200
LAMPIRAN 10
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Jl. Bumi Kiara Dalam No 112 B Bandung 082316700128
II. Data Pendidikan Formal dan Non Formal
Formal
Universitas Komputer Indonesia Jurusan Akuntansi
SMA N 1 Cihaurbeuti SMP N 1 Panumbangan SD N 2 Jayagiri
202
Non Formal 2014
2013
:
:
Pelatihan Pajak Terapan (Brevet A & B Terpadu)
Workshop Zahir Accounting,
III. Pengalaman Organisasi/Magang 2015
2013 2010-2011
:
: :
Kerja Praktek di PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Divisi Payment and Collection Witel Jabar tengah
Bendahara 2 Himpunan Mahasiswa Akuntansi Ekstrakulikuler Pramuka,
Ekstrakulikuler Mading GOC,
Kimia yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014)
THE INFLUENCE OF TOTAL ASSET TURN OVER (TATO)
AND RETURN ON INVESTMENT (ROI) TO
STOCK PRICE
(Study Case of Manufacture Company Sectors of Basic Industry and Chemical Listed in Indonesia Stock Exchange Years 2010-2014)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Program Strata I Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Pada Program Studi Akuntansi
Oleh :
Nama : Kania Maris NIM : 21112253
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PENGARUH TOTAL ASSET TURN OVER (TATO) DAN RETURN ON
INVESTMENT (ROI) TERHADAP HARGA SAHAM (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014)”. Skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer Indonesia Bandung.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis mendapat banyak sekali bantuan dari berbagai pihak, baik secara moril, materil, doa, serta bimbingan. Maka dari itu, dengan segala kerendahan hati penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada:
1. Dr. Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc., selaku Rektor Universitas Komputer Indonesia.
2. Prof. Dr. Hj. Dwi Kartini, SE., Spec. Lic. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer Indonesia.
3. Dr. Siti Kurnia Rahayu, SE., M.Ak., Ak, CA selaku Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Komputer Indonesia.
ix
pengarahan, ilmu pengetahuan serta semangan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini.
6. Wati Aris Astuti, S.E., M.Si., Ak., CA selaku Penguji I dan Dr. Surtikanti, S.E., M.Si., Ak., CA selaku Penguji II Sidang Skripsi Universitas Komputer Indonesia yang telah bersedia menguji penulis dan memberikan arahan serta motivasi kepada penulis.
7. Staf Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer Indonesia.
8. Staf Sekretariat Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer Indonesia.
9. Seluruh staf Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Bandung yang telah memberikan bantuan dan kesempatan kepada penulis dalam melakukan penelitian ini.
10.Iyan Andriana, S.T., M.T. selaku Dosen Statistik Teknik Industri Universitas Komputer Indonesia yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis dalam pengolahan data SPSS.
x
12.Cintia Wulan Sari, Dessy Jayanti dan Dwi Shani Fathia yang sama-sama berjuang dalam menyelesaikan skripsi ini.
13.Keluarga dan rekan-rekan mahasiswa/mahasiswi akuntansi 6 yang telah memberikan bantuan, masukan-masukan serta semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Semoga amal baik yang telah diberikan kepada penulis menjadi tabungan pahala di mata Allah SWT. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna bagi para pembaca dan yang memerlukannya.
Bandung, Agustus 2016
Penulis,
xii
2.1 Kajian Pustaka ... 2.1.1 Total Asset Turn Over (TATO) ... 2.1.1.1Pengertian Total Asset Turn Over (TATO) ... 2.1.1.2Indikator Total Asset Turn Over (TATO) ... 2.1.1.3Faktor-faktor yang Mempengaruhi Total
Asset Turn Over (TATO) ... 2.1.2 Return On Investment (ROI) ... 2.1.2.1Pengertian Return On Investment (ROI) ... 2.1.2.2Indikator Return On Investment (ROI) ... 2.1.2.3Faktor-faktor yang Mempengaruhi Return
On Investment (ROI) ... 2.1.3 Harga Saham ... 2.1.3.1Pengertian Harga Saham ... 2.1.3.2Indikator Harga Saham ... 2.1.3.3Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga
Saham ... 2.2 Kerangka Pemikiran ... 2.2.1 Total Asset Turn Over (TATO) terhadap Harga
Saham ... 2.2.2 Return On Investment (ROI) terhadap Harga Saham ... 2.3 Hipotesis ... BAB III METODE PENELITIAN ...
xiii
3.4.1 Populasi ... 3.4.2 Sampel ... 3.4.3 Tempat dan Waktu Penelitian ... 3.5 Metode Pengumpulan Data ... 3.6 Metode Pengujian Data ...
3.6.1 Analisis Kuantitatif ... 3.6.2 Pengujian Hipotesis ...
3.6.2.1Pengujian Secara Parsial (Uji Statistik t) ... 3.6.2.2Menggambar Daerah Penerimaan dan
Penolakan Hipotesis ... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...
4.1 Hasil Penelitian ... 4.1.1 Hasil Analisis Deskriptif ...
4.1.1.1Analis Deskriptif Total Asset Turn Over (TATO) ... 4.1.1.2Analis Deskriptif Return On Investment
xiv
4.1.2.1Uji Asumsi Klasik ... 4.1.2.2Persamaan Regresi Linear Berganda ... 4.1.2.3Analisis Korelasi ... 4.1.2.4Analisis Determinasi ... 4.1.3 Uji Hipotesis Pengaruh Parsial (Uji Statistik t) ...
4.1.3.1Pengujian Hipotesis Parsial Total Asset Turn
Over (TATO) terhadap Harga Saham ...
4.1.3.2Pengujian Hipotesis Parsial Return On
Investment (ROI) terhadap Harga Saham ...
4.2 Pembahasan ... 4.2.1 Pengaruh Total Asset Turn Over (TATO) terhadap
Harga Saham ... 4.2.2 Pengaruh Return On Investment (ROI) terhadap
Harga Saham ... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Halim. 2002. Akuntansi Sektor Publik akuntansi Keuangan Daerah. Edisi Pertama. Jakarta: Salemba empat.
Agus Sartono. 2010. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi (4th ed.). Yogyakarta: BPFE.
