ANALISIS DAMPAK BERGANDA (
MULTIPLIER EFFECT
)
PEMANFAATAN WISATA ALAM TANJUNG MUTIARA DI
DANAU SINGKARAK KABUPATEN TANAH DATAR
NOVA BELINDA
DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN
SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Analisis Dampak Berganda (Multiplier Effect) Pemanfaatan Wisata Alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak Kabupaten Tanah Datar adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini. Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.
Bogor, November 2013
ABSTRAK
NOVA BELINDA. Analisis Dampak Berganda (Multiplier Effect) Pemanfaatan Wisata Alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak Kabupaten Tanah Datar. Dibimbing oleh ACENG HIDAYAT.
Wisata alam (nature tourism) merupakan sumberdaya alam yang berpotensi dan mempunyai daya tarik bagi wisatawan, serta dapat meningkatkan cadangan devisa Negara dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu wisata alam yang dapat dikembangkan adalah danau. Wisata alam Tanjung Mutiara Danau Singkarak yang terletak di Desa Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar banyak diminati oleh wisatawan. Untuk itu perlu dilakukan analisis dampak ekonomi yang ditimbulkan dari kegiatan wisata tersebut serta pengembangannya. Meningkatnya jumlah wisatawan memicu masyarakat untuk ikut terlibat yang didasari oleh pemenuhan kebutuhan hidup, khususnya yang berada di sekitar kawasan wisata tersebut. Karakteristik pengunjung, pelaku usha, tenaga kerja, dan pengelola (stakeholder) yang terdapat di kawasan wisata ini perlu diidentifikasi untuk melihat tren kegiatan wisata serta dapat mempengaruhi penilaian atau persepsinya terhadap kondisi wisata alam Tanjung Mutiara. Kegiatan wisata yag terjadi menimbulkan dampak ekonomi langsung, dampak ekonomi tidak langsung, dan dampak ekonomi induced. Dampak ekonomi yang ditimbulkan dari kegiatan wisata tersebut merupakan dampak langsung, dampak tidak langsung, dan dampak induce yang diukur dengan nilai efek pengganda (multiplier effect), dimana dari hasil penelitian ini didapatkan nilai multiplier effect sebesar 1.14 untuk Keynesian Income Multiplier, 1.19 untuk Ratio Income Multiplier tipe I, dan 1.36 untuk Ratio Income Multiplier tipe II. Namun dari total spending wisatawan terjadi kebocoran ekonomi (economic leakages) sebesar 20.3 persen. Stakeholder primer atau stakeholder yang dilibatkan secara langsung guna merumuskan kebijakan pengelolaan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanah Datar, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanah Datar, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Nagari / Desa Batu Taba, pnpm Pariwisata Batu Taba, masyarakat pengelola, masyarakat sekitar dan nelayan.
ABSTRACT
NOVA BELINDA. Multiplier Effect Analysis of Tanjung Mutiara Natural Tourism Utilization in Danau Singkarak Tanah Datar District. Supervised by ACENG HIDAYAT.
Natural Tourism is a natural resource that have a potenstial attraction for tourists, as well as increase reserves and social incomes. One of the natural attractions that can be developed is the lake. Tanjung Mutiara Danau Singkarak Natural Tourism located in the village of Batu Taba, South Batipuh Sub District, Tanah Datar District that can atrract tourists. So, It is necessary to analysis the economic impact generated from the tourism activities and development. The increasing number of tourists encouraged the public to get involved to fulfill the necessities of life, especially for those who live at the tourist area. Visitor characteristics, bussiness actor, labor, and management (stakeholders) in this tourist area need to be identified to see the trend of tourist activities and can affect judgment or perception of the condition of the Tanjung Mutiara Natural Tourism. The Tourism activities caused direct, indirect and induced of economic impacts. Economic impact generated from tourism activities were direct, indirect and induced of economic impacts which measured by the value of the multiplier effect where the results of this research was 1.14 for the Keynesian Income Multiplier, 1.19 for Ratio Income Multiplier type I, and 1.36 for Ratio Income Multiplier type II. However, total tourist spending caused economic leakages that was 20.3 percent. Primary stakeholders or stakeholders that involved directly in order to formulate policies Tanjung Mutiara Natural tourism management in Danau Singkarak were Department of Culture and TourismTanah Datar, Department of Public Works Tanah Datar District, Fisheries and Marine Tanah Datar, Nagari Government / Batu Taba Sub District, pnpm Batu Taba, community managers, local communities and fishermen.
Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi
pada
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
ANALISIS DAMPAK BERGANDA (
MULTIPLIER EFFECT
)
PEMANFAATAN WISATA ALAM TANJUNG MUTIARA DI
DANAU SINGKARAK KABUPATEN TANAH DATAR
NOVA BELINDA
DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
Judul Skripsi : Analisis Dampak Berganda (Multiplier Effect) Pemanfaatan Wisata Alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak Kabupaten Tanah Datar
Nama : Nova Belinda
NIM : H44090119
Disetujui oleh
Dr.Ir. Aceng Hidayat, MT Dosen Pembimbing
Diketahui oleh
Dr.Ir. Aceng Hidayat, MT Ketua Departemen
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Maret 2013 ini ialah Dampak ekonomi wisata, dengan judul Analisis Berganda (Multiplier Effect) Pemanfaatan Wisata Alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak Kabupaten Tanah Datar. Penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada:
Kedua orang tua tercinta yaitu Ibu Yenni. R, S.pd dan Bapak Izhar Rasyid, kakak saya Viona Izrazanella dan Khairul Fajri, beserta adik saya Maya Valentina yang selalu memberikan nasehat, doa, dan kasih sayang.
Bapak Dr. Ir.Aceng Hidayat, MT selaku dosen pembimbing yang telah memberikanbimbingan, saran dan masukan dalam penulisan skripsi ini. Ibu Dr. Meti Ekayani, S.Hut, M.Sc selaku dosen penguji utama dan Bapak
Rizal Bahtiar, S.pi, M.Si selaku perwakilan departemen.
Wali Nagari, sekretaris, serta staff pemerintahanWali NagariBatu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, dan pihak-pihak yang telah membantu selama pengumpulan data.
Keluarga besar Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan FEM IPB khususnya dosen-dosen ESL dan rekan-rekan ESL 46 atas semua arahan, masukan, dan bantuannya.
Sahabat terdekat, Vidya, Mutya Akmala, Aziza Rahmi,Putri,Chintia Kartika N, Adinna Astrianti, Lusi Dara Mega, Nasita Lira H, Adinda VP, dan Verry Kersaning R,yang selalu memberikan bantuan, semangat dan kasih sayangnya.
Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini, sehingga segala saran dan kritik penulis terima.Semoga skripsi ini bermanfaat bagi seluruh pihak yang terkait dan para pembaca.
