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder.

1. Data Primer

(56)

a. Wawancara mendalam

Wawancara dilakukan kepada sejumlah informan yang jumlahnya relatif terbatas dan memungkinkan bagi peneliti untuk mengadakan kontak langsung secara berulang-ulang sesuai dengan keperluan (Danim 2002:138). Wawancara dilakukan oleh dua pihak, yaitu interviewer, orang yang mengajukan pertanyaan dan interviewee, orang yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Wawancara secara umum adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka anatar pewawancara dengan informan. Pewawancara adalah orang yang menggunakan metode wawancara sekaligus

(57)

b. Observasi atau pengamatan

Observasi dapat diartikan sebagai kegiatan mengamati secara langsung tanpa adanya bantuan mediator.Jenis observasi yang dilakukan adalah observasi partisipan, yaitu melakukan observasi dengan ikut melakukan hal seperti yang dilakukan informan. Suatu kegiatan pengamatan dapat dikategorikan sebagai kegiatan pengumpulan data apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

1) Pengamatan digunakan dalam penelitian dan telah direncanakan secara serius.

2) Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan.

3) Pengamatan dicatat secara sistematik dan dihubungkan dengan proporsisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu yang hanya menarik perhatian.

4) Pengamatan dapat dicek dan dikontrol mengenai keabsahannya (dalam Bungin, 2007:115).

2. Data Sekunder

(58)

3.6Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan proses pencandraan (description) dan penyusunan transkrip interview serta material lain yang telah terkumpul (Danim 2002: 209).Ada tiga proses data kualitatif menurut B.Milles dan Michael Huberman (Patilima 2005):

1. Reduksi data; proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data yang muncul dari catatan-catatan dilapangan.

2. Penyajian data; yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengamatan tindakan. 3. Penarikan kesimpulan; kesimpulan akhir tergantung pada besarnya

kumpulan catatan lapangan.

(59)

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Umum Objek Penelitian

Penelitian mengenai peranan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran pada bisnis online Floshablee dimulai dari bulan April hingga bulan Juli 2015. Sebelumnya, peneliti telah lebih dulu melakukan observasi dengan mengikuti (follow) akun Instagram Floshablee dan melakukan percakapan dengan pemilik bisnis online Floshablee Shopmelalui akun media sosial lainnya, seperti Black Berry Messenger (BBM) danLINE. Melalui dua kegiatan tersebut, peneliti memperoleh beberapa informasi penting yang menyangkut profil singkat pemilik serta perkembangan bisnis online Floshablee sejak pertama kali didirikan.

(60)

Kemudian peneliti memperoleh informasi mengenai kontak (nomor HP) serta pin BBM Eka dari teman satu kos sahabatnya tersebut. Dari nomor HP yang diperoleh, maka peneliti juga menemukan ID akun LINEEka. Peneliti lalu melakukan percakapan (chatting)dengan Eka melalui akun LINE. Selanjutnya peneliti mengunjungi akun Instagram Floshablee dan kemudian menjadi salah satu pengikut (follower). Setelah mengikuti akun tersebut, peneliti kemudian rajin memperhatikan berbagai foto yang di-posting oleh admin maupun foto yang ditandai oleh pengikut (folllowers) Floshablee.Tujuannya adalah untuk memperoleh berbagai informasi sebagai dasar pelaksanaan penelitian.

4.1.1 Sejarah Perkembangan Bisnis Online Floshablee

Floshablee merupakan bisnis online yang menjadi first hand supplier dari perusahaan konveksi di kota Medan. Dibentuk sekitar bulan Desember 2013, online shop ini pada awalnya bernama “Flosh Shop”. Sesuai dengan informasi yang diperoleh dari Eka, nama Flosh Shop berarti “Toko Bunga”. Kata “flosh” berasal dari kata dalam bahasa Latin yang berarti “bunga”. Dan kata “shop

sendiri berasal dari kata dalam bahasa Inggris yang berarti “toko”. Eka berharap usaha ini nantinya dapat berkembang di masyarakat luas dan “mekar” layaknya

bunga.

(61)

Pada awalnya, Eka merupakan seorang resellerproduk pakaian wanita dari salah satu online shopdi kota Medan dan memilih untuk membuka grup di akun media sosial BBM. Kegiatan ini digelutinya mulai pertengahan tahun 2012 sampai dengan bulan November 2013. Kemudian pada bulan Desember 2013, Eka menemukan kontak salah satu perusahaan konveksi dan akhirnya dia memutuskan untuk membuka online shop miliknya sendiri. Eka berhenti menjadi reseller dan

selanjutnya membuka grup di BBM dengan nama “Flosh Shop”.

Eka mengambil produk-produknya secara langsung dari satu perusahaan konveksi. Sehingga harga dari tiap produk menjadi lebih murah. Bahkan jika dibandingakan dengan hampir seluruh online shop di kota Medan, harga produk-produk Floshablee merupakan yang paling murah. Eka juga sangat welcome terhadap para reseller. Suatu kesenangan tersendiri baginya apabila semakin banyak reseller yang berminat menjual kembali produk-produk Flohablee.

Pertama-tama yang menjadi anggota (member) dari grup tersebut adalah tentu saja orang-orang terdekat Eka, seperti misalnya teman satu kampus, sahabat, bahkan keluarga dari Eka sendiri. Seluruh kegiatan di grup ini dilakukan oleh Eka sendiri. Mulai dari menjadi admin, mengunggah (upload) foto dan keterangan dari produk-produk yang ditawarkan, hingga pemberian tanggapan atas feedback dari pelanggan mengenai postingan produk-produk Flosh Shop. Selain itu, mengenai pengurusan rekening bank sebagai sarana pembayaran produk yang di-keep oleh pelanggan tertentu, hingga pada transaksi COD setelah transfer tunai melalui rekening bank juga dilakukan Eka sendiri.

Gambar

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1 Model Universal Komunikasi
Tabel 2.2 Jenis-jenis Gangguan pada Proses Komunikasi
Tabel 2.3 Keuntungan dan Kerugian Pemasaran Langsung
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pemasaran online menggunakan media sosial merupakan bentuk usaha baru dalam memasarkan produk atau jasa, serta membuka jalur baru untuk membangun komunikasi antara

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas komunikasi pemasaran online Hexaimages Surabaya pada media sosial Instagram. Penelitian ini

Banyak penjual produk barang ataupun jasa yang menggunakan media sosial Instagram untuk komunikasi pemasaran namun tidak dapapt memberikan dampak yang besar ke masayarakat dan

Lingkup Jawaban Latar belakang yang mendasar penggunaan humor melalui Instagram Tujuan melakukan komunikasi menggunakan Instagram Pemilihan Instagram daripada media sosial

1) Follow , merupakan fitur pertemanan yang ada di Instagram. Pada bagian followers menunjukkan orang-orang yang mengikuti suatu akun dan following berarti akun

Instagram adalah sebagian dari salah satu sosial media yang digunakan untuk jual beli secara online atau bisa disebut dengan online shop yang sekarang ini digunakan untuk

Sistem sosial di dalam Instagram adalah dengan menjadi pengikut akun pengguna lainnya, atau memiliki pengikut Instagram. Dengan demikian komunikasi antar sesama pengguna

Hasil penelitian inni menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran menggunakan media sosial Instagram dengan mengadakan kegiatan melalui Instagram, pemanfaatan testimony dari