Andi Prastowo. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Yogjakarta: Ar-Ruzz Media. Andi Supangat.2010. Statistik dalam Kajian Deskriptif, Infensi dan Paramatik.
Jakarta: Kencana Prenada.
Arikunto Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Ariya Kunti Dewanti. 2015. Pengaruh Rasio Profitabilitas dan Rasio Aktivitas terhadap Harga Saham (Studi Empiris pada Perusahaan Industri Consumer Goods yang Terdaftar di BEI periode 2009-2013). (Journal Ilmiah Universitas Bakrie Vol 3, NO 03).
Bambang Riyanto. 2011. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: BPFE.
Bergitta Sonia R. 2014. Analisis Pengaruh EVA, MVA dan ROI terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di BEI periode 2009-2012). (Jurnal Adm Bisnis Vol 9, No 1).
Brigham dan Houston. 2010. Dasar-dasar Manajemen Keuangan Buku 1 (Edisi 11). Jakarta : Salemba Empat.
Case, Karl E. dan Ray. C Fair. 2007. Prinsip-Prinsip Ekonomi Edisi Kedelapan Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Darmadji, Tjiptono, dan Fakhruddin. 2012. Pasar Modal Di Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta : Salemba Empat.
Denies Priantinah dan Prabandharu Adhe Kusuma. 2012. Pengaruh ROI, EPS dan DPS terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI tahun 2008-2010. (Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Nol 1, No 2).
88
Otomotif dan Komponennya yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2012). (Jurnal Adm Bisnis Vol 7, No 2).
Gitman, Lawrence J, and Zutter, Chad J., 2012. Principles Of Managerial Finance. 13th Edition. Edinburgh: Pearson.
Hendra Adhitya Wicaksono. 2013. Pengaruh Current Ratio, Debt To Asset Ratio, Total Asset Turn Over, Return On Equity, Suku Bunga, Kurs Valuta Asing, Inflasi dan Kas Dividen terhadap harga Saham Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode 2009-2011. Jurnal Profita Kajian Ilmu Akuntansi Vol.1, No 4.
Horne, James C. Van dan John M Wachowicz, Jr. 2012. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan (Edisi 13). Jakarta: Salemba Empat.
I Made Sudana. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Erlangga. Imam Ghozali. 2011. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Inai Kristina Marantressy. 2012. Pengaruh Variabel Fundamental Internal terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Tendaftar di BEI periode 2005-2009). (Jurnal Adm Bisnis Vol 6, No 2).
Irham Fahmi. 2011. Analisis Laporan Keuangan Cetakan Kedua. Bandung: Alfabeta.
Irham Fahmi. 2011. Analisis Kinerja Keuangan, Panduan bagi Akademisi, Manajer, dan Investor untuk Menilai dan Menganalisis Bisnis dari Aspek Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Jogiyanto Hartono. 2010. Teori Portofolio dan Analisis Investasi Edisi Ketujuh. Yogyakarta: BPFE.
J.P Sitanggang. 2014. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Kadek Stia Rani dan Ni Nyoman Ayu Diantini. 2015. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap Harga Saham dalam Indeks LQ 45 di BEI. (E-Journal Manajemen Universitas Udayana Vol 4, No 6).
Kasmir. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Lia Roslina, J. Kuleh, dan Maryam Nadir. 2013. Pengaruh Rasio Profitabilitas
Terdaftar di BEI. (Jurnal Publikasi Ilmiah Universitas Mulawarman Vol 1, No 1.)
Lukman Syamsudin. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan (Konsep Aplikasi Dalam Perencanaan, Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan). Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Lukman Syamsuddin. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Ozlen, Serive. 2014. The Effect of Company Fundamentals on Stock Value. European Reseacher International Disciplinary Journal Vol.71 No.2.
Pandji Anoraga dan Piji Pakarti. 2001. Pengantar Pasar Modal Edisi Revisi. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Rangkuti, Freddy. 2010. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Rangkuti, Freddy. 2011. SWOT Balanced Scorecard. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Repetti, Toni dan Jungsun Kim. 2010. Analyzing the Reltionship Between Systematic Risk and Financial Variables in the Casino Industry. (UNLV Gaming Research & Review Journal,14(2)).
Ria Hermitasari dan Hadi Teguh Pramono. 2014. Pengaruh Debt To Equity Ratio, Return On Asset, dan Total Asset Turn Over terhadap Harga Saham pada Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011. Student’s Journal of Accounting and Banking Vol.3 No.1. Robert Lambey. 2014. Analisis Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga
Saham pada Bank di Bursa Efek Indonesia. (Journal Accountability Vol 3, No 1).
Sarwono Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suad Husnan. 2003. Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan (Keputusan Jangka Pendek Edisi keempat. Yogyakarta: BPFE.
Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : ALFABETA. Suliyanto. 2005. Metode Riset Bisnis. Bandung : Alfabeta.
90
BEI. (Jurnal Akuntansi Universitas Kristen Maranatha, Vol. 2 No. 1 Mei 2010 : 70-92).
Sunariyah. 2006. Pengetahuan Pasar Modal Edisi Kelima. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Supriyati. 2012. Metode Penelitian Komputerisasi Akuntansi. Bandung: LABKAT PRESS UNIKOM.
Sutrisno. 2001. Manajemen Keuangan Teori, Konsep, dan Aplikasi. Yogyakarta: Ekonisia.
Sutrisno. 2012. Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi (8th ed.). Yogyakarta: Ekonisia.
Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi Teori dan Manajemen Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi Edisi Pertama. Yogyakarta: Kanisius.
Taufik Hidayat. 2011. Buku Pintar Investasi, Reksadana, Saham, Stock Options, Valas Emas. Cetakan Kedua. Jakarta: Media Kita
Tony Wijaya. 2013. Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Umar Husein. 2011. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis Edisi 11. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Umi Narimawati. 2010. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Penerbit Genesis.
Ummu Sulaemah. 2015. Pengaruh Rasio Profitabilitas dan Rasio Aktivitas terhadap Harga Saham (Studi Empiris pada Perusahaan Industri Consumer Goods yang Terdaftar di BEI periode 2009-2013). (Jurnal online UMM (2006)).
