• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI SISWA TENTANG TAYANGAN VIDEO “SEJARAH INDONESIA” DI YOU TUBE SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN (Studi pada Siswa SMA Negeri 4 Malang)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERSEPSI SISWA TENTANG TAYANGAN VIDEO “SEJARAH INDONESIA” DI YOU TUBE SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN (Studi pada Siswa SMA Negeri 4 Malang)"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

PERSEPSI SISWA TENTANG

TAYANGAN VIDEO “SEJARAH

INDONESIA” DI YOU TUBE SEBAGAI SUMBER

PEMBELAJARAN

(Studi pada Siswa SMA Negeri 4 Malang)

SKRIPSI

Oleh :

WILLYS UMERTIAN 05220209

Pembimbing I. Nurudin, M.Si Pembimbing II. Nasrullah, M.Si

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Willys Umertian NIM : 05220209 Konsentrasi : Audio Visual

Judul Skripsi : “Persepsi Siswa Tentang Tayangan Video “Sejarah Indonesia” di You Tube Sebagai Sumber Pembelajaran (Studi pada Siswa SMA

Negeri 4 Malang)”.

Telah dipertahankan didepan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Ilmu Komunikasi

Dan dinyatakan LULUS

Pada hari : Kamis

Tanggal : 2 Agustus 2012 Tempat : 605

Mengesahkan, Dekan FISIP UMM

Dr. Wahyudi, M.Si

Dewan Penguji :

1. Muslimin Machmud, P.hD ( )

2. Novin Styo Wibowo, M.Si ( )

3. Nurudin, M.Si ( )

(3)

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : Willys Umertian NIM : 05220209

Fakultas : Ilmu Sosial dan Politik Jurusan : Ilmu Komunikasi

Judul Skripsi : Persepsi Siswa Tentang Tayangan Video “Sejarah Indonesia” di You Tube Sebagai Sumber Pembelajaran (Studi pada Siswa SMA

Negeri 4 Malang)”.

Disetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Nurudin, M.Si Nasrullah, M.Si

Mengetahui

Dekan FISIP UMM Ketua Jurusan

Ilmu Komunikasi

(4)

BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI

1. Nama : Willys Umertian

2. NIM : 05220209

3. Fakultas : Ilmu Sosial dan Politik

4. Jurusan : Ilmu Komunikasi

5. Konsentrasi : Audio Visual

6. Judul Skripsi : Persepsi Siswa Tentang Tayangan Video “Sejarah

Indonesia” di You Tube Sebagai Sumber Pembelajaran (Studi pada Siswa SMA Negeri 4

Malang)”.

7. Pembimbing : 1. Nurudin, M.Si 2. Nasrullah, M.Si 8. Kronologi Bimbingan :

Tanggal Paraf Pembimbing

PembimbingI Pembimbing II

Keterangan

02/11/11 ACC Judul

11/11/11 ACC BAB I

19/03/12 ACC BAB II dan Kuesioner

16/07/12 ACC Bab III, IV

20/07/12 ACC keseluruhan Naskah

Disetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Nurudin, M.Si Nasrullah, M.Si

Mengetahui, Dekan FISIP UMM

(5)

PERNYATAAN ORISINALITAS Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Willys Umertian NIM : 05220209

Fakultas : Ilmu Sosial dan Politik Jurusan : Ilmu Komunikasi

Menyatakan bahwa karya ilmiah atau skripsi yang berjudul “Persepsi Siswa Tentang Tayangan Video “Sejarah Indonesia” di You Tube Sebagai Sumber Pembelajaran (Studi pada Siswa SMA Negeri 4 Malang)”. Adalah bukan karya tulis ilmiah (skripsi) orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah saya sebutkan sumbernya dengan benar.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila

pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapatkan sanksi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Malang, Juli 2012

Yang Menyatakan,

(6)

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul: “Persepsi Siswa Tentang Tayangan

Video “Sejarah Indonesia” di You Tube Sebagai Sumber Pembelajaran (Studi

pada Siswa SMA Negeri 4 Malang)”.

Pada kesempatan ini peneliti menyampaikan terima kasih kepada semua pihak

yang turut memturut membantu terselesaikannya penyusunan skripsi ini. terima kasih peneliti sampaikan kepada:

1. Kedua orang tua yang telah mendidik dan membesarkan penulis

2. Suami dan anak tercinta yang menjadi motivasi penulis

3. Bapak Dr. Wahyudi, M.Si selaku Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah

Malang

4. Bapak Nurudin S.Sos, M.Si selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang

5. Bapak Nurudin S.Sos, M.Si dan Nasrullah S.Sos, M.Si selaku dosen pembimbing yang telah membimbing penulis sampai selesai

6. Pihak SMA Negeri 4 Malang yang telah memberikan ijin pada peneliti untuk mengadakan penelitian

(7)

8. Semua pihak yang membantu dalam bentuk apapun selama penulis menyelesaikan skripsi ini.

Akhirnya semoga semua amal baik yang telah diberikan kepada penulis mendapatkan balasan dari Allah SWT. Amin.

