• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keanekaragaman Selaginella di Jawa Tengah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Keanekaragaman Selaginella di Jawa Tengah"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

KEANEKARAGAMAN SELAGINELLA DI JAWA TENGAH

HERLINA PANJAITAN

DEPARTEMEN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)
(3)

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Keanekaragaman Selaginella di Jawa Tengah adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir Skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.

Bogor, September 2013 Herlina Panjaitan NRP G34080031

(4)

ABSTRAK

HERLINA PANJAITAN. Keanekaragaman Selaginella di Jawa Tengah. Dibimbing oleh TATIK CHIKMAWATI dan MIFTAHUDIN.

Selaginella merupakan marga tunggal dari suku Selaginellaceae meliputi 750 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Keanekaragaman Selaginella dapat dijumpai mulai dari dataran rendah sampai ke pegunungan hutan hujan tropis. Penelitian ini bertujuan mengungkap keanekaragaman morfologi dan persebaran Selaginella di Jawa Tengah, serta menyusun pertelaan dan kunci identifikasi jenis Selaginella di Jawa Tengah. Metode yang dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman Selaginella di Jawa Tengah melalui beberapa tahap yaitu melakukan pengamatan spesimen dan identifikasi dengan mengamati karakter morfologi. Di Jawa Tengah ditemukan 10 jenis Selaginella, yaitu S. plana, S. remotifolia, S. involvens, S. ornata, S. ciliaris, S. opaca, S. modica, S. aristata, S. subalpina, dan Selaginella sp. Selaginella bervariasi pada beberapa karakter morfologi yaitu pola percabangan, rhizofor, bentuk daun lateral, daun median, daun aksilar, dan bentuk strobilus. Penyebaran Selaginella di Jawa Tengah cukup merata. Berdasarkan ketinggian tempat, Selaginella dapat dijumpai mulai dari dataran rendah (200 m dpl) hingga dataran tinggi (2771 m dpl). Selaginella yang hidup di ketinggian terendah yaitu Selaginella sp. (200 m dpl) dan pada ketinggian tertinggi yaitu S. plana (2771 m dpl).

Kata kunci: Selaginella, Selaginellaceae, Taksonomi, Jawa Tengah

ABSTRACT

HERLINA PANJAITAN. Diversity of Selaginella in Central Java. Supervised by TATIK CHIKMAWATI dan MIFTAHUDIN.

Selaginella is a single genus belong to family Selaginelaceae which include approximately 750 species spread all over the world. The diversity of Selaginella can be found in lowland to mountain rainforest. This study aimed to describe the diversity of morphological characters and the distribution of Selaginella in Central Java, then to provide descriptions and identification key of Selaginella species in Central Java. The method used to assess the diversity Selaginella in Central Java included observation and identification of morphological characters. In Central Java, there were found 10 species of Selaginella, namely S. plana, S. remotifolia, S. involvens, S. ornata, S. ciliaris, S. opaca, S. modica, S. aristata, S. subalpina, and Selaginella sp. Selaginella varied on some morphological characteristics such as branching pattern, rhizofor, lateral leaves, median leaves, axillary leaves, and Strobilus shape. The distribution of Selaginella is fairly even in Central Java ranging from the altitude of 200 to 2771 m asl. Selaginella species found in the lowest altitude was Selaginella sp. (200 m asl), while at the highest altitude was S. plana (2771 m asl).

(5)

KEANEKARAGAMAN SELAGINELLA DI JAWA TENGAH

HERLINA PANJAITAN

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains

pada

Departemen Biologi

DEPARTEMEN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(6)
(7)

Judul Skripsi : Keanekaragaman Selaginella di Jawa Tengah Nama : Herlina Panjaitan

NRP : G34080031

Disetujui oleh

Dr Ir Tatik Chikmawati, MSi Dr Ir Miftahudin, MSi

Pembimbing I Pembimbing II

Diketahui oleh

Dr Ir Iman Rusmana, MSi Ketua Departemen

(8)

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini dapat berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Januari 2012 sampai Juni 2012 adalah Selaginella, dengan judul Keanekaragaman Selaginella di Jawa Tengah. Terima kasih penulis ucapkan kepada Ibu Dr Ir Tatik Chikmawati, MSi dan Bapak Dr Ir Miftahudin, MSi selaku dosen pembimbing. Di samping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada Staft Divisi Botani Pusat Penelitian LIPI Cibinong yang telah membantu selama pencarian literatur di Perpustakaan LIPI dan mengidentifikasi Herbarium di Laboratorium. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada Papa (Sapran Panjaitan, SPd), Mama (Lamria Simanungkalit SPd), Adik (Meryani dan Dedi), Bang Irwanto Nainggolan, teman-teman Biologi angkatan 45, PMK angkatan 45, Malibu crew (Cean, Citra, Desri, Echa, Cindy, Kak Alin, Kak Ida, Kak Tyla, Kak Lia, Gunawan, Bolas, Debora, Exas), KPS angkatan 45, dan tim pengajar SMAN 5 Bogor (Sachi, Grace, Sandy, Edi ) atas doa, dukungan, kasih sayang dan motivasi.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat. .

