Bahasa Indonesia

106  Download (0)

Teks penuh

(1)

Fungsi dan Kedudukan BI

• Tercantum dalam Ikrar ketiga Sumpah Pemuda, 1928)

“Kami putra dan putri Indonesia

menjunjung bahasa persatuan,

bahasa Indonesia”

(2)

Bahasa Indonesia

1. Bahasa Nasional

(ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928)

2. Bahasa Negara

(3)

Bahasa Negara

• Bahasa Resmi

(4)

Bahasa Nasional

• Lambang Identitas Nasinal

• Lambang Kebanggaan Nasional • Alat Pemersatu Bangsa

(5)

Bahasa Indonesia

• Ragam Bahasa Indonesia a. Bahasa Baku (Resmi)

Sifat: Kemantapan dinamis Cendekia

Seragam

(6)
(7)
(8)
(9)
(10)

KAIDAH KEBAKUAN BI

 Pedoman Umum Ejaan yang

Disempurnakan

 Pedoman Umum Pembentukan

Istilah

(11)

Kaidah Pembentukan Kata

 Pengimbuhan (Afiksasi)

 Pengulangan (Reduplikasi)

 Penggabungan/pemajemukan

(Komposisi)

(12)

Kaidah Pemilihan Kata

 ketepatan  kehematan  kebenaran  kelayakan  kelaziman

(13)

Aspek semantik kata

 Sinonim (kemiripan makna)  Polisem (kegandaan makna)  Homonim (kesamaan bentuk)

 Denotasi dan konotasi (acuan dan

(14)
(15)
(16)

Ejaan Bahasa Indonesia yang

Disempurnakan

1. Ejaan Van Ophuisjn 1905

2. Ejaan Soewandi/Ejaan Republik 1947

(17)

Ejaan

 Ejaan merupakan pelambangan

bunyi dengan huruf.

 Ejaan yang berlaku sekarang

adalah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)

 EYD diresmikan pemakaiannya

(18)

Permasalahan Ejaan

Penulisan Huruf Kapital

(19)

Pemakaian Huruf Kapital

 Digunakan sebagai huruf pertama petikan

langsung.

“Kapan engkau datang?”

“Bukan aku yang mengundangnya.”

 Digunakan sebagai huruf pertama nama gelar. “Mau ke mana Tuan Guru?”

(20)

Penulisan Huruf Kapital

 Huruf kapital digunakan untuk

menuliskan nama jabatan yang diikuti nama diri.

(21)

 Digunakan sebagai huruf pertama setiap unsur

bentuk ulang penuh yang terdapat pada nama badan, lembaga, dan dokumen resmi.

Undang-Undang Hak Kekayaan Intelektual

 Digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk

hubungan kekerabatan yang dipakai dalam penyapaan.

Mau ke mana, Paman?

Tolong ambilakn kue itu, Dik.

 Kata depan tidak ditulis dengan huruf kapital

(22)

 Huruf kapital digunakan untuk

menuliskan singkatan.

 Jika yang disingkat itu hanya terdiri atas

satu kata, huruf pertama ditulis kapital dan huruf yang lain ditulis kecil disertai tanda titik.

jalan → Jln.

nomor → No.

(23)

 Jika yang disingkat itu terdiri atas dua

kata atau lebih, singkatannya ditulis

dengan huruf kapital tanpa disertai tanda titik.

sekolah dasar SD

rukun tetangga RT

hari ulang tahun HUT

 Jika yang disingkat itu terdiri atas dua

kata atau lebih, tetapi yang disingkat

berupa gelar, singkatannya ditulis dengan huruf kapital disertai tanda titik.

raden mas R.M.

bendara raden mas B.R.M.

(24)

 Singkatan nama orang, nama gelar,

sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti tanda titik.

Prof. Dr. G.B.P.H. Poeger, M.H. Mohammad M.A., M.A.

 Singkatan nama resmi lembaga, badan

atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

DPR MPR DPD

(25)

Pemakaian Huruf Miring

 Dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah,

atau surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Dikutip dari Kompas, 2 Juli 2007

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa ....

 Dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan

huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata. Yang dimaksud dengan hak milik dalam

ketentuan ini adalah ….