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI…...……….. ix
DAFTAR TABEL……….. xii
DAFTAR GAMBAR……….xiii
DAFTAR LAMPIRAN………..xv I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 4
1.3 Tujuan Penelitian ... 7
1.4 Batas Penelitian ... 7
II TINJAUAN PUSTAKA ... 9
2.1 Pengertian Pariwisata ... 9
2.2 Objek Wisata Alam ... 9
2.3 Wisatawan ... 10
2.4 Danau ... 11
2.5 Jenis-jenis Danau ... 11
2.6 Konsep Multiplier ... 13
2.7 Dampak Ekonomi ... 134
2.8 Kebocoran Ekonomi (economic leakage) ... 136
2.9 Stakeholder ... 137
2.10 Penelitian Terdahulu ... 18
III KERANGKA PEMIKIRAN ... 22
IV METODE PENILITIAN ... 24
4.1 Waktu dan Lokasi Penelitian ... 24
4.2 Jenis dan Sumber Data ... 24
4.3 Penentuan Populasi dan Responden ... 25
4.4 Metode Analisis Data ... 27
4.4 1 Analisis Deskriptif ………..27
4.4.1.1 Karakteristik Pengunjung, Pelaku Usaha, Tenaga Kerja, dan Pengelola (stakeholder) ……….27
4.4.1.2 Persepsi Pengunjung, Pelaku Usaha, Tenaga Kerja, dan Pengelola (stakeholder) …………...……….29
4.4.3 Analisis Stakeholder ……….………..33
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN... 37
5.1 Keadaan Daerah Penelitian ……….…36
5.1.1 Letak Geografi ……….………..36
5.1.2 Keadaan Topografi ……….……….…..37
5.1.3 Keadaan Demografi ……….……….….37
5.1.4 Mata Pencaharian dan Tingkat Kesejahteraan ……….……….38
5.2 Gambaran Umum Objek Wisata dan Kegiatan Wisata ………...38
VI. KARAKTERISTIK PENGUNJUNG, PELAKU USAHA, TENAGA KERJA, DAN PENGELOLA (STAKEHOLDER) ... 43
6.1 Karakteristik Pengunjung ……….…42
6.2 Karakteristik Pelaku Usaha ……….……….…46
6.3 Karakteristik Tenaga Kerja ………..48
6.4 Karakteristik Pengelola (Stakeholder) ……….51
VII. PERSEPSI TERHADAP KONDISI WISATA ALAM ……….…..53
7.1 Persepsi Pengunjung Terhadap Kondisi Wisata Alam ………53
7.2 Persepsi Pengunjung Terhadap Kondisi Wisata Alam ………54
7.3 Persepsi Pengunjung Terhadap Kondisi Wisata Alam ………55
7.4 Persepsi Pengunjung Terhadap Kondisi Wisata Alam ………56
VIII. DAMPAK EKONOMI KEGIATAN WISATA ……….…58
8.1 Dampak Ekonomi Langsung ………...59
8.2 Dampak Ekonomi Tidak Langsung ……….64
8.3 Dampak Ekonomi Induced ………..66
8.4 Nilai Pengganda dari Pengeluaran Wisatawan ………....67
8.5 Dampak Aktivitas Wisata ………....68
8.6 Economic Leakage (Kebocoran Ekonomi) ……….….69
IX. ANALISIS TINGKAT PENGARUH DAN KEPENTINGAN STAKEHOLDER DALAM PENGELOLAAN WISATA ………... 70
X KESIMPULAN DAN SARAN ... 80
10.1 Kesimpulan ... 80
10.2 Saran ... 81
DAFTAR TABEL
1 Matriks Metode Analisis ... 26
2 Matriks keterkaitan untuk karakteristik ... 28
3 Matriks keterkaitan untuk persepsi ... 29
4 Matriks keterkaitan untuk dampak ekonomi ... 31
5 Matriks keterkaitan untuk analisis stakeholder ... 33
6 Identifikasi stakeholder pengelolaan kawasan wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak ... 34
7 Jumlah penduduk Desa Batu Taba berdasarkan golongan umur tahun 2013 ... 37
8 Jumlah penduduk Desa Batu Taba berdasarkan mata pencaharian ... 38
9 Tingkat kesejahteraan penduduk Desa Batu Taba ... 38
10 Karakteristik pengunjung berdasarkan usia ... 42
11 Karakteristik pengunjung berdasarkan jenis kelamin ... 43
12 Karakteristik pengunjung berdasarkan pendidikan terakhir ... 43
13 Karakteristik pengunjung berdasarkan pekerjaan ... 43
14 Karakteristik pengunjung berdasarkan pendapatan ... 43
15 Karakteristik pengunjung berdasarkan jumlah tanggungan ... 44
16 Karakteristik pengunjung berdasarkan frekuensi kunjungan ... 44
17 Karakteristik pengunjung berdasarkan asal daerah ... 44
18 Karakteristik pengunjung berdasarkan kendaraan yang digunakan ... 45
19 Karakteristik pengunjung berdasarkan sumber informasi ... 45
20 Karakteristik pelaku usaha berdasarkan usia ... 47
21 Karakteristik pelaku usaha berdasarkan jenis kelamin ... 47
22 Karakteristik pelaku usaha berdasarkan pendidikan terakhir ... 47
23 Karakteristik pelaku usaha berdasarkan pendapatan ... 47
24 Karakteristik pelaku usaha berdasarkan lama berusaha ... 48
25 Karakteristik tenaga kerja usaha berdasarkan usia ... 49
26 Karakteristik tenaga kerja usaha berdasarkan jenis kelamin ... 49
27 Karakteristik tenaga kerja usaha berdasarkan pendidikan terakhir ... 49
28 Karakteristik tenaga kerja usaha berdasarkan pendapatan ... 50
30 Karakteristik tenaga kerja usaha berdasarkan lama bekerja ... 50
31 Karakteristik stakeholder usaha berdasarkan usia ... 51
32 Karakteristik stakeholder usaha berdasarkan jenis kelamin ... 52
33 Karakteristik stakeholder usaha berdasarkan pendidikan terakhir ... 52
34 Karakteristik stakeholder usaha berdasarkan pendapatan ... 52
35 Proporsi pengeluaran pengunjung di kawasan wisata Tanjung Mutiara Danau Singkarak... 60
36 Estimasi aliran uang pada akhir pekan dari kegiatan wisata di Tanjung Mutiara Danau Singkarak tahun 2013 ... 61
37 Sebaran unit usaha pada objek wisata Tanjung Mutiara Danau Singkarak tahun 2013 ... 61
38 Proporsi pendapatan dan biaya produksi terhadap penerimaan total pada unit usaha wisata di Tanjung Mutiara Danau Singkarak tahun 2013 ... 63
39 Kisaran pendapatan pemilik unit usaha di kawasan wisata Tanjung Mutiara Danau Singkarak ... 63
40 Kisaran pendapatan tenaga kerja lokal pada unit usaha di kawasan wisata Tanjung Mutiara Danau Singkarak ... 64
41 Proporsi rata-rata pengeluaran tenaga kerja lokal terhadap penerimaan di kawasan wisata Tanjung Mutiara Danau Singkarak tahun 2013 ... 67
42 Nilai multiplier dari aliran uang kegiatan wisata di Tanjung Mutiara Danau Singkarak tahun 2013 ... 68
DAFTAR GAMBAR
1 Trend jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara ke objek wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak tahun 2013 ... 4 2 Aliran pengeluaran pengunjung terhadap perekonomian lokal ... 16 3 Skema kerangka pemikiran operasional ... 22 4 Tingkat kepentingan dan pengaruh stakeholder dalam pengelolaan wisata
Tanjung Mutiara Danau Singkarak ... 35 5 Persepsi pengunjung terhadap kondisi objek wisata Tanjung Mutiara di
Danau Singkarak ... 54 6 Persepsi pelaku usaha terhadap kondisi objek wisata Tanjung Mutiara di
Danau Singkarak ... 55 7 Persepsi tenaga kerja terhadap kondisi objek wisata Tanjung Mutiara di
Danau Singkarak ... 56 8 Persepsi pengelola (stakeholder) terhadap kondisi objek wisata Tanjung
Mutiara di Danau Singkarak ... 58 9 Pemetaan stakeholder dalam pengelolaan objek wisata Tanjung Mutiara di
DAFTAR LAMPIRAN
1 Pengeluaran wisatawan per kali kunjungan ... 85
2 Penerimaan dan pengeluaran pelaku usaha ... 87
3 Penerimaan dan pengeluaran tenaga kerja ... 88
4 Kuesioner wisatawan ... 89
5 Kuesioner pelaku usaha... 94
6 Kuesioner tenaga kerja ... 98
7 Kuesioner stakeholder ... 102
I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Wisata alam (nature tourism) merupakan sumberdaya alam yang berpotensi serta mempunyai daya tarik bagi wisatawan, baik yang alami maupun yang sudah dibudidayakan. Wisata alam (nature tourism) sangatlah penting dalam konteks pembangunan berkelanjutan (sustainable development), karena bentuk wisata ini menawarkan potensi mobilisasi sumberdaya melalui sektor swasta serta berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di tingkat lokal dan nasional. Selain itu wisata alam juga menyediakan insentif bagi upaya konservasi dan pendanaan konservasi biodiversitas. Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah, khususnya di bidang pariwisata. Banyak daerah di Indonesia yang sebenarnya memiliki potensi pemasukan dari sektor pariwisata, terutama wisata alam. Untuk itu wisata alam perlu dikembangkan sesuai dengan kondisi suatu daerah. Salah satu wisata alam yang dapat dikembangkan adalah danau.
Danau merupakan karunia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki manfaat dan peranan yang sangat besar bagi keberlangsungan hidup manusia. Danau merupakan salah satu objek wisata alam yang banyak diminati oleh wisatawan. Indonesia memiliki lebih dari 100 danau alami serta danau buatan. Beberapa danau terbesar di Indonesia diantaranya adalah Danau Toba yang terletak di provinsi Sumatera Utara dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer. Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara. Danau ini biasanya berfungsi sebagai tempat wisata dan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat sekitar.
2
Selain itu masih banyak lagi danau-danau yang luas di Indonesia seperti Danau Ranau, Danau Towuti, Danau Tempe, Danau Sembuluh, Danau Sentani, dan lain-lain.
Sumatera Barat merupakan salah satu tujuan pariwisata di Indonesia yang banyak diminati oleh para wisatawan. Sumatera barat memiliki empat danau yang dapat mendukung potensi pariwisata dan juga dapat memberikan dampak ekonomi. Danau-danau tersebut dapat dikembangkan dalam aktivitas sektor pariwisata yang dapat membantu menaikkan cadangan devisa dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, salah satunya yaitu Danau Singkarak.