Bogor, September 2013

(9)

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR vi

DAFTAR LAMPIRAN vi

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Tujuan 1

METODELOGI PENELITIAN 2

Lokasi dan Waktu 2

Bahan dan Alat 2

Prosedur Kerja 2

HASIL DAN PEMBAHASAN 3

Sebaran Jenis Selaginella 3

Keanekaragaman Morfologi 4

Pertelaan Jenis Selaginella di Jawa Tengah 9

Kunci Identifikasi Selaginella di Jawa Tengah 13

SIMPULAN 13

DAFTAR PUSTAKA 14

LAMPIRAN 15

(10)

DAFTAR GAMBAR

1 Sebaran jenis Selaginella secara horizontal di berbagai daerah di Jawa

Tengah. ( ) lokasi ditemukan Selaginella 3

2 Sebaran Selaginella berdasarkan ketinggian tempat. x1) S. ciliaris, x2) S. involvens, x3) S. aristata, x4) S. remotifolia, x5) S. plana, x6) S. ornata, x7) S.opaca, x8) S. subalpina, x9) S. modica, x10) Selaginella sp. 4 3 Pola percabangan pseudopinnate pada Selaginella. a) pseudopinnate

sederhana (S. aristata), b) pseudopinnate banyak cabang (S. involvens).

Perbesaran 4x10. 5

4 Pola percabangan flabellate pada Selaginella. a) flabellate dengan sedikit percabangan dikotom (S. plana), b) flabellate dengan banyak percabangan

dikotom (S. ornata). Perbesaran 4x10. 5

5 Posisi rizofor pada bagian a) dorsal (S. ornata) dan b) aksilar (S. opaca) 6 6 Bentuk daun lateral Selaginella. a) ovate triangular (S. involvens), b) oblong

falcate (S. plana), c) oblong triangular (S. subalpina). Perbesaran 4x10. 6 7 Bentuk ujung daun median Selaginella. a) acuminate (S. involvens),

b) aristate (S. plana), c) apiculate (S. subalpina). Perbesaran 4x10 7 8 Bentuk daun aksilar Selaginella. a) elliptic falcate ( S. ornata), dan b)

lanceolate (S. involvens). Perbesaran 4x10. 7 9 Bentuk strobilus Selaginella. a) tetragenous dan b) bilateral. 8

DAFTAR LAMPIRAN

1 Selaginella aristata Spring. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d) daun lateral, e) daun median, f) daun aksilar, dan g) strobilus. 16 2 Selaginella ciliaris Spring. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan,

d) daun lateral, e) daun median, f) daun aksilar, dan g) strobilus. 17 3 Selaginella involvens Spring. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan,

d) daun lateral, e) daun median, f) daun aksilar, dan g) strobilus. 18 4 Selaginella modica. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d) daun

lateral, e) daun median, f) daun aksilar, dan g) strobilus. 19 5 Selaginella opaca Warb. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d)

daun lateral, e) daun median, f) daun aksilar, dan g) strobilus. 20 6 Selaginella ornata Hieron. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan,

d) strobilus, e) daun lateral, f) daun median, dan g) daun aksilar. 21 7 Selaginella plana Hieron. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d)

strobilus, e) daun lateral, f) daun median, dan g) daun aksilar. 22 8 Selaginella remotifolia Spring. a) habitus, b) herbarium, c) pola

percabangan, d) strobilus, e) daun lateral, f) daun median, dan g)

daun aksilar. 23

9 Selaginella subalpina Spring. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d) daun lateral, e) daun median, f) daun aksilar, dan

g) strobilus. 24

(11)

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Selaginella merupakan marga tunggal dari suku Selaginellaceae yang tersebar di seluruh dunia. Keanekaragaman tertinggi dijumpai mulai dari dataran rendah sampai ke pegunungan hutan hujan tropis, tetapi karena Selaginella merupakan paku kosmopolitan, maka bisa juga dijumpai di daerah subtropik, iklim sedang, bahkan pada daerah artik. Sekitar 750 jenis Selaginella telah ditemukan di seluruh dunia, dan 25 jenis di antaranya telah didomestikasikan menjadi tanaman hias (Lawrence 1951).

Selaginella dicirikan pada daun yang berukuran kecil berkisar antara 1- 5 mm, disebut mikrofil. Semua jenis Selaginella yang berasal dari wilayah Malesia adalah anisopilus, yang mempunyai tiga tipe daun, yaitu daun median yang merupakan daun yang berukuran kecil pada bagian tengah yang menutupi batang, daun lateral yang lebih besar, dan daun aksilar yang dijumpai pada percabangan batang (Camus 1997). Daun paling bawah pada batang primer biasanya seragam dan berbentuk dimorfik hanya pada bagian atas dari batang (Jermy 1990). Selaginella adalah paku heterospora dengan strobilus terdapat pada bagian terminal dari percabangan (Wong 1982). Selaginella memiliki karakteristik reproduksi yang merupakan transisi antara tumbuhan rendah dan tumbuhan berbiji (Jermy 1990).

