• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Mug & Kaos Sebagai Sarana promosi Di Museum Pos Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Mug & Kaos Sebagai Sarana promosi Di Museum Pos Indonesia"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Kerja Praktek

PERANCANGAN MUG & KAOS SEBAGAI

SARANA PROMOSI DI MUSEUM

POS INDONESIA

DK 36502 KERJA PRAKTEK

Oleh :

Dika Adhityawan Sakti

51907062

Desain Komunikasi Visual

Dosen Pembimbing :

Wantoro, S.Ds

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur Praktikan panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa yang

telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga Praktikan dapat menyelesaikan

penulisan laporan kerja praktek ini. Maksud dan tujuan dari penulisan laporan

ini adalah untuk melengkapi dan memenuhi syarat tugas mata kuliah Kerja

Praktek pada jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Komputer

Indonesia.

Dalam laporan ini Praktikan membuat judul perancangan berbagai

macam aplikasi sebagai sarana promosi pada museum PT. Pos Indonesia.

Praktikan membuat judul seperti diatas karena museum PT. Pos Indonesia

membutuhkan sarana promosi agar menarik minat masyarakat untuk kembali

memilih PT. Pos sebagai sarana pengiriman barang. Praktikan diberikan

berbagai tugas untuk membuat berbagai macam aplikasi yang dapat

digunakan sebagai sarana promosi.

Praktikan berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya

untuk Praktikan sendiri dan juga umumnya untuk orang lain. Seperti kata

sebuah pepatah ”Tak Ada Gading Yang Tak Retak”, Praktikan tahu bahwa penulisan ini masih jauh dari kata sempurna. Karena itu dimohon saran dan

kritiknya dan apabila ada kesalahan kata mohon dimaafkan.

Bandung, Juni 2011

(4)

UNIKOM BANDUNG

2011

Jurusan Desain Komunikasi Visual

Program Studi Desain Komunikasi Visual

Kerja Praktek Program Strata Satu (S1)

Tahun2011

PERANCANGAN MUG & KAOS SEBAGAI SARANA PROMOSI

DI MUSEUM POS INDONESIA

DIKA ADHITTAWAN SAKTI 51907062

Abstrak

Praktek kerja lapangan merupakan suatu kewajiban bagi mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual strata satu (SI).

Tujuan dan manfaat kerja praktek yang telah dilaksanakan adalah untuk merancang media iklan Museum Pos Indonesia. Dengan demikian dapat

mengetahui dan sedikit merasakan langsung terhadap dunia kerja yang

sesungguhnya.

Metode yang digunakan oleh penulis dalam melakukan penelitian penelitian meliputi studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan meliputi

wawancara dan pengamatan. Studi pustaka dilakukan dengan penelitian

kepustakaan yang relevan dengan masalah yang dihadapi penulis.

Hasil yang dicapai dari hasil kerja praktek lapangan ini yaitu mengetahui lebih dalam mengenai dunia kerja yang sesungguhnya serta memberikan

(5)

Kesimpulan yang didapat yaitu Museum Pos Indonesia memerlukan suatu media iklan yang efektif untuk mempromosikan PT. POS INDONESIA kepada

masyarakat karena Museum Pos Indonesia sangat bermanfaat untuk ilmu

(6)

UNIKOM BANDUNG

2011

Department of Visual Communication Design

Studies Visual Communication Design Program

Job Training Program Strata One (S1)

2011

MUG & T SHIRT DESIGN AS A TOOL FOR PROMOTION IN THE

MUSEUM POS OF INDONESIA

DIKA ADHITYAWAN SAKTI 51907062

Abstract

Practice field work is an obligation for students majoring in Visual Communication Design degree (SI).

The purpose and benefits of practical work that has been implemented is to design the advertising for Museum Pos of Indonesia. Thus, it can know and feel the impact on the real working world.

The method used by the author in conducting research studies include field studies and literature study. Field studies include interviews and observations. Literature study conducted by research literature relevant to the problems faced by the author.

The result of the work practices of this field is ti know more about the real world of work and to provide a good experience, especially regarding the design of advertising media design.

