• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Guru 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Guru 1"

Copied!
328
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Pendahuluan buku ini menekankan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa. Dalam konteks Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti, penekanan diberikan pada pengembangan iman dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Buku ini menggarisbawahi bahwa belajar bukan sekadar untuk mengetahui, tetapi untuk mengubah perilaku dan sikap. Seperti yang dinyatakan dalam kutipan Santo Yakobus, iman harus diaktualisasikan melalui tindakan nyata. Oleh karena itu, pendidikan agama diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kedisiplinan, dan cinta kasih. Buku ini juga berperan sebagai panduan bagi guru dan siswa dalam memahami dan menjalankan ajaran agama, serta mendorong siswa untuk mengamati dan belajar dari lingkungan sosial dan alam sekitar. Hal ini sangat relevan dalam konteks pendidikan saat ini, di mana siswa perlu dilatih untuk berpikir kritis dan peka terhadap berbagai fenomena di sekitar mereka.

II. Panggilan Hidup sebagai Umat Allah

Bagian ini membahas tentang berbagai panggilan hidup yang dimiliki oleh individu sebagai umat Allah. Panggilan ini mencakup hidup berkeluarga, perkawinan dalam tradisi Katolik, serta tantangan dan peluang dalam membangun keluarga yang ideal. Dalam konteks ini, buku ini menekankan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam masyarakat, baik sebagai anggota keluarga maupun sebagai bagian dari komunitas yang lebih luas. Selain itu, penekanan juga diberikan pada pentingnya memahami panggilan hidup membiara dan panggilan dalam karya atau profesi. Ini menunjukkan bahwa setiap orang dipanggil untuk berkontribusi dalam cara yang sesuai dengan tujuan hidup mereka, yang pada akhirnya berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih baik. Dengan demikian, pendidikan agama tidak hanya mengajarkan nilai-nilai spiritual, tetapi juga bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

III. Memperjuangkan Nilai-Nilai Kehidupan dalam Masyarakat

Dalam bagian ini, buku ini membahas pentingnya memperjuangkan nilai-nilai kehidupan yang fundamental dalam masyarakat. Nilai-nilai seperti keadilan, kejujuran, dan kedamaian diangkat sebagai prinsip yang harus diperjuangkan oleh setiap individu. Buku ini menyatakan bahwa Yesus Kristus merupakan teladan dalam memperjuangkan nilai-nilai tersebut. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai ini, siswa diharapkan dapat berkontribusi pada masyarakat yang lebih baik dan harmonis. Selain itu, buku ini juga menekankan pentingnya landasan untuk memperjuangkan nilai-nilai tersebut, termasuk pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama dan keterlibatan aktif dalam komunitas. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan agama tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

IV. Peran Serta Umat Katolik dalam Pembangunan Bangsa

Bagian terakhir ini membahas peran serta umat Katolik dalam pembangunan bangsa Indonesia. Buku ini menjelaskan bahwa umat Katolik memiliki tanggung jawab untuk membangun bangsa sesuai dengan ajaran Tuhan. Tantangan dan peluang yang dihadapi umat Katolik dalam konteks pembangunan bangsa juga diuraikan, menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan politik. Buku ini mengajak siswa untuk memahami bahwa keberadaan mereka dalam masyarakat bukan hanya sebagai individu, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang lebih besar. Dengan demikian, pendidikan agama Katolik tidak hanya bertujuan untuk membangun iman pribadi, tetapi juga untuk membentuk individu yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Referensi Dokumen

  • Burung Berkicau ( A. de Mello SJ. )
  • Ensiklopedi Gereja ( A. Heuken SJ. )
  • Hak Asasi Beragama dalam Perkawinan Konghucu ( Anly Lenggana dkk. )
  • Sejarah ( Badrika, I Wayan. )
  • Sekilas Mengenal Berbagai Agama dan Kepercayaan di Indonesia ( Bambang Ruseno Utomo MA. )

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai kegiatan remedial, guru dapat memberikan kepada peserta didik yang dipandang perlu untuk menuliskan doa syukur karena telah diciptakan Tuhan sebagai perempuan

Dalam hal ini, Kitab Suci memberikan jawaban yang dapat membuka pengetahuan tentang diri remaja secara lebih luas dan mendalam, yakni bahwa mereka (dan semua manusia) adalah

Guru menutup pertemuan dengan mengajak peserta didik berdoa yang dipandu oleh seorang peserta didik yang dapat mengucapkan doa dengan baik dan dijawab oleh peserta didik lain

• Sebagaima na telah dilaporkan para peserta didik, bidang-bidang hidup menggereja ialah: peribadahan atau doa, pewartaan, persekutuan, dan pelayanan. Peribadatan itu

41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 42 Mereka bertekun dalam pengajaran

Sebagaimana kita ketahui bahwa kekhasan PAK membuat PAK berbeda dengan mata pelajaran lain, yaitu PAK menjadi sarana atau media dalam membantu peserta didik berjumpa dengan Allah di

1) Setiap awal pembelajaran, peserta didik harus membaca teks yang tersedia di buku teks pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas XII. 2) Peserta didik

a. Perbedaan dan keunikan sering ditanggapi oleh manusia secara berbeda satu sama lain. Ada sebagian orang merasa iri hati mengapa dirinya tidak seperti orang lain, ada yang