Malang, 20 Juli 2012

(8)

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

LEMBAR ORISINALITAS ... iv

BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR LAMPIRAN………. xi

ABSTRAK ... xii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Manfaat Penelitian ... 3

E. Kajian Pustaka ... 4

E.1 Persepsi ... 4

1. Tinjauan tentang Persepsi ... 4

2. Proses Persepsi ... 5

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi ... 7

E.2 Media Massa ... 10

1. Pengertian Media Massa ... 10

2. Karakteristik Media Massa ... 10

3. Terpaan Media ... 11

4. Efek Pesan Media Massa ... 11

F. Metode Penelitian... 13

F.1. Tipe dan Dasar Penelitian ... 13

F.2. Populasi dan Sampel ... 14

F.3. Tempat Penelitian ... 15

F.4. Ruang Lingkup Penelitian ... 15

F.5. Sumber Data ... 16

F.6. Teknik Pengumpulan Data ... 16

(9)

A. Gambaran Umum Tempat Penelitian……….. 19

A.1. Sejarah Berdirinya SMA Negeri 4 Malang ... 19

A.2. Visi, Misi, dan Tujuan ... 21

A.2.1. Visi ... 21

A.2.2. Misi ... 23

A.2.3. Tujuan ... 26

B. Gambaran Umum YouTube……….……….……… 29

C. Gambaran Umum Tentang Video “Sejarah Indonesia” di YouTube.30 BAB III. PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Persepsi Siswa tentang Tayangan Video “Sejarah Indonesia” di You Tube Sebagai Sumber Pembelajaran ... 35

B. Faktor Internal yang Mempengaruhi Persepsi Siswa tentang Tayangan Video “Sejarah Indonesia” di You Tube Sebagai Sumber Pembelajaran ... 45

BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 60

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel Teks Halaman

3.1 Persepsi tentang Tampilan Animasi... 36

3.2 Persepsi tentang Tahapan Periode Sejarah ... 37

3.3 Persepsi tentang Audio dan Suara Narator ... 39

3.4 Persepsi tentang Tayangan Berjenis Karikatur Animasi ... 40

3.5 Persepsi tentang Pengulangan Sejarah dalam Tayangan ... 41

3.6 Kategori Penilaian tentang Faktor Eksternal ... 44

3.7 Persepsi tentang Pemutaran Video Ketika Suasana Baik ... 46

3.8 Persepsi tentang Pemutaran Video Saat Ujian Akhir Semester ... 47

3.9 Persepsi tentang Kontribusi Sejarah Indonesia terhadap Ingatan Mempelajari Mata Pelajaran Sejarah ... 50

3.10 Persepsi tentang Tayangan Video Memberi Motivasi ... 52

3.11 Persepsi tentang Kemauan Siswa dalam Mempelajari Sejarah ... 53

3.12 Persepsi tentang Video dapat Menimbulkan Minat Berkelanjutan untuk Mempelajari Sejarah ... 55

3.13 Persepsi tentang Tayangan Video dapat Menimbulkan Kebiasaan Mempelajari Sejarah Melalui Tayangan Video di YouTube ... 56

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kuesioner

Lampiran 2. Tabulasi Skor Kuesioner Lampiran 3. Tabel r Product Momen

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

__________., 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

Cangara, Hafied. 2008. Pengantar Ilmu Komunikasi. Rajawali Pers. Jakarta.

Effendy, Onong Uchjana, 1989. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Endang Poerwanti, 1998. Dimensi-dimensi Riset Ilmiah. Pusat Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang.

Rahmat, Jalaluddin, 1998. Metode Penelitian Komunikasi, Dilengkapi Contoh

Analisis Statistik. Penerbit PT. Remaja Rosdakarya Bandung.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Penerbit Alfabeta. Bandung ________., 2010. Metode Penelitian Administrasi. CV. Alfabeta: Bandung

Walgito, Bimo. 1992. Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Penerbit Andi Offset: Yogyakarta.

Winarni. 2003. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. UMM Press: Malang Wiryanto. 2000. Teori Komunikasi Massa. PT. Grasindo: Jakarta

http://chaluchu.wordpress.com/teori-komunikasi-persepsi/, diskses tanggal 4

(13)
(14)

 

BAB I 

PENDAHULUAN 

A.  Latar Belakang 

Pada  masa  seperti  sekarang  ini  pendidikan  merupakan  suatu  kebutuhan 

primer,  dimana  dalam  memasuki  era  globalisasi  seperti  sekarang  ini  pendidikan 

sangatlah  penting  peranannya.  Orang­orang  berlomba  untuk  dapat  mengenyam 

pendidikan setinggi mungkin untuk mengejar teknologi yang semakin canggih, tetapi 

di sisi lain ada sebagian remaja tidak dapat mengenyam pendidikan secara layak, baik 

dari strata tingkat dasar sampai jenjang yang lebih tinggi. Selain itu juga ada sebagian 

remaja  yang  sudah  dapat  mengenyam  pendidikan  dasar  namun  pada  akhinya  putus 

sekolah  juga.  Di  sinilah  pentingnya  bagi  siswa  untuk  lebih  kreatif  dan 

mengembangkan  diri  buka  hanya  mengandalkan  keterangan  dari  guru  di  sekolah 

saja,malainkan  harus  kreatif  dengan  mencari  dan  menambah  pengalaman  dari  luar 

seperti di internet, para siswa bisa mengakses pelajaran sekolah maupun umum untuk 

menambah wawasan seperti halnya tayangan video pelajaran sejarah tersebut. 

Perkembangan kehidupan manusia sebagai masyarakat dengan peradaban yang 

semakin modern dimana sekarang ini mengalami kemajuan yang pesat dan kompleks 

pada  berbagai  bidang.  Salah  satunya  dalam  bidang  komunikasi  yang  selalu 

mengalami  perkembangan.  Sebagai  manusia  kita  tidak  dapat  hidup  sendiri  tanpa 

bantuan orang lain untuk tetap eksis dalam kehidupannya. Begitu pula dengan bidang 

informasi dalam pendidikan, manusia rnembutuhkan informasi sebagai perwujudan dari 

masyarakt  modern.  Manusia  tidak  lepas  dari  peranan  media  dalam  memenuhi 

(15)

 

yang  mampu  memberikan  jawaban  atas  setiap  keingintahuan  public.  Media  yang 

memuat  tentang  data­data  akurat  dan  berasal  dari  sumber  yang  terpercaya, serta 

dalam  penyajiannya  dapat  memenuhi  kebutuhan  konsumen,  tentu  saja  dilihat  dari 

sudut  pandang  segmen  kelas  yang  dituju.  Dalam  hal  ini  sebuah  tayangan  video 

tentang pembelajaran bidang studi sejarah yang bisa diakses oleh para siswa di you 

tube  yang  diharapkan  mampu  memberikan  daya  tarik  tersendiri  bagi  para  siswa 

untuk  menambah  wawasan  sebagai  bahan  pembelajaran  selain  yang  diajarkan  di 

sekolah.

Para  siswa  di  tingkat  SMA  mulai  memberikan  perhatian  yang  besar  terhadap 

berbagai lapangan kehidupan yang akan dijalaninya sebagai manusia dewasa di masa 

mendatang. Demikian halnya dengan siswa di SMA Negeri 4 Malang tentunya juga 

memiliki persepsi sendiri mengenai tayangan video “Sejarah Indonesia” di you tube 

sebagai  sumber  pembelajaran.  Peneliti  tertarik  mengangkat  video  yang  ada  di  you 

tube  ini  karena  isi  dari  video  tersebut  adalah  merupakan  sumber  pembelajaran, 

khususnya adalah mata pelajaran sejarah. Ketertarikan peneliti mengangkat tema ini 

karena  isinya  lebih  lengkap untuk pelajaran  sejarah Indonesia, sehingga para siswa 

yang  menyaksikannya  akan  lebih  mudah  memahami  dan  lebih  mudah  mengerti 

tentang bagaimana sejarah Indonesia diperkenalkan pada siswa. Peneliti mengambil 

obyek di SMA Negeri 4 Malang, dengan alasan di SMA Negeri 4 Malang tersebut 

termasuk  salah  satu  SMA  yang  favorit  dan  menurut  pandangan  peneliti  para  siswa 

pada  jaman  sekarang  ini  memang  sudah  lebih  kreatif  dalam  mengembangkan  ilmu 

dari sekolah dengan  menambahnya di  luar  seperti pelajaran  sejarah Indonesia  yang 

(16)

 

Dengan  mengetahui  persepsi  yang  ada  di  kalangan  siswa  maka  dapat 

dicarikan jalan keluar agar persepsi yang ada  dapat dibentuk atau dicitrakan untuk 

diarahkan menjadi persepsi yang baik di mata siswa tentang tayangan video tersebut. 

Dengan mengetahui persepsi siswa yang sebenarnya akan membantu mempermudah 

menyelesaikan segala permasalahan dalam  bidang pendidikan. 

B.  Rumusan Masalah 

Berkenaan  dengan  latar  belakang  masalah  di  atas,  rumusan  masalah  dalam 

penelitian  ini  adalah:  “Bagaimana  persepsi  siswa  SMA  Negeri  4  Malang  tentang 

tayangan video Sejarah Indonesia diYou tube sebagai sumber pembelajaran”? 

C.  Tujuan Penelitian 

Untuk mengetahui persepsi siswa SMA Negeri 4 Malang tentang tayangan video 

Sejarah Indonesia diyou tube sebagai sumber pembelajaran 

D.  Manfaat Penelitian 

1.  Secara Akademis 

Penelitian  ini  diharapkan  dapat  memberikan  manfaat  dalam  mengembangkan 

dan  memperluas  berbagai  penelitian  selanjutnya,  khususnya  penerapan  konsep 

persepsi siswa terhadap tayangan video sejarah Indonesia di you tube sebagai sumber 

(17)

 

2.  Secara Praktis 

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan bagi  pihak 

sekolah dan juga pada siswa untuk lebih mudah belajar tanpa harus melalui seorang 

guru di depan kelas. 

