NIM : 10107351
Tempat, Tanggal Lahir : Muara Bungo, 28 Desember 1988 Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Kristen Protestan
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Belum Kawin
Anak ke : Lima dari tujuh bersaudara
Alamat
: Jalan Setia Budi No. 23/ 156 B RT 001/ RW 003 Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong
Bandung, 40131 Jawa Barat
Telepon : +62856 2020 742
E-mail : [email protected]
2. RIWAYAT PENDIDIKAN
1. 1995-2001 SDN 412 Rimbo Bujang
2. 2001-2004 SMPN 03 Tebo
3. 2004-2007 SMA Perguruan Gajah Mada Medan
4. 2007-2013 FTIK Universitas Komputer Indonesia Bandung
Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar- benarnya dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan.
Bandung, 15 Februari 2013
SKRIPSI
Diajukan untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana
Program Studi S1 Teknik Informatika
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
ELLIN NATALIA P.
10107351
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
iii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas anugerahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini dengan judul
âDATA PREPARATION UNTUK ANALISA POLA DATA PEMANTAUAN CUACA DI KOTA BANDUNGâ. Adapun tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi salahsatu syarat dalam menyelesaikan studi jenjang strata satu (S1) di Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia.
Meskipun dalam menyelesaikan laporan tugas akhir ini ditemui banyak kekurangan dan beberapa hambatan, namun karena adanya dorongan dan motivasi dari berbagai pihak maka laporan ini dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
Pada kesempatan kali ini dengan segala kerendahan hati dan rasa syukur penulis mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah member izin dan dukungannya dalam penulisan tugas akhir, yaitu :
1. Tuhan yang Maha Esa atas segala kemudahan dan kekuatan yang diberikan kepada penulis sehingga penyusunan tugas akhir terlaksana dengan baik. 2. Orang tua dan keluarga tercinta, yang memberikan doa dan dukungan sejak
awal menempuh pendidikan hingga tugas akhir ini selesai.
3. Bapak Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.Sc., selaku Rektor Universitas Komputer Indonesia yang saya hormati.
4. Bapak Prof. Dr. H. Denny Kurniadie, Ir., M.Sc, selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia yang saya hormati. 5. Bapak Irawan Afrianto, S.T.,M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika. 6. Ibu Mira Kania Sabariah, S.T.,M.T., selaku Pembimbing yang telah
meluangkan waktu dan memberikan petunjuk, saran, serta bimbingan kepada penulis hingga laporan tugas akhir ini dapat terselesaikan.
iv
8. Bapak Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., selaku Penguji I seminar dan sidang tugas akhir yang saya hormati.
9. Ibu Dian Dharmayanti, S.T., M.Kom., selaku Penguji III dalam sidang tugas akhir yang saya hormati.
10.Ibu Kania Evita Dewi, S.Pd., M.Si., selaku Dosen Wali kelas IF-8/ 2007. 11.Bapak dan Ibu dosen IF UNIKOM yang telah membagi ilmunya selama
penulis duduk dibangku kuliah.
12.Kepada Fujhi Meykhi yang telah membantu dan selalu memberikan dukungan dan semangat kepada penulis.
13.Seluruh rekan seperjuangan IF-8/ 2007 atas kebersamaan dan suka citanya selama ini.
14.Seluruh teman- teman bimbingan tugas akhir seperjuangan.
Semoga Tuhan memberikan berkat dan balasan atas kebaikan dan keikhlasan untuk semua pihak tersebut dan tak lupa pula penulis memohon maaf jika dalam penyelesaian penulisan tugas akhir ini menyakiti hati atau menyinggung perasaan semua orang baik sengaja atau tidak sengaja. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua orang yang membutuhkan.
v
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ...iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR SIMBOL ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xvii
BAB 1 PENDAHULUAN... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Maksud dan Tujuan... 2
1.4 Batasan Masalah/ Ruang Lingkup Kajian ... 2
1.5 Metodologi Penelitian ... 3
1.6 Sistematika Penulisan ... 5
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 7
2.1 Profil Instansi ... 7
2.1.1 Sejarah Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) ... 7
2.1.2 Visi dan Misi... 8
2.1.2.1 Visi ... 8
2.1.2.2 Misi ... 9
vi
2.1.5.1.1 Visi ...13
2.1.5.1.2 Misi ...13
2.1.5.2 Struktur Organisasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ....14
2.2 Landasan Teori ...15
2.2.1 Pengertian Data dan Informasi ... 15
2.2.2 Basis Data dan Sistem Manajemen Basis Data (Database and Database Management System) ... 16
2.2.3 Data Mart ... 17
2.2.3.1 Karakteristik Data Mart ...19
2.2.3.2 Pemodelan Data Dimensional ...23
2.2.4 ETL (Extract, Transform, Loading) ... 26
2.2.5 Unified Modeling Language (UML) ... 28
2.2.5.1 Definisi UML ...28
2.2.5.2 Konsep Pemodelan Menggunakan Unified Modeling Language (UML)â¦â¦â¦ ...30
2.2.5.3 Diagram Dasar dalam Unified Modeling Language (UML) ...30
2.2.5.4 Use Case Diagram dan Aktor ...32
2.2.5.5 Class Diagram...34
2.2.5.6 Activity Diagram ...34
2.2.5.7 Sequence Diagram ...35
2.2.5.8 State Diagram ...35
vii
3.1.3 Analisis Data Mart... 41
3.1.3.1 Analisis Arsitektur Data Mart...41
3.1.3.2 ETL (Extract, Transform, Loading)...43
3.1.3.3 Pemodelan Data Dimensional ...54
3.1.3.3.1 Menentukan Fact Tabel dan Measure ...54
3.1.3.3.2 Menentukan Dimensi ...55
3.1.3.4 Skema Data Mart ...56
3.1.4 Analisis Kebutuhan ... 58
3.1.5 Analisis Non Fungsional dan Kebutuhan Non Fungsional ... 58
3.1.5.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Keras ...58
3.1.5.2 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak...59
3.1.5.3 Analisis Kebutuhan Pengguna ...59
3.1.6 Analisis Kebutuhan Fungsional ... 60
3.2 Perancangan Arsitektur ...60
3.2.1 Perancangan Struktur Menu ... 60
3.2.2 Perancangan Antarmuka... 61
3.2.3 Perancangan Halaman Pesan ... 66
3.2.4 Perancangan Jaringan Semantik ... 67
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM ... 69
4.1 Implementasi Sistem ...69
viii
4.1.1 Implementasi Antarmuka ... 79
4.2 Pengujian Perangkat Lunak ...81
4.2.1 Pengujian Alpha ... 82
4.2.1.1 Kasus dan Hasil Pengujian Alpha ...83
4.2.1.2 Kesimpulan Hasil Pengujian Alpha ...90
4.2.2 Pengujian Data Mart Menggunakan OLAP ... 90
4.2.2.1 Kesimpulan dan Hasil Pengujian Data Mart ...95
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 97
5.1 Kesimpulan ...97
5.2 Saran ... 97
98 Sons, Inc, 2002.
[2] Fatansyah, Buku Teks Ilmu Komputer â Basis Data, cetakan-4. Bandung: Informatika, 2002.
[3] Ponniah, Paulraj, Data Wareousing Fundamental: A Comprehensive Guide for it Professionals, US: John Wiley & Sons, Inc, 2001.
[4] http://sarwojowo.net/component/content/article/39-database-/71-pengenalan-datawarehouse-.html diakses tanggal 1 Nopember 2011. [5] Gustiarahman, Irfan, Decision Support System, Jakarta 3 November 2006. [6] Kadir,Abdul, Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data. Yogyakarta: Andi,
1999.
[7] Soomervile, Ian, Software Engineering ( Rekayasa Perangkat Lunak)/ edisi 6/ Jilid I. Jakarta: Erlangga, 2003.
[8] Fowler, Martin, UML Distiled Edisi Ketiga, Yogyakarta: Andi, 2004.
[9] http://arismuda.students.uii.ac.id/2009/08/06/pengenalan-uml.diakses
tanggal 12 Desember 2012.
