Sistem Informasi Rekam Medik Pasien Pada Puskesmas Babatan Bandung

120  19 

Teks penuh

(1)

of patients registered for treatment at a certain period of time. These activities designed information system is important because to prevent errors in the implementation of registration procedures for processing patient data can be done well. patient registration information system which is used in clinic swipe bandung in processing and storage of data is still manual, do not use the software, especially applications that handle registration and enrollment of patients medical record, and therefore required an information system based computerization specially in the administration to develop a system of patient medical record information to facilitate the processing of data from the patient's medical record to the report stage of patient data and medical record reports.

System of the patient medical record information including patient data processing, the activities undertaken and the researchers obtain and report patient data and medical record bandung swipe at the clinic, as for the process undertaken to develop a system of patient medical record information by using the prototype method and design conducted by make flowmap, data flow diagram (DFD), while modeling data isdescribed by ERD.

After passing through the stages of implementation of the results obtained, that is data security more secure because it is equipped with user validation process, otherwise the data processing patients more quickly, store more data neat, in the report preparation time needed is shorter than ever before. in patient data reports and medical record aims to provide the necessary information so that they can take the right decisions to help the performance of the activities carried out on the administration to be carried out effectively and efficiently.

(2)

informasi yang terdapat pada puskesmas babatan bandung, sistem informasi ini bertujuan untuk mengelola data – data pasien yang mendaftar untuk berobat pada periode waktu tertentu. Dalam kegiatan ini sistem informasi yang dirancang sangatlah penting karena untuk mencegah terjadinya kesalahan prosedur dalam pelaksanaan pendaftaran pasien pengolahan data dapat dilakukan dengan sebaik – baiknya.sistem informasi pendaftaran pasien yang digunakan pada puskesmas babatan bandung dalam pengolahan dan penyimpanan datanya masih bersifat manual belum menggunakan software aplikasi-aplikasi khusus yang menangani proses pendaftaran pasien dan rekam medik, oleh karena itu diperlukan adanya suatu sistem informasi berbasis komputerisasi khususnya dibagian tata usaha dengan mengembangkan sistem informasi rakam medik pasien guna mempermudah dalam mengolahan data mulai rekam medik pasien sampai pada tahap pembuatan laporan data pasien dan laporan rekam medik.

Sistem informasi rekam medik pasien mencakup pengolahan data-data pasien, kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan penelitian memperoleh laporan serta data pasien dan rekam medik pada puskesmas babatan bandung, adapun proses yang dilakukan untuk mengembangkan sistem informasi rekam medik pasien yaitu dengan menggunakan metode prothotype dan perancangan dilakukan dengan membuat flow map, data flow diagram (DFD), sedangkan permodelan data digambarkan dengan ERD.

Setelah melewati tahapan implementasi diperoleh hasil, yaitu keamanan data lebih terjamin karena sudah dilengkapi dengan proses validasi user, selain itu proses pengolahan data pasien lebih cepat, penyimpanan data lebih rapih, dan dalam pembuatan laporan waktu yang dibutuhkan lebih singkat dibandingkan sebelumnya. dalam laporan data pasien dan rekam medik bertujuan untuk memberikan suatu informasi yang diperlukan sehingga dapat diambil keputusan yang tepat untuk membantu kinerja kegiatan yang dilakukan pada bagian tata usaha agar dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien.

(3)

1 1.1. Latar Belakang Penelitian

Pada zaman ini perkembangan teknologi informasi semakin pesat mengalami kemajuan. Hal ini terjadi karena semakin berkembangnya ilmu pengetahuan teknologi, khususnya teknologi pada bidang komputer. Dalam teknologi ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi sesuai dengan kebutuhan, pada penyajiannya pun memiliki banyak pilihan alternatif yang bersaing secara kualitas. Informasi yang berkualitas akan menjadi pilihan utama masyarakat dan akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi para pembuat keputusan. Informasi yang berkualitas adalah informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan. Dengan teknologi ini akan membantu kinerja pendaftaran pada suatu perusahaan atau organisasi yang dituntut dapat saling meningkatkan mutu dan kualitas sistem informasi agar bisa bersaing dalam era gelobalisasi saat ini.

(4)

untuk umum yang bergerak dibidang kesehatan ini membutuhkan keberadaan sistem informasi agar dapat memperlancar pendaftaran kesehatan masyarakat yang akurat dan cepat,

Sistem rekam medik pasien yang dilakukan pada puskesmas Babatan Bandung masih dilakukan dengan sistem pencatatan, sehingga proses dalam melakukan pencarian data pasien memerlukan waktu lama sehingga pencarian data pasien lama kurang efesien, dikarenakan kartu pasien lama ada yang tertinggal atau hilang. Karena itu pencarian data pasien yang terlalu lama sehingga pembuatan kartu untuk pasien baru pun terhambat.

Adapun data pasien yang hilang dikarenakan data tersebut jatuh atau tercecer, pengantrian pasien yang panjang karena lamanya pencarian data pasien yang lama sehinga tidak tepat waktu dan dokter sulit untuk mengetahui perkembangan kesehatan pasiennya sehingga dokter harus memeriksa ulang pasien dari pertama. Pada proses pengolahan data, dalam persyaratan pendaftaran pasien harus memiliki identitas pasien menurut KTP yang masih berlaku bila pasien sudah cukup umur atau menurut nomor rekam medik pasien. Dengan begitu banyaknya data-data yang harus diolah maka Dinas Kesehatan di Puskesmas Babatan Bandung merasa begitu penting adanya sistem informasi yang berkualitas.

(5)

dalam memasukan data dan membuat laporan, sehingga informasi yang dihasilkannya pun tidak tepat waktu dan relevan.

Dari uraian di atas, penelitian mengambil kesimpulan bahwa diperlukan adanya sistem informasi di Puskesmas Babatan Bandung, maka dalam rangka kegiatan penelitian ini, penelitian mengambil judul.

“SISTEM INFORMASI REKAM MEDIK PASIEN PADA PUSKESMAS BABATAN BANDUNG”.

1.2. Identifikasi dan Rumusan Masah

Adapun isi dari identifikasi dan rumusan masalah yang di maksud adalah sebagai berikut :

1.2.1. Identifikasi Masalah

Pada hasil indentifikasi permasalahan berdasarkan latar belakang di atas, dapat di kemukakan sebagai berikut:

1. Terhambatnya kinerja karyawan dalam pencarian data pasien yang dibutuhkan.

2. 1 pasien dapat redudansi karena tercecernya data pasien sehingga dokter harus memeriksa ulang pasien agar dapat mengetahui perkembangan pasien.

(6)

1.2.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka dalam penelitian ini masalah yang ada dapat memunculkan rumusan permasalahan, sebagai berikut:

1. Bagaimana sistem informasi rekam medik pasien pada Puskesmas Babatan Bandung yang sedang berjalan.

2. Bagaimana perancangan aplikasi program komputer yang dapat menunjang pada proses pengolahan data di Puskesmas Babatan Bandung. 3. Bagaimana implementasi sistem informasi rekam medik pasien pada

Puskesmas Babatan Bandung.

4. Bagaimana pengujian sistem informasi rekam medik pasien pada Puskesmas Babatan Bandung.

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian

Adapun maksud dan tujuan penelitian pada Puskesmas Babatan Bandung adalah sebagai berikut :

1.3.1. Maksud Penelitian

(7)

1.3.2.Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah, sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui sistem informasi pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Babatan Bandung yang sedang berjalan.

2. Untuk membuat perancangan aplikasi program komputer yang dapat menunjang pada proses pengolahan data pada Puskesmas Babatan Bandung.

3. Untuk mengetahui implementasi sistem informasi pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Babatan Bandung.

4. Untuk menguji sistem informasi rekam medik pasien pada Puskesmas Babatan Bandung, agar dapat membantu kinerja karyawan dalam menginputkan data pasien, rekam medik dan membuat laporan.

1.4. Kegunaan Penelitian

Dalam penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat baik secara praktis maupun akademis,sebagai berikut:

1.4.1. Kegunana Praktis

(8)

1.4.2. Akademis

Secara akademis diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat, diantaranya:

1. Bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dapat memberikan suatu karya peneliti baru yang dapat mendukung dalam pengembangan sistem informasi.

2. Bagi peneliti, dapat menambah wawasan dengan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoloh secara teori lapangan.

3. Bagi peneliti lain dapat dijadikan sebagai acuan terhadap pengembangan ataupun pembuatan dalam penelitian yang sama.

1.5. Batasan Masalah

Pembatasan masalah ini dilakukan agar dalam mengolah sistem dapat lebih terarah. Dari permasalahan yang timbul, penulisan membatasi beberapa permasalahan sebagai berikut:

1. Tidak membahas transaksi pembayaran di Puskesmas Babatan Bandung. 2. Tidak membahas persediaan obat yang tersedia di Puskesmas Babatan

Bandung.

