• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Informasi Laundry Studi kasus: ngabelast Laundry Cirebon

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem Informasi Laundry Studi kasus: ngabelast Laundry Cirebon"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

ii

certain time must be renewed following period and company requirement. Information require especially based on computer is very required for fluency on the company perform. Computer optimalized is necessary for developing information system performance on laundry service.

Writer using system approach method on designing system is structural developing method. Also using prototyping research method, beginning from user identification, operational system coding, operational system trial, determine operational system wheter accepted or not, and using operational system. Analyzing tools and design used by writer are Flow Map, Contact Diagram, Data Flow Diagram (DFD), Data Dictionary, Normalize, Chart Realtion.

Conclusion of research result is: Using laundry information system so data processing can detailer, Laundry information system implementation can doing with makes a laundry application software for company. Software trial with black box on the company, the result is reasonable for applied on the company.

(2)

i

Latar belakang dari penelitian ini adalah seiring berjalannya waktu dan kebutuhan penyajian informasi yang lebih cepat dan akurat, maka pengembangan sistem pun perlu dilakukan. Hal ini sangat wajar terjadi, karena sebuah sistem tentu dalam kurun waktu tertentu harus diperbaharui sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan perusahaan. Dengan demikian, kebutuhan informasi khususnya yang berbasis komputer sangan diperlukan, salah satunya untuk kelancaran dalam menjalankan usaha khususnya dalam hal pencucian. Optimalisasi kerja komputer sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja sistem informasi di bagian pencucian saat ini.

Metode pendekatan sistem yang penulis gunakan dalam merancang sistem ini adalah metode pengembangan terstruktur. Penulis juga menggunakan metode penelitian prototyping yang dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan pemakai, mengembangkan prototyping, menentukan apakah prototype dapat diterima, mengkodekan sistem operasional, menguji sistem operasional, menentukan jika sistem operasional dapat diterima, dan menggunakan sistem operasional. Alat bantu analisis dan perancangan yang digunakan oleh penulis adalah Flow Map, Diagram Kontek, Data Flow Diagram (DFD), Kamus Data, Normalisasi, dan Relasi Tabel.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: Dengan menggunakan sistem informasi laundry yang penulis rancang maka diharapkan proses pendataan dapat lebih terperinci, Implementasi sistem informasi laundry dapat dilakukan dengan membuat sebuah software aplikasi laundry untuk perusahaan, Berdasarkan pengujian software yang dilakukan dengan menggunakan metode Black Box pada perusahaan, hasilnya cukup baik untuk diterapkan pada perusahaan tersebut.

(3)
(4)

1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sering terdengar ungkapan bahwa dunia dewasa ini berada dalam era informasi. Kebutuhan informasi semakin mendesak sejalan dengan arus globalisasi yang terjadi di seluruh dunia. Keberhasilan informasi sangat tergantung pada sarana dan prasarananya. Pandangan demikian memang betul karena salah satu fenomena yang dewasa ini sudah mendunia dan berlangsung dengan kepesatan yang sangat tinggi ialah perkembangan dan berbagai terobosan di bidang teknologi informasi.

Sistem komputerisasi memegang peranan penting dalam berbagai bidang pekerjaan seperti pendidikan, perdagangan, kedokteran, jasa, dan lain-lain. Dalam sebuah perusahaan keberadaan sistem komputerisasi sangatlah diperlukan. Dengan sistem komputerisasi dapat mempercepat pengolahan data dan dapat menghasilkan informasi yang diperlukan. Informasi yang digunakan sangat beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan informasi yang dibutuhkan. Untuk menghindari kesalahan dalam informasi maka diperlukan suatu sistem informasi yang membantu kelancaran dan kemudahan dalam melaksanakan pekerjaan.

(5)

kadang-tidak punya waktu. Alternatifnya adalah mereka mencari tempat penyedia jasa pencucian pakaian atau yang biasa disebut laundry.

Tidak hanya perseorangan atau individu saja yang memiliki masalah seperti ini. Sebuah perusahaan atau instansi pun ternyata ada juga yang membutuhkan penyedia jasa pencucian. Sebut saja hotel, banyak hotel-hotel yang membutuhkan penyedia jasa pencucian dikarenakan ada beberapa faktor diantaranya efisiensi pekerjaan.

Ngebelast Laundry adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pencucian. Sasaran utama konsumennya adalah hotel, karena Ngebelast Laundry memfokuskan usahanya pada outsourcing jasa pencucian. Hal ini menuntut Ngebelast Laundry untuk memberikan pelayanan yang memuaskan untuk customer.

Setiap harinya Ngebelast Laundry mengelola data pelanggan, data keuangan, data bahan baku yang digunakan. Tentunya, untuk mengelola data-data tersebut akan memerlukan energi yang cukup banyak disertai waktu yang lumayan lama.

(6)

Dengan demikian, kebutuhan informasi khususnya yang berbasis komputer sangat diperlukan, salah satunya untuk kelancaran dalam menjalankan usaha khususnya dalam hal pencucian. Optimalisasi kerja komputer sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja sistem informasi di Bagian Pencucian saat ini. Komputer tidak hanya dipakai sebagai media penyimpanan data saja, tetapi harus bisa membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan dengan cepat dan akurat. Karena dengan akurasi dan kecepatan dalam memproses data, maka akan mempermudah pihak owner untuk melakukan kontrol di Bagian Pencucian tersebut, karena sistem yang berjalan saat ini masih bersifat single user khususnya dalam sistem informasi pencucian. Oleh karena itu dibutuhkan program aplikasi yang barsifat multi user untuk pengolahan data dan proses pencucian.

Dari uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pencucian di Ngebelast Laundry Cirebon dan menjadikannya sebagai objek penelitian untuk Tugas Akhir yang dilaksanakan oleh penulis. Adapun judul yang diangkat oleh penulis adalah sebagai berikut: “SISTEM INFORMASI LAUNDRY (Studi Kasus : Ngebelast Laundry Cirebon)”.

1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan di atas, maka dapat diidentifikasikan permasalahan yang terjadi di perusahaan laundry adalah sebagai berikut :

(7)

kode jenis cucian tercampur antara pelanggan yang satu dengan pelanggan yang lain.

c. Belum adanya laporan pendapatan, laporan pengeluaran, laporan persediaan bahan baku mengakibatkan tidak adanya dasar pertimbangan untuk memprediksi laporan-laporan tersebut pada periode yang akan datang.

Rumusan masalah ini dilakukan agar dalam pengolahan sistem dapat lebih terarah. Dari permasalahan yang timbul, penulis membatasi beberapa permasalahan sebagai berikut :

a. Bagaimana Sistem Informasi Laundry yang sedang berjalan pada Ngebelast Laundry.

b. Bagaimana merancang Sistem Informasi Laundry yang meliputi proses pendataan pelanggan menjadi lebih terperinci.

c. Bagaimana mengimplementasikan hasil perancangan Sistem Informasi Laundry yang sudah dibuat ke dalam bahasa pemrograman Visual Basic 6.0.

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud dari penelitian ini adalah untuk membangun Sistem Informasi Laundry di Ngebelast Laundry. Adapun tujuannya adalah sebagai berikut :

a. Untuk mengetahui Sistem Informasi Laundry sehingga dapat diketahui permasalahan yang ada di dalam sistem informasi tersebut.

(8)

c. Untuk mengimplementasikan hasil perancangan Sistem Informasi Laundry ke dalam bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 sehingga mempermudah dalam menjalankan sistem informasi tersebut.

1.4. Kegunaan Penelitian

1.4.1. Kegunaan Akademis

Kegunaan akademis dari penelitian yang dilakukan oleh penulis diantaranya:

a. Bagi Pengembangan Ilmu

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi pembandingan antara ilmu manajemen (teori) dengan keadaan yang terjadi langsung di lapangan (praktek). Sehingga dengan adanya perbandingan tersebut akan lebih memajukan ilmu Manajemen Informatika yang sudah ada untuk ditahapkan pada dunia nyata dan dapat menguntungkan berbagai pihak.

b. Bagi Penulis

(9)

Diharapkan peneliti dapat memberikan kontribusi yang baik dalam pembuatan Sistem Informasi sehingga dapat membantu kinerja perusahaan, sebagai bahan pertimbangan dalam upaya perbaikan masalah yang terkait dengan Sistem Informasi Laundry di Ngebelast Laundry, Cirebon.