Selaginella memiliki banyak manfaat seperti sebagai bahan makanan, obat-obatan, tanaman hias, dan juga bahan kerajinan. Selaginella yang berasal dari pulau Jawa mengandung bahan aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan steroid (Chikmawati et al. 2012). Kandungan senyawa ini yang menjadikan Selaginella dapat digunakan untuk pengobatan penyakit tertentu. Flavonoid yang terkandung pada Selaginella bermanfaat sebagai antioksidan, antikanker, dan antibakteri. Selain itu juga berguna dalam pengobatan pendarahan setelah melahirkan, demam, hepatitis, dan diare (Winter dan Amoroso 2003, Gayathri et al. 2005).

Keberadaan Selaginella telah banyak diungkapkan oleh para peneliti di seluruh dunia. Selaginella telah ditemukan di Pulau Jawa dan Kepulauan Nusa Tenggara, sebanyak 22 jenis, di Pulau Sumatera terdapat 29 Jenis, sedangkan di Sulawesi dan Maluku ditemukan sebanyak 25 jenis (Alston 1935,1937,1940). Banyaknya jenis dari Selaginella di seluruh dunia dan potensinya yang besar sebagai bahan obat menjadikan marga ini sebagai salah satu marga yang menarik untuk diketahui lebih lanjut keanekaragaman dan keberadaannya. Namun informasi mengenai keragaman Selaginella di Jawa Tengah belum terungkap secara khusus dan jelas, sehingga perlu dilakukan eksplorasi dan inventarisasi jenis Selaginella untuk melengkapi data mengenai Selaginella di Pulau Jawa.

Tujuan

(12)

2

METODELOGI PENELITIAN

Lokasi dan Waktu

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2012 sampai Juni 2012 di Laboratorium Taksonomi, Departemen Biologi FMIPA-IPB, Dramaga dan di LITBANG Botani LIPI, Cibinong.

Bahan dan Alat

Bahan tumbuhan yang digunakan ialah herbarium Selaginella yang diperoleh dari Jawa Tengah yang merupakan koleksi dari Laboratorium Taksonomi Tumbuhan Departemen Biologi FMIPA IPB dan Herbarium Bogoriense, LITBANG Botani LIPI Cibinong. Alat yang digunakan ialah alat tulis, mikroskop stereo, pinset, kaca pembesar, gelas objek, cawan petri, dan kamera digital.

Prosedur Kerja

Metode penelitian yang dilakukan mengacu pada Rifai (1976) yang tersusun atas beberapa tahap yaitu: melakukan pengumpulan bahan penelitian sebanyak-banyaknya, peninjauan pustaka dan pencatatan semua nama ilmiah yang tercakup dalam Selaginella serta data yang terpenting, mengelompokkan spesimen berdasarkan persamaan karakter, menganalisis setiap spesimen yang ada, melakukan pengukuran, penggambaran, serta menyiapkan catatan-catatan selengkapnya, identifikasi spesimen, menyusun kunci determinasi berdasarkan sifat yang menonjol, dan menyusun pertelaan dari hasil analisis data morfologi dan dari data ekologi maupun persebarannya.

Identifikasi jenis Selaginella dilakukan dengan mengamati karakter morfologi spesimen menggunakan mikroskop stereo dan dibandingkan dengan koleksi herbarium (Alston 1937). Selanjutnya data disusun dalam bentuk deskripsi, lalu dipetakan menurut lokasi ditemukan jenis Selaginella. Karakter morfologi yang diamati meliputi pola percabangan, bentuk, ujung, pangkal, ukuran dari daun lateral, daun median, dan daun askilar, serta bentuk strobilus.

(13)

3

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sebaran Jenis Selaginella

Persebaran Selaginella di Jawa Tengah cukup merata. Dari pengamatan spesimen dan ekplorasi lapang tercatat daerah tempat ditemukannya Selaginella sebagai berikut: Pekalongan, Subah, Tegal, Temanggung, G. Lawu, G. Slamet, Baturaden, Karanganyar, Semarang, Yogyakarta, Ujung Alang, P. Nusa Kambangan, Cilacap, dan Kebumen (Gambar 1). Penelitian ini berhasil mengenali 10 jenis Selaginella spp. yaitu, : S. aristata, S. ciliaris, S. involvens, S. modica, S. opaca, S. ornata, S. plana, S. remotifolia, S. subalpina, dan S. sp., yang berarti tidak terjadi penambahan maupun pengurangan jumlah jenis Selaginella di Jawa Tengah sejak tahun 1935 karena sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Alston (1935).

Gambar 1 Sebaran jenis Selaginella secara horizontal di berbagai daerah di Jawa Tengah. ( ) lokasi ditemukan Selaginella.

(14)

4

Gambar 2 Sebaran Selaginella berdasarkan ketinggian tempat. x1) S. ciliaris, x2) S. involvens, x3) S. aristata, x4) S. remotifolia, x5) S. plana, x6) S. ornata, (x7) S. opaca, (x8) S. subalpina, x9) S. modica, x10) Selaginella sp.

Keanekaragaman Morfologi

Berdasarkan deskripsi yang diperoleh, masing-masing jenis Selaginella mempunyai karakter khas yang dapat digunakan untuk membedakan jenis yang satu dari yang lain. Karakter-karakter tersebut adalah habitus, pola percabangan, rhizofor, bentuk daun, bentuk ujung, pangkal, dan tepi daun, serta bentuk strobilus.