E.  Kajian Pustaka 

E.1  Persepsi 

1. Tinjauan tentang Persepsi 

Secara umum, persepsi adalah proses internal kita memilih mengevaluasi dan 

mengorganisasikan stimuli dan lingkungan kita. Sebenarnya kita tidak pernah punya 

kontak  langsung  dengan  realitas.  Segala  sesuatu  yang  kita  alami  adalah  hasil  dari 

sistem  syaraf  kita.  Ketika  para  ahli  fisika  meneliti  fenomena  alam,  atau  ketika 

insinyur menguji mesin, persepsi mereka boleh jadi mendekati akurat. Namun ketika 

mereka  berkomunikasi  dengan  manusia,  baik  dengan  sesama  ilmuwan  atau  bahkan 

dengan  pasangan  hidup  mereka  masing­masing,  persepsi  mereka  mungkin  kurang 

atau bahkan tidak cermat karena berdasarkan motif, perasaan, nilai, dan kepentingan 

dan  tujuan  yang  berlainan.  (http://chaluchu.wordpress.com/teori­komunikasi­ 

persepsi/, diskses tanggal 4 Nopember 2011 jam 07.00 WIB) 

Menurut  Rakhmat  (1998:51)  persepsi  adalah  pengalaman  tentang  obyek, 

peristiwa atau hubungan­hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi 

dan  menafsirkan  pesan.  Persepsi  ialah  memberikan  makna  pada  stimuli  indrawi. 

Dalam  menafsirkan  informasi,  indrawi  tidak  hanya  melibatkan  sensasi,  tetapi  juga 

(18)

 

Persepsi  merupakan  suatu  proses  yang  didahului  oleh  pengindraan  yaitu 

merupakan  proses  yang  berwujud  diterimanya  stimulus  oleh  individu  melalui  alat 

reseptornya. Namun proses itu tidak berhenti sampai disitu saja, melainkan stimulus 

itu  diteruska  ke  pusat  saraf,  yaitu  otak  dan  terjadilah  persepsi  sehinga  individu 

menyadari apa yang dilihat, didengar dan sebagainya melalui persepsi (Walgito, 1992 

; 53 ). 

Persepsi  melibatkan  interpretasi,  sedangkan  pengindraan  tidak.  Bila 

menangkap berbagai gejala diluar diri kita denga panca indra kita, proses penerimaan 

itu  disebut  pengindraan  (sensation).  Tetapi  pengertian  kita  akan  lingkungan  atau 

dunia  di  sekitar  kita  bukan  sekedar  hasil  pengindraan  itu.  Ada  unsur  interpretasi 

terhadap  rangsangan  yang  diterima.  Rangsangan­rangsangan  yang  diterima  inilah 

yang  menyebabkan  kita  mempunyai  suatu  pengertian  terhadap  lingkungan.  Proses 

diterimanya  rangsangan  sampai  rangsangan  itu  disadari  dan  dimengerti  itulah  yang 

disebut persepsi. 

2. Proses Persepsi 

Persepsi  merupakan  proses  psikologis  yang  terjadi  pada  seseorang,  setiap 

orang  mempersepsi  stimulus  sesuai  dengan  karakteristik  persoalan.  Proses  persepsi 

terjadi  sebagai  berikut  :  obyek  (sasaran)    menimbulkan  stimulus  dan  stimulus 

menyentuh  alat  indera,  proses  ini  dinamakan  proses  kealaman  (physik).  Stimulus 

yang  diterima  oleh  alat  indera  dilanjutkan  oleh  saraf  sensoris  ke  otak,  proses  ini 

dinamakan  proses  psikologis,  kemudian  terjadilah  suatu  proses  di  otak,  sehingga 

individu dapat menyadari apa yang ia terima melalui alat indera sebagai akibat dari 

(19)

 

Proses  yang  terjadi  dalam  otak  itulah  yang  dinamakan  proses  psikologis. 

Dengan  demikian  taraf  terkhir  dari  proses  psikologis  ialah  individu  menyadari 

tentang  apa  yang  diterima  melalui  alat  indera  atau  dengan  kata  lain  individu 

mengalami proses persepsi. 

Persepsi bersifat kompleks. Tidak ada hubungan satu lawan satu antara pesan 

yang  terjadi  di  "luar  sana"  dengan  pesan  yang  akhirnya  memasuki  otak  kita.  Apa 

yang terjadi di dunia luar dapat sangat berbeda dengan apa yang mencapai otak kita 

Mempelajari bagaimana dan mengapa pesan­pesan ini berbeda sangat penting untuk 

memahami komunikasi. 

1.  Terjadinya Stimulasi Alat Indra (Sensory Stimulation

Pada tahap pertama alat­alat  indra distimulasi (dirangsang):  Kita  mendengar 

suara musik. Kita melihat seseorang yang sudah lama tidak kita jumpai. Kita 

mencium parfum orang yang berdekatan dengan kita, Kita mencicipi sepotong 

kue. Kita merasakan telapak tangan yang berkeringat ketika berjabat tangan. 