(9)

1.6. Lokasi dan Jadwal Penelitian

1.6.1. Lokasi Penelitian

Lokasi yang menjadi objek penelitian penulis adalah Puskesmas Babatan Bandung bertempat di Jl. Babatan No. Bandung.

1.6.2. Jadwal Penelitian

Dalam kegiatan penelitian diperlukan waktu yang cukup lama. Agar kegiatan dapat berjalan dengan efektif dan efesien maka diperlukan jadwal penelitian.pada penelitian yang akan dilakukan maka penulis menetapkan perancangan untuk jadwal penelitian,yaitu sebagai berikut:

Tabel 1.1. Jadwal Penelitian

No W akt u Kegiat an

2009

Okt ober Nopem ber Desem ber

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

(10)

8 2.1 Pengertian Sistem

Pengertian sistem terbagi beberapa bagian yaitu, dilihat dari pendekatan yang menekankan pada prosedur dan pendekatan yang menekankan pada elemen atau komponennya adapun beberapa definisi sistem antara lain:

Menurut Abdul Kadir (2003 : 54) mendefinisikan sistem adalah “sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan”.

Menurut Dr. Azhar Susanto (2007 : 18) sistem adalah “kumpulan / grup dari bagian atau komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu”.

Menurut Jogiyanto (2005:1) pendekatan sistem yang menekankan pada prosedur mendefikasikan sistem sebagai:”jaringan kerja dan prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk memyelesaikan sasaran tertentu”.

Menurut jogianto (2005:1) pendekatan sistem yang menekankan pada elmen atau komponennya, mengedentifikasikan sistem sebagai : “kumpulan dari elmen-elmen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu”.

(11)

2.1.1 Bentuk Dasar Sistem

Bentuk umum dari suatu sistem terdiri atas masukan (input), proses dan keluaran (output). Dalam bentuk umum sistem ini terdapat satu atau lebih masukan yang akan di proses dan akan menghasilkan suatu keluaran.

Gambar 2.1Bentuk Dasar Sistem (Sumber: Jogiyanto, 2005:4)

2.1.2

Karakteristik Sistem

Menurut Jogiyanto (2005: 3) Bahwa suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu memiliki komponen – komponen (components), batas sistem (boundary), lingkungan sistem (Environment), penghubung (Interface), masukan (Input), keluaran (Output), pengolah (Proses), dan sasaran (Objective), dan tujuan (Goal).

1. Komponen sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem atau elemen –elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagain – bagian dari sistem. Setiap subsitem mempunyai sifat – sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengarui suatu sistem secara keseluruhan. 2. Batas Sistem (boundary)

(12)

memungkinkan suatu sistem di pandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Sistem (environment)

Linkungan luar dari sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan (harus dijaga dan merupakan energi dari sistem) dan dapat bersifat merugikan (harus ditahan dan dikendalikan).

4. Penghubung Sistem (interface)

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya melalui penghubung, Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteraksi yang lainnya membentuk satu kesatuan.

5. Masukan Sistem (input)

(13)

6. Keluaran Sistem (output)

Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan subsistem yang lain atau kepada supersistem.

7. Pengolah Sistem

Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

8. Sasaran Sistem

Suatu sistem pasti mempunya tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya Suatu sistem dikatakan berasil bila mengenai sasaran atau tujuan.

(14)

2.1.3

Klasifikasi Sistem

Menurut Jogiyanto (2005:6) sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah sebagai berikut ini.

1. Sistem diklasifikasikan berdasarkan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system).

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak nampak, misalnya sistem teologi. Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik misalnya sistem komputer.

2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia.

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak di buat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang di rancang oleh manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut denganhuman-machine systematau man-machine system.

3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system).

(15)

4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system).

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik.

2.1.4 Pengertian Informasi

(16)

Menurut Abdul Kadir (2003 : 56) informasi adalah ”data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bemanfaat dalam

pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang”.

Menurut Edhy Sutanta (2004 : 4) informasi merupakan ”hasil pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai

kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan

akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat

mendatang”.

2.1.5 Konsep dasar informasi

Untuk informasi yang di hasilkan dari suatu proses pengolahan data harus memiliki kualitas yang berbeda. Menurut Jogianto (2005: 10) kualitas informasi terdiri dari tiga hal yaitu akurat, relevan dan tepat waktu.

a. Akurat

Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan, tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai kepenerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah: a. Kelengkapan (Completeness)Informasi

(17)

Karena apabila informasi yang dihasilkan sebagaian-sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusa atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemempuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.

b. Kebenaran (Correctness) Informasi

Informasi yang di hasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut.

c. Keamanan (Security) Informasi

Sebuah informasi harus aman, dalam arti hanya di akses oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja sesuai dengan sifat dan tujuan dari informasi tersebut.

b. Relevan

Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lain berbeda, maka informasi bisa di katakana berguna jika benar-benar beguna dan di butuhkan pemakainya.

c. Tepat pada waktunya

(18)

2.1.6 Hirarki Informasi

Informasi memiliki urutan atau tingkatan yang disebut sebagai hirarki makna informasi, yaitu tingkatan informasi dilihat dari kegunaan atau asas manfaatnya.

Gambar 2.3 Hirarki Informasi (Sumber: Jogiyanto, 2005:9)

Dari gambar diatas, menurut Jogiyanto (2005:9) terjadi 3 (tiga) bagian utama, yaitu:

1. Data, yaitu gambaran dari suatu kejadian nyata.

2. Informasi, yaitu suatu hasil dari pengolahan data yang memiliki nilai guna bagi penerima yang membutuhkan.

3. Pengetahuan, yaitu nilai lebih yang didapat dari sebuat informasi.

2.1.7 Siklus Hidup Informasi

(19)

dengan yang diinginkan dan dapat melangsungkan hidupanya, maka diperlukan

feedbackatau umpan balik dari sistem yang berjalan.

Gambar 2.4Siklus Hidup Informasi (Sumber: Jogiyanto, 2005:9)

2.1.8 Sistem Informasi

Sistem yang ada berfungsi sebagai penghasil suatu keluaran, baik berupa informasi maupun berupa objek / benda. Untuk keluaran berupa informasi, maka sistem tersebut dikatakan sebagai sistem informasi.

2.1.9 Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi adalah sekumpulan komponen-komponen sistem yang berada didalam suatu ruang lingkup organisasi, saling berinteraksi untuk menghasilkan sebuah informasi yang bertujuan untuk pihak manajemen tertentu dan untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut Azhar susanto (2004: 55) sistem informasi adalah “kumpulan dari subsistem baik phisik maupun non phisik yang saling berhubungan satu sama dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna.

(20)

Menurut Rut mc keown (2004: 56) sistem informasi adalah “merupakan gabungan dari computer dan user yang mengolah perubahan data menjadi

informasi serta menyimpan data dan informasi tersebut”.

Menurut Jogiyanto (2005:11) faktor – faktor yang menentukan kehandalan dari suatu sistem informasi atau informasi dapat dikatakan baik jika memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :

1. Keunggulan (usefulness)

Yaitu suatu sistem yang harus dapat menghasilkan informasi yang tepat dan relevan untuk mengambil keputusan manajemen dan personil operasi dalam organisasi.

2. Ekonomis

Kemampuan sistem yang mempengaruhi sistem harus bernilai manfaat minimal, sebesar biayanya.

3. Kehandalan (Reliability)

Keluaran dari sistem harus mempunyai tingkat ketelitian tinggi dan sistem tersebut harus beroperasi secara efektif.

4. Pelayanan (Customer Service)

(21)

5. Kapasitas (Capacity)

Setiap sistem harus mempunyai kapasitas yang memadai untuk menangani setiap periode sesuai yang dibutuhkan.

6. Sederhana dalam kemudahan (Simplicity)

Sistem tersebut lebih sederhana ( umum ) sehingga struktur dan operasinya dapat dengan mudah dimengerti dan prosedure mudah diikuti.

7. Fleksibel (Fleksibility)

Sistem informasi ini harus dapat digunakan dalam kondisi sebagaimana yang diinginkan oleh organisasi tersebut atau pengguna tertentu.

2.1.10 Komponen Sistem Informasi

Menurut Jogiyanto (2005:12) Istilah dalam komponen sistem informasi adalah blok bangunan (building block) yang dapat di bagi menjadi enam blok, yaitu :

1. Blok masukan (input block)

Blok input merupakan data–data yang masuk ke dalam sistem informasi, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar yang dapat diolah menjadi suatu informasi tertentu.

2. Blok model (model block)

(22)

3. Blok keluaran (output block)

Merupakan informasi yang menghasilkan sekumpulan data yang nantinya akan disimpan berupa data cetak laporan.