Danau Singkarak adalah sebuah danau yang membentang di dua kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin, namun sebagian air danau ini dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak. PLTA Singkarak atau Pembangkit Listrik Tenaga Air Singkarak merupakan salah satu pembangkit listrik bertenaga air yang berada di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. PLTA ini menggunakan air Danau Singkarak sebagai sumber penggerak turbinnya, saluran masuk in-take dam PLTA ini berada di daerah Kabupaten Tanah Datar.
Selain itu, Danau singkarak juga merupakan sumber perikanan. Salah satu keunikan ekosistem yang harus dijaga adalah keberadaan fauna air endemik (yang diperkirakan hanya hidup di danau ini), dan menjadi salah satu makanan khas, yaitu Mystacoleucus padangenesis atau yang dikenal dengan nama ikan Bilih. Selain ikan Bilih, terdapat juga beberapa jenis spesies ikan lain yang hidup di Danau Singkarak, yaitu ikan Asang, ikan Rinuak, ikan Turiak, ikan Sasau, dan lain-lain. Penduduk di sekitar Danau Singkarak memanfaatkan potensi perikanan tersebut sebagai sumber mata pencaharian.
3 Mutiara yang terletak di Nagari / Desa Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Objek wisata Tanjung Mutiara merupakan kawasan wisata di pinggir Danau Singkarak yang memiliki pantai danau yang cukup luas. Sama halnya seperti tempat-tempat wisata pada umumnya, objek wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak juga menyediakan fasilitas-fasilitas wisata seperti penyewaan perahu atau kapal kecil bagi wisatawan yang ingin merasakan gelombang air danau yang cenderung tenang. Selain itu, terdapat juga taman bermain untuk rekreasi yang terletak di pinggir danau.
Untuk kegiatan wisata di danau ini, selain menikmati keindahan panorama terdapat beberapa kegiatan lain yang diadakan oleh pemerintah untuk mempromosikan wisata Danau Singkarak, seperti Festival Danau Singkarak. Festival tersebut mempromosikan pertunjukan yang didominasi dari kesenian dan kebudayaanserta tentunya mengenalkan keindahan panorama danau ini. Kegiatan lainnya yaitu kegiatan olahraga dan pariwisata internasional “Tour De Singkarak”. “Tour De Singkarak” merupakan ajang promosi keindahan alam Provinsi Sumatera Barat yang dikemas dengan bentuk balap sepeda berkelas internasional. Kegiatan ini diadakan satu kali dalam satu tahun yaitu pada setiap bulan Juni.
Pembangunan industri pariwisata di tingkat lokal seperti pembangunan restoran atau rumah makan, bisnis usaha kecil dan layanan pariwisata lainnya secara langsung membuka lapangan pekerjaan di kawasan tersebut yang dapat dikelola dan memanfaatkan tenaga kerja masyarakat setempat. Jika hal ini terjadi maka kegiatan pariwisata di kawasan wisata alam Tanjung Mutiara Danau Singkarak akan memberikan dampak yang menguntungkan bagi ekonomi daerah dan kesejahteraan penduduk setempat.
4
Sumber : Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Datar (2013)
Gambar 1.Trend Jumlah Kujungan Wisatawan Nuantara dan Wisatawan Mancanegara ke Objek Wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak Tahun
2008-2012
Meningkatnya jumlah wisatawan di kawasan wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak memicu masyarakat untuk ikut terlibat, khususnya yang berada di sekitar kawasan wisata tersebut. Keterlibatan masyarakat sekitar didasari oleh pemenuhan kebutuhan hidup dengan memiliki sumber mata pencaharian berupa berdagang, menyewakan tempat penginapan, serta penyedia makanan dan minuman. Pengunjung yang datang ke kawasan wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak membelanjakan uang yang dibawanya untuk makan, minum, membeli cenderamata, penyewaan perahu, dan lain sebagainya. Semua itu menimbulkan dampak di berbagai bidang kehidupan masyarakat kawasan wisata, salah satunya yaitu perkembangan ekonomi lokal di sekitar kawasan wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak.
Berdasarkan pengelolaannya, secara umum pengelolaan kawasan wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak dilakukan oleh pemerintah daerahdan masyarakat lokal. Sebagian besar kawasan wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak dikelola oleh masyarakat sekitar kawasan tersebut dengan menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan wisata.
1.2 Perumusan Masalah
Danau Singkarak terletak di Provinsi Sumatera Barat yang dinaungi oleh dua wilayah yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Selain memiliki
5 pemandangan nan amat elok dan indah di cekungan kehijauan bukit barisan, Danau Singkarak juga memiliki sebuah keunikan yakni spesies endemik yang diperkirakan hanya hidup di daerah tersebut. Di lokasi Danau Singkarak banyak terdapat penginapan dan juga beberapa buah hotel. Para wisatawan baik dari mancanegara maupun domestik biasanya menggunakan tempat-tempat ini untuk beristirahat dan berbagai kegiatan lainnya seperti kegiatan seminar, pelatihan, dan lain sebagainya.
Disamping itu di lokasi wiasata Danau Singkarak juga terdapat tempat bermain anak-anak bagi wisatawan yang membawa keluarganya untuk berwisata ke tempat ini seperti Tanjung Mutiara. Objek wisata Tanjung Mutiara memiliki pantai yang indah tapi bukan pantai laut melainkan berupa pantai dari Danau Singkarak. Oleh karena itu Tanjung Mutiara menjadi salah satu obyek wisata penting di Sumatera Barat. Kegiatan-kegiatan wisata lainnya juga sering dilakukan di kawasan Danau Singkarak ini. Salah satunya yaitu kegiatan “Tour De Singkarak”. “Tour De Singakrak” merupakan kegiatan olahraga sekaligus promosi wisata yang tidak hanya diikuti oleh wisatawan domestik, tetapi juga diikuti oleh wisatawan mancanegara dimana kegiatan ini dilakukan satu kali dalam setahun.
Keberadaan kawasan Danau Singkarak sebagai kawasan wisata mendatangkan dampak tersendiri bagi masyarakat sekitar, khususnya kawasan wisata Tanjung Mutiara. Pengunjung yang terus meningkat berimplikasi pada pengembangan ekonomi lokal yang bermanfaat bagi kehidupan penduduk sekitar. Masyarakat mengalami peningkatan perekonomian, seperti peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan kesempatan kerja dan peluang usaha. Contohnya, mereka dapat menciptakan lapangan kerja baru dengan membuka kios makanan dan minuman, pedagang asongan dan menjadi pemandu parkir.
6
Mengingat besarnya potensi wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak maka penelitian yang berkaitan dengan penilaian dampak ekonomi kegiatan wisata alam sangat penting dilakukan. Nilai ini penting untuk diketahui guna melihat sejauh mana dampak ekonomi (multipiler effect) dan kebocoran ekonomi (econimic leakage) yang ditimbulkan oleh adanya kegiata wisata tersebut. Spending tourism sangat berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat setempat, untuk itu nilai kebocoran ekonomi (economic leakage) juga perlu dihitung.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka timbul pertanyaan-pertanyaan yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut :
1 Bagaimana karakteristik dari pengunjung, pelaku usaha, tenaga kerja, dan pengelola (stakeholder)yang terdapat di kawasan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak ?
2 Bagaimana persepsi pengunjung, pelaku usaha,tenaga kerja, dan pengelola (stakeholder)tentang wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak ? 3 Bagaimana dampak kegiatan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau
Singkarak terhadap perekonomian masyarakat setempat ?
4 Bagaimana tingkat pengaruh dan kepentingan pengelola, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar dalam pengelolaan objek wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak ?
Dari beberapa pertanyaan yang akan dianalisis pada penelitian ini, maka dapat dibuat hipotesa atau dugaan-dugaan yang dapat menggambarkan keterkaitan antara pertanyaan-pertanyaan tersebut. Karakteristik dari pengunjung, pelaku usaha, tenaga kerja, dan stakeholder diduga dapat mempengaruhi penilaian atau persepsi mereka terhadap pengelolaan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak. Dugaan tersebut misalnya, berdasarkan karakteristik pendidikan terakhir, responden yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi akan lebih objektif dalam menilai atau memberikan persepsi terhadap pengelolaan wisata.
7 meningkatkan pengembangan dan pengelolaan wisata di kawasan tersebut. Kegiatan wisata di Tanjung Mutiara Danau Singkarak diduga memberi manfaat ekonomi yang sangat baik terutama untuk masyarakat yang memiliki mata pencaharian terkait dengan kegiatan wisata. Dalam pengelolaan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak diduga pihak yang paling dominan adalah lembaga pemerintah, sedangkan masyarakat diduga belum memiliki peran yang berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan pengelolaan.