2.  Stimulasi terhadap Alat Indra Diatur 

Pada  tahap  kedua,  rangsangan  terhadap  alat  indra  diatur  berbagai  prinsip. 

(makalah persepsi) 

3.  Stimulasi Alat Indra Ditafsirkan­Dievaluasi 

Tahap  ketiga  dalam  proses  perseptual  adalah  penafsiran­evaluasi.  Kita 

menggabungkan kedua istilah ini ini untuk menegaskan bahwa keduanya tidak 

bisa  dipisahkan.  Langkah  ketiga  ini  merupakan  proses  subyektif  yang 

melibatkan evaluasi di pihak penerima. Penafsiran­evaluasi kita tidak semata­ 

(20)

 

oleh  pengalaman  masa  lalu,  kebutuhan,  keinginan,  sistem  nilai,  keyakinan 

tentang  yang  seharusnya,  keadaan  fisik,  dan  emosi  pada  saat  itu,  dan 

sebagainya  yang  ada  pada  kita.  (http://chaluchu.wordpress.com/teori­ 

komunikasi­persepsi/, diakses tanggal 4 Nopember 2011 jam 07.00 WIB) 

Perbedaan  individual  ini  janganlah  sampai  membutakan  kita  akan  validitas 

beberapa generalisasi tentang persepsi. Meskipun generalisasi ini belum tentu berlaku 

untuk seseorang tertentu, tampaknya ia berlaku untuk sebagian cukup besar orang. 

3.  Faktor­Faktor yang Mempengaruhi Persepsi 

Faktor­faktor  yang  mempengaruhi  persepsi  menurut  Rahmat,  (1998:54) 

adalah sebagai berikut: 

1)  Perhatian (attention

Perhatian  adalah  proses  mental  ketika  stimuli  atau  rangkaian  stimuli  menjadi 

menonjaol  dalam  kesadaran  pada  saat  stimuli  menjadi  melemah.  Perhatian 

meliputi beberapa faktor, antara lain : 

a)  Faktor Ekternal 

Adalah  faktor  –  faktor  yang  terdapat  pada  situasional  disebut  determinan 

perhatian  yang  bersifat  ekternal  atau  penarik  perhatian  (attention  getter), 

antara lain : 

1)  Gerakan, seperti organisme yang lain, manusia secara visual tertarik pada 

obyek – obyek yang bergerak. 

2)  Intensitas  stimuli,  kita  memperhatikan  stimuli  yang  lebih  menonjol  dari 

(21)

 

3)  Kebaruan (Novelty), hal –  hal yang baru, hal –hal yang luar biasa,  yang 

berbeda, akan menarik perhatian. 

4)  Perulangan,  hal  –  hal  yang  disajikan  berkali  –  kali,  bila  disertai  dengan 

sedikit variasi, akan menarik perhatian. 

b)  Faktor Internal 

1)  Faktor  biologis,  misalnya  dalam  keadaan  lapar,  seluruh  pikiran 

didominasi  oleh  makanan,  karena  bagi  orang  yang  lapar  yang  paling 

menarik adalah makanan. 

2)  Faktor Sosiopsikologis,  motif sosiogenis, sikap,  kebiasaan dan kemauan 

mempengaruhi apa yang kita perhatikan. 

2)  Faktor fungsional 

Faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal – 

hal yang lain yang termasuk apa kita sebut sebagai faktor – faktor personal.Yang 

menentukan  persepsi  bukan  jenis  atau  bentuk  stimuli,  tetapi  karakteristik  orang 

yang memberikan respon pada stimuli itu. 

3)   Faktor Struktur 

Berasal dari sifat stimuli fisik dan efek – efek  saraf yang ditimbulkannya 

pada sistem saraf individu. Para psikolog  merumuskan prinsip – prinsip persepsi 

yang  bersifat  struktural.  Jika  ingin  memahami  suatu  peristiwa,  kita  tidak  dapat 

meneliti  fakta–fakta    yang  terpisah,  kita  memandang  dalam  hubungan 

keseluruhan. Untuk  memahami  seseorang kita  harus  melihat dalam konteksnya. 

(22)

 

Bila alat–alat indera mengubah informasi menjadi inpuls–inpuls saraf dengan 

bahasa yang dipahami oleh otak maka terjadilah proses persepsi. Dari proses persepsi 

yang  terjadi  pada  diri  individu  sangat  dipengaruhi  oleh  sifat  responden  yang 

ditunjukkan  oleh  individu,  dan  tahap  persepsi  mungkin  bisa  diterima  atau  tidak. 

Persepsi ialah proses memberikan makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh 

pengetahuan­pengetahuan baru. Dengan kata lain persepsi mengubah sensasi menjadi 

informasi.  Dimana  persepsi  merupakan  suatu  proses  yang  didahului  dengan 

penginderaan yang menghubungkan organisme dengan lingkungan. 

