TON/TAHUN
TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Ujian Sidang Sarjana Teknik Kimia
Oleh :
ANDREW FAGUH SITANGGANG
120425002
DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA EKSTENSI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Ujian Sarjana Teknik Kimia
Oleh :
ANDREW FAGUH SITANGGANG NIM : 120425002
Telah Diperiksa / Disetujui Oleh :
Dosen Pembimbing
Dr. Ir. Iriany, M.Si NIP. 19640613 199003 2 001
Dosen Penguji I Dosen Penguji II Dosen Penguji III
Dr. Ir. Iriany. M.Si Ir. Renita Manurung, MT Dr. Eng. Rondang Tambun, ST. MT NIP. 196406131990032001 NIP : 196812141997022002 NIP : 197206122000121001
Mengetahui,
Kooerdinator Tugas Akhir
Mhd. Hendra S. Ginting, ST. MT NIP : 19700919 199903 1 001
DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan
anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul
“Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Asam Oksalat dari Alang-Alang dengan Metode Peleburan Alkali dengan Kapasitas 3.000 Ton/Tahun”. Tugas Akhir ini dikerjakan sebagai syarat untuk kelulusan dalam sidang sarjana.
Selama mengerjakan Tugas akhir ini penulis begitu banyak mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini perkenankanlah
penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Dr. Ir. Iriany, M.Si sebagai Dosen Pembimbing yang telah membimbing dan
memberikan masukan selama menyelesaikan tugas akhir ini.
2. Bapak Dr. Eng. Irvan, MT selaku Ketua Departemen Teknik Kimia.
3. Ibu Dr. Ir. Fatimah, MT selaku sekretaris Departemen Teknik Kimia
4. Bapak Mhd. Hendra S.Ginting, ST, MT, selaku Koordinator Tugas Akhir.
5. Seluruh Dosen Pengajar dan Pegawai administrasi Departemen Teknik Kimia,
Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ilmu kepada
penulis selama menjalani studi.
6. Orang tua saya Tunggul Michael Sitanggang dan Chairani Perangin-angin, dan
kakak saya Yanuarti Tika Anggreni Sitanggang, Juniarti Angelina
Sitanggang,dan Paskah Aprianti Sitanggang yang selalu mendukung penulis
dalam melaksanakan studi dan dalam proses pengerjaan skripsi ini.
7. Teman-teman angkatan 2011, 2012 dan 2013 Program Ekstensi Teknik Kimia
yang memberikan dukungan dan semangat kepada penulis.
8. Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih terdapat banyak kekurangan
dan ketidaksempurnaan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan
kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan pada penulisan berikutnya.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Medan, Januari 2015
Penulis,
Andrew Faguh Sitanggang
diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Indonesia terhadap kebutuhan asam oksalat dan
ditargetkan dapat mengekspor asam oksalat.
Lokasi pabrik yang direncanakan adalah di daerah Kuala Tanjung, Kabupaten
Batubara, Sumatera Utara dengan luas tanah yang dibutuhkan sebesar 8.774 m2 untuk
wilayah pabrik dan 2.000 m2 untuk perumahan.
Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pabrik sebanyak 141
orang. Bentuk badan usaha yang direncakan adalah Perseroan Terbatas dan bentuk
organisasinya adalah organisasi garis dan staff.
Hasil analisa terhadap aspek ekonomi pabrik asam oksalat ini adalah:
- Modal Inversatasi = Rp 207.641.761.908,92,-
- Biaya Produksi Per Tahun = Rp 234.183.093.755,72,-
- Harga Jual Produk Per tahun = Rp. 377.726.658.964
- Laba Bersih Per Tahun = Rp. 72.127.977.076,30,-
- Profit Margin (PM) = 30,4 %
- Break Even Point (BEP) = 28,5 %
- Return on Investment (ROI) = 34,7 %
- Pay Out Time (POT) = 2,88 tahun
- Return on Network (RON) = 62,9 %
- Internal Rate of Return (IRR) = 45,67 %
Dari hasil analisa aspek ekonomi, maka dapat disimpulkan bahwa pabrik
Hal
KATA PENGANTAR ... i
INTISARI ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... I-1
1.1 Latar Belakang ... I-1
1.2 Perumusan Masalah ... I-2
1.3 Tujuan Pra Rancangan Pabrik ... I-2
1.4 Manfaat Pra Rancangan Pabrik ... I-2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... II-1
2.1 Asam Oksalat ... II-1
2.1.1 Sifat-sifat Asam Oksalat Dihidrat ... II-1
2.1.2 Kegunaan Asam Oksalat ... II-1
2.2 Tanaman Alang- Alang ... II-3
2.3 Sifat – Sifat Bahan Utama ... II-3
2.3.1 Sifat- Sifat Utama ... II-3
2.4 Proses Pembuatan Asam Oksalat ... II-5
25 Deskripsi Proses ... II-12
BAB III NERACA MASSA ... ...III-1
3.1 Gudang Penyimpanan Alang-Alang ... III-1
3.2 Rotary Cutter Knife ... III-1
3.3 Tangki Penyimpan Alang-Alang ... III-1
3.4 Reaktor Kalsium Oksalat ... III-1
3.5 Tangki Pendingin ... III-2
3.6 Vibrating Screen ... III-2
3.7 Rotary Vacuum Filter ... III-3
3.10 Evaporator ... III-4
3.11 Kristalizer ... III-4
3.12 Centrifuge ... III-5
3.13 Ball Mill ... III-6
3.14 Vibrating Screen II ... III-6
BAB IV NERACA PANAS ... IV-1
4.1 Reaktor Kalsium Oksalat ... IV-1
4.2 Tangki Pendingin ... IV-1
4.3 Rotary Vacuum Filter ... IV-2
4.4 Reaktor Asam Oksalat ... IV-2
4.5 Cooler I ... IV-2
4.6 Filter Press ... IV-2
4.7 Evaporator ... IV-3
4.8 Cooler II ... IV-3
4.9 Kristalizer ... IV-3
4.10 Centrifuge ... IV-3
BAB V SPESIFIKASI PERALATAN ... V-1
5.1 Gudang Bahan Baku Alang-Alang (GB-01) ... V-1
5.2 Rotary Cutter Knife (RCK-01) ... V-1
5.3 Tangki Penampung Alang-Alang (TP-01) ... V-1
5.4 Belt Conveyer (BC-01) ... V-2
5.5 Tangki Penampung Ca(OH)2 (TP-02) ... V-2
5.6 Tangki Oksigen (TP-03) ... V-3
5.7 Reaktor Asam Oksalar (R-01) ... V-3
5.8 Screw Conveyer (SC-01) ... V-3
5.9 Bucket Elevator (BE-01) ... V-3
5.10 Tangki Pendingin (TP-04) ... V-4
5.11 Screw Conveyer (SC-02) ... V-4
5.12 Vibrating Screen (VS-01) ... V-4
5.13 Screw Conveyer (SC-03) ... V-5
5.16 Tangki Penampung H2SO4 (TP-05) ... V-6
5.17 Reaktor Asam Oksalat (R-02) ... V-6
5.18 Cooler I (C-01) ... V-7
5.19 Filter Press (FP-01) ... V-7
5.20 Bak Penampung (BP-01) ... V-7
5.21 Pompa (P-01) ... V-8
5.22 Evaporator (EV-01) ... V-8
5.23 Cooler (C-02) ... V-9
5.24 Kristalizer (K-01) ... V-9
5.25 Centrifuge (CF-01) ... V-10
5.26 Bak Penampung (BP-02) ... V-10
5.27 Screw Conveyer (SC-04) ... V-10
5.28 Ball Mill (BM-01) ... V-11
5.29 Vibrating Screen (VS-02) ... V-11
5.30 Bak Penampung (BP-02) ... V-11
5.31 Screw Conveyer (SC-05) ... V-11
5.31 Gudang Penyimpan Produk(GB-02) ... V-12
BAB VI INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA ... VI-1
6.1 Instrumentasi ... VI-1
6.2 Keselamatan Kerja ... VI-3
BAB VII UTILITAS ... VII-1
7.1 Unit Penyedia Uap (Steam) ... VII-1
7.2 Unit Penyedia Air ... VII-5
7.3 Kebutuhan Bahan Kimia untuk Utilitas ... VII-14
7.4 Unit Penyedia Listrik ... VII-14
7.5 Unit Penyedia Bahan Bakar ... VII-12
7.6 Unit Pengolahan Limbah ... VII-18
7.7 Spesifikasi Peralatan Utilitas ... VII-22
BAB VIII LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK ... VIII-1
BAB IX ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN ... IX-1
9.1 Organisasi Perusahaan ... IX-1
9.1.1 Bentuk Organisasi Garis ... IX-2
9.1.2 Bentuk Organisasi Fungsional ... IX-2