4. Blok teknologi (technologi block)

Blok teknologi merupakan penunjang utama dalam berlangsunganya sistem informasi. Yang memiliki beberapa komponen yaitu alat memasukan data (input device), alat untuk menyimpan dan mengakses data (storege device), alat untuk menghasilkan dan mengirimkan keluaran (output divice) dan alat untuk membantuk pengendalian sistem secara keseluruan (control device). Teknologi informasi terdiri dari 3 (tiga) bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainare), perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware).

5. Blok basis data (database block)

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan oleh perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu di simpan dan perlu di organisasi sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas.

6. Blok kendali (control block)

(23)

2.1.11. Pengertian Pendaftaran

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa edisi keempat (285) pendaftaran adalah proses, cara, perbuatan mendaftar (mendaftarkan) pencatatan nama, alamat, dan sebagainya.

2.1.12. Pengertian Pasien

Menurut W.J.S. Poerwardaminta (846) Pasien adalah orang sakit yang dirawat oleh Dokter.

2.1.13. Pengertian Rekam Medik

Secara sederhana Rekammedik adalah catatan mengenai data social dan data klinik pasien.

Sumber http://www.medicalrecord.wordpress.com/rekam-medik/ 17 November 2009.

2.1.14. Pengertian Puskesmas

Pengertian Puskesmas menurut Pedoman Kerja Puskesmas DEPKES-RI adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.

(24)

2.1.15. Sekilas TentangMicrosoft Visual Basic 6.0

Pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 adalah pemrograman yang bekerja dalam lingkup Microsoft Windows. Microsoft Visual Basic 6.0 dapat memanfaatkan kemampuan Microsoft Windows secara optimal. Microsoft Visual Basic menunjukan cara yang digunakan untuk membuat graphical user interface

dan lingkungan pemrogramanMicrosoft Visual Basic mengandung beberapa tool

yang bermanfaat untuk menjalankan dan mengelola program yang di buat.

Microsoft Visual Basic juga mengandung segala sesutau yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi untukMicrosoft Windowsdari awal.

Toolyang terdapat dalamMicrosoft Visual Basic.

1. Form adalah jendela yang bisa di ubah-ubah untuk membuat antar muka program. Pada program set up, Form bisa mengandung menu, tombol, kotak daftar, baris penggulung dan item-item lan yang bisa di lihat pada program berbasis Windows lainnya.

2. Toolbox untuk menambahkan elemen antarmuka program ke dalam form digunakan Tool atau kontrol yang terdapat pada Toolbox. Toolbox juga mengandung objek yang bisa melakukan operasi “ dibalik layar” pada program Microsoft Visual Basic. Objek ini melakukan pekerjaan yang bermanfaat tetapi tidak nampak oleh pemakai apabila program dijalankan. Objek ini diantaranya adalah objek untuk memanipulasi informasi pada

(25)

3. Jendela Properties digunakan untuk mengubah karakteristik atau setting propertydari elemen yang terdapat padaform. Setting propertyadalah kualitas objek-objek yang terdapat pada antar muka.

2.1.16. Sekilas TentangSeagate Crystal Report 8.5

Seagate Crystal Report merupakan program yang dapat digunakan untuk membuat, menganalisis dan menerjemahkan informasi yang terkandung dalam database atau program ke dalam berbagai jenis laporan yang sangat fleksibel. Beberapa kelebihan dariSeagate Crystal Reportadalah:

1. Pembuatan laporannya tidak terlalu rumit sehingga memungkinkan pemrogram pemula sekalipun untuk membuat laporan tanpa harus melibatkan banyak kode pemrograman.

2. Terintegrasi dengan berbagai bahasa pemrograman lain sehingga memungkinkan pemrogram memanfaatkannya dengan keahliannya.

3. Fasilitas impor hasil laporan yang mendukung format yang populer seperti

Microsoft Word, Excel, Access, Adobe Portable Document Format (PDF), HTML dan sebagainya.

Elemen layarSeagate Crystal Reporttidak jauh dengan elemen layarData Report

(26)

2.1.17. Sekilas TentangMicrosoft SQL Server 2000

Microsoft SQL 2000 diperkenalkan pada tahun 1990 untuk platform Microsoft OS/2 dalam kerjasamanya dengan Sybase. SQL Server 2000

dikomersilkan pada tahun 2000 dan mempunyai desain modern.SQL Server 2000

adalah mesin database client/server yang berbeda dengan database komputer tunggal tradisional yang memakai sistem pemakaian file secara bersama-sama (misalnya dBASE, Microsoft Jet, Microsoft Visual Foxpro). Database sistem pemakai file secara bersama-sama bergantung pada sebuah proses client tunggal per user untuk memanipulasi data pada file yang dipakai pada server jaringan.

SQL Server 2000 memberikan bahasa dan antarmuka yang baik untuk pemograman dan komunikasi padaserver.

Transact-SQL adalah bahasa pemograman server yang merupakan superset dari ANSI-SQL. ANSI-SQL mendefinisikan empat perintah dasar untuk memanipulasi data yaitu SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE dan sejumlah perintah untuk mendefinisikan strukturdatabase.

SQL Server 2000 memakai konsep transaksi dan logging transaksi untuk menjamin konsistensi dan kemampuan recover informasi yang disimpan didalam

(27)

SQL Server mempunyai fungsi utama untuk memproses query dan transaksi database yang diberikan oleh aplikasi client dengan kinerja yang baik.

(28)

26 3.1. Objek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Dinas Kesehatan Puskesmas yang bertempat di Jl. Babatan No.4 Bandung.

3.1.1. Sejarah Singkat Puskesmas

Sebelum adanya Puskesmas, pelayanan kesehatan didalam suatu kecamatan terdiri dari Balai Pengobatan, balai kesejahteraan ibu dan anak (BKIA), usaha Hygiene sanitasi lingkungan, pemmberantasan penyakit menular dan lain sebagainya. Usaha tersebut masing – masing bekerja sendiridan langsung melapor kepada kepala Dinas Kesehatan.

Petugas Balai Pengobatan tidak mengetahui apa yang terjadi di BKIA, begitu juga petugas BKIA tidak mengetahui apa yang dikerjakan oleh petugas Hygiene Sanitasi dan sebaliknya. Dengan adanya sistem pelayanan kesehatan melalui pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), maka berbagai kegiatan pokon Puskesmas dilaksanakan bersama dibawah satu kordinasi dan satu pimpinan.

(29)

Sebelumnya bernama Puskesmas Babatan, Puskesmas ini bernama puskesmas pembantu Garuda, dan pada tahun 1982 berganti nama menjadi Puskesmas Babatan, yang terletak di jalan Babatan No.4 Bandung.

3.1.2. Visi Dan Misi

Puskesmas mempunyai visi dan misi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam melayani untuk masyarakat antara lain sebagai berikut :

Visi

Puskesmas mampu melindungi kesehatan penduduk wilayah kerjanya dan memacu peningkatan kemandirian masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam bidang keseha serta membudayakan hidup sehat dan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Misi

Puskesmas mempunyai misi untuk menyelenggarakan upaya kesehatan esensial yang bermutu,merata dan terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat,untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat, dengan membina peran serta masyarakat wilayah kerjanya, kerjasama lintas sektoral dan men

(30)

3.1.3. Struktur Organisasi

Adapun struktur organisasi deskripsi pada Puskesmas di Babatansebagai berikut:

Gambar 3.1Struktur Organisasi

3.1.4. Deskripsi Tugas

Adapun uraian dari pembagian tugas – tugas yang terkait dengan penelitian yang akan saya ambil yaitu:

1. Kepala Puskesmas a. Tugas pokok :

(31)

b. Fungsi:

a) Sebagai seorang manajer di samping. b) Sebagai seorang profesional kedokteran. c. Kegiatan pokok seorang dokter:

a) Memimpin Tim Plaksana Puskesmas dengan pendekatan manajemen partisifasip.

b) Menetapkan diagnosis masyarakat wilayah kerjanya untuk menetapkan rencana kerja dan sumber daya yang perlu disediakan.

c) Mengkoordinir dan membimbing pelaksana fungsi – fungsi manajemen puskesmas untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. d) Memberikan bimbingan teknis dan rujukan medik dan kesehatan kepada

Tim Pelaksana Puskesmas didalam wilayah kerjanya.

e) Mengkoordinir dan membimbing pembinaan peran serta masyarakat dan penyuluhan kesehatan masyarakat oleh Tim Pelaksana Puskesmas.

f) Melakukan pemeriksaan dan pengobatan penderita pada waktu – waktu yang telah ditetapkan termasuk pemeriksaan rujukan medis gawat darurat yang perlu dilakukan setiap saat dibutuhkan.

2. Tata Usaha a. Tugas pokok:

(32)

b. Fungsinya :

a) Sebagai manajer. c. Kegiatan pokok :

a) Menyiapkan data/ informasi untik Kepala Puskesmas mengambil keputusan.

b) Menyiapkan rencana usulan kegiatan dan rencana pelaksanaan kegiatan bersama – sama dengan Tim Puskesmas.

c) Menyiapkan rencana monitoring dan evaluasi kegiatan Puskesmas. d) Mengurus tata usaha umum dan keuangan termasuk pergudangan. e) Mempersiapkan kartu rekammedik dan kartu obat.

