• Tidak ada hasil yang ditemukan

Intraocular Foreign Bodies

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Intraocular Foreign Bodies"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

1

INTRAOCULAR FOREIGN BODIES

Disusun Oleh :

Dr. dr. Rodiah Rahmawaty Lubis, M.Ked (Oph), Sp.M

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA /

RSUP HAJI ADAM MALIK

MEDAN,2013

(4)
(5)

i

DAFTAR ISI

Halaman

Daftar isi ... i

Daftar Tabel ... ii

Daftar Gambar ... iii

1. Pendahuluan ... 1

2. Defenisi ... 2

3. Epidemiologi ... 3

4. Klasifikasi ... ... 4

5. Patofisiologi ... 5

6. Diagnosis ... 6

7. Komplikasi ... 8

8. Tatalaksana ... 8

9. Prognosis ... 12

10.Kesimpulan ... 13

11.Daftar Pustaka ... 14

(6)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Epidemiologi, manifestasi klinis dan Tatalaksana Benda Asing

(7)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Klarifikasi cedera okular dengan klasifikasi Birmingham Eye

Trauma Terminology ... .... 3

Gambar 2. Klarifikasi cedera open-globe berdasarkan zona anatomis ... .... 4

Gambar 3. Removal IOFB di kamera okuli anterior A) insisi yang salah

B) insisi yang benar tegak lurus dan langsung menuju objek asing .. 4

Gambar 4. Removal IOFB magnetik di segmen posterior ... 12

Gambar 5. Removal IOFB non magnetik di segmen posterior

... ... 12

(8)
(9)

1

INTRAOCULAR FOREIGN BODIES

Dr.dr.Rodiah Rahmawaty Lubis, SpM

1. Pendahuluan

Intraocular foreign bodies(IOFB) atau tertinggalnya benda asing dalam

ruang intraokular melibatkan 41% dari cedera open-globe.Benda asing

tersebut dapat berupa objek apapun, kebanyakan merupakan logam yang dapat

berlokasi dalam struktur okular manapun baik superfisial hingga rongga yang

dalam. Cedera IOFB secara teknis merupakan cedera penetrasi dan bersifat

emergensi. Akan tetapi, implikasi klinis yang berbeda membuat kelainan ini

dikelompokkan tersendiri oleh karena modalitas tatalaksana, waktu, dan resiko

endophthalmitis.1,2

Ada berbagai faktor yang menentukan tempat tertinggalnya benda asing

dan kerusakan yang diakibatkan IOFB, termasuk ukuran, bentuk, dan

momentum objek saat terjadinya impak, serta lokasi dari penetrasi okuli.

Setelah berada dalam ruang intraokuli, benda asing dapat terjebak dalam

struktur manapun yang dijalaninya dan dapat berlokasi dimanapun dari

anterior chamber hingga ke retina.3,4,5

Menelusuri informasi sangat penting sebagai langkah awal

penatalaksanaan kasus IOFB. Informasi kasus kejadian sangat vital karena

membantu menentukan asal dan jenis benda asing dan akan lebih informatif

apabila pasien dengan membawa bukti objek penyebab. Dalam pemeriksaan

klinis mata, hal-hal yang menjadi perhatian adalah mencari lokasi luka baik

tempat entri dan keluarnya benda asing. Floresens topikal dapat membantu

untuk mengidentifikasi tempat entri dan lokasi dari benda asing. Akan tetapi,

alat paling baik yang dapat digunakan untuk menentukan ukuran dan bentuk

benda asing adalah CT-scan.2,3

IOFB yang terjadi setelah cedera penetrating dapat menyebabkan

hilangnya daya penglihatan berat dengan komplikasi yaitu endophthalmitis

(10)

dan terlepasnya retina. Akan tetapi sekarang, prevalensi IOFB menurun yang

mungkin dikarenakan berkurangnya jumlah industri-industri logam. Selain itu,

teknik vitrektomi modern dan penggunaan antibiotik spektrum luas telah

meningkatkan outcome visual kasus IOFB meskipun pengambilan benda asing

intraokuli dilakukan setelah 24 jam.6

2. Definisi

Cedera okular dapat dibagi menjadi cedera open-globe dan cedera

close-globe. Cedera open-globe didefinisikan sebagai cedera yang bersifat penetrasi