(7)

DAFTAR ISI

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek……… 2

BAB II TINJAUAN UMUM MUSEUM POS INDONESIA………….…..…. 4

2.1 Sejarah Museum Pos Indonesia……….……….……. 4

2.2 Profil Museum Pos Indonesia……… 5

2.2.1 Visi & Misi PT. Pos Indonesia……… 5

2.2.2 Komitmen PT. Pos Indonesia………. 7

2.2.3 Struktur Organisasi Tingkat Pusat PT. Pos Indonesia 8

2.2.4 Bentuk Badan Hukum PT. Pos Indonesia……… 9

BAB III LAPORAN KERJA PRAKTEK……… 10

3.1 Peranan Praktikan Dalam Perusahaan……… 10

3.2 Pekerjaan Praktikan Selama Kerja Praktek di Perusahaan…. 10 3.3 Metode Kerja Praktek………. 11

3.4 Perancangan Ilustrasi Sarana Promosi...………. 12

3.4.1 Perancangan Mug………….……….... 12

3.4.1.1 Konsep Perancangan………... 12

3.4.1.2 Teknis Perancangan………. 13

3.4.2 Perancangan Kaos……… 16

3.4.2.1 Konsep Perancangan……….. 16

3.4.2.2 Teknis Perancangan……… 17

(8)

DAFTAR PUSTAKA……….. 21

LAMPIRAN………. 22

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kerja Praktek

Mata kuliah kerja praktek adalah salah satu mata kuliah wajib yang

harus diikuti oleh seluruh mahasiswa/i Desain Komunikasi Visual (DKV)

UNIKOM. Karena mata kuliah ini adalah salah satu syarat untuk bisa

mengambil mata kuliah tugas akhir. Mata kuliah dapat diambil pada

semester ganjil dan genap.

Ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi apabila ingin lulus dari

mata kuliah ini. Syarat yang diwajibkan terhadap mahasiswa/i adalah

mahasiswa/i telah melakukan perwalian dan memasukan mata kuliah

kerja praktek saat perwalian dan telah menyelesaikan mata kuliah Studio

Desain Komunikasi Visual 3 (tiga). Syarat bagi perusahaan adalah

perusahaan telah memiliki badan hukum baik PT maupun CV dan telah

beroperasi minimal dua tahun. Syarat kelulusannya adalah membuat

laporan Kerja praktek yang telah mendapat bimbingan dan pengesahan

dari pimpinan tempat kerja praktek, pembimbing kerja praktek, dan

koordinator kerja praktek, masuk kerja di perusahaan tempat kerja praktek

minimal 1 bulan dan maksimal 3 bulan.

Isi dari laporan kerja pratek menjelaskan tentang pekerjaan yang

telah dilakukan oleh mahasiswa/i di tempat kerja praktek. Laporannya

berisi tentang salah satu tugas yang menjadi garis besar pekerjaan yang

dikerjakan di tempat kerja praktek tersebut. Proses penulisan laporan

kerja praktek akan dibimbing oleh dosen pembimbing yang telah ditunjuk

dan mahasiswa/i akan melakukan asistensi secara terus-menerus hingga

laporan kerja praktek selesai. Jika laporan telah selesai maka laporan

harus mendapatkan pengesahan dari pimpinan perusahaan tempat kerja

(10)

Praktikan melakukan kerja praktek di sebuah perusahaan yang

bergerak dibidang pengiriman barang yang membutuhkan desainer untuk

mempromosikan jasa pengiriman. Perusahaan tersebut bernama Museum

Pos Indonesia yang berada di bawah naungan PT. Pos Indonesia dan

Praktikan sendiri ditempatkan pada bagian desain.

1.2 Tujuan Kerja Praktek

Tujuan dari kerja praktek adalah untuk memenuhi kewajiban

melaksanakan mata kuliah Kerja Praktek yaitu memenuhi persyaratan

kurikulum yang ada di perguruan tinggi. Mencari dan mengolah data

sebagai bahan yang Praktikan perlukan dalam penulisan Kerja Praktek ini.

Menambah pengetahuan dan pengalaman dibidang desain dalam

penerapannya di lapangan. Mempersiapkan dan mengondisikan diri

sebagai seorang pekerja yang nantinya bisa diharapkan bisa

melaksanakan tugas dengan baik apabila telah terjun dalam dunia kerja.

