• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRARANCANG PABRIK ETANOL DARI AMPAS TEBU DENGAN PROSES SEPARATED HYDROLYSIS AND FERMENTATION (SHF) BERKAPASITAS 32.000 TON/TAHUN (Tugas Khusus Perancangan Reaktor Fermentasi F-301)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PRARANCANG PABRIK ETANOL DARI AMPAS TEBU DENGAN PROSES SEPARATED HYDROLYSIS AND FERMENTATION (SHF) BERKAPASITAS 32.000 TON/TAHUN (Tugas Khusus Perancangan Reaktor Fermentasi F-301)"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Muhammad Ahdan
  • Pengajar:
    • Bapak Muhammad Hanif, S.T., M.T.
    • Ibu Lia Lismeri, S.T., M.T.
  • Sekolah: Universitas Lampung
  • Mata Pelajaran: Teknik Kimia
  • Topik: Prarancangan Pabrik Etanol Dari Ampas Tebu Dengan Proses Separated Hydrolysis And Fermentation (SHF) Berkapasitas 32.000 Ton/Tahun
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2016
  • Kota: Bandar Lampung

I. PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan ini menjelaskan latar belakang pentingnya produksi etanol dari ampas tebu, mengingat kebutuhan etanol yang terus meningkat dan potensi ampas tebu sebagai bahan baku yang tidak bersaing dengan pangan. Penulis juga menguraikan kegunaan produk etanol dan produk samping yang dihasilkan dari proses ini, serta analisis pasar yang menunjukkan peluang yang ada. Hal ini relevan dengan tujuan pendidikan dalam memahami aspek teknologi dan ekonomi dari industri bioenergi.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menyampaikan pertumbuhan populasi yang menyebabkan peningkatan kebutuhan akan etanol sebagai bahan bakar dan produk industri. Penekanan pada pentingnya etanol dalam konteks keberlanjutan dan pengurangan ketergantungan pada bahan baku pangan memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang tantangan dan peluang dalam industri bioenergi.

1.2. Kegunaan Produk

Kegunaan produk etanol dijelaskan secara rinci, termasuk sebagai bahan bakar, pelarut, dan dalam industri kimia. Mahasiswa diajak untuk memahami aplikasi praktis dari etanol dalam berbagai bidang, yang membantu mereka mengaitkan teori dengan praktik industri.

1.3. Ketersediaan Bahan Baku

Bagian ini membahas potensi ampas tebu sebagai sumber bahan baku etanol. Analisis ketersediaan bahan baku memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya sumber daya lokal dan keberlanjutan dalam produksi bioenergi.

1.4. Analisis Pasar

Analisis pasar menunjukkan prospek permintaan etanol di Asia Tenggara. Mahasiswa belajar tentang pentingnya studi pasar dalam perancangan pabrik, yang merupakan keterampilan penting dalam manajemen proyek dan kewirausahaan.

1.5. Kapasitas Pabrik

Penentuan kapasitas pabrik didasarkan pada analisis pasar dan ketersediaan bahan baku. Ini memberikan mahasiswa wawasan tentang perencanaan kapasitas dan strategi bisnis yang diperlukan dalam industri.

1.6. Lokasi Pabrik

Pemilihan lokasi pabrik yang strategis menekankan pentingnya faktor logistik dan aksesibilitas dalam perancangan industri. Ini mengajarkan mahasiswa tentang pertimbangan praktis dalam pengembangan industri.

II. PEMILIHAN DAN DESKRIPSI PROSES

Bagian ini membahas berbagai metode produksi etanol, dengan fokus pada proses fermentasi sebagai metode yang paling efisien. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai proses kimia yang relevan, yang meningkatkan pemahaman mereka tentang teknologi produksi bioenergi.

2.1. Pemilihan Proses

Proses pembuatan etanol dijelaskan dengan berbagai opsi, termasuk hidrasi etilen dan fermentasi. Mahasiswa belajar tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing proses, serta bagaimana memilih proses yang tepat berdasarkan kebutuhan produksi dan sumber daya.