dan melibatkan seluruh lapisan dinding korneosklera yang dapat diakibatkan

karena trauma tajam ataupun trauma tumpul. Cedera closed-globe pada

umumnya diakibatkan trauma tumpul dimana dinding korneosklera tetap intak

(hanya sebagian lapisan yang mengalami cedera), akan tetapi kerusakan

intraokular dapat terjadi. Hal itu dibagi menjadi luka bakar, trauma

tumpul/kontusio dan laserasi lamelar.2

Laserasi didefinisikan sebagai cedera yang melibatkan seluruh lapisan

mata, biasanya dikarenakan objek tajam. Kerusakan terjadi pada lokasi impak

dengan mekanisme dari luar ke dalam. Klasifikasi tersebut bergantung pada

apakah juga terdapat benda asing intraokular atau ada luka jalan keluar. Pada

umumnya, apabila luka tembus diikuti dengan luka tembus jalan keluar, benda

(11)

Gambar 1. Klasifikasi cedera okular dengan klasifikasi Birmingham Eye Trauma Terminology7

Intraocular foreign body diartikan sebagai retensi atau tertinggalnya benda

asing yang masuk ke dalam ruang intraokuli baik di rongga superfisial

(anteriorchamber) ataupun rongga lebih dalam (segmen posterior). Masuknya

benda asing dalam ruang intraokular menimbulkan laserasi dan

dikelompokkan sebagai cedera penetrasi.2,3,4

3. Epidemiologi

Intraocular foreign bodies (IOFB) atau tertinggalnya benda asing dalam

ruang intraokular melibatkan 41% dari cedera open-globe. Benda asing

tersebut dapat berupa substansi apapun, kebanyakan adalah logam, oleh

karena kebanyakan pasien mengalami cedera saat bekerja dengan martil

dimana 80% kasus diantaranya adalah disebabkan logam. Di Amerika, IOFB

merupakan penyebab paling sering kedaruratan ophtalmologi, yaitu 3% dari

seluruh pasien yang datang ke unit gawat darurat.Faktor resiko termasuk jenis

kelamin laki-laki, tidak memakai alat proteksi mata saat bekerja, dan bekerja

dalam perusahaan logam. Umur rata-rata pasien adalah 33 tahun. Benda asing

tersebut sering masuk ke dalam kornea dan hampir 65% kasus IOFB

melibatkan segmen posterior.1,5,8

(12)

4. Klasifikasi

Intraocular foreign bodies dapat diklasifikasikan menurut:

1. Zona anatomis

Cedera open-globe merupakan hal yang mendasari terjadinya IOFB.

Dalam pembagiannya, cedera ini dapat dibagi menjadi tiga zona menurut

lokasi cedera.

a. Zona I : cedera melibatkan kornea

b. Zona II: cedera melibatkan dari limbus hingga ke 5 mm anterior sklera

c. Zona III: cedera melibatkan sklera lebih dari 5 mm dari limbus2,9

Gambar 2. Klasifikasi cedera open-globe berdasarkan zona anatomis.10

2. Posisi IOFB

Berdasarkan posisi benda asing dalam intraokuli, IOFB dibagi menjadi

a. Lokasi IOFB segmen anterior

- Di kornea

- Di anterior chamber

- Di anterior chamber angle

b. Lokasi IOFB segmen posterior

(13)

b. Gelas

c. Plastik

d. Organik seperti kayu

e. Batu

5. Patofisiologi

Ada berbagai faktor yang menentukan tempat tertinggalnya benda asing

dan kerusakan yang diakibatkan IOFB, termasuk ukuran, bentuk, dan

momentum objek saat terjadinya impak, serta lokasi dari penetrasi okuli.

Setelah berada dalam ruang intraokuli, benda asing dapat terjebak dalam

struktur manapun yang dijalaninya dan dapat berlokasi dimanapun dari

anterior chamber hingga ke retina.Untuk bahan nonlogam dan nonmagnetik,

outcome vusual dapat saja tidak bergantung pada ukuran dan bentuk benda

tersebut. Menurut jenisnya, benda asing dapat dibagi menjadi anorganik

seperti logam dan organik.3,4,12

Logam emas, perak, platinum, aluminium dan gelas pada umumnya

bersifat inert dan menyebabkan sedikit atau tanpa reaksi. Timbal dan Zinc,

meskipun dapat menyebabkan inflamasi, biasanya bersifat kronis

nongranulomatosa.12

Besi dapat mengionisasi dan diffusi ke dalam mata dan mengalami

deposisi sebagai feritin dan kadang-kadang siderosom sitoplasma, suatu

kondisi yang dikenal dengan nama siderosis bulbi. Ferro (bivalen) berifat lebih

toksik pada jaringan mata dibandingkan Ferri (trivalen). Besi mengionisasi

dan menyebar dalam jaringan mata (siderosis bulbi) dan terkonsentrasi

terutama pada sel epitel (kornea, iris, siliaris, lensa dan RPE), otot konstriktor

