• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 3"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

Pengertian SAK

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah suatu kerangka dalam prosedur pembuatan laporan keuangan agar terjadi keseragaman dalam penyajian

laporan keuangan

macam-macam SAK:

1. PSAK­IFRS

Pada   PSAK   ini   wajib   diterapkan   untuk   entitas   dengan   akuntabilitas   public   seperti   :   Emiten, perusahaan   publik,   perbankan,   asuransi,   dan   BUMN.   Tujuan   dari   PSAK   ini   adalah   memberikan informasi yang relevan bagi user laporan keuangan

Manfaat dari penerapan IFRS sebagai berikut :

1. Meningkatkan daya banding laporan keuangan

2. Memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal Internasional

3. Menghilangkan hambatan arus modal Internasional dengan mengurangi perbedaan dalam  ketentuan pelaporan keuangan

4. Mengurangi biaya pelaporan keuangan perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis  keuangan bagi para analis

5. Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju best practice

Jadi walaupun Indonesia harus menyesuaikan standard keuangan dengan IFRS namun hal ini akan  mempermudah untuk pelaporan keuangan meskipun akan ada perubahan­perubahan dalam  penyusunan laporan keuangan itu sendiri yang bersifat menyuluruh.

IFRS menggunakan “Principles Base” yaitu :

1. Lebih menekankan Interpretasi dan aplikasi atas standar sehingga harus berfokus pada spirit  penerapan prinsip tersebut

2. Standard membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah presentasi  akuntansi mencerminkan realitas ekonomi

3. Membutuhkan professional judgement pada penerapan standard akuntansi

4. IFRS juga menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif harus  melakukan penilaian sendiri atau menggunakan jasa penilai. Selain itu IFRS mengharuskan  pengungkapan(disclosure) yang lebih banyak baik kwantitatif maupun kualitatif.

2.  SAK­ETAP

(2)

Manfaat lain dari SAK ETAP antara lain :

3.  PSAK Syariah

PSAK Syariah digunakan oleh entitas yang melakukan transaksi syariah baik entitas lembaga syariah maupun lembaga non syariah. Dalam PSAK Syariah ini pengembangan dilakukan dengan model  PSAK umum namun psak ini berbasis syariah dengan acuan fatwa MUI.

PSAK Syariah berada dalam PSAK 100­106 yang terdiri dari : 1. Kerangka Konseptual

2. Penyajian Laporan Keuangan Syariah 3. Akuntansi Murabahah

4. Musyarakah 5. Mudharabah 6. Salam 7. Istishna

(3)

Dengar Pendapat Terbatas (Limited Hearing) dan Dengar Pendapat Publik (Public Hearings) Pembahasan Tanggapan dan Masukan Terhadap Draf Publikasian

Finalisasi Standar

Referensi

Dokumen terkait

48 Perusahaan harus menyusun laporan arus kas sesuai dengan persyaratan dalam Pernyataan ini dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tak terpisahkan (integral)

Penerapan Standar akuntansi pemerintahan (X1) Lasoma (2013) dan PP No 71 tahun 2010 Standar akuntansi pemerintah (SAP) adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) menyatakan bahwa tujuan umum laporan keuangan adalah menyajikan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dan menganalisis pe- ngaruh pengetahuan pengelola UAPPA E1 dan UAPPB dalam penerapan SAP terhadap kualitas laporan keuangan pada

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dan menganalisis pe- ngaruh pengetahuan pengelola UAPPA E1 dan UAPPB dalam penerapan SAP terhadap kualitas laporan keuangan pada

Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. Standar Akuntansi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dan menganalisis pengaruh pengetahuan pengelola UAPPA E1 dan UAPPB dalam penerapan SAP terhadap kualitas

Setiap pos dalam Neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan,