• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SISTEM SALURAN DRAINASE PADA JALAN PERJUANGAN MEDAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS SISTEM SALURAN DRAINASE PADA JALAN PERJUANGAN MEDAN."

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SISTEM SALURAN DRAINASE PADA JALAN

PERJUANGAN MEDAN

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Teknik Sipil

Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan

Oleh:

ROSINTA M SINAGA

5133210022

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN

FAKULTAS TEKNIK

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

Rosinta M Sinaga, NIM 5133210022, “ANALISI SISTEM SALURAN DRAINASE PADA JALAN PERJUANGAN MEDAN”. Tahun Ajaran 2015/2016 Fakultas Teknik, Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan, prodi D-3 Teknik Sipil,Universitas Negeri Medan, 2016.

Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui analisis sistem saluran drainase pada jalan Perjuangan Medan. Jalan Perjuangan Medan ini merupakan salah satu lokasi yang bermasalah di daerah kota Medan, dimana terdapat genangan air pada jalan saat intesistas hujan tinggi. Jalan Perjuangan Medan ini berada di Kecamatan Medan Tembung, Kelurahan SuderejoSumatera Utara. Lokasi terjadinya genangan air tepat berada di depan gedung akademi kebidanan Akbid Cipto sampai ke depan gang Suka Rahmat .Analisis distribusi frekuensi cara Gumbel ini menggunakan nilai ekstrim. Nilai ekstrim dari intensitas hujan yang akan dicari adalah untuk beberapa periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun. Analisis curah hujan dengan metode Log Person Tipe III untuk kala ulang 2, 5, 25, dan 50 tahun akan dibuat dalam bentuk perhitungan. Berdasarkan hasil perhitungan debit saluran, maka debit saluran yang ada adalah Q = 0.0394 m3/ detik dan Q = 0.166 m3/ detik, sedangkan debit rencana adalah Q = 0,256m3/ detik. Genangan air yang terjadi pada lokasi studi disebabkan adanya kerusakan pada saluran dan adanya sampah di dalam saluran drainase sehingga menghambat aliran air.

(6)

KATA PENGANTAR

memperoleh gelar Ahli Madya di Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas

Teknik Universitas Negeri Medan.

Terwujudnya tugas akhir ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan serta

dorongan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupu tidak langsung. Oleh

karena itu ucapan terima kasih yang tidak terhingga:

1. Ibu Dr. Ir. Rumilla Harahap, MT, selaku dosen pembimbing Tugas

Akhir yang telah banyak membantu, mengarahkan, membimbing dan

memberi dorongan sampai Tugas Akhir ini terwujud.

2. Bapak Drs. Asri Lubis, ST, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Pendidikan

Teknik Bangunan Universitas Negeri Medan, dosen Penasehat akademik

dan selaku dosen penguji ujian meja hijau Tugas Akhir saya yang telah

membimbing, motivasi penulis sehingga dapat menyelesaikan studi di

Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan, Prodi D3 – Teknik Sipil

(7)

3. BapakProf. Dr. Harun Sitompul M.Pd, selaku Dekan Fakultas Teknik

Universitas Negeri Medan.

4. Ibu Irma Novrianty Nasution , ST. M.Ds, selaku Ketua Prodi Teknik

Sipil Universitas Negeri Medan.

5. Bapak Drs. Kristian , ST., M.Pd , selaku dosen penguji ujian meja hijau

Tugas Akhir saya.

6. Bapak Edo Barlian, ST., MT , selaku dosen penguji ujian meja hijau

Tugas Akhir saya.

7. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan

FakultasTeknik Universitas Negeri Medan.

8. Seluruh staff pengajardan tata usaha di lingkungan Jurusan Pendidikan

Teknik Bangunan Universitas Negeri Medan.

9. Bapak Ir. Manat Panggabean, Drs. Maladi, dan staff tata usaha Badan

Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kelas I

Sampali -Medan.

10.Teristimewa kepada Alm Ayahanda tercinta Antonius Sinaga dan Ibunda

tercinta Mintan Hutabarat serta kakak tersayang Siska Elishabet Sinaga

yang telah memberikan nasehat, dana, dan senantiasa memberikan

motivasi serta dorongan.