dan dilator pupil, trabecular meshwork, dan retina neural. Toksisitas yang

diakibatkan oleh kelelbihan free iron dengan proses-proses enzimatik

menyebabkan degenerasi retina dan gliosis, katarak anterior subkapsular

(siderosis lentis), terbentuknya jaringan parut di trabecular meshwork dan

glaukoma kronis sekunder sudut terbuka. Secara histologi, logam besi

berwarna biru dengan Prussian blue atau Perls’ stain yang muncul pada

(14)

seluruh struktur epitel, otot dilator dan konstriktor pupil, retina neural dan

trabecular meshwork.12

Tembaga dapat mengionisasi dalam mata dan terdeposit dalam struktur

okular manapun, kondisi yang dikenal dengan chalcosis. Dibandingkan dengan

perubahan tembaga menjadi chalcosis, tembaga lebih sering menyebabkan

reaksi purulen yang menyebabkan panophtalmitis. Campuran logam dengan

tembaga menyebabkan chalcosis. Tembaga memiliki afinitas terhadap

membran basal (contohnya membran internal retina). Deposit juga dapat terjadi

di membran Descemet dan kapsul lensa. Secara klinis, tembaga terlihat dalam

kornea dalam bentuk cincin Kayser-Fleischer dan dalam kapsul lensa anterior

dan posterior sebagai bayangan hijau-abu, metalik, sudut yang menyebar dan

radiasi lateral, contohnya katarak sunflower (chalcosis lentis).12

Material organik seperti silia, material tumbuh-tumbuhan, dan tulang dapat

masuk ke dalam mata dan menyebabkan reaksi granulomatosa. Jamur dapat

bersamaan masuk dengan material organik dan menginfeksi mata.12

6. Diagnosis

Anamnesis sangat penting terutama untuk menentukan jenis benda asing

yang masuk ke dalam mata. Anamnesis singkat telah cukup untuk seorang

optalmologis dalam mencurigai kasus IOFB pada mata dengan cedera

open-globe. Hal-hal lain yang perlu ditanyakan adalah mekanisme cedera, kapan

terjadinya dan kecurigaan IOFB.Mendiskusikan tentang derajat cedera

intraokular yang terjadi dan prognosis pada pasien diberikan selama konseling

preoperatif sebelum dilakukan operasi.11,13,15

(15)

choroidal detachment, dan perdarahan vitreous. Rendahnya tekanan

intraokular memberikan kecurigaan adanya cedera open-globe dan adanya

retensi benda asing. Ophtalmoskopi indirek melalui pupil yang dilatasi dapat

memberikan visualisasi langsung terhadap benda asing. Tonometri,

gonioskopi dan depresi sklera tidak boleh dilakukan pada cedera open-globe

karena dapat menyebabkan ekstrusi isi intraokular.11,15

Tabel 1. Epidemiologi, manifestasi klinis dan Tatalaksana Benda Asing Intraokular5

CT-scan orbita tanpa kontras merupakan pilihan pemeriksaan penunjang

pada kasus yang dicurigai perforasi globe. Thin axial-section CT-scan

dilakukan untuk mengevaluasi tulang-tulang orbita dan wajah, ruang

retrobulbar dan globe. Apabila dijumpai IOFB pada gambaran CT-scan,

ditentukan ukuran, bentuk, lokasi, dan komposisi bila memungkinkan.

Dilaporkan bahwa helical CT lebih superior dibandingkan dengan CT scan

konvensional sebagai alat assessment preoperatif dimana waktu lebih singkat

dan artifak gerakan yang lebih kecil, eksposur radiasi yang lebih sedikit dan

kemampuan untuk mendapatkan potongan sagital dan koronal untuk

menentukan lokasi benda asing. Pemeriksaan imaging ini juga lebih sensitif

(16)

dibandingkan CT axial konvensional, MRI, dan ultrasonografi untuk

mendeteksi benda asing dari gelas.15

7. Komplikasi

Komplikasi yang mungkin terjadi oleh karena retensi benda asing intraokuler

antara lain:

- Opasitas kornea

- Katarak

- Perdarahan intraokuler (hifema, perdarahan vitreous)