3. Petugas apotik a. Tugas poko :

Melakukan administrasi obat dan Vaksin serta meracik obat sesuai dengan resep dokter.

b. Fungsi :

Sebagai pelaksana pelayanan obat dan vaksin di apotik Puskesmas. c. Kegiatan pokok :

a) Menyusun rencana kebutuhan obat dan vaksin serta alat kesehatan setiap tahun.

b) Mengajukan permintaan obat ke Gudang Farmasi Kabupaten melalui kepala Puskesmas setiap 3 bulan.

(33)

e) Meracik obat sesuai dengan resep dokter untuk diberikan kepada pasien. f) Memberikan penyuluhan cara memakan obat kepada pasien.

g) Membuat laporan pemakaian obat sesuai dengan pedoman/petunjuk.

3.2. Metode Penelitian

3.2.1. Desain Penelitian

Dalam membangun sistem informasi yang kompleks membutuhkan metode – metode atau paradigma pengembangan yang mampu membantu menganalisis dan mendesain secara lebih detail sehingga informasi yang dihasilkan lebih akurat. Penyusunan usulan penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualintatif deskriptif, yaitu mengumpulkan data kemudian menganalisanya serta memaparkan hasil pengamatan dilapangan.

3.2.2. Jenis dan Metode Pengumpulan Data

(34)

3.2.2.1. Sumber Data Primer

Menurut Jonathan Sarwono (2006 : 209) definisi data primer adalah sebagai berikut :

“Data Primer yaitu data yang diperoleh melalui pertanyaan tertulis dengan menggunakan kuesioner atau lisan dengan menggunakan metode wawancara”.

Adapun Metode pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Kegiatan observasi meliputi melakukan pencatatan secara sistematik kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan.

2. Wawancara (in depth interview)

Wawancara (in depth interview) adalah suatu cara pengumpulan data melalui tatap muka dan Tanya jawab langsung antara pewawancara (pengumpul data) dengan responden (sumber data) dengan cara menemui responden, dalam hal ini Bagian Pelayanan Pengunjung Museum Geologi Bandung.

3.2.2.2. Sumber Data Sekunder

(35)

“Data Sekunder : data yang bukan dari sumber pertama sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi untuk menjawab masalah yang diteliti”.

Penelitian ini dilakukan sebagai usaha, guna memperoleh data yang bersifat teori sebagai pembanding dengan data penelitian yang diperoleh.

3.2.3. Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem

Adapun metode pendekatan dan pengembangan sistem yang dipergunakan oleh penulis, antara lain :

3.2.3.1. Metode Pendekatan Sistem

Metode pendekatan sistem yang akan digunakan penulis adalah metode analisis dan perancangan terstruktur, yakni berorientasi pada data, di mana dalam metode ini terdapatflow map, diagram konteks,data flow diagram(DFD), kamus data, normalisasi, relasi tabel, danentity relationship diagram(ERD).

3.2.3.2. Metode Pengembangan Sistem

(36)

Alasan Penulis memilih dan menggunakan model prototype adalah sebagai berikut:

1. Mempersingkat waktu dalam mengembangkan sistem secara keseluruhan 2. Mempermudah pengembang dalam pembuatan program aplikasi

3. Mengurangi kesalahan sistem dalam pengembangan sistem

Adapun tahapan dari model prototipe dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 3.2Pendekatan Prototipe (sumber : abdul kadir(2003: 25 ))

(37)

a. Identifikasi kebutuhan pemakai.

Penulis melakukan identifikasi kebutuhan dengan cara membuat janji dengan pemakai untuk bertemu, dan pemakai menjelaskan sistem yang berjalan

b. Membuat prototype.

Penulis memulai mengembangkan prototype c. Menguji prototype.

Pemakai menguji prototype dan memberikan kritik dan saran d. Memperbaiki prototype.

Penulis melakukan modifikasi sesuai dengan masukan pemakai e. Mengembangkan versi produksi.

Penulis merampungkan sistem sesuai dengan masukan terakhir dari pemakai Menurut Lucas (Abdul kadir 2003), sasaran prototipe secara garis besar adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi waktu sebelum pemakai (user) melihat sesuatu yang konkret dari usaha pengembangan sistem.

2. Menyediakan umpan balik yang cepat dari pemakai (user) kepada pengembang (sistem developer).

3. Membantu menggambarkan kebutuhan pemakai (user) dengan kesalahan yang lebih sedikit.

(38)

5. Menjadikan keterlibatan pemakai (user) sangat berarti dalam analisis dan desain sistem.

Seluruh metode pengembangan sistem memiliki kelebihan dan kekurangan, berikut adalah kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan dari metode prototipe :

Kelebihan

1. Pendefinisian kebutuhan pemakai menjadi lebih baik karena keterlibatan pemakai yang lebih intensif.

2. Memperkecil kesalahan disebabkan pada setiap versi prototipe kesalahan segera terdeteksi oleh pemakai.

3. Pemakai mempunyai kesempatan dalam meminta perubahan-perubahan. 4. Mempersingkat waktu dalam mengembangkan sistem secara

keseluruhan.

5. Menghemat Biaya jika dibandingkan dengan menggunakan metode SDLC tradisional.

Kekurangan

1. Sistem akan baik jika pemakai sungguh-sungguh meluangkan waktunya untuk menggarap prototipe.

2. Dokumentasi sering terabaikan karena pengembang lebih berkonsentrasi pada tahap pengujian dan pembuatan prototipe.

(39)

4. Jika proses pengulangan terlalu sering dapat mengakibatkan pemakai jenuh dan memberikan respon yang negatif.

Apabila prototipe tak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan Prototipe tak pernah berakhir karena usulan perubahan terlalu sering dipenuhi.

3.2.3.3. Alat Bantu Analisis dan Perancangan

Fungsi alat bantu pada analisis dan perancangan adalah untuk mempermudah dalam pembuatan suatu sistem, Adapun alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

1. Flow map

Menurut Prof. Dr. Jogiyanto HM, MBA, Akt ( 2005 : 720 ) Flow Map adalah peta (map) yang menunjukan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika.

2. Diagram konteks

Menurut Prof. Dr. Jogiyanto HM, MBA, Akt ( 2005 : 723 ) Berfungsi memetakan model lingkungan (menggambarkan hubungan antara entitas luar, masukan dan keluaran sistem), yang direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem.

3. Data Flow Diagram

Menurut Prof. Dr. Jogiyanto HM, MBA, Akt ( 2005 : 724 ) Data Flow Diagram adalah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi dan perubahan yang digunakan sebagai perpindahan data dari masukan ke keluaran. Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam DFD adalah :

(40)

b. Entity, merupakan suatu objek yang dapat diidentifikasikan dalam lingkungan pemakai, yang digambarkan dalam persegi empat.

c. Proses, menunjukkan penghubung ke halaman yang masih sama atau halaman yang lainnya.

d. File, merupakan tempat penyimpanan data, apabila data tersebut sudah selesai diproses maka akan disimpan dalam file.

1. Kamus Data

Menurut Raymond McLeod Jr. (2001 : 424) definisi kamus data adalah sebagai berikut:

“Kamus Data adalah suatu penjelasan tertulis mengenai data yang berada di dalamdatabase”.

Dengan mengunakan kamus data, pemakai dan analis sistem bisa mempunyai pengertian yang sama tentang input dan output. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada padadata flow diagram(DFD).

2. Perancangan Basis Data

(41)

a. Normalisasai

Menurut Abdul kadir (2003 : 65) mendefinisikan normalisasi sebagai berikut:

“Normalisasi adalah proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah relais atau lebih yang tak memiliki masalah tersebut”.

Masalah yang dimaksud oleh Kroenke ini sering disebut dengan istilah anomali. Anomali adalah proses pada basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan (misalnya menyebabkan ketidakkonsistenan data atau membuat suatu data menjadi hilang ketika data lain dihapus).

Proses normalisasi ada beberapa tahap, yaitu:

1. Bentuk tidak normal

Tabel dalam bentuk tidak normal atau yang belum ternormalisasi adalah tabel yang memiliki atribut yang berulang

2. Bentuk normal pertama (1NF)

Bentuk normal pertama biasa dikenakan pada tabel yang belum ternormalisasi. Suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal pertama jika dan hanya jika setiap atribut bernilai tunggal untuk setiap baris.

