EKSISTENSI ALTERNATIVE DISPUTE RESOLUTION RESOLUSI DALAM PROSES PENYELESAIAN SENGKETA DI INDONESIA
Teks penuh
Dokumen terkait
PENYELESAIAN SENGKETA PENCEMARAN LINGKUNGAN (Studi Kasus di Kelurahan Wonoyoso Kabupaten
63 Hal ini terlihat dari Pasal 34 ayat (1) UU AAPS yang berbunyi: ”Penyelesaian sengketa melalui arbitrase dapat dilakukan dengan menggunakan lembaga arbitrase nasional atau
Ketentuan mengenai mediasi dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 mensyaratkan bahwa hasil dari penyelesaian suatu sengketa atau beda pendapat dituangkan dalam suatu
pihak ketiga dan umumnya tidak mempunyai keahlian tertentu pada subjek yang disengketak an Dipilih oleh para pihak dan biasanya mempunyai keahlian di bidang subjek
Sederhanaya ODR merupakan suatu cara penyelesaian sengketa yang dilakukan dengan menggunakan media internet, dalam arti bahwa proses penyelesaiannya dilakukan oleh
“ (5) Jika para pihak tidak melakukan pilihan forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (4), penetapan kewenangan pengadilan, arbitrase, atau lembaga penyelesaian
Agar penyelesaian konflik atau sengketa politik tidak merugikan salah satu pihak, maka dalam penyelesaian konflik/sengketa politik harus dilaksanakan sesuai dengan norma atau aturan
30 Tahun 1999 Pasal 6 ayat 3 yaitu “Dalam hal sengketa atau beda pendapat melalui alternatif penyelesaian sengketa sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 tidak dapat diselesaikan, maka atas