• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PEMBERIAN FRAKSI ANTOSIANIN DARI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas ) TERHADAP KADAR TOTAL BILIRUBIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN ( Rattus novergicus ) YANG DIINDUKSI INH DAN RIFAMPISIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PEMBERIAN FRAKSI ANTOSIANIN DARI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas ) TERHADAP KADAR TOTAL BILIRUBIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN ( Rattus novergicus ) YANG DIINDUKSI INH DAN RIFAMPISIN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA TULIS AKHIR

PENGARUH PEMBERIAN FRAKSI ANTOSIANIN

DARI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas ) TERHADAP KADAR

TOTAL BILIRUBIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN ( Rattus novergicus )

YANG DIINDUKSI INH DAN RIFAMPISIN

OLEH:

MUCHAMAT NURIZAL HANAFI NIM 09020098

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)

ii

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN HASIL PENELITIAN Telah disetujui sebagai hasil penelitian

Untuk memenuhi persyaratan

Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Malang

Tanggal: 21 Maret 2013

Pembimbing I

dr. Meddy Setiawan, Sp.PD

Pembimbing II

dr. Erdy Kuswandana

Mengetahui,

Fakultas Kedokteran

Dekan,

(3)

iii

LEMBAR PENGUJIAN

Karya Tulis Akhir oleh Muchamat Nurizal Hanafi ini telah diuji dan dipertahankan di

depan Tim Penguji pada tanggal 21 Maret 2013

Tim Penguji

dr. Meddy Setiawan, Sp.PD Ketua

dr. Erdy Kuswandana Anggota

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb

Alhamdulillaahirobbilalamin puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis akhir yang berjudul “. Pengaruh Pemberian Antosianin dari Ekstrak Ubi Jalar Ungu

(Ipomoea Batatas) terhadap Kadar Total Bilirubin pada Tikus Putih Jantan (rattus novergicus) yang Diinduksi INH dan Rifampisin”. Shalawat dan salam senantiasa

tercurahkan pada junjungan Rasulullah Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman gelap menuju jalan yang terang benderang

yakni agama Islam.

Pada penulisan karya tulis akhir ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis

mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada :

1. dr. Irma Suswati, M.Kes, selaku Dekan Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Malang.

2. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD, selaku Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang

3. dr. Fathiyah Safitri, M.Kes, selaku Pembantu Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

(5)

v

5. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD, selaku dosen pembimbing I yang telah

meluangkan waktu serta banyak memberikan masukan dan dukungan demi kesempurnaan penelitian ini sehingga tugas akhir ini dapat

terselesaikan.

6. dr. Erdy Kuswandana, selaku dosen pembimbing II yang telah meluangkan waktu serta banyak memberikan masukan dan dukungan

demi kesempurnaan penelitian ini sehingga tugas akhir ini dapat terselesaikan.

7. dr. Diah Hermayanti Sp.PK, selaku dosen penguji proposal dan tugas akhir yang telah memberi tambahan ilmu dan kritik demi

kesempurnaan penelitian ini.

8. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan karya tulis akhir ini, penulis ucapkan terima kasih.

Penulis menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis membuka diri untuk segala saran dan kritik yang membangun, serta penulis mengharapkan agar karya tulis akhir ini dapat berguna serta

bermanfaat.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Malang, Maret 2013

(6)

vi ABSTRAK

Hanafi, Muchamat Nurizal. 2013. Pengaruh Pemberian Antosianin dari Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas) terhadap Kadar Total Bilirubin pada Tikus Putih Jantan (rattus novergicus) yang Diinduksi INH dan Rifampisin. Tugas Akhir, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. (1) dr. Meddy Setiawan Sp PD* (2) dr. Erdy Kuswandana**

Latar Belakang: Pemakaian jangka lama INH dan Rifampisin menyebabkan kerusakan pada hepar sehingga terjadi peningkatan kadar bilirubin total. Fraksi antosianin ubi jalar ungu dapat menurunkan kadar total bilirubin.