3. Bentuk normal kedua (2NF)

(42)

Suatu relasi berada dalam bentuk normal kedua jika dan hanya jika :

1. Berada pada bentuk normal pertama

2. Semua atribut bukan kunci memiliki dependensi sepenuhnya terhadap kunci primer.

3. Bentuk normal ketiga (3NF)

Suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal ketiga (3NF) jika :

1. Berada pada bentuk normal kedua

2. Setiap atribut bukan kunci tidak memiliki dependensi transitif terhadap kunci primer.

3. Bentuk normal Boyce-Codd (BCNF)

Suatu relasi disebut memenuhi bentuk normal Boyce-Codd jika dan hanya jika semua penentu (determinan) adalah kunci kandidat(atribut yang bersifat unik)

4. Bentuk normal keempat (4NF)

Suatu relasi memenuhi bentuk normal keempat jika :

1. Telah berada pada bentuk Boyce-Codd (BCNF)

(43)

5. Bentuk normal kelima (5NF)

Bentuk normal kelima (5NF) terkadang disebut PJ/NF (Projection Join/Normal Form) menggunakan acuan dependensi gabungan. Suatu relasi berada dalam bentuk normal kelima jika dan hanya jika setiap dependensi gabungan dalam R tersirat oleh kunci kandidat relasi .

Secara praktis dapat dikatakan bahwa suatu relasi R berada dalam bentuk normal kelima jika data yang ada padanya tidak dapat lagi didekomposisi menjadi relasi-relasi yang lebih kecil dengan kunci kandidat relasi-relasi yang lebih kecil ini tidak sama dengan kunci kandidat relasi.

Bentuk normal pertama hingga ketiga (dibuat oleh E.F. Codd) merupakan bentuk normal yang umum dipakai. Artinya bahwa pada kebanyakan relasi, bila ketiga bentuk normal tersebut telah terpenuhi, maka persoalan anomali tidak akan muncul lagi. Bentuk normal Boyce-Codd merupakan revisi terhadap bentuk normal ketiga. Bentuk normal 4NF dan 5NF (dikemukakan oleh Fagin) hanya dipakai pada kasus-kasus khusus, yakni pada relasi yang mengandung dependensi nilai banyak.

b. Tabel Relasi

(44)

c. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Albahra (2004 : 123) “ERD adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak”.

ERD berbeda dengan DFD yang merupakan suatu model jaringan fungsi yang akan dilaksanakan oleh sistem, sedangkan ERD merupakan model jaringan data yang menekankan pada struktur-struktur dan hubungan data.

Adapun elemen-elemen dari ERD adalah sebagai berikut:

a. Entity(entitas)

Entity (entitas) adalah sesuatu apa saja yang ada di dalam sistem, nyata ataupun abstrak di mana data tersimpan atau di mana terdapat data. Entity

digambarkan dengan sebuah bentuk persegi panjang.

b. Relationship

Relationship adalah hubungan alamiah yang terjadi antar entity (entitas).

Relationshipdigambarkan dengan sebuah bentuk belah ketupat.

c. Relationship degree(derajatrelationship)

Relationship degree adalah jumlah entitas yang berpartisipasi dalam satu

relationship.

d. Atribut

Atribut adalah sifat atau karakteristik dari tiap entitas maupun tiap

(45)

e. Kardinalitas(cardinality)

Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum baris yang dapat berrelasi dengan entitas pada entitas yang lain.

Ada 3 macam kardinalitas, yaitu :

1. One to one(satu ke satu)

Tingkat hubungan ini menunjukkan hubungan satu ke satu, dinyatakan dengan satu kejadian pada entitas pertama, dan hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang kedua. Artinya setiap baris pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu baris pada entitas B dan begitu juga sebaliknya.

2. One to many atau many to one (satu ke banyak atau banyak ke satu)

Tingkat hubungan satu ke banyak adalah sama dengan banyak ke satu tergantung dari arah mana hubungan itu dilihat. Artinya untuk satu kejadian pada entitas pertama mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas kedua.

3. Many to many (banyak ke banyak)

(46)

3.2.4. Pengujian Software

Perangkat lunak dapat diuji dengan dua cara yaitu :

1. Pengujian dengan menggunakan data uji untuk menguji semua elmen program (data internet, loop, logoka, keputusan dan jarur). Data uji dibangkitkan dengan mengetahui stuktur internet (kode sumber) dari perangkat lunak.

2. Pengujian dilakukan dengan mengeksekusi data uji dan mengecek apakah pungsional perangkat lunak bekerja dengan baik. Data uji dibangkitkan dari spesifikasi perangkat lunak.

3.2.4.1. Black Box Testing

Pengujian Blacx box adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan stuktur logoka internal perangkal lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berpungsi dengan benar. Pengujian

black bok merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dieksekusi pada perangkat lunak. Data uji dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluar dari perangkat lunak dicek apakah telah sesuai yang diharapkan.

PengujiBlack bokberusaha menemukan kesalahan dalam kategori : 1. Fungsi – fungsi yang tidak benar atau hilang.

2. Kesalahaninterface.

3. Kesalahan dalam struktur data atau aksesdatabaseeksternal. 4. Kesalahan kinerja.

(47)

45 BAB IV

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

4.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan

Analisis merupakan suatu metode yang mencoba untuk melihat hubungan seluruh masalah untuk menyelidiki kesistematisan tujuan dari sistem yang tidak efektif dan evaluasi pilihan dalam bentuk ketidak efektifan.

4.1.1. Analisis dokumen

Pada sub bab ini merupakan analisis dokumen yang akan dijelaskan mengenai analisis dari dokumen – dokumen yang terlibat dalam prosedur yang sedang berjalan pada Puskesmas Babatan Bandung antara lain sebagai berikut:

1. Nama Dokumen : Identitas Pasien

Fungsi : Untuk Mengetahui data pasien baru yang akan dibuatkan kartu pasien

Rangkap : 1

Atribut : nama_pasien, alamat_pasien, umur,

Aliran : Dari Pasien ke Bagian Tata Usaha 2. Nama Dokumen : Kartu Pasien

Fungsi : Untuk mengetahui data pasien dengan Rekam Medik yang disimpan di arsip Rekam Medik

(48)

46

Atribut : no_registrasi, nama_pasien, umur, jenis_kelamin, alamat

Aliran : dari Pasien ke Bagian Tata Usaha 3. Nama Dokumen : Rekam Medik

Fungsi : Untuk mengetahui jenis penyakit yang dikeluhan oleh pasien yang akan diperiksa oleh Dokter.

Rangkap : 1

Atribut : no_status, no_ktp, nama_k.k, nama_pasien, nama_penderita, tgl_lahir, umur, hub_keluarga, pekerjaan, alamat_tinggal, kota, tanggal, keluhan, diagnosa, kode_penyakit, terapi, RJ/TRJ, kode_pemeriksa.

Aliran : dari Bagian Tata Usaha ke Dokter 4. Nama Dokumen : Laporan Rekam Medik

Fungsi : Untuk melaporkan penyakit apa saja yang diderita oleh pasien

Rangkap : 1

Atribut : kode_puskesmas, puskesmas, puskesmas_UPT, kecamatan, kabupaten, propinsi, kode_ICD-10, jenis_penyakit, golongan_umur, jenis_kelamin, jumlah_pasien_laki-laki,

(49)

47

Aliran : dari Bagian Tata Usaha ke Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

4.1.2. Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan

Analisis prosedur yaitu suatu analisis yang menjelaskan mengenai prosedur – prosedur dan proses – proses apa saja yang dilakukan dalam sistem informasi, pada saat survey tahapan awal penelitian mendapatkan hasil analisis prosedur yang sedang berjalan saat ini, sebagai berikut :

1. Bagi pasien baru menyerahkan identitas pasien ke Bagian Tata Usaha, lalu Bagian Tata Usaha mencatat data pasien di buku register. Berdasarkan data yang telah ada maka Bagian Tata Usaha membuatkan Kartu Pasien dan Rekam Medik kosong. Untuk Kartu pasien diberikan ke Pasien sedangkan Rekam Medik yang kosong diberikan ke Dokter.

2. Bagi pasien yang lama menyerahkan Kartu Pasien ke Bagian Tata Usaha, lalu Bagian mengecek data Pasien kemudian Kartu Pasien dicocokkan dengan Arsip Rekam Medik. Setelah dicocokkan dengan Rekam Medik Pasien maka Kartu Pasien dikembalikan kembali ke Pasien, sedangkan Rekam Medik diberikan kepada Dokter.

(50)

48

4. Berdasarkan hasil Rekam Medik yang ada, Bagian Tata Usaha membuatkan Laporan Rekam Medik yang diberikan kepada Kepala Puskesmas.

5. Laporan yang telah diterima oleh Kepala Puskesmas dicek kebenarannya, jika sesuai maka Kepala Puskesmas menanda tangani laporan dan diberikan kembali kepada Bagian Tata Usaha untuk diserahkan ke Dinas Kesehatan. Jika tidak sesuai maka Kepala Puskesmas memberikan kembali laporan Rekam Medik ke Bagian Tata Usaha untuk di cek dan dibuatkan kembali laporan Rekam Medik.