Windhu Eko Prasetantyo. 2013. Pengaruh Profitabilitas terhadap Retun Saham. (Jurnal Online UPI (2013))
Sumber Internet :
http://www.idx.co.id
http://www.sahamok.co.id
http://www.seputarforex.com
http://bisnis.liputan6.com
http://detikfinance.com
http://kolom.kontan.co.id
12 BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS
2.1 Kajian Pustaka
2.1.1 Total Asset Turn Over (TATO)
2.1.1.1Pengertian Total Asset Turn Over (TATO)
Total Asset Turn Over (TATO) / perputaran total asset merupakan bagian dari rasio aktivitas. Rasio ini memperlihatkan seberapa efektif investasi yang dilakukan pada waktu pembuatan laporan keuangan, sehingga dapat diperkirakan apakah manajemen perusahaan mampu mengefektifkan modal yang ada sehingga nantinya dapat dibandingkan banyaknya penjualan yang terjadi tiap satuan asset yang dimiliki dengan menggunakan rasio ini. Berikut ini adalah pengertian Total Asset Turn Over (TATO) menurut para ahli.
Menurut Lukman Syamsuddin (2011:62), Total Asset Turnover adalah tingkat efisiensi penggunaan keseluruhan aktiva perusahaan didalam menghasilkan volume penjualan tertentu. Adapun pengertian Total Asset Turn Over (TATO) menurut Brigham dan Houston (2010:139), adalah rasio yang
Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa Total Asset Turnover (TATO) adalah bagian dari rasio aktivitas yang mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas seluruh aktiva yang digunakan perusahaan dalam meningkatkan penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva dengan membandingkan penjualan dengan total aset.
2.1.1.2Indikator Total Asset Turn Over (TATO)
Indikator untuk menghitung Total Asset Turn Over (TATO) disebutkan oleh beberapa pakar sebagai berikut :
1)
(J.P. Sitanggang, 2014:27) 2)
(Kasmir, 2012:186) 3)
(Brigham & Houston, 2010:150)
Berdasarkan indikator di atas maka pada penelitian ini indikator yang diambil adalah sebagai berikut :
14
2.1.1.3Faktor-faktor yang Mempengaruhi Total Asset Turn Over (TATO) Menurut Susan Irawati (2006:52), ada beberapa faktor yang mempengaruhi Total Asset Turnover (TATO) yaitu :
1)Sales (penjualan)
2)Total aktiva yang terdiri dari : a) Current Asset (harta lancar)
Cash (kas)
Marketable securities (surat berharga)
Account Receivable (piutang)
Inventories (persediaan)
b) Fixed Asset
Land & building (tanah dan bangunan)
Machine (mesin)
1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penjualan
Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan menurut Basu Swastha (2009:129) antara lain sebagai berikut:
1) Kondisi dan Kemampuan Penjual 2) Kondisi Pasar
3) Modal
Menurut pengertian diatas dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Kondisi dan Kemampuan Penjual
Kondisi dan kemampuan terdiri dari pemahaman atas beberapa masalah penting yang berkaitan dengan produk yang dijual, jumlah dan sifat dari tenaga penjual adalah:
a) Jenis dan karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan b) Harga produk atau jasa
c) Syarat penjualan, seperti: pembayaran, pengiriman 2) Kondisi Pasar
Pasar sebagai kelompok pembelian atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan dan dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya.
3) Modal
Modal atau dana sangat diperlukan dalam rangka untuk mengangkut barang dagangan ditempatkan atau untuk membesar usahanya.
4) Kondisi Organisasi Perusahaan
Pada perusahan yang besar, biasanya masalah penjual ini ditangani oleh bagian tersendiri, yaitu bagian penjualan yang dipegang oleh orang-orang yang ahli dibidang penjualan.
5) Faktor-faktor lain
16
mempengaruhi kegiatan penjualan, yaitu: kondisi dan kemampuan penjualan, kondisi pasar, modal, kondisi organisasi perusahaan, dan faktor-faktor lain.
2. Klasifikasi Aktiva
Menurut Arfan Ikhsan (2009:46) jenis-jenis aktiva adalah sebagai berikut: 1) Aktiva Lancar
2) Aktiva Tetap
Berdasarkan jenis-jenis aktiva diatas dapat diuraikan seperti berikut: 1) Aktiva Lancar
Aktiva lancar adalah aktiva yang diharapkan dapat dicairkan menjadi kas, dijual, atau dikonsumsi dalam jangka waktu 12 bulan atau dalam siklus operasi perusahaan yang normal jika lebih dari satu tahun. Elemen-elemen aktiva lancar:
a) Kas di Tangan b) Kas di Bank
c) Surat-surat Berharga d) Piutang Dagang e) Persediaan
f) Biaya Dibayar Dimuka 2) Aktiva Tetap
Elemen-elemen aktiva tetap: a) Tanah
b) Gedung c) Mesin
2.1.2 Return On Investment (ROI)
2.1.2.1Pengertian Return On Investment (ROI)
Return On Investment (ROI) merupakan ukuran atau indeks yang menunjukkan seberapa besar laba atau keuntungan yang didapat atas investasi yang telah ditanam pada perusahaan, atau dengan kata lain seberapa besar investasi yang telah ditanam dapat dikembalikan menjadi keuntungan atau laba. Berikut ini adalah pengertian Return On Investment (ROI) menurut para ahli.
18
Berdasarkan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa Return On Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil return atas jumlah aktiva
yang digunakan dalam perusahaan yang memperlihatkan sejauh mana investasi yang telah ditanamkan mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan dengan membandingkan laba setelah pajak dengan total asset.
2.1.2.2Indikator Retun On Investment (ROI)
Secara sistematis terdapat beberapa macam indikator untuk menghitung Return On Investment (ROI) yaitu :
1)
(Sutrisno, 2012:223) 2)
(Irham Fahmi, 2011:137) 3)
(Gitman, 2012:81)
Berdasarkan indikator di atas maka pada penelitian ini indikator Return On Investment (ROI) yang diambil adalah sebagai berikut :
2.1.2.3Faktor-faktor yang Mempengaruhi Return On Investment (ROI)
Menurut Sutrisno (2012:223) faktor-faktor yang mempengaruhi Return On Investment (ROI) adalah :
1) Laba Setelah Pajak 2) Total Aktiva
1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laba Setelah Pajak
Menurut Jumingan (2006:165) ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi laba bersih atau laba setelah pajak, yaitu :
1) Naik turunnya jumlah unit barang yang di jual dan harga jual per unit.