1.5. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam Tugas Akhir perlu dilakukan agar permasalahan jelas dan tidak menimbulkan keragu-raguan. Adapun batasan-batasan masalah dalam pengolahan data laundry di Ngebelast Laundry Cirebon antara lain :

a. Calon pelanggan akan menjadi pelanggan jika sudah menyetujui proposal yang diajukan dari Ngebelast Laundry dan sudah menandatangani surat perjanjian.

b. Adanya retur pembelian bahan baku apabila bahan baku yang dibeli ke pemasok ada kerusakan pada kemasannya sehingga kemungkinan terjadi pengurangan berat bersih.

c. Karena adanya retur pembelian maka perusahaan meminta diskon 3% untuk pembayarannya dari pemasok.

(10)

1.6. Lokasi dan Jadwal Penelitian

Lokasi yang dijadikan sebagai objek penelitian oleh penulis yaitu, Ngebelast Laundry Jln. Pilangsari Endah No. F – 12 Cirebon. Estimasi waktu pelaksanaan penelitian terdapat pada tabel 1.2.

Tabel 1.1. Estimasi Waktu Penelitian

No.

Kegiatan

Maret 2010 April 2010 Mei 2010

Minggu Ke -

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. Mengidentifikasi kebutuhan

pemakai

a. Kajian dokumen b. Observasi c. Wawancara

2. Mengembangkan prototype

3. Menentukan diterima atau

tidaknya prototype

4. Mengkodekan sistem

operasional

5. Menguji sistem operasional

6. Menentukan diterima atau

tidaknya sistem operasional

7. Menggunakan sistem

operasional

(11)

8 2.1. Pengertian Sistem

Menurut Abdul Kadir (2003 : 54), “Sistem adalah sekumpulan elemen yang

saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan”. Sedangkan menurut Jogiyanto Hartono (2000 : 683), “Sistem adalah suatu

kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan”.

2.1.1. Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (component), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolahan (proses) dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal). Jogiyanto (2000 : 684)

a. Komponen Sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan.

b. Batasan Sistem

(12)

c. Lingkungan Luar Sistem

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

d. Penghubung Sistem

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya.

e. Masukan Sistem

Masukan (Input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (Maintenance Input) dan masukan sinyal (Signal Input). Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

f. Keluaran Sistem

(13)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

h. Sasaran Sistem

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Jika suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

2.1.2. Klasifikasi Sistem

Menurut Jogiyanto (2000 : 687), Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut ini

a. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak dan sistem fisik

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

(14)

c. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu dan sistem tak tentu Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

d. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup dan sistem terbuka Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruhi dengan lingkungan luarnya.

2.2. Pengertian Informasi

Menurut Davis pada Abdul Kadir (2003 : 31), “Informasi adalah data yang

telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang”.

Sedangakan menurut McFadden pada Abdul Kadir (2003 : 31), “Informasi adalah data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut”.

(15)

Menurut Alter pada Abdul Kadir (2003 : 11), “Sistem Informasi adalah

kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi”.

Sedangkan menurut Bodnar dan Hopwood pada Abdul Kadir (2003 : 11), “Sistem Informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang

dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna”.

(16)

13

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1. Objek Penelitian

3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan

Ngebelast Laundry didirikan pertama kali di Bandung pada bulan Juli 2006 yang beralamat di Jln. Sukanegara No. 4, Antapani, Bandung. Bermula dari usaha penyedia jasa pencucian untuk perumahan / perorangan dan perkantoran dengan sistem kiloan. Dan untuk mengembangkan usahanya, pada bulan Februari 2008 Ngebelast Laundry melakukan ekspansi dengan membuka cabang baru di kota Cirebon yang beralamat di Jln. Pilang Sari Endah No. F-12, Cirebon. Fokus utama customer di cabang Cirebon adalah untuk hotel.

Latar belakang dibukanya cabang Cirebon karena maraknya sistem outsourcing kebutuhan hotel khususnya jasa laundry perlengkapan hotel seperti bed sheet, towels dan banquet. Selain itu belum adanya laundry khusus yang dapat memenuhi kebutuhan hotel di kota Cirebon. Saat ini, Ngebelast Laundry mempekerjakan 15 orang karyawan dengan sebaran 7 orang di Bandung dan 8 orang di Cirebon.

(17)

oleh NgeBeLast Laundry kepada customer dan merupakan salah satu dari strategi yang diterapkan oleh perusahaan.

3.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

Visi : Memberikan solusi dalam masalah pencucian serta memberikan hasil yang maksimal kepada pelanggan. Misi : Menjadi penyedia jasa pencucian yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.

3.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi adalah gambaran atau bagan dari suatu bentuk organisasi yang disusun secara terperinci sehingga dengan adanya bagan tersebut kita mengetahui tugas dan wewenang, tanggung jawab yang diberikan pimpinan kepada bawahannya, serta kerjasama antar bagian untuk mencapai tujuan tertentu. Berikut adalah struktur organisasi di Ngebelast Laundry Cirebon :

Gambar 3.1. Struktur Organisasi Ngebelast Laundry (Sumber : Data Karyawan Ngebelast Laundry)

DIREKTUR

WAKIL DIREKTUR/ KABAG MARKETING

KABAG PRODUKSI ADMINISTRASIKABAG KABAG TEKNISI

(18)

3.1.4. Deskripsi Tugas

Berdasarkan struktur organisasi di atas maka deskripsi tugas, pada bagian-bagiannya antara lain :

a. Direktur

Tugas pokok yaitu sebagai pimpinan dan yang memberikan keputusan serta menentukan arah kebijakan perusahaan.

b. Wakil Direktur

Tugas pokok yaitu membantu pimpinan dalam membuat kebijakan perusahaan dan mengawasi operasional perusahaan sehari-hari.

c. Bagian Marketing

Tugas pokok yaitu memasarkan dan mengenalkan produk jasa perusahaan.

d. Bagian Produksi

Tugas pokok yaitu bertanggung jawab atas sistem operasional pengerjaan dan proses produksi serta melakukan pengawasan kualitas pekerjaan.

e. Bagian Administrasi

Tugas pokok yaitu bertanggung jawab terhadap hal-hal yang berkaitan dengan administrasi perusahaan

f. Bagian Teknisi

(19)

3.2.1. Rancangan Penelitian

Saat penulis melakukan aktifitas penemuan fakta, maka perlu mendokumentasi informasi yang telah dikumpulkan dengan terorganisir, dapat dipahami, dan bermanfaat. Dokumentasi awal ini akan menberi arah bagi teknik-teknik pemodelan yang akan digunakan oleh penulis untuk menganalisis persyaratan untuk menentukan persyaratan yang benar bagi proyek.

Saat mempelajari sebuah sistem yang sudah ada, penulis mengembangkan naluri yang baik terhadap sistem yang dihadapinya dengan mempelajari dokumen dan file yang ada. Penulis yang baik selalu tahu untuk mendapatkan fakta terlebih dahulu dari dokumen yang ada ketimbang mendengar dari orang lain.

Semua dokumentasi yang terkumpul itu harus dianalisis apakah informasinya terkini atau tidak. Dokumentasi yang sudah usang tidak boleh dibuang, bagaimanapun penulis harus ingat bahwa penemuan fakta tambahan akan diperlukan untuk menguji atau memperbaharui fakta-fakta yang sudah di kumpulkan.

3.2.2. Jenis dan Metode Pengumpulan Data

3.2.2.1. Sumber Data Primer

(20)

penelitian yang dilakukan. Wawancara dan observasi dapat membantu pengumpulan data yang diperlukan karena kita dapat mnegajukan pertanyaan-pertanyaan yang dibutuhkan untuk membantu proses penelitian serta mendapatkan informasi yang dibutuhakn dari bagian-bagian yang bersangakutan dengan penelitian.