4.1.2.1. Flow Map

(51)

49

(52)

50 4.1.2.2. Diagram Kontek

Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Pada diagram kontek ini sistem informasi yang dibuat akan menghasilkan sumber informasi yang dibutuhkan dan tujuan informasi yang dihasilkan. Diagram kontek yang sedang berjalan di Puskesmas Babatan Bandung. Berkaitan dengan aliran aliran sistem dengan bagian – bagian luar :

Gambar. 4.2Diagram Kontek yang sedang berjalan

Diagram kontek diatas menggambarkan sistem secara keseluruhan yang mengklasifikasikan bagi pasien baru menyerahkan identitas pasien dan untuk pasien yang lama hanya menyerahkan kartu pasien dan membuat rekam medik serta menghasilkan laporan rekam medik yang diberikan kepada Kepala Puskesmas.

4.1.2.3. Data Flow Diagram (DFD)

(53)

51

interaksi antara data yang tersimpan dari proses yang berjalan yang membahas tentang Sistem Pendaftaran Pasien di Puskesmas Babatan Bandung.

Gambar. 4.3Data Flow Diagram (DFD) yang sedang berjalan

4.1.3. Evaluasi Sistem yang Sedang Berjalan

Setelah dilakukan analisis terhadap sistem yang sedang berjalan, dapat disimpulkan bahwa sistem yang ada belum sempurna. Proses sistem di Puskesmas Babatan Bandung yang sedang berjalan saat ini masih banyak ditemui kekurangan, diantaranya adalah :

(54)

52

2. Dalam pengecekkan data pasien masih dilakukkan dengan melihat data yang diarsipkan, sehingga membutuhkan waktu yang lama.

Laporan yang diberikan kepada Kepala Puskesmas, masih dicek kembali karena masih sering terjadi kesalahan dalam pembuatan laporan, sehingga laporan tidak diterima oleh Kepala Puskesmas.

4.2. Perancangan Sistem

Perancangan sistem merupakan suatu kegiatan pengembangan prosedur dan proses yang sedang berjalan untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau memperbaharui sistem yang ada untuk meningkatkankan efektifitas kerja, agar dapat memenuhi hasil yang diinginkan. Rancangan system yang baru, akan diterapkan suatu kegiatan untuk menemukan dan menembangkan metode, prosedur dan proses suatu data, agar tujuan suatu organisasai dapat tercapai.

4.2.1. Tujuan Perancangan Sistem

(55)

53

4.2.2. Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan

Sistem yang dibangun adalah sistem informasi pengolahan data pendaftaran pasien berbasis komputer, mempunyai kelebihan dalam kecepatan dan keakuratan, serta dapat mempermudah dalam memasukan data pasien atau pencarian data pasien, langsung tersimpan di database sehiugga dapat menghindari adanya kesalahan penginputan data. Selain mempercepat dan mempermudah data mengakses atau mengolah data, sistem yang diusulkan ini berguna bagi para karyawan untuk menginput data pasien dan pencarian pasien bisa dengan cepat dan akurat.

Sistem yang dibangun memiliki fasilitas untuk melakukan pencarian untuk pengeceka pasien yang datang apabila pasien tidak membawa kartu tapi pernah berobat maka akan dicek apakah pasien pernah datang sebelumnya.

4.2.3. Perancangan Prosedur Yang Sedang Diusulkan

Perancangan prosedur merupakan awal dari pembuatan sistem yang akan dibuat, dimana dapat dilihat proses-proses apa saja yang nantinya diperlukan dalam pembuatan suatu sistem. Sedangkan perancangan prosedur yang diusulkan merupakan tahap untuk memperbaiki atau meningkatkan efisiensi kerja.

(56)

54

1. Untuk pasien yang baru menyerahkan identitas pasien ke Bagian Tata Usaha, kemudian Bagian Tata Usaha menginputkan data pasien dan disimpan ke database Puskesmas. Setelah dilakukan proses input data pasien selesai, maka Bagian Tata Usaha mencetak kartu pasien dan Rekam Medik. Setelah itu kartu pasien diberikan kepada pasien sedangkan untuk Rekam Medik yang masih kosong diberikan kepada dokter.

2. Untuk pasien lama memberikan kartu pasien ke bagian tata usaha,kemudian bagian Tata-Usaha mencocokan kartu pasien dangan Rekam Medik setelah ada kecocokan bagian Tata Usaha memberikan kartu pasien kepada pasien sedangkan Rekam Medik ke Dokter.

3. Dokter akan memanggil pasien sesuai dengan Rekam Medik yang masuk paling pertama ke Dokter, setelah pasien diperiksa maka dokter akan mencatat diagnose pasien di Rekam Medik lalu Rekam Medik yang sudah diisi diberikan kembali ke bagian Tata Usaha untuk diproses.

4. Berdasarkan Rekam Medik yang telah diisi oleh Dokter bagian Tata Usaha menginputkan data Rekam Medik lalu disimpan pada database Puskesmas setelah diinputkan Rekam Medik diarsipkan oleh bagian Tata Usaha untuk penggunaan selanjutnya.

(57)

55 4.2.3.1.Flow Map Yang Diusulkan

(58)

56 4.2.3.2. Diagram Kontek yang Diusulkan

Gambar. 4.5 Diagram Konteks Yang Di Usulkan

4.2.3.3.Data Flow Diagram Yang Diusulkan

(59)

57 Level 1 Proses 1.0

Gambar 4.7Data Flow Diagram Level 1 proses 1.0 Yang Diusulkan Level 1 Proses 5.0

Gambar 4.8Data Flow Diagram Level 1 proses 5.0 Yang Diusulkan

4.2.3.4. Kamus Data

Kamus data adalah kamus yang berfungsi untuk mendeskripsikan data dan aliran data informasi dari diagram hubungan entity dan dokumen-dokumen sumber input dari Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Pasien pada Puskesmas Babatan Bandung.

(60)

58

Kamus data berfungsi antara lain sebagai berikut :

1. Menjelaskan arti aliran data penyimpananData Flow Diagram

2. Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran data 3. Mendeskripsikan komponen penyimapan data

Kamus data yang diusulkan dalam Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Pasien pada Puskesmas Babatan Bandung adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1Kamus Data 1. Nama Arus Data identitas_pasien

Alias

-Alias Data pasien – proses 1.1, F. data_pasien – proses 2.0 Atribut nama_pasien, alamat, umur

2. Nama Arus Data kartu_pasien

Alias

-Alias Data proses 2.0 – pasien, pasien – proses 3.0, proses 3.0 – pasien

Atribut no_registrasi, nama_kk, nama_pasien, hubungan_keluarga, umur, jenis_kelamin, alamat.

3. Nama Arus Data Data kartu rekam_medik_kosong

Alias

-Alias Data Proses 2.0 – dokter

(61)

59

kode_penyakit, terapi, RJ/TRJ, kode_pemeriksa 4. Nama Arus Data Data kartu rekam_medik_yang_sudah_diisi

Alias

-Alias Data dokter – f. rekam_medik, f. rekam_medik – proses 3.0, F. rekam_medik – proses 4.0

Atribut no_status, no_ktp, nama_kk, nama_penderita, tgl_lahir, umur, jenis_kelamin, hubungan_keluarga, pekerjaan, alamat_tinggal, kota, tanggal_periksa, keluhan, diagnosa, kode_penyakit, terapi, RJ/TRJ, kode_pemeriksa

5. Nama Arus Data data_rekam_medik

Alias

-Alias Data proses 4.0 – F. rekam_medik, F. rekam_medik – proses 5.0

Atribut No_status, no_ktp, tanggal_periksa, keluhan, diagnosa, kode_penyakit, terapi, RJ/TRJ, kode_pemeriksa

6. Nama Arus Data laporan_rekam_medik

Alias

-Alias Data proses 5.0 – kepala_puskesmas, proses 5.0 – dinas_kesehatan

(62)

60 4.2.4. Perancangan Basis Data

Perancangan basis data merupakan perancangan yang digunakan untuk pembuatan dan penyimpanan data ke dalam system yang terdiri dari beberapa file database. Pada Perancangan basis data ini akan dibahas :

1. Normalisasi

2. Entity Relationship Diagram(ERD) 3. Relasi Tabel

4. Struktur File 5. Kodifikasi

4.2.4.1. Normalisasi

Normalisasi merupakan suatu proses pengelompokkan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya yang berfungsi untuk menghilangkan redudansi data, menentukan flie kunci yang unik untuk mengakses data serta pembentukkan relasi sehingga database tersebut mudah dimodifikasi.