Tujuan: Untuk membuktikan pengaruh pemberian fraksi antosianin pada ubi jalar ungu (Ipomoea Batatas) sebagai hepatoprotektor terhadap kadar total bilirubin pada tikus putih (rattus novergicus) yang telah diinduksi INH dan Rifampisin. Metode: Eksperimental, The Post Test Only Control Group Design. Sampel dibagi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif diberi isoniasid dan rifampisin masing-masing 200mg/kgBB selama 28 hari, dan 3 kelompok perlakuan diberi fraksi antosianin ubi jalar ungu dosis (269,538,1076)mg/kgBB selama 28 hari. Dianalisis dengan oneway ANOVA, uji korelasi, dan uji regresi.

Hasil Penelitian: K1 = 0,58mg/dl SD + 0,14; K2 = 3,11mg/dl SD + 0,12; K3 = 2,30mg/dl SD + 0,10; K4 = 1,93mg/dl SD + 0,12; K5 = 1,48mg/dl SD + 0,12. One Way Anova sig = 000 (p < 0,05), uji korelasi sig = 0,000 (p < (0,05), ,uji regresi linier sig = 0,000 (p < 0,05)dengan R2=0,900. Fraksi antosianin dapat menurunkan kadar total bilirubin dengan cara antosianin menghambat perubahan isoniazid menjadi hydrazin,serta menurunkan produksi reactive oxygen species (ROS)

Kesimpulan: Fraksi antosianin ubi jalar ungu (Ipomoea Batatas) dapat menurunkan kadar total bilirubin tikus putih yang diinduksi INH dan Rifampisin. 1076 mg/kgBB adalah dosis efektif fraksi antosianin untuk menurunkan kadar total bilirubin.

Kata Kunci: Fraksi antosianin ubi jalar ungu (Ipomoea Batatas), Kadar Total Bilirubin, INH dan Rifampsin.

(7)

vii ABSTRACT

Hanafi, Muchamat Nurizal. 2013. The Effect of Anthocyanin Fraction of Purple Sweet Potato (Ipoema batatas) to the Mice (rattus novergicus) Levels of Total Bilirubin Induced by INH adn Rifampisin . Final Project, Medical Faculty, University of Muhammadiyah of Malang. (1) dr.Meddy Setiawan Sp PD* (2) dr.Erdy Kuswandana**

Introduction:Long term use of INH and Rifampisin caused the damage of hepar so that increased levels of total bilirubin. anthocyanin fraction of purple sweet potato (Ipoema batatas) could reduced levels of total bilirubin.

Objective:To prove The effect of anthocyanin fraction of purple sweet potato (Ipoema batatas) to reduce increased levels of total bilirubin in mice (rattus novergicus) induced by INH and Rifampisin.

Methode:Experimenal, The post test only control design. Sample are divided into 5 groups. The negative control group , the positive control group was induced by INH and Rif, each 200mg/kgBB for 28 days and the treatment groups was induced by anthocyanin fraction of Purple Sweet Potato dosage (269,538,1076)mg/kgBB started for 28 days. Analysed by oneway ANOVA, correlation test, and regression test.

Result and discussion: K1 = 0,58mg/dl SD + 0,14; K2 = 3,11mg/dl SD + 0,12; K3 = 2,30mg/dl SD + 0,10; K4 = 1,93mg/dl SD + 0,12; K5 = 1,48mg/dl SD + 0,12. . One way anova test sig = 000 (p < 0,05), Correlation test sig = 0,000 (p < (0,05) and linear regression sig = 0,000 (p < 0,05) and R2=0,900.anthocyanin fraction could reduce levels of total bilirubin by barriered modification of isoniazid become hydrazine and reduce production of reactive oxygen species (ROS)

Conclusion:The inducing of anthocyanin fraction of purple sweet potato could reduce levels of total bilirubin in mice induced by INH and Rifampisin. 1076 mg/kgBB is effective dose of anthocyanin fraction to reduced levels of total bilirubin.