9.1.3 Bentuk Organisasi Garis dan Staf ... IX-3
9.1.4 Bentuk Oraganisasi Fungsional dan Staf ... IX-3
9.2 Bentuk Perusahaan ... IX-4
9.3 Uraian, Tugas, Wewenang, dan Tanggung Jawab ... IX-4
9.3.1 Rapat Umum Pemegang Saham ... IX-4
9.3.2 Pemegang Saham ... IX-5
9.3.3 Dewan Komisaris ... IX-5
9.3.4 Dewan Direksi ... IX-5
9.3.5 Pembagian Devisi dan Tugasnya ... IX-6
9.4 Status Karyawan dan Upah ... IX-9
9.5 Jadwal Kerja Karyawan ... IX-9
9.6 Jaminan Sosial dan Kesejahteraan Karyawan ... IX-11
9.7 Sistem Pengajian ... IX-14
9.8 Fasilitas Tenaga Kerja ... IX-15
BAB X ANALISA EKONOMI ... X-1
10.1 Modal Investasi ... X-1
10.1.1 Modal Investasi Tetap/Fixed Capital Investment (FCI) X-1
10.1.2 Modal Kerja/Working Capital (WC) ... X-3
10.2 Biaya Produksi Total (BPT)/Total Cost (TC) ... X-4
10.2.1 Biaya Tetap/Fixed Cost (FC) ... X-4
10.2.2 Biaya Variabel/Variable Cost (VC) ... X-4
10.3 Perkiraan Rugi/Laba Usalah ... X-5
10.4 Analisa Aspek Ekonomi ... X-5
10.4.1 Profit Margin (PM) ... X-5
10.4.2 Break Even Point (BEP) ... X-5
10.4.3 Return on Investment (ROI) ... X-6
10.4.6 Internal Rate of Return ... X-7
BAB XI KESIMPULAN ... XI-1
DAFTAR PUSTAKA ... xii
Hal
Tabel 1.1 Impor Asam Oksalat di Indonesia ... I-2
Tabel 2.1 Perbedaan Keuntungan dan Kerugian pada Berbagai Proses Sintesa
Asam Oksalat... II-12
Tabel 3.1 Gudang Penyimpan Alang-Alang... III-1
Tabel 3.2 Rotary Cutter Knife ... III-1
Tabel 3.3 Tangki Penyimpan Alang-Alang ... III-1
Tabel 3.4 Reaktor Kalsium Oksalat ... III-1
Tabel 3.5 Tangki Pendingin... III-2
Tabel 3.6 Vibrating Screen ... III-2
Tabel 3.7 Rotary Vacuum Filter ... III-3
Tabel 3.8 Reaktor Asam Oksalat ... III-3
Tabel 3.9 Filter Press ... III-4
Tabel 3.10 Evaporator ... III-4
Tabel 3.11 Kristalizer ... III-4
Tabel 3.12 Centrifuge ... III-5
Tabel 3.13 Ball Mill... III-5
Tabel 3.11 Vibrating Screen II ... III-5
Tabel 4.1 Reaktor Kalsium Oksalat ... IV-1
Tabel 4.2 Tangki Pendigin... IV-1
Tabel 4.3 Rotary Vacuum Filter ... IV-2
Tabel 4.4 Reaktor Asam Oksalat ... IV-2
Tabel 4.5 Cooler I ... IV-2
Tabel 4.6 Filter Press ... IV-3
Tabel 4.7 Evaporator ... IV-3
Tabel 4.8 Cooler II... IV-3
Tabel 4.9 Kristalizer ... IV-3
Tabel 4.10 Centrifuge ... IV-3
Tabel 6.1 Alat Instrument yang digunakan ... VI-6
Tabel 7.2 Kebutuhan Air Pendigin pada Peralatan Proses ... VII-6
Tabel 7.3 Kebutuhan Air Proses ... VII-7
Tabel 7.4 Karakteristik Air Sungai ... VII-8
Tabel 7.5 Kebutuhan Bahan Kimia Untuk Utilitas ... VII-14
Tabel 7.6 Kebutuhan Tenaga Listrik Proses ... VII-15
Tabel 7.7 Kebutuhan Tenaga Listrik Utilitas ... VII-16
Tabel 7.8 Analog Perhitungan Pompa Utilitas ... VII-23
Tabel 8.1 Luas Lokasi Pabrik Asam Oksalat ... VIII-6
Tabel 8.2 Tata Letak Pabrik Asam Oksalat ... VIII-7
Tabel 9.1 Jadwal Kerja Karyawan Pabrik Asam Oksalat ... IX-10
Tabel 9.2 Jumlah Karyawan Pabrik Asam Oksalat ... IX-12
Tabel 9.3 Sistem Pengajian ... IX-14
Tabel LA.1 Daftar Nilai Berat Molekul ... LA-1
Tabel LA.2 Komposisi Alang-alang ... LA-1
Tabel LA.3 Gudang Penyimpan Alang-alang ... LA-2
Tabel LA.4 Rotary Cutter Knife ... LA-2
Tabel LA.5 Tangki Penampung alang-Alang ... LA-2
Tabel LA.6 Reaktor Asam Oksalat ... LA-5
Tabel LA.7 Tangki Pendingin... LA-5
Tabel LA.8 Vibrating Screen ... LA-8
Tabel LA.9 Rotary Vacuum Filter ... LA-10
Tabel LA.10 Reaktor Asam Oksalat ... LA-14
Tabel LA.11 Filter Press ... LA-16
Tabel LA.12 Evaporator ... LA-18
Tabel LA.13 Kristalizer ... LA-20
Tabel LA.14 Centrifuge ... LA-22
Tabel LA.15 Ball Mill... LA-25
Tabel LA.16 Vibrating Screen II ... LA-28
Tabel LB.1 Reaktor Kalsium Oksalat ... LB-9
Tabel LB.2 Tangki Pendigin... LB-12
Tabel LB.5 Cooler I ... LB-23
Tabel LB.6 Filter Press ... LB-25
Tabel LB.7 Evporator ... LB-27
Tabel LB.8 Cooler II... LB-28
Tabel LB.9 Kristalizer ... LB-30
Tabel LB.10 Centrifuge ... LB-31
Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Bangunan ... LE-2
Tabel LE.2 Penafsiran Indeks Harga dengan Least Square ... LE-3
Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses ... LE-5
Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas ... LE-6
Tabel LE.5 Biaya Sarana Transportasi ... LE-8
Tabel LE.6 Perincian Gaji Pegawai... LE-11
Tabel LE.7 Perincian Biaya Kas selama 3 bulan ... LE-13
Tabel LE.8 Perincian Modal Kerja ... LE-14
Tabel LE.9 Perhitungan Biaya Depresiasi... LE-15
Tabel LE.10 Data Perhitungan BEP ... LE-22
Hal
Gambar 2.1 Alang-Alang ... II-2
Gambar 2.2 Proses Oksidasi Glukosa dengan Asam Nitrat ... II-6
Gambar 2.3 Proses Oksidasi Etilen Glikol dengan Asam Nitrat ... II-7
Gambar 2.5 Proses Oksidasi Propilen Glikol ... II-9
Gambar 2.6 Proses Peleburan Alkali ... II-10
Gambar 2.7 Proses Fermentasi Glukosa... II-11
Gambar 7.1 Unit Penyedia Listrik Pabrik Asam Oksalat ... VII-14
Gambar 8.1 Lokasi Pabrik Asam Oksalat ... VIII-4
Gambar 8.2 Tata letak Pra Rncangan Pabrik Pembuatan Asam Oksalat ... VIII-7
Gambar 9.1 Struktur Organisasi Pabrik Asm Oksalat ... IX-16
Hal
LAMPIRAN A PERHITUNGAN NERACA PANAS ... LA-1
LAMPIRAN B PERHITUNGAN NERACA PANAS ... LB-1
LAMPIRAN C PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN ... LC-1
LAMPIRAN D PERHITUNGAN SPESIFIKASI ALAT UTILITAS ... LD-1
diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Indonesia terhadap kebutuhan asam oksalat dan
ditargetkan dapat mengekspor asam oksalat.
Lokasi pabrik yang direncanakan adalah di daerah Kuala Tanjung, Kabupaten
Batubara, Sumatera Utara dengan luas tanah yang dibutuhkan sebesar 8.774 m2 untuk
wilayah pabrik dan 2.000 m2 untuk perumahan.
Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pabrik sebanyak 141
orang. Bentuk badan usaha yang direncakan adalah Perseroan Terbatas dan bentuk
organisasinya adalah organisasi garis dan staff.
Hasil analisa terhadap aspek ekonomi pabrik asam oksalat ini adalah:
- Modal Inversatasi = Rp 207.641.761.908,92,-
- Biaya Produksi Per Tahun = Rp 234.183.093.755,72,-
- Harga Jual Produk Per tahun = Rp. 377.726.658.964
- Laba Bersih Per Tahun = Rp. 72.127.977.076,30,-
- Profit Margin (PM) = 30,4 %
- Break Even Point (BEP) = 28,5 %
- Return on Investment (ROI) = 34,7 %
- Pay Out Time (POT) = 2,88 tahun
- Return on Network (RON) = 62,9 %
- Internal Rate of Return (IRR) = 45,67 %
Dari hasil analisa aspek ekonomi, maka dapat disimpulkan bahwa pabrik
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Semakin meningkatnya perkembangan industri yang diikuti dengan
pertumbuhan ekonomi menuntut dibutuhkannya bahan-bahan kimia yang beraneka
ragam dalam jumlah yang cukup besar. Namun Indonesia saat ini masih bergantung
akan produksi luar negeri, dengan lebih banyak mengimpor bahan-bahan kimia
tersebut. Dilihat dari beraneka ragamnya sumber daya alam di Indonesia, harusnya
Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam yang ada secara maksimal yang
diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi angka
pengangguran di Indonesia.