- Peningkatan tekanan intraokuler

- Terlepasnya retina: baik rhegmatogen ataupun traksional

- Proliferative vitreoretinopathy

- Hipotoni

- Phthisis bulbi

- Endophthalmitis

- Siderosis (oleh karena IOFB logam besi)

- Chalcosis (oleh karena IOFB logam tembaga)11

8. Tatalaksana

Dalam prinsip tatalaksana kasus IOFB, pengeluaran benda asing

merupakan pilihan terbaik. Akan tetapi, apabila tindakan yang akan dilakukan

diperkirakan akan menimbulkan keadaan yang lebih buruk pada mata,

pengeluaran benda asing tidak diindikasikan, terutama pada objek yang tidak

secara langsung merusak struktur intraokular. Beberapa jenis benda asing,

seperti gelas, plastik, pensil (grafit), batu, aluminium dan emas dapat

(17)

oleh logam besi yang terionisasi, ditandai dengan rust-colored

corneal stroma (stroma kornea berwarna merah kecoklatan),

heterokromia iris dengan warna kecoklatan, pupil yang dilatasi dan

nonreaktif, deposit warna jingga pada epitel lensa dan korteks

anterior dan degenerasi retina.Efek toksik oleh tembaga

menimbulkan chalcosis akut yang ditandai dengan endophthalmitis

steril, corneal dan scleralmelting, hipopion, dan lepasnya retina.

Temuan klinis lain meliputi cincin Kayser-Fleischer, heterokromia iris dengan warna kehijauan, katarak berbentuk ”sunflower”, dan degenerasi retina.1

- Kontaminasi: apabila kejadian cedera terjadi di luar ruangan, resiko

benda terkontaminasi dengan material organik lebih tinggi

sehingga resiko endophthalmitis lebih tinggi.1

Tujuan dalam menatalaksana IOFB adalah mendapatkan outcome visual

yang paling baik yang masih mungkin dengan mengidentifikasi lokasi entry

dan exit benda asing, rekonstruksi mata (primary repair) dan apabila

memungkinkan mengeluarkan objek. Idealnya, benda asing dikeluarkan

dalam waktu 24 jam pertama dan objek serta jaringan okular sekitar dikultur.

Luka dengan resiko infeksi misalnya luka terkontaminasi memerlukan

tatalaksana emergensi. Keterlambatan penutupan bukan hanya meningkatkan

resiko infeksi tetapi juga perdarahan ekspulsfi dan ekstrusi isi intraokuler

Apabila IOFB removal dapat menimbulkan cedera yang lebih buruk pada

pasien dengan daya visus yang masih baik dan tanpa bukti endophtalmitis,

maka follow-up reguler dengan pemeriksaan visus, slit-lamp, dan

elektroretinogram (ERG) serial merupakan pilihan yang wajar.1 Jadwal ERG

yaitu setiap 1-2 bulan dalam 6 bulan pertama, lalu diulangi enam bulan

kemudian dan setelahnya, dilakukan setiap tahun.1,11,16

Sebelum dilakukan operasi, manajemen preoperatif seperti pemberian

antibiotik sistemik dan topikal diberikan sebelum intervensi pembedahan.

Kortikosteroid topikal diberikan untuk meminimalisasi inflamasi. Pemberian

(18)

Tetanus booster tepat diberikan dalam hal ini. Organisme gram positif seperti

Staphylococcus dan Streptococcus merupakan majoritas isolasi pada pasien

dengan endophthalmitis traumatik. Levofloxacin (500 mg) dan moxifloxacin

(400 mg), apabila diberikan secara oral, mampu mencapai kadar minimum

inhibitory concentration dalam cairan aqueous dan vitreous yang diperlukan

untuk menghambat perkembangan 90% patogen okular termasuk organisme

gram positif dan gram negatif yang dijumpai pada endophthalmitis traumatik.