1. Observasi

Observasi yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti.

2. Wawancara

Melakukan wawancara yaitu mengadakan pertemuan dan melakukan dialog tanya jawab secara langsung dengan pimpinan di Ngebelast Laundry. Penulis pun melakukan wawancara bukan hanya pada pimpinannya saja tetapi penulis melakukan wawancara dengan karyawan pada bagian produksi. Dalam wawancara ini penulis memfokuskan pada pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan sistem yang sedang berjalan.

3.2.2.2. Data Sekunder

(21)

dari hasil menganalisis dokumen-dokumen tersebut.

Dalam hal ini penulis melakukan pengumpulan data dari beberapa dokumen, diantaranya : dokumen struktur organisasi, sejarah perusahaan, uraian kerja, dan dokumen-dokumen mengenai prosedur pelayanan jasa pencucian di Ngebelast Laundry.

3.2.3. Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem

3.2.3.1. Metode Pendekatan Sistem

Metode pendekatan sistem yang penulis gunakan dalam merancang sistem ini adalah metode pengembangan terstruktur.

3.2.3.2. Metode Pengembangan Sistem

(22)

Pendekatan prototype diperlihatkan pada gambar 3.2.

Gambar 3.2. Mekanisme

Pengembangan Sistem dengan Prototype (Sumber : Raymond McLeod, Jr. [2001 : 206])

Dari gambar di atas proses prototype ini terdiri dari proses :

1. Mengidentifikasi kebutuhan pemakai. Penulis melakukan observasi dan wawancara.

2. Mengembangkan prototype. Penulis mengembangkan sebuah prototype bekerjasama dengan beberapa orang yang ahli dalam pengembangan prototype.

3. Menentukan apakah prototype dapat diterima. Penulis memberi kesempatan kepada pemakai untuk menggunakan prototype dan membiasakan diri dengan sistem.

(23)

prototype untuk pengkodean (coding) sistem operasional.

5. Menguji sistem operasional. Penulis melakukan pengujian sistem.

6. Menentukan jika sistem operasional dapat diterima. Penulis menerima masukan dari pemakai bahwa sistem dapat diterima. 7. Menggunakan sistem operasional.

Keuntungan dengan menggunakan metode penelitian prototyping adalah dapat menghemat biaya pengembangan dan meningkatkan kepuasan pemakai dengan sistem yang dihasilkan.

3.2.3.3. Alat Bantu Analisis dan Perancangan

Adapun alat bantu analisis dan perancangan yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut :

1) Flow Map

Flow map merupakan bagan yang menggambarkan tentang gerakan dokumen yang dipakai dalam suatu sistem dan bagaimana dokumen tersebut diperlakukan, serta dapat meningkatkan pemahaman terhadap analisis fungsional.

2) Diagram Kontek

(24)

menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem juga memberikan gambaran tentang seluruh sistem.

3) Data Flow Diagram

Diagram alir data atau data flow diagram (DFD) merupakan model dari sistem untuk menggambarkan pembagian sistem ke modul yang lebih kecil. Salah satunya keuntungan menggunakan diagram alir data adalah memudahkan pemakai atau user yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang dijelaskan.

4) Kamus Data

Kamus data berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengartikan aplikasi secara detail dan mengorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara persis sehingga pemakai dan penganalisis sistem mempunyai dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses. 5) Perancangan Basis Data

a. Normalisasi

Normalisasi merupakan proses dekomposisi tabel agar terbentuk tabel normal.

b. Relasi Tabel

(25)

bentuk query, form/report.

Sebuah relasi dibentuk dengan menyamakan data pada key field dari dua tabel. Biasanya field yang memiliki nama yang sama pada kedua tabel, dimana field tersebut biasanya merupakan primary key dari tabel pertama, yang memiliki nilai unique untuk setiap record, dan menjadi foreign key pada tabel kedua.

3.2.4. Pengujian Software

Metode pengujian yang digunakan oleh penulis adalah metode pengujian Black-Box. Metode ini berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak. Dengan demikian, pengujian Black-Box memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program.

(26)

23

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan

Analisis sistem dapat diartikan sebagai penguraian sistem terhadap bagian-bagian sistem. Dalam pengertian luasnya analisis sistem yang sedang berjalan merupakan suatu pendekatan sistematis kepada sistem yang berada di tempat penelitian yang dilakukan. Tahap dari kegiatan sistem ini merupakan satu tahap yang penting, karena jika pada tahap ini terjadi kesalahan maka akan menyebabkan kesalahan pada tahap-tahap desain sistem.

4.1.1. Analisis Dokumen

Untuk lebih memahami sistem yang sedang berjalan, dilakukan analisis terhadap dokuman-dokuman yang digunakan untuk pencucian. Dokumen-dokuman yang terkait dalam pencucian adalah sebagai berikut :

1. Invoice

Fungsi : Sebagai salinan semua catatan selama tujuh hari yang terdapat pada nota harian

(27)

Deskripsi : Dokumen untuk mengisi data-data order dari Pelanggan

2. Nota harian

Fungsi : Sebagai salinan semua catatan yang terdapat pada delivery order menjadi lebih rapi dan terpeinci Elemen data : No_Bill, Date, Code, Item, Price, Qty, Subtotal,

Total, Customer_Id, Customer_Name, Address Deskripsi : Dokumen untuk mengisi data-data order dari

Pelanggan

3. Bahan Baku

Fungsi : Sebagai bukti persediaan bahan baku yang masih tersedia

Elemen data : Chemical_Code, Chemical, First_Stock, Last_Stock

Deskripsi : Dokumen untuk mengisi data-data persediaan bahan baku

4. Price List

Fungsi : Untuk mengetahui harga per jenis cucian Elemen data : Code, Item, Price

(28)

4.1.2. Analisis Prosedur yang Sedang Berjalan

Prosedur Pencucian di Ngebelast Laundry Cirebon yang sedang berjalan adalah sebagai berikut :

1. Bagian marketing di Ngebelast Laundry membuat proposal untuk diajukan kepada calon pelanggan.

2. Pelanggan mengirimkan proposal verifikasi kepada bagian marketing di Ngebelast Laundry.

3. Bagian marketing di Ngebelast Laundry membuat surat perjanjian untuk kedua belah pihak.

4. Pelanggan dan direktur Ngebelast Laundry menandatangani surat perjanjian.

5. Pelanggan melakukan delivery order dan bagian administrasi di Ngebelast Laundry akan membuat nota harian.

6. Bagian administrasi membuat invoice lalu memberikan invoice tersebut kepada pelanggan dan direktur Ngebelast Laundry.

7. Pelanggan membuat kontra bon.

8. Pelanggan membuat billyet giro untuk diberikan kepada bagian administrasi di Ngebelast Laundry.

9. Bagian administrasi di Ngebelast Laundry menukarkan billyet giro ke bank, lalu transkrip uangnya diberikan kepada direktur Ngebelast Laundry.

(29)

11.Apabila bahan baku habis, bagian administrasi akan melakukan order bahan baku kepada supplier.

12.Supplier mengirimkan bahan baku.

13.Bagian adminstrasi di Ngebelast Laundry akan mengecek bahan baku kiriman.

14.Apabila bahan baku kiriman ada yang rusak maka akan ada retur dari supplier.

15.Supplier membuat kwitansi sebagai bukti pembayaran dari Ngebelast Laundry.

16.Bagian administrasi di Ngebelast Laundry akan mencatat bahan baku.

4.1.2.1. Flow Map

Sebuah sistem memerlukan adanya flow map untuk menggambarkan jalannya proses yang terjadi.

(30)

Gambar 4.1. Flow Map yang Sedang Berjalan

A = Arsip bahan baku B = Arsip order C = Arsip nota harian

D = Arsip invoice E = Arsip kontra bon F = Arsip surat perjanjin

Flow Map yang Sedang Berjalan

Supplier Administrasi Marketing Direktur

(31)

4.1.2.2. Diagram Konteks

Diagram konteks digambarkan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem. Adapun gambar diagram konteks dari Sistem Informasi Laundry di Ngebelast Laundry dapat dilihat pada gambar 4.2.