Mencoba mengukur seberapa jauh kemampuan Praktikan dalam

menerapkan aplikasi yang telah diajarkan dalam perkuliahan.

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek

Praktikan mendapatkan tempat kerja praktek melalui pencarian

informasi kepada teman seangkatan, teman angkatan diatas Praktikan,

internet, dan survey langsung ke tempat yang mungkin bisa menerima

kerja praktek. Akhirnya Praktikan mendapatkan tempat kerja praktek

melalui teman seangkatan dan mencarinya lewat survey langsung ke

Museum Pos Indonesia di jl. Cilaki 73 Bandung 40115.

Praktikan mengajukan permohonan untuk dapat melakukan kerja

praktek disana. Proses pengajuannya cukup singkat yaitu diawali dengan

obrolan singkat dengan bapak H. Rachman selaku manajer dokumen dan

museum tentang syarat perusahaan yang bisa menjadi tempat kerja

praktek. Proses awal mulai dari penyerahan surat pengantar dari kampus,

(11)

sampai menyelesaikan laporan kerja praktek dapat dilihat pada bagan

dibawah ini :

(12)

BAB II

TINJAUAN UMUM MUSEUM POS INDONESIA

2.1 Sejarah Museum Pos Indonesia

Keberadaan Museum Pos Indonesia yang berlokasi tidak jauh dari

Gedung Sate, tidak terlepas dari perjalanan sejarah Perusahaan Pos di

Indonesia. Museum ini hadir sejak zaman Hindia Belanda, tepatnya pada

tahun 1933 dengan nama Museum PTT (Pos Telegrap dan Telepon) dan

menempati bagian sayap kanan bawah gedung kantor PTT . Bangunan

museum ini dibangun pada tanggal 27 Juli 1920 dengan luas bangunan

706 m2 dan dirancang oleh arsitek Ir. J. Berger dan Leutdsgebouwdienst

dengan gaya arsitektur Italia masa Renaissance sebagai sebuah tempat

yang mengoleksi perangko-perangko dari berbagai negara.

Meletusnya Perang Dunia II pada akhir tahun 1941, pendudukan

Jepang, dan pergerakan revolusi menyebabkan Museum PTT tidak

terperhatikan; bahkan keberadaannya pun nyaris terlupakan.

Untuk dapat menjalankan fungsinya kembali sebagaimana

layaknya sebuah museum, pada tahun 1980 Direksi Perum Pos dan Giro

membentuk suatu kepanitiaan untuk menghidupkan kembali keberadaan

Museum PTT. Maka, bertepatan dengan hari bakti Postel ke-38, pada

tanggal 27 September 1983, Museum ini dibuka secara resmi oleh menteri

Pariwisata dan Telekomunikasi, Achmad Tahir dan diberi nama Museum

Pos dan Giro.

Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Perum Pos dan Giro,

Museum Pos dan Giro mengoleksi sejumlah benda yang memiliki nilai

sejarah dalam perjalanan Perusahaan Pos Indonesia sejak masa Hindia

Belanda, masa pendudukan Jepang, masa kemerdekaan, hingga

sekarang ini, baik dalam bentuk foto, maket, lukisan, katalog, dan

(13)

Sejalan dengan perjalanan dan perkembangan perusahaan pos,

terhitung tanggal 20 Juni 1995 nama dan status perusahaan berubah dari

Perusahaan Umum Pos dan Giro menjadi PT. Pos Indonesia (persero),

maka nama Museum Pos dan Giro pun berubah menjadi Museum Pos

Indonesia. Peran dan fungsi yang dijalankan oleh Museum Pos Indonesia

selanjutnya adalah disamping sebagai tempat koleksi, juga mencakup

fungsi sarana penelitian, pendidikan, dokumentasi, layanan informasi,

serta sebagai objek wisata khusus.