[10] http://haniif.wordpress.com/tag/data-warehouse/ diakses tangal 12 Desember
2012
1 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau dikenal dengan LIPI adalah lembaga pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang penelitian ilmu pengetahuan. Di Pusat Penelitian Informatika-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sedang membangun Weather Wireless Station (WWS) tetapi saat ini dengan berkembangnya kebutuhan akan informasi di masyarakat khususnya masyarakat kota Bandung mengenai kondisi cuaca yang terjadi, maka membuat para peneliti cuaca kesulitan dalam mengambil keputusan. Selain itu juga perlu diimbangi dengan sistem informasi dan data yang akurat bagi peneliti cuaca untuk pengambilan kebijakan sehingga dalam hal ini sangat penting untuk membuat penelitian dalam mengkaji data pemantauan cuaca dan menemukan informasi yang tersimpan dalam data.
Setiap hari pengumpulan data pemantauan cuaca dilakukan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung dari tahun ke tahun jumlahnya semakin bertambah. Data pemantauan cuaca tersebut diperoleh secara langsung dari lapangan yaitu BMKG. Data yang sangat banyak itu ingin dimanfaatkan dengan harapan bahwa data tersebut berguna untuk dijadikan informasi. Metode tradisional untuk menganalisis data yang ada tidak dapat menangani data dalam jumlah besar, terkadang hasil pengolahan data dengan cara sederhana (query) tidak memberikan hasil yang mendukung sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu, maka diperlukan analisis terhadap data pemantauan cuaca di kota Bandung.
bisa disebut juga dengan data preprocessing sehingga nantinya data siap untuk digunakan dalam proses analisis.
Data preparation merupakan suatu proses atau langkah- langkah yang dilakukan untuk membuat data mentah menjadi data yang berkualitas. Kehadiran
data preparation dilatar belakangi dengan problema tidak konsistennya data yang dialami banyak organisasi atau instansi sehingga sulit untuk dilakukan analisis terhadap data demi tercapainya informasi yang bermanfaat. Dalam penelitian ini akan dilakukan proses data preparation terhadap data hasil pemantauan cuaca.
Berdasarkan permasalahan di atas maka Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bermaksud untuk melakukan analisis data preparation pada data pemantauan cuaca yang kemudian diberi judul Data Preparation untuk Analisa Pola Data Pemantauan Cuaca di Kota Bandung.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana proses data preparation terhadap data pemantauan cuaca dan apakah hasil dari data preparation tersebut dapat dipakai untuk proses analisis. 1.3 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dari penelitian ini adalah melakukan data preparation
terhadap data pemantauan cuaca, sehingga nanti kedepannya diharapkan hasil tersebut dapat digunakan untuk proses analisis data.
Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut : 1. Menyiapkan atau menyediakan data yang berkualitas dan konsisten.
2. Menghasilkan data yang memenuhi syarat untuk digunakan dalam proses analisis.
1.4 Batasan Masalah/ Ruang Lingkup Kajian
1. Mengolah data dari tabel-tabel master yaitu tabel temperatur (suhu), kelembaban, curah hujan dan angin.
2. Pendekatan analisis perangkat lunak yang digunakan adalah pemodelan analisis berbasis objek, dimana tools yang digunakan adalah use case diagram, sequence diagram, activity diagram, class diagram.
3. Seluruh tools yang digunakan dalam analisis, perancangan dan pembangunan perangkat lunak adalah open source.
4. Software yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini yaitu NetBeans 7.0.1 dengan bahasa pemrograman java.
5. Menggunakan DBMS MySql untuk penyimpanan data. 6. Perangkat lunak yang dibangun adalah berbasis desktop.
7. Data sampel yang digunakan adalah data klimatologi tahun 2005-2009 dalam bentuk file exel.
8. Sasaran pengguna perangkat lunak ini adalah peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
1.5 Metodologi Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif yaitu menggambarkan secara sistematis karakteristik semua data yang kemudian dianalisis dan dibandingkan berdasarkan kenyataan yang sedang berlangsung dan selanjutnya mencoba untuk memberikan pemecahan masalahnya. Berikut ini tahap-tahap yang digunakan dalam penelitian yaitu tahap pengumpulan data dan tahap pembuatan perangkat lunak, berikut penjabarannya :
1. Metode Pengumpulan Data
Tahap pengumpulan data dilakukan dengan cara : a. Studi Literatur
b. Observasi
Teknik pengumpulan data dengan mengadakan penelitian dan peninjauan langsung terhadap permasalahan yang diambil.
c. Wawancara
Pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung kepada piihak-pihak yang terkait guna mendapatkan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian yang dilakukan.
2. Metode Pembangunan Perangkat Lunak
Tahapan pembuatan perangkat lunak dilakukan sesuai dengan metode
waterfall. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan dalam metode waterfall ini adalah sebagai berikut :
Gambar 1.1 Metode Waterfall Model [7] Tahapan-tahapan pada metode ini dirincikan sebagai berikut :
a. Requirements definition
Merupakan tahapan yang dilakukan untuk mengetahui hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan perangkat lunak.
b. System and software design
c. Implementation and unit testing
Pada tahapan ini dilakukan pengkodean terhadap analisis dan design yang telah dibuat kedalam bahasa pemrograman tertentu yang dapat dimengerti oleh mesin atau komputer.
d. Integration and system testing
Pengujian terhadap perangkat lunak yang telah dibuat, hingga tidak terdapat atau bebas dari kesalahan.
e. Operation and maintenance
Merupakan tahap akhir pada metode waterfall. Tahap akhir dimana suatu perangkat lunak yang sudah selesai dapat mengalami perubahanâ perubahan atau penambahan.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dijalankan. Sistematika penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini terdiri dari beberapa pokok bahasan yaitu menguraikan tentang latar belakang permasalahan, merumuskan inti permasalahan yang dihadapi, menentukan tujuan dan maksud, yang kemudian diikuti dengan pembatasan masalah, metode penelitian, serta sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini memaparkan segala sesuatu tentang konsep dasar dari teori-teori yang berkaitan dengan topik dan isi laporan tugas akhir serta hal-hal yang berguna dalam proses membuatan perangkat lunak.
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM
Bab ini berisi tentang implementasi dan pengujian sistem yang telah dikerjakan, yang terdiri dari menerapkan rencana implementasi, melakukan kegiatan implementasi, tinjau lanjut implementasi.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
7 BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Profil Instansi 2.1
Profil dari perusahaan yang akan dibahas adalah mengenai profil dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Profil perusahaan meliputi sejarah perkembangan, visi dan misi, logo perusahaan, badan hukum, struktur organisasi serta tugas dan fungsi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
2.1.1 Sejarah Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI)
Kegiatan ilmiah di Indonesia dimulai pada abad ke-16 oleh Jacob Bontius, yang mempelajari flora Indonesia dan Rompius dengan karyanya yang terkenal berjudul Herbarium Amboinese. Pada akhir abad ke-18 dibentuk Bataviaasch Genotschap van Wetenschappen. Dalam tahun 1817, C.G.L. Reinwardt mendirikan Kebun Raya Indonesia (S'land Plantentuin) di Bogor. Pada tahun 1928 Pemerintah Hindia Belanda membentuk Natuurwetenschappelijk Raad voor Nederlandsch Indie. Kemudian tahun 1948 diubah menjadi Organisatie voor Natuurwetenschappelijk onderzoek (Organisasi untuk Penyelidikan dalam Ilmu Pengetahuan Alam, yang dikenal dengan OPIPA). Badan ini menjalankan tugasnya hingga tahun 1956.
Pada tahun 1956, melalui UU no. 6 tahun 1956 pemerintah Indonesia membentuk Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) dengan tugas pokok : 1. Membimbing perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Memberi pertimbangan kepada pemerintah dalam hal kebijaksanaan ilmu pengetahuan.
Pada bulan Agustus 1967 pemerintah membubarkan LEMRENAS dan MIPI dengan SK Presiden RI no. 128 tahun 1967, kemudian berdasarkan Keputusan MPRS no. 18/B/1967 pemerintah membentuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan menampung seluruh tugas LEMRENAS dan MIPI, dengan tugas pokok sebagai berikut :
1. Membimbing perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berakar di Indonesia agar dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia pada khususnya dan umat manusia pada umumnya.
2. Mencari kebenaran ilmiah dimana kebebasan ilmiah, kebebasan penelitian serta kebebasan mimbar diakui dan dijamin, sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
3. Mempersiapkan pembentukan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (sejak 1991 tugas pokok ini selanjutnya ditangani oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi dengan Keppres no. 179 tahun 1991).