Habitus dan Habitat

Selaginella merupakan tanaman herba yang mayoritas hidup pada tempat lembab dan teduh, namun ada juga jenis Selaginella yang hidup epifit, serta epilitik (Wong 1982). Mayoritas Selaginella adalah tumbuhan terestrial seperti S. ciliaris dan S. plana, hanya satu jenis yang hidup sebagai epifit yaitu S. involvens, dan dua jenis Selaginella epilitik yaitu S. remotifolia dan S. opaca.

Arah pertumbuhan Selaginella bervariasi, yaitu tegak (S. plana), menjalar (S. opaca), dan merambat (S. involvens). Mayoritas arah pertumbuhan yang ditemukan adalah menjalar.

Pola percabangan

(15)

5

(S. aristata) (Gambar 3a), dan pseudopinnate dengan anak cabang menyirip (S. involvens) (Gambar 3b).

a) b)

Gambar 3 Pola percabangan pseudopinnate pada Selaginella. (a) pseudopinnate sederhana (S. aristata), (b) pseudopinnate banyak cabang (S. involvens). Perbesaran 4x10.

Bentuk percabangan yang kedua adalah flabellate, yang tidak terlihat sumbu utama dan tersusun dari percabangan yang masing-masing bercabang dikotom. Pola percabangan flabellate dapat memiliki cabang menggarpu (dikotom) yang sedikit, yaitu 1-3 cabang (Gambar 4a) pada S. plana dan memiliki cabang dikotom yang banyak, yaitu 4-6 cabang (Gambar 4b) pada S. ornata.

a) b)

Gambar 4 Pola percabangan flabellate pada Selaginella. a) flabellate dengan sedikit percabangan dikotom (S. plana), b) flabellate dengan banyak percabangan dikotom (S. ornata). Perbesaran 4x10.

Rizofor

Organ yang dapat menjadi salah satu ciri marga Selaginella, terdapat pada bagian bawah dan atas dititik percabangan Selaginella yaitu rizofor (Worsdell 1910). Beberapa jenis Selaginella di Jawa Tengah memiliki rizofor pada setiap percabangan. Rizofor yang terletak di bagian dorsal dijumpai pada jenis Selaginella dengan pertumbuhan tegak seperti S. plana dan S. ornata (Gambar 5a). Rizofor dengan posisi aksilar terdapat pada Selaginella dengan tipe pertumbuhan menjalar seperti S. opaca

(16)

6

a) b)

Gambar 5 Posisi rizofor pada bagian a) dorsal (S. ornata) dan b) aksilar (S. opaca).

Daun

Karakter daun dapat menjadi salah satu ciri yang membedakan masing-masing jenis Selaginella. Setiap daun bervariasi dalam bentuk, ujung, pangkal, dan tepi daun baik pada daun lateral, median, maupun aksilar.

Daun lateral. Daun ini berukuran paling besar di antara daun median dan aksilar. Berdasarkan pengamatan, daun lateral memiliki empat variasi, yaitu ovate triangular (S. ciliaris), oblong falcate (S. aristata dan S. remotifolia), dan oblong triangular (S. subalpina). Namun, permukaan daun lateral tidak bervariasi terlihat semua permukaan daun memiliki bulu halus (Gambar 6). Ujung daun lateral memiliki bentuk yang bervariasi, yaitu acuminate (S. ciliaris, S. involvens, dan S. aristata), acute (S. plana), rounded (S. ornata dan S. opaca), dan mucronate (S. subalpina dan S. modica). Pangkal daun lateral juga memiliki bentuk yang bervariasi, yaitu rounded (S. aristata dan S. remotifolia), oblique (S. ciliaris dan S. involvens), dan cordate (S. plana dan S. opaca). Tepi daun lateral yang ditemukan, yaitu: denticulate (S. ciliaris, S. involvens, dan S. aristata), dan ciliolate (S. subalpina). Tepi daun yang umum ditemukan adalah denticulate.

a) b) c)

(17)

7

Daun median. Daun median biasanya berbentuk asimetrik, dan terdapat pada bagian adaksial yang menutupi batang. Variasi bentuk daun median yang ditemukan, yaitu ovate elliptic (S. aristata) dan elliptic falcate (S. plana) (Gambar 7). Ujung daun median memiliki tiga variasi, yaitu acuminate (S. ciliaris dan S. involvens), aristate (S. aristata dan S. remotifolia), dan apiculate (S. plana). Pangkal daun median juga memiliki bentuk yang bervariasi, yaitu acuminate (S ciliaris dan S. involvens), oblique (S. ornata dan S. opaca), rounded (Selaginella sp.), dan cordate (S. aristata dan S. remotifolia), Tepi daun median yang ditemukan, yaitu dentate (S. ciliaris, S. involvens, dan S. aristata), ciliolate (S. ornata dan S. opaca), ciliate (S. aristata dan S. remotifolia), entire (S. plana), dan denticulate (S. subalpina).

a) b) c)

Gambar 7 Bentuk ujung daun median Selaginella. a) acuminate (S. involvens), b) aristate (S. plana), c) apiculate (S. Subalpina). Perbesaran 4 x 10.