11.Buat saudara saya, Hendri Sinaga, Hendra Sinaga, Susan Sinaga, dan

(8)
(9)

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN

LEMBAR PENGESAHAN

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR NOTASI ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belankang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 4

C. Batasan Masalah... 4

D. Rumusan Masalah ... 5

E. Tujuan Penelitian ... 5

F. Manfaat penelitian ... 5

(10)

BAB II. LANDASAN TEORI

A. Pengertian Umum Drainase ... 7

B. Jenis Drainase... 9

C. Fungsi Drainase ... 11

D. Analisis Hidrologi Dalam Perencanaan Drainase ... 12

E. Kala Ulang Minimum ... 25

F. Intensitas Hujan ... 26

G. Koefisien Penampung ( Stroragr Coeffient ) ... 29

H. Kemiringan Dasar Saluran ... 29

I. Debit Rencana Dengan Metode Rasional ... 30

J. Koefisien Penagliran ( C ) ... 31

K. Luas Daerah Pengaliran ... 34

L. Kapasitas Pengaliran ( Run Off ) ... 36

M. Kapasitas Saluran ( Q Ukuran ) ... 36

N. Analisis Debit Air Limbah ... 38

O. Bentuk Penampang Saluran ... 39

BAB III. METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian ... 42

B. Jenis dan Sumber Data ... 42

C. Metode... 43

D. Teknik Pengumpulan Data ... 43

E. Diagram Alir Penelitian ... 44

BAB IV. ANALISA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Daerah / Wilayah Survey ( Observasi ) ... 46

B. Pengumpulan Data Primer dan Data Sekunder ... 48

(11)

BAB V. PENUTUP

A. Kesimpulan ... 70

B. Saran ... 71

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar

2.1 Siklus hidrologi ... 15

2.2 Pengukuran Kemiringan Saluran ... 29

2.3 Sketsa Batas Daerah Pengaliran Yang Diperhitungkan ... 34

2.4 Saluran Bentuk Trapesium ... 40

2.5 Saluran Bentuk Empat Persegi Panjang ... 41

3.1 Diagram Alir Penelitian ... 45

4.1 Daerah Lokasi Jalan Perjuangan Medan ... 46

4.2 Denah Daerah Tinjauan Lokasi Penelitian ... 46

4.3 Keadaan Saluran Drainase Jalan Perjuangan Medan ... 47

4.4 Keadaan Saluran Drainase Jalan Perjuangan Medan ... 47

4.5 Saat Terjadi Genangan Air ... 48

4.6 Genangan Air Pada Jalan Perjuangan Medan ... 48

4.7 Lokasi Genangan Air Pada Jalan Perjuangan Medan ... 49

4.8 Potonngan A - A... 49

4.9 Dimensi Saluran Type A ... 50

4.10 Dimensi Saluran Type B ... 50

4.11 Arah Aliran Saluran ... 62

4.12 Penampang Saluran Type A ... 63

(13)
(14)

DAFTAR TABEL

Tabel

2.1 Nilai Variabel Reduksi Gauss ... 18

2.2 Distribusi Log Person Type III Untuk Koefisien Kemencengan G ... 21

2.3 Hubungan Reduce Mean ( Yn ) dengan Banyak Sampel ( n ) ... 23

2.4 Hubungan Reduce Standar Deviasi ( Sn ) Dengann Banyaknya ( n ) ... 24

2.5 Periode Ulang Untuk T Tahun ... 25

2.6 Kriteria Periode Ulang ... 26

2.7 Darajat Curah Hujan dan Intensitas Curah Hujan ... 27

2.8 Hubungan Kemiringan Dasar Saluran ... 28

2.9 Koefisien Pengaliran ... 32

2.10 Koefisien Penyebaran Hujan ... 35

2.11 Koefisien Kekasaran Manning ... 37

2.12 Nilai Kemiringan Dinding Saluran ... 38

2.13 Kebutuhan Air Penduduk ... 38

4.1 Data Curah Hujan Bulanan ... 51

4.2 Data Curah Hujan Maksimum ... 52

4.3 Intensitas Hujan ... 54

4.4 Perhitungan Cara Gumbel ... 55

4.5 Perhitungan Curah Hujan Max Rata – rata ... 56

(15)