Sejalan dengan perkembangan kemampuan nasional dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, organisasi lembaga-lembaga ilmiah di Indonesia telah pula mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Oleh sebab itu dipandang perlu untuk mengadakan peninjauan dan penyesuaian tugas pokok dan fungsi serta susunan organisasi LIPI sesuai dengan tahap dan arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka Keppres no. 128 tahun 1967, tanggal 23 Agustus 1967 diubah dengan Keppres no. 43 tahun 1985, dan dalam rangka penyempurnaan lebih lanjut, tanggal 13 Januari 1986 ditetapkan Keppres no. 1 tahun 1986 tentang Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan terakhir dengan Keppres no. 103 tahun 2001.
2.1.2 Visi dan Misi
2.1.2.1Visi
2.1.2.2Misi
1. Menciptakan great science (ilmu pengetahuan berdampak penting) dan invensi yang dapat mendorong inovasi dalam rangka meningkatkan daya saing perekonomian nasional.
2. Mendorong peningkatan pemanfaatan pengetahuan dalam proses penciptaan good governance dalam rangka memantapkan NKRI.
3. Turut serta dalam proses pencerahan kehidupan masyarakat dan kebudayaan berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan kaidah etika keilmuan.
4. Memperkuat peran Indonesia (yang didukung ilmu pengetahuan) dalam pergaulan internasional.
5. Memperkuat infrastruktur kelembagaan (penguatan manajemen dan sistem).
2.1.3 Logo Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Logo Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berdasarkan SK Ketua LIPI Nomor 37/KEP/C.3/1975 (Gambar 2.1) dengan penjelasan sebagai berikut:
a. Logo dan Penjelasan Logo
Logo LIPI adalah huruf dan atau lambang yang mengandung suatu makna sebagai lambang lembaga/identitas yang melekat dalam mengikat batin dan kesatuan jiwa seluruh pegawai LIPI.
b. Bentuk Logo dan Jenis Warna
Logo LIPI adalah berbentuk bulat dan merupakan satu kesatuan dari lambang dan huruf LIPI dibawahnya.
Gambar 2.1 Logo Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Logo LIPI terdiri dari gambar dan tulisan LIPI sebagai satu kesatuan yang tidak dipisahkan. Penempatan Logo LIPI ditempatkan pada tempat yang layak dan baik bagi pandangan mata.
Penggunaan Logo LIPI dilakukan pada Kantor LIPI, Ruang Rapat, Kop Surat Dinas, Cap Instansi, Amplop Dinas, Pakaian Resmi, Jaket, Kartu Nama, dll.
Penanggung jawab penggunaan Logo LIPI antara lain adalah sebagai berikut :
1. Inspektorat LIPI 2. Kepala Satuan Kerja
3. Biro Umum dan Perlengkapan LIPI
Dan barang siapa yang tidak mengindahkan tata cara dalam penggunaan Logo LIPI, akan dikenakan sanksi menurut peraturan yang berlaku.
2.1.4 Tugas, Fungsi dan Kewenangan
Adapun tugas, fungsi dan kewenangan dari Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia adalah :
1. Tugas
Melaksanakan tugas pemerintahan di bidang ilmu pengetahuan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Fungsi
a. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang penelitian ilmu pengetahuan.
d. Pemantauan, evaluasi kemajuan, dan penelaahan kecenderungan ilmu pengetahuan dan teknologi.
e. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas LIPI.
f. Pelancaran dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang ilmu pengetahuan.
g. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.
3. Kewenangan
Untuk menjalankan fungsinya, LIPI mempunyai kewenangan : a. Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya.
b. Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro.
c. Penetapan sistem informasi di bidangnya.
d. Kewenangan lain yang melekat dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu :
1. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang penelitian ilmu pengetahuan.
2. Penetapan pedoman dan penyelenggaraan riset ilmu pengetahuan dasar. 3. Penetapan pedoman etika ilmiah, kedudukan dan kriteria kelembagaan
ilmiah.
4. Pemberian ijin Peneliti Asing.
5. Pemegang kewenangan ilmiah dalam keanekaragaman hayati. 2.1.5 Pusat Penelitian Informatika LIPI
Berdirinya Pusat Penelitian Informatika tidak dapat dipisahkan dengan sejarah terbentuknya Lembaga Elektroteknika Nasional ( LEN ). Lembaga Elektroteknika Nasional sebagai lembaga penelitian dalam bidang elektronika diresmikan pada tanggal 10 Juni 1965. Bermula di kampus ITB dengan ruang seluas 30 meter persegi yang merupakan pinjaman dari ITB. Pada tahun 1967, berdasarkan Keputusan Presiden nomor 128 tahun 1967, Lembaga Elektroteknika Nasional (LEN) bernaung dibawah koordinasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pada tahun 1969, Prusahaan Negara Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional ( Pertamina ), memberikan pinjaman gedung seluas 1000 meter persegi di Jl. Sawunggaling No. 14 Bandung, sehingga ruangan dikomplek ITB ditinggalkan. Pada awal tahun 1978, komplek gedung perkantoran dan laboratorium LEN-LIPI sudah tersebar di 9 lokasi di kota Bandung, dengan luas lantai sekitar 2500 meter persegi.
Tahun 1983 LEN-LIPI pindah ke Jl. Soekarno-Hatta No.407 250A Bandung, serta gedung tersebut diresmikan pemakaiannya oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Soeharto pada tanggal 31 Mei 1983. Dengan dilakukannya reorganisasi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berdasarkan Keppres No. l tahun 1986 tanggal 13 Januari 1986, Lembaga Elektroteknika Nasional berkembang menjadi tiga Puslitbang dan satu Unit Pelaksana Teknis, yaitu:
1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Elektronika Strategis, Komponen dan Material (Puslitbang Telkoma-LIPI).
2. Pusat Penelitian dan Pengembangan Informatika dan Ilmu Pengetahuan Komputer (Puslitbang Inkom LIPI).
3. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tenaga Listrik dan Mekatronika (Puslitbang Telimek-LIPI)
4. UPT Pusat Laboratorium Enjiniring Nasional ( UPT Pusat LEN LIPI).
Dalam struktur organisasi LIPI, keempat Puslibang tersebut diatas berada dibawah koordinasi Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik -LIPI.
kompleks LIPI Jl. Cisitu 21/154D Bandung. Pada tahun 2001 dalam Reorganisasi baru Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Informatika dan Ilmu Pengetahuan Komputer berubah nama dan struktur organisasinya menjadi Pusat Penelitian Informatika LIPI.
2.1.5.1Visi dan Misi
2.1.5.1.1 Visi
Pusat Penelitian Informatika mengabdi untuk kepentingan masyarakat dan menyelenggarakan kegiatan di bidang Informatika dan Ilmu Pengetahuan Komputer untuk pembangunan berkelanjutan.
Maknanya bahwa berbagai kegiatan penelitian yang dilakukan di bidang Informatika adalah untuk kepentingan masayarakat, antara lain untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menggunakan kemampuan teknologi informasi yang baru. Teknologi ini digunakan untuk pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan penyebarluasan data atau informasi kepada masyarakat dengan cepat, tepat waktu dan akurat. Sehingga akan terjadi percepatan peningkatan kemampuan masyarakat dalam pembangunan yang berkelanjutan.
2.1.5.1.2 Misi
Pusat Penelitian Informatika mengabdi untuk kepentingan masyarakat dan menyelenggarakan kegiatan di bidang Informatika dan Ilmu Pengetahuan Komputer untuk pembangunan berkelanjutan.
2.1.5.2Struktur Organisasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Struktur Organisasi Pusat Penelitian Informatika-LIPI, berdasarkan SK Kepala LIPI Nomor 1151/M/2001 tanggal 5 Juni 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Kepala LIPI Nomor 3212/M/2004 dimana struktur organisasi terdiri dari :
1. Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI 2. Bagian Tata Usaha, yang terdiri dari.
a. Sub Bagian Kepegawaian b. Sub Bagian Umum
c. Sub Bagian Jasa dan Informasi 3. Bidang Sistem Informasi
4. Bidang Otomasi 5. Bidang Komputer
6. Bidang Sarana Penelitian, yang terdiri dari. a. Sub Bidang Sarana Sistem Informasi b. Sub Bidang Sarana Otomasi
c. Sub Bidang Sarana Komputer
Gambar 2.2 Struktur Organisasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Landasan Teori 2.2
2.2.1 Pengertian Data dan Informasi
Menurut Steven Alter, data merupakan fakta,gambar atau suara yang mungkin atau tidak berhubungan atau berguna bagi tugas tertentu.