Gambar 4.2. Diagram Konteks yang Sedang Berjalan

4.1.2.3. Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. DFD merupakan alat yang cukup populer sekarang ini, karena dapat menggambarkan arus data di dalam sistem yang terstruktur dan jelas. Lebih lanjut juga DFD merupakan dokumen dari sistem yang baik. Untuk lebih jelas Data Flow Diagram (DFD) yang sedang berjalan dapat dilihat pada gambar 4.3.

Sistem Informasi Data Pemesanan Bahan Baku

Data Pembayaran Bahan Baku

Data Pemesanan Bahan Baku Data Pengembalian Bahan Baku Rusak

Direktur Data Surat Perjanjian

(32)

Gambar 4.3. DFD yang Sedang Berjalan

4.1.3. Evaluasi Sistem

Berdasarkan observasi dan wawancara yang penulis lakukan, kegiatan pencucian di Ngebelast Laundry ini dinilai kurang efektif dan efisien. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.1.

Pelanggan Marketing

Retur Bahan Baku Rusak 15.0

Membuat Kwitansi

Retur Bahan Baku Rusak

(33)

Tabel 4.1. Evaluasi Sistem Informasi Laundry di Ngebelast Laundry

Permasalahan Rencana Solusi

1. Stok bahan baku dikontrol hanya pada saat sedang ada produksi saja, hal ini mengakibatkan tertundanya produksi dikarenakan bahan baku yang akan digunakan ternyata tidak tersedia atau habis.

1. Pengontrolan stok bahan baku harus dilakukan setiap harinya walaupun tidak ada produksi. Pengecekan bahan baku akan dicatat ke dalam laporan persediaan bahan baku.

2. Pemberian kode untuk jenis cucian antara satu pelanggan dengan pelanggan lainnya masih dicatat dalam satu kode.

2. Kode untuk jenis cucian antara satu pelanggan dengan pelanggan lainnya harus dibedakan supaya apabila ada data yang berbeda dapat terlihat dengan jelas perbedaannya. 3. Adanya keterlambatan dalam

melakukan pembayaran dari pihak pelanggan karena pencetakkan invoice yang dilakukan oleh perusahaan terlalu lama yaitu tujuh hari.

3. Pencetakkan invoice yang dilakukan oleh perusahaan sebaiknya dilakukan setiap hari agar pihak pelanggan dapat melakukan pembayaran pada hari itu juga atau pada saat produksi selesai.

4. Tidak adanya tolak ukur bagi perusahaan yang disebabkan karena belum adanya laporan pendapatan, laporan pengeluaran, dan laporan persediaan bahan baku.

(34)

4.2. Perancangan Sistem

4.2.1. Tujuan Perancangan Sistem

Perancangan sistem informasi bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai sistem yang diusulkan sebagai penyempurnaan dari sistem yang sedang berjalan. Sistem yang sedang berjalan secara keseluruhan belum terkomputerisasi sedangkan sistem yang diusulkan akan lebih ditentukan pada pengolahan data secara terkomputerisasi.

4.2.2. Gambaran Umum Sistem yang Diusulkan

Pada prinsipnya prosedur yang diusulkan tidak jauh berbeda dengan prosedur yang sedang berjalan. Namun pada teknis operasionalnya penulis mengusulkan dibuatnya laporan pendapatan, laporan pengeluaran, dan laporan persediaan bahan baku.

4.2.3. Perancangan Prosedur yang Diusulkan

Adapun prosedur Pencucian di Ngebelast Laundry Cirebon yang diusulkan adalah sebagai berikut :

1. Bagian marketing di Ngebelast Laundry membuat proposal untuk diajukan kepada calon pelanggan.

2. Pelanggan mengirimkan proposal verifikasi kepada bagian marketing di Ngebelast Laundry.

(35)

4. Pelanggan dan direktur Ngebelast Laundry menandatangani surat perjanjian.

5. Pelanggan melakukan delivery order.

6. Bagian administrasi di Ngebelast Laundry membuat nota harian yang isinya berasal dari catatan delivery order.

7. Bagian administrasi di Ngebelast Laundry mengecek persediaan bahan baku.

8. Bagian administrasi di Ngebelast Laundry membuat laporan persediaan bahan baku yang nantinya akan diberikan kepada direktur Ngebelast Laundry.

9. Dari laporan tersebut bagian administrasi akan memesan bahan baku apa saja yang sudah habis ke supplier.

10.Supplier akan mengirim bahan baku yang dipesan oleh pihak Ngebelast Laundry.

11.Bagian adminstrasi di Ngebelast Laundry akan mengecek bahan baku kiriman.

12.Dari dokumen bahan baku kiriman, bagian administrasi di Ngebelast Laundry akan membuat laporan pengeluaran yang nantinya akan diberikan kepada direktur Ngebelast Laundry.

13.Setelah produksi selesai dikerjakan, bagian administrasi akan membuat invoice.

(36)

15.Dari invoice tersebut akan dibuatkan laporan pendapatan yang nantinya diberikan kepada direktur Ngebelast Laundry.

Dalam perancangan proses ini meliputi Flow Map yang diusulkan, Diagram Konteks yang diusulkan, DFD yang diusulkan, dan Kamus Data. Proses tersebut bertujuan untuk mempermudah dalam pembuatan program.

4.2.3.1. Flow Map

(37)

Gambar 4.4. Flow Map yang Diusulkan Flow Map yang Diusulkan

Supplier Administrasi Marketing Direktur

(38)

4.2.3.2. Diagram Konteks

Pada diagram konteks Sistem Informasi Laundry di Ngebelast Laundry yang diusulkan di bawah ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan diagram konteks pada sistem yang sedang berjalan. Sedikit perubahan yang terjadi pada diagram konteks sistem yang diusulkan ini adalah dengan adanya laporan pendapatan, laporan pengeluaran, dan laporan persediaan bahan baku yang masuk ke dalam Sistem Informasi Laundry.

Adapun gambar diagram konteks dari Sistem Informasi Laundry di Ngebelast Laundry yang diusulkan dapat dilihat pada gambar 4.5.

Gambar 4.5. Diagram Konteks yang Diusulkan

(39)

Data flow diagram (DFD) menggambarkan hubungan antar proses yang terjadi di dalam suatu sistem. Adapun data flow diagram yang diusulkan adalah :

- DFD Level 0 Sistem yang Diusulkan

Untuk memberikan gambaran lebih jelas dan mudah dipahami di dalam kegiatan proses pencucian maka proses-proses kegiatan dapat di jelaskan pada 4.6. berikut Pada level 1 ini terdapat tiga entitas serta tiga proses yaitu kerjasama, pengadaan, dan laporan bahan baku.

Gambar 4.6. DFD Level 0 Sistem yang Diusulkan

(40)

-DFD Level 1 Proses 1.0 (Kerjasama) Sistem yang Diusulkan Pada gambar Gambar 4.7. DFD level 1 proses 1 (kerjasama) dapat dilihat pada proses kerjasama terdapat beberapa proses lain separti konfirmasi, membuat surat perjanjian , cetak surat perjanjian, menandatangani surat perjanjian.

Gambar 4.7. DFD Level 1 Proses 1.0 (Kerjasama) Sistem yang Diusulkan

- DFD Level 1 Proses 2.0 (Pengadaan) Sistem yang Diusulkan Pada gambar Gambar 4.8. DFD level 1 proses 2 (pengadaan) dapat dilihat pada proses pengadaan terdapat beberapa proses lain separti melakukan order, cetak nota harian, membuat invoice, membuat laporan pendapatan.