Dalam membentuk persepsi, pemikiran­pemikiran yang ada di pengaruhi oleh 

factor­faktor  dari  eksternal  dan  faktor  internal  yang  mempengaruhi  persepsi  itu 

sendiri. 

Faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi 

a.  Gerakan 

b.  Intensitas stimuli 

c.  Perulangan objek yang dipersepsi 

d.  Kontras 

e.  Prinsip kedekatan atau persamaan 

Faktor internal yang mempengaruhi persepsi 

a.  Gender 

b.  Biologis 

c.  Fisiologis 

d.  Sosio­psikologis 

(23)

 

f.  Kebiasaan 

g.  Kemauan  (http://chaluchu.wordpress.com/teori­komunikasi­persepsi/,  diskses 

tanggal 4 Nopember 2011 jam 07.00 WIB) 

E.3. Media Massa 

1.  Pengertian Media Massa 

Media dalam komunikasi massa dapat dibedakan atas 2 macam, yakni media 

cetak dan media elektronik. Media cetak di antaranya surat kabar, majalah dan brosur, 

media elektronik antara lain radio, film, dan televisi (Cangara, 2008:25). 

Media cetak  maupun  media elektronik  masing­masing  memiliki  keunggulan 

dan kelemahan serta efek yang ditimbulkan ketika pesan disampaikan. Melalui media 

massa,  khalayak  dapat  menerima  pesan  meski  adanya  perbedaan  letak  geografis. 

Indonesia  sebagai  Negara  kepulauan,  dimudahkan  dengan  media  massa  untuk 

menyebarkan  satu  informasi  ke  seluruh  masyarakat.  Efek  yang  ditimbulkan  media 

massa  dapat  berpengaruh  pada  sikap  dan  perilaku  khalayak,  untuk  itu  setiap  pesan 

yang disampaikan hendaknya harus mudah dimengerti dan diterima masyarakat. 

2. Karakteristik/Ciri Media Massa 

Karakteristik media massa adalah : 

1.  Bersifat  melembaga,  artinya  pihak  yang  mengelola  media  terdiri  dari 

banyak  orang,  yakni  mulai  dari  pengumpulan,  pengelolaan  sampai  pada 

(24)

 

2.  Bersifat  satu  arah,  artinya  komunikasi  yang  dilakukan  kurang 

memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dan penerima. Kalaupun 

terjadi reaksi atau umpan balik, biasanya memerlukan waktu dan tertunda. 

3.  Meluas dan serempak, artinya dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak, 

karena ia memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, dimana 

informasi  yang  disampaikan  diterima  oleh  banyak  orang  pada  saat  yang 

sama. 

4.  Memakai peralatan teknis atau mekanis, seperti radio, televisi, surat kabar 

dan semacamnya. 

5.  Bersifat  terbuka,  artinya  pesannya  dapat  diterima  oleh  siapa  saja  dan 

dimana  saja  tanpa  mengenal  usia,  jenis  kelamin  dan  suku  bangsa 

(Cangara, 2008:126). 

3. Terpaan Media 

Terpaan  adalah  keadaan  terkena  pada  khalayak  oleh  pesan­pesan  yang 

disebarkan oleh media massa (Effendy, 1989:124). 

4. Efek  Pesan Media Massa 

Efek  komunikasi  merupakan  setiap  perubahan  yang  terjadi  di  dalam  diri 

penerima, karena  menerima pesan­pesan dari  suatu sumber. Perubahan  ini  meliputi 

perubahan pengetahuan, perubahan sikap, dan perubahan perilaku nyata. Komunikasi 

dikatakan efektif apabila ia menghasilkan efek­efek atau perubahan­perubahan yang 

diharapkan  oleh  sumber,  seperti  pengetahuan,  sikap  dan  perilaku,  atau  ketiganya 

(25)

 

Dari beberapa penelitian tentang pengaruh media massa pada individu oleh 

beberapa ahli komunikasi menghasilkan, bahwa media massa berpengaruh terhadap 

individu  (Winarni,  2003:124).  Ditinjau  dari  segi  pesan  yang  disampaikan,  media 

massa akan menimbulkan beberapa efek yang meliputi: 

1.  Efek Kognitif 

Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri  individu yang terkena terpaan 

media yang sifatnya informatif bagi dirinya. Dari semula tidak tahu menjadi tahu, 

tidak jelas menjadi jelas, ragu menjadi yakin, dan sebagainya. Ini berarti melalui 

media khalayak akan memperoleh gambaran atau informasi tentang orang, benda, 

peristiwa  atau  kejadian,  tempat­tempat  yang  belum  pernah  kita  kunjungi,  dan 

sebagainya.  Dengan  lain  perkataan,  tujuan  komunikator  hanyalah  berkisar  pada 

upaya mengubah pikiran komunikan. 

2.  Efek Afektif 

Efek afektif mengacu pada aspek emosional atau perasaan. Disini, media massa 

dapat menimbulkan rangsangan emosional pada khalayak, misalnya merasa sedih, 

senang, gembira, marah, jengkel terhadap informasi yang diterimanya dari media 

massa. 