Adapun bentuk pemanfaatan sumber daya alam yaitu dengan pemanfaatan
tanaman alang-alang yang ketersedianya cukup melimpah dan kurang begitu
termanfaatkan dengan luas wilayah 16.000 juta hektar di Indonesia, dimana 4.363,72
hektar terletak di asahan. Alang –alang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku
pembuatan asam oksalat.
Asam oksalat,”Ethanedioic Acid” merupakan salah satu anggota dari asam
karboksilat yang mempunyai rumus molekul C2H2O4. Asam oksalat tidak berbau,
higroskopis, berwarna putih sampai tidak berwarna dan mempunyai berat molekul
90,04 gr/mol. Secara komersial asam oksalat dikenal dalam bentuk padatan dihidrat
yang mempunyai rumus molekul C2H2O4.2H2O dan berat molekulnya 126,07 gr/mol.
Asam oksalat digunakan dalam berbagai bidang industri, seperti manufaktur tekstil
dan pengolahan permukaan logam, penyamakan kulit, produksi kobalt dan
pemisahan dan pemulihan unsur tanah. Sejumlah besar asam oksalat juga dikonsumsi
dalam produksi agrokimia, farmasi dan turunan kimia lainnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Indonesia masih mengimpor
asam oksalat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri seperti ditunjukkan ditabel
1.1. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, perlu didirikan pabrik asam oksalat
dengan kapasitas yang memadai. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan data
Tabel 1.1. Impor Asam Oksalat di Indonesia
Tahun Impor (ton)
2009 1183.856
2010 1498.327
2011 1312.355
2012 1438.517
2013 1469.626
(Sumber : Badan Pusat Statistik 2014)
.Kebutuhan Asam Oksalat dunia pada tahun 2009 adalah 450.000 ton, dimana
sebanyak 300.000 ton asam oksalat dihasilkan di China pada tahun yang sama.
1.2. Perumusan Masalah
Kebutuhan asam oksalat di Indonesia belum dapat terpenuhi, dan di
Indonesia belum berdiri pabrik yang memproduksi asam okslat, sehingga untuk
menanggulangi kebutuhan asam oksalat di dalam negeri dan dapat diekspor keluar
negeri maka pabrik pembuatan asam oksalat perlu untuk didirikan.
1.3. Tujuan Pra Perancangan Pabrik
Tujuan pra perancangan pabrik pembuatan asam oksalat dari alang-alang ini
adalah mengaplikasikan disiplin ilmu teknik kimia yang meliputi neraca massa,
neraca energi, perancangan peralatan, operasi teknik kimia, utilitas, dan bidang ilmu
teknik kimia lainnya serta mengetahui aspek ekonomi dalam pembiayaan pabrik.
1.4. Manfaat Pra Rancangan Pabrik
Manfaat pra rancangan pabrik pembuatan asam okaslat adalah memberikan
informasi mengenai pabrik asam oksalat sebagai tolak ukur sehingga dapat dijadikan
referensi untuk pendirian suatu pabrik asam oksalat. Pra rancangan pabrik ini juga
memberikan manfaat bagi perguruan tinggi sebagai suatu karya ilmiah yang dapat
dipergunakan sebagai bahan acuan, masukan dalam perkembangan studi di kalangan
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Asam Oksalat
Asam oksalat disintesis untuk pertama kali pada tahun 1776 oleh Scheele
melalui oksidasi gula dengan asam nitrat. Kemudian oleh Wohler disintesis dengan
hidrolisis sianogen pada tahun 1824. Asam oksalat digunakan dalam berbagai bidang
industri, seperti manufaktur tekstil dan pengolahan permukaan logam, penyamakan
kulit dan produksi kobalt. Sejumlah besar asam oksalat juga dikonsumsi dalam
produksi agrokimia, farmasi dan turunan kimia lainnya (Kirk Othmer, 2007).
Pada tahun 1829, Gay Lussac menemukan bahwa asam oksalat dapat
diproduksi dengan cara meleburkan serbuk gergaji dalam larutan alkali. Asam
oksalat merupakan turunan dari asam karboksilat yang mengandung 2 gugus
karboksil yang terletak pada ujun-ujung rantai karbon yang lurus yang mempunyai
rumus molekul C2H2O4 tidak berbau, higroskopis, berwarna putih sampai tidak
berwarna dan mempunyai berat molekul 90 gr/mol (Kirk Othmer, 2007).
2.1.1 Sifat-sifat Asam Oksalat Dihidrat
Asam oksalat dihidrat (C2H2O4.2H2O)
Berwarna putih, berbentuk kristal dan tidak berbau
Melting point : 101,5 oC
Densitas : 1,653 gr/cm3
∆Hf (18 OC) : -1422 kJ/mol
Berat molekul : 126 gr/mol
pH : 1 (10 g/l H2O, 20oC)
Tidak berbau
Hidroskopis
2.1.2 Kegunaan Asam Oksalat
Asam oksalat merupakan salah satu bahan baku yang dibutuhkan pada
industri sebagai berikut :
Sebagai bahan pembuatan zat warna
Sebagai bahan analisa laboratorium
Sebagai bahan dalam industri lilin
Sebagai bahan kimia dalam fotografi.
2.2 Tanaman Alang-alang
Alang-alang atau Imperata Cylindrica adalah tanaman liar dan merupakan
tanaman pengganggu pertanian yang merisaukan karena sifatnya yang mudah dan
cepat berkembang biak, di berbagai tempat terlebih di tempat yang tanahnya subur
dapat mencapai ketinggian 1,0 – 2,0 meter.
Gambar 2.1. Alang alang
Klasifikasi tanaman alang-alang adalah sebagai berikut :
Kerajaan : Plantae
Divisi : Liliopsida
Kelas : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Imperata
Species : Imperata Cylindrica
Di beberapa daerah di Indonesia alang-alang dikenal dengan nama ilalang.
Alang-alang merupakan tumbuhan menahun dan tumbuh liar di lahan terbuka atau
sedikit terlindung, seperti ladang atau perkebunan. Alang-alang banyak terdapat di
pulau Jawa dengan ketinggian tempat tumbuh dari 0-2700 mdpl (Djauhariya dan
Hernani, 2009). Alang-alang dapat mempengaruhi tanaman kultivasi lain karena
korelasi positif dengan pertumbuhan alang-alang (Santoso, 1990).
2.3 Sifat-sifat Bahan Utama
2.3.1 Sifat Bahan Utama
A. Alang-alang
Komposisi Alang-alang :
Abu : 5,42 %
Silika : 3,6 %
Lignin : 18,12 %
Pentosan : 28,58 %
Alfa Selulosa : 44,28%
B. Ca(OH)2 (Kalsium Hidrosida)
Dalam proses bereaksi dengan selulosa membentuk calcium oksalat.
Sifat Fisika :
Putih berbentuk kristal
Berat molekul : 74,1 gr/mol
Spesifik Gravity : 2.130 pada 70 oF(21,1 oC)
Density : 2.126 gr/cm3
Sifat Kimia :
Higroskopis
Kelarutan : Air dingin (10 oC) 17,6/ gr/l
C. Asam Sulfat (H2SO4)
Bereaksi dengan kalsium oksalat membentuk asam oksalat (C2H2O4.2H2O)
Sifat Fisika
Berupa cairan kental tidak berwarna/jernih
Berat Molekul : 98,08 g/mol
Spesifik Gravity : 1,839 pada 14,5 oC
Melting Point : 10,49 oC
Korosif
Termasuk asam kuat
Dapat bereaksi dengan berbagai macam campuran organik untuk produksi yang berguna
Dapat melarutkan logam
Merupakan pengoksidasi kuat
Bersifat higroskopis
D. CaSO4.H2O
Merupakan limbah hasil reaksi pembentukan asam oksalat pada reaktor asam
oksalat.
Sifat Fisika
Berat Molekul : 171,1798 g/mol
Spesifik Gravity : 2,32
Kelarutan : 0,92 pada 100 g H2O (15 oC)
Sifat Kimia
Keras, berupa serbuk putih pada waktu kering, berbentuk paste putih ketika tercampur air.