Menurut McLeod, data terdiri dari fakta-fakta dan angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai. Sedangkan informasi adalah data yang sudah diproses atau data yang memiliki arti.
Disini kita dapat melihat bahwa data merupakan suatu bentuk keterangan-keterangan yang belum diolah atau dimanipulasi sehingga belum begitu berarti bagi sebagian pemakai.
Menurut Raymond Mc.leod, informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang .
Menurut Jogiyanto HM., (1999: 692), âInformasi dapat didefinisikan
lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian â kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusanâ.
Menurut George H. Bodnar, (2000: 1), âInformasi adalah data yang diolah
sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepatâ.
2.2.2 Basis Data dan Sistem Manajemen Basis Data (Database and Database Management System)
Menurut James A. OâBrien, database adalah suatu koleksi terintegrasi
dimana secara logika berhubungan dengan record dari file.
Menurut Fatansyah, database adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan [2].
Jadi database adalah tempat penyimpanan data yang saling berhubungan secara logika, sehingga bisa digunakan untuk mendapatkan suatu informasi yang diperlukan oleh suatu organisasi atau perusahaan. Sedangkan data yang diperoleh suatu organisasi atau perusahaan umumnya didapat dari kegiatan operasional sehari-hari atau hasil dari transaksi.
Sistem Manajemen Basis Data adalah program yang digunakan pengguna untuk membuat dan memelihara database. Sistem Manajemen Basis Data memfasilitasi untuk mendefinisikan, mengkonstruksi, dan memanipulasi database
untuk berbagai aplikasi. Pendefinisian database meliputi spesifikasi tipe data, struktur, dan constraint untuk data yang disimpan dalam database. Pengkonstruksian database adalah proses penyimpanan data itu sendiri pada media penyimpanan. Pemanipulasian database meliputi fungsi memanggil query database untuk mendapatkan data yang spesifik, update database, dan
Gambar 2.3 Database Management System
Keuntungan yang diperoleh menggunakan Sistem Manajemen Basis Data meliputi mengontrol redudansi, membatasi akses yang tidak berwenang, menyediakan penyimpanan yang persisten, menghasilkan interface (antar muka) banyak pengguna, menjaga integritas constraint, menyediakan backup dan
recovery.
Dalam Sistem Manajemen Basis Data menyediakan perintah yang digunakan untuk mengelola dan mengorganisasikan data, yakni Data Definition
Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Data Definition
Language adalah bahasa untuk medefinisikan skema atau dan database fisik ke Sistem Manajemen Basis Data. Data Manipulation Language adalah bahasa untuk memanipulasi data yaitu pengambilan informasi yang telah disimpan, penyisipan informasi baru, penghapusan informasi, modifikasi informasi yang disimpan dalam database. Selanjutnya, query adalah statemen yang ditulis untuk mengambil informasi. Bagian dari DML yang menangani pengambilan informasi ini disebut bahasa query. Dari perkembangan model database maka muncul apa yang disebut dengan data warehouse [6].
2.2.3 Data Mart
menyimpan sebuah data dari pelanggan, penjualan dan inventori. Data tersebut merupakan asset dari suatu perusahaan yang perlu di manage untuk keperluan kompetitif perusahaan. Banyak perusahaan yang telah menerapkan DSS (Decision Support system) yang telah ada di suatu data mart, sebuah data mart terintegrasi secara operasional dan sejarah data untuk aplikasi pengambilan keputusan.
Ada empat tugas yang bisa dilakukan dengan adanya data mart menurut Williams, keempat tugas tersebut yaitu [5]:
1. Pembuatan laporan
Pembuatan laporan merupakan salah satu kegunaan data warehouse yang paling umum dilakukan. Dengan menggunakan query sederhana didapatkan laporan perhari,perbulan, pertahun atau jangka waktu kapanpun yang diinginkan.
2. On-Line Analytical Processing (OLAP)
Dengan adanya data warehouse,semua informasi baik detail maupun hasil summary yang dibutuhkan dalam proses analisa mudah didapat. OLAP
mendayagunakan konsep data multi dimensi dan memungkinkan para pemakai menganalisa data sampai mendetail, tanpa mengetikkan satupun perintah SQL. Hal ini dimungkinkan karena pada konsep multi dimensi, maka data yang berupa fakta yang sama bisa dilihat dengan menggunakan fungsi yang berbeda. Fasilitas lain yang ada pada sofware OLAP adalah fasilitas rool-up
dan drill-down. Drill-down adalah kemampuan untuk melihat detail dari suatu informasi dan roll-up adalah kebalikannya.
3. Data mining
Data mining merupakan proses untuk menggali (mining) pengetahuan dan
informasi baru dari data yang berjumlah banyak pada data mart, dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence), statistik dan matematika. Data mining merupakan teknologi yang diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara data dan pemakainya.
Data mining dapat mengelompokkan (clustering) model-model pembeli dan melakukan klasifikasi terhadap setiap pembeli dan melakukan klasifikasi terhadap setiap pemebeli sesuai dengan karakteristik yang diinginkan.
b. Melihat pola beli dari waktu ke waktu
Data mining dapat digunakan untuk melihat pola beli dari waktu ke waktu.
c. Cross-market analysis
Data mining dapat dimanfaatkan untuk melihat hubungan
antara satu produk dengan produk lainnya. d. Profil pelanggan
Data mining bisa membantu pengguna untuk melihat profil pembeli sehingga dapat diketahui kelompok pembeli tertentu cenderung kepada suatu produk apa saja.
e. Informasi summary
Data mining dapat membuat laporan summary yang bersifat multi dimensi dan dilengkapi dengan informasi statistik lainnya. 4. Proses informasi executive
Data mart dapat membuat ringkasan informasi yang penting dengan
tujuan membuat keputusan bisnis, tanpa harus menjelajahi keseluruhan data. Dengan menggunakan data mart segala laporan telah diringkas dan dapat pula mengetahui segala rinciannya secara lengkap, sehingga mempermudah proses pengambilan keputusan. Informasi dan data pada laporan data mart menjadi target informative bagi user.
2.2.3.1Karakteristik Data Mart
Seperti yang telah dikemukakan terlebih dahulu pada sub bagian pengertian data mart, karakteristik yang harus dimiliki dalam sebuah data mart
1. Subject Oriented
Data mart berorientasi subjek artinya data mart dirancang untuk menganalisis data berdasarkan subjek-subjek tertentu dalam organisasi, bukan pada proses atau fungsi aplikasi tertentu. Jadi dengan kata lain, data yang disimpan adalah berorientasi kepada subjek bukan terhadap proses. Secara garis besar perbedaan antara data operasional dan data warehouse yaitu :
Tabel 2.1 Perbedaan Data Operasional dan Data Mart
Data Operasional Data Mart
Dirancang berorientasi hanya pada aplikasi dan fungsi tertentu
Dirancang berdasar pada subjek-subjek tertentu (utama)
Fokusnya pada desain database dan proses
Fokusnya pada pemodelan data dan desain data
Berisi rincian atau detail data Berisi data-data history yang akan dipakai dalam proses analisis
Relasi antar table berdasar aturan terkini (selalu mengikuti rule terbaru)
Banyak aturan bisnis dapat tersaji antara tabel-tabel
Gambar 2.4 Subject Orientation Data [1]
2. Integrated
Sumber data berasal dari sistem â sistem aplikasi perusahaan yang berbeda â beda. Sumber data sering tidak konsisten misalnya perbedaan format data. Integrasi sumber data harus dibuat konsisten dalam menampilkan data agar dapat menyatukan pandangan user terhadap data.