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan utama dari penelitian ini adalah melakukan analisis dampak berganda (multipier effect) dari pemanfaatan wisata alam Tanjung Mutiara di kawasan Danau Singkarak. Secara khusus, tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengidentifikasi karakteristik pengunjung, pelaku usaha, tenaga kerja, dan pengelola (stakeholder) yang terdapatdi kawasan wisata alam Tanjung Mutiara Danau Singkarak.
2. Mengidentifikasi persepsi pengunjung, pelaku usaha, tenaga kerja, dan pengelola (stakeholder) tentang wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak.
3. Menganalisis dampak kegiatan wisata alam Tajung Mutiara di Danau Singkarak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
4. Menganalisis tingkat pengaruh dan kepentingan pengelola, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar dalam pengelolaan objek wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak.
1.4Batas Penelitian
Adapun batasan-batasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Wilayah yang diteliti adalahobjek wisata alam Tanjung Mutiara Danau
Singkarak yang terletak di Desa Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar.
8
9
II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Pariwisata
Menurut Yoeti (2010) pariwisata merupakan salah satu jenis industri yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang relatif cepat, meyediakan tenaga kerja, meningkatkan penghasilan dan taraf hidup serta menstimulasikan sektor-sektor industri lainnya. Apabila ditinjau secara etimologi, pariwisata berasal dari bahasa sansekerta dan terdiri atas dua suku kata yaitu pari dan wisata. Pari berarti banyak atau berkali-kali, dari suatu tempat ke tempat lain, sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian.
Menurut Undang-Undang No 9 Tahun 1990, mengenai kepariwisataan Bab I, pasal 1 : dijelaskan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek atau daya tarik wisata.
Dengan merujuk pada pengertian yang terkandung pada UU No 9 Tahun 1990 Bab 1, pasal 1 tersebut, maka pariwisata sendiri adalah sebuah kata kerja aktif, dimana unsur-unsur di dalamnya terdiri dari :
1. Kegiatan perjalanan, maksudnya adalah suatu kegiatan yang bisa dilakukan perorangan ataupun kelompok. Kegiatan tersebut adalah mendatangi suatu tempat yang dituju atau tempat wisata.
2. Dilakukan dengan sukarela, maksudnya adalah tidak ada paksaan untuk wisatawan agar datang ke tempat wisata.
3. Bersifat sementara, maksudnya adalah wisatawan yang datang hanya untuk berkunjung tanpa menjadi penduduk daerah tersebut. Kalaupun menetap hanya beberapa hari atau satu minggu saja.
4. Perjalanan dilakukan dengan tujuan untuk menikmati objek wisata. 2.2 Objek Wisata Alam
10
pengunjungnya. Wisata alam biasanya menjadi salah satu andalan suatu daerah untuk menarik wisatawan. Contoh objek wisata alam adalah : pantai, gua, danau, gunung, pulau, air terjun, sungai, bahari, hutan, dan obyek wisata alam lainnya.
2.3 Wisatawan
Wisatawan adalah seseorang yang terdorong oleh sesuatu atau beberapa keperluan melakukan perjalanan dan persinggahan sementara di luar tempat tinggalnya untuk jangka waktu lebih dari 24 jam tidak dengan maksud untuk mencari nafkah.
Menurut Undang-Undang No 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan disebutkan wisatawan adalah orang yang melakukan wisata. Sedangkan menurut Sihite (2000) pengertian wisatawan dapat dibagi menjdi dua, yaitu :
1 Wisatawan nusantara adalah wisatawan dalam negeri atau wisatawan domestik.
2 Wisatawan mancanegara adalah warga negara suatu negara yang mengadakan perjalanan wisata ke luar lingkungan dari negaranya (memasuki negara lain).
Menurut IUOTO (International Union of Official Travel Organization), dalam Gamal Suwantoro (2009:4) menggunakan batasan mengenai wisatawan secara umum: pengunjung (visitor) yaitu setiap orang yang datang ke suatu negara atau tempat tinggal lain dan biasanya dengan maksud apapun kecuali untuk melakukan pekerjaan yang menerima upah. Jadi ada dua kategori mengenai sebutan pengunjung, yakni:
a. Wisatawan (tourist) adalah pengunjung yang tinggal sementara, sekurang-kurangnya 24 jam di suatu negara. Wisatawan dengan maksud perjalanan wisata dapat digolongkan menjadi :
1. Pesiar (leisure), untuk keperluan rekreasi, liburan, kesehatan, study, keagamaan, dan olahraga.
2. Hubungan (relationship), dagang, sanaksaudara, kerabat, MICE, dan sebagainya.
11 Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa wisatawan adalah orang-orang yang melakukan kegiatan perjalanan dengan tujuan memperoleh kesenangan, tidak untuk bekerja, menetap, dan mencari nafkah.
2.4 Danau
Danau adalah suatu cekungan pada permukaan bumi yang berisi air dan merupakan sifat fisik bumi yang berbentuk badab air pedalaman yang bukan sebagai lautan yang lebih besar dan dalam dibandingkan kolam. Pengertian danau menurut Kementerian Lingkungan Hidup (2008) yaitu : Danau adalah wadah air dan ekosistemnya yang terbentuk secara alamiah termasuk situ dan wadah air sejenis dengan sebutan istilah lokal.
Sedangkan pengertian danau menurut UNEP (2001) yaitu: Danau adalah badan air yang berbentuk seperti baskom atau mangkok yang terjadi secara alami karena bencana alam yang besar seperti aktivitas gunung berapi. Terdapat juga danau buatan manusia yang disebut waduk atau bendungan yang dibentuk karena memotong aliran sungai.
2.5 Jenis-jenis Danau
Berdasarkan pengertian dan karakteristik yang dimiliki oleh danau, maka danau terdiri dari berbagai jenis. Danau biasanya dibedakan berdasarkan bagaimana danau itu bisa terjadi. Jenis-jenis danau bedasarkan proses kejadiannya adalah sebagai berikut:
1. Danau Vulkanik
Danau vulkanik terbentuk akibat aktivitas vulkanik (gunung berapi). Kawah atau kepundan gunung api baik yang masih aktif maupun yang sudah mati apabila terisi air akan menjadi danau. Danau yang terbentuk disebut danau crater. Contoh: Danau Singkarak, Danau Kelimutu, Danau Segara Anak di Gunung Rinjani, Danau Batur, dan Danau Telaga Warna di Dieng.
2. Danau Tektonik
12
adalah Danau Singkarak, Danau Matana di Sulawesi Selatan, Danau Poso, dan Danau Towuti.
3. Danau Tektovulkanik
Danau ini terbentuk akibat penggabungan proses tektonik dan vulkanik. Pada saat terjadi erupsi gunung api (meletus), sebagian badan gunung api patah dan merosot menutupi lubang kepundan. Patahnya gunung ini disebabkan adanya kekosongan dapur magma pada saat terjadi gunung meletus. Jika daerah patahan tersebut terisi air, maka akan terbentuk danau. Contoh danau yang terbentuk karena hal ini adalah Danau Toba.
4. Danau Glasial
Danau glasial (gletser) biasanya terbentuk di daerah pegunungan. Pada saat salju mencair, akan terbentuk gletser yang meluncur ke bawah (erosi salju). Hasil erosi salju yang berupa basin (cekungan di lereng) jika terisi oleh air hujan atau salju yang mencair akan membentuk genangan yang disebut danau gletser. Contohnya, Danau Finger di New York dan The Great Lakes di Amerika.
5. Danau Aliran / Ladam
Sungai yang besar biasanya membentuk kelokan aliran sungai di hilir sungai tersebut, yang disebut meander. Hasil erosi oleh sungai yang terendapkan akan menutup aliran sungai pada meander sehingga meander sungai terpisah dari aliran sungai yang baru. Jika sisa aliran ini terisi lebih lanjut oleh air, maka akan terbentuk danau oxbow atau danau tapal kuda. Danau Oxbow sering dijumpai di beberapa sungai di Kalimantan.
6. Danau Karst
13 7. Danau Laguna
Danau ini terjadi akibat kombinasi antara angin dan ombak yang membentuk tanggul-tanggul pasir di sepanjang pantai. Kemudian, tanggul-tanggul pasir ini membentuk suatu genangan air yang disebut danau laguna. Contohnya adalah danau laguna di Ternate.