E. CaC2O4 (Kalsium oksalat )
Merupakan hasil reaksi intermediet dari keseluruhan proses untuk
mengikat (C2O4)2- dari reaksi pembentukan kalsium oksalat pada reaktor
kalsium oksalat, setelah C5H10O5 direaksikan dengan Ca(OH)2
Sifat Fisika
Berat Molekul : 176,18
Spesifik Gravity : 1,55 pada 20 oC
Kelarutan : 5 pada 5 oC
: 45,5 pada 80 oC
Boiling Point : 1200 30
Sifat Kimia
Asam Oksalat dapat disintesis dengan beberapa metode yaitu :
1. Oksidasi Karbohidrat
Cara ini ditemukan oleh “Scheele” pada tahun 1776. Asam oksalat diproduksi dengan mengoksidasi karbohidrat seperti glukosa, sukrosa, starch,
dextrin dan selulosa dengan menggunakan asam nitrat. Biasanya untuk proses
ini bahan yang digunakan adalah bahan yang banyak mengandung karbohidat,
misalnya tepung. Dimana tepung yang digunakan biasanya adalah tepung
jagung, tepung gandum, tepung ubi jalar atau tepung yang lainnya dan bisa juga
menggunakan gula atau mollases. Ketika digunakan bahan baku seperti
selulosa maka harus dihidrolisa terlebih dahulu dengan asam sulfat, sehingga
menjadi monosakarida. Glukosa ini kemudian dioksidasi dengan asam nitrat
pada temperatur 63-85oC dengan katalis vanadium pentoksida (Kirk Othmer,
2007).
Reaksi :
5C6H12O6 + 30HNO3 15C2H2O4 + 3NO + 9N2O + 9NO2 + 30H2O
Glukosa Asam Nitrat As.Oksalat N.oksida Nitro oksida Nitrit Air
Produksi asam oksalat dengan oksidasi karbohidrat masih dapat
dikembangkan karena banyaknya bahan baku seperti limbah pertanian
(Kirk-Othmer, 2007).
Dalam pembuatan asam oksalat dengan proses ini bahan dasarnya
mengandung 60 % larutan glukosa. Temperatur pada proses ini perlu dikontrol
dan dijaga. Untuk menghindari terjadinya oksidasi asam oksalat menjadi
karbondioksida, maka ditanggulangi dengan penambahan asam sulfat.
Kemurnian produk akhir adalah 99 % dengan konversi asam oksalat pada proses
ini adalah 63 – 65 %. Prosesnya dapat dilakukan secara batch maupun kontinyu
Proses Hidrolisa
Proses Oksidasi Glukosa Proses Pemisahan
Mother Liquor dari asam oksalat Proses
Evaporasi
Proses Pelarutan kembali kristal Asam
Oksalat
Proses Pemisahan Mother liquor yang terikut dari kristal asam
oksalat
Proses Penkristalan kembali asam
oksalat
Asam Oksalat mother liquor Recycle mother
liquor
Kristal asam oksalat
Mother
Liquor Asam Oksalat mother liquor
Produk asam oksalat 99 %
Gambar 2.3. Proses Oksidasi Glukosa dengan Asam Nitrat
2. Proses Etilen Glikol
Dalam proses ini etilen glikol dioksidasi dalam campuran 30-40 % asam
sulfat dan asam nitrat 20-25 % dengan 0,001-0,1 % vanadium pentoksida pada
suhu 50-70oC untuk menghasilkan asam oksalat lebih dari 93 % (Kirk
Othmer, 2007).
Proses ini telah dikembangkan di Jepang oleh Mitsubishi Gas Chemical
yang memproduksi 12.000 Ton/tahun asam oksalat. Etilen Glikol teroksidasi
dengan konsentrasi 60 % asam nitrat pada 0,3 MPa (43,5 psi), 80oC dengan
oksigen. Inisiator seperti NaNO2 dapat membantu menghasilkan oksida
nitrogen dan promotor seperti senyawa vanadium atau asam sulfat yang
digunakan untuk mempercepat reaksi oksidasi. Yield asam oksalat yang
(CH2OH)2 + 4NO2 (COOH)2 + 4NO + mother liquor dari Asam
Oksalat
Proses Penkristalan
Asam Oksalat Proses Oksidasi Etilen
Glikol
Proses Absorber
Proses Pelarutan kembali kristal Asam
Oksalat
Proses Pemisahan Mother liquor yang terikut dari kristal Asam
Oksalat
Recycle mother liquor
Kristal Asam Oksalat
Mother Liquor
Kristal As. Oksalat
Produk Asam Oksalat 99 %
Pembuatan asam oksalat dengan oksidasi propylene, menggunakan gas
bersih dari stok umpan pada operasi cracking minyak bumi. Pada proses
propilen, propilen dioksidasi oleh asam nitrat melalui 2 tahap: Tahap pertama
propilen direaksikan dengan NO2 cair untuk menghasilkan produk antara
berupa asam α-nitrotolactid yang selanjutnya dioksidasi pada temperatur tinggi untuk menghasilkan asam oksalat (Kirk Othmer, 2007).
Rhone-Poulenc (Prancis) mengembangkan sebuah versi modifikasi dari
proses pembuatan asam oksalat atau asam laktat, atau keduanya dari propilen.
Pada tahun 1978, 65.000 ton/tahun asam oksalat diproduksi di seluruh dunia
dengan proses ini, Pada 1990-an proses ini dioperasikan hanya oleh
Rhone-Poulenc (Kirk Othmer, 2007).
Reaksi oksidasi Rhone-Poulenc seperti persamaan reaksi berikut:
CH3CH=CH2 + 3HNO3 CH3CHCOOH + 2NO + 2H2O
CH3CHCOOH + 5/2 O2 (COOH)2 + CO2 + HNO3 + H2O
Pada langkah pertama, propylene dicampurkan pada 10-40oC dengan
asam nitrat, konsentrasi dijaga pada 50-75 w% dan perbandingan rasio molar
untuk propilena 0,01-0,5 hingga terkonversi menjadi asam α-nitratolactic dan asam laktat. Pada tahap kedua asam α-nitratolactic teroksidasi oleh oksigen dengan adanya katalis pada 45-100oC untuk menghasilkan asam oksalat
dihidrat. Secara keseluruhan dengan konsentrasi propylene lebih besar dari
90% untuk menghasilkan konversi propylene 77,5% (Kirk Othmer, 2007). ONO2
Propilen As.Nitrat α-nitrolactid N.oksida
ONO2
Proses Kondensasi
Proses oksidasi kedua Proses
Oksidasi Pertama
Proses Kristalisasa
Proses Penyaringan H2SO4 dari asam oksalat
Proses Pengeringan Asam Sulfat
Asam Oksalat
Air Asam Oksalat Alfa Nitrolactic
Acid
Propylene 100 % Liquid NO2
Gambar 2.5. Proses Oksidasi Propilen Glikol
4. Proses Dialkil Oksalat
Asam oksalat dihasilkan dengan hidrolisis diester asam oksalat dengan gas
CO dengan produk samping alkohol. Pada tahun 1978 UBE Industries (Jepang)
mengkomersialisasikan proses dua-langkah ini (Kirk Othmer, 2007).
Sintesis pertama yang dilaporkan dengan menggunakan contoh PdCl2-CuCl2
dalam system redoks dengan persamaan reaksi berikut :
2CO + 2 ROH + PdCl2 (COOR)2 + 2HCl + Pd0
Karbon D Alkohol Pd.Klorida Dialkil Oksalat As.Klorida
Paladium
Pd0 + 2CuCl2 PdCl2 + Cu2Cl2
Paladium Cu,Klorida Pd.Kloridda Cu(II) klorida
Cu2Cl2 + 2HCl + ½ O2 2 Cu2Cl2 + H2O
Cu(II) klorida As.Klorida Oksigen Cu(II) klorida Air
Dialkil Oksalat Air As.Oksalat Alkohol
5. Proses Peleburan Alkali
Pembuatan asam oksalat dengan proses peleburan alkali menggunakan
bahan baku yang mengandung selulosa tinggi seperti serbuk gergaji, sekam,
tongkol jagung, dan lain-lain. Bahan ini dilebur dengan calcium hidroksida pada
suhu 240 – 285ºC.
Produk ini kemudian direaksikan dengan asam sulfat untuk membentuk asam
oksalat.
Reaksi-reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
(C6H10O5)n + 3n Ca(OH)2 + 6,5n O2
Selulosa Ca.Hidroksida Oksigen
CaC2O4 + nCa(CH3COO)2 + n(HCOOCa)+9H2O+4CO2
Ca.Oksalat Ca.Asetat Ca. Formiat Air K dioksida
CaC2O4 + H2SO4 (COOH)2 + CaSO4
Ca.Oksalat Asam Sulfat As.Oksalat Ca.Sulfat
Konversi yang diperoleh dari proses ini kurang dari 45 % dengan kemurnian
produk sebesar 60 % (Isti Azra, dkk., 2011).