(41)

Gambar 4.8. DFD Level 1 Proses 2.0 (Pengadaan) Sistem yang Diusulkan

-DFD Level 1 Proses 3.0 (Laporan Bahan Baku) Sistem yang Diusulkan

Pada gambar Gambar 4.9. DFD level 1 proses 3 (laporan bahan baku) dapat dilihat pada proses laporan bahan baku terdapat beberapa proses lain separti mengecek persediaan bahan baku, membuat laporan persediaan bahan baku, melakukan order bahan baku, mengirim bahan baku, mengecek bahan baku kiriman, membuat laporan pengeluaran, mengupdate bahan baku.

(42)

Gambar 4.9. DFD Level 1 Proses 3.0 (Laporan Bahan Baku) Sistem yang Diusulkan

4.2.3.4. Kamus Data

Adapun kamus data pada Sistem Informasi Laundry di Ngebelast Laundry adalah sebagai berikut :

3.1

Baku Data Bahan Baku

(43)

Alias : -

Bentuk data : Dokumen

Arus data : Proses 1.2 – Pelanggan, Pelanggan – Proses 1.3, Proses 1.3 – Pelanggan, Pelanggan – Proses 1.4, Proses 1.4 –

Pelanggan

Struktur data : No_Surat, Tanggal_Surat, Customer_Id

2. Nama arus data : Data Pembayaran

Alias : -

Bentuk data : File dan Dokumen

Arus data : File Nota Harian – Proses 2.3, Proses 2.3 – Pelanggan, Pelanggan – File Invoice, File Invoice – Proses 2.4

Struktur data : No_Invoice, Date, Customer_Id, Customer_Name, Address, Pick_Up, Delivered, No_Bill, Code, Item, Price, Qty, Subtotal, Total, Grand_Total

(44)

Arus data : Proses 3.1 – Proses 3.2, Proses 3.2 – Proses 3.3, Proses 3.3 – Supplier, Supplier – Proses 3.4, Proses 3.4 – Proses 3.5, Proses

3.5 – Proses 3.6, Proses 3.6 – Supplier, Supplier – Proses 3.7

Struktur data : Chemical_Code, Chemical, First_Stock, Last_Stock, Chemical_Price,

Chemical_Use, Code, Item, Price

4. Nama arus data : Data Laporan

Alias : -

Bentuk data : Dokumen

Arus data : Proses 3.2 – Proses 3.3,

Proses 3.3 – Supplier, Supplier –

Proses 3.4, Proses 3.4 – Proses 3.5, Proses

3.5 – Supplier, Supplier – Proses 3.6, Proses 3.6 – Proses 3.7

Struktur data : Chemical_Code, No_Bill, Date_Use, Chemical, First_Stock, Last_Stock, Chemical_Price, Chemical_Use,

No_Invoice, No_Bill, Customer_Id, Code, Item, Price, Qty, Subtotal, Total,

(45)

Pada perancangan basis data ini akan diuraikan mengenai Normalisasi, Relasi Tabel, Entity Relationship Diagram, Struktur File dan Kodifikasi dari Sistem Informasi Laundry di Ngebelast Laundry Cirebon.

4.2.1.1. Normalisasi

Bentuk Unnormal merupakan gabungan dari seluruh elemen data yang ada di dalam kamus data.

a. Bentuk Unnormal

{No_Surat, Tanggal_Surat, Customer_Id, No_Invoice, Date, Customer_Id, Customer_Name, Address, Pick_Up, Delivered, No_Bill, Code, Item, Price, Qty, Subtotal, Total, Grand_Total, Chemical_Code, Chemical, First_Stock, Last_Stock,

Chemical_Price, Code, Item, Price, Chemical_Code, No_Bill, Date_Use, Chemical, First_Stock, Last_Stock, Status,

Chemical_Price, No_Invoice, No_Bill, Customer_Id, Code, Item, Price, Qty, Subtotal, Total, Grand_Total}

b. Normal I

Pada tahap ini dilakukan penghilangan beberapa atribut yang berulang.

(46)

No_Bill, Status, Code, Item, Price, Qty, Subtotal, Total, Grand_Total, Chemical_Code, Chemical, First_Stock, Last_Stock, Chemical_Price, Date_Use}

c. Normal II

Pada tahap ini semua atribut bukan kunci memiliki dependensi (ketergantungan) sepenuhnya terhadap atribut kunci.

1. T_Surat = {*No_Surat, Tanggal_Surat, **Customer_Id} 2. T_Customer = {*Customer_Id, Customer_Name, Address} 3. T_Invoice = {*No_Invoice, **Customer_Id}

4. T_Nota = {*No_Bill, Tanggal, **Customer_Id, Total, Grand_Total, Status}

5. T_Price = {*Code, Item, Price}

6. T_Material = {*Chemical_Code, Chemical, First_Stock}

d. Normal III

(47)

2. T_Customer = {*Customer_Id, Customer_Name, Address} 3. T_Invoice = {*No_Invoice, **Customer_Id, Pick_Up,

Delivered}

4. T_Nota = {*No_Bill, Tanggal, **Customer_Id, Total, Grand_Total}

5. T_Price = {*Code, Item, Price}

6. T_Material = {*Chemical_Code, Chemical,

First_Stock, Last_Stock, Chemical_Use} 7. T_Detail_Invoice = {**No_Invoice, **No_Bill}

8. T_Detail_Nota = {**No_Bill, **Code, Qty, Subtotal} 9. T_Material_Use = {**Chemical_Code, Date_Use,

**No_Bill}

4.2.1.2. Entity Relationship Diagram

(48)

Gambar 4.10. Entity Relationship Diagram (ERD)

4.2.1.3. Relasi Tabel

Adapun relasi tabel pada Sistem Informasi Pencucian dapat dilihat pada gambar 4.7

Gambar 4.11. Relasi Tabel

(49)

a. Nama_file : Surat Primary key : No_Surat Media penyimpanan : Harddisk

Tabel 4.2. File Surat

b. Nama file : Invoice Primary key : No_Invoice Media penyimpanan : Harddisk

Tabel 4.3. File Invoice

No. Nama Field Type Size Keterangan

1 No_Surat Varchar 5 No surat

2 Tanggal_Surat Datetime 8 Tanggal pembuatan surat 3 Customer_Id Varchar 7 Kode

pelanggan

No. Nama Field Type Size Keterangan

1 No_Invoice Varchar 20 No invoice

2 Customer_Id Varchar 7 Kode pelanggan 3 Pick_Up Datetime 8 Tanggal

pengambilan cucian 4 Delivered Datetime 8 Tanggal

(50)

c. Nama file : Nota Primary key : No_Bill Media penyimpanan : Harddisk

Tabel 4.4. File Nota

No. Nama Field Type Size Keterangan Media penyimpanan : Harddisk

Tabel 4.5. File Material

(51)

Primary key : Code Media penyimpanan : Harddisk

Tabel 4.6. File Price List

f. Nama file : Customer Primary key : Customer_Id Media penyimpanan : Harddisk

Tabel 4.7. File Customer

No. Nama Field Type Size Keterangan

1 Customer_Id Varchar 7 Kode

pelanggan

2 Customer_Name Char 20 Nama

pelanggan

3 Address Varchar 30 Alamat

pelanggan

g. Nama file : Material_Use Primary key : -

Media penyimpanan : Harddisk

No. Nama Field Type Size Keterangan

1 Code Varchar 5 Kode jenis

cucian

2 Item Varchar 30 Jenis

cucian

3 Price Float 8 Harga

(52)

Tabel 4.8. File Material Use

Media penyimpanan : Harddisk

Tabel 4.9. File Detail Nota

No. Nama Field Type Size Keterangan

Media penyimpanan : Harddisk

Tabel 4.10. File Detail Invoice

No. Nama Field Type Size Keterangan

1 No_Invoice Varchar 20 No_Invoice

2 No_Bill Varchar 20 No bill

(53)

a. Customer Id C xxx

No. Urut Customer

Contoh : C 001

Keterangan : C = Customer 001 = No. Urut

b. Material Code CM xxx

No. Urut Material

Contoh : CM 001

Keterangan : CM = Material 001 = No. Urut

c. Code P xxx

(54)

Contoh : P 001

Keterangan : P = Price 001 = No. Urut

d. No Bill

xxxxxx NH xxx

No. Urut Nota Harian

Tanggal, Bulan, Tahun

Contoh : 051110NH001

Keterangan : 051110 = Tanggal, Bulan, Tahun

NH = Nota Harian 001 = No. Urut

e. No Invoice xxxxxx I xxx

No. Urut Nota Harian

(55)

Keterangan : 051110 = Tanggal, Bulan, Tahun

I = Invoice 001 = No. Urut

f. No Surat S xxx

No. urut Surat

Contoh : S 001

Keterangan : S = Surat 001 = No. Urut

4.2.2. Perancangan Antar Muka

4.2.2.1. Struktur Menu

(56)

Gambar 4.12. Struktur Menu

4.2.2.2. Perancangan Input

a. Form Login

Form Login ini digunakan untuk membedakan hak akses pengguna, melalui Form Login ini pengguna yang boleh memasuki sistem adalah pengguna yang mengetahui user name dan password sistem.