2) Naik turunnya harga pokok penjualan, perubahan harga pokok penjualan ini dipengaruhi oleh jumlah unit yang dibeli atau diproduksi atau dijual dari harga per unit atau harga pokok per unit.
3) Naik turunnya biaya usaha yang di pengaruhi oleh jumlah unit yang dijual, variabel jumlah unit yang dijual, variasi dalam tingkat harga dan operasi perusahaan.
4) Naik turunnya pos penghasilan atau biaya non operasional yang di pengaruhi oleh variasi jumlah unit yang dijual, variasi dalam tingkat harga dan kebijaksanaan dalam pemberian atau peneriamaan
5) Naik turun pajak perseroan yang di pengaruhi oleh besar kecilnya laba yang diperoleh atau tinggi rendahnya tarif pajak.
20
2. Klasifikasi Aktiva
Menurut Arfan Ikhsan (2009:46) jenis-jenis aktiva adalah sebagai berikut: 1) Aktiva Lancar
2) Aktiva Tetap
Berdasarkan jenis-jenis aktiva diatas dapat diuraikan seperti berikut: 1) Aktiva Lancar
Aktiva lancar adalah aktiva yang diharapkan dapat dicairkan menjadi kas, dijual, atau dikonsumsi dalam jangka waktu 12 bulan atau dalam siklus operasi perusahaan yang normal jika lebih dari satu tahun. Elemen-elemen aktiva lancar:
a) Kas di Tangan b) Kas di Bank
c) Surat-surat Berharga d) Piutang Dagang e) Persediaan
f) Biaya Dibayar Dimuka 2) Aktiva Tetap
Aktiva tetap merupakan aktiva bernilai besar yang digunakan untuk kegiatan perusahaan, bersifat tetap atau permanen dan tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal. Elemen-elemen aktiva tetap:
2.1.3 Harga Saham
2.1.3.1Pengertian Harga Saham
Salah satu hal yang harus menjadi fokus pertimbangan seorang investor adalah harga saham. Berikut ini merupakan definisi harga saham menurut para ahli. Menurut Jogiyanto (2010: 130), harga saham adalah harga suatu saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh mekanisme pasar berupa permintaan dan penawaran saham tersebut. Adapun menurut Nurmayanti (2010: 36), harga saham adalah harga pasar, yaitu harga jual dari investor yang satu ke investor yang lain. Berikutnya Sunariyah (2011:180) mengatakan bahwa, harga saham atau harga pasar saham merupakan harga saham yang ditentukan dan dibentuk oleh mekanisme pasar modal.
Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa harga saham merupakan harga suatu saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan dan dibentuk oleh mekanisme pasar modal berupa permintaan dan penawaran saham tersebut.
2.1.3.2Indikator Harga Saham
22
penilaian saham (Darmadji dan Fakhruddin, 2012:160). Analisis fundamental merupakan salah satu cara untuk melakukan penilaian saham dengan mempelajari atau mengamati berbagai indikator yang terkait dengan kondisi makro ekonomi dan kondisi industri suatu perusahaan (Darmadji dan Fakhruddin, 2012:149).
Berdasarkan indikator di atas maka pada penelitian ini indikator harga saham yang diambil adalah harga saham saat penutupan (closing price) (Agus Sartono dan Mulya).
2.1.3.3Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Saham
Menurut Bringham dan Houston (2004:24) harga saham perusahaan tergantung pada faktor-faktor berikut :
1) Proyeksi laba per saham (Earning Per Share) 2) Waktu diperolehnya laba
3) Tingkat resiko dan proyeksi laba
4) Proporsi utang perusahaan terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) 5) Kebijakan pembagian deviden (Dividend Payout Ratio)
Menurut Irham Fahmi (2012:50), secara umum harga saham akan mengikuti kecenderungan perkembangan kondisi keuangan, laba maupun deviden emiten.
Menurut Arifin (2001:116) faktor – faktor yang mempengaruhi harga saham adalah sebagai berikut :
3) Tingkat suku bunga 4) Valuta asing
5) Dana asing di bursa 6) Indeks harga saham 7) News dan rumors
2.2 Kerangka Pemikiran
2.2.1 Total Asset Turn Over (TATO) terhadap Harga Saham
24
Peningkatan jumlah permintaan terhadap saham perusahaan mendorong harga saham perusahaan naik.
Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Robert Lambey (2014) menyatakan bahwa Total Asset Turn Over (TATO) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Penelitian lainnya dilakukan oleh Ariya Kunti Dewanti (2015) menyatakan bahwa Total Asset Turn Over (TATO) mempengaruhi harga saham. Penelitian lainnya juga dilakukan oleh Kadek Stia Rani dan Ni Nyoman Ayu Diantini (2015) menyatakan bahwa Total Asset Turn Over (TATO) mempengaruhi harga saham secara positif dan signifikan. Lalu
penelitian yang dilakukan oleh Wicaksono (2013) menyatakan bahwa Total Asset Turn Over (TATO) berpengaruh positif terhadap harga saham. Kemudian Serive Ozlen (2014) menyatakan bahwa Total Asset Turn Over (TATO) memiliki pengaruh signifikan positif terhadap harga saham. Hermitasari dan Hadi (2014) juga menyatakan bahwa pengaruh Total Asset Turn Over (TATO) terhadap harga saham adalah signifikan positif.
Berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa Total Asset Turn Over (TATO) mempengaruhi harga saham.
