• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi iradiasi sinar gamma pada kultur kalus nodular manggis untuk meningkatkan keragaman genetik dan morfologi regeneran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi iradiasi sinar gamma pada kultur kalus nodular manggis untuk meningkatkan keragaman genetik dan morfologi regeneran"

Copied!
345
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 3. Perbandingan siklus hidup tanaman normal (A); apomiksis gametofit (B);
Tabel 2. Berbagai dosis dan mutagen yang digunakan pada beberapa tanaman    tahunan atau yang diperbanyak secara vegetatif
Tabel 3.  Varietas/klon komersial tanaman buah-buahan yang dihasilkan mutasi dan   karaketer yang diperbaiki
Gambar 7.  Bahan tanaman untuk organogenesis langsung.  Bibit manggis (A),
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada studi 2 dilakukan 2 percobaan, yaitu : percobaan (4) Respons klon tebu terhadap iradiasi sinar gamma, dan percobaan (5) Regenerasi tunas tebu dari kalus yang diiradiasi

Percobaan ini telah dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari perbanyakan kalus embriogenik, iradiasi sinar gamma pada kalus, pendewasaan embrio somatik, perkecambahan

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari iradiasi sinar gamma terhadap variasi genetik tanaman krisan dalam kultur in vitro , untuk mengetahui dosis sinar gamma

Iradiasi sinar gamma berpengaruh nyata terha- dap diameter kalus, bobot segar kalus, dan bobot ke- ring kalus pada umur 60 dan 90 hari setelah iradiasi, sedangkan volume kalus

Dari penelitian diharapkan bahwa kombinasi dengan iradiasi sinar gamma dengan kultur in-vitro dapat merubah sifat genetik tanaman mawar mini yang diekspresikan pada perubahan

Iradiasi dapat menyebabkan terjadinya mutasi (Poespodarsono, 1988). Iradiasi sinar gamma adalah salah satu contoh induksi mutasi fisik yang sering dilakukan, namun keragaman

Aplikasi iradiasi sinar gamma dosis rendah pada kalus embriogenik varietas Dewata yang dilanjutkan dengan seleksi in vitro ketahanan terhadap suhu tinggi

Teknik iradiasi sinar gamma banyak dimanfaatkan untuk menginduksi mutasi pada biji dan beberapa bahan tanam lainnya seperti stek, polen, atau kalus kultur jaringan, dan merupakan metode