8. Danau Bendungan
Danau bendungan terbentuk dari pembendungan aliran sungai. Pembendungan ini bisa terjadi karena dua sebab, yaitu karena longsoran (proses alami) dan direncanakan (buatan manusia). Contoh danau bendungan oleh proses alam adalah Danau Pengilon di Dieng dan Telaga Sarangan di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain oleh proses alam, danau ini bisa dibuat oleh manusia dengan kesengajaan (direncanakan) untuk membendung aliran sungai. Danau yang terbentuk biasa disebut waduk. Contoh waduk ada banyak, di antaranya Waduk Jatiluhur, Waduk Saguling, dan Waduk Gajah Sungkur.
2.6 Konsep Multiplier
Proses Multplier effect adalah proses yang menunjukkan sejauh mana pendapatan nasional akan berubah efek dari perubahan dalam pengeluaran agregat. Multiplier bertujuan untuk menerangkan pengaruh dari kenaikan atau kemerosotan dalam pengeluaran agregat ke atas tingkat keseimbangan dan terutama ke atas tingkat pendapatan nasional. Keunikan industri pariwisata terhadap perekonomian berupa dampak ganda (multiplier effect) dari pariwisata terhadap ekonomi (Ismayanti, 2010). Pariwisata memberikan pengaruh tidak hanya terhadap sektor ekonomi yang langsung terkait dengan industri pariwisata, tetapi juga industri yang tidak langsung terkait dengan industri pariwisata. Analisis dampak ekonomi kegiatan wisata terkait dengan elemen-elemen penghasilan, penjualan dan tenaga kerja di daerah kawasan wisata yang terjadi akibat kegiatan pariwisata.
14
(b) investasi dari luar, (c) pengeluaran pemerintah, contohnya biaya yang dikeluarkan untuk infrastruktur, (d) mengekspor barang-barang karen dorongan dari pariwisata. Pengeluaran dapat dianalisa sebagai berikut:
1. Pengeluaran Langsung
Dalam kepariwisataan pengeluaran dilakukan oleh pengunjung pada barang dan pelayanan dalam penginapan, restoran, toko, fasilitas wisata lainnya yang memproduksi barang wisata yang akan diekspor atau investasi dalam pariwisata.
2. Pengeluaran Tidak Langsung
Mencakup transaksi inter bisnis yang mana hasil dari pengeluaran langsung seperti pembelian barang oleh pemilik toko dari supplier lokal dan pembelian yang dilakukan oleh supplier lokal dari memborong.
3. Pengeluaran Induksi
Pengeluaran induksi merupakan peningkatan pengeluaran konsumen hasil dari pendapatan tambahan pribadi yang dihasilkan dari pengeluaran langsung.
15 ekonomi lokal yang digandakan untuk memperoleh hasil peningkatan dan penurunan total pendapatan lokal.
2.7 Dampak Ekonomi
Kegiatan wisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan lingkungan serta masyarakat lokal sehingga membawa berbagai dampak terhadapnya. Dampak wisata akan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat dan dampak yang paling sering mendapat perhatian adalah dampak sosial ekonomi, dampak sosial budaya dan dampak lingkungan (Pitana dan Gayatri, 2004 dalam Agustina 2009).
Dampak ekonomi mengacu pada perubahan pemasaran, pendapatan, lapangan pekerjaan dan lainnya, yang berasal dari kegiatan wisata. Secara umum pariwisata bertujuan untuk memperoleh manfaat ekonomi, baik keuntungan untuk industri wisata, pekerjaan bagi komunitas lokal, dan penerimaan bagi daerah obyek wisata. Pariwisata memiliki pranan penting karena kegiatan ini menciptakan lapangan pekerjaan di wilayah terpencil yang pada awalnya hanya merasakan manfaat pembangunan ekonomi yang rendah dibandingkan wilayah lain yang lebih maju. Dampak terhadap penerimaan devisa dan pendapatan pemerintah merupakan aspek yang tidak diperhitungkan dalam menganalisis dampak dari suatu tempat wisata yang relatif kecil. Sehingga pada tempat-tepat wisata yang relatif kecil atau dalam cakupan sebuah desa, dampak yang ingin dilihat adalah pada aspek pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, harga-harga, distribusi manfaat, kepemilikan dan kontrol serta pembangunan di sekitar tempat wisata.
Sektor pariwisata berhubungan erat dengan wisatawan sehingga dampak positif yang ditimbulkan oleh sektor pariwisata berasal dari jumlah kunjungan wisatawan, pengeluaran wisatawan baik wisatawan asing maupun wisatawan domestik, investasi yang dilakukan oleh industri pariwisata serta pengeluaran pemerintah di sektor pariwisata.
16
pada restoran, penginapan, transportasi lokal dan lainnya. Selanjutnya, unit usaha yang menerima dampak langsung tersebut akan membutuhkan input (bahan baku dan tenaga kerja) dari sektor lain, dan hal ini akan menimbulkan dampak tidak langsung (indirect). Selanjutnya jika pada sektor tersebut mempekerjakan tenaga kerja lokal, pengeluaran dari tenaga kerja lokal akan menimbulkan dampak lanjutan (induced) di lokasi wisata tersebut.
Dampak lanjutan (induced) adalah perubahan dalam kegiatan ekonomi yang dihasilkan dari pengeluaran rumah tangga dari pendapatan yang diperoleh secara langsung atau tidak langsung dari wisata. Misalnya saja pegawai restoran atau parkir yang didukung secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan wisata membelanjakan pendapatan mereka di daerahnya untuk perumahan, makanan, transportasi, dan kebutuhan lainnya. Transaksi, pendapatan, dan pekerjaan yang dihasilkan dari pengeluaran rumah tangga meningkatkan gaji, atau pendapatan pemilik usaha merupakan dampak lanjutan. Namun jika industri yang memperoleh dampak langsung mendatangkan input dari luar lokasi wisata maka perputaran uang tidak menimbulkan dampak tidak langsung tetapi suatu kebocoran ekonomi (economic leakages).
Beberapa studi menunjukkan dampak ekonomi dari kegiatan wisata dimana manfaat yang dihasilkan bervariasi tergantung pada kualitas atraksi, aksesibilitas, prasarana dan lain sebagainya. Secara ekonomi, sejumlah pekerjaan tercipta walaupun rendah, namun bagi daerah terpencil walaupun sedikit pekerjaan yang tercipta namun dapat memberikan suatu perubahan besar.
17
Gambar 2. Aliran Pengeluaran Pengunjung Terhadap Perekonomian Lokal 2.8 Kebocoran Ekonomi (Economic Leakages)
Berdasarkan perhitungan perspektif ekonomi yang akurat, sumbangan pariwisata ke masyarakat adalah jumlah dari keseluruhan pengeluaran wisatawan yang diperoleh dari ekonomi lokal, tingkat penggunaan tenaga kerja dan pemerataan distribusi dari keuntungan ekonomi. Selain permintaan tambahan yang dihasilkan dari pengeluaran langsung oleh wisatawan di daerah tujuan wisata, lapangan kerja dan pemasukan yang ditimbulkan oleh perputaran uang disebut sebagai efek berganda (Yoeti, 2008).
Kebocoran ekonomi wisata disebebkan oleh uang yang dibelanjakan wisatawan setelah diterima orang-orang pada transaksi 1, 2, 3 dan seterusnya yang tidak dibelanjakan dan tidak memberi pengaruh pada kegiatan perekonomian setempat. Menurut (Yoeti, 2008) ada beberapa bentuk kebocoran ekonomi wisata itu antara lain:
1. Sebagian uang yang diterima ditabung (saving) untuk keperluan berjaga-jaga untuk kebutuhan di waktu yang akan datang.
2. Ada sebagian uang yang diterima itu digunakan untuk membiayai keperluan impor barang-barang di luar negeri.
Pengeluaran Pengunjung
Penyedia barang dan jasa untuk kegiatan wisata
(akomodasi, restoran, transportasi lokal, penyewaan
alat, dll)
Tenaga Kerja
18
3. Ada sebagian uang itu yang dibayarkan kepada orang-orang asing yang bekerja di sektor pariwisata, setelah diterima langsung ditransfer ke negara asalnya.
4. Ada sebagian dari uang itu digunakan untuk mengimpor keperluan hotel di luar negeri.
2.9Stakeholder
Stakeholder adalah setiap kelompok atau individu yang dipengaruhi atau yang dapat mempengaruhi masa depan perusahaan, pelelangan, pekerja, pemasok, pemilik, pemerintah, lembaga keuangan, kritikus, dan sebagainya. Stakeholder didefinisikan sebagai orang, kelompok, atau organisasi apa pun yang dapat melakukan klaim atau perhatian sumberdaya, atau hasil (output) organisasi, atau dipengaruhi oleh hasil itu. Secara umum stakeholder dapat didefinisikan sebagai pihak-pihak terkait yang mempunyai kepentingan atau perhatian dan berpengaruh atau terkena dampak secara langsung terhadap suatu objek. Objek di sini dapat berupa masalah, organisasi, kebijakan, program, proyek, bangunan fisik dan sebagainya. Antarstakeholder akan memberikan penilaian yang beragam. Faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian stakeholder terhadap suatu objek tertentu antara lain: kepentingan, pengalaman pribadi, pengaruh orang lain, adat istiadat dan budaya, media massa, data yang dimiliki dan pendidikan.