Gambar 4.13. Form Login

User Name

Password

LOGIN

MASTER TRANSAKSI LAPORAN

LOGIN

Customer

Price

Material

Nota Harian

Material Use

Invoice

Laporan Persediaan Bahan Baku

Laporan Pengeluaran

(57)

Tabel 4.11. Fungsi Komponen Form Login

Komponen Fungsi

User Name Untuk mengisi nama pengguna yang akan menggunakan aplikasi pencucian

Password Untuk mengisi kata kunci untuk masuk ke dalam aplikasi pencucian LOGIN Untuk menyetujui data

yang telah diisikan

b. Form Surat

Form surat digunakan untuk mencetak surat perjanjian.

Gambar 4.14. Form Surat

No Surat

Date of Letter

Customer Id

Add Edit Save Delete

(58)

Table 4.12. Fungsi Komponen Form Surat

c. Form Customer

Form customer digunakan untuk melakukan input program data-data pelanggan.

Komponen Fungsi

No Surat Untuk

Customer Id Untuk

(59)

Gambar 4.15. Form Customer

Tabel 4.13. Fungsi Komponen Form Customer

Komponen Fungsi

Customer Id Untuk

mengisi kode pelanggan

Customer Name Untuk

mengisi nama pelanggan

Address Untuk

mengisi

Add Edit Save Delete

(60)

Tabel 4.13.

Lanjutan Fungsi Komponen Form Customer

Komponen Fungsi

Delete Untuk menghapus data

Close Untuk kembali ke menu

utama

d. Form Price List

Form price list digunakan untuk melakukan input program daftar harga dari perusahaan.

Gambar 4.16. Form Price List

Tabel 4.14. Fungsi Komponen Form Price List

Komponen Fungsi

Code Untuk mengisi kode

jenis cucian

Item Untuk mengisi jenis

cucian

Price Untuk mengisi harga satu jenis cucian

Code

Item

Price

Add Edit Save Delete

(61)

Lanjutan Fungsi Komponen Form Price List

Komponen Fungsi

Add Untuk menambahkan data

baru

Edit Untuk mengubah data

Save Untuk menyimpan data

baru yang sudah diisikan

Delete Untuk menghapus data

Close Untuk kembali ke menu

utama

e. Form Material

Form material digunakan untuk melakukan input program data-data bahan baku.

Gambar 4.17. Form Material

Chemical Code

Chemical

First Stock

Add Edit Save Delete

Close

Chemical Price

(62)

Tabel 4.15. Fungsi Komponen Form Material

Komponen Fungsi

Chemical Code Untuk mengisi kode bahan baku

Chemical Untuk mengisi nama bahan baku

Stock Untuk mengisi

persediaan bahan baku sebelum digunakan

Add Untuk menambahkan

data baru

Edit Untuk mengubah data

Save Untuk menyimpan data

baru yang sudah diisikan

Delete Untuk menghapus data

Close Untuk kembali ke menu

utama

f. Form Nota Harian

Form nota harian digunakan untuk melakukan input program data-data order dari pelanggan.

Gambar 4.18. Form Nota Harian

No Bill

Date

Pick Up

Add Edit Save Delete

(63)

Komponen Fungsi

No Bill Untuk mengisi no bill

yang terdapat pada nota harian

Date Untuk mengisi tanggal

pembuatan nota harian Pick Up Untuk mengisi tanggal

pengambilan order cucian

Customer Id Untuk mengisi kode pelanggan

Code Untuk mengisi kode

jenis cucian

Price Untuk mengisi harga

satu jenis cucian

Qty Untuk mengisi

banyaknya cucian

Subtotal Untuk mengisi jumlah

tagihan untuk satu bill nota harian

Add Untuk menambahkan

data baru

Edit Untuk mengubah data

Save Untuk menyimpan data

baru yang sudah diisikan

Delete Untuk menghapus data

Close Untuk kembali ke menu

utama

g. Form Material Use

(64)

Gambar 4.19. Form Material Use

Tabel 4.17. Fungsi Komponen Form Material Use

Komponen Fungsi

Chemical Code Untuk mengisi kode bahan baku

No Bill Untuk mengisi no bill

yang terdapat pada nota harian

Date Use Untuk mengisi tanggal penggunaan bahan baku Chemical Untuk mengisi nama

bahan baku

First Stock Untuk mengisi stok awal dari persediaan bahan baku

Chemical Use Untuk mengisi nama bahan baku yang digunakan

Last Stock Untuk mengisi stok akhir dari persediaan bahan baku

Add Untuk menambahkan

data baru

Edit Untuk mengubah data

Chemical Code

No Bill

Date Use

Add Edit Save Delete

Close

Chemical

First Stock

(65)

Lanjutan Fungsi Komponen Form Material Use

Komponen Fungsi

Save Untuk menyimpan

data baru yang sudah diisikan

Delete Untuk menghapus data

close Untuk kembali ke

menu awal

h. Form Invoice

Form invoice digunakan untuk melakukan input program data-data order dari pelanggan tetapi lebih lengkap dibandingkan dengan form nota harian.

Gambar 4.20. Form Invoice

No Invoice No Bill Pick Up

Add Edit Save Delete

Close Delivered

(66)

Tabel 4.18. Fungsi Komponen Form Invoice

Komponen Fungsi

No Invoice Untuk mengisi no

invoice

No_Bill Untuk mengisi no bill

yang terdapat pada nota harian

Pick Up Untuk mengisi tanggal pengambilan order cucian

Delivered Untuk mengisi tanggal pengiriman order cucian Customer Id Untuk mengisi kode

pelanggan

Code Untuk mengisi kode

jenis cucian

Price Untuk mengisi harga

satu jenis cucian

Qty Untuk mengisi

banyaknya cucian

Subtotal Untuk mengisi jumlah

tagihan untuk satu bill nota harian

Total Untuk mengisi jumlah

tagihan dari semua nota harian

Add Untuk menambahkan

data baru

Edit Untuk mengubah data

Save Untuk menyimpan data

baru yang sudah diisikan

Delete Untuk menghapus data

Close Untuk kembali ke menu

(67)

a. Laporan Persediaan Bahan Baku

Gambar 4.21. Rancangan Form Laporan Persediaan Bahan Baku

(68)

b. Laporan Pengeluaran

Gambar 4.22. Rancangan Form Laporan

Pengeluaran

(69)

Gambar 4.23. Rancangan Form Laporan

Pendapatan

Laporan ini merupakan laporan yang berisi data-data pendapatan yang diterima oleh Ngebelast Laundry. Dalam rancangannya ditampilkan informasi-informasi apa saja yang akan ditampilkan oleh program aplikasi yang akan dibangun.

4.2.3. Perancangan Arsitektur Jaringan

(70)

69

PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

5.1. Pengujian

5.1.1. Rencana Pengujian

Pengujian sistem informasi laundry menggunakan data uji berupa sebuah data dan masukan dari pengguna.

Tabel 5.1.