2.2.2 Return On Investment (ROI) terhadap Harga Saham
Tandelilin (2010:34) mengatakan bahwa alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan atau sering disebut return. Return On Investment (ROI) merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara
yang tersedia didalam perusahaan (Lukman Syamsudin, 2004:63). ROI yang meningkat menandakan bahwa perusahaan mampu mengelola modal yang diinvestasikan investor dalam menghasilkan laba. Jika laba perusahaan tinggi maka tingkat pengembalian investasi (Return On Investment) perusahaan akan tinggi sehingga investor akan tertarik untuk membeli saham tersebut, sehingga harga saham tersebut akan mengalami kenaikan (Tandelilin, 2001:236). Secara umum harga saham akan mengikuti kecenderungan perkembangan kondisi keuangan, laba maupun deviden emiten (Irham Fahmi, 2012:50). Investor akan lebih menekankan pada kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan efisiensi operasinya. Demikian juga halnya dengan para calon pemegang saham yang menanamkan modalnya dalam bentuk saham biasa akan tertarik dengan profitabilitas. Tingkat profitabilitas yang baik akan membuat investor tertarik untuk membeli saham perusahaan tersebut (Panji Anoraga dan Piji Pakarti, 2001:109). Dengan banyaknya saham yang dibeli maka harga saham suatu perusahaan akan naik juga di pasar modal (Maryati, 2012).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prabandharu Adhe Kusuma dan Denies Priantinah (2012) menyatakan bahwa Return On Investment (ROI) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan oleh Lia Roslina, J. Kuleh, dan Maryam Nadir (2013) juga menyatakan bahwa Return On Investment (ROI) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian lainnya dilakukan oleh Fisiko Riski Saputra (2014) menyatakan bahwa Return On Investment (ROI) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Begitupun
26
bahwa Return On Investment (ROI) berpengaruh signifikan terhadap penutupan harga saham.
Berdasakan beberapa teori dan penelitian di atas dapat dikatakan bahwa Return On Investment (ROI) dapat mempengaruhi harga saham. Ketika nilai Return On Investment (ROI) naik maka harga saham perusahaan juga ikut naik.
Berdasarkan pernyataan tersebut, maka model kerangka konseptual yang digunakan dalam penelitian ini dapat digambarkan pada gambar 2.1 sebagai berikut :
Karl E. Case dan Ray C. Fair (2007:216) Toni Rapetti dan Jungsun Kim (2010)
Robert Lambey (2014), Ariya Kunti Dewanti (2015) Kadek Stia Rani dan Ni Nyoman Ayu Diantini (2015) Kurniasari (2011), Wicaksono (2013), Ozlen (2014) Hermitasari dan Hadi (2014)
Horne dan Wachowicz Jr. (2012:154)
Eduardus Tandelilin (2001 : 236), Irham Fahmi (2012:50) Prabandharu Adhe Kusuma dan Denies Priantinah (2012) Lia Roslina, J. Kuleh, dan Maryam Nadir (2013)
Fisiko Riski Saputra (2014), Yoga Pratama Putra (2014)
2.3 Hipotesis
Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
H1 : Total Asset Turn Over (TATO) berpengaruh terhadap Harga Saham.
28 BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian yang Digunakan
Metode penelitian merupakan tata cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan untuk menyelidiki suatu masalah tertentu dengan maksud mendapatkan informasi untuk digunakan sebagai solusi atau masalah tersebut. Menurut Sugiyono (2012:2) metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu dengan ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematis. Selanjutnya Supriati (2011:30) menyatakan bahwa metode penelitian dalah tata cara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu deskriptif dan verifikatif.
penelitian verifikatif digunakan untuk menguji kebenaran teori dan hipotesis yang telah dikemukakan oleh para ahli. Berdasarkan definisi tersebut maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif, karena ingin mendeskripsikan dan menguji tentang pengaruh Total Asset Turn Over (TATO) dan Return On Investment (ROI) terhadap Harga Saham.
Objek penelitian menjadi sangat penting dalam sebuah penelitian, hal ini berhubungan dengan judul penelitian dan data yang diperlukan (Danang Sunyoto, 2013: 19). Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitiannya adalah Total Asset Turn Over (TATO) dan Return On Investment (ROI (merupakan variabel bebas) dan harga saham (merupakan variabel terikat). Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Unit analisis dan unit obeservasi menjadi sangat penting dalam sebuah penelitian. Hal ini berhubungan dengan tempat penelitian dan bagian penelitian. Unit analisis dalam penelitian ini adalah Kantor BEI cabang Bandung, sedangkan untuk unit observasi dalam penelitian ini adalah bagian staf perpustakaan yang ada di Kantor BEI cabang Bandung.
3.2 Operasionalisasi Variabel
30
“Operasionalisasi variabel melakukan identifikasi variabel, ada berapa banyak variabel yang digunakan dalam penelitian yang direncanakan, menggunakan skala apa saja dalam setiap variabelnya dan termasuk melakukan pemisahan variabel mana yang akan dijadikan sebagai variabel tidak bebas dan variabel mana yang dijadikan sebagai variabel bebasnya, jika digunakan lebih dari satu variabel dalam sisi pengamatannya”.
Kemudian Suharsimi Arikunto (2013:164) menjelaskan bahwa pemecahan variabel menjadi sub-variabel disebut dengan kategorisasi, yaitu memecah variabel menjadi kategori-kategori data yang harus dikumpulkan oleh peneliti. Kategori-kategori yang tadi dijelaskan bisa diartikan sebagai indikator. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan tersebut, dapat dikatakan bahwa operasionalisasi variabel yaitu suatu cara untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi variabel menjadi sub-variabel yang bisa dijadikan sebagai indikator dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti.
Untuk menganalisis bagaimana pengaruh Total Asset Turn Over (TATO) dan Return On Investment (ROI) terhadap harga saham maka diperlukan operasionalisasi variabel dengan tujuan untuk memahami keterkaitan antara setiap variabel yang diteliti. Pada penelitian ini terdapat dua jenis variabel yang digunakan, yaitu:
1. Total Asset Turn Over (TATO) dan Return On Investment (ROI) sebagai variabel independent (bebas) dengan notasi X.
2. Harga saham sebagai variabel dependent (terikat) dengan notasi Y.
Tabel 3. 1
Operasionalisasi Variabel
No Variabel Konsep Variabel Indikator Skala
1. Total Asset Turnover
(TATO) (variabel X1)
Perputaran total asset (Assets Turnover atau Total Assets Turn Over–ATO atau TATO) yaitu rasio yang mengukur bagaimana seluruh aktiva yang dimiliki
Menurut J.P. Sitanggang (2014:27), rasio perputaran total aktiva dinyatakan dalam
decimal (kali), dapat diukur dengan rumus sebagai berikut :
Rasio keuntungan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan (Sutrisno, 2012:223).