Keyword :anthocyanin fraction of purple sweet potato (Ipoema batatas), levels of total bilirubin, INH and Rifamipisin.

(8)

viii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL... ... i

LEMBAR PENGESAHAN.. ... ii

LEMBA PENGUJIAN.. ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR SINGKATAN ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.3.1 Tujuan Umum ... 3

1.3.2 Tujuan Khusus ... 3

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Hepar ... 6

2.1.1 Anatomi Hepar ...6

2.1.2 Fisiologi Hepar ...8

2.1.3 Kerusakan Hepar Akibat Obat ...9

2.2 Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas) ... 11

2.2.1 Klasifikasi TanamanUbi Jalar Ungu (Ipomoea batatas) ... 11

2.2.2 Morfologi Tanaman Ubi Jalar Ungu(Ipomoea batatas) ... 12

2.2.3 Kandungan Kimia Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas) ... 13

(9)

ix

2.3.1 Efek Antosianin Sebagai Hepatoprotekor...15

2.4 Bilirubin ... 17

2.4.1 Pembentukan Bilirubin Berlebihan...17

2.5 INH dan Rifampisin ... 18

2.5.1 INH ... 18

2.5.1.1 Mekanisme Kerja INH ... 19

2.5.1.2 Farmakokinetik INH ... 19

2.5.2 Rifampisin ... 20

2.5.2.1 Mekanisme Kerja Rifampisin ... 21

2.5.2.2 Farmakokinetik Rifampisin ... 21

2.6 Hepatotoksisitas INH dan Rifampisin ... 22

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 24

3.1 Kerangka Konseptual ... 24

3.2 Hipotesis Penelitian ... 26

BAB IV METODE PENELITIAN ... 27

4.1 Jenis Penelitian... 27

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 27

4.3 Populasi dan Sampel ... 27

4.3.1 Populasi ... 28

4.3.2 Sampel ... 28

4.3.3 Besar Sampel ... 28

4.3.4 Teknik Pengambilan Sampel ... 28

4.3.5 Karakteristik Sampel Penelitian ... 28

4.3.5.1 Kriteria Inklusi ... 28

4.3.5.2 Kriteria Eksklusi ... 28

4.3.6 Variabel Penelitian ... 29

4.3.6.1 Variabel Bebas ... 29

4.3.6.2 Variabel Tergantung ... 29

4.3.7 Definisi Operasional Variabel ... 29

(10)

x

4.4.1 Alat ... 30

4.4.1.1 Alat Ekstraksi dan Uji Kadar Antosianin ... 30

4.4.4.2 Alat Pembuatan Preparat dan Pemeriksaan kadar total bilirubin pada Hepar tikus putih ... 30

4.4.2 Bahan ... 31

4.4.2.1 Bahan Ekstraksi dan Uji Kadar Antosianin ... 31

4.4.2.2Bahan Pembuatan Preparat dan Pemeriksaan kadar total bilirubin Hepar Tikus ... 31

4.5 Alur Penelitian ... 32

4.6 Prosedur Penelitian ... 33

4.6.1 Pembagian Kelompok Tikus ... 33

4.6.2 Adaptasi Hewan Percobaan ... 33

4.6.3 Penentuan Dosis ... 34

4.6.3.1 Dosis INH dan Rifampisin ... 34

4.6.3.2 Dosis Fraksi Antosianin Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batas ) ... 34

4.6.4 Ekstraksi Antosianin Ubi Jalar Ungu(Ipomoea batatas) ... 35

4.6.5 Penentuan Total Antosianin Dengan Metode pH Differensial 35 4.6.6Fraksinasi Ekstrak Antosianin Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas) ... 36