2.10 Penelitian Terdahulu
Analisis dampak ekonomi pariwisata terhadap masyarakat sekitar telah dilakukan beberapa kali oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Walaupun demikian, penelitian dampak ekonomi pariwisata ini masih perlu dilakukan karena studi tentang dampak ekonomi pariwisata ini akan memberikan dampak yang berbeda untuk waktu dan tempat yang berbeda. Studi tentang hasil-hasil penelitian terdahulu dilakukan sebelum memulai penelitian ini dengan maksud untuk mengkaji faktor-faktor yang berkaitan erat dengan dampak ekonomi pariwisata terhadap masyarakat secara umum berdasarkan hasil penelitian sebelumnya.
19 Penelitian tersebut menggunakan metode analisis deskriptif dan dampak berganda (multiplier effect). Pendekatan yang digunakan yaitu dengan kuisioner dan wawancara kepada pihak-pihak yang terkait dengan objek wisata GSE. Hasil penelitiannya menunjukkan pengunjung objek wisata GSE umumnya didominasi kelompok masyarakat usia muda (umur < 24 tahun), dengan tingkat pedidikan SMU dan sederajat, bekerja di sektor swasta, timgkat pendapatan untuk obyek wisata Curug Cigamea dan air panas adalah lebih dari Rp 3000000,- per bulan. Sesangkan untuk Curug Ngumpet Rp 1000000,- - Rp 2000000,- per bulan. Sebagian besar pengunjung berasal dari daerah Bogor dan Jadetabek dan pada umumnya pengunjung datang dengan rombongan menggunakan kendaraan pribadi. Umumnya pengunjung mengetahui objek wisata GSE berasal dari teman dan keluarga. Tingkat partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan wisata ditunjukan dengan pekerjaan sampingan yang dilakoni.
20
yang dihasilkan di sejumlah lokasi relatif rendah, nilai Keynesian Iincome Multiplier tertinggi adalah 1.96, Ratio Income Multiplier Tipe I tertinggi adalah 1.65, dan Ratio Income Multiplier Tipe II tertinggi sebesar 2.00.
Penelitian yang juga menganalisis dampak ekonomi pariwisata dilakukan oleh Prasetio (2011). Penelitian yang dilakukannya yaitu analisis dampak ekonomi wisata bahari terhadap masyarakat di pulau pramuka taman nasional kepulauan seribu. Penelitian yang dilakukan oleh Prasetio (2011) menggunakan metode multiplier effect. Hasil dari penelitiannya adalah kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) memiliki areal seluas 107.489 Ha yang ditunjuk dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor6310/Kpts-II/2002 tanggal 13 Juni 2002. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata,kawasan wisata bahari di Pulau Pramuka memiliki potensi wisata seperti terumbukarang, pantai pasir putih, dan penangkaran penyu. Untuk mengetahui dampakekonomi kegiatan wisata bahari, maka dilakukan penelitian analisis dampak ekonomi wisata bahari terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi masyarakat sebelum dan setelah adanya pengembangankegiatan wisata bahari serta dampak ekonomi setelah adanya pengembangankegiatan wisata.
21 Rp 4896525. Ratio Income Multiplier Tipe I sebesar 1.45 artinya peningkatan 1 rupiah pendapatan pemilik unit usaha dari pengeluaran wisatawan akan mengakibatkan peningkatan pada dampak langsung dan tidak langsung (berupa pendapatan pemilik unit usaha dan tenaga kerja lokal) sebesar 1.45 rupiah atau setara dengan Rp 2141049. Nilai Ratio Income Multiplier Tipe II sebesar 1.8 artinya peningkatan 1 rupiah pengeluaran wisatawan akan mengakibatkan peningkatan sebesar 1.8 rupiah atau setara dengan Rp 2723247 pada total pendapatan masyarakat pada dampak langsung, tak langsung dan induced (berupa pendapatan pemilik usaha, tenaga kerja dan pengeluaran konsumsi di tingkat lokal). Hasil perhitungan nilai t atas pendapatan masyarakat yang terlibat sebesar -4.752 sedangkan –t hitung (-4.752) <-t tabel (t 0.025;29), maka kegatan wisata bahari memberikan pengaruh nyata terhadap masyarakat yang terlibat dan tidak terlibat kegiatan wisata baik sebelum dan sesudah adanya pengembangan kegiatan wisata bahari.
22
III KERANGKA PEMIKIRAN
Kawasan Danau Singkarak merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kawasan Danau Singkarak mempunyai banyak potensi dan sumberdaya alam yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang menarik, salah satunya yaitu kawasan wisata alam Tanjung Mutiara yang terletak di pinggir Danau Singkarak. Daya tarik keindahan alam, budaya, dan keanekaragaman hayati, merupakan modal dasar yang perlu dikelola sebaik mungkin untuk mencapai keberhasilan pembangunan di bidang pariwisata. Dengan adanya pembangunan pariwisata diharapkan dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung dan lanjutan terhadap masyarakat sekitar lokasi wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak, seperti terhadap peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja yang pada gilirannya secara bersama-sama berfungsi menunjang pengembangan wilayah Kabupaten Tanah Datar.
Sektor pariwisata berhubungan erat dengan wisatawan sehingga dampak positif yang ditimbulkan oleh sektor pariwisata berasal dari jumlah kunjungan wisatawan, pengeluaran wisata baik wisatawan asing maupun wisatawan domestik, investasi yang dilakukan oleh industri pariwisata serta pengeluaran pemerintah di sektor pariwisata. Pengeluaran wisatawan selama melakukan perjalanan wisata akan mendorong terciptanya transaksi ekonomi bagi sektor-sektor penyedia barang dan jasa. Setiap tingkat perubahan wisatawan akan berpengaruh terhadap perubahan tingkat pengeluaran (output), nilai tambah, upah atau gaji, ketenagakerjaan, penerimaan devisa, dan neraca pembayaran.
23
24
IV METODE PENILITIAN
4.1 Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kawasan Wisata Danau Singkarak yaitu Objek Wisata Tanjung Mutiara yang terletak di Desa Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pertimbangan bahwa kawasan Tanjung Mutiara di Danau Singkarak merupakan kawasan wisata yang memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi salah satu kawasan wisata andalan. Selain memiliki panorama yang sangat indah, berbagai kegiatan pariwisata dapat dikembangkan di kawasan ini. Kawasan wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak merupakan destinasi pariwisata yang cukup terkenal di Provinsi Sumatera Barat. Pengambilan data di lapangan dilakukan pada bulan Maret sampai dengan bulan April 2013.
4.2 Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Data primer adalah data yang secara langsung dikumpulkan oleh peneliti, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai pihak lain (perorangan, institusi, penelitian).
25 4.3 Penentuan Populasi dan Responden
Dalam penelitian ini terdapat empat objek penelitian yaitu pengunjung, pelaku usaha, tenaga kerja, dan stakeholder. Pengambilan contoh (responden) digunakan untuk mencari informasi yang berkaitan dengan tujuan-tujuan penelitian. Dalam penelitian ini akan menggunakan cara pengambilan sampel yang berbeda pada tiap kelompok responden, mengingat perbedaan jenis data serta ketersediaan daftar populasi dari masing-masing kelompok responden. Responden penelitian akan diambil dengan melibatkan responden yang terkait secara langsung dan tidak lansung dengan aktivitas perekonomian di sekitar lokasi wisata alam Tanjung Mutiara Danau Singkarak. Pengambilan contoh menggunakan metode survei dan wawancara dengan kuisioner dan observasi terhadap responden.
Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, data yang didapatkan dari instansi terkait dan observasi lapang, objek wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak dikunjungi oleh 3724 orang setiap tahunnya. Dari data tersebut dapat diperkirakan bahwa pada setiap bulannya objek wsata ini dikunjungi oleh 310 orang, dan dikarenakan objek wisata ini lebih ramai dikunjungi pada akhir pekan maka dapat diasumsikan pada tiap akhir pekan terdapat 70 orang pengunjung dewasa yang datang ke objek wisata ini. Maka dapat diperkirakan bahwa populasi pengunjung yang terdapat pada kawasan wisata alam Tanjung Mutiara Danau Singkarak adalah 70 orang setiap akhir pekan.