[image:34.595.205.417.125.337.2] [image:34.595.191.424.490.721.2]3. Non Volatile
Karakteristik ketiga dari data mart adalah non volatile, yaitu data pada data mart cenderung statis dan berupa data historical yang digunakan untuk
analisis. Pada gambar 2.3 ini, menjelaskan bahwa âData operasional pada tiap â tiap record yang ada, umum diakses dan manipulasi, perubahan maupun pembaruan data merupakan sebuah hal yang wajar dilakukan pada sistem ini. Namun, data mart juga dapat diakses, namun tidak terlalu sering, dan biasanya diambil dalam jumlah besar. Akan tetapi data yang ada tidak diperkenankan untuk diperbaharui maupun diubah, apabila terjadi perubahan atau pembaruan, maka data tersebut akan masuk sebagai data baru. Oleh karena itu, data yang tersimpan pada sebuah data mart merupakan data yang
bersifat historisâ.
Gambar 2.6 Non Volatile [1]
4. Time Variant
haruslah berupa data historis, bukan sekedar keadaan terkini dari perusahaan. Data disimpan sebagai gambaran keadaan perusahaan di masa lampau hingga saat ini. Time variant memiliki keuntungan sebagai berikut [3] :
ï· Memungkinkan untuk menganalisis hal yang terjadi di masa lampau
ï· Menghubungkan informasi yang ada ke masa kini
ï· Memungkinkan adanya perkiraan atau ramalan mengenai kondisi masa yang akan datang.
Gambar 2.7 Time Variant [1]
2.2.3.2Pemodelan Data Dimensional
Pemodelan data dimensional adalah representasi data dengan kubus multidimensional agar lebih mudah dibaca. Terdapat 2 macam aspek dalam pemodelan ini, yaitu ukuran (measures) dan dimensi (dimension). Ukuran adalah besaran data, sedangkan dimensi adalah konteks data atau parameter bisnis. Parameter ini dapat dilihat dari karakteristik seperti who, what, when, where dan
Gambar 2.8 Kubus Model Dimensional
Berikut penjelasan dari fact table, dimension table dan measures : a. Fact table
Tabel fakta adalah pusat dari table star join dimana data dengan banyak kepentingan tersimpan [1]. Setiap fact biasanya merepresentasikan sebuah bisnis item, suatu transaksi bisnis, atau sebuah kejadian yang dapat digunakan dalam analisis bisnis atau proses bisnis.
b. Dimension table
Dimension table atau tabel dimensi adalah tempat dimana data tambahan yang
berhubungan dengan tabel fakta ditempatkan pada sebuah tabel multidimensional [1]. Dalam dimensional model, semua data menunjukan fact table yang diasosiasikan dengan satu dan hanya satu member dari setiap
multiple dimensions. Jadi dimensi menunjukan latar belakang kontekstual dari
fact. Banyak proses analisis yang digunakan untuk menghitung dampak dari dimensi pada fact.
c. Measures
modeling, ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk membuat data mart, yaitu [10]:
1. Skema bintang (star schema)
Skema ini mengikuti bentuk bintang, dimana terdapat satu tabel fakta (fact table) di pusat bintang dengan beberapa tabel dimensi (dimensional tables) yang mengelilinginya. Semua tabel dimensi berhubungan dengan ke tabel fakta. Tabel fakta memiliki beberapa key yang merupakan kunci indeks individual dalam tabel dimensi. Berikut model skema bintang :
Gambar 2.9 Model Skema Bintang (Star Schema) [11] 2. Skema bola salju (snowflake Schema)
Skema bola salju merupakan perluasan dari skema bintang dengan tambahan beberapa tabel dimensi yang tidak berhubungan secara langsung dengan tabel fakta. Tabel dimensi tersebut berhubungan dengan tabel dimensi yang lain. Berikut model skema bola salju :
3. Fact constellations
Pada skema ini terdapat beberapa tabel fakta yang menggunakan satu atau beberapa tabel dimensi secara bersama-sama sehingga jika digambarkan akan terlihat seperti sekumpulan bintang. Skema ini juga dikenal dengan
galaxy schema. Berikut model skema constellations :
Gambar 2.11 Model Skema Constellations [11]
2.2.4 ETL (Extract, Transform, Loading)
Menurut Inmon Extract, Transform, Loading(ETL) adalah âthe process of finding data, integrating it, and placing it in a data warehouseâ.
Proses ETL mengambil data dari source systems menggunakan query. ETL berkoneksi dengan source system database dan mengambil data dengan
query. Setelah data hasil query diambil langkah selanjutnya dilakukan eksekusi proses ETL dan mengirimkannya ke database data mart.
ETL (Extract, Transform, and Load) adalah proses â proses dalam data mart yang meliputi:
a. Mengekstrak data dari sumber â sumber eksternal.
b. Mentransformasikan data ke bentuk yang sesuai dengan keperluan. c. Memasukkan data ke target akhir, yaitu data mart.
Tujuan ETL adalah mengumpulkan, menyaring, mengolah, dan menggabungkan data yang relevan dari berbagai sumber untuk disimpan ke dalam
data mart. Hasil dari proses ETL adalah dihasilkannya data yang memenuhi kriteria data mart seperti data yang historis, terpadu, terangkum, statis, dan memiliki struktur yang dirancang untuk keperluan proses analisis. Manajemen proses ETL dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 2.12 ETL Process Management
1. Extract
Langkah pertama pada proses ETL adalah mengekstrak data dari sumber â sumber data. Kebanyakan proyek data mart menggabungkan data dari sumber â sumber yang berbeda. Sistem â sistem yang terpisah sangat mungkin menggunakan format data yang berbeda. Ekstraksi adalah mengubah data ke dalam suatu format yang berguna untuk proses transformasi.
Pada hakekatnya proses ekstraksi adalah proses penguraian dari data yang diekstrak untuk mendapatkan struktur atau pola data yang diharapkan. Jika struktur atau pola data tidak sesuai dengan harapan maka data tidak dimasukkan ke dalam data mart.
2. Transform
Data akan disimpan dalam bentuk detail dan ringkasan untuk menyediakan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan informasi yang beragam pada pengguna. Data tersebut kemudian dihubungkan dengan
surrogate key (sebuah key yang menghubungkan struktur data mart dan terpisah dari sistem sumber) dan agregasi untuk mempercepat proses analisis.
Output dari transformasi adalah data yang telah bersih dan konsisten dengan data yang tersimpan pada data mart, dan lebih jauh lagi adalah dalam bentuk yang telah siap untuk dianalisis oleh pengguna dari data mart.
3. Loading
Loading data ke dalam data mart dapat terjadi setelah semua transformasi dilakukan atau sebagai bagian dari proses transformasi. Ketika data dimasukkan ke dalam data mart, batasan â batasan tambahan yang didefinisikan di dalam skema database dan trigger diaktivasi ketika loading
data akan dilakukan, yang juga akan memberikan kontribusi pada keseluruhan kualitas performa dari proses ETL. Jangka waktu proses loading bergantung pada kebutuhan organisasi.
2.2.5 Unified Modeling Language (UML)
Unified Modeling Language (UML) merupakan bahasa spesifikasi standar
untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan, dan membangun sistem perangkat lunak.
2.2.5.1Definisi UML
UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa untuk menetukan, visualisasi, kontruksi, dan mendokumentasikan artifact (bagian dari informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses pembuatan perangkat lunak. Artifact dapat berupa model, deskripsi atau perangkat lunak) dari system perangkat lunak, seperti pada pemodelan bisnis dan system non perangkat lunak lainnya [9].
digunakan dalam proses pemodelan perangkat lunak, namun hampir dalam semua bidang yang membutuhkan pemodelan [9].
Bahasa Pemodelan UML lebih cocok untuk pembuatan perangkat lunak dalam bahasa pemrograman berorientasi objek (C+ , Java, VB.NET), namun demikian tetap dapat digunakan pada bahasa pemrograman prosedural.
Unified Modeling Language (UML) biasa digunakan untuk beberapa hal berikut ini, diantaranya :
1. Menggambarkan batasan sistem dan fungsi-fungsi sistem secara umum, dibuat dengan use case dan actor.
2. Menggambarkan kegiatan atau proses bisnis yang dilaksanakan secara umum, dibuat dengan interaction diagrams.
3. Menggambarkan representasi struktur statik sebuah sistem dalam bentuk class diagrams.
4. Membuat model behaviorâyang menggambarkan kebiasaan atau sifat sebuah
sistemâ dengan state transition diagrams.