Kata babu terasa lebih kasar daripada

(26)

 Dipakai untuk menuliskan kata atau

istilah asing atau daerah yang belum diserap ke dalam bahasa Indonesia.

Kata ambles tidak dapat diganti dengan amblas.

(27)

Penulisan Kata

 Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan

atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.

 Jika bentuk dasar berupa gabungan kata

mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.

 Jika salah satu unsur gabungan kata hanya

dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.

 Istilah khusus dan gabungan kata atau kata

(28)

Akronim dan Singkatan

• Singkatan adalah hasil menyingkat

(memendekkan) berupa huruf atau gabungan huruf

• Akronim adalah singkatan yang

diperlakukan sama a. Akronim Nama Diri

(29)

Singkatan

 DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)

 KKN (Kuliah Kerja Nyata)

 KKN (Korupsi Kolusi, dan Nepotisme)

 yth.

 dsb.

(30)

Akronim

 Akronim merupakan singkatan yang diperlakukan

sebagai kata.

 Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal

dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital (IKIP, SIM, LAN).

 Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata

atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital (Iwapi, Kowani, Bappenas)

 Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan

(31)

Pola-Pola Singkatan dan Akronim

1. Pola 1 (suku kata awal dengan suku kata awal) 2. Pola 2 (suku kata akhir dengan suku kata akhir) 3. Pola 3 (suku kata awal dengan suku kata akhir) 4. Pola 4 (suku kata akhir dengan suku kata awal) 5. Pola 5 (suku kata tengah dengan suku kata awal) 6. Pola 6 (suku kata tengah dengan suku kata akhir) 7. Pola 7 (suku kata tengah dengan suku kata tengah) 8. Pola 8 (suku kata awal dengan suku kata tengah)

9. Pola 9 (pola yang sulit dirunut dan telah dimodifikasi)

contohnya, modif + jablay, pendekatan jadi Pede (Kacau) 10. Pola singkatan yg dibaca akronim (ASI, ABRI)

(32)

Data Singkatan dan Akronim

a. Singkatan nama orang, nama gelar,

sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik.

Misalnya :

Muh. Yamin Suman Hs.

M.B.A. (master of business administration)

M.Sc. (master of science)

S.Pd. (Sarjana Pendidikan)

Bpk. (bapak)

(33)

Data Akronim

PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)KTP (Kartu Tanda Penduduk)

Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu titik. Mislnya :

dsb. (dan sebagainya)hlm. (halaman)

sda. (sama dengan atas)

Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf, setiap huruf diikuti titik. Mislnya :

a.n. (atas nama) d.a. (dengan alamat)u.b. (untuk beliau) u.p. (untuk perhatian)

Lambang kimia,

singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang

tidak diikuti tanda titik. Misalnya : Cu (kuprum) cm (sentimeter) l

(34)

Ejaan Bahasa Indonesia yang

Disempurnakan

1. Ejaan Van Ophuisjn 1905

2. Ejaan Soewandi/Ejaan Republik 1947

(35)

Ejaan

 Ejaan merupakan pelambangan

bunyi dengan huruf.

 Ejaan yang berlaku sekarang

adalah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)

 EYD diresmikan pemakaiannya

(36)

Tanda Baca

 Tanda petik Tunggal („…‟)

(37)

Bentuk Kata

Apa itu bentuk

kata?

Untuk apa

membentuk

kata?

Bagaimana

cara

membentuk

(38)

Bentuk Kata

(39)

Kata Jadian

Kata jadian dapat dibentuk melalui: a. pengimbuhan

(afiksasi),

b. pengulangan

(reduplikasi), atau c. penggabungan

(40)

Pengimbuhan

(Afiksasi)

• Awalan (Prefiks)

• Sisipan (Infiks)

(41)

• meng- + kawal → mengawal kenal → mengenal kirim → mengirim

kosong → mengosongkan kuras → menguras

korban → mengorbankan *mengkorbankan

koordinasi → mengoordinasi *mengkoordinasi

kubur → mengubur *mengkubur

kultus → mengultuskan *mengkultuskan

kelola → mengelola *mengkelola

• meng- + kristal → mengkristal kritik → mengkritik

(42)