Adapun normalisasi dari Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Pasien pada Puskesmas Babatan Bandung adalah sebagai berikut :

1. Bentuk Unnormal

(63)

61 2. Bentuk Normal kesatu

Kartu Pasien = {nama_pasien, alamat, umur, no_registrasi, nama_kk, no_status, no_ktp, nama_penderita, tgl_lahir, jenis_kelamin, hubungan_keluarga, pekerjaan, alamat_tinggal, kota, tanggal_periksa, keluhan, diagnosa, kode_penyakit, terapi, RJ/TJR, kode_periksa,}

3. Bentuk Normal kedua

Kartu Pasien = { no_registrasi*, no ktp, nama_kk, jenis_kelamin, umur, alamat} Kartu Rekam medik = { no_status/no_reg*, no_ktp, nama_kk, nama_pasien,

tgl_lahir, umur, jenis_kelamin, hubungan_keluarga, pekerjaan, alamat, kota}

Data Rekam Medik = {no_ktp*, tgl, keluhan, diagnose, kode_penyakit, pemeriksa, terapi, RJ/TRJ, kode_periksa, periksa}

4. Bentuk Normal Ketiga

Kartu Pasien = { no_registrasi*, nama_kk, jenis_kelamin, umur, alamat,} Kartu Rekam medik = { no_status*, no_ktp*, tgl_lahir, pekerjaan, kota}

Data Rekam Medik = {no_ktp**, no_register**, tgl, keluhan, diagnosa, kode_penyakit, periksa, terapi, RJ, kode_periksa, pemeriksa} Laporan pendaftaran pasien = {nama_kk, no_registrasi, nama_pasien,

(64)

62 4.2.4.2. Relasi Tabel

Tabel relasi ini berfungsi untuk menggambarkan hubungan antar tabel yang dirancang dalam Sistem Informasi Pendaftaran Pasien Pada Puskesmas Babatan Bandung.

Gambar 4.9Relasi Tabel

4.2.4.3. Entity Relationship Diagram

(65)

63

utama pada ERD adalah table-tabel yang merepresentasikan relasi antar entitas itu sendiri. Kesatuan relasi sistem dapat diketahui dari item data yang menghubungkan suatu arsip ke arsip lain. Sedangkan data yang direalisasikannya didapat dari hasil analisa kebutuhan informasi yang tergambar pada dokumen masukan dan keluaran, dimana selanjutnya dari data tersebut ditentukan entitas serta relasinya yang ditunjukkan dengan model relasi.

Kerelasian antar entitas dapat dikelompokkan dalam 3 jenis, yaitu:

1. Satu ke satu (One To One) 2. Satu ke banyak (One To Many) 3. Banyak ke banyak (many To Many)

Entity Relational Diagram (ERD) dari Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Pasien Pada Puskesmas Babatan Bandung adalah sebagai berikut :

(66)

64 4.2.4.4. Struktur File

Struktur digunakan dalam perancangan sistem, karena struktur file akan menentukan struktur fisik database dan garis datanya. Struktur file merupakan urutan isi atau data-data item yang terdapat pada sebuah record. File yang digunakan pada Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Pasien pada Puskesmas Babatan Bandung adalah :

1. Nama file : Kartu Pasien Media penyimpanan : Harddisk

Primary key : no_reg

Tabel 4.2Spesifikasi File Kartu Pasien

Nama Field Tipe Size Keterangan

No_reg Char 8 Nomor Kartu Pasien

No_ktp Varchar 16 Nomor ktp kepala keluarga

Nama_kk Varchar 50 Nama kepala keluarg

Jk varchar 15 Jenis Kelamin

Umur Int 4 Umur kepala keluarga

Nama file : Data Kartu Rekam Medik Media penyimpanan : Harddisk

Primary key : no_status

(67)

65

Nama Field Tipe Size Keterangan

No_status/No reg Char 8 Nomor Status Pasien

No_ktp Varchar 50 No KTP Pasien

Nama Pasien Varchar 50 Nama Pasien yang Berobat

Jk Varchar 50 Jenis Kelamin

Tgl_lahir Datetime 8 Tanggal Lahir Pasien

Umur Integer 4 Umur Pasien

Hub_keluarga Varchar 15 Hubungan Keluarga

Pekerjaan Varchar 50 Pekerjaan Pasien

Alamat Varchar 50 Alamat Pasien

Kota Varchar 50 Kota

2. Nama file : Data Rekam Medik Media penyimpanan : Harddisk

Primary key : tgl_berobat

Tabel 4.4Spesifikasi File Kartu Rekam Medik

Nama Field Tipe Size Keterangan

No_ktp Varchar 50 No KTP Pasien

Tgl Datetime 8 Tanggal Berobat

Keluhan Varchar 50 Keluhan Pasien

(68)

66

Kode_penyakit Char 10 Kode Penyakit

Nama_penyakit Varchar 50 Nama penyakit

Terapi Varchar 50 Terapi

Rj Char 10 RJ/TRJ

Kode_periksa Char 10 Kode Periksa

Pemeriksa Varchar 50 Nama Dr.yg memeriksa

4.2.4.5. Kodifikasi

Kodifikasi dibuat untuk mengidentifikasi suatu objek secara singkat. Dengan adanya sistem kodefikasi ini diharapkan dapat mengklarifikasi data, memasukkan data ke dalam komputer dan mengambil data. Kode dibuat dalam kumpulan angka. Dalam Sistem Informasi ini terdapat pengkodean yang bertujuan mempermudah dalam memasukkan data dan dalam melakukan pencarian data Adapun pengkodean tersebut diantaranya :

1. No Register/No setatus

(69)

67 Contoh : 00011209

No regester kartu pasien dengan no urut 0001 bulan 12 tahun 09 dengan no urut 0001

2. Kode Urut

Keterangan : Contoh : 0001

No register/ No status dengan No Urut 0001 3. Kode Bulan

Keterangan : Contoh :12

No register/No status dengan No Bulan 12 4. Kode Tahun

Ket erangan :

Contoh :09

(70)

68 4.2.5 Perancangan Antar Muka

Antar muka merupakan media komunikasi antara pemakai dengan sistem komputer. Hasil peracangan antarmuka akan memudahkan proses implementasi nanti. Adapun antarmuka pemakai perangkat lunak yang akan dirancang ditampilkan sebagai berikut :

Gambar 4.11Form Menu Utama

4.2.5.1. Struktur Menu

(71)

69

Gambar 4.12Struktur Menu Utama

4.2.5.2. Perancangan Input

Perancangan masukan/Input adalah merancang tampilan input untuk memudahkan dalam desain perangkat lunak yang akan dibangun. Adapun perancangan input adalah sebagai berikut :

a. Form User Login

(72)

70

Gambar 4.13Form User Menu

b. Form Input Data Kartu Tanda Pengenal

(73)

71

Gambar 4.14Form Kartu Tanda Pengenal

c. Form Input Data Anggota Keluarga

(74)

72

Gambar 4.15 Data Anggota Keluarga

d. Form Input Data Kartu Rekam Medik

(75)

73

. DUW

X 5 HNDP 0 HGLN

1 R 6WDWXV 1 R 5 HJ 1 R . 7 3

1 DP D . . 1 DP D 3DVLHQ 7 J O / DKLU 8 P XU -HQLV . HODP LQ + XE . HOXDUJD 3HNHUMDDQ

$ ODP DW 7 LQJJ DO . RWD

7 DP EDK %DWDO 6LP SDQ

7 XWXS ( GLW &HWDN

Gambar 4. 16 Form Data Kartu Rekam

e. Form Input Data Rekam Medika

(76)

74

Gambar 4.17Form Rekam Medik

4.2.5.3. Perancangan Output

Bentuk laporan yang dihasilkan sebagai output dari sistem informasi yang umum digunakan adalah bisa berbentuk tabel dan bagan.

(77)

75 1. Data Pasien

Gambar 4.18Rancangan Output Data Pasien

2. Data Rekam Medik

(78)

76 3. Laporan Rekam Medik

Gambar 4.20Rancangan Output Laporan

4. Tentang Aplikasi

(79)

77 BAB V

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

5.1. Implementasi

Implementasi merupakan kegiatan akhir dari proses penerapan sistem baru dimana Tahap ini merupakan tahap meletakan sistem supaya siap untuk dioperasikan dan dapat dipandang sebagai usaha untuk mewujudkan sistem yang telah dirancang. Langkah-langkah dalam tahap implementasi ini adalah urutan kegiatan awal sampai akhir yang harus dilakukan dalam mewujudkan sistem yang telah dirancang.

5.1.1. Batasan Implementasi

Dalam mengimplementasikan perangkat lunak sistem informasi pendaftaran pasien pada Puskesmas Babatan ini terdapat beberapa hal yang menjadi batasan sistem yaitu:

1. Basis data yang digunakan dalam implementasi ini adalah menggunakan Sql server

2. Sistem informasi pendaftaran pasien ini diimplementasikan khusus untuk pasien yang akan berobat ke Puskesmas Babatan Bandung.

5.1.2. Implementasi Perangkat Lunak

(80)

78

penunjang dari software ini diharapkan deapat menghasilkan informasi baik melalui layar monitor maupun printer sebagai media otak laporan.