4.7 Perhitungan Periode Ulang ... 58

(16)

DAFTAR NOTASI

Xt = besarnya curah hujan untuk t tahun

Yt = besarnya curah hujan rata – rata untuk t tahun

Yn = reduce mean deviasi berdasarkan sampel

Sn = reduce standar deviasi berdasarkan sampel

n = jumlah tahun yang ditinjau

n = koefisien kekasaran Manning

S0 = kemiringan dasar saluran

Q = laju aliran permukaan( debit ) dalam m3/dt

C = koefisien aliran permukaan

I = intensitas selama waktu konsentrasi dalam mm jam

A = luas daerah pengaliran

Cs = koefisien penampungan

Tc = waktu konsentrasi

(17)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Permohonan Pengajuan Judul Dan Pembimbung Tugas Akhir

Lampiran 2. Surat Penugasan Dosen Pembimbing Tugas Akhir

Lampiran 3. Surat Izin Pengambilan Data Iklim Untuk Penyusunan Tugas Akhir

Lampiran 4. Pelayanan Jasa Informasi Klimatologi Data Curah Hujan Bulanan

Lampiran 5. Lembar Asistensi Tugas Akhir

(18)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kota Medan telah menjadi sebuah kota yang berkembang dengan pesat sehingga

menyebabkan perubahan karakteristik kota Medan. Seiring dengan meningkatnya

pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota akan selalu di ikuti oleh

peningkatan kebutuhan akan sarana dan prasarana publik yang memadai

diantaranya merupakan prasarana saluran drainase. Sarana dan prasarana

merupakan bangunan dasar yang sangat diperlukan untuk mendukung kehidupan

manusia yang hidup bersama – sama dalam suatu ruang yang terbatas agar

manusia dapat bermukim dengan nyaman dan dapat bergerak dengan mudah

dalam segala waktu dan cuaca, sehingga dapat hidup dengan sehat dan dapat

berinteraksi satu dengan lainnya dalam mempertahankan kehidupannya.

Drainase mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan

air. Secara umum drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang

berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu

kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Drainase

juga diartikan sebagai suatu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diingikan

pada suatu daerah, serta cara – cara penaggulangan akibat yang ditimbulkan oleh

(19)

2

Untuk itu dibutuhkan suatu sistem drainase yang lebih baik dan lebih

komprehensif sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan – kemungkinan proses

alami yang terjadi seperti banjir dan genangan air. Tujuan dari sistem drainase ini,

untuk memelihara agar jalan tidak tergenang air hujan dalam waktu yang cukup

lama ( yang akan mengakibatkan kerusakan konstruksi jalan ), tetapi harus segera

dibuang melalui sarana saluran drainase jalan.

Analisis hidrologi merupakan bidang yang sangat rumit dan kompleks. Hal ini

disebabkan oleh ketidakpastian siklus hidrologi, rekaman data dan kualitas data.(

Triatmodjo, 2010). Analisis hidrologi diperlukan untuk perencanaan drainase,

culvert, maupun jembatan yang melintasi sungai atau saluran. Hujan merupakan

faktor terpenting dalam analisis hidrologi. Intensitas hujan yang tinggi pada suatu

kawasan hunian yang kecil dapat mengakibatkan genangan air pada jalan – jalan,

tempat parkir, dan tempat lainnya karena fasilitas drainase tidak didesain untuk

mengalirkan air akibat intensitas hujan yang tinggi. Analisis dan desain hidrologi

tidak hanya memerlukan volume atau ketinggian hujan, tetapi juga distribusi

hujan terhadap tempat dan waktu. Distribusi hujan terhadap waktu disebut

hytegraph. Dengan kata lain hytegraph adalah grafik intensitas hujan atau

ketinggian hujan terhadap waktu.