2.2. Pemilihan Bahan Baku

Diskusi tentang bahan baku fermentasi memberikan wawasan tentang pentingnya pemilihan bahan baku yang tidak bersaing dengan pangan. Ini mengajarkan mahasiswa tentang keberlanjutan dan etika dalam pemilihan sumber daya.

2.3. Proses Pembuatan Etanol

Deskripsi langkah-langkah dalam pembuatan etanol, termasuk pretreatment, hidrolisis, dan fermentasi. Mahasiswa diajarkan tentang proses kimia yang kompleks dan aplikasi praktisnya dalam industri.

III. SPESIFIKASI BAHAN BAKU DAN PRODUK

Bagian ini memberikan rincian tentang spesifikasi bahan baku dan produk etanol. Informasi ini penting untuk mahasiswa dalam memahami standar kualitas dan spesifikasi yang diperlukan dalam industri.

3.1. Bahan Baku

Detail tentang ampas tebu sebagai bahan baku utama dan karakteristiknya. Mahasiswa belajar tentang pentingnya kualitas bahan baku dalam mempengaruhi hasil produksi.

3.2. Produk

Penjelasan mengenai produk utama etanol dan produk samping yang dihasilkan. Ini memberikan mahasiswa pemahaman tentang nilai tambah dari proses produksi etanol.

IV. NERACA MASSA DAN ENERGI

Bagian ini menjelaskan neraca massa dan energi dalam proses produksi etanol. Ini adalah aspek penting dalam rekayasa proses yang membantu mahasiswa memahami efisiensi dan pengelolaan sumber daya.

4.1. Neraca Massa

Analisis neraca massa pada berbagai tahap proses produksi. Mahasiswa belajar bagaimana menghitung dan menganalisis aliran material dalam sistem proses.

4.2. Neraca Energi

Pembahasan mengenai neraca energi memberikan pemahaman tentang kebutuhan energi dalam proses produksi. Ini penting untuk mahasiswa dalam merancang sistem yang efisien dan berkelanjutan.

V. SPESIFIKASI ALAT

Bagian ini mencakup spesifikasi alat yang digunakan dalam proses produksi etanol. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai peralatan dan teknologi yang digunakan dalam industri.

5.1. Spesifikasi Alat

Detail tentang berbagai alat yang diperlukan dalam proses produksi, termasuk reaktor, pemisah, dan sistem filtrasi. Ini memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa tentang teknologi yang digunakan dalam industri.

VI. UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH

Bagian ini menjelaskan kebutuhan utilitas dan pengolahan limbah dalam pabrik etanol. Ini penting untuk mahasiswa dalam memahami manajemen lingkungan dan keberlanjutan dalam industri.

6.1. Kebutuhan Air

Analisis kebutuhan air untuk berbagai proses. Mahasiswa belajar tentang pentingnya pengelolaan sumber daya air dalam industri.

6.2. Unit Penyedia Air

Deskripsi sistem penyedia air dan pengolahan limbah. Ini mengajarkan mahasiswa tentang infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung operasi pabrik.

VII. TATA LETAK DAN LOKASI PABRIK

Bagian ini membahas tata letak dan lokasi pabrik etanol. Mahasiswa belajar tentang pentingnya perencanaan tata letak yang efisien untuk operasional yang optimal.

7.1. Lokasi Pabrik

Pertimbangan lokasi pabrik yang strategis untuk efisiensi operasional. Ini memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan lokasi.

7.2. Tata Letak Pabrik

Deskripsi tata letak pabrik dan aliran proses. Mahasiswa diajarkan tentang desain pabrik yang efisien dan pengaruhnya terhadap produktivitas.

VIII. MANAGEMEN DAN ORGANISASI

Bagian ini menjelaskan struktur organisasi dan manajemen pabrik. Ini penting untuk mahasiswa dalam memahami aspek manajerial dari operasi industri.

8.1. Latar Belakang

Diskusi tentang pentingnya manajemen dalam industri. Mahasiswa belajar tentang peran manajemen dalam keberhasilan operasional pabrik.