2.2 Profil Museum Pos Indonesia

Berikut adalah profil perusahaan dimana Praktikan melaksanakan

kerja praktek :

Bidang Perusahaan : Jasa pengiriman barang dan museum

Bentuk Badan Hukum : Perseroan Terbatas (PT)

2.2.1 Visi & Misi PT. Pos Indonesia a. Visi

Pos Indonesia senantiasa berupaya untuk menjadi penyedia

sarana komunikasi kelas dunia, yang peduli terhadap lingkungan,

dikelola oleh Sumber Daya Manusia yang profesional sehingga

mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat serta tumbuh

(14)

b. Misi

1. Menyediakan sarana komunikasi yang andal dan terpercaya bagi masyarakat dan pemerintah guna menunjang pembangunan

nasional serta memperkuat kesatuan dan keutuhan bangsa dan

negara.

2. Mengembangkan usaha yang bertumpu pada peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi

tepat guna untuk mencapai kepuasan pelanggan serta memberikan

nilai tambah yang optimum bagi karyawan, pemegang saham,

masyarakat, dan mitra kerja.

c. Misi Sosial PT. Pos Indonesia

Sebagai agen pembangunan, PT. Pos Indonesia

mengemban misi sosial yang sudah lama dirasakan manfaatnya

oleh masyarakat luas, karena ditunjang oleh adanya jaringan

pelayanan pos yang mencapai daerah-daerah terpencil di seluruh

tanah air. Dengan demikian pos menjadi pelopor dalam membuka

keterisolasian daerah baik di bidang komunikasi maupun distribusi

barang dan jasa.

Sebagian kecil pelayanan tersebut adalah :

- Perluasan jangkauan pelayanan pos hingga mencapai daerah pedesaan dan daerah-daerah terpencil dengan menyediakan

berbagai layanan pos guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

- Penyaluran dana bagi Sarjana Pendamping Purna Waktu (SP2W) dalam rangka Program Inpres Daerah Tertinggal (IDT).

- Penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) untuk para transmigran di berbagai lokasi transmigrasi.

- Penyelenggaraan Tabungan Keluarga sejahtera (Takesra) dan Kredit Usaha Keluarga Sejahtera (Kukesra) dalam rangka program

(15)

2.2.2 Komitmen PT. Pos Indonesia

Memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa pos

merupakan komitmen PT. Pos Indonesia. Untuk mewujudkan hal

tersebut, PT. Pos Indonesia telah menetapkan prioritas

operasional yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas

sumber daya melalui beberapa program kerja.

 Modernisasi proses produksi dan administrasi. Integrasi jaringan telekomunikasi dalam peningkatan mutu dan ragam layanan

 Intensifikasi penggarapan layanan keuangan sebagai salah satu usaha andalan (prime business)

Pembinaan Sumber Daya Manusia yang profesional dan trampil

(16)

2.2.3 Struktur Organisasi Tingkat Pusat PT. Pos Indonesia (Persero)

Berikut adalah Struktur Organisasi Tingkat Pusat PT. Pos

Indonesia (Persero):

Gambar II.1 Bagan Struktur Organisasi Museum Pos Indonesia

Dalam struktur organisasi Museum Pos berada di bawah

Direktorat Perencanaan, Teknik dan Sarana. Tepatnya di bagian

(17)

2.2.4 Bentuk Badan Hukum PT. Pos Indonesia

Bentuk badan hukum perusahaan ini adalah PT ( Perseroan

Terbatas).

Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze

Vennootschaap (NV), adalah suatu persekutuan untuk

menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham -

saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang

dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat

diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat

dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

Setelah mendapat pengesahan, dahulu sebelum adanya UU

mengenai Perseroan Terbatas (UU No. 1 tahun 1995) Perseroan

Terbatas harus didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat, tetapi

setelah berlakunya UU NO. 1 tahun 1995 tersebut, maka akta

pendirian tersebut harus didaftarkan ke Kantor Pendaftaran

Perusahaan (sesuai UU Wajib Daftar Perusahaan tahun 1982)

(dengan kata lain tidak perlu lagi didaftarkan ke Pengadilan negeri,

dan perkembangan tetapi selanjutnya sesuai UU No. 40 tahun

2007, kewajiban pendaftaran di Kantor Pendaftaran Perusahaan

tersebut ditiadakan juga. Sedangkan tahapan pengumuman dalam

Berita Negara Republik Indonesia ( BNRI ) tetap berlaku, hanya

yang pada saat UU No. 1 tahun 1995 berlaku pengumuman

tersebut merupakan kewajiban Direksi PT yang bersangkutan tetapi

sesuai dengan UU NO. 40 tahun 2007 diubah menjadi merupakan

(18)