Gambar 2.6. Proses Peleburan Alkali
6. Fermentasi Glukosa
Asam oksalat dapat dihasilkan dengan menggunakan proses fermentasi gula
dengan menggunakan jamur (seperti Aspergillum atau Penicillium) sebagai Bahan Baku Proses Pemasakan
dengan NaOH
Proses
Pendinginan Proses Penyaringan
Proses Pengkristalan
Kristal Asam Oksalat CaCl2
dihilangkan warnanya. Setelah itu, produk dinaikkan konsentrasinya dengan
evaporator dan hasilnya dikristalkan. Kemudian dilakukan pengeringan untuk
memisahkan produk dengan airnya. Hasil dari asam oksalat tergantung dari
nutrient (nitrogen) yang ditambahkan.
Persiapan
gypsum dari asam oksalat
Gambar 2.7. Proses Fermentasi Glukosa
7. Metode Baru
Banyak upaya telah dilakukan untuk mensintesis asam oksalat dengan
reduksi elektrokimia karbon dioksida baik dengan elektrolit cair maupun tidak
cair, misalnya, asam oksalat dibuat dari CO2 sebagai garam Zn yang dalam sel
terbagi atas Zn anoda dan katoda stainless steel di asetonitril yang mengandung
Tabel 2.1 Perbedaan Keuntungan dan Kerugian pada Berbagai Proses Sintesa Asam
Oksalat
Metode Keuntungan Kerugian
1. Oksidasi Karbohidrat
Dihasilkan asam oksalat dalam jumlah besar (yield 63-65 %).
Bahan bakunya mahal seperti tepung tapioka, tepung jagung dan lain-lain.
Diperlukan katalis tertentu yaitu V2O5/Fe3+.
2. Etilen Glikol Dihasilkan asam oksalat dalam jumlah besar (yield > 90 %).
Menggunakan bahan
baku yang mahal, yaitu etilen glikol.
3. Proses Propilen Dihasilkan asam oksalat dalam jumlah besar (yield 75 %).
Menggunakan proses yang cukup sulit.
4. Proses Dialkil Oksalat
Menggunakan proses yang kompleks. 5. Proses
Peleburan Alkali
Bahan yang digunakan tersedia dalam jumlah yang cukup banyak, seperti sabut kelapa, serbuk gergaji, sekam padi, dll.
Proses yang digunakan cukup sederhana yaitu hanya dengan
penambahan Ca(OH)2
dan H2SO4.
Asam oksalat yang dihasilkan tidak terlalu besar (yield < 45 %).
6. Fermentasi Glukosa
Bahan utama yang berasal dari karbohidrat mudah didapat.
Prosesnya yang cukup panjang yaitu gula difermentasikan terlebih dahulu dengan menggunakan jamur aspergillus atau penicillium. 7. Metode Baru Efisiensi proses yang
sangat tinggi (>90%).
Prosesnya memerlukan biaya yang cukup mahal dan diperlukan penelitian lebih lanjut.
proses peleburan alkali. Dengan alasan bahan yang digunakan tersedia dalam jumlah
yang cukup banyak, seperti sabut kelapa, serbuk gergaji, sekam padi, disamping itu
proses yang digunakan cukup sederhana yaitu hanya dengan penambahan Ca(OH)2,
dan H2SO4 .
Dalam pembuatan asam oksalat dihidrat dengan proses peleburan alkali ini,
terdiri dari beberapa tahap yaitu :
1. Proses Pembentukan Natrium Oksalat (Peleburan Alkali)
Alang-alang yang mengandung selulosa tinggi dan larutan Ca(OH)2 dengan
konsentrasi 50% dengan perbandingan 1:1,5 dialirkan ke dalam reaktor dimana
operasi berlangsung pada suhu 98oC. Didalam reaktor terjadi reaksi antara
alang-alang dan larutan Ca(OH)2 Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
(C6H10O5)n + 3n Ca(OH)2 + 6,5n O2
Selulosa Ca.Hidroksida Oksigen
CaC2O4 + nCa(CH3COO)2 + n(HCOOCa)+9H2O+4CO2
Ca.Oksalat Ca.Asetat Ca. Formiat Air K dioksida
2. Proses Pemisahan I
Sebelum masuk pada proses pemisahan, bahan yang keluar dari reaktor terlebih
didinginkan. Pada proses pemisahan ini bertujuan untuk memisahkan filtrat yang
mengandung kalsium oksalat.
3. Proses Pengasaman
Setelah hasilnya masuk pada tahap pengasaman dengan menggunakan asam
sulfat. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
CaC2O4 + H2SO4 C2H2O4 + CaSO4
Ca.Oksalat Asam Sulfat As.Oksalat Ca.Sulfat
4. Proses Pemisahan II
Asam oksalat dan kalsium sulfat dipisahkan hingga memperoleh asam oksalat
Pada proses evaporasi ini filtrat yang berupa asam oksalat dipekatkan
kemudian dialirkan menuju tahap kristalizer.
6. Proses Kristalizer
Asam oksalat dari evaporator dialirkan menuju kristalizer untuk didinginkan
sampai 30oC hingga terbentuknya kristal dihidrat. Kemudian asam oksalat dialirkan
menuju proses pemisahan.
7. Proses Pemisahan III
Pada tahap ini bertujuan memisahkan kristal dari mother liquornya (yang
berupa asam oksalat yang tidak mengkristal, H2O dan impurities
TK-01
5 1
Unit Asam Asetat
SC
NO SIMBOL KETERANGAN
8 7 6
WATER PROCESS STEAM COOLING WATER TOWER
K-01
SC-01 SC-02 VS-01
RV-01 BE-01
UTILITAS
25 CF-01 Centrifuge 1 23 C-02 Cooler 1 22 EV-01 Evaporapor 1 21 P-01 Pompa 1 20 BP-01 Bak Penampung 1
1 12 11 11
18 C-01 Cooler 1 19 FP-01 Ftlter Prees 1
1 12 11 11
16 TP-03 Tangki Penampung H2SO4 1 17 R-02 Reaktor Asam Oksalat 1 15 BE-02 Bucket Elevator 1 14 RVF-01 Rotary Vacuum Filter 1 13 SC-03 Screw Conveyor 1 12 VS-01 Vibrating Screen 1 11 SC-02 Screw Conveyor 1 10 TP-01 Tangki Pendingin 1 9 BC-01 Bucket Conveyor 1 8 SC-01 Screw Conveyor 1 7 R-01 Reaktor Kalsium Oksalat 1 6 TK-02 Tangki Penampung Oksigen 1 5 TK-01 Tangki Penampung Ca(OH)2 50% 1 4 BC-01 Belt Conveyor 1 3 BP-01 Tangki Penampung Alang-alang 1 2 RC-01 Rotary Cutter Knife 1 30 BP-03 Bak Penampung 1 29 VS-02 Vibrating Screen 1 28 BM-01 Ball Mill 1 27 SC-04 Screw Conveyor 1
1 G-01 Gudang Bahan Baku 1
No KODE KETERANGAN JUMLAH
26 BP-02 Bak Penampung 1 24 K-01 Kristalizer 1
SC-03
32 G-02 Gudang Produk 1 31 SC-05 Screw Conveyor 1
TEKANAN (Atm)
FC
Skala : Tanpa Skala
Nama : Andrew Faguh Sitanggang NIM : 120425002
Nama : Dr. Ir. Iriany, MSi NIP : 19640613 199003 2 001 Diperiksa / Disetujui
Digambar
Tanggal Tanda Tangan
DIAGRAM ALIR PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI ALANG-ALANG DENGAN METODE PELEBURAN ALKALI DENGAN
KAPASITAS 3.000 TON/TAHUN PROGRAM STUDI EKSTENSI TEKNIK KIMIA
DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
3301
Komponen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Selulosa 1055,815 1055,815 1055,815 1055,815
Abu 129,235 129,235 129,235 129,235
Silika 85,839 85,839 85,839 85,839
Lignin 432,054 432,054 432,054 432,054
Pentosan 681,463 681,463 681,463 681,463
Ca(OH)2 1788,305 1064,876 1064,876 1064,876 1064,8761058,902 5,974 1058,902 1057,880 1,022
O2 677,807
CaC2O4 417,112 417,112 417,112 417,112 417,112 414,772 2,340 414,772 414,772
Ca(CH3COO)2 514,873 514,873 514,873 514,873 514,873 512,533 2,340 512,533 512,038 0,495
Ca(HCOO)2 423,630 423,630 423,630 423,630 423,630 420,741 2,888 420,741 420,335 0,406
