• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji efektifitas akar kayu kuning (Coscinium fenestratum Colebr) sebagai antimalaria pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Uji efektifitas akar kayu kuning (Coscinium fenestratum Colebr) sebagai antimalaria pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1  Siklus hidup Plasmodium (sumber :http://www.cdc.gov)
Gambar 2 . Habitat dan morfologi tanaman kayu kuning
Gambar 3   Garis besar jalannya penelitian
Tabel 1 Hasil ekstraksi akar tanaman kayu kuning
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang didapat dari analisis masing-masing uji menyatakan hal yang sama, yaitu jumlah makrofag yang memfagositosis setelah pemberian dosis II dan III tidak mempunyai

Berdasarkan Tabel 3, hari ke-2 setelah infeksi, pada mencit betina, hanya AR3 yang cenderung memiliki rata-rata persentase neutrofil lebih tinggi dibandingkan kelompok

Pada pengamatan histopatologi, tidak terdapat kerusakan pada organ hati dan limpa mencit akibat pemerian ekstrak etanol kulit akar Ginseng Kuning (Rennellia

Korelasi yang signifikan juga membuktikan bahwa bahan aktif yang terkandung dalam ekstrak akar pandan wangi seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan

Pemberian Pandanus conoideus Lam selama tujuh hari dengan dosis 0,05 ml / hari tidak dapat mencegah penurunan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada mencit Swiss yang

Gambar grafik prosentase di atas terlihat bahwa pada kelompok kontrol terjadi peningkatan prosentase parasitemia yang mencolok dari hari ke-1 sampai hari ke-4, kelompok dosis

Untuk mengetahui potensi dari ketiga fraksi ekstrak kulit buah manggis telah dikategorikan bahwa aktivitas antimalaria in vivo pada mencit paling baik jika pada dosis

pada hari ke-9 setelah infeksi lebih rendah dibandingkan kelompok KN, hal yang sama terjadi pada mencit betina, rata-rata jumlah parasitemia mencit betina ketiga