BAB III

LAPORAN KERJA PRAKTEK

3.1 Peranan Praktikan Dalam Perusahaan

Selama Praktikan melakukan kerja praktek, Praktikan ditempatkan

pada bagian desain grafis dan ilustrasi sebagai desainer. Bagian yang

bertugas untuk membuat ilustrasi-ilustrasi benda, suasana serta membuat

grafis untuk diterapkan di media tertentu misalnya grafis untuk kaos, dan

sebagainya. Selama di bagian itu Praktikan mendesain beberapa ilustrasi

dan grafis.

Eksekusi akhir pada pekerjaan Praktikan ialah menggunakan

software Corel Draw X4 yang Praktikan kuasai.

3.2 Pekerjaan Praktikan Selama Kerja Praktek di Perusahaan

Selama kerja praktek di Museum Pos Indonesia, Praktikan

mengerjakan banyak tugas yang garis besarnya adalah membuat desain

untuk keperluan sarana promosi. Pada proses kerja, Praktikan diberikan

kebebasan dalam mendesain berbagai sarana promosi yang diberikan

oleh pembimbing lapangan. Oleh pembimbing lapangan, Praktikan

diberikan tugas untuk mendesain sarana promosi dengan menggunakan

software yang paling Praktikan kuasai. Dalam hal ini karena Praktikan menguasai software Corel Draw X4, jadi Praktikan menggunakan software

tersebut untuk mendesain.

Selain mengerjakan tugas di tempat kerja, terkadang Praktikan juga

diberikan pekerjaan untuk dikerjakan di rumah. Itu dilakukan apabila

Praktikan tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya di tempat kerja apabila

waktu yang tidak memungkinkan. Apabila semua tugas yang diberikan

(19)

terakhir harus dilakukan adalah membuatnya menjadi manual book untuk diserahkan kepada pembimbing Praktikan.

3.3 Metode Kerja Praktek

Metode yang dilakukan di tempat kerja biasanya adalah

pembimbing memberikan sebuah tugas kepada desainer lalu desainnya

akan direvisi hingga mendapatkan desain yang pas dan dijadikan hasil

akhir. Pembimbing Praktikan adalah manajer dokumen dan museum dari

perusahaan yaitu Pak H. Rachmat. Tugasnya biasanya diberikan

langsung dengan berdiskusi dengan Praktikan untuk membahas apa yang

akan dibuat sebagai sarana promosi. Waktu kerjanya sangat fleksibel

karena menyesuaikan dengan jadwal kuliah dan bila pekerjaan Praktikan

belum selesai maka Praktikan dapat mengerjakannya di rumah. Berikut ini

adalah bagan metode kerja prakteknya:

(20)

3.4 Perancangan Ilustrasi Sarana Promosi

Praktikan mengerjakan ilustrasi benda yang dapat digunakan

sebagai sarana promosi. Barang-barang yang Praktikan ilustrasikan

adalah barang yang biasa digunakan oleh suatu perusahaan untuk

mempromosikan perusahaan mereka. Produksinya sendiri akan

diserahkan kepada perusahaan, jadi Praktikan hanya bersifat sebagai

desainer, tentang akan diproduksi atau tidaknya adalah sepenuhnya

keputusan perusahaan. Proyek yang dikerjakan ini merupakan proyek

barang-barang promosi. Diantaranya adalah mug dan kaos yang

Praktikan jadikan fokus dalam bahasan laporan ini.

3.4.1 Perancangan Mug

Perancangan pertama yang Praktikan kerjakan di Corel Draw

X4 adalah mug. Praktikan merancang desain mug karena permintaan

dari pembimbing lapangan. Menurut pembimbing dan Praktikan

sendiri, mug memang sarana yang cukup bagus untuk dijadikan

sebagai sarana promosi.