• meng- + pasang → memasang pasok → memasok peras → memeras pesan → memesan pijat → memijat pinjam → meminjam porot → memoroti

poranda → memorandakan pukul → memukul

pulih → memulihkan

porak poranda → memorak porandakan

• meng- + produksi → memproduksi

proklamasi → memproklamasikan proses → memproses

(43)

• meng- + tawar → menawari tahan → menahan tindas → menindas tikung → menikung tusuk → menusuk tulis → menulis

toreh → menorehkan toleh → menoleh

taat → menaati *mentaati

telaah → menelaah *mentelaah

terjemah → menerjemahkan *menterjemahkan

• meng- + tranfer → mentransfer transfusi → mentransfusi

(44)

• meng- + sadap → menyadap

saran → menyarankan sihir → menyihir

siram → menyiram sulap → menyulap suruh → menyuruh

sorong → menyorongkan

sukses → menyukseskan *mensukseskan

simpul → menyimpulkan *mensimpulkan

(45)

• meng- + kawal → mengawal kenal → mengenal kirim → mengirim

kosong → mengosongkan kuras → menguras

korban → mengorbankan *mengkorbankan

koordinasi → mengoordinasi *mengkoordinasi

kubur → mengubur *mengkubur

kultus → mengultuskan *mengkultuskan

kelola → mengelola *mengkelola

• meng- + kristal → mengkristal kritik → mengkritik

(46)

• meng-+ calon → mencalonkan *menyalonkan

cangkul → mencangkul *menyangkul

cinta → mencintai *menyintai

cibir → mencibir *menyibir

curang → mencurangi *menyurangi

cukup → mencukupi *menyukupi

coba → mencoba *menyoba

cuci → mencuci *menyuci

cium → mencium *menyium

(47)

Proses Pembentukan Kata

Kata Asal Kata Turunan

kegiatan/ proses/cara/ pelaku hasil tindakan perbuatan

(48)

Kata Jadian

Kata jadian dapat dibentuk melalui: a. pengimbuhan

(afiksasi),

b. pengulangan

(reduplikasi), atau c. penggabungan

(49)

Pengimbuhan

(Afiksasi)

• Awalan (Prefiks)

• Sisipan (Infiks)

(50)

Pengulangan (Reduplikasi)

Pengulangan

dapat

menyatakan

banyak, baik

dalam hal

kualitas

(51)

Kata Ulang

(52)

Penggabungan (Kompositum)

Dapat berupa

 kelompok kata (frasa)

 kata

majemuk (frasa

(53)

Struktur Frasa Bahasa Indonesia

 Frasa Kata Benda (Frasa Nomina) DM (diterangkan-menerangkan)

Frasa Kata Kerja

(Frasa Verba)

MD (menerangkan-diterangkan)

Frasa Kata Sifat

(Frasa Adjektiva) MD atau DM

(54)

Pilihan Kata

 Apa itu pilihan kata

 Untuk apa kita memilih kata

(55)

Pengertian

(56)

Kambing Hitam

Setiap ada

persoalan dia selalu dijadikan kambing hitam.

Kakek Mardi

(57)

Kehilangan Nyawa

 mati

 meninggal

 meninggal dunia

 modar

 pulang ke rahmatullah

 lampu mati: matikan!

(58)

Petinju dan Peninju

Tinju

Petinju

Meninju

Peninju

(59)

Penanda Jamak

 Diulang

 Dilekati kata penanda banyak

 Kata penanda banyak

(60)

Pemakaian Kata yang Layak

 Beda dengan negara-negara maju, negara berkembang pada umumnya belum mampu untuk menciptakan teknologi baru.

 Sumber daya kehutanan menipis karena penebangan hutan yang kurang tanggung jawab.

(61)

PERISTILAHAN

 Peristilahan merupakan hal tata istilah, yaitu perangkat peraturan pembentukan istilah.

 Istilah khusus ialah istilah yang maknanya terbatas pada bidang ilmu tertentu.

