• Tidak ada hasil yang ditemukan

Posisi daya saing hortikultura Indonesia di sepuluh negara tujuan utama dan dunia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Posisi daya saing hortikultura Indonesia di sepuluh negara tujuan utama dan dunia"

Copied!
221
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.1 Persentase Penggunaan Lahan di Indonesia Tahun 2005
Tabel 1.1 Kontribusi Sektor Pertanian dalam Membentuk Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2005-2009
Tabel 1.2 Nilai PDB Hortikultura Berdasarkan Harga Berlaku Periode 2004-
Tabel 1.3 Perkembangan Ekspor, Impor, dan Neraca Perdagangan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Masih terdapat komoditi Indonesia yang berada pada posisi Lost Opportunity pada pasar China, Jepang, Singapura, India, Amerika Serikat dan Jerman serta Dunia,

Masih terdapat komoditi Indonesia yang berada pada posisi Lost Opportunity pada pasar China, Jepang, Singapura, India, Amerika Serikat dan Jerman serta Dunia,

“ rising star ”, artinya jahe di Singapura berada pada posisi pasar ideal yang bertujuan memperoleh pangsa pasar ekspor tertinggi dengan nilai RCA lebih besar dari

Analisis keunggulan komparatif dengan nilai RCA menunjukkan bahwa komoditi teh Indonesia yang berdaya saing kuat adalah teh hijau HS 090210 dan teh hitam HS 090240 karena

Penentuan negara pesaing dalam analisis RCA dan EPD ditentukan berdasarkan posisi “lost opportunity” dimana daya saing komoditas jahe, kunyit dan kayu gaharu memiliki

Dengan menggunakan Reavealed Comparative Advantage (RCA), dan Korelasi Rank Spearman, hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif sebagai

Dengan menggunakan Reavealed Comparative Advantage (RCA), dan Korelasi Rank Spearman, hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif sebagai

Hasil dari analisis daya saing ekspor manggis Indonesia menunjukkan rata-rata nilai RCA Indonesia di Negara Thailand 0,63 artinya berdaya saing lemah dan tidak memiliki keunggulan