Menurut Sutrisno (2012:223), besarnya ROI dapat dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut :
Rasio
3. Harga Saham (variabel Y)
“Harga saham atau harga
pasar saham merupakan harga saham yang ditentukan dan dibentuk oleh mekanisme pasar
modal” (Sunariyah,
2011:180)
Menurut Agus Sartono (2009:70), harga saham diukur oleh harga saham penutupan pada akhir periode laporan (closing price).
Rasio
3.3 Sumber Data
Sugiyono (2012:137) menyatakan bahwa sumber data dapat dibagi menjadi dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Menurut Andi Supangat (2010:2) data primer adalah data yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti, baik dari objek individual (responden) maupun dari suatu instansi yang mengolah data untuk keperluannya sendiri. Kemudian Tony Wijaya
Harga saham penutupan
32
(2013:19) menyatakan bahwa data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber yang menerbitkan dan bersifat siap dipakai. Data sekunder mampu memberikan informasi dalam pengambilan keputusan meskipun dapat diolah lebih lanjut.
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan data sekunder yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui media perantara. Data tersebut bersifat kuantitatif mengenai laporan keuangan tahunan pada perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di BEI periode tahun 2010-2014. Dengan menggunakan data sekunder peneliti memperoleh data atau informasi terkait Total Asset Turn Over (TATO), Return On Investment (ROI), dan harga saham. Informasi tersebut diperoleh dari Indonesia Stock Exchange (www.idx.co.id).
3.4 Populasi, Sampel, dan Tempat serta Waktu Penelitian 3.4.1 Populasi
Berdasarkan uraian di atas maka populasi yang digunakan peneliti adalah laporan keuangan Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 310 laporan keuangan (neraca dan laporan laba rugi) dari 62 perusahaan yang laporan keuangan tahunan nya dipublikasikan selama 5 periode yaitu dari tahun 2010-2014.
Tabel 3.2
Daftar Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Dijadikan Populasi
No. Kode Nama Perusahaan
1 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk. 2 SMBR Semen Baturaja (Persero) Tbk. 3 WTON Wijaya Karya Beton Tbk. 4 ARNA Arwana Citramulia Tbk.
5 IKAI Intikeramik Alamasri Industri Tbk. 6 KIAS Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. 7 MLIA Mulia Industrindo Tbk
8 TOTO Surya Toto Indonesia Tbk. 9 ALKA Alakasa Industrindo Tbk
10 ALMI Alumindo Light Metal Industry Tbk. 11 BAJA Saranacentral Bajatama Tbk.
12 BTON Betonjaya Manunggal Tbk. 13 CTBN Citra Tubindo Tbk.
14 GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk. 15 INAI Indal Aluminium Industry Tbk. 16 ISSP Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. 17 ITMA Sumber Energi Andalan Tbk.
18 JKSW Jakarta Kyoei Steel Works Tbk. 19 JPRS Jaya Pari Steel Tbk
20 KRAS Krakatau Steel (Persero) Tbk. 21 LION Lion Metal Works Tbk. 22 LMSH Lionmesh Prima Tbk. 23 MYRX Hanson International Tbk. 24 NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk. 25 PICO Pelangi Indah Canindo Tbk 26 TBMS Tembaga Mulia Semanan Tbk. 27 BRPT Barito Pacific Tbk.
34
32 INCI Intanwijaya Internasional Tbk 33 SOBI Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. 34 SRSN Indo Acidatama Tbk
35 TPIA Chandra Asri Petrochemical Tbk. 36 UNIC Unggul Indah Cahaya Tbk. 37 AKKU Alam Karya Unggul Tbk.
38 AKPI Argha Karya Prima Industry Tbk. 39 APLI Asiaplast Industries Tbk.
40 BRNA Berlina Tbk.
41 FPNI Lotte Chemical Titan Tbk. 42 IGAR Champion Pacific Indonesia Tbk. 43 IMPC Impack Pratama Industri Tbk. 44 IPOL Indopoly Swakarsa Industry Tbk. 45 SIAP Sekawan Intipratama Tbk
46 SIMA Siwani Makmur Tbk 47 TRST Trias Sentosa Tbk.
48 YPAS Yanaprima Hastapersada Tbk 49 CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk 50 JPFA Japfa Comfeed Indonesia Tbk. 51 MAIN Malindo Feedmill Tbk.
52 SIPD Sierad Produce Tbk. 53 SULI SLJ Global Tbk.
54 TIRT Tirta Mahakam Resources Tbk 55 ALDO Alkindo Naratama Tbk.
56 DAJK Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk. 57 FASW Fajar Surya Wisesa Tbk.
58 INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. 59 INRU Toba Pulp Lestari Tbk.
60 KBRI Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk. 61 SPMA Suparma Tbk.
62 TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Sumber: Bursa Efek Indonesia
3.4.2 Sampel
akan diolah dari jumlah populasi dilakukan dengan teknik pengambilan sampling yang tepat. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purpossive sampling. Adapun Sugiyono (2012: 85) menjelaskan bahwa purpossive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
Sampel yang diteliti oleh peneliti yaitu laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kima yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama kurun waktu 5 tahun dengan periode tahun 2010-2014 yaitu sebanyak 55 laporan keuangan (neraca dan laporan laba rugi) dari 11 perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kima. Kriterian untuk pengambilan sampel adalah sebagai berikut :
1) Perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kima yang tercatat sebagai emiten dan masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2010-2014.
2) Perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kima yang memiliki kelengkapan data laporan keuangan tahunan dari tahun 2010 sampai tahun 2014.
3) Perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kima yang telah diaudit dan memiliki opini Unqualified Opinion.
39 APLI Asiaplast Industries Tbk. √ × × × ×
Jumlah sample yang dianjurkan dalam suatu penelitian menurut Hair et al (2006:196), diungkapkan bahwa:
“In addition to its role in determining statistical power, sample size also affect the generalizability of the result by the ratio of observation to the independent variables. A general rule is that the ratio should be never fall below 1:15, meaning that five observations are made for each independent variable in the variate.”
38
3.4.3 Tempat dan Waktu Penelitian
Untuk memperoleh data dan informasi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, maka penulis mengadakan penelitian di Kantor BEI cabang Bandung yang berlokasi di Jln. Veteran No.10 Bandung, Jawa Barat Telp.022-4214349. Penulis juga memperoleh data dan informasi tambahan dari website BEI yaitu
http://www.idx.co.id.
