• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pemberian Pupuk Sp-36, KCL, Kieserit Dan Kotoran Sapi Terhadap Jumlah Mikroorganisme Pada Andisol Tongkoh Kabupaten Karo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Pemberian Pupuk Sp-36, KCL, Kieserit Dan Kotoran Sapi Terhadap Jumlah Mikroorganisme Pada Andisol Tongkoh Kabupaten Karo"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Nilai Rataan Jumlah Bakteri (105) Pada Masing-masing Perlakuan Pukan Sapi dan Pupuk Anorganik
Tabel 2. Nilai Rataan Jumlah Aktinomycetes (105Perlakuan Pukan Sapi dan Pupuk Anorganik
Tabel 4. Nilai Rataan Jumlah Total Mikroorganisme (105Perlakuan Pukan Sapi dan Pupuk Anorganik

Referensi

Dokumen terkait

Interaksi antara aplikasi pupuk SP-36 dan pupuk kandang sapi nyata meningkatkan serapan P tanaman pada tanah Inceptisol Kwala Bekala. Pengolahan Kesuburan Tanah

Pengarruh Pemberian Pupuk Kandang (Kotoran Sapi, Kambing Dan Ayam) Terhadap Kemelimpahan Azotobacter sp dan Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L).. Fakultas Sains dan

Tanaman bawang merah merespon sama terhadap peningkatan dosis pupuk Urea, SP-36, KCl pada masing-masing dosis pupuk organik cair Nasa pada semua parameter

Hal ini disebabkan pemberian pupuk kotoran sapi dan pupuk anorganik dengan dosis yang berbeda namun dalam bentuk tersedia bagi tanaman sehingga tanaman dapat

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos kotoran sapi, dosis pupuk berpengaruh terbaik dan ketinggian tempat tumbuh yang baik terhadap pertumbuhan

Karakteristik bakteri pada pupuk cair Glacilaria sp dengan penambahan limbah rumah tangga dan kotoran sapi meliputi bentuk koloni bundar, irregular,

Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa pengaruh pupuk SP-36 dan interaksinya tidak berbeda sangat nyata, sedangkan pupuk kandang sapi berbeda sangat nyata terhadap

Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini adalah pemberian pupuk kotoran sapi pada media pemeliharaan cacing sutra dengan dosis yang berbeda, yaitu: P0 : Tanpa pemberian pupuk