Rencana Pengujian Sistem Informasi Laundry

Kelas Uji Butir Uji Tingkat

yang telah terdaftar Sistem Black Box

Pengujian Pengisian Data

Pengisian Data Surat

Perjanjian Modul Black Box

Pengisian Data

Pembayaran Modul Black Box

Pengisian Data Bahan

Baku Modul Black Box

5.1.2. Kasus dan Hasil Pengujian

a. Pengujian Login

(71)

Pengujian Login 1

Kasus dan Hasil Uji (Data Normal)

Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan Pengguna dan password

terdaftar

Pengguna : admin Password : ngebelast

Tercantum pada

Dapat masuk ke form utama untuk pengguna yang Pengujian Login 2

Kasus dan Hasil Uji (Data Salah)

Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan Pengguna tidak

terdaftar.

Pengguna : irma Password : 061089

Tidak dapat login dan menampilkan pesan peringatan.

pengguna tidak dapat login dan menampilkan Pengguna : irma Password : xxx

Tidak dapat login dan menampilkan pesan peringatan

(72)

b. Pengujian Pengisian Data

Pengujian pengisian data terbagi menjadi 3 bagian, yaitu: 1. Pengujian Pengisian Data Surat Perjanjian

Berikut adalah tabel pengujian pengisian data surat perjanjian : Tabel 5.4.

Pengujian Pengisian Data Surat Perjanjian

Kasus dan Hasil Uji (Data Normal)

Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan

Klik “Tambah” Tombol yang aktif

hanya tombol “Simpan”

Dapat mengisi tiap field sesuai yang

diharapkan

[√] diterima [ ] ditolak

Mengisi textbox tiap field.

Klik “Simpan”

Data tersimpan di data surat

Klik “Edit” data diperbaharui Tombol “Edit”

dapat berfungsi sesuai yang diharapkan

[√] diterima [ ] ditolak

Klik „Hapus‟ Data dihapus Tombol

“Hapus”

Kasus dan Hasil Uji (Data Salah)

Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan Pengisian textbox

jumlah dengan selain angka

Muncul pesan bahwa data harus diisi dengan angka

(73)

Berikut adalah tabel pengujian pengisian data pembayaran :

Tabel 5.5.

Pengujian Pengisian Data Pembayaran

Kasus dan Hasil Uji (Data Normal)

Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan

Klik “Tambah” Tombol yang aktif

hanya tombol “Simpan”

Dapat mengisi tiap field sesuai yang

diharapkan

[√] diterima [ ] ditolak

Mengisi textbox tiap field.

Klik “Simpan”

Data tersimpan di data surat

Klik “Edit” data diperbaharui Tombol “Edit”

dapat berfungsi sesuai yang diharapkan

[√] diterima [ ] ditolak

Klik „Hapus‟ Data dihapus Tombol

“Hapus”

Kasus dan Hasil Uji (Data Salah)

Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan Pengisian textbox

jumlah dengan selain angka

Muncul pesan bahwa data harus diisi dengan angka

(74)

3. Pengujian Pengisian Data Bahan Baku

Berikut adalah tabel pengujian pengisian data bahan baku :

Tabel 5.6.

Pengujian Pengisian Data Bahan Baku

Kasus dan Hasil Uji (Data Normal)

Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan

Klik “Tambah” Tombol yang aktif

hanya tombol “Simpan”

Dapat mengisi tiap field sesuai yang

diharapkan

[√] diterima [ ] ditolak

Mengisi textbox tiap field.

Klik “Simpan”

Data tersimpan di data surat

Klik “Edit” data diperbaharui Tombol “Edit”

dapat berfungsi sesuai yang diharapkan

[√] diterima [ ] ditolak

Klik „Hapus‟ Data dihapus Tombol

“Hapus”

Kasus dan Hasil Uji (Data Salah)

Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan Pengisian textbox

jumlah dengan selain angka

Muncul pesan bahwa data harus diisi dengan angka

(75)

Berdasarkan hasil pengujian dengan kasus dan hasil uji, maka dapat diambil kesimpulan bahwa proses pengisian data pada setiap form dapat dilakukan dengan sukses serta secara fungsional sistem dapat menghasilkan output yang diharapkan.

5.2. Implementasi

Dalam rencana penerapan sistem yang terkoputerisasi yakni agar sistem siap dioperasikan, maka perlu diadakan kegiatan-kegiatan dari penerapannya. Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menerapkan sistem tersebut adalah pembuatan program, testing program, pelatihan serta terima dokumentasi, akan tetapi dalam penulisan tugas akhir ini implementasi sistem yang dilakukan hanya sampai pada tahap pembuatan program.

5.2.1. Implementasi Perangkat Lunak

Untuk mendukung kelancaran sistem informasi yang dirancang, maka sistem ini memerlukan perangkat lunak. Perangkat lunak digunakan untuk mendukung kinerja sistem operasi dan aplikasi database. Adapun perangkat lunak yang digunakan adalah sebagai berikut :

a. Sistem operasi minimum Windows 98

b. Program compiler Microsoft Visual Basic 6.0

(76)

5.2.2. Implementasi Perangkat Keras

Selain membutuhkan perangkat lunak sistem ini juga memerlukan perangkat keras. Adapun perangkat keras yang diperlukan adalah sebagai berikut :

a. Harddisk minimum 10 GB b. RAM 128 MB

c. Processor minimum Pentium III d. CD RW

e. Monitor f. Mouse g. Printer

5.2.3. Implementasi Basis Data (sintaks SQL)

Pembangunan basis data dilakukan dengan menggunakan bahasa SQL, dimana aplikasi pemrograman yang digunakan adalah SQL Server 2000. Implementasi basis datanya adalah sebagai berikut :

CREATE TABLE Surat (

No_Surat varchar (5) default '0',

Tanggal_Surat datetime (8) default '0',

(77)

No_Invoice varchar (20) default '0',

Customer_Id varchar(7) default '0')

CREATE TABLE Nota (

No_Bill varchar (20) default '0',

Tanggal datetime (8) default '0',

Customer_Id varchar(7) default '0',

Total float (8) default '0')

CREATE TABLE Material (

Chemical_Code varchar (5) default '0',

Chemical varchar (20) default '0',

First_Stock varchar (15) default '0',

(78)

CREATE TABLE Price (

Code varchar (5) default '0',

Item varchar (30) default '0',

Price float (8) default '0')

CREATE TABLE Customer (

Customer_Id varchar (7) default '0',

Customer_Name char (20) default '0',

Address varchar (30) default '0')

CREATE TABLE Material_Use (

Chemical_Code varchar (5) default '0',

Date_Use datetime (8) default '0',

First_Stock varchar(15) default '0',

Last_Stock float (15) default '0',

No_Bill varchar (20) default '0',

(79)

No_Bill varchar (20) default '0',

Code varchar (5) default '0',

Qty int (4) default '0',

Subtotal float (8) default ‘0’)

CREATE TABLE Detail Invoice (

No_Invoice varchar (20) default '0',

No_Bill varchar (20) default '0',

Pick_Up datetime (8) default '0',

Delivered datetime (8) default ‘0’)

5.2.4. Implementasi Antar Muka

(80)

a. Form Login

Gambar 5.1. Form Login

Form login ini berfungsi sebagai penentu bagi pengguna program aplikasi, sehingga tidak sembarang orang bisa mengakses program ini. Pada form login ini terdapat satu tombol, yaitu tombol ”LOGIN” yang berfungsi untuk masuk ke tampilan berikutnya.

b. Form Menu Master

(81)

apa saja yang terdapat pada tabel master. Pada form menu master ini terdapat tiga tombol, yaitu tombol ”Customer” yang berfungsi untuk masuk ke tampilan form customer, tombol “Price List” yang berfungsi untuk masuk ke tampilan form price list, dan tombol “Material” yang berfungsi untuk masuk ke tampilan form material.

c. Form Customer

Gambar 5.3. Form Customer

Form customer merupakan form yang berfungsi untuk memasukkan data customer di Ngebelast Laundry Cirebon ke dalam database.

(82)

Tabel 5.7.