26
Dari hasil observasi lapang yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa unit usaha yang terdapat di sekitar objek wisata alam Tanjung Mutiara Danau Singkarak bejumlah 69 unit.Unit usaha tersebut terbagi atas beberapa jenis diantaranya yaitu 7 unit rumah makan, 19 unit pedagang asongan, 31 unit kios, 11 unit penyewaan alat, dan 1 unit penginapan. Maka populasi unit usaha yang terdapat disekitar lokasi wisata Tanjung Mutiara Danau Singkarak adalah 69 unit. Penentuan sampel responden pada pelaku usaha di kawasan Danau Singkarak dilakukan dengan bentuk purposive sampling, dimana responden dipilih dan disesuaikan dengan kriteria tertentu berdasarkan keterwakilan jenis usaha. Jumlah responden untuk pelaku usaha adalah sebanyak 30 orang dimana berdasarkan jumlah populasinya maka penentuan sampel dibagi atas 4 unit untuk rumah makan, 9 unit untuk pedagang asongan, 13 unit untuk kios, 3 unit untuk penyewaan alat, dan 1 unit untuk penginapan.
Selain itu beberapa unit usaha tersebut ada yang memiliki tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang bekerja pada unit usaha tersebut berbeda-beda pada tiap jenis usahanya. Untuk usaha rumah makan, umumnya memiliki tenaga kerja sebanyak 4 – 6 orang, untuk usaha kios umumnya memiliki tenaga kerja sebanyak 1 – 3 orang namun pada unit usaha kios hanya sebagian yang memiliki tenaga kerja, untuk usaha penyewaan alat sebagian memiliki tenaga kerja sebanyak 1 – 2 orang, dan untuk usaha penginapan memiliki tenaga kerja sebanyak 6 orang.
Dari hasil observasi di lapangan jumlah populasi tenaga kerja yang bekerja pada unit usaha yang terdapat di sekitar kawasan wisata alam Tanjung Mutiara Danau Singkarak adalah sebanyak 80 orang. Penentuan sampel responden pada tenaga kerja di kawasan wisata Tanjung Mutiara Danau Singkarak dilakukan dengan bentuk purposive sampling, dimana anggota responden akan dipilih dan disesuaikan dengan kriteria tertentu berdasarkan keterwakilan jenis usaha. Jumlah responden untuk tenaga kerja adalah sebanyak 30 orang dimana berdasarkan jumlah populasinya maka penentuan sampel dibagi atas 14 orang untuk jenis usaha rumah makan, 14 orang untuk jenis usaha kios, dan 2 orang untuk jenis usaha penginapan.
27 dan pengelolaan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak. Berdasarkan hasil observasi lapang yang telah dilakukan maka diketahui bahwa terdapat 12 stakeholder yang terlibat dalam pemanfaatan dan pengelolaan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak, yaitu Dinas Kebudayaan dan Priwisata, Dinas Pekerjaan Umum, BAPPEDA, Dinas Perikanan dan Kelautan, BPLH, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Nagari, Pelaku usaha, pnpm desa, LKM, masyarakat pengelola, masyarakat sekitar dan nelayan. Penentuan sampel responden untuk stakeholderdisesuaikan dengan kriteria tertentu bardasarkan keterlibatannya dalam pengelolaan dan pemanfaatan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak. Dari 12 stakeholder tersebut diambil beberapa orang informan dari tiap stakeholder. Informan yang diambil merupakan orang-orang yang berkompeten dalam memberikan informasi terkait pemanfaatan dan pengelolaan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak.
4.4 Metode Analisis Data
Analisis data bertujuan untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dipahami dan diinterpretasikan. Data yang akan dicari kemudian dikumpulkan dan selanjutnya akan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel, gambar atau grafik serta perhitungan matematik. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan akan diolah dengan aplikasi komputer, seperti Microsoft Excel 2007. Metode anlisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri atas tiga metode yaitu, analisis deskriptif, analisis dampak berganda (multiplier effect), dan analisis stakeholder.
Tabel 1. Matriks Metode Analisis Data
Tujuan Penelitian Jenis dan Sumber Data Metode Analisis Data Mengidentifikasi karakteristik
pengunjung,pelaku usaha, tenaga kerja, dan pengelola (stakeholder) di sekitar kawasan wisata Tanjung Mutiara Danau Singkarak.
Mengidentifikasi
persepsipengunjung, pelaku usaha, tenaga kerja, dan pengelola
(stakeholder) tentang wisata alam
28
Tabel 1. (lanjutan)
Tujuan Penelitian Jenis dan Sumber Data Metode Analisis Data
Menganalisis dampak kegiatan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak terhadap
Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Metode deskriptif merupakan pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Selain itu, metode deskripif memiliki tujuan membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta, sifat dan hubungan antar fenomena yang diteliti.
Metode analisis ini akan digunakan untuk menjawab beberapa tujuan penelitian yang akan dilakukan. Penjelasan secara deskriptif berdasarkan informasi dan data yang akan diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung memerlukan interpretasi sebagai gambarannya. Tujuan penelitian yang akan diteliti dengan metode ini adalah sebagai berikut :
4.4.1.1Karakteristik Pengunjung, Pelaku Usaha, Tenaga Kerja, dan Pengelola (stakeholder)
29 mengidentifikasi karakteristik pelaku usaha, indikator atau parameter yang digunakan adalah umur, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pendapatan, dan lama berusaha.
Tabel 2. Matriks Keterkaitan untuk Karakteristik Tujuan
30
lain yang memiliki pengaruh dan kepentingan dalam pengelolaan dan pengembangan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak.
4.4.1.2Persepsi Pengunjung, Pelaku Usaha, Tenaga Kerja, dan Pengelola Persepsi pengunjung, palaku usaha, tenaga kerja, dan pengelola terhadap keberadaan dan kondisi wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak, penting untuk diketahui. Hal ini dilakukan terhadap fasilitas, sarana, sikap masyarakat, dan pengelolaan. Persepsi adalah proses dimana individu memilih, mengorganisasikan dan mengartikan stimulus yang diterima melalui alat inderanya menjadi suatu makna (Rangkuti, 2002 dalam Agustina, 2009).
31
Persepsi pengujung, pelaku usaha, pengelola (stakeholder), dan nelayan akan diukur dengan menggunakan skala likert mulai dari 1 sampai 5, dimana 0 = tidak tersedia, 1 = sangat buruk, 2 = buruk, 3 = sedang, 4 = baik, dan 5 = sangat baik. Analisis awal yang akan dilakukan adalah mendeskriptifkan data yang diperoleh dengan mempresentasikan hasil tersebut menggunakan software Microsoft Excel dan kemudian menginterpretasikannya.
4.4.2 Analisis Dampak Berganda (Multiplier Effect Analysis)
32
Tabel 4. Matriks keterkaitan untuk Dampak Ekonomi Tujuan
33 sebelum bekerja di unit usaha saat ini. Dari data tersebut diharapkan dapat diperoleh estimasi mengenai dampak tidak langsung (indirect impact) dan dampak lanjutan (induced impact) dari pengeluaran pengunjung. Kelompok terakhir adalah masyarakat lokal, dimana informasi penting terkait dengan dampak ekonomi adalah informasi menganai manfaat dan biaya yang ditimbulkan dari kegiatan wisata tersebut, kebanggan di tingkat masyarakat lokal, dan sejauh mana mereka menilai sumberdaya yang tersedia.
Dari keseluruhan informasi responden maka akan diperoleh informasi mengenai pengeluaran pengunjung, serta aliran uang sejumlah dana tersebut yang akan memberikan dampak langsung, dampak tidak langsung, dan dampak lanjutan bagi perekonomian lokal. Dampak ekonomi ini dapat diukur dengan menggunakan efek pengganda atau multiplier effect dari arus uang yang terjadi. Dalam mengukur dampak ekonomi kegiatan pariwisata di tingkat lokal, terdapat dua tipe pengganda, yaitu:
1. Keynesian Local Income Multiplier, yaitu nilai yang menunjukkan berapa besar pengeluaran pengunjung berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat lokal.
2. Ratio Income Multiplier, yaitu nilai yang menunjukkan seberapa besar dampak langsung yang dirasakan dari pengeluaran pengunjung berdampak pada keseluruhan ekonomi lokal. Pengganda ini mengukur dampak tidak langsung dan dampak induced.