4.6..6.1 Pembuatan Larutan Buffer pH 1,0 dan pH 4,5 ... 37

4.6..6.2 Pengukuran dan Perhitungan Konsentrasi Antosianin Total ... 38

4.6.7 Pemeriksaan kadar total bilirubin Hepar Tikus ... 39

4.7 Analisis Data ... 40

4.8 Jadwal Penelitian ... 40

BAB V HASIL dan ANALISIS DATA ... 41

5.1 Hasil Penelitian ... 41

(11)

xi

BAB VI PEMBAHASAN ... 47

BAB VII SIMPULAN dan SARAN ... 50

7.1 Simpulan ... 50

7.2 Saran ... 50

DAFTAR PUSTAKA ... 52

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Organ Hati ... 7

Gambar 2.2 Ubi Jalar Ungu ... 11

Gambar 2.3 Struktur Antosianin dalam Ubi Jalar Ungu ... 14

Gambar 2.4 Proses Bilirubin ... 18

Gambar 2.5 Struktur Kimia INH ... 19

Gambar 5.1 Grafik rata-rata kadar total bilirubin pada tikus putih jantan ... 41

Gambar 5.2 Kurva hubungan antara dosis fraksi antosianin dari ubi jalar ungu dengan kadar total bilirubin tikus putih jantan ... 44

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

(14)

xiv

DAFTAR SINGKATAN

ATP : Adenosine Triphosphate BM : Berat Molekul

CD8+ : Cluster of differentiation 8

CYP450 : Cytochrome P-450

DNA : Deoxyribonucleic Acid HCL : hydrogen chloride INH : Isoniazid

KCL : kalium chloride

mPT : mitochondrial permeability transition OAT : Obat Anti Tuberkulosis

RNA : Ribonucleic Acid

ROS : Reactive Oxygen Species

SGOT : Serum glutamic-oxaloacetic transaminase SGPT : Serum glutamic pyruvic transaminase

TBC : Tuberculosis

(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

(16)

xvi

DAFTAR PUSTAKA

Askgaard DS, Wilcke T, Dossing M, 1994, Hepatotoxicity Caused by the Combined Action of Isoniazid and Rifampicin, Thorax, 50, pp. 213-214. Black, J.M., and Hawks, J.H., (2005). Medical-surgical nursing, clinical

management for positive outcomes 8th ed, St. Louis: Elsevier & Saunders. Chambers, HF 2007, Antimycobacterium drugs, in Katzung BG (ed.), Basic and

clinical pharmacology, 10th edn, McGraw-Hill, London.

Daulay DG, Supriatmo, Sinuhaji AB, Hepatitis Akibat Penyakit Sistemik, Sari Pediatri, vol 4 no 8, pp 294-298

Eaton DL, C KD, 2001, Principle of Toxicology, In: C KD (ed). Toxicology, the Basic Science of Poisons, 6th edn, McGraw-Hill, New York, pp. 11-34. Gaulejac NSCD, Glories Y, Vivas N 1999, Free radical scavenging effect of

anthocyanins in red wines, Food Research International, vol. 32, pp. 327-333.

Giusti MM, Worlstad RE 2000, Characterization and measurement af anthocyanins by UV-visible spectroscopy, Oregon State University, viewed 10 August 2011, <http://does.org/masterli/facsample.htm-37k>.

Guyton AC, Hall JE, 2008, Liver as an organ, In: Guyton AC, Hall JE (eds). Textbook of Medical Physiology, 11th edn, Elsevier, Singapore, pp. 902-907.

Guyton AC, Hall JE, 2008, Pengukuran Bilirubin di Dalam Empedu Sebagai Alat Diagnostik Klinis, In: Guyton AC, Hall JE (eds), pp. 906-907.

Hwang YP, Choi JH, Yun HJ et al 2011, „Anthocyanins from purple sweet potato attenuate dimethylnitrosamine-induced liver injury in rats by reducing Nrf2-mediated antioxidant enzymes and reducing COX-2 and iNOS expression‟, Food and Chemical Toxicology, vol. 49, pp. 93-99.