Daun aksilar. Daun aksilar berada di bagian aksilar pada tiap percabangan tumbuhan Selaginella. Bentuk daunnya simetrik dan bervariasi. Variasi bentuk daun aksilar yang ditemukan, yaitu daun aksilar yang elliptic falcate (S. ornata) dan lanceolate (S. involvens) (Gambar 8). Ujung daun aksilar memiliki 2 variasi bentuk yaitu acute (S. ciliaris, S. aristata dan S. involvens), dan acuminate (S. plana). Pangkal daun aksilar juga memiliki 3 variasi bentuk yaitu acute (S ciliaris dan S. involvens), auriculate (S. plana), dan eksauriculate (S. aristata dan S. remotifolia). Tepi daun aksilar yang ditemukan seragam yaitu denticulate.

a) b)

(18)

8

Strobilus

Organ generatif pada Selaginella yang termasuk sebagai paku heterespora adalah strobilus. Letak Strobilus berada di ujung atau bagian terminal percabangan dan dapat ditemukan satu atau lebih. Selaginella dapat dibedakan menjadi dua bentuk (Gambar 9). Strobilus dengan bentuk sporofil seragam dan tersusun padat disebut bentuk tetragenous (Gambar 9a), sedangkan strobilus dengan bentuk sporofil dimorfik dan terlihat pipih disebut bentuk bilateral (Gambar 9b). Ke 10 Selaginella yang ditemukan di Jawa Tengah, enam jenis mempunyai strobilus bentuk tetragenous, yaitu S. ciliaris, S. opaca, S. plana, S. remotifolia, dan S. subalpina sedangkan empat jenis lainnya mempunyai strobilus berbentuk bilateral, yaitu S. aristata, S. modica, S. ornata, S. involvens, dan Selaginella sp.

a) b)

(19)

9

Pertelaan Jenis Selaginella di Jawa Tengah

Selaginella aristata Spring

Terestrial, merambat. Pola percabangan pseudopinnate dengan banyak (4-6) percabangan dikotom, tegak lurus dan jarak antar cabang berjauhan. Batang, diameter 0,6-2,0 mm berambut, di tutupi beberapa helaian daun, berwarna coklat kekuning-kuningan. Rhizofor dorsal, panjang 7 cm. Daun Lateral 1-6 x 0,6-2 mm berdekatan, saling menimpa, oblong falcate, pangkal rounded pada satu sisi, ujung acuminate, tepi daun ciliolate pada bagian ujung, pertulangan daun terlihat, permukaan daun licin, berligula. Daun median 1,5-4 x 0,4-1,5 mm, saling menimpa, ovate hingga eliptic, acuminate, pangkal cuneate hingga cordate, ujung aristate, tepi daun ciliolate hingga ciliate, pertulangan daun terlihat, permukaan daun licin, berwarna hijau sampai kecoklatan. Daun aksilar 2,1-4,5 x 0,8-2 mm, ovate triangular hingga lanceolate, pangkal eksauriculate, ujung acute, saling menimpa, tepi daun entire hingga denticulate, permukaan daun berambut halus. Strobilus terminal, padat, bilateral (Lampiran 1). Habitat ditepi jalan, terbuka, ternaungi, lereng dekat jalan, tepi parit, dan sekitar aliran sungai. Hidup pada ketinggian 850 m-1230 m dpl.

Catatan : Selaginella aristata memiliki pola percabangan dikotom dengan arah tegak lurus.

Selaginella ciliaris Spring

Terestrial, menjalar. Pola percabangan pseudopinnate dengan sedikit (2-3) percabangan dikotom, menyirip dan menggarpu. Batang, berambut, di tutupi beberapa helaian daun, berwarna coklat kekuning-kuningan. Rhizofor aksilar, panjang 4-6 cm. Daun Lateral berdekatan, saling menimpa, ovate triangular, pangkal oblique, ujung acuminate, tepi daun denticulate, pertulangan daun terlihat, permukaan daun licin, berligula. Daun median saling menimpa, acuminate, pangkal acuminate, ujung acuminate, tepi daun dentate, pertulangan daun terlihat, permukaan daun licin, berwarna hijau sampai kecoklatan. Daun aksilar Lanceolate, pangkal acute, ujung acute, saling menimpa, tepi daun denticulate, permukaan daun berambut halus. Strobilus terminal, padat, tetragenous, panjang 3 cm (Lampiran 2). Habitat di pematang sawah, tepi jalan, terbuka, ternaungi. Hidup pada ketinggian 1070-1270 m dpl.

Catatan : Selaginella ini memiliki perawakan berukuran kecil yaitu 4 – 6 cm dan perawakan hampir menyerupai lumut.

Selaginella involvens Spring

(20)

10

Strobilus bilateral (Lampiran 3). Habitat di lereng, tepi jalan, dan tepi sungai. Hidup pada ketinggian 325-1500 m dpl.

Catatan: Selaginella involvens memiliki pola percabangan dikotom berbentuk lanset.