8.2. Struktur Organisasi Perusahaan

Penjelasan mengenai struktur organisasi yang efisien untuk pabrik. Ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang dinamika organisasi dalam industri.

IX. KEEKONOMIAN

Bagian ini membahas aspek ekonomi dari pabrik etanol. Mahasiswa belajar tentang analisis biaya dan manfaat serta faktor-faktor ekonomi yang mempengaruhi keberhasilan proyek.

9.1. Investasi

Analisis investasi yang diperlukan untuk mendirikan pabrik. Ini mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya perencanaan keuangan dalam proyek industri.

9.2. Evaluasi Ekonomi

Evaluasi kelayakan ekonomi dari proyek pabrik. Mahasiswa belajar tentang analisis kelayakan dan pengambilan keputusan berdasarkan data ekonomi.

X. KESIMPULAN DAN SARAN

Bagian ini merangkum temuan dari studi dan memberikan saran untuk penelitian lebih lanjut. Ini membantu mahasiswa memahami pentingnya refleksi dan pengembangan berkelanjutan dalam bidang industri.

10.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari seluruh analisis menunjukkan bahwa pabrik etanol dari ampas tebu layak untuk dikembangkan. Ini memberikan mahasiswa pemahaman tentang hasil penelitian dan implementasi industri.

10.2. Saran

Saran untuk penelitian lebih lanjut dan pengembangan industri. Mahasiswa diajarkan tentang pentingnya inovasi dan penelitian berkelanjutan dalam industri.

Referensi Dokumen

  • Shreve’s Chemical Process Industries ( Austin, T. George )
  • Encyclopedia of Physical Science ( Bruce E dale )
  • Ethanol from lignocellulosic biomass: a comparison between conversion technologies ( Chiara Piccolo and Fabrizio Bezzo )
  • Process Optimization to Convert Forage and Sweet Sorghum Bagasse to Ethanol Based on Ammonia Fiber Expansion (AFEX) Pretreatment ( Dale, B.E. )
  • Water Treatment Handbook ( Degremont )

Gambar

Tabel 1.1 Data Impor Etanol di Beberapa Negara
Gambar 1.1. Data Jumlah Impor Etanol di Beberapa Negara Asia Tenggara Sumber: https://data.un.org., 2015
Tabel 1.2. Kapasitas Produksi Pabrik Gula Tebu Indonesia
Gambar 1.2. Lokasi Pabrik
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pabrik sorbitol dengan bahan baku glukosa dan hidrogen direncanakan akan didirikan dikawasan industri Kendal, Jawa Tengah dengan kapasitas 65.000 ton per

Tugas Akhir yang berjudul “ STUDI EKSPERIMEN GASIFIKASI PADA REAKTOR FLUIDIZED BED DENGAN BAHAN BAKAR AMPAS TEBU ” ini disusun untuk memenuhi persyaratan

Indonesia perlu didirikan pabrik T-Butyl Alcohol diharapkan nantinya dapat memasarkan produk-produk dari bahan baku T-Butyl Alcohol dengan harga yang lebih murah,

Lokasi pabrik dekat dengan penghasil bahan baku isopropanolamin yaitu amoniak serta mudah dalam pengadaan bahan baku propilen oksida yang diimpor dari Singapura karena

Lokasi pabrik dekat dengan penghasil bahan baku isopropanolamin yaitu amoniak serta mudah dalam pengadaan bahan baku propilen oksida yang diimpor dari Singapura karena

Ampas tebu dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan bioetanol dan selulosa dalam ampas tebu harus dilepaskan terlebih dahulu dari lignin dengan menggunakan

PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH CAIR PABRIK GULA MERAH MENGGUNAKAN KOTORAN SAPI DAN AMPAS TEBU DENGAN PROSES ANAEROB.. Dinar Resti Megarani

Gypsum yang diperoleh dari pabrik etanol Ampas Tebu ini merupakan hasil samping dari reaksi penetralan asam sulfat dengan kalsium hidroksida. Gypsum perolehan ini