Istiantoro YH , Setiabudy, R 2009, „Tuberkulostatik dan leprostatik‟, in Gunawan SG et al. (edn.), Farmakologi dan terapi, 5th edn, Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI, Jakarta.

(17)

xvii

Kalra BS, Anggarwal S , Khurana N 2007, „Effect of cimetidine on hepatotoxicity induced by isoniazid-rifampicin combination in rabbits‟, Indian J Gastroenterol, vol. 26, pp. 18-21.

Katzung BG, 1998, Farmako Terapi dan Farmako Klinik, Prinsip Kerja Antimikroba, Katzung BG, ed 6, Jakarta, 699-702

Kashmir, 2012, Indian Journal for The Practicing Doctor, An Official Publication of Directorate of Health Services, Vol. 7, Issue 1, 67

Kumar GS, Krishna BRB, Kumar GV et al 2010, „Hepatoprotective and antioxidant activity of the alcoholic extract of Ipomoea turpetnm against anti-TB drugs induced hepatotoxicity in rats‟, Journal of Advances in Drug Research, vol. 1, no. 1, pp. 10-19.

Lindseth, Glenda N, 2006, Gangguan Hati Empedu da Pankreas, dalam : Hartanto H, Wulansari P(eds), Pathopyhsiology Clinical Concepts of Disease Proses 6th edn, EGC, Jakarta, hal. 472-485

Prihatni D, Parwati I, Sjahid I et al, 2005, Efek Hepatotoksik Anti Tuberkulosis Terhadap Kadar Aspartate Aminotransferase dan Alanine Aminotransferase Serum Penderita Tuberkulosis Paru, Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, Vol. 12, pp. 1-5.

Panjaitan RGP, Manalu W, Handharyani E et al, 2011, The effect of the extract of pasak bumi roots (Eurycoma longifolia Jack.) on liver function, Jurnal Farmasi Indonesia, 22(1), pp.15-20

Robbins, 2007, Buku Ajar Patologi Edisi 7, Penerbit EGC, Jakarta.

Sakuma T, Kawasaki Y, Jarukamjorn K et al 2009, „Sex Differences of Drug -metabolizing Enzyme: FemalePredominant Expression of Human and Mouse CytochromeP450 3A Isoforms‟, Journal of Health Science, vol. 55, no. 3, pp. 325-337.

Studiawan, Sukardiman, Widyawaruyanti et al 2011, Fitokimia, Program Studi Farmasi Fakultas Imu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

Troughton JA, Woodside J, Young I et al 2007, 'Bilirubin and coronary heart

disease risk in the Prospective Epidemiological Study of Myocardial Infarction (PRIME).' European journal of cardiovascular prevention and rehabilitation : official journal of the European Society of Cardiology, Working Groups on Epidemiology, vol 14(1), pp. 79-84.

(18)

xviii

Wijaya LS, Widjanarko SB, Susanto, T 2001, „Ekstraksi dan karakterisasi pigmen dari kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum) var. BINJAI‟, BIOSAIN, vol. 1, no. 2, pp. 42-53.

World Health Organization, 2010, Indonesian Tuberculosis Profile, viewed 18 December 2011, <http://www.int/tb/data1.com>.

Wang X, Chowdhury JR, Chowdhuryl NR, 2006, Bilirubin metabolism: Applied physiology, Current Paediatrics, 16, pp. 70-74

