Falsafah Bangsa Timor-Leste
1. Falsafah Uma Lulik:
Sejak Negara Timor-Leste diproklamirkan pada tanggal 28 November Tahun 1975 yang kemudian direstorasi kemerdekaan tersebut
pada tahun 2002, hingga kini belum
dirumuskan suatu falsafah bangsa yang dijadikan sebagai dasar dan ideologi Negara. Padahal Negara Timor-Leste terkenal dengan
Falsafah Uma Lulik yang kemungkinan dapat
Secara Filosofis
Secara etimologis Uma berarti Rumah dan
Lulik berarti Suci/Kudus/Sakral. Dengan demikian, secara harafiah Uma Lulik berarti
“Rumah Suci”. Dengan Uma Lulik setiap warga
Lanjut….
“Falsafah Uma Lulik dapat dipandang sebagai
Unsur-unsur Falsafah
Uma Lulik
unsur religiomagis (keTuhanan)
kesepakatan yang luhur
unsur kekeluargaan/persatuan
unsur kemanusiaan
lingkungan hidup/manusia dengan alam
adat istiadat
musyawarah (demokrasi)
Uma Lulik sebagai
Identitas
Di Timor-Leste, bila seseorang tidak mempunyai
Lanjut…
Dari sudut pandang filosofis, Uma Lulik
merupakan dasar keyakinan masyarakat tentang hal-hal yang dicita-citakan, tempat yang suci atau disakralkan dan Religiomagis
(adanya Tuhan), sebagai simbol alau
motaforik serta ikatan spiritual yang tinggi dan sebenarnya dasar bagi penyelenggaraan negara yang dikristalisasikan dari nilai-nilai
“Uma Lulik ne’e maka uma sagradu ida (latin lobs ida) no “uma
sagrada” simboliku/motaforika ho sintidu ispiritual boot no uma familia individual ida nian iha mundu. Membru komunidade no grupu solidaridade hetan fasilitasaun liuhusi Uma Lulik no indentfikasaun husi ema ida-nia familia tutan. Familia hahu ho uma kain, ne ‘ebe pretense ba knua boot liu ida ka suco. Suco hirak kontrariamente iha asosiasaun ho Uma Lulik ida, uma sagradu ida ne ‘be fungsiona flu ‘udar baze/sentru ba nivel oi-oin (multiplayer) husifamilia tutan” (Secara bebas diterjemahkan,
Dari sudut pandang filsafat hukum Uma Lulik berfungsi
Falsafah Uma Lulik mengandung
kaedah-kaedah
Pertama, dalam falsafah Uma Lulik terdapat
unsur religiomagis Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, setiap orang dan kelompok
Uma Lulik yang mau pergi/keluar dan
lingkungannya ataupun datang dari
perantauan, maka yang bersangkutan harus
berdoa dan bersyukur di Uma Lulik kepada
Kedua, peraturan peruridang-undangan yang
dibuat di Timor-Leste harus bertujuan membangun dan menjamin integritas bangsa
Timor-Leste baik secara teritorial dan
ideologis. Oleh karena itu, peraturan
Ketiga, sesuai dengan falsafah Uma Lulik
Keempat, peraturan perundang-undangan
Kelima, dalam falsafah Uma Lulik, terdapat
Keenam, dan sudut pandang sosiologis, Uma
Dala uluk, uma sagradu han ‘i parametru hirak no linajem (sisilah) relasaun familia nia hirak. Nia
identifika orijin hirak husi vizavo/bei alan sira ne ‘ebe maka hari ‘i, sira ne ‘ebe maka hela uluk iha teritoriu/fatin ida, liu husi utilazasaun sasan lulik hirak no istoria oral hirak Ho vizavo/bei alan komun ida-ne ‘ebe maka identisika ona, seremonia hirak no ritual ne ‘ebe hala ‘o iha uma laran atu reafirma fall ligasaun ho jerasaun viziavo/bei alan sira, unifika membru familia tutan sira no liga sira ba malu no ba teritoriu jeografiku espesfiku ne ‘ebe maka iha ligasaun/ asosiasaun ho uma.
Dala rua nian, uma sagradu hirak hala ‘o funsaun importante ida iha funsaun
social boot ida hodi forma rede ida ba aliansa grupu uma hirakne ‘ebe hari ‘I sentru husi relasaun publiku hirak. Aliansa hirak hari ‘I iha grupu familia hirak-nia leten atu forma kontinuamente unidade social boot liutan husi komunidade ba suco ba expansaun reinu ida.
Simbolikamente, Uma Lulik maka episentru husi Timor oan sira nia valor tamba kriasaun husi estrutura familia tutan depende ba nia funsaun, nia funsaun hirak hanesan rezerva kultura ida ne ‘ebe liga individual sira no uma kain iha unidade istorika no simbolika. Unidade no solidaridade tau ona iha kontextu Uma Lulik nia utilizasaun iha kria, negosiu no mantein forma husi
Secara konseptual
Uma Lulik memberikan perlindungan bagi setiap
orang dalam konteks kehidupan bersama, perdamaian, keharmonisan dan nilai-nilai moral masyarakat Timor-Leste. Fungsi lain dari Uma Lulik yaitu :
Sebagai perbandingan nilai modern dan lokal.
Simbol perdamaian, persatuan dan identitas bangsa
Timor-Leste.
Simbol cita-cita multikultural yang nyaman dalam
kebidupan bersama.