5. Menyatakan arsitektur implementasi fisik menggunakan component and
development diagrams.
6. Menyampaikan atau memperluas fungsionalitas dengan stereotypes.
UML merupakan salah satu alat bantu yang sangat handal dalam bidang pengembangan sistem berorientasi objek karena UML menyediakan bahasa pemodelan visual yang memungkinkan pengembang sistem membuat blue print
atas visinya dalam bentuk yang baku.
UML berfungsi sebagai jembatan dalam mengkomunikasikan beberapa aspek dalam sistem melalui sejumlah elemen grafis yang bisa dikombinasikan menjadi diagram. UML mempunyai banyak diagram yang dapat mengakomodasi berbagai sudut pandang dari suatu perangkat lunak yang akan dibangun. Diagram-diagram tersebut digunakan untuk hal-hal sebagai berikut : 1. Mengkomunikasikan ide.
2. Melahirkan ide-ide baru dan peluang-peluang baru. 3. Menguji ide dan membuat prediksi
2.2.5.2Konsep Pemodelan Menggunakan Unified Modeling Language (UML) Pemodelan menggunakan Unified Modeling Language (UML) merupakan metode pemodelan berorientasi objek dan berbasis visual. Karenanya pemodelan menggunakan UML merupakan pemodelan objek yang fokus pada pendefinisian struktur statis dan model sistem informasi yang dinamis dari pada mendefinisikan data dan model proses yang tujuannya adalah pengembangan tradisional.
UML menawarkan diagram yang dikelompokan menjadi lima perspektif berbeda untuk memodelkan suatu sistem. Seperti satu set blue print yang digunakan untuk membangun sebuah rumah. Jadi, hanya dibutuhkan sebuah UML agar dapat dibangun sebuah sistem.
2.2.5.3Diagram Dasar dalam Unified Modeling Language (UML)
Diagram dasar Unified Modelling Language (UML) serta tujuannya dijelaskan seperti berikut :
a. Model Use Case Diagram
Use Case Diagram secara grafis menggambarkan interaksi antara sistem, sistem eksternal, dan pengguna. Dengan kata lain Use Case diagram
secara grafis mendeskripsikan siapa yang akan menggunakan sistem dan dalam cara apa pengguna (user) mengharapkan interaksi dengan sistem itu.
Use Case secara naratif digunakan untuk secara tekstual menggambarkan sekuensi langkah-langkah dari setiap interaksi.
b. Diagram Struktur Statis
UML menawarkan dua macam diagram untuk memodelkan struktur statis sistem informasi, yaitu:
1. Class Diagram: menggambarkan struktur objek sistem. Diagram ini menunjukan class object yang menyusun sistem dan juga hubungan antara class object tersebut.
2. Object Diagram: serupa dengan class diagram, tetapi object diagram
memodelkan instance object actual dengan menunjukan nilai-nilai saat ini dari atribut instance. Object Diagrammenyajikan âsnapshot/potretâ
digunakan sesering Class Diagram, tetapi saat digunakan dapat membantu seorang developer memahami struktur sistem secara lebih baik.
c. Diagram Interaksi
Diagram interaksi memodelkan sebuah interaksi, terdiri dari satu set objek, hubungan-hubungannya, dan pesan yang terkirim di antara objek. Model diagram ini memodelkan behavior (kelakuan) sistem yang dinamis dan UML memiliki dua diagram untuk tujuan ini, yaitu:
1. Diagram rangkaian/Sequence Diagram: secara grafis menggambarkan bagaimana objek berinteraksi dengan satu sama lain melalui pesan pada sekuensi sebuah use case atau operasi. Diagram ini mengilustrasikan bagaimana pesan terkirim dan diterima di antara objek dan dalam sekuensi atau timing apa.
2. Diagram kolaborasi/Collaboration Diagram: serupa dengan diagram rangkaian/sekuensi, tetapi tidak fokus pada timing atau sekuensi pesan. Diagram ini justru menggambarkan interaksi (atau kolaborasi) antara objek dalam sebuah format jaringan.
3. Diagram rangkaian maupun diagram kolaborasi merupakan isomorphic
artinya kita dapat mengubah dari satu diagram ke diagram lain. d. Diagram State/State Diagram
UML memiliki sebuah diagram untuk memodelkan behavior objek khusus yang kompleks (statecahrt) dan sebuah diagram untuk memodelkan
behavior dari sebuah use case atau sebuah metode, yaitu:
1. Diagram statechart: digunakan untuk memodelkan behavior objek khusus yang dinamis. Diagram ini mengilustrasikan siklus hidup objek-berbagai keadaan yang dapat diasumsikan oleh objek dan event-event (kejadian) yang menyebabkan objek beralih dari satu state ke state lain.
yang akan dilakukan saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action tersebut.
e. Diagram Implementasi
Diagram implementasi juga memodelkan struktur sistem informasi, yaitu sebagai berikut:
1. Diagram komponen/Component Diagram: digunakan untuk menggambarkan organisasi dan ketergantungan komponen-komponen pernagkat lunak sistem. Komponen diagram dapat digunakan untuk menunjukan bagaimana kode pemrograman dibagi menjadi modul-modul (atau komponen).
2. Diagram penguraian/Deployment: digunakan untuk mendeskripsikan arsitektur fisik dalam istilah ânodeâ untuk hardware dan software dalam sistem. Diagram ini menggambarkan konfigurasi komponen-komponen
software real-time, prosesor, dan peralatan yang membentuk arsitektur sistem.
2.2.5.4Use Case Diagram dan Aktor
Use Case diagram adalah model fungsional sebuah sistem yang
menggunakan actor dan use case. Use Case adalah layanan (services) atau fungsi-fungsi yang disediakan oleh sistem untuk pengguna-penggunanya (Henderi et al, 2008). Use Case adalah suatu pola atau gambaran yang menunjukan kelakukan atau kebiasaan sistem. Setiap Use Case adalah suatu urut-urutan (sequence) transaksi yang saling berhubungan dan dilakukan oleh sebuah actor dan sistem dalam bentuk sebuah dialog (Henderi, 2007). Use Case Diagram dibuat untuk memvisualisasikan/ menggambarkan hubungan antara Actor dan Use Case. Use
Case diagram mempresentasikan kegunaan atau fungsi-fungsi sistem dari
Gambar 2.13 Contoh Aktifitas Aktor dan Use Case
Sebuah aktor mencirikan suatu bagian outside user atau susunan yang berkaitan dengan user yang berinteraksi dengan sistem [Rumbaugh, Booch, dan Jacobson 1999]. Dalam model use case, aktor merupakan satu-satunya kesatuan eksternal yang berinteraksi dengan sistem.
Terdapat beberapa variasi bagaimana aktor dibentuk [Fowler dan Scott 1999]. Sebuah aktor sering kali merupakan manusia (human user). Pada sejumlah sistem informasi, manusia adalah satu-satunya aktor. Dan mungkin saja dalam sistem informasi, seorang aktor bisa saja menjadi suatu sistem eksternal. Pada aplikasi real-time dan distribusi, sebuah aktor bisa saja menjadi satu perangkat eksternal I/O atau sebuah alat pengatur waktu. Perangkat eksternal I/O dan pengatur waktu aktor secara khusus lazimnya berada dalam real-time yang tersimpan dalam sistem (real-time embedded systems), sistem berinteraksi dengan lingkungan eksternal melalui sensor dan aktuator.
Primary actor (aktor utama) memprakarsai sebuah use case. Jadi, suatu
primary actor memegang peran sebagai proaktif dan yang memulai aksi dalam sistem. Aktor lainnya yang berperan sebagai secondary actor bisa saja terlibat dalam use case dengan menerima output dan memberikan input. Setidaknya satu
2.2.5.5Class Diagram
Class adalah kumpulan objek-objek dengan dan yang mempunyai struktur
umum, behavior umum, relasi umum, dan semantic/kata yang umum. Class-class
ditentukan/ditemukan dengan cara memeriksa objek-objek dalam sequence diagram dan collaboration diagram. Sebuah class digambarkan seperti sebuah bujur sangkar dengan tiga bagian ruangan. Class sebaiknya diberi nama menggunakan kata benda sesuai dengan domain/bagian/kelompoknya (Whitten L. Jeffery et al, 2004).