Akan tetapi, moxifloxacin oral tidak mampu mencapai MIC90 untuk

Pseudomonas aeroginosa. Meskipun insidensi endophthalmitis pada IOFB

rendah, pemberian antibiotik broad-spectrum harus diberikan preoperatif dan

7-10 hari setelah operasi repair untuk mencegah resiko infeksi.15

Teknik operasi dilakukan sesuai dengan lokasi objek dalam mata. Apabila

terdapat di anterior chamber, anterior chamber dipertahankan dengan bahan

viskuelastis. Apabila objek tampak, insisi limbus dapat dilakukan. Sebagai

alternatif, insisi dilakukan 90-180 derajat dari objek untuk akses yang lebih

baik dengan forsep. Apabila benda asing tersimpan dalam angle, endoskopi

diinsersi 1800 dari objek untuk visualisasi. Benda asing dapat dikeluarkan

dengan bantuan magnet atau forsep melalui insisi 900 dari objek. Dalam

teknik operasi, apabila benda asing berlokasi pada kamera okuli anterior

maka removal dilakukan dengan insisi kornea lurus dari lokasi benda asing.

Insisi dilakukan 3 mm internal dari limbus dan pada kuadran kornea yang

sesuai dengan lokasi benda asing. Apabila benda asing bersifat magnetik,

benda asing dikeluarkan dengan bantuan magnet. Apabila benda asing

bersifat nonmagnetik, benda asing diambil dengan forsep toothless. Apabila

benda asing tinggal di jaringan iris (baik magnetik ataupun nonmagnetik),

(19)

Gambar 3. RemovalIOFB di kamera okuli anteriorA) insisi yang salah B) insisi yang benar tegak lurus dan langsung menuju objek asing14

Pendekatan pembedahan pada IOFB segmen posterior meliputi vitrectomy

dan IOFB removal dengan magnet atau forsep. Sebelumnya, baik hifema,

katarak, dan perdarahan vitreous yang mengganggu visualisasi segment

posterior harus dikeluarkan terlebih dahulu. Apabila benda asing tampak dan

melayang dalam kavitas vitreous, dilakukan pars plana vitrektomi dengan

removal IOFB dengan magnet atau forsep. Pars plana vitrectomy 20-G

merupakan prosedur yang dipilih. Setelah dilakukan removal, vitrektomi

periferal lebih lanjut dan pengeluaran hyaloid posterior dilakukan. Hal ini

dilakukan untuk mencegah retinal detachment lanjut, macular pucker, dan

posterior vitreous retinopathy. Benda asing intravitreous dikeluarkan dengan

pars plana sclerotomy (5 mm dari limbus). Pada lokasi yang dipilih untuk

insisi, konjungtiva direflesksi dan insisi dilakukan pada sklera konsentrik

terhadap limbus. Lalu, dengan preplaced suture dimasukkan dan robekan

insisi diretraksi. Benda asing magnetik dikeluarkan dengan alat

elektromagnet. Untuk benda asing intraretina, lokasi insisi harus sedekat

mungkin dengan lokasi benda asing. Kemudian dilakukan scleral flap,

choroidal bed diterapi dengan diatermi, koroid diinsisi dan benda asing

dikeluarkan baik dengan bantuan forsep ataupun magnet eksternal.1,14,15

(20)

Gambar 4. Removal IOFBmagnetik di segmen posterior14

Gambar 5. Removal IOFB nonmagnetik di segmen posterior14

Waktu intervensi terutama dipengaruhi oleh resiko endophthalmitis.

Menunda vitrektomi 7-10 hari memberikan beberapa manfaat seperti resiko

perdarahan tak terkontrol yang lebih rendah dan tingginya separasi vitreous

posterior sehingga memberikan kemudahan removal vitreous. Akan tetapi,

luka/cedera harus ditutup sesegera mungkin. Setelah pars plana vitrectomy

dan ekstraksi benda asing, pertimbangan lain adalah pemberian antibiotik

(21)

9. Prognosis

Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis visual pada pasien IOFB

antara lain:

- Daya visus awal

- Relative Afferent Pupillary Defect (RAPD)

- Mekanisme cedera

- Luas luka

- Zona cedera

- Perdarahan intraokuler (hifema, perdarahan vitreous)

- Ada tidaknya endophthalmitis

Intraocular Foreign Bodies merupakan salah satu trauma open-globe

yang diikuti dengan retensi benda asing baik superficial ataupun bagian

yang lebih dalam dari bola mata. Baik lokasi, ukuran, bentuk dan jenis dari

benda asing mempengaruhi tatalaksana dan prognosis. Oleh karena itu,

mendapatkan informasi dari anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemilihan

modalitas imaging yang tepat merupakan prosedur yang harus dilakukan

sebelum memilih tatalaksana yang tepat.

Terapi utama dalam manajemen benda asing intraokular adalah operatif

dengan tujuan primary repair dan IOFB removal. Komplikasi IOFB yang

paling sering adalah endophthalmitis baik IOFB. Pemberian antibiotik

topikal dan sistemik diperlukan baik sebagai manajemen preoperatif dan

hingga 7-10 hari setelah operasi.