Frekuensi hujan adalah besarnya kemungkinan suatu besaran hujan disamai atau

dilampaui. Analisis frekuensi diperlukan seri data hujan yang diperoleh dari pos

penakar hujan, baik yang manual maupun yang otomatis. Analisis frekuensi ini

(20)

3

frekuensi diperlukan untuk mengetahui suatu rangkaian data cocok untuk suatu

sebaran tertentu dan tidak cocok untuk sebaran lain. Untuk mengetahui kecocokan

terhadap suatu jenis sebaran tertentu, perlu dikaji terlebih dahulu ketentuan –

ketentuan yang ada.( Suripin, 2004 )

Salah satu daerah kota Medan yang mengalami masalah sistem saluran drainase

adalah Jalan Perjuangan kec. Medan Tembung. Permasalahan yang sering terjadi

di daerah ini adalah genangan air pada saat curah hujan tinggi. Melihat

permasalahan genangan air yang sering terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan

juga sikap sebagian masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan,

misalnya kebiasaan membuang sampah kedalam saluran sehingga terjadi

penyempitan dan pendangkalan pada saluran yang mengakibatkan air dalam

saluran tidak dapat mengalir dengan lancar.

Untuk mengatasi permasalahan genangan air, maka perlu dilakukan kajian guna

menganalisis sistem saluran drainase di Jalan Perjuangan Kec. Medan Tembung,

sehingga akan ditemukan solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah

genangan air pada jalan ini. Maka penulis mangambil judul tugas akhir yaitu “

(21)

4

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka masalah yang

dapat diidentiikasi penulis adalah sebagai berikut :

1. Sarana dan prasarana merupakan bangunan dasar yang sangat diperlukan

diantaranya merupakan prasarana saluran drainase.

2. Drainase merupakan serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk

mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan,

sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal.

3. Genangan air pada saat curah hujan tinggi di Jalan Perjuangan kec. Medan

Tembung

4. Analisis hidrologi diperlukan untuk perencanaan drainase.

5. Analisis frekuensi diperlukan seri data hujan yang diperoleh dari pos penakar

hujan, baik yang manual maupun yang otomatis.

6. Penentuan jenis distribusi frekuensi diperlukan untuk mengetahui suatu

rangkaian data cocok untuk suatu sebaran tertentu dan tidak cocok untuk

sebaran lain.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah maka batasan masalah dalam penulisan ini

adalah sebagai berikut :

1. Lokasi yang di tinjau adalah jalan Perjuangan Kec.Medan Tembung

2. Analisis hidrologi pada sistem saluran drainase jalan Perjuangan Medan

(22)

5

D. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penulisan ini adalah :

1. Bagaimana analisis sistem saluran drainase pada jalan perjuangan Medan.

2. Bagaimana menentukan frekuensi hujan rencana pada masa ulang ( T )tahun.

dengan analisis distribusi frekuensi cara Gumbel dan Log- Peson type III.

E. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dalam penulisan ini adalah :

1. Untuk mengetahui bagaimana analisis sistem saluran drainase pada jalan

perjuangan Medan

2. Untuk mengetahui frekuensi hujan pada masa ulang ( T ) tahun dengan

analisis distribusi frekuensi cara Gumbel dan Log- Peson type III.

F. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dalam penulisan ini adalah :

1. Sebagai referensi dan pengetahuan bagi semua pembaca terutama yang

berhubungan dengan prasarana sistem saluran drainase.

2. Bagi masyarakat, yaitu untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang

prasarana sistem saluran drainase.

3. Sebagai referensi dan bahan rekomendasi kepada para pelaksana konstruksi

(23)

6

G. Metode Penulisan

Metode penulisan yang dipakai dalam penyusunan tugas akhir ini adalah studi

khasus. Dalam tugas akhir ini penulis mengumpulkan data primer dan data

(24)

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil studi penelitian yang telah dilakukan, maka penulis dapat

menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan analisis yang dilakukan penulis sistem saluran drainase pada

Jalan Perjuangan Medan layak untuk mengaliri debit air yang ada saat

ini.Genangan air yang terjadi pada lokasi studi disebabkan adanya kerusakan

pada saluran dan adanya sampah di dalam saluran drainase sehingga

menghambat aliran air.