Adapun waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada Januari 2016 sampai dengan Agustus 2016.
Tabel 3.4 Waktu Penelitian
No Deskripsi Kegiatan 2016
3.5 Metode Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2012: 62) teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1) Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi dilakukan dengan cara penyalinan dan pengarsipan data-data dari sumber-sumber yang tersedia yaitu data sekunder yang dapat diperoleh dari situs resmi perusahaan. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang tersedia dari laporan keuangan periode tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kima yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2) Studi Kepustakaan
40
3.6 Metode Pengujian Data 3.6.1 Analisis Kuantitatif
Sugiyono (2012: 31) menjelaskan bahwa analisis kuantitatif adalah sebagai berikut:
“Dalam penelitian kuantitatif analisis data menggunakan statistik. Statistik
yang digunakan dapat berupa statistik deskriptif dan inferensial/induktif. Statistik inferensial dapat berupa statistik parametris dan statistik nonparametris. Peneliti menggunakan statistik inferensial bila penelitian dilakukan pada sampel yang dilakukan secara random. Data hasil analisis selanjutnya disajikan dan diberikan pembahasan. Penyajian data dapat berupa tabel, tabel ditribusi frekuensi, grafik garis, grafik batang, piechart (diagram lingkaran), dan pictogram. Pembahasan hasil penelitian merupakan penjelasan yang mendalam dan interpretasi terhadap data-data
yang telah disajikan.”
Dalam hal ini penulis melakukan analisis pada data laporan keuangan yang terdapat pada perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kima yang terdaftar di BEI dengan periode tahun 2010-2014. Dari hasil analisis tersebut akan didapat hasil analisis Total Asset Turn Over (TATO) dan Return On Investment (ROI) beserta pengaruhnya terhadap harga saham.
3.6.1.1Uji Asumsi Klasik
(1) Uji Normalitas
Ghozali (2011:58) menjelaskan bahwa uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Nilai residual berdistribusi normal merupakan suatu kurva berbentuk lonceng yang kedua sisinya melebar sampai tidak terhingga. Distribusi data tidak normal, karena terdapat nilai ekstrem dalam data yang diambil (Suliyanto, 2005:63). Jadi cara untuk mengetahui normalitas residual adalah dengan melihat bentuk kurva loncengnya.
Menurut Husein Umar (2011:181) dasar pengambilan keputusan dengan menggunakan metode kolmogorov-smirnov bisa dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significance), yaitu:
1) Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah normal. 2) Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tidak berdistribusi secara normal.
(2) Uji Multikolinearitas
42
dikatakan bebas dari multikolinearitas apabila nilai VIF < 10, dan tolerance > 0,1 (10%). Sebagai dasar acuannya dapat disimpulkan:
1) Jika nilai tolerance > 10 persen dan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.
2) Jika nilai tolerance < 10 persen dan nilai VIF > 10, maka dapat disimpulkan bahwa ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.
(3) Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2011:65) uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang terdapat homokedastisitas atau tidak tejadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2011).
Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas maka dilakukan uji park gleyser. Pada uji park gleyser, jika variable independen signifikan secara
signifikansi (probabilitas) pada tingkat ketelitian 5%. Berikut ini adalah dasar analisisnya :
Jika sig >= 5% maka dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung
adanya heteroskedastisitas.
Jika sig <= 5% maka dapat disimpulkan model regresi mengandung
adanya heteroskedastisitas.
Cara lain untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dan residualnya (SRESID). Deteksi terhadap heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y dan sumbu X yang telah diprediksi, sumbu X adalah residual (Yprediksi – Y sesungguhnya) yang telah di-standardized. Dasar analisisnya adalah sebagai berikut:
Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu
yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik yang menyebar di atas atau di
bawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
(4) Uji Autokorelasi
44
pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 atau sebelumnya.
Untuk data cross section, akan diuji apakah terdapat hubungan yang kuat di antara data pertama dan kedua, data kedua dengan ke tiga dan seterusnya. Jika ya, telah terjadi autokorelasi. Hal ini akan menyebabkan informasi yang diberikan menjadi menyesatkan. Oleh karena itu, perlu tindakan agar tidak terjadi autokorelasi. Pada pengujian autokorelasi digunakan uji Durbin-Watson untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi pada model regresi dan berikut nilai Durbin Watson yang diperoleh melalui hasil estimasi model regresi. Cara untuk
mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan perhitungan nilain statistik Durbin-Watson. Kriteria uji: bandingkan nilai D-W dengan nilai d dari tabel Durbin-Watson:
1) Jika D-W < dL atau D-W > 4 – dL, kesimpulannya pada data terdapat autokorelasi.
2) Jika dU < D-W < 4 – dU, kesimpulannya pada data tidak terdapat autokorelasi.
3) Tidak ada kesimpulan jika dL ≤ D-W ≤dU atau 4 –dU ≤ D-W ≤ 4-dL.
Tabel 3.5 Uji Autokorelasi
Hipotesis Nol Keputusan Jika
Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d < dl Tidak ada autokorelasi positif No Decision dl ≤ d ≤ du Tidak ada autokorelasi negatif Tolak 4 – dl < d < 4 Tidak ada autokorelasi negatif No Decision 4 –du ≤ d ≤ 4 – dl Tidak ada autokorelasi positif atau negatif Tidak ditolak du < d < 4 – du Sumber : Imam Gozali (2011: 96)
3.6.1.2Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan peneliti dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana hubungan Total Asset Turn Over (TATO) dan Return On Investment (ROI) terhadap harga saham. Menurut Sugiyono (2012:261) bentuk persamaan dari regresi linier berganda ini adalah sebagai berikut:
Y = α + β1X1+ β2X2 + ε
Keterangan:
Y = Harga Saham
X1 = Total Asset Turn Over (TATO)
X2 = Return On Investment (ROI)
α = Konstanta Intersep
β1 = Koefisien regresi variabel Total Asset Turn Over (TATO)
β2 = Koefisien regresi variabel Return On Investment (ROI)
ε = Tingkat kesalahan (error term)
Arti koefisien β menunjukan hubungan searah antara variabel bebas
46
penurunan besarnya variabel terikat. Sedangkan jika nilai β negatif (-), menunjukan hubungan yang berlawanan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dengan kata lain, setiap peningkatan besarnya nilai variabel bebas akan diikuti oleh penurunan besarnya nilai variabel terikat dan sebaliknya. Selanjutnya untuk mengetahui apakah hubungan yang telah ada mempunyai kadar tertentu, maka harus melihat dua hal. Pertama, ada (dalam pengertian nyata atau berarti) atau tidak ada keterkaitan antara harga saham (Y) dan Total Asset Turn Over (TATO) (X ) dan harga saham (Y) dengan Return On Investment (ROI) (X ).