(62)

Sumber Istilah

 Kosakata Bahasa Indonesia dan Melayu

kedai kopi coffeeshop

tambatan retention

acak random

pajak tax

petinju boxer

(63)

Persyaratan Istilah yang Baik

 dipilih yang paling cocok

agung-besar-raya

area-daerah-kawasan-wilayah asli-tulen-murni

bea-cukai-pajak

(64)

 dipilih yang paling ringkas

gambut ‘tanah berlumut’

kosakata ‘perbendaharaan kata’ suaka politik ‘perlindungan politik’

jelaga ‘hitam arang’ (soot atau carbon black)

timbel ‘timah hitam’ (lead)

(65)

 dipilih yang berkonotasi atau bernilai rasa baik

panti werda ‘rumah jompo’ waria ‘banci’

wisma tunanetra ‘rumah orang buta’ malagizi ‘gizi buruk’

malapraktek ‘praktek yang buruk’ pramusiwi ‘penjaga anak’

pramuwisma ‘PRT’ tunanetra ‘buta’

tunarungu ‘tuli’

(66)

Kata Bersinonim

 agar supaya

 adalah merupakan

 lalu kemudian

 bagi untuk

 diperuntukkan bagi

 tersebut di atas

(67)

Kata Depan (Preposisi)

di, ke, dari, pada,

kepada, bagi, untuk, demi, oleh, tentang,

mengenai, secara, buat, guna, dengan, sejak,

(68)

Penghubung Kalimat Majemuk

Setara (Konjungtor Koordinatif)

dan, atau, tetapi,

serta, lalu, kemudian, namun, maka,

(69)

Melihat situasi mulai memanas, petugas dari Depnaker mengambil alih kendali dialog.

Ketika melihat situasi mulai memanas, petugas dari Depnaker mengambil alih kendali dialog.

Tatkala melihat situasi mulai memanas,

petugas dari Depnaker mengambil alih kendali dialog.

(70)

Ditemani pengacaranya, Fuad mengadukan Tempo kepada Polri.

Dengan ditemani pengacaranya, Fuad mengadukan Tempo kepada Polri.

• Fuad mengadukan Tempo kepada Polri

dengan ditemani pengacaranya.

Bersama pengacaranya, Fuad

(71)

Perkembangan Pemanfaatan

Imbuhan Lama dalam

Menerjemahkan Istilah Asing

• Awalan: ada 33

• Sisipan: ada 2

(72)

Ada 33 Awalan, 2 Sisipan, dan

1 Akhiran

Awalan

 adi- ‘agung’

 alih- ‘pindah’

 antar- ‘di antara’

 awa- ‘menghilangkan’

(73)

 6. bak- ‘seperti’ 7. bawah- ‘di bawah’

 8. bentuk- ‘berbentuk’

 9. dalam- ‘di dalam’

 10. dur- ‘jahat’

 11. dwi- ‘dua’

 12. lewat ‘melewati’

 13. maha- ‘besar, sangat’

(74)

Terjemahan dr B. Inggris

15. mala-, menerjemahkan ill-, mal-,

mis-16. mondong-, menerjemahkan -prone

17. nara-, berarti ‘orang’

18. nir-, menerjemahkan a-, an-, e-, ill, in-, un-, dan non-, serta akhiran –less

berarti ‘tanpa’

19. peri-, menerjemahkan wise ‘secara

= way of’

20. pra-, menerjemahkan ante-; pre-;

‘di muka’

(75)

22. rupa-, akhiran [–old], -form ‘menyerupai’

23. se-, [co-] ‘bersama’

24. salah-, [mis-] ‘tidak betul’

25. saling-, [inter-] ‘timbal-balik’

26. serba- atau sarwa [omni-, all-, multi-]

‘semua’

27. su-, [good-, well-] ‘baik’

(76)

29. tak-, a- [a-, ab-, in-, il-, im-, ir-, un-, non-,

dis-30. tan-, [-an, in-, non] ‘bukan’

31. tata-, [order] ‘susunan, tatanan’

32. tri-, [tri-] ‘three’

33. tuna-, [a, under, less]

34. -in-, [end, ent, -and] ‘di—kan’

35. -em- katasifat (ks); katakerja (kk)

(77)
(78)
(79)
(80)

Kalimat

• Ungkapan pikiran yang utuh, baik

disampaikan secara sederhana atau kompleks.