Class Diagram adalah diagram yang menunjukan class-class yang ada dari sebuah sistem dan hubungannya secara logika. Class diagram
menggambarkan struktur statis dari sebuah sistem. Karena itu class diagram
merupakan tulang punggung atau kekuatan dasar dari hampir setiap metode berorientasi objek termasuk UML (Henderi, 2008). Sementara menurut (Whitten L. Jeffery et al 2004:432) class diagram adalah gambar grafis mengenai struktur objek statis dari suatu sistem, menunjukan class-class objek yang menyusun sebuah sistem dan juga hubungan antara class objek tersebut.
Elemen-eleman class diagram dalam pemodelan UML terdiri dari: Class-class, struktur Class-class, sifat class (class behavior), perkumpulan/gabungan (association), pengumpulan/kesatuan (agregation), ketergantungan (dependency), relasi-relasi turunannya, keberagaman dan indikator navigasi, dan role name
(peranan/tugas nama). 2.2.5.6Activity Diagram
Activity diagrams menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.
Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya
secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum.
Sebuah aktivitas dapat direalisasikan oleh satu use case atau lebih. Aktivitas menggambarkan proses yang berjalan, sementara use case
menggambarkan bagaimana aktor menggunakan sistem untuk melakukan aktivitas.
Sama seperti state, standar UML menggunakan segi empat dengan sudut pembulat untuk menggambarkan aktivitas. Decision digunakan untuk menggambarkan behaviour pada kondisi tertentu. Untuk mengilustrasikan proses-proses paralel (fork dan join) digunakan titik sinkronisasi yang dapat berupa titik, garis horizontal atau vertikal. Activity diagram dapat dibagi menjadi beberapa
object swimlane untuk menggambarkan objek mana yang bertanggung jawab
untuk aktivitas tertentu. 2.2.5.7Sequence Diagram
Sequence diagram adalah suatu diagram yang menggambarkan interaksi
antar obyek dan mengindikasikan komunikasi diantara obyek-obyek tersebut. Diagram ini juga menunjukkan serangkaian pesan yang dipertukarkan oleh obyek-obyek yang melakukan suatu tugas atau aksi tertentu. Obyek-obyek tersebut kemudian diurutkan dari kiri ke kanan, aktor yang menginisiasi interaksi biasanya ditaruh di paling kiri dari diagram.
Pada diagram ini, dimensi vertikal merepresentasikan waktu. Bagian paling atas dari diagram menjadi titik awal dan waktu berjalan ke bawah sampai dengan bagian dasar dari diagram. Garis Vertical, disebut lifeline, dilekatkan pada setiap obyek atau aktor. Kemudian, lifeline tersebut digambarkan menjadi kotak ketika obyek melakukan suatu operasi , kotak tersebut disebut activation box. Obyek dikatakan mempunyai live activation pada saat tersebut.
2.2.5.8State Diagram
Statechart diagram menggambarkan transisi dan perubahan keadaan (dari
yang diterima. Pada umumnya statechart diagram menggambarkan class tertentu (satu class dapat memiliki lebih dari satu statechart diagram).
Dalam UML, state digambarkan berbentuk segiempat dengan sudut membulat dan memiliki nama sesuai kondisinya saat itu. Transisi antar state
umumnya memiliki kondisi guard yang merupakan syarat terjadinya transisi yang bersangkutan, dituliskan dalam kurung siku. Action yang dilakukan sebagai akibat dari event tertentu dituliskan dengan diawali garis miring.
37 3.1 Analisis Sistem
Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan yang terjadi dan kebutuhanâ kebutuhan yang diharapkan. Pada bagian ini akan dijelaskan lebih
detail mengenai permasalahan serta kebutuhan yang ingin dicapai. 3.1.1 Analisis Masalah
Banyak kegiatan atau aktifitas manusia yang bergantung pada keadaan cuaca. Faktor cuaca ini terkadang memiliki pengaruh sangat besar bagi keberlangsungan kegiatan yang dilakukan setiap hari, mengingat cuaca merupakan kondisi udara yang berlangsung dalam waktu singkat. Kondisi cuaca ditentukan oleh sejumlah faktor, antara lain temperatur udara, kelembaban udara, arah angin dan kecepatan angin. Faktor-faktor tersebut dapat dijadikan acuan untuk mempolakan kecenderungan unsur cuaca pada waktu tertentu.
Dalam mempolakan data sebagai langkah awal yaitu membutuhkan data yang benar- benar siap dipakai untuk analisis. Data yang diperoleh merupakan data mentah, maka data tersebut harus melalui serangkaian proses yang disebut dengan data preparation.
3.1.2 Data Preparation
Tabel 3.1 Data Pemantauan Unsur Cuaca (Januari 2005)
Tgl TEMPERATUR (c)
CURAH
HUJAN KELEMBABAN NISBI(%) ANGIN (KNOT)
T1 T2 T3 RATA2 (mm) K1 K2 K3 RATA2
KEC RATA2
ARAH TERBANYAK
KEC
TERBESAR ARAH
1 21.3 27.2 24.8 23.7 6 89 64 78 80 6 W 7 W
2 22 28.9 26 24.7 0 80 60 74 74 7 W 8 W
3 21 27.8 26 24 0 88 63 77 79 4 W 5 W
4 22.2 27.2 25 24.2 0 89 70 81 82 6 W 8 W
5 22 26.6 23.2 23.5 1.4 93 75 83 86 8 W 10 W
6 22 27 24.2 23.8 0 88 72 78 82 7 W 9 W
7 21.1 25 23 22.6 1.6 95 76 91 89 0 C 0 C
8 21 27.1 23.3 23.1 2 93 72 88 87 6 W 8 W
9 21.4 27.6 22.4 23.2 2.2 95 66 91 87 6 N 8 N
10 21.3 29.2 25.8 23.3 5.7 90 53 71 76 5 W 8 W
11 19 29.2 26 23.9 0 83 57 74 74 0 C 0 C
12 20.4 28.4 26.6 24 0.8 84 63 73 76 7 W 7 W
13 21.7 28 25 24.1 20.3 95 0 84 84 6 W 7 W
14 21.8 28.6 23.5 23.9 0 89 66 87 83 7 W 8 W
15 20.5 28.4 25.2 23.7 4.1 94 0 81 84 5 W 7 W
16 20.4 28.2 23.4 23.1 4.6 94 64 90 86 6 W 10 W
17 21.6 25 23.4 22.9 7.3 0 0 80 85 6 W 8 W
18 21.6 24 21.4 22.2 0.4 93 81 93 90 6 W 7 W
19 21.1 25.2 22.4 22.5 21.5 96 0 91 88 5 W 7 W
20 20.2 27.8 21.9 22.5 1.5 93 68 91 86 8 W 10 W
21 20.8 27.6 24 23.3 6 94 64 81 83 8 W 11 W
22 21.4 28 24.6 23.9 11.5 91 64 81 82 6 W 10 W
23 21.2 26.4 23.2 23.4 0 89 67 74 80 7 W 9 W
24 21.8 24.2 23.2 22.8 0.3 91 77 87 87 7 W 8 W
25 20.9 27.6 24.2 23.4 0 89 61 78 79 6 W 7 W
26 20.2 27.6 22.8 22.7 0 89 69 91 85 8 W 8 W
27 19.6 27.4 25 22.9 24.3 94 75 81 86 5 W 9 W
28 21.4 26.2 24.4 23.4 1.7 91 73 84 85 5 W 8 W
29 21 23.4 21.8 21.8 0.5 91 91 93 92 0 C 0 C
30 21.2 26.6 25 23.5 43.7 96 73 76 85 7 W 8 W
31 21.8 28.2 23.8 23.9 0.8 81 58 84 76 3 W 4 W
JUMLAH 723.9 168.2 2578 173
Berikut ini merupakan gambaran tabel-tabel yang ada pada sumber data yang berasal dari file exel di atas yang telah di-convert ke dalam sebuah database
sederhana dapat dilihat pada gambar 3.1 berikut :
[image:52.595.137.488.184.391.2]temperatur PK KodeTemperatur T1 T2 T3 RataRata kelembaban PK KodeKelembaban K1 K2 K3 RataRata angin PK KodeAngin KecRataRata ArahTerbanyak KecAnginTerbesar Arah kondisi PK KodeKondisi KodeTemperatur KodeKelembaban KodeAngin CurahHujan Tanggal FK1 FK2 FK3
Gambar 3.1 Skema Relasi Data Operasional
Berikut ini keterangan struktur tabel data transaksi tersebut : 1. Tabel temperatur
Tabel 3.2 Struktur Tabel Temperatur Nama field Tipe data Keterangan KodeTemperatur varchar(8) Kode temperatur.