Selaginella modica v.A.v.R

Terestrial, merambat. Pola percabangan pseudopinnate dengan banyak (4-6) percabangan dikotom. Batang merayap membentuk seperti mangkuk, terdapat berkas daun disepanjang batang utama, berwarna coklat pucat, licin. Rhizofor aksilar, panjang 5 cm. Daun Lateral berdekatan, hingga oblong falcate, pangkal membundar, ujung mucronate, tepi daun ciliolate pada bagian sisi, pertulangan daun terlihat jelas, permukaan daun licin, berligula. Daun median saling menimpa, apiculate, pangkal cordate, ujung acuminate, tepi daun denticulate hingga ciliolate, permukaan daun licin, berwarna hijau sampai kecoklatan. Daun aksilar lanceolate, pangkal eksauriculate, ujung acute, saling menimpa, tepi daun denticulate, permukaan daun berambut halus. Strobilus terminal, tunggal, bilateral, panjang 4 cm (Lampiran 4). Habitat di tepi sungai dan dekat air terjun kecil. Hidup pada ketinggian 1200-1620 m dpl.

Catatan: Selaginella modica tumbuh merayap dengan ujung condong ke atas.

Selaginella opaca Warb

Epilitik, menjalar. Pola percabangan pseudopinnate dengan banyak (4-5) percabangan dikotom berbentuk jorong-lanset. Batang, terdapat berkas daun di sepanjang batang utama, berwarna coklat pucat, licin. Rhizofor aksilar, panjang 14 cm. Daun dimorfik, berwarna hijau hingga gelap. Daun Lateral 0,4-5 x 0,5-2 mm berdekatan, hingga oblong falcate, pangkal rounded hingga cordate , ujung rounded, tepi daun ciliate pada bagian sisi, pertulangan daun terlihat jelas, permukaan daun licin, berligula. Daun median 0,4-2 x 0,3-1,5 mm, saling menimpa, elliptic falcate, pangkal oblique, ujung acuminate , tepi daun denticulate hingga ciliolate, permukaan daun licin, berwarna hijau sampai kecoklatan. Daun aksilar 0,5-2,1 x 0,4-1,5 mm, ovate lanceolate, pangkal eksauriculate, ujung acute, saling menimpa, tepi daun denticulate, permukaan daun berambut halus. Strobilus terminal, tunggal, tetragenous, panjang 5 cm (Lampiran 5). Habitat ditemukan di tempat yang basah dekat sumber air atau sungai kecil seperti selokan, di atas bebatuan, di antara rerumputan di tempat terbuka, panas, dan cukup kering. Hidup pada ketinggian 1150-1860 m dpl.

Catatan : Selaginella opaca memiliki pola percabangan berbentuk jorong - lanset.

Selaginella ornata Hieron

(21)

11

berligula. Daun median 0,4-2 x 0,3-1,5 mm, saling menimpa, elliptic falcate, pangkal oblique, ujung acuminate , tepi daun

denticulate hingga ciliolate, permukaan daun licin, berwarna hijau sampai kecoklatan. Daun aksilar 0,5-2,1 x 0,4-1,5 mm, ovate lanceolate, pangkal eksauriculate, ujung acute, saling menimpa, tepi daun denticulate, permukaan daun berambut halus. Strobilus terminal, padat, bilateral, panjang 5 cm (Lampiran 6). Habitat menyukai tempat lembab, kena matahari dan ternaungi tumbuhan lain dan terbuka, ditebing pinggir jalan dan tebing persawahan dengan sumber air di sekitarnya. Hidup pada ketinggian 250-1980 m dpl.

Catatan: Selaginella ornata memiliki pola percabangan dikotom berbentuk sudip.

Selaginella plana Hieron

Terestrial, tegak. Pola percabangan flabellate dengan sedikit (1-3) percabangan dikotom berbentuk bulat telur teratur.Batang, terdapat berkas daun disepanjang batang utama. Rhizofor dorsal, panjang 10 cm. Daun Lateral 0,4-5 x 0,5 -2 mm berdekatan, saling menimpa, oblong falcate, pangkal cordate hingga auricle , ujun acute hingga acuminate, tepi daun dentate pada bagian ujung, pertulangan daun terlihat jelas, permukaan daun licin, berligula. Daun median 1,4-4 x 0,4-1,5 mm, saling menimpa, elliptic falcate, pangkal cuneate hingga cordate, ujung acuminate hingga apiculate aristate, tepi daun entire hingga denticulate, permukaan daun licin, berwarna hijau sampai kecoklatan. Daun aksilar 1,3-4,5 x 0,8-2 mm, ovate, pangkal auriculate, ujung acuteminate, saling menimpa, tepi daun entire, permukaan daun berambut halus. Strobilus terminal, padat, tetragenous, panjang 5 cm (Lampiran 7). Habitat di dekat sawah dan perumahan penduduk, ditemukan di tebing pinggir jalan dengan aliran air kecil di bawah tebing dalam jumlah sangat banyak, tepi sungai. Hidup pada ketinggian 250 m-2771 m dpl.

Catatan: Selaginella plana memiliki pola percabangan dikotom berbentuk bulat telur. Nama daerah spesies ini adalah Tapak doro (indonesia).

Selaginella remotifolia Spring

(22)

12

Catatan: Selaginella ini memiliki pola percabangan dikotom berbentuk setengah lingkaran teratur dan rapat. Jenis spesies ini hampir sama dengan S. mayeri.

