• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manusia Sebagai Khalifak di Muka Bumi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Manusia Sebagai Khalifak di Muka Bumi"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Manusia Sebagai Khalifah

Yang dimaksud dengan khalifah ialah bahwa manusia diciptakan untuk menjadi pengusaha yang mengatur apa-apa yang ada di bumi, seperti tumbuhannya, hewannya, hutannya, airnya, sungainya, gunungnya, lautnya, perikanannya dan seyogyanya manusia harus mampu memanfaaatkan segala apa yang ada di bumi utuk kemaslahatannya. Jika manusia telah mampu menjalankan itu

semuanya maka sunatullah yang menjadikan manusia sebagai khalifah du bumi benar-benar dijalankan dengan baik oleh manusia tersebut, terutama mannusia yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Mengapa Allah menjadikan kita sebagai khalifah di muka bumi ?

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang maha agung. Mengikut kamus dewan bahasa dan pustaka, manusia ialah makhluk yang mempunyai akal budi. Jika diperincikan lagi maksudnya, akal dari pada as[ek manusia bermaksud dapat berfikir, manakala budi pula bermaksud kebijaksanaan.

Dalam Al-Qur’an telah diterangkan mengenai asal penciptaan manusia yang bermula dari tanah (Nabi Adam a.s) kemudian seterusnya seperti mana firman Allah S.W.T. Surah Al-Mu’minun Ayat 12-14.

Tanggung jawab manusia sebagai khalifah

Ada segolongan manusia yang berpendapat bahwa manusia dan alam dijadikan tanpa tujuan tertentu. Alam yang terbentang luas ini terdedah kepada

pengolahan manusia sesuai dengan tingkat ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Manusia dan alam dianggap seperti satu sistem yang bertindak balas diantara satu sama lain dan tidak boleh dipisahkan. Pada pandanan mereka, hidup hanya untuk keperluan kebendaan semata-mata. Ini adalah pandangan sains sekular. Bagi mereka, manusia tidak mempunyai tujuan dan arah tertentu dalam

kehidupan, melainkan sebagai ejen perubahan alam ini. Manusia dipecahkan kepada komponen alam tanpa mengambil kira faktor serta peranann akal, hati, dan nafsu tabii manusia itu sendiri.

Pada pandangan Islam, manusia dan alam adalah makhluk ciptaan Allah, tetapi manusia mempunyai taraf yang lebih tinggi berbanding makhluk lain. Sementara

(2)

asal-usul manusia itu bermula dari manusia pertama yang diciptakan Allah, yaitu Nabi Adam, dan bukannya jelmaan dari makhluk lain, Allah juga menyatakan dengan jelas tujuan manusia dicipta, yaitu sebagai khalifah di bumi. Hakikat ini dapat dilihat dalam firman-nya yang bermaksud : “Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.” (Surah al-baqarah, ayat 30).

Dari aspek lain pula, pendukung sekularisme berpandangan bahwa, agama dan kehidupan duniawi adalah sesuatu yang perlu dipisahkan. Bagi mereka, segala bentuk kepercayaan agama yang membawa kepada ketaatan kepada Allah serta memelihara batasan syariah adalah terhad kepada amalan pribadi saja manakala perkara umum yang membabitkan kehidupan manusia secara keseluruhannya, perlu diatasi dengan kekuatan kebendaan semata-mata.

Sebaliknya, Islam mengajar penganutnya yang juga khalifah di bumi ini, supaya dapat mengimbangi kehidupan dunia dan kehidupan di akhirat sewajarnya. Di samping menganjurkan umatnya supaya beramal sebagai bekalan pada akhirat, Islam tidak pernah pula melarang umatnya daripada berusaha untuk

kesejahteraan hidup di dunia. Yang berbeda adalah kaedah yang disarankan oleh islam untuk berusaha bagi mencapai kesejahteraan itu.

Referensi

Dokumen terkait

Kedua istilah itu digunakan untuk menyebut manusia karena dikaitkan dengan kata Adam, yakni sebagai bapak manusia atau manusia pertama yang diciptakan Allah dan

Sebagai makhluk yang paling sempurna yang telah diciptakan oleh Allah didunia, peranan manusia dalam kehidupan di bumi tentulah sangat vital.. oleh karena itu dalam hidup manusia

Karena manusia yang diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling canggih, mampu menggunakan potensi yang dimilikinya dengan baik, yaitu mengaktualisasikan potensi iman kepada Allah,

4 Secara umum, al-qur’an memaparkan bahwa manusia diciptakan dari diri yang satu, yakni Adam, yang darinya Allah menciptakan perempuan, yakni Hawa, dan dari keduanya

Al- Qur’an menginformasikan bahwa penciptaan manusia pertamana yaitu, Nabi Adam as, tidak sama dengan penciptaan manusia setelahnya, yang mana Allah SWT menciptakan

Karena manusia yang diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling canggih, mampu menggunakan potensi yang dimilikinya dengan baik, yaitu mengaktualisasikan potensi iman

Manusia pada dasarnya diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang sempurna yang diberikan berbagai kelebihan seperti dianugrahi aspek jasmani yang paling sempurna daripada

Manusia tinjauan Islam Berbeda dengan teori filsafat dan psikologi dalam memaknai manusia, Islam memandang manusia sebagai kreasi terbaik Allah swt., makhluk yang diciptakan dalam