3.6.1.3Analisis Korelasi
Menurut Sugiyono (2012:149), analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi (hubungan) linier antara dua variabel. Korelasi juga tidak menunjukkan hubungan fungsional. Dengan kata lain, analisis korelasi tidak membedakan antara variabel dependen dengan variabel independen. Dalam analisis regresi, analisis korelasi yang digunakan juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen selain mengukur kekuatan asosiasi (hubungan).
Analisis korelasi adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui arah dan kuatnya hubungan antar variabel. Arah dinyatakan dalam positif dan negatif, sedangkan kuat atau lemahnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi. Nilai koefisien korelasi dapat dinyatakan -1 ≤ R ≤ 1 apabila:
Interprestasi dari nilai koefisien korelasi adalah sebagai berikut:
1) Jika r = -1 atau mendekati -1, maka hubungan antara kedua variabel kuat dan mempunyai hubungan yang berlawanan (jika variabel independen naik, maka variabel dependen turun, dan jika variabel independen turun, maka variabel dependen naik).
2) Jika r = +1 atau mendekati +1, maka terdapat hubungan yang kuat antara variabel independen dan variabel dependen dan hubungannya searah (jika variabel independen naik, maka variabel dependen naik, dan jika variabel independen turun, maka variabel dependen turun).
Tabel 3.6
Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
Sumber : Sugiono (2012: 250)
Untuk mencari koefisien korelasi antara variabel X1 dan Y serta Variabel
X2 dan Y, adalah sebagai berikut :
(a) Menghitung koefisien korelasi antara Total Asset Turn Over (TATO) (X1)
terhadap harga saham (Y), menggunakan rumus:
�
√
Sumber: Sugiyono (2012:274)
(b) Menghitung koefisien korelasi antara Return On Investment (ROI) (X2)
48
�
√
Sumber: Sugiyono (2012:274) Keterangan:
r = Koefisien korelasi ( -1≤ r ≥ +1), di mana : x = Variabel bebas
y = Variabel terikat
3.6.1.4Analisis Determinasi
Analisis Koefisiensi Determinasi (KD) digunakan untuk melihat seberapa besar variabel independen (X) berpengaruh terhadap variabel dependen (Y) yang dinyatakan dalam persentase. Besarnya koefisien determinasi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Kd = r2 × 100%
Sumber: Ridwan dan Sunarto (2007: 81) Keterangan:
Kd = Koefisien Determinasi r2 = Koefisien Korelasi
3.6.2 Pengujian Hipotesis
Menurut Sugiyono (2012:159) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Rancangan pengujian hipotesis ini dinilai dengan penetapan hipotesis nol dan hipotesis alternatif, penelitian uji statistik dan perhitungan nilai uji statistik, perhitungan hipotesis, penetapan tingkat signifikan dan penarikan kesimpulan. Hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan ada tidaknya korelasi dan pengaruh variabel independen X1 dan X2 secara signifikan terhadap variabel dependen (Y).
Hipotesis yang diuji dapat dirumuskan sebagai berikut:
3.6.2.1Pengujian Secara Parsial (Uji Statistik t)
Uji statistik t digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh signifikan secara parsial atau satu pihak dari masing-masing variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Hipotesis nol (H0) tidak terdapat pengaruh yang signifikan
dan Hipotesis alternatif (H1) menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara
variabel independen dan variabel dependen, maka pengujian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
50
H0: β = 0 : Total Asset Turn Over (TATO) berpengaruh tidak
signifikan terhadap harga saham.
H1: β ≠ 0 : Total Asset Turn Over (TATO) berpengaruh signifikan
terhadap harga saham.
H0: β = 0 : Return On Investment (ROI) berpengaruh tidak signifikan
terhadap nilai harga saham.
H1: β ≠ 0 : Return On Investment (ROI) berpengaruh signifikan
terhadap nilai harga saham.
(b) Ditentukan dengan 5% dari derajat bebas (dk) = n – k – l, untuk menentukan ttabel sebagai batas daerah penerimaan dan penolakan
hipotesis. Tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05 atau 5% karena dinilai cukup untuk mewakili hubungan variabel – variabel yang diteliti dan merupakan tingkat signifikasi yang umum digunakan dalam statu penelitian.
Menghitung nilai thitung dan membandingkannya dengan ttabel. Adapun nilai
thitung, dapat dicari dengan persamaan sebagai berikut:
Sumber: Sugiyono (2012:230) Keterangan:
t = Nilai uji t
r = Koefisien korelasi n = Jumlah sampel
�ℎ� �� � � −
3.6.2.2Menggambar Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis
Penggambaran daerah penerimaan atau penolakan hipotesis beserta kriteria akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Hasil thitung dibandingkan dengan ttabel dengan kriteria:
(a) Jika thitung ≥ ttabel maka H0 ada di daerah penolakan, hal ini diartikan
Ha diterima dan artinya antara variabel X dan variabel Y memiliki pengaruh.
(b) Jika thitung≤ ttabel maka H0 ada di daerah penerimaan, hal ini diartikan
Ha ditolak dan artinya antara variabel X dan variabel Y tidak memiliki pengaruh.
(c) thitung dicari dengan rumus perhitungan thitung.
(d) ttabeldicari didalam tabel distribusi tstudent dengan ketentuan α = 0,05
dan dk = (n – k – 1) atau 24 – 2 – 1 = 21.
Gambar 3.1
52
3.6.2.3Penarikan Kesimpulan
Berdasarkan gambar di atas, daerah yang diarsir merupakan daerah penolakan H0, dan berlaku sebaliknya. Jika thitung jatuh di daerah penolakan
(penerimaan), maka H0 ditolak (diterima) dan Ha diterima (ditolak). Artinya