3.  Efek Behavioral 

Efek  behavioral  mengacu  pada  perilaku,  tindakan  atau  kegiatan  khalayak  yang 

tampak  pada  kegiatan  sehari­hari.  Efek  ini  meliputi  perilaku  antisosial  dan 

(26)

 

Antisosial  atau  perilaku  agresi  adalah  setiap  bentuk  perilaku  yang  diarahkan 

untuk merusak atau  melukai orang  lain  yang  menghindari perlakuan  seperti  itu. 

Misalnya  adegan kekerasan di televisi  akan  menyebabkan orang  menjadi  brutal 

dan beringas. 

Prososial behavioral adalah setiap bentuk  perilaku positif dari khalayak pengguna 

media  massa.  Salah  satu  perilaku  prososial  adalah  memiliki  ketrampilan  yang 

bermanfaat  bagi  dirinya  dan  bagi  orang  lain.  Media  televisi,  radio,  atau  film 

sering dipergunakan sebagai media pendidikan. Di satu sisi terdapat manfaat yang 

nyata namun di sisi lain menghasilkan kegagalan (Winarni, 2003:124­128). 

F.  Metode Penelitian 

Metode penelitian adalah sebagai penuntun peneliti tentang bagaimana langkah­ 

langkah penelitian yang dilakukan. Metode penelitian yang dipilih berhubungan erat 

dengan prosedur, alat, serta desain penelitian yang digunakan. Metode yang penulis 

gunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  survei  dengan  cara  mengedarkan 

kuesioner.  Metode  survei  yaitu  penelitian  yang  dilakukan  pada  populasi  besar 

maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari 

populasi tersebut (Sugiono, 2008:7). 

F.1.  Tipe Penelitian 

Tipe  penelitian    yang  digunakan  adalah  deskriptif  kuantitatif.  Menurut 

Poerwanti  (1998:27) disebutkan bahwa pada penelitian deskriptif adalah penelitian 

yang  semata­mata  berusaha  untuk  memberikan  gambaran  atau  mendeskripsikan 

(27)

 

generalisasi.  Analisis  statistik  yang  digunakan  dalam  penelitian  jenis  ini  adalah 

statistik  deskriptif  yang  bisa  berupa  tabulasi  prosentase,  tabulasi  silang  ataupun 

bentuk­bentuk grafik dan sebagainya. 

F.2.  Populasi dan Sampel 

a.  Populasi 

Poerwanti,  (1998:96)  menyebutkan  bahwa  populasi  adalah    sekelompok 

subyek  baik  yang  berupa  manusia,  gejala,  benda,  nilai  ataupun  peristiwa  yang 

dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian. Populasi adalah wilayah generalisasi 

yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu 

yang  ditetapkan  oleh  peneliti  untuk  dipelajari  dan  kemudian  ditarik  kesimpulannya 

(Sugiyono,  2008:90).  Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  siswa  SMA  Negeri  4 

Malang kelas XI sebanyak 8 kelas dengan jumlah 233 siswa. 

b.  Sampel 

Sampel  adalah  bagian  dari  jumlah  dan  karakteristik  yang  dimiliki  oleh 

populasi  tersebut,  sampel  merupakan  sebagian  dari  populasi  (Sugiyono,  2008:91). 

Poerwanti,  (1998:97)  menyebutkan  bahwa  sampel  dapat  diartikan  sebagai  ”… 

sebagian  dari  populasi  yang  diambil  degan  cara­cara  tertentu”  atau  dapat  diartikan 

sebagai  bagian  dari  populasi  yang  diselidiki.  Arikunto  (2002:74)  memberikan 

pedoman  untuk  menentukan  besarnya  sampel  dari  suatu  populasi  yaitu:  bila 

populasinya  di  bawah  100  sebaiknya  diambil  semua  untuk  dijadikan  sampel,  dan 

apabila  100  ke  atas  dapat  diambil  10­15%  atau  20­25%.  Patokan  10%  terendah 

(28)

 

tersebut, dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah sebanyak 30 siswa dari 233 

siswa  (13%  dari  populasi)  sesuai  dengan  kriteria  yang  telah  ditentukan.  Teknik 

pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling 

yaitu sampel bertujuan dengan kriteria tertentu dengan karakteristik sebagai berikut: 

b.  Siswa SMA Negeri 4 Malang 

c.  Duduk di kelas XI 

d.  Tahu dan pernah menyaksikan video Sejarah Indonesia diYou tube 

e.  Bersedia dijadikan sampel 

F.3. Tempat Penelitian 

Dalam  penelitian  ini,  peneliti  mengambil  lokasi  di  SMA  Negeri  4  Malang 

dengan alasan: 

a.  Keadaan siswa di SMA Negeri 4 Malang tersebut menarik untuk diamati karena 

termasuk siswa yang memiliki sekolah dengan taraf pendidikan internasional. 