2. Dari data curah hujan yang didapat Dari Stasiun Klimatologi Kelas I Sampali

Medan didapat jumlah intensitas hujan pada sepuluh tahun terakhir yaitu

dimulai dari tahun 2006 sampai tahun 2015 yaitu 88,25 (mm/hari ).

Berdasarkan hasil perhitungan debit saluran, maka debit saluran yang ada

adalah Q = 0.0394m3/ detik dan Q = 0.166 m3/ detik, sedangkan debit

rencana adalah Q = 0.00256 m3/ detik.

3. Dari analisis dimensi saluran menunjukkan bahwa dimensi eksisting yang

terdapat di lapangan telah memenuhi kapasitas untuk menampung debit aliran

yang ada, dimana h( lapangan ) > h ( rencana ) dan b ( lapangan ) >b (

rencana )Q rencana < Q lapangan.

4. Dengan menggunakan distribusi frekuensi cara Gumbel dan Log Person

(25)

71

dan 50 tahun. Penerapkan parameter yang berkaitan dengan analisis data

yang meliputi rata – rata, simpangan baku, dan penentuan frekuensi curah

hujan perioede ulang T tahun

B. SARAN

Adapun saran yang di kemukan oleh penulis dalam penelitian yang dilakukan

ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengatasi genangan yang ada pada ruas jalan Perjuangan Medan , perlu

dilakukan pengurukan saluran drainase yang ada, supaya saluran drainase

tersebut bisa mengaliri debit air.

2. Perlunya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan dan bahaya

genangan air yang diakibatkan sampah yang terdapat di saluran drainase

sehingga mengurangi dedit aliran saluran.

3. Agar pihak yang berwenang segera melakukan perbaikan penampang saluran

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Hadihardjaja,dkk. 1997. Drainase Perkotaan. UII Press.Yogyakarta.

Hendarsin,Shirley L. 2000. Perencanaan Teknik Jalan Raya. Bandung: Politeknik Negeri Bandung

Hidayat, T. 2010. Tugas Akhir Tinjuan Perencanaan Saluran Drainase Jalan Jati

Kelurahan Tangkerang Utara Kota Pekanbaru – RIAU. Universitas Islam

Riau

Notodihardjo,dkk. 1998. Drainase Perkoataan . Universitas Tarumanegara.

Jakarta

SNI. 1990. Tata Cara Perencanaan Umum Drainase Perkotaan. Jakarta

SNI. 1994. Tata Cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan. Jakarta

Soemarto,CD. 1999. Hidrologi Teknik. Penerbit Erlangga . Jakarta

Sosrodarsono. 2003. Hidrologi Untuk Pengairan. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Subarkah,Iman. 1980. Hidrologi Untuk Perencanaan Bangunan Air.Penerbit Ide Dharma. Bandung.

Gambar

Gambar 2.1 Siklus hidrologi ....................................................................................
Tabel 2.1 Nilai Variabel Reduksi Gauss ..............................................................

Referensi

Dokumen terkait

Masalah yang berkaitan dengan rumah susun sangat kompleks, sehingga pembahasan masalah rumah susun dibatasi hanya pada disiplin ilmu arsitektur, yaitu penekanan

JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS

adalah diperoleh peramalan jumlah produksi yang akan diproduksi agar jumlah yang diproduksi mendekati jumlah permintaan, order quantity untuk setiap DC sehingga

Sesuai dengan hasil analisis data primer, maka masing- masing instrumen yang digunakan dalam penelitian memiliki hasil uji yang menunjukkan bahwa angka cronbach

Berdasarkan hasil analisis kimia yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kandungan N-Total pada 4 titik kelerengan menunjukkan bahwa setiap titik sampel tanah

pekerjaan karena harus mengulang dan mengulang pekerjaan untuk mencapai hasil yang benar?. Akan lebih baik jika diteliti terlebih dahulu

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Wanita Usia Subur yang Melakukan Pemeriksaan IVA dalam Upaya Deteksi Kanker