(22)

DAFTAR PUSTAKA

1. John, A.D, et al. Management of Intraocular Foreign Bodies. Opht. Pearls. September 2009; 31-32.

2. Sukati VN. Ocular injuries - a review. S Afr Optom, 2012 71(2), 86-94.

3. Kanski JJ. Clinical ophthalmology. A systemic approach. St Louis: Butterworth Heinemann, 2003, pp665-680.

4. Imrie FR, Cox A, Foot B, MaCewen CJ. Surveillance of intraocular foreign bodies in the UK. Eye 2008 22(9) 1141-1147.

5. Abrams P, Intraocular Foreign Body : A Classic Case of Metal Eye Injury. Eye Rounds Org, 2011. 1-6.

6. Lin TC, Liao TC, Yuan WH, Lee FL, Chen SJ. Journal of Chinese Medical Association 77 2014 433-436.

7. Kuhn F, Morris R, Witherspoon CD, Heimann K, Jeffers JB and Treister G. A standardized classification of ocular trauma. Graefes Arch Clin Exp Ophthalmol 1996 234(6) 399-403.

8. Sriprakash KS, Sujatha BL, Kesarwani S, et al. Surgical intervention in retained intra-ocular foreign body: Our experience. Retina/Vitreous Session 2. AIOC 2006 Proceedings; 493-5.

9. Pieramici DJ. Open globe injuries are rarely hopeless. Managing the open globe calls for creativity and flexibility of surgical approach tailored to the specific case. Review of Ophthalmology. 2005; 12: 6.

10. Kim HS, Lee SC and Lee CS. Characteristics and Prognostic Factors of Open Globe Injuries in Korea. J Korean Ophthalmol Soc. 2012 Oct; 53 (10): 1505-1511.

11. Iqbal M. Retained Intraocular Foreign Body. Consensus Report. Pak J Ophthalmol 2010 26(3): 158-161.

12. Yanoff, M. Complication of nonsurgical trauma in Ocular Pathology.147-149. 13. Kanski JJ. Trauma. In: Kanski JJ Clinical Ophthalmology. Asystemic approach 6th ed. Butterworth Heinemann. 2007; 847-68.

14. Khurana, AK. Ocular Injuries in Comprehensive Ophtalmology. 2007 (4): 401-416.

15. Katz G, Moisseiev J. Posterior-segment intraocular foreign bodies: An update on management. Risks of infection, scarring and vision loss are among the many concerns to address. Retinal Physician. 2009.

Gambar

Gambar 1. Klasifikasi cedera okular dengan klasifikasi Birmingham Eye Trauma Terminology7
Gambar 2. Klasifikasi cedera open-globe berdasarkan zona anatomis.10
Tabel 1. Epidemiologi, manifestasi klinis dan Tatalaksana Benda Asing Intraokular5
Gambar 3. RemovalIOFB di kamera okuli anteriorA) insisi yang salah B) insisi yang benar tegak lurus dan langsung menuju objek asing14
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hasil tindakan secara empirik yaitu: melalui penerapan metode Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia materi memahami

Dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Jawa, calon guru bahasa Jawa yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan dan Sastra Daerah, dan calon guru

Dalam konteks dukungan terhadap kekerasan, hasil penelitian ini memperkuat hasil penelitian lain tentang dukungan terhadap kekerasan seperti penelitian Levin dkk (2003)

Isilah matriks perbandingan berpasangan untuk KRITERIA dalam dimensi merchandise yang berkaitan dengan penentuan kebijakan pengelolaan private label di PT. Penentuan bobot

Keluarga yang sehat jiwa adalah keluarga yang anggota keluarganya tidak ada gangguan jiwa atau risiko masalah psikososial. Semua hasil deteksi dimasukkan dalam buku deteksi

Perwakilan Kedua Pihak, atas permintaan tertulis oleh salah satu Pihak melalui lnstansi Berwenang yang ditunjuk , dan dengan semangat kerjasama dan pengertian

Jika dilihat dari semua hubungan pacarannya subjek mengaku bahwa hanya satu yang subjek anggap serius yaitu dengan pacarnya yang sekarang, karena dari hubungan pacar

Penentuan kasus dilakukan secara purposive sampling dengan keriteria; Rumah budel berbentuk rumah panggung milik masyarakat Gorontalo baik permanen maupun semi