Fungsi Tombol-Tombol Form Customer

NO TOMBOL KETERANGAN

1 Add Untuk menambah data baru

2 Edit Untuk mengubah data

3 Save Untuk menyimpan data baru yg sudah diisikan

4 Delete Untuk menghapus data yang telah ada 5 Print Untuk mencetak data customer

6 Close Untuk keluar dari form

d. Form Price List

Gambar 5.4. Form Price List

Form price list merupakan form yang berfungsi untuk memasukkan data harga jenis cucian di Ngebelast Laundry Cirebon ke dalam database.

(83)

Fungsi Tombol-Tombol Form Price List

NO TOMBOL KETERANGAN

1 Add Untuk menambah data baru

2 Edit Untuk mengubah data

3 Save Untuk menyimpan data baru yg sudah diisikan

4 Delete Untuk menghapus data yang telah ada 5 Print Untuk mencetak data harga jenis cucian 6 Close Untuk keluar dari form

e. Form Material

Gambar 5.5. Form Material

(84)

Pada form material tersebut ada beberapa tombol yang bisa dijalankan oleh pengguna, yaitu :

Tabel 5.9.

Fungsi Tombol-Tombol Form Material

NO TOMBOL KETERANGAN

1 Add Untuk menambah data baru

2 Edit Untuk mengubah data

3 Save Untuk menyimpan data baru yg sudah diisikan

4 Delete Untuk menghapus data yang telah ada 5 Print Untuk mencetak data bahan baku cucian 6 Close Untuk keluar dari form

f. Form Menu Transaction

Gambar 5.6. Form Menu Transaction

(85)

yang berfungsi untuk masuk ke tampilan form invoice, dan tombol “Material Use” yang berfungsi untuk masuk ke tampilan form material

use.

g. Form Nota Harian

Gambar 5.7. Form Nota Harian

Form nota harian merupakan form yang berfungsi untuk memasukkan data pembayaran di Ngebelast Laundry Cirebon ke dalam database.

(86)

Tabel 5.10.

Fungsi Tombol-Tombol Form Nota Harian

NO TOMBOL KETERANGAN

1 Add Untuk menambah data baru

2 Save Untuk menyimpan data baru yg sudah diisikan

4 Print Untuk mencetak data pembayaran 5 Close Untuk keluar dari form

h. Form Invoice

Gambar 5.8. Form Invoice

Form invoice merupakan form yang berfungsi untuk memasukkan data pembayaran di Ngebelast Laundry Cirebon ke dalam database.

(87)

Fungsi Tombol-Tombol Form Invoice

NO TOMBOL KETERANGAN

1 Add Untuk menambah data baru

2 Save Untuk menyimpan data baru yg sudah diisikan

4 Print Untuk mencetak data pembayaran 5 Close Untuk keluar dari form

i. Form Material Use

Gambar 5.9. Form Material Use

(88)

Pada form material use tersebut ada beberapa tombol yang bisa dijalankan oleh pengguna, yaitu :

Tabel 5.12.

Fungsi Tombol-Tombol Form Material Use

NO TOMBOL KETERANGAN

1 Add Untuk menambah data baru

2 Save Untuk menyimpan data baru yg sudah diisikan

4 Print Untuk mencetak data pembayaran 5 Close Untuk keluar dari form

j. Form Menu Report

Gambar 5.10. Form Menu Report

(89)

berfungsi untuk mencetak laporan pengeluaran, dan tombol “Laporan Pendapatan” yang berfungsi untuk mencetak laporan pendapatan.

5.2.5.Implementasi Instalasi Program

Instalasi program dimulai dengan beberapa tahap diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Klik 2 kali atau klik kanan > open pada file setup.exe master aplikasi pengolahan data pelanggan seperti pada gambar di bawah ini

Gambar 5.11. Setup

(90)

2. Maka akan terlihat tampilan awal proses instalasi seperti pada gambar berikut :

Gambar 5.12.Proses ke – 1 instalasi

Tahap kedua instalasi Sistem Informasi Laundry

3. Klik tombol OK, maka akan terlihat tampilan sebagai berikut :

Gambar 5.13. Proses ke – 2 instalasi

(91)

dan direktori di mana Anda ingin menginstal aplikasi Sistem Informasi Laundry di Ngebelast Laundry. Akan terlihat tampilan sebagai berikut:

Gambar 5.14. Proses ke – 3 instalasi

(92)

5. Kemudian setelah menentukan direktori instalasi, klik continue dan akan muncul gambar di bawah ini :

Gambar 5.15. Proses ke – 4 instalasi

Tahap kelima instalasi Sistem Informasi Laundry

6. Klik tombol OK untuk mengakhiri

5.2.6.Penggunaan Program

Penggunaan program merupakan langkah-langkah dalam menggunakan dan menjalankan suatu sistem informasi yang dilakukan oleh pengguna ( user ).

(93)

Form login akan menampilkan form password dan user yang akan bisa langsung menggunakan program untuk masuk ke menu utama, seperti gambar di bawah ini :

Gambar 5.16. Form LOGIN

2. Form Menu Utama

Pada menu utama program terdapat menu-menu pilihan dimana user harus memilih menu mana yang akan digunakan atau diolah. Pilihan menu yang terdapat pada menu utama adalah master, transaksi, laporan, Seperti gambar berikut :

(94)

93

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil pengembangan sistem yang telah penulis lakukan, maka penulis mencoba membuat suatu kesimpulan dan mengajukan beberapa saran-saran yang berhubungan dengan pembahasan yang telah dikemukakan di bab-bab sebelumnya.

6.1. Kesimpulan

Beberapa kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :

1. Dengan Sistem Informasi Laundry yang penulis rancang, maka diharapkan permasalahan tersebut dapat diatasi, sehingga sistem informasi laundry yang meliputi proses pendataan dapat lebih terperinci.

(95)

Dalam pelaksanaan tugas Akhir ini, penulis memberikan saran kepada Ngebelast Laundry Cirebon dalam rangka pengembangan sistem informasi yang baru, diantaranya :

1. Sebaiknya pencetakkan invoice dilakukan setiap hari, sehingga proses pembayaran tidak memakan waktu lama.

(96)

Studi Kasus : Ngebelast Laundry Cirebon

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi syarat kelulusan pada Program Studi Manajemen Informatika

Jenjang Diploma Tiga Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

IRMA OKTAVIANI 10.907.051

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

Gambar

Gambar 4.1. Flow Map  yang Sedang Berjalan
Gambar 4.2. Diagram Konteks yang Sedang Berjalan
Gambar 4.3. DFD yang Sedang Berjalan
Tabel 4.1. Evaluasi Sistem Informasi Laundry
+7

Referensi

Dokumen terkait

Aktor dapat mengelola data tansaksi cucian laundry dengan memilih menu transaksi laundry pada form cucian laundry aktor dapat melakukan aktivitas edit dan sistem akan

Oleh karena itu, perlu dibangun sebuah sistem informasi berbasis web dengan fitur mobile pada 21 Laundry Padang yang nantinya diharapkan dapat menunjang aktivitas dan

Adapun kesimpulan dari penulis terkait dengan rancangan sistem informasi Customer Relationship Management berbasis website ini yaitu Pembuatan rancang bangun

Dari hasil penelitian diperoleh sebuah database yang akan digunakan untuk merancang sistem informasi yang dapat diterapkan pada KK Laundry sebagai sebuah sistem informasi

Sistem informasi jasa laundry berbasis web menggunakan Framework Codeignitier ini adalah suatu sistem untuk mengelola data dan transaksi laundry. Sistem informasi ini

Admin 0 Sistem Informasi Laundry Kasir Pemilik -Data Pengguna -Data Pelanggan -Data Transaksi laundry -Data Transaksi -Laporan Pelanggan -Laporan Transaksi Laundry -Laporan

Berikut diagram berjenjang untuk Sistem Informasi Laundry: External Entity_1 2.2.2 Update Pelanggan Manage Data Pelanggan 2.3.1 Insert Jenis Cucian Manage Data Jenis Cucian 2.3.2

Kesimpulan yang didapat dari penelitian penulis adalah melakukan rancang bangun sistem informasi perpustakaan berbasis web pada Universitas Islam Attahiriyah untuk mengatasi