1. Ini Budi.

2. Siswa SD sudah mengenal narkoba. 3. Siswa mengenal narkoba melalui para

(81)

Keutuhan Kalimat

• Subjek: siapa/apa

• Predikat: mengapa

• (Objek): apa

• (Pelengkap)

(82)

Penanda Subjek

• Jawaban atas pertanyaan siapa (kalimat aktif) atau apa (kalimat pasif).

• Kata/frasa nominal • …. Itu

Perusahaan itu memproduksi alat musik berkualitas.

• Yang …

Yang ingin memeriksakan silakan datang ke klinik pada jam istirahat.

• … yang …

(83)

Kevariasian

Variasi dalam pembukaan kalimat: dengan keterangan, dengan, adalah, bahwa, atau syahdan.

Bahwa mereka hobi jalan-jalan, kita tahu.

Syahdan, mobilnya pun berganti dengan merek yang terbaru.

Adalah kenyataan bahwa studi banding menjadi wajib bagi anggota dewan terhormat.

Variasi kalimat tanya atau perintah; aktif-pasif.

Coba Anda cermati perilaku para elite politik! Sesuaikah perbuatan mereka dengan yang mereka janjikan dulu waktu kampanye? Yang kelihatan,

mereka dengan mengatasnamakan konstituen, kemaruk berlomba-lomba mengeruk kekayaan negara untuk kepentingan pribadi.

(84)

Fungsi Pragmatik Kalimat

Afirmatif: pemberitahuan, penegasan, penolakan,

pembenaran, pembandingan, argumentasi, konfirmasi

Imperatif: suruhan, instruksi, permintaan, permohonan

Interogatif: pertanyaan

Persuasif: bujukan, rayuan, imbauan, ajakan

Negosiatif: tawar-menawar

Eksesif: menyatakan keadaan yang di luar kebiasaan

(85)

Kalimat

• Ungkapan pikiran yang utuh, baik

disampaikan secara sederhana atau kompleks.

1. Ini Budi.

2. Siswa SD sudah mengenal narkoba. 3. Siswa mengenal narkoba melalui para

(86)

Keutuhan Kalimat

• Subjek: siapa/apa

• Predikat: mengapa

• (Objek): apa

• (Pelengkap)

(87)

Penanda Subjek

• Jawaban atas pertanyaan siapa (kalimat aktif) atau apa (kalimat pasif).

• Kata/frasa nominal • …. Itu

Perusahaan itu memproduksi alat musik berkualitas.

• Yang …

Yang ingin memeriksakan silakan datang ke klinik pada jam istirahat.

• … yang …

(88)

Penanda Predikat

• Kata kerja (tidak didahului kata yang).

(89)

Penanda Objek

(90)

Keterangan

• Didahului kata: bagi, untuk, demi, dengan, jika, maka, di, ke, dari, pada, kepada,

terhadap, daripada, agar, supaya.

(91)

Efektivitas kalimat

• Penggunaan ejaan

• Penggunaan diksi atau pilihan kata

(92)

Kalimat Efektif

(93)

Kesepadanan

Kemaksimalan struktur bahasa mendukung gagasan yang dikandung. 1. Kalimat mayor harus mengandung subjek dan predikat.

Di dalam perda baru menunjukkan kebijakan yang meringankan wajib pajak.

Perda baru itu menunjukkan kebijakan yang meringankan wajib pajak.

2. Ide pokok terdapat dalam induk kalimat

Ia sudah menjadi pegawai ketika saya masih kuliah.

Saya masih kuliah ketika ia diangkat menjadi pegawai BKN.