2. Tabel kelembaban
Tabel 3.3 Struktur Tabel Kelembaban
Nama field Tipe data Keterangan KodeKelembaban varchar(8) Kode kelembaban.
K1 Integer Pengukuran kelembaban jam 07.00. K2 Integer Pengukuran kelembaban jam 13.00. K3 Integer Pengukuran kelembaban jam 18.00. RataRata Integer Pengukuran rata-rata setiap hari.
3. Tabel angin
Tabel 3.4 Struktur Tabel Angin Nama field Tipe data Keterangan KodeAngin varchar(8) Kode angin.
KecRataRata Integer Kecepatan rata-rata setiap hari Arah terbanyak varchar(15) Arah terbanyak setiap hari.
KecAnginTerbesar Integer Kecepatan angin terbesar setiap hari.
Arah varchar(15) Arah angin.
4. Tabel kondisi
Tabel 3.5 Struktur Tabel Kondisi
Nama field Tipe data Keterangan KodeKondisi varchar(8) Kode kondisi.
KodeTemperatur varchar(8) Kode temperatur (foreign key dari tabel temperatur).
KodeKelembaban varchar(8) Kode kelembaban (foreign key dari tabel kelembaban).
Nama field Tipe data Keterangan CurahHujan Float Curah hujan.
Tanggal Date Tanggal transaksi.
Dari data tersebut tidak semua kolom pada tabel 3.4 digunakan, harus dilakukan proses seleksi untuk mendapatkan variabel yang relevan dalam data mart. Dalam hal ini setelah melihat karakteristik data tersebut maka yang akan digunakan adalah variabel nilai rata-rata (temperatur), curah hujan, rata-rata (kelembaban), kec.rata-rata (angin), dan arah terbanyak (angin). Pemilihan kolom ini juga dilakukan berdasarkan wawancara dari pihak LIPI mengenai atribut unsur cuaca yang berperan penting dalam menentukan kondisi cuaca. Teknik pemilihan kolom dan untuk mengatasi data yang tidak konsisten akan dibahas secara detail
pada pokok bahasan Analisis Data Mart. 3.1.3 Analisis Data Mart
Untuk melakukan proses analisis data dibutuhkan sebuah tempat penampungan data dari berbagai sumber data yang disebut dengan data mart, dari
data mart ini nantinya akan dilakukan aktifitas data mining atau penggalian data. 3.1.3.1 Analisis Arsitektur Data Mart
Arsitektur data menyediakan kerangka dengan mengidentifikasikan dan memahami bagaimana data akan dipindahkan melalui sistem dan digunakan untuk analisis. Arsitektur data untuk data mart mempunyai komponen utama yaitu read-only database.
Arsitektur yang akan digunakan adalah Two â Layer Architecture. Arsitektur ini terdiri dari 4 lapisan aliran data, yaitu :
1. Lapisan pertama adalah source layer. Pada lapisan ini, data masih berupa operasional data. Data operasional yang akan digunakan pada pembangunan
data mart kali ini sudah berupa data logic yang ada di database server.
3. Lapisan ketiga adalah data mart layer. Informasi akan disimpan pada sebuah penyimpanan logic yang tersentralisasi, yaitu data mart. Data mart dapat diakses secara langsung, dan juga bisa digunakan sebagai sumber dalam melakukan pengalian data ( data mining).
4. Lapisan keempat adalah analysis.
Arsitektur data mart dapat dilihat pada gambar 3.2 berikut :
Data Operasional
Sumber Data
Membuat Link ke Database
Memuat Sumber ke Mesin Database Data Staging Penyimpanan Data Data Mart Data Mining Analisis Mengecek Sumber Data
Apakah sumber data
sesuai ?
Melakukan Extract dan
Transform
Menjalankan Script untuk
Loading Data Database
Operasional ya tidak
[image:55.595.114.511.225.429.2]OLAP
Gambar 3.2 Arsitektur Data Mart
Gambar 3.2 menjelaskan arsitektur data mart. Secara umum terbagi dari empat bagian yaitu sumber data, data staging, penyimpanan data dan analisis.Penjelasan dari tiap- tiap bagian adalah sebagai berikut :
1. Sumber Data (Source Layer)
Data sumber berasal dari data operasional yang telah ada yaitu file exel yang berisi data pemantauan cuaca yang kemudian di convert ke sebuah database sementara yaitu database operasional yang berisi semua data pemantauan cuaca.
2. Data Staging
Pada bagian data staging, dilakukan proses berikut :
b. Pengecekan database operasional layak atau tidak layak untuk dijadikan data mart.
c. Setelah dinyatakan layak maka dilakukan ekstraksi data dengan mengambil sumber data yaitu database operasional.
d. Proses selanjutnya adalah transformasi dilakukan pemilihan kolom, pengubahan nama, perubahan bentuk data dan pengambilan kolom tanggal menjadi dimensi waktu dari tabel- tabel yang sudah diekstraksi.
e. Proses selanjutnya adalah loading. Semua proses transform tadi menghasilkan sedikit tabel dan kolom yang penting. Load disini berfungsi untuk memasukkan data hasil transform di data staging
ke data mart. 3. Penyimpanan Data
Hasil dari ETL akan disimpan ke data mart, nantinya akan digunakan dalam proses analisis.
4. Analisis
Data mart sudah dapat digunakan untuk melakukan analisis sesuai kebutuhan.
3.1.3.2 ETL (Extract, Transform, Loading)
ETL merupakan proses yang sangat penting dalam data mart, dengan ETL inilah data dari operational dapat dimasukkan ke dalam data mart. ETL dapat digunakan untuk mengintegrasikan data dengan sistem yang sudah ada sebelumnya. Tujuan ETL adalah mengumpulkan, menyaring, mengolah, dan menggabungkan data-data yang relevan dari berbagai sumber untuk disimpan ke dalam data mart. Hasil dari proses ETL adalah dihasilkannya data yang memenuhi kriteria data mart seperti data yang historis, terpadu, terangkum, statis, dan memiliki struktur yang dirancang untuk keperluan proses analisis.
a. Extract
data yang relevan dan mengambil data dari sumber data tersebut. Data mart dapat menggabungkan data dari sumber-sumber yang berbeda dengan sistem-sistem terpisah yang menggunakan format data yang berbeda.Berikut adalah proses ekstrak pada data mart :
Mulai
Baca Data Pemantauan
Cuaca
Pengecekan Data Pemantauan Cuaca
Apakah data tersedia?
Salin Data
Data hasil ekstrak ditampilkan
Selesai Update data
[image:57.595.291.389.192.518.2]staging hasil ekstraksi
Gambar 3.3 Flowchart Proses Ekstract
Proses ekstraksi dari database operasional ke dalam data mart adalah sebagai berikut :
1. Proses ektrak tabel temperatur
Tabel 3.6 Tabel Temperatur
KodeTemperatur T1 T2 T3 RataRata
T05001 19.6 27.2 22.2 22.2
T05002 21.3 28.5 25 24
T05003 20 28.4 26.8 23.8
T05004 21.2 29.5 24.3 24.1
T05005 21 27 24.2 23.3
2. Proses ekstrak tabel kelembaban
Pada ektrak data disini, dilakukan proses pengambilan data dari sumber database operasional. Kolom yang diekstrak adalah kolom KodeKelembaban, K1, K2, K3 dan RataRata. Hasil dari ekstraksi data tabel kelembaban dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.7 Tabel Kelembaban
KodeKelembaban K1 K2 K3 RataRata
K05001 91 65 91 85
K05002 91 62 75 80
K05003 87 62 67 76
K05004 93 55 81 81
K05005 91 73 87 86
3. Proses ektrak tabel angin
Tabel 3.8 Tabel Angin
KodeAngin KecRataRata ArahTerbanyak KecTerbesar Arah
A05001