(19)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Hepar adalah organ terbesar dan secara metabolisme paling kompleks di dalam tubuh. Organ hepar terlibat dalam metabolisme zat makanan serta sebagian besar obat dan toksikan. Secara struktural organ hepar tersusun oleh hepatosit (sel

parenkim hepar). Hepatosit bertanggung jawab terhadap peran sentral hepar dalam metabolisme. Sel-sel tersebut terletak di antara sinusoid yang terisi darah dan

saluran empedu. Sel Kuffer melapisi sinusoid hepar dan merupakan bagian penting dari sitem retikuloendotelial tubuh. Darah dipasok melalui vena porta dan

arteri hepatika, dan disalurkan melalui vena sentral dan kemudian vena hepatika ke dalam vena kava. Saluran empedu mulai berperan sebagai kanalikuli yang kecil sekali yang dibentuk oleh sel parenkim yang berdekatan. Kanalikuli bersatu

menjadi duktula, saluran empedu interlobular, dan saluran hepar yang lebih besar. Saluran hepar utama menghubungkan duktus kistik dari kandung empedu dan membentuk saluran empedu biasa, yang mengalir ke dalam duodenum (Lu, 1995)

Hepar sering menjadi organ sasaran karena beberapa hal. Sebagian besar toksikan memasuki tubuh melalui sistem gastrointestinal. Setelah diserap,

toksikan dibawa vena porta ke hepar. Hepar mempunyai banyak tempat pengikatan. Kadar enzim yang memetabolisme xenobiotik dalam hepar juga tinggi (terutama sitokrom P-450). Hal tersebut membuat sebagian besar toksikan

menjadi kurang toksik dan lebih mudah larut dalam air, sehingga lebih mudah dieksresikan. Tetapi dalam beberapa kasus, toksikan diaktifkan sehingga dapat

(20)

2

menginduksi lesi. Lesi hepar bersifat sentrilobuler banyak dihubungkan dengan

kadar sitokrom P-450 yang lebih tinggi (Zimmerman, 1982)

Efek toksik pada hepar terjadi pada efek samping beberapa obat yang bekerja

melalui hepar. Efek samping obat biasanya ringan, dan efek samping yang berat adalah hepatotoksik. Obat anti TB yang dapat menyebabkan hepatotoksik adalah pirazinamid (PZA), isoniazid (INH) dan rifampisin. Rifampisin sebagai obat

utama TB mempunyai efek hepatotoksik yang paling rendah bila dibandingkan dengan pirazinamid (PZA) dan isoniazid (INH). Gejala hepatotoksik biasanya

menyerupai gejala hepatitis lainnya (Prihatni, 2005 )

Akibat dari hepatotoksik adalah meningkatnya salah satu produk hepar yaitu

bilirubin. Bilirubin merupakan hasil perombakan dari hemoglobin yang ikut aliran empedu melewati hepar. Apabila terjadi kerusakan hepar, maka sirkulasi dari bilirubin akan terganggu. Peningkatan kadar total bilirubin pada hepar yang

mengalami toksisitas terjadi karena kerusakan mitokondria hepar dan diikuti pembengkakan progresif sel-sel hepar yang mendesak dan membendung saluran kanalikuli sehingga terjadi gangguan konjugasi bilirubin dan ekskresi bilirubin.

Kerusakan pada sel – sel hepar yang mengakibatkan ekskresi melalui saluran empedu terhambat akan menyebabkan bilirubin direk dalam serum meningkat.

Namun, apabila yang terjadi adalah kegagalan dalam tahap konjugasi bilirubin di hepar, maka bilirubin indirek akan meningkat (Sylvia, 2006)

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan

(21)

3

komposisi gizi yang baik serta penampakan dan cita rasa yang menarik, tetapi

juga mempunyai fungsi fisiologis tertentu bagi tubuh.

Senyawa antosianin yang terdapat pada ubi jalar berfungsi sebagai antioksidan

dan penangkap radikal bebas, sehingga berperan dalam mencegah terjadinya penuaan, kanker, dan penyakit degeneratif seperti arteriosklerosis. Selain itu, antosianin juga memiliki kemampuan sebagai antimutagenik dan antikarsinogenik

terhadap mutagen dan karsinogen yang terdapat pada bahan pangan dan produk olahannya, mencegah gangguan fungsi hepar, antihipertensi, dan menurunkan

kadar gula darah( Yusuf, 2008 ).