b.  Kesediaan siswa untuk diteliti 

F.4. Ruang Lingkup Penelitian 

Berdasarkan  atas  subjek  dan  objek  penelitian,  maka  ruang  lingkup  dalam 

penelitian  dibatasi  pada  persepsi  siswa  SMA  terhadap  tayangan  video  sejarah 

Indonesia di you tube sebagai sumber pembelajaran (studi pada siswa SMA Negeri 4 

Malang).  Sedangkan  indikator  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  faktor 

(29)

 

F.5. Sumber Data 

Ada dua jenis data yang digunakan sebagai ukuran penelitian pada penelitian 

ini yaitu data primer dan data sekunder. 

a.  Data primer 

Yaitu data  yang diperoleh  langsung dari responden dalam penelitian  ini, diolah 

dan  digunakan  sendiri  oleh  peneliti.  Data  yang  diperlukan  adalah  data  yang 

berkaitan dengan persepsi siswa terhadap tayangan video sejarah Indonesia diYou 

tube sebagai sumber pembelajaran. 

b.  Data sekunder 

Merupakan data yang bukan berasal dari pengumpulan sendiri oleh peneliti. Data 

sekunder  ini terdiri dari gambaran umum  lokasi  penelitian,  yakni tentang SMA 

Negeri 4 Malang. 

F.6. Teknik Pengumpulan Data 

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner 

dan dokumentasi untuk mencari data tambahan. 

1.  Kuesioner 

Pengumpulan data ini dilakukan dengan teknik kuesioner yang disebar kepada 

siswa SMA Negeri 4 Malang. 

2.  Dokumentasi 

Teknik  pengumpulan  data  variabel  yang  berhubungan  dengan  masalah 

penelitian.  Dokumentasi  yang  menjadi  titik  tekan  penelitian  adalah  yang 

(30)

 

F.7. Teknik Analisis Data 

Penelitian  ini  menggunakan  teknik  analisis  statistik  deskriptif  yang  artinya 

adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan 

atau  menggambarkan  data  yang  telah  terkumpul  sebagaimana  adanya  tanpa 

bermaksud  membuat  kesimpulan  yang  berlaku  untuk  umum  atau  generalisasi 

(Sugiyono, 2010:207). 

Langkah  awal  untuk  menganalisa  data  dalam  penelitian  ini  adalah 

pembuatan  tabel  distribusi  jawaban  responden.  Tabel  distribusi  jawaban 

tersebut  digunakan  untuk  melihat  skor­skor  dari  setiap  butir  soal  kemudian 

skor­skor tersebut dijumlahkan untuk mendapat skor total. Setelah membuat 

tabel  distribusi  jawaban,  langkah  selanjutnya  adalah  penyusunan  distribusi 

frekuensi. Tabel frekuensi diperoleh melalui tabulasi sederhana yang hasilnya 

dalam  bentuk  prosentase,  tabel  frekuensi  memuat  dua  kolom  yaitu  kolom 

frekuensi dan prosentase setiap kategori. Rumus  untuk  mendapat prosentase 

adalah: 

Keterangan: 

P  : Prosentase 

F  : Frekuensi 

N  : Jumlah responden 

Setelah  mendapatkan  apa  yang  didapatkan  dalam  kolom  frekuensi, 

(31)

 

yaitu  statistik  deskriptif  Tendensi  Sentral  denga  bentuk  mean.  Tendensi 

sentral  merupakan  cara  yang  bertujuan  untuk  mendapatkan  ciri  khas  dari 

bilangan  tersebut.  Mean  sendiri  adalah  nilai  rata­rata  atau  nilai  tengah  dari 

total bilangan. Mean dapat diperoleh dengan rumus: 

Keterangan: 

X  : Mean (rata­rata) 

∑x  : Jumlah unsur data 

Referensi

Dokumen terkait

Menyatakan bahwa karya ilmiah/skripsi yang berjudul, “ Pengetahuan Siswa SLTPN I Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar Tentang Tanaman Obat Tradisional “ adalah bukan

Untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa serta untuk memperkenalkan kepada siswa SMA Negeri 16 Medan akan pentingnya situs dan peninggalan sejarah serta fungsinya

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul: “ Inventarisasi Lumut ( Bryophyta ) Di Kawasan Wisata Air Terjun Gucialit Kabupaten Lumajang Sebagai

Penulis menyelesaikan pendidikan S1 (Sarjana) pada tahun 2016 dengan judul skripsi ”Penggunaan Tayangan Video Karya Siswa untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir

Menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah yang berjudul: PERSEPSI KELUARGA TENTANG BERMAIN TERAPEUTIK PADA ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI adalah Karya Tulis Ilmiah yang bukan

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP EVALUASI

Atas kehendak- Nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “MUSEUM KARST INDONESIA SEBAGAI MEDIA DAN SUMBER PENGEMBANGAN MATERI SEJARAH MASA PRAAKSARA

Setelah mendapat perlakuan berupa tayangan video IPB, hasil akhir jumlah dan persentase responden berdasarkan tingkat persepsi positif, cukup positif, dan kurang positif