H2O 1788,305 2316,2132316,213 2316,213 2316,213 2316,2132303,219 12,993 2303,219103,693 2404,688 2,224 1956,290 1959,0121959,0121955,260 3,752 1955,2601955,2601663,199 292,060292,060 185,091 5,094 179,997 5,094 5,145 0,051 5,094
CO2 573,529
Humus 1328,5911328,591 1328,591 1328,591 1328,591 1328,591
C2H2O4 291,637 291,637 291,078 0,559 291,078 291,078 291,078291,078 23,655 0,651 23,004 0,651 0,658 0,007 0,651
CH3COOH 0,376 0,376 0,375 0,001 0,375 0,375 0,375
HCOOH 0,288 0,288 0,287 0,001 0,287 0,287 0,287
CaSO4 63,905 63,905 443,426
H2SO4 383,433 443,426 443,426 63,783 0,122 63,783 63,783 63,783
maka didapat hasil perhitungan neraca massa pada table 3.1 – 3.14 dibawah ini :
Satuan dalam kg/jam
1. Gudang Penyimpanan Alang-Alang
Komponen Masuk Keluar
F F1
Alang-alang 2.384,407 2.384,407
2. Rotary Cutter Knife
Komponen Masuk(kg) Keluar(kg)
F1 F2
Alang-alang 2.384,407 2.384,407
3. Tangki Penyimpan Alang-alang
Komponen Masuk(kg) Keluar(kg)
F2 F3
4. Reaktor Kalsium Oksalat
Komponen Masuk (kg) Keluar (kg)
F4 F5 F6 F7
Selulosa 1055,815 - - -
Abu 129,235 - - -
Silika 85,839 - - -
Lignin 432,054 - - -
Pentosan 681,463 - - -
Ca(OH)2 - 1788,305 - 1064,876
O2 - - 677,807 -
CaC2O4 - - - 417,112
H2O - 1788,305 - 2316,213
Ca(CH3COO)2 - - - 514,873
Ca(HCOO)2 - - - 423,630
CO2 - - - 573,529
Humus - - - 1328,591
Total 2384,407 3576,610 677,807 6638,824
6638,824 6638,824
5. Tangki Pendingin
Komponen Masuk (kg) keluar (kg)
F9 F10
Ca(OH)2 1064,876 1064,876
CaC2O4 417,112 417,112
H2O 2316,213 2316,213
Ca(CH3COO)2 514,873 514,873
Ca(HCOO)2 423,630 423,630
Humus 1328,591 1328,591
6. Vibrating Screen
Komponen Masuk (kg) Keluar (kg)
F11 F12 F13
Ca(OH)2 1064,876 1.058,902 5,974
CaC2O4 417,112 414,772 2,340
H2O 2316,213 2303,219 12,993
Ca(CH3COO)2 514,873 512,533 2,340
Ca(HCOO)2 423,630 420,741 2,888
Humus 1328,591 - 1328,591
Total 6065,295 4710,168 1355,127
6065,295 6065,295
7. Rotary Vacuum Filter
Komponen Masuk (kg) Keluar (kg)
F14 F15 F16 F17
Ca(OH)2 1058,902 - 1057,880 1,02250
CaC2O4 414,772 - - 414,772
H2O 2303,219 103,693 2404,688 2,224
Ca(CH3COO)2 512,533 - 512,038 0,495
Ca(HCOO)2 420,741 - 420,335 0,406
Total 4710,168 103,693 4394,941 418,920
8. Reaktor Asam Oksalat
Komponen Masuk (kg) Keluar (kg)
F17 F18 F19
Ca(OH)2 1,022 - -
CaC2O4 414,772 - -
Ca(CH3COO)2 0,495 - -
Ca(HCOO)2 0,406 - -
H2O 2,224 1956,290 1959,012
C2H2O4 - - 291,637
CH3COOH - - 0,376
HCOOH - - 0,288
H2SO4 - 383,433 63,905
CaSO4 - - 443,426
Total 418,920 2339,723 2758,643
2758,643
9. Filter Press
Komponen Masuk (kg) Keluar (kg)
F20 F21 F22
H2O 1959,012 1955,260 3,752
C2H2O4 291,637 291,078 0,559
CH3COOH 0,376 0,375 0,001
HCOOH 0,288 0,287 0,001
H2SO4 63,905 63,783 0,122
CaSO4 443,426 - 443,426
Total 2.758,643 2310,783 447,860
10.Evaporator
Komponen Masuk (kg) Keluar (kg)
F24 F25 F26
H2O 1955,260 1663,199 292,060
C2H2O4 291,078 - 291,078
CH3COOH 0,375 - 0,375
HCOOH 0,287 - 0,287
H2SO4 63,783 - 63,783
Total 2.310,783 1663,199 647,584
2.310,783
11.Kristalizer
Komponen Masuk (kg) Keluar (kg)
F27 Kristal (F28) Larutan (F28)
H2O 292,060 - 185,091
C2H2O4 291,078 - 23,655
Impurities 64,445 0,644 63,801
C2H2O4.2H2O - 374,393 -
Total 647,584 375,038 272,546
647,584 647,584
12.Centrifuge
Komponen
Masuk (kg) Keluar (kg)
F28 F29
(kristal) F30 (larutan) Krista
l Larutan
Krista
l
Laruta
n
Krista l
Laruta n
H2O - 185,091 - 5,094 - 179,997
C2H2O4 - 23,655 - 0,651 - 23,004
Impurities 0,644 63,801 0,638 1,756 0,006 62,045
C2H2O4.2H2
O
374,39
3 - 370,649 - 3,744 -
Total
375,03
8 272,546 371,287 7,501 3,750 265,045
13.Ball Mill
Komponen Masuk (kg) Keluar (kg)
F31 F33 F32
C2H2O4.2H2O 371,287 3,750 375,038
H2O 5,094 0,051 5,145
Impurities 1,756 0,018 1,774
C2H2O4 0,651 0,007 0,658
Total 378,788 3,826 382,614
382,614
14.Vibrating Screen II
Komponen Masuk (kg) Keluar (kg)
F32 F34 F33
C2H2O4.2H2O 375,038 371,287 3,750
H2O 5,145 5,094 0,051
Impurities 1,774 1,756 0,018
C2H2O4 0,658 0,651 0,007
Total 382,614 378,788 3,826
didapatkan hasil perhitungan neraca energy pada table 4.1 – 4.10 dibawah ini :
1. Reaktor Kalsium Oksalat
Panas Masuk Jumlah Panas Keluar Jumlah
kkal/jam kkal/jam
Alang-Alang 4250,274 CaC2O4 8687,553
Ca(OH)2 2585,792 Ca(CH3COO)2 28903,419
O2 664,132 Ca(HCOO)2 17342,717
H2O 8956,240 H2O 175675,653
CO2 9030,276
Ca(OH)2 22480,396
Humus 37416,864
Jumlah 16456,439 Jumlah 299536,878
Q yang disuplai
3717134,452 Q loss 177006,402
steam ΔHr o25 3257047,610
Jumlah 3733590,891 Jumlah 3733590,891
2. Tangki Pendingin
Panas Masuk Jumlah Panas Keluar Jumlah
kkal/jam kkal/jam
CaC2O4 8687,553 CaC2O4 1190,076
Ca(CH3COO)2 28903,419 Ca(CH3COO)2 3959,372
Ca(HCOO)2 17342,717 Ca(HCOO)2 2375,715
Ca(OH)2 22480,396 Ca(OH)2 3079,506
H2O 175675,653 H2O 23200,244
Humus 37416,864 Humus 5122,209
Q yang diserap pendingin 237054,150
Q loss 14525,330
3. Rotary Vacuum Filter
Panas Masuk Jumlah Panas Keluar Jumlah
kkal/jam kkal/jam
H umpan 34589,173 H filtrat 32207,807
H air pencuci 517,895 H cake 1169,802
Q loss 1729,459
Jumlah 35107,068 Jumlah 35107,068
4.Reaktor Asam Oksalat
Panas masuk
Jumlah
(kkal/jam) Panas keluar Jumlah (kkal/jam)
H umpan 1169,802 H produk 117162,495
H H2SO4 669,090 ΔH reaksi -32802,992
H H2O 9797,549 Q air pendingin -72723,062
Jumlah 11636,441 Jumlah 11636,441
5. Cooler I
Panas masuk Jumlah (kkal/jam) Panas keluar Jumlah (kkal/jam)
H umpan 117162,495 H produk 65211,800
Q media
pendingin 46092,570
Q loss 5858,125
Jumlah 117162,495 Jumlah 117162,495
6. Filter Press
Panas masuk Jumlah (kkal/jam) Panas keluar Jumlah (kkal/jam)
H umpan 65211,800 H produk 59539,766
H Cake 2411,445
Q loss 3260,590
7. Evaporator
Panas masuk Jumlah (kkal/jam) Panas keluar Jumlah (kkal/jam)
H umpan 59539,766 H produk 24686,378
Q Steam 1009800,455 H Vapour 996568,106
Q loss 48085,736
Jumlah 1069340,220 Jumlah 1069340,220
8. Cooler II
Panas masuk Jumlah (kkal/jam) Panas keluar Jumlah (kkal/jam)
H umpan 24686,378 H produk 9595,757
Q media
pendingin 15090,621
Jumlah 24686,378 Jumlah 24686,378
9. Kristalizer
Panas masuk Jumlah (kkal/jam) Panas keluar Jumlah (kkal/jam)
H umpan 9595,757 H produk 1725,536
Q kristalisasi 38063,436 Q loss 479,788
Q media
pendingin 45453,869
Jumlah 47659,193 Jumlah 47659,193
10. Centifuge
Panas masuk Jumlah (kkal/jam) Panas keluar Jumlah (kkal/jam)
H umpan 1725,536 H cake 708,006
Q larutan 1017,530
Fungsi : Untuk menyimpan bahan baku alang-alang.