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dilakukan penelitian tentang “ pengaruh pemberian antosianin dari ekstrak ubi jalar ungu sebagai

hepatoprotektor terhadap kadar total bilirubin pada tikus putih jantan yang telah diinduksi INH dan Rifampisin “

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dilakukan penelitian tentang 1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dirumuskan masalah

penelitian sebagai berikut : apakah ada “ pengaruh pemberian antosianin dari fraksinasi ubi jalar ungu sebagai hepatoprotektor terhadap kadar total bilirubin

pada tikus putih jantan yang telah diinduksi INH dan Rifampisin ? “ 1.3Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui dan membuktikan efek fraksi antosianin pada ubi jalar ungu sebagai hepatoprotektor terhadap kadar total bilirubin pada tikus putih

(22)

4

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Menentukan kadar total bilirubin pada tikus putih jantan yang diinduksi INH dan rifampisin.

2. Menentukan kadar total bilirubin pada tikus putih jantan (rattus novergicus) yang diinduksi INH dan rifampisin dan diberi terapi pendamping fraksi antosianin dari ubi jalar ungu (Ipomoea batatas)

3. Mendapatkan dosis antosianin dalam ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) yang paling efektif dalam terapi pencegahan hepatotoksisitas yang

diinduksi INH dan rifampisin. 1.4Manfaat Penelitian

1.4.1 Klinis

Membuktikan secara empiris pengaruh pemberian antosianin dari

fraksinasi ubi jalar ungu sebagai hepatoprotektor terhadap kadar total

bilirubin pada tikus putih jantan yang telah diinduksi INH dan Rifampisin 1.4.2 Akademik

Memberi informasi ilmiah tentang kegunaan ubi jalar ungu sebagai

hepatoprotektor terhadap kadar total bilirubin pada tikus putih jantan yang telah diinduksi INH dan Rifampisin.

1.4.3 Masyarakat

Menambah pengetahuan dan wawasan tentang efek antosianin pada ubi jalar ungu sebagai hepatoprotektor terhadap kadar total bilirubin pada

(23)

5

Diharapkan ditemukannya nutrien pendamping dalam terapi TB untuk

mencegah terjadinya hepatotoksisitas yang disebabkan oleh INH dan rifampisinyang berasal dari tanaman alami yang bisa dibudidayakan

dengan baik di Indonesia.

Diharapkan adanya pengembangan budidaya ubi jalar ungu di Indonesia karena tanaman ini memiliki banyak manfaat strategis baik

Referensi

Dokumen terkait

Dari data hasil pengukuran jarak dan sudut antar tiap titik fitur antropolognya maka dilakukan proses pencarian jarak dan sudut tersebut dengan menggunakan

PENGUMUMAN HASIL PRAKUALIFIKASI SELEKSI SEDERHANA PEKERJAAN JASA KONSULTANSI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASIA. JABATAN

Agar tubuh tetap bersih, sehat setiap hari kita harus .... Kamu menendang bola

Devi Afrianti 2015, judul skripsi: ORGANISASI PEREMPUAN (Studi Kasus Aisyiyah Di Kota Medan). Skripsi ini mendeskripsikan: “Organisasi Perempuan Aisyiyah di Kota Medan. Kajian

Dalam kajian hukumnya, Ibnu Katsîr melakukan pengkajian ulang atas hasil-hasil penafsiran dan istinbâth para ulama terdahulu, termasuk dari kalangan ulama Syafi’iyyah yang

EFEKTlVlTAS PENGGUNAAN TES URAIAN DAN TES PlLlHAN GANDA DALAM MENGUKUR KEMAMPUAN KOGNlTlF

Penulis : Maslamah. Ridlwan Nasir, MA. Masdar Hilmy, Ph.D. Kata Kunci : Pendidikan Islam Nonformal, Multikultural. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya radikalisme

Modus pencucian uang yang dapat dilakukan untuk menyembunyikan uang dari hasil tindak pidana korupsi di Indonesia secara umum dilakukan adalah placement (upaya