3. Penggunaan kata penghubung yang tepat sesuai dengan sifat gabungan itu.

4. Hindari penumpukan gagasan dengan banyak anak kalimat dalam satu kalimat.

5. Kekhususan menjadi subjek dan yang umum menjadi predikat dalam kalimat ekuatif.

(94)

Contoh 4

• Kami sependapat dan terima kasih atas saran-sarannya untuk memberikan honor yang lebih banyak kepada para dosen KUTIP. Namun, tampaknya honornya saat ini sudah yang paling optimal yang dapat kami usahakan dikaitkan dengan kemampuan pemerintah karena honor dosen KUTIP adalah yang tertinggi dibandingkan dengan Pendidikan Maritim Pemerintah yang lain termasuk Akademi Ilmu Pelayaran RI sehingga harus berkonfrontasi dengan bapak-bapak yang berwajib mengatur honor tersebut, karena beliau-beliau mendesak kami agar honor dosen KUTIP diturunkan supaya seragam dengan Pendidikan Maritim Lain, sedangkan kami mendesak

agar supaya honor pendidikan Maritim tersebut honornya dinaikkan supaya seragam.

• Terdakwa I, II, dan III dituduh secara bersama-sama atau sendiri-sendiri berturut-turut 2 kali telah membikin surat palsu atau memalsukan surat,

sehingga oleh perbuatan mereka terdakwa II telah mendapat izin untuk pendirian apotik S dari Walikota dan merubah ruangan-ruangan dari rumah yang mereka tinggali menjadi apotik dengan izin walikota juga, sesudah mereka memalsukan surat permintaan yang bersangkutan sehingga

(95)

Cara Penulisan Daftar

Pustaka/Referensi Ilmiah

1. Urutannya

Nama Penulis

Tahun Penerbitan/penulisan Judul (Buku, Artikel, dsb.)

(96)

Penulisnya 1 orang

DAFTAR PUSTAKA

• Chomsky, Noam. 1972. Language and Mind. New York: Harcourt Brace.

• Chaer, Abdul. 2003. Psikolinguistik Kajian Teoretik. Jakarta: RinekaCipta.

• Dardjowidjojo, Soenjono. 2000. Echa Kisah Pemerolehan Bahasa Anak Indonesia. Jakarta: Grasindo.

• Esti W.D., Sri. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.

• Jacobson, Roman. 1971. Studies on Child Language and Aphasia. The Hague: Mouton Publishers.

• Lauder, Multamia RMT. 1997. Pedoman Pengenalan dan Penulisan Bunyi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

• Marat, Samsunuwiyati. 2005. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. Bandung: Refika Aditama.

• Pranowo. 1971. Analisis Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

• Steinberg, Danny D. 1990. Psikolinguistik: Bahasa, Akal, dan Dunia.

(97)

Referensi Artikel

• Andriany, Liesna. 2007. “Pengaruh Stimulus terhadap Pemerolehan Bahasa Anak Prasekolah” dalam Makalah

MLI. Surakarta: Masyarakat Linguistik Indonesia.

• Dardjowidjojo, Soenjono. 1991. “Pemerolehan Fonologi

dan Semantik pada Anak: Kaitannya dengan Penderita

Afasia”, PELLBA 4, ed. Soenjono Dardjowidjojo, hlm. 64--72. Yogyakarta: Kanisius.

(98)

Menentukan Referensi Contoh 1

• Abdul Gaffar Seno, Tukiman Kolor Maut, dan Cicilia Wewe Gombel menulis buku

yang berjudul “Sifat Masif Petinggi Negara”. Buku itu rencananya akan

diterbitkan di Medan pada tahun 2008 oleh penerbit Sidabutar Marangin-Angin.

Namun, karena sesuatu hal, buku itu

(99)

2. Menentukan Daftar Pustaka

• Prof. Dr. Sutarjo, M.E. menulis artikel

“Perekonomian Rakyat Perdesaan” di

Kedaulatan Rakyat Yogyakarta pada

bulan April—Agustus tahun 2006 secara berkala. Oleh penerbit Gama Pres

Yogyakarta tulisan tersebut dikumpulkan

dan diterbitkan dengan judul “Geliat

(100)

Perbaikan Referensi 1 dan 2

• Seno, Abdul Gaffar, Tukimin Kolor Maut, dan Cicilia Wewe Gombel. 2009. Sifat Masif Petinggi Negara. Palembang: PT Komering Press.

• Sutarjo. “Perekonomian Rakyat Perdesaan” Dalam

Kedaulatan Rakyat, Aprill—Agustus, 2006.

(101)
(102)
(103)
(104)
(105)
(106)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : Suku Kata
Lainnya : Bahasa Indonesia