NAHE BITI BOT
“Nahe biti maka referensia ba fatin, espasu ka fatin iha ne ‘ebe ko‘alia, debate,
resolve, isu/asuntu familia ka social boot liutan, nia sentidu liu ona suku diak diferensa, resolve dispute no resolve konflitu politika entre Timor Oan sira [...] Nahe Biti haboot ona iha tinan 1974 atu resolve diferensa politika iha tinan 1974 hafoin funu sivil, no uza fila fali tinan 1999 ba objektivu ne ‘ebe hanesan mos”.) Dan pemikiran ini dapat ditarik unsur-unsur sebagai berikut:
Tempat penyelesaian sengketa. Dialog dan debat.
Menyelesaikan masalah-masalah keluarga.
Menyelesaikan sengketa antar suco atau desa serta menyelesaikan konflik
politik antar orang Timor-Leste.
Penyelesaian sengketa adat berdasarkan prinsip Nahe Biti Boot tersebut tidak
Struktur Modern
UMA LULIK BOT (UMA LIU RAI)
Saling bekerja
sama Uma lulik yg sederajat
Keterangan:
1. Eksekutif
Kaisar bergelar “Maromak Oan-Maha-Toba-Mahemu-Toba”
Kepala wilayah bergelar “Liurai’ disamakan dengan Gubernur; Adipati bergelar “Loro” disamakan dengan Bupati;
Kepala wilayah Kecamatan bergelar “Rin Besi” disamakan
dengan Camat;
Kepala Suku bergelar “Nai Suku” disamakan dengan Kepala
Desa.
Kepala Kampung bergelar “Katuas Knua atau Datuk” disamakan
dengan Kepala Kampung atau Dusun.
Kepala lingkungan kecil bergelar “Makair Fukum eh Katuas Uma
2. Eksekutif
Lembaga Legislatif bergelar “Mako ‘an”
Lembaga Yudikatif bergelar “Maktetun Lia Na ‘in”
Lembaga Penghubung bergelar “Mahibuk Lia Na ‘in atau Makdale Lia Na ‘in”.
3. Pelaksana Pemerintahan Tingkat Tinggi:
Penanggungjawab di bidang kependudukan,
pertanahan dan perekonomian bergelar “Data Wa ‘in”
Perantara khusus bagi Kaisar dengan aparat
bawahannya brgelar “Makair Lulik”;
Penanggungjawab angkatan perang dan
Dasar hukum
Constituiçäo da Republica Democrática de
Timor-Leste (Konstitusi Republik Demokratik Leste 2002). Sejak kemerdekaan Timor-Leste 2002 hingga kini belum menetapkan
Norma Fundamental Negara
(Staatsfundamentalnorm). Oleh sebab itu, diperlukan Undang-Undang tentang Hirarki dan Materi Muatan Peraturan
Perundang-undangan yang memuat materi-materi
substansial, termasuk norma fundamental
Leis do Parlemento Nacional (undang-undang dari Parlemen
Nasional) dan Decretos-Leis do Governo (undang-undang usulan Pemerintah). Undang.-undang (Gesetznorm) merupakan salah satu bentuk peraturan perundang-undangan yang merupakan bagian dari sistem hukum nasional Negara Timor-Leste. Dalam pembentukan undang di Timor-Leste, rancangan undang-undang yang berasal dari Panlemen Nasional disebut Projecto de Lei, Sedangkan rancangan undang-undang yang berasal dari Pemerintah disebut Proposta de Lei, tetapi mempunyai kedudukan yang sama yaitu sebagai undang-undang.
Namun demikian, kedua macam undang-undang yang berasal dari
Diplomas Governamentais (Peraturan Pemerintah), merupakan salah bentuk
peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh pemerintah untuk menjabarkan dan menjalankan perintah undang-undang.
Decretos do Govemo (keputusan-keputusan Pemerintah). Decretos do Governo
berfungsi sebagai instrument-instrumen hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan. Instrumen hukum dalam bentuk keputusan maupun peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Republik Demokratik Timor-Leste ada yang bersifat umum, abstrak dan berlaku terus-menerus (dauerhaftig). Selain itu ada juga keputusan yang bersifat individual, konkrit, final dan menimbulkan akibat hukum yang dalam praktek pemerintahan dikenal dengan istilah penetapan
Despachos Ministeriais (Peraturan Pelaksana Menteri). Despachos Ministeriais ini lebih
mengarah pada aturan pelaksana secara teknis yang sangat detail dalam satu instansi atau departemen seperti peraturan Kode Etik, peraturan Penjaga Penjara, peraturan Direktor Nasional dan lain-lain peraturan/keputusan
Resoluçoes do Governo (Resolusi Pemerintah). Resolusi Pemerintah secara substansial
Resolucoes do Parlemento Nacional (Resolusi PN). Resolusi Parlemen Nasional
menetapkan hal-hal seperti, Meratifikasi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (Ratifying the United Nations Charter), memberi persetujuan kunjungan Presiden Republik ke luar negeri, pemilihan juru bicara Parlemen Nasional (Election of the Speaker of the National Parliament), dan lain-lain.
Decretos Presidenciais (Keputusan/Dekrit Presiden). Dalam Pasal 85 huruf a, c, f, g, i,
Falsafah Uma Lulik sebagai sumber dari segala
sumber hukum, harus dijabarkan dalam peraturan perundang-undangan Negara Republik Demokratik Timor-Leste. Hal ini terbukti dari unsur-unsur esensial dan universal dari falsafah Uma Lulik