Selaginella subalpina Spring

Terestrial, merambat. Pola percabangan pseudopinnate dengan banyak (4-5) percabangan dikotom dan mengumpul di ujung percabangan membentuk setengah lingkaran seperti ginjal dan renggang. Batang, terdapat berkas daun disepanjang batang utama, berwarna coklat pucat, licin. Rhizofor aksilar, panjang 6 cm. Daun Lateral berdekatan, hingga oblong triangular, pangkal cordate, ujung mucronate, tepi daun denticulate pada bagian sisi, pertulangan daun terlihat jelas, permukaan daun licin. Daun median saling menimpa, apiculate, pangkal cordate, ujung acuminate, tepi daun ciliolate, permukaan daun licin, berwarna hijau sampai kecoklatan. Daun aksilar 0,5-2,1 x 0,4-1,5 mm, ovate lanceolate, pangkal eksauriculate, ujung acute, saling menimpa, tepi daun denticulate, permukaan daun berambut halus. Strobilus terminal, tunggal, tetragenous, panjang 3 cm (Lampiran 9). Habitat di dekat sungai. Hidup pada ketinggian 1260 m dpl.

Catatan: Selaginella subalpina memiliki pola percabangan dikotom berbentuk ginjal.

Selaginella sp.

Terestrial, menjalar. Pola percabangan pseudopinnate dengan banyak (4-6) percabangan dikotom berbentuk bulat telur. Batang, terdapat berkas daun disepanjang batang utama, berwarna coklat pucat, licin. Rhizofor aksilar, panjang 10 cm. Daun Lateral berdekatan, hingga oblong falcate, pangkal rounded, ujung acuminate, tepi daun ciliate pada bagian sisi, pertulangan daun terlihat jelas, permukaan daun licin, berligula. Daun median saling menimpa, aristate, pangkal cordate, ujung acuminate , tepi daun denticulate, permukaan daun licin, berwarna hijau sampai kecoklatan. Daun aksilar lanceolate, pangkal eksauriculate, ujung acute, saling menimpa, tepi daun denticulate, permukaan daun berambut halus. Strobilus terminal, tunggal, bilateral, panjang 5 cm (Lampiran 10). Habitat di Hutan, tepi jalan setapak, dekat sungai dan persawahan. Hidup pada ketinggian 200-830 m dpl.

(23)

13

Kunci Identifikasi Selaginella di Jawa Tengah

1. a. Tipe pertumbuhan menjalar atau merambat ... 2 b. Tipe pertumbuhan tegak ... 3

2. a. Pola percabangan pseudopinnate sedikit (1-3) cabang ... S. ciliaris b. Pola percabangan pseudopinnate banyak (4-6) cabang ... 4

3. a. Pola percabangan flabellate sedikit (1-3) cabang ... S. plana b. Pola percabangan flabellate banyak (4-6) cabang ... S. involvens 4. a. Tepi daun lateral dentate/ denticulate ... 5

b. Tepi daun lateral ciliolate/ciliate ... 6 b. Bentuk daun lateral ovate triangular/oblong triangular ... S. remotifolia 9. a. Panjang rhizofor 1-8 cm ... S. modica b. Panjang rhizofor 9-16 cm ... Selaginella sp.

SIMPULAN

Di Jawa Tengah terdapat 10 jenis Selaginella, yaitu S. aristata, S. ciliaris, S. involvens, S. modica, S. opaca, S. ornata, S. plana, S. remotifolia, Selaginella sp. dan S. subalpina. Perbedaan yang mencolok antar jenis Selaginella terlihat dari tipe pola percabangan dan perawakannya.

(24)

14

DAFTAR PUSTAKA

Alston AHG. 1935. The Selaginella of the Malay Islands :I. Java and the Lesser Sunda Islands. Bull. Jard. Bot. Buittenzorg serie 3, 13:432-442.

Alston AHG. 1937. The Selaginella of the Malay Islands :II. Sumatera. Bull. Jard. Bot. Buittenzorg serie 3, 14:175-186.

Alston AHG.1940. The Selaginella of the Malay Islands:III. Celebes and the Moluccas. Bull. Jard. Bot. Buittenzorg serie 3, 16:343-350.

Camus JM. 1997. The genus Selaginellae (Selaginellaceae) in Malesia. Di dalam Dransfield J.(ed).Plant Diversity of Malesia 3:59-69. Kew : Royal Botanic Gardens.

Chikmawati T, Setyawan AD, Miftahudin. 2012. Phytochemical composition of Selaginella spp. from Java Island Indonesia. Makara 16 (2) : 129-133. Gayathri V, Asha VV, Subramonian A. 2005. Preliminary Studies on the

immunomodulatory and antioxidant Properties of Selaginella. Indian J Pharmacol 37: 381-385.

Jermy AC. 1990. Selaginellaceae. Di dalam: Kubitzki K, editor. The Families and Genera of Vascular Plants. Vol.1 Pterydophyta and Gymnosperms. Berlin Heidelberg: Springer-Verlag.

Lawrence GHM.1951. Taxonomy of Vascular Plants. New York: Macmillan Co. Rifai MA. 1976. Sendi-Sendi Botani Sistematika. Bogor: Herbarium Bogoriense

LIPI.