Perangkat lunak ini terdiri dari sistem operasi dan aplikasi database. Adapun spesifikasi perangkat lunak tersebut adalah :

a. Sistem Operasi Windows Xp SP2s b. Program aplikasi database Sql Server c. Program Visual Basic 6.0

5.1.3. Implementasi Perangkat Keras

Perangkat keras yang digunakan berdasarkan kebutuhan minimal yang harus dipenuhi server maupun client adalah sebagai berikut :

Server.

1. Processor Intel Pentium IV atau setara 2. Harddisk 7300 Rpm.

3. Vga 128 MB

4. Mouse, Keyboard dan Monitor

(81)

79 5.1.4. Implementasi Basis Data

Implementasi basis data digunakan untuk membuat strukturdatabase dan tabel yang akan digunakan untuk menyimpan data-data Pasien berikut Sintaks SQL yang digunakan :

CREATE TABLE [dbo].[TKTP] (

[no_reg] [char] (8) COLLATE Latin1_General_CI_AS NOT NULL , [no_ktp] [varchar] (16) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [nama_kk] [varchar] (50) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [jk] [varchar] (15) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [tgl_lahir] [datetime] NULL ,

[umur] [int] NULL ,

[alamat] [varchar] (80) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL ) ON [PRIMARY]

GO

CREATE TABLE [dbo].[Tak] (

(82)

80 [umur] [int] NULL ,

[jk] [varchar] (15) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [alamat] [varchar] (80) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL ) ON [PRIMARY]

GO

CREATE TABLE [dbo].[Tpasien] (

[no_status] [char] (8) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [no_ktp] [varchar] (50) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [nama_kk] [varchar] (50) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [nama_penderita] [varchar] (50) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [jk] [varchar] (15) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL ,

[tgl_lahir] [datetime] NULL , [umur] [int] NULL ,

[hub_keluarga] [varchar] (15) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [pekerjaan] [varchar] (50) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [alamat] [varchar] (80) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [kota] [varchar] (50) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL ) ON [PRIMARY]

GO

(83)

81

[kode_penyakit] [char] (10) COLLATE Latin1_General_CI_AS NOT NULL , [nama_penyakit] [varchar] (50) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL ) ON [PRIMARY]

GO

CREATE TABLE [dbo].[Trekam] (

[no_ktp] [varchar] (50) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [tgl] [datetime] NOT NULL ,

[keluhan] [varchar] (80) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [diagnosa] [varchar] (80) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [kode_penyakit] [char] (10) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [nama_penyakit] [varchar] (50) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [terapi] [varchar] (50) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL ,

[rj] [char] (10) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL ,

[kodepemeriksa] [char] (10) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL , [pemeriksa] [varchar] (50) COLLATE Latin1_General_CI_AS NULL ) ON [PRIMARY]

GO

SET QUOTED_IDENTIFIER ON GO

(84)

82 GO

CREATE VIEW dbo.vlap AS

SELECT dbo.Tpasien.no_ktp, dbo.Tpasien.nama_penderita, dbo.Tpasien.nama_kk, dbo.Tpasien.jk, dbo.Tpasien.tgl_lahir, dbo.Tpasien.umur, dbo.Tpasien.hub_keluarga, dbo.Tpasien.pekerjaan, dbo.Tpasien.alamat, dbo.Tpasien.kota, dbo.Trekam.tgl, dbo.Trekam.keluhan, dbo.Trekam.diagnosa, dbo.Trekam.nama_penyakit, dbo.Trekam.terapi, dbo.Trekam.rj, dbo.Trekam.pemeriksa

FROM dbo.Tpasien INNER JOIN dbo.Trekam ON dbo.Tpasien.no_ktp = dbo.Trekam.no_ktp

GO

SET QUOTED_IDENTIFIER OFF GO

(85)

83 5.1.5. Implementasi Antar Muka

Implementasi antarmuka lebih menitik beratkan kepada halaman menu utama yang merupakan pusat penghubung antarmuka lainnya. Berikut ini adalah Implementasi antarmuka dari halaman yang dibuat :

Tabel 5.1 Implementasi Antarmuka Struktur Menu

Sub Menu Deskripsi Nama File

File Untuk memanggil

menu input data kartu pengenal,input data kartu rekam

medik,input data rekam medik dan menu keluar

MDIForm1.frm

Tentang Aplikasi Untuk memanggil menu tentang aplikasi

Frmsplash.frm

5.1.5.1. Implementasi Sub Menu File

Tabel 5.2 Implementasi Antarmuka Sub Menu File

Sub Menu Deskripsi Nama File

Input kartu tanda pengenal

Untuk membuat kartu berobat

Fktp.frm

(86)

84 rekam medik rekam medik pasien Input data rekam

medic

Menginputkan data rekam medik pasien

Frekam.frm

Keluar Menutup aplikasi MDIForm1.frm

5.1.6. Implementasi Instalasi Program

Dalam instalasi program ini dilakukan sama seperti cara menginstal suatu program pada umumnya, adapun langkah-langkah cara penginstalannya yaitu sebagai berikut :

(87)

85

Gambar 5.2Installasi Program

(88)

86

Gambar 5.4Installasi Program

Figur

Gambar 3.1 Struktur Organisasi
Gambar 3 1 Struktur Organisasi. View in document p.30
Gambar 3.2 Pendekatan Prototipe
Gambar 3 2 Pendekatan Prototipe. View in document p.36
Gambar. 4.1 Flow Map yang sedang berjalan
Gambar 4 1 Flow Map yang sedang berjalan. View in document p.51
Gambar. 4.3 Data Flow Diagram (DFD) yang sedang berjalan
Gambar 4 3 Data Flow Diagram DFD yang sedang berjalan. View in document p.53
Gambar 4.4 Flow Map Yang Diusulkan
Gambar 4 4 Flow Map Yang Diusulkan. View in document p.57
Gambar. 4.5 Diagram Konteks Yang Di Usulkan
Gambar 4 5 Diagram Konteks Yang Di Usulkan. View in document p.58
Gambar 4.9 Relasi Tabel
Gambar 4 9 Relasi Tabel. View in document p.64
Tabel 4.4 Spesifikasi File Kartu Rekam Medik
Tabel 4 4 Spesifikasi File Kartu Rekam Medik. View in document p.67
Gambar 4.14 Form Kartu Tanda Pengenal
Gambar 4 14 Form Kartu Tanda Pengenal. View in document p.73
Gambar 4.15 Data Anggota Keluarga
Gambar 4 15 Data Anggota Keluarga. View in document p.74
Gambar 4. 16 Form Data Kartu Rekam
Gambar 4 16 Form Data Kartu Rekam. View in document p.75
Gambar 4.17 Form Rekam Medik
Gambar 4 17 Form Rekam Medik. View in document p.76
Gambar 4.19 Rancangan Output Data Rekam Medik
Gambar 4 19 Rancangan Output Data Rekam Medik. View in document p.77
Gambar 4.20 Rancangan Output Laporan
Gambar 4 20 Rancangan Output Laporan. View in document p.78
Tabel 5.1 Implementasi Antarmuka Struktur Menu
Tabel 5 1 Implementasi Antarmuka Struktur Menu. View in document p.85
Gambar 5.1 Installasi Program
Gambar 5 1 Installasi Program. View in document p.86
Gambar 5.3 Installasi Program
Gambar 5 3 Installasi Program. View in document p.87
Gambar 5.2 Installasi Program
Gambar 5 2 Installasi Program. View in document p.87
Gambar 5.5 Installasi Program
Gambar 5 5 Installasi Program. View in document p.88
Gambar 5.4 Installasi Program
Gambar 5 4 Installasi Program. View in document p.88
Gambar 5.6 Installasi Program
Gambar 5 6 Installasi Program. View in document p.89
Gambar 5.7 Installasi Program
Gambar 5 7 Installasi Program. View in document p.89
Gambar 5.9 Form Utama
Gambar 5 9 Form Utama. View in document p.91
Gambar 5.10 Input Kartu Pasien
Gambar 5 10 Input Kartu Pasien. View in document p.92
Gambar 5.11 Input Data Anggota Keluarga
Gambar 5 11 Input Data Anggota Keluarga. View in document p.93
Gambar 5.12 Input Data Kartu Rekam Medik
Gambar 5 12 Input Data Kartu Rekam Medik. View in document p.94
Gambar 5.13 Input Rekam Medik
Gambar 5 13 Input Rekam Medik. View in document p.95
Gambar 5.15 View Data Rekam Medik
Gambar 5 15 View Data Rekam Medik. View in document p.97
Gambar 5.16 Laporan Rekam medik
Gambar 5 16 Laporan Rekam medik. View in document p.98
Gambar 5.17 Laporan Rekam Medik Perorang
Gambar 5 17 Laporan Rekam Medik Perorang. View in document p.99

Referensi

Memperbarui...