Bentuk : Persegi panjang
Bahan Konstruksi : Beton
Kondisi Penyimpanan : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Lama Persediaan : 3 hari
Kondisi Fisik : Panjang = 8,5 m
Lebar = 6 m
Tinggi = 8 m
5.2 Rotary Cutter Knife (RCK-01)
Fungsi : Memotong alang-alang yang berasal dari gudang.
Bahan konstruksi : Carbon steel
Kondisi Operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Power : 2,5 Hp
5.3 Tangki Penampung Alang-Alang (TP-01)
Fungsi : Menampung alang-alang setelah dipotong-potong.
Bentuk : Horizontal Silinder
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 Grade C
Kondisi Operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Waktu Tinggal : 4 jam
Kondisi Fisik : Diameter = 6 ft
5.4 Belt Conveyer (BC-01)
Fungsi : Mengankut alang-alang dari TP-01 ke reaktor
kalsium oksalat
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 Grade C
Kondisi Operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Panjang belt = 10,198 m
Power : 3 Hp
5.5 Tangki Penampung Ca(OH)2 (TP-02)
Fungsi : Menampung larutan Ca(OH)2 50 %
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 Grade C
Bentuk : Silinder Tegak dengan tutup atas dan bawah datar.
Kondisi Operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Waktu Tinggal : 4 jam
Kondisi Fisik : Diameter = 6,5 ft
Tinggi = 9,103 ft
5.6 Tangki Oksigen (TP-03)
Fungsi : Menyimpan Oksigen
Bahan konstruksi : Stainless Stell SA-240 Grade M
Bentuk : Silinder Tegak dengan tutup atas dan bawah standart
dished head.
Waktu tinggal : 6 jam
Kondisi Fisik : Diameter = 5 ft
5.7 Reaktor Kalsium Oksalat (R-01)
Fungsi : Mereaksikan antara alang-alang dengan Ca(OH)2
50% .
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-283 Grade C
Bentuk : Silinder Tegak dengan tutup atas dan bawah
Torispherical.
Kondisi Operasi : Temperatur = 98 oC
Tekanan = 1 atm
Waktu tinggal : 1 jam
Kondisi Fisik : Diameter = 6,5 ft
Tinggi = 11,978 ft
Power : ¼ Hp
5.8 Screw Conveyer (SC-01)
Fungsi : Mengangkut produk dari reactor kalsium oksalat ke
bucket elevator.
Tipe : Plain spouts or chuter
Kondisi Operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Diameter pipa = 2 1/2 in
Diameter Shaft = 2 in
Diameter flights = 10 in
Ukuran lumps = 1 1/2
Kecepatan : 55 rpm
Power : 7 Hp
5.9 Bucket Elevator (BE-01)
Fungsi : Mengangkut bahan dari screw conveyer ke tangki
pendingin.
Tipe : Plain spouts or chuter
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Elevasi Center = 25 ft
Ukuran Bucket = 8 x 5 ½ x 7 ¾ in
Head Shaft : 28 rpm
Power : 1 Hp
5.10 Tangki Pendingin(TP-04)
Fungsi : Mendinginkan Produk dari reactor kalsium oksalat.
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 Grade C
Bentuk : Horizontal Silinder
Kondisi Operasi : Temperatur = 35 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Diameter = 6 ft
Tinggi = 8,802 ft
5.11 Screw Conveyer (SC-02)
Fungsi : Mengangkut produk dari tangki pendingin ke
vibrating screen.
Tipe : Plain spouts or chuter
Kondisi Operasi : Temperatur = 35 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Diameter pipa = 2 1/2 in
Diameter Shaft = 2 in
Diameter flights = 10 in
Ukuran lumps = 2 1/2 in
Kecepatan : 55 rpm
Power : 7 Hp
5.12 Vibrating Screen (VS-01)
Fungsi : Memisahkan hasil reaksi dari reaktor kalsium
Tipe : High Speed Vibrating Screen.
Kondisi Operasi : Temperatur = 35 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Panjang = 1 ft
Lebar = 1 ft
Power :1 Hp
5.13 Screw Conveyer (SC-03)
Fungsi : Mengangkut cake dari vibrating screen ke rotary
vacuum filter
Tipe : Plain spouts or chuter
Kondisi Operasi : Temperatur = 35 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Diameter pipa = 2 1/2 in
Diameter Shaft = 2 in
Diameter flights =9 in
Ukuran lumps = 2 1/4
Kecepatan : 40 rpm
Power : 5 Hp
5.14 Rotary Vacuum Filter (RVF-01)
Fungsi : Memisahkan antara CaC2O4 dengan filtrate
(CH3COO)2Ca, (HCOO)2Ca, Ca(OH)2, H2O
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-283 Grade C
Bentuk : Silinder Tegak dengan tutup atas dan bawah
Torispherical.
Kondisi Operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 0,6 atm
Kondisi Fisik : Diameter = 1,57 ft
5.15 Bucket Elevator (BE-02)
Fungsi : Mengangkut cake dari RVF-01 ke reactor asam
oksalat.
Tipe : Plain spouts or chuter
Kondisi Operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Elevasi Center = 25 ft
Ukuran Bucket = 8 x 5 ½ x 7 3/4
Head Shaft : 28 rpm
Power : 1 Hp
5.16 Tangki Penampung H2SO4 (TP-05)
Fungsi : Menampung larutan asam sulfat.
Bahan konstruksi : Stainless steel SA-240 Grade M
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup alas dan bawah standart
dished heads
Kondisi Operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Diameter = 4,5 ft
Tinggi = 6,227 ft
5.17 Reaktor Asam Oksalat(R-02)
Fungsi : Mereaksikan CaC2O4 dengan larutan H2SO4 4 N
Bahan konstruksi : Stainless steel SA-240 Grade M
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup alas dan bawah standart
dished heads
Kondisi Operasi : Temperatur = 80 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Diameter = 6 ft
5.18 Cooler(C-01)
Fungsi : Mendinginkan produk dari reaktor asam oksalat
Bahan konstruksi : Stell Pipa
Jenis : 2-4 shell and tube exchanger.
Dipakai : 1 in OD tube 12 BWG, panjang 16 ft
Fluida Panas
Temperatur Awal (T1) : 80 oC
Temperatur akhir (T2) : 55 oC
Fluida dingin
Temperatur Awal (t1) : 25 oC
Temperatur akhir (t2) : 45 oC
5.19 Filter Press(FP-01)
Fungsi : Memisahkan antara gypsum (cake) dengan filtrat,
Bentuk : Horizontal plate and frame filter press.
Kondisi Operasi : Temperatur = 54,614 oC
Tekanan = 1 atm
Waktu Filtrasi= 30 menit
5.20 Bak Penampung (BP-01)
Fungsi : Untuk menampung filrat dari filter press.
Bentuk : Persegi panjang
Bahan : Beton
Waktu tinggal : 2 jam
Kondisi Fisik : Panjang : 4,39 ft
Lebar : 2,92 ft
5.21 Pompa (P-01)
Fungsi : Memopakan larutan dari bak penampung (BP-01) ke
Evaporator.
Tipe : Centifugal pump
Kondisi Operasi : Temperatur = 54,614 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Panjang pipa lurus : 14 m
Tinggi : 9,8 m
Diameter (OD) : 0,07 m
Kecepatan aliran : 2,8 ft/s
Power : 1/4 Hp
5.22 Evaporator (EV-01)
Fungsi : Memekatkan filtrat asam oksalat.
Bentuk : Short tube evaporator dengan tutup atas dan bawah
berbentuk dished head.
Jenis : 1-2 shell and tube exchanger.
Dipakai : ½ in OD tube 20 BWG, panjang 12 ft
Jumlah tube : 115 buah
Fluida Panas
Temperatur Awal (T1) : 148 oC (g)
Temperatur akhir (T2) : 148 oC (l)
Fluida dingin
Temperatur Awal (t1) : 55 oC
Temperatur akhir (t2) : 100 oC
Kondisi Fisik : Diameter : 4,5 ft
5.23 Cooler(C-02)
Fungsi : Mendinginkan larutan asam oksalat dari 100oC ke
55oC
Bahan konstruksi : Stell Pipa
Jenis : 2-4 shell and tube exchanger.
Dipakai : 1/2 in OD tube 12 BWG, panjang 16 ft
Fluida Panas
Temperatur Awal (T1) : 100 oC
Temperatur akhir (T2) : 55 oC
Fluida dingin
Temperatur Awal (t1) : 25 oC
Temperatur akhir (t2) : 45 oC
5.24 Kristalizer (K-01)
Fungsi : Mengkristalkan larutan asam oksalat.