Wong KM. 1982. Critical observations on peninsular Malaysian Selaginella. Gard. Bull Straits Settlem. 35:107-135.

Worsdell WC.1910.The rhizophore of Selaginella. New Phytologist 9:242-253. Winter WP, Amoroso VB. 2003. Plant Resources of South-East Asia 15(2).

(25)

15

(26)

16

Lampiran 1. Selaginella aristata Spring. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d) daun lateral, e) daun median, f) daun aksilar, dan g) strobilus.

a) b) c)

d) e) f)

(27)

17

Lampiran 2. Selaginella ciliaris Spring. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d) daun lateral, e) daun median, f) daun aksilar, dan g) strobilus.

a) b) c)

d) e) f)

(28)

18

Lampiran 3. Selaginella involvens Spring. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d) daun lateral, e) daun median, f) daun aksilar, dan g) strobilus

a) b) c)

d) e) f)

(29)

19

Lampiran 4. Selaginella modica v.A.v.R. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d) daun lateral, e) daun median, f) daun aksilar, dan g) strobilus.

a) b) c)

d) e) f)

(30)

20

Lampiran 5. Selaginella opaca Warb. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d) daun lateral, e) daun median, f) daun aksilar, dan g) strobilus.

a) b) c)

d) e) f)

(31)

21

Lampiran 6. Selaginella ornata Hieron. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d), strobilus e) daun lateral, f) daun median, dan g) daun aksilar.

a) b)

c) d)

(32)

22

Lampiran 7. Selaginella plana Hieron. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d), strobilus e), daun lateral, f) daun median, dan g) daun aksilar.

a) b)

c) d)

(33)

23

Lampiran 8. Selaginella remotifolia Spring. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d) strobilus, e) daun lateral, f) daun median, dan g) daun aksilar.

a) b)

c) d)

(34)

24

Lampiran 9. Selaginella subalpina Spring. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d) strobilus, e) daun lateral, f) daun median, dan g) daun aksilar.

a) b)

c) d)

(35)

25

Lampiran 10. Selaginella sp. a) habitus, b) herbarium, c) pola percabangan, d) Strobilus, e) daun lateral, f) daun median, dan g) daun aksilar.

a) b)

c) d)

(e) (f) (g)

(a) (b)

(36)

26

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Sibolga (Sumatera Utara), pada tanggal 05 Juni 1990 dari pasangan Bapak Sapran Panjaitan, SPd dan Ibu Lamria Simanungkalit, Spd. Penulis merupakan putri pertama dari tiga bersaudara. Pendidikan formal ditempuh di SD RK Katolik, Sibolga (1996), SMP Fatima Katolik Sibolga (2003), SMA Katolik Sibolga (2005). Pada tahun 2008 penulis lulus seleksi masuk Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif di organisasi Persekutuan Mahasiswa Kristen IPB di Komisi Pelayanan Siswa sebagai pengajar pendidikan Agama Kristen di SMAN 8 Bogor (2009/2012) (kelas XII). Bulan Juni-Juli 2011 penulis melaksanakan Praktik Lapangan di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Porsea dibawah bimbingan Ibu Ir Agustin Widya Gunawan, MS dengan judul Pengolahan Limbah Cair dengan metode Lumpur Aktif.

Gambar

Gambar 1  Sebaran jenis Selaginella secara horizontal di berbagai daerah di
Gambar 2      Sebaran Selaginella berdasarkan ketinggian tempat. x1) S. ciliaris,
Gambar 3  Pola
Gambar 5   Posisi rizofor pada bagian a) dorsal (S. ornata) dan b) aksilar (S.
+3

Referensi

Dokumen terkait

parvispinus , spesies ini ditemukan pada 17 jenis tanaman sayuran dari 18 inang tanaman yang berbeda, yaitu bawang daun, bayam, cabai, kacang buncis, kacang panjang,

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di tiga area di kawasan Gunung Ungaran dapat disimpulkan bahwa, di Gunung Ungaran area yang memiliki keanekaragaman

Walaupun wilayah dengan kerentanan sangat tinggi mempunyai luasan yang relatif kecil dari total wilayah kajian yang terdiri dari tiga kecamatan, namun lokasi

Spesies ini dengan tubuh berukuran kecil ±7 mm, bentuk silindris memanjang, panjang antena hampir sama dengan panjang tubuh, skapus antena tanpa gigir, pada bagian

Spesies ini dengan tubuh berukuran kecil ±7 mm, bentuk silindris memanjang, panjang antena hampir sama dengan panjang tubuh, skapus antena tanpa gigir, pada bagian

famili Myrtaceae dan dikenal sebagai jambu air. Marga Syzygium umumnya berbunga tipe duduk. Bunga itu tersusun dan terhimpit oleh daun pelindung yang

Walaupun wilayah dengan kerentanan sangat tinggi mempunyai luasan yang relatif kecil dari total wilayah kajian yang terdiri dari tiga kecamatan, namun lokasi

Berdasarkan potensi avitourism, sebanyak sembilan jenis burung endemik Jawa, tiga jenis terindeks daftar merah IUCN dan tiga jenis masuk Apendik II CITES, 10 jenis yang dilindungi