Secara matematis dirumuskan :
Keynesian Income Multiplier = ...(4.1) Ratio Income Multiplier, Tipe I =
...(4.2) Ratio Income Multiplier, Tipe II = …...(4.3)
dimana :
E : pengeluaran pengunjung (Rupiah)
34
Dengan mengidentifikasi dampak ekonomi serta kebocoran yang terjadi, indirect dan iduced impact dari kegiatan wisata dapat diestimasi. Selanjutnya informasi ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi produk apa yang dibutuhkan namum belum tersedia di lokasi tersebut, dan manfaat apa yang akan diterima oleh masyarakat.
4.4.3 Analisis Stakeholder
Analisis Stakeholder dilakukan terkait dengan pemanfaatan, pengembangan, dan pengelolaan kawasan wisata Tanjung Mutiara Danau Singkarak di Kabupaten Tanah Datar. Stakeholder atau aktor adalah orang / lembaga / organisasi yang berperan dalam pemanfaatan dan pengelolaan kawasan wisata. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang berperan dalam pengelolaan, apa kepentingan dari setiap stakeholder, dan bagaimana pengaruhnya terhadap pengambilan suatu kebijakan terkait pengelolaan kawasan wisata tersebut.
Tabel 5. Matriks keterkaitan untuk Ananlisis Stakeholder Tujuan
35 kepentingan dan pengaruh yang berbeda. Maka dari itu, analisis stakeholder dalam penelitian ini perlu dilakukan. Ramirez (1999) dalam Siregar (2012) menjelaskan bahwa analisis stakeholder mengacu pada seperangkat alat untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan stakeholder atas dasar atributnya, hubungan timbal baliknya dan kepentingannya dalam kaitannya dengan isu atau sumberdaya yang ada. Tahapan analisis stakeholder dalam penelitian ini adalah: 1. Membuat tabel stakeholder yang berisi informasi mengenai:
a. Daftar stakeholder
b. Kepentingan stakeholder, yaitu motif dan perhatiannya pada kebijakan. Untuk melihat tingkat kepentingan aktor digunakan skala likert, yaitu antara 1 sampai 5, dimana; 5 = sangat tinggi; 4 = tinggi; 3 = sedang; 2 = rendah; 1 = sangat rendah. Indikator tinggi dilihat dari seberapa penting pengelolaan kawasan wisata terhadap masing-masing stakeholder.
c. Pengaruh dari masing-masing stakeholder mengacu pada tingkat pengaruhnya dalam proses penyusunan kebijakan. Untuk penilaian tingkat pengaruh akan menggunakan skala likert yaitu antara 1 sampai 5, dimana; 5= sangat tinggi; 4 = tinggi; 3 = sedang; 2 = rendah; 1 = sangat rendah. Indikator tinggi atau rendahnya pengaruh dari setiap stakeholder adalah dilihat dari tingkat kewenangannya dalam penyusunan kebijakan pengelolaan.
Tabel 6. IdentifikasiStakeholderPengelolaan Kawasan Wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak
Stakeholder
Kriteria evaluasi
Kepentingan Skor Pengaruh Skor
S F P
36
lansung dalam merumuskan suatu kebijakan yang terkait dengan pengelolaan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak.
Tinggi
Kepentingan
Rendah Tinggi
Pengaruh
Gambar 4. Tingkat Kepentingan dan Pengaruh Stakeholder dalam Pengelolaan Wisata Tanjung Mutiara di Danau Singkarak
Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi stakeholder beserta pengaruh dan kepentingannya dalam pengelolaan kawasan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak. Stakeholder dalam penelitian ini akan dibagi berdasarkan pengaruh dan kepentingan serta perannya apakah dapat dilibatkan secara langsung atau tidak langsung dalam pengelolaan kawasan wisata alam Tanjung Mutiara di Danau Singkarak.
A Subjek
B
Pemain
C
Penonton
37
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
5.1 Keadaan Daerah Penelitian 5.1.1 Letak Geografis
Danau Singkarak berada di dua kabupaten di Provinsi Sumatera Barat,yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Danau Singkarak merupakan hulu dari sungai Ombilin dan Sungai Anai. Air Sungai Anai disalurkan di luar terowongan yang menembus Bukit Barisan dan digunakan untuk memindahkan generator PLTA Singkarak yang berada di dekat Lubuk Alung. Keindahan alam, kesejukan udara dan airnya yang jernih adalah keistimewaan tersendiri dari Danau Singkarak, sehingga tak heran jika danau ini begitu istimewa untuk dikunjungi oleh para wisatawan.
Danau Singkarak adalah adalah Danau Terluas di Sumatera Barat, dan terluas kedua di Pulau Sumatera, setelah Danau Toba. Danau ini mempunyai luas 107.8 km. Danau Singkarak berada pada letak geografis koordinat 0.36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 100.3 Bujur Timur (BT) dengan ketinggian 363.5 meter diatas permukaan laut (mdpl). Luas permukaan air Danau Singkarak mencapai 11200 hektar dengan panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6.5 kilometer dan kedalaman 268 meter. Danau ini memiliki daerah aliran air sepanjang 1076 kilometer dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan.
Penelitian ini dilakukan pada salah satu objek wisata yang terdapat di Danau Singkarak yaitu objek wisata Tanjung Mutiara yang terletak di Desa Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Batu Taba merupakan desa yang memiliki luas 8273 km2 yang memiliki objek wisata pantai danau yaitu objek wisata Tanjung Mutiara. Batas wilayah Desa Batu Taba adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Padang Luar Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Danau Singkarak Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Padang Luar
38
5.1.2 Keadaan Topografi
Bentuk Lahan di sekitar danau Singkarak dicerminkan oleh bentuk lahan Kipas Aluvial, Undak Sungai, Undak Struktur Lokosan, Gawir Sesar Tererosi, dan Perbukitan Sesar Bergelombang. Secara keseluruhan bentuk lahan tersebut merupakan hasil dari aktivitas tektonik (endogen). Secara topografi, daerah Batu Taba merupakan wilayah bertekstur kasar, dimana sebagian besar wilayahnya merupakan dataran bergelombang, terdiri dari dataran renah, daerah perbukitan, daerah aliran sungai serta daerah pesisir. Desa Batu Taba memiliki ketinggian 380 meter di atas permukaan laut dan memiliki tingkat kemiringan tanah sebesar 45o. Wilayah ini memiliki iklim tropika dengan curah hujan sebesar 2200 mm per tahun.
5.1.3 Keadaan Demografi
Berdasarkan data monografi kependudukan kelurahan 2013 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Desa Batu Taba yaitu sekitar 2384 jiwa, terdiri dari 1175 jiwa laki-laki dan 1209 jiwa perempuan yang terdiri dari 535 kepala keluarga. Berdasarkan golongan umur penduduk dengan usia 40 tahun ke atas memiliki proporsi paling banyak dari keseluruhan jumlah penduduk. Jumlah penduduk Desa Batu Taba berdasarkan usia ditunjukkan pada Tabel 7.
Tabel 7. Jumlah Penduduk Desa Batu Taba Berdasarkan Golongan Umur Tahun 2013
Golongan Umur Jumlah
0 – 4 tahun 226
5 – 10 tahun 276
11 – 14 tahun 167
15 – 19 tahun 137
20 – 24 tahun 141
25 – 29 tahun 125
30 – 34 tahun 138
35 – 39 tahun 211
≥40 tahun 913
Jumlah Total 2384
39 5.1.4 Mata Pencaharian dan Tingkat Kesejahteraan
Sebagian besar penduduk Desa Batu Taba memiliki mata pencaharian sebagai petani dan nelayan yaitu sebesar 48.79 persen dan 17.27 persen. Sebaran mata pencaharian penduduk Desa Batu Taba ditunjukkan pada Tabel 8.
Tabel 8. Jumlah Penduduk Desa Batu Taba berdasarkan Mata Pencaharian 2013 Mata Pencaharian Jumlah
Petani 325
Nelayan 115
Peternak 50
PNS 30
Wiraswasta 54
Penjahit 28
Buruh bangunan 23
Pengrajin 12
Sopir 29
Sumber : Data kependudukan Desa Batu Taba, 2013
Apabila dilihat dari segi tingkat kesejahteraan, masyarakat Desa Batu Taba memiliki tingkat kesejahteraan yang berbeda-beda. Tingkat kesejahteraan masyarakat tesebut dibagi atas beberapa golongan yang ditunjukkan oleh Tabel 9. Tabel 9. Tingkat Kesejahteraan Penduduk Desa Batu Taba
Golongan Jumlah (keluarga)
Keluarga prasejahtera 109
Keluarga sejahtera 1 136
Keluarga sejahtera 2 145
Keluarga sejahtera 3 135
Keluarga sejahtera 3 plus 10
Jumlah 535
Sumber : Data ekonomi masyarakat Desa Batu Taba, 2013
5.2 Gambaran Umum Objek Wisata dan Kegiatan Wisata