Jenis : Swenson Walker
Waktu tinggal : 12 jam
Fluida Panas
Temperatur Awal (T1) : 55oC
Temperatur akhir (T2) : 30 oC
Fluida dingin
Temperatur Awal (t1) : 25 oC
Temperatur akhir (t2) : 45 oC
Kondisi fisik : Diameter : 6 ft
5.25 Centrifuge(CF-01)
Fungsi : Memisahkan Kristal asam oksalat dengan filtratnya.
Waktu tinggal : 1 jam
Kecepatan : 7500 rpm
Power : 0,333 Hp
Kondisi Fisik : diameter bowl : 13 in
Diameter disk : 9,5 in
Jumlah disk : 107 buah
5.26 Bak Penampung (BP-02)
Fungsi : Untuk menampung filrat dari centifuge.
Bentuk : Persegi panjang
Bahan : Beton
Waktu tinggal : 2 jam
Kondisi Fisik : Panjang : 2,05 ft
Lebar : 1,36 ft
Tinggi : 0,68 ft
5.27 Screw Conveyer (SC-04)
Fungsi : Mengangkut Kristal asam oksalat ke ball mill
Tipe : Plain spouts or chuter
Kondisi Operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Diameter pipa = 2,5 in
Diameter Shaft =2 in
Diameter flights = 9 in
Ukuran lumps = 1 1/2 in
Kecepatan : 40 rpm
5.28 Ball Mill (BM-01)
Fungsi : Menghaluskan Kristal asam oksalat dengan ukuran
200 mesh.
Tipe : Continious ball mill no 200
Kapasitas maksimal : 14 ton/jam
Kecepatan : 35 rpm
Power : 20 – 24 Hp
Kondisi Fisik : Panjang : 4 ft
Lebar : 3 ft
5.29 Vibrating Screen (VS-02)
Fungsi : Memisahkan asam oksalat yang sesuai sepsifikasi
dengan yang tidak
Tipe : High Speed Vibrating Screen.
Kondisi Operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Panjang = 3,505 ft
Lebar = 3,505 ft
Power : 0,5 Hp
5.30 Bak Penampung (BP-02)
Fungsi : Untuk menampung Kristal asam oksalat
Bentuk : Persegi panjang
Bahan : Beton
Waktu tinggal : 3 jam
Kondisi Fisik : Panjang : 2,00 ft
Lebar : 1,33 ft
Tinggi : 0,67 ft
5.31 Screw Conveyer (SC-05)
Tipe : Plain spouts or chuter
Kondisi Operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Kondisi Fisik : Diameter pipa = 2 1/2 in
Diameter Shaft = 2 in
Diameter flights = 9 in
Ukuran lumps = 1 1/2
Kecepatan : 40 rpm
Power : 5 Hp
5.32 Gudang Penyimpan Produki (GB-02)
Fungsi : Untuk menyimpan kristal asam oksalat.
Bentuk : Persegi panjang
Bahan Konstruksi : Beton
Kondisi Penyimpanan : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Lama Persediaan : 3 hari
Kondisi Fisik : Panjang = 12,1 m
Lebar = 8 m
Untuk mengatur dan mengendalikan kondisi operasi peralatan sehingga
didapatkan produk sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan adanya alat
kontrol dan instrumentasi. Instrumentasi ini dapat merupakan suatu petunjuk
(indicator), suatu perekam (recorder) atau suatu pengontrol (controller). Dalam
industri kimia banyak variabel proses yang perlu dikontrol seperti temperatur,
tekanan, ketinggian cairan, dan kecepatan alir.
Pada perancangan pabrik asam oksalat dihidrat ini instrumen yang
digunakan berupa alat kontrol otomatis dan manual. Hal ini tergantung dari sistem
peralatan dan faktor pertimbangan teknis dan ekonomisnya.
Dengan penggunaan alat-alat kontrol ini diharapkan tercapai hal-hal
sebagai berikut :
1. Dapat menjaga variabel proses pada operasi yang dikehendaki.
2. Laju produksi dapat diatur dalam batas-batas yang aman.
3. Kualitas produksi lebih terjamin.
4. Membantu mempermudah pengoperasian suatu alat.
5. Kondisi-kondisi yang berbahaya dapat diketahui secara dini melalui alarm
peringatan sehingga lebih terjamin keselamatan kerja.
6. Efesiensi akan lebih meningkat.
Beberapa alat kontrol atau instrumen yang digunakan pada pabrik asam
oksalat dihidrat ini adalah sebagai berikut :
1. Speed Controller (SC)
Fungsi : untuk mengatur kecepatan motor penggerak alat angkut bahan padatan
mengumpankan bahan padatan ke dalam peralatan proses.
2. Temperature Controller (TC)
Fungsi : untuk mengatur, mengontrol dan mengendalikan temperatur operasi.
3. Flowrate Controller (FC)
No Nama Peralatan Kode Alat Instrumentasi Parameter
Rotary Cutter Knife
Belt Conveyor
Tangki Penampung Ca(OH)2
Tangki Oksigen
Reaktor Kalsium Oksalat
Screw Conveyer
Bucket Elevator
Tangki Pendingin
Screw Conveyer
Vibrating Screen
Screw Conveyer
Rotary Vacuum Filter
Bucket Elevator
Tangki Penampung H2SO4
Reaktor Asam Oksalat
Filter Press
Pompa
Evaporator
Kristalizer
Centrifuge
Screw Conveyer
Ball Mill
Vibrating Screen II
Screw Conveyer
RCF-01
Kecepatan motor
Kecepatan motor
Laju Alir
Laju alir
Temperatur
Kecepatan motor
Kecepatan motor
Temperatur
Kecepatan motor
Kecepatan motor
Kecepatan Motor
Laju Alir
Kecepatan motor
Laju alir
Kecepatan motor
Kecepatan motor
Kecepatan motor
Kecepatan motor
tersebut, maka konsekuensi permasalahan industri juga semakin kompleks,
termasuk masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Kemajuan teknologi dan perubahan struktur ekonomi akan menuntut
perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat, sikap dan disiplin kerja,
lingkungan dan kondisi kerja. Demikian juga dalam menghadapi resiko kerja,
perlu kerjasama yang baik antara pengusaha, karyawan dan semua pihak yang
terkait dalam proses produksi.
Unsur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu aspek
yang mendapat perhatian dalam pembangunan ketenagakerjaan. Dijelaskan dalam
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1992, pasal 23 (ayat 1)
bahwa kesehatan kerja diselenggarakan agar setiap pekerja dapat bekerja secara
sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, agar
diperoleh produktivitas kerja yang optimal sejalan dengan program perlindungan
tenaga kerja.
Berkaitan dengan itu, pemerintah mendorong pelaksanaan program
keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan-perusahaan industri serta
mengusahakan agar keselamatan dan kesehatan kerja dapat menjadi naluri dan
budaya masyarakat. Berbagai upaya untuk menciptakan K3 telah dilakukan, antara
lain melalui perundang-undangan seperti Undang-Undang Keselamatan Kerja
Nomor 1 Tahun 1970 yang mewajibkan setiap perusahaan melaksanakan
usaha-usaha keselamatan dan kesehatan kerja, juga melalui kampanye K3 sejak bulan
Januari 1993, pembentukan P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan
Kerja) disetiap perusahaan, penyediaan alat-alat pengaman dan peralatan K3,
pengadaan tenaga ahli K3 dan sebagainya. Apabila keselamatan kerja diperhatikan
dan dilaksanakan dengan baik maka dampaknya adalah para pekerja dapat bekerja
dengan perasaan aman, sehingga meningkatkan efisiensi kerja.
Bangunan pabrik meliputi gedung maupun unit peralatan :
a. Konstruksi gedung harus mendapat perhatian yang cukup besar.
b. Perlu memperhatikan kelengkapan peralatan penunjang untuk pengamanan
terhadap bahaya alamiah, seperti untuk bangunan yang tinggi dipasangkan
penangkal petir, bahaya alamiah lain seperti angin dan gempa. Oleh karena itu
perusahaan bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam hal ini Badan
Metereologi dan Geofisika agar dapat mengetahui lebih awal tentang bahaya
alamiah tersebut.
2. Ventilasi
Pada ruang proses maupun ruang lainnya, pertukaran udara diusahakan berjalan
baik sehingga dapat memberikan kesegaran kepada karyawan serta dapat
menghindari gangguan pernapasan.
3. Perpipaan
Jalur proses yang terletak di atas tanah lebih baik dibandingkan yang letaknya
dibawah permukaan tanah, karena hal tersebut akan mempermudah pendeteksian
terjadinya kebocoran.
4. Alat-alat penggerak
Peralatan yang bergerak hendaknya ditempatkan pada tempat yang tertutup. Hal
ini untuk mempermudah penanganan dan perbaikan serta menjaga keamanan dan
keselamatan para pekerja.
5. Listrik
Pada pengoperasian maupun perbaikan instalasi listrik hendaknya selalu
menggunakan alat pengaman yang telah disediakan. Dengan demikian para
pekerja dapat terjamin keselamatannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah
sebagai berikut :
a. Keselamatan listrik di bawah tanah sebaiknya diberi tanda-tanda tertentu.