3.4.1.1 Konsep Perancangan

Konsep dari perancangan mug yang Praktikan kerjakan

sebetulnya simple saja. Yaitu berkonsep dari ciri khas PT. Pos

Indonesia itu sendiri dan anak – anak. Itu semua bisa dilihat

dari warna dasar pada mug itu sendiri yang berwarna oranye

dan terdapat gambar dari lambang PT. Pos Indonesia dan

adanya gambar kartun dari pak pos yang bergaya sangat anak

– anak.

Praktikan mengambil konsep itu karena pada umumnya

tempat seperti museum adalah tempat yang sering dikunjungi

anak – anak sebagai sarana pengetahuan dan pendidikan.

Sedangkan aplikasi mug-nya sendiri adalah pembimbing

(21)

3.4.1.2 Teknis Perancangan

Tugas ini adalah tugas yang diberikan untuk mengukur

keahlian Praktikan dalam menggunakan Corel Draw X4. Pada

tugas ini Praktikan menggunakan berbagai tool yang Praktikan kuasai dan butuhkan pada software Corel Draw X4.

Pada awalnya Praktikan dan pembimbing

mendiskusikan tentang aplikasi apa yang akan diterapkan

untuk sarana promosi. Setelah ditentukan bahwa mug yang

akan diterapkan, barulah Praktikan mengerjakannya di Corel

Draw X4. Setelah selesai, Praktikan langsung melakukan

proses asistensi kepada pembimbing Praktikan.

Pengerjaannya sendiri diawali dengan membuat bentuk

mug. Setelah menjadi gambar mug, barulah Praktikan

mewarnai gambar mug tersebut dan melanjutkan pembuatan

ilustrasi lainnya, yaitu adalah membuat ilustrasi untuk

(22)

In His Hands

aAbBcCdDeEfFgGhHiIjJkKlLmMnNoO

pPqQrRsStTuUvVwWxXyYzZ 0123456789

Copyright © 2011 Museum Pos Indonesia Gambar III.1 Data Mentah Untuk Membuat Mug

(23)

Copyright © 2011 Museum Pos Indonesia Gambar III.3 Tata Letak Gambar

Copyright © 2011 Museum Pos Indonesia Gambar III.4 Hasil Akhir

(24)

Selanjutnya perancangan yang Praktikan buat adalah

perancangan kaos untuk sarana promosi. Perancangan kaos ini

Praktikan sendiri yang mengajukan kepada pembimbing. Kaos ini bisa

dipakai untuk dresscode apabila ada kegiatan study tour ke Museum Pos Indonesia.

3.4.2.1 Konsep Perancangan

Konsep perancangan dari kaos ini juga leebih

mementingkan unsur dari PT. Pos Indonesia. Dengan

mengutamakan warna oranye sebagai warna utamanya.

Untuk kaos, Praktikan menggunakan desain yang lebih

sederhana. Tidak terlalu banyak gambar yang Praktikan

masukkan. Jadi desain kaos ini bisa dipergunakan untuk

berbagai macam umur.

Selain warna oranye, Praktikan juga membuat kaos

dengan warna putih. Tetapi tetap mengesankan PT. Pos

Indonesia. Sehingga memiliki aternatif apabila diproduksi

(25)

aAbBcCdDeEfFgGhHiIjJkKlLmMnNoO

pPqQrRsStTuUvVwWxXyYzZ 0123456789

3.4.2.2 Teknis Perancangan

Sama seperti pada perancangan mug. Praktikan

mendiskusikan terlebih dahulu pada pembimbing apa yang

akan dibuat. Setelah kaos disepakati, barulah Praktikan

memulai perancangan di software Corel Draw X4.

Pada proses pembuatan, pertama Praktikan membuat

pola baju. Setelah selesai, Praktikan melakukan

pengetrace-an logo PT. Pos Indonesia. Praktikpengetrace-an juga membuat logo dari

slogan yang Praktikan gunakan. Setelah semua selesai,

barulah Praktikan mulai melakukan tata letak gambar pada

pola baju yang Praktikan buat. Tidak lupa juga untuk asistensi

pada pembimbing.

(26)

Copyright © 2011 Museum Pos Indonesia Gambar III.6 Pembuatan Logo

(27)
(28)

BAB IV

KESIMPULAN

Mata kuliah kerja praktek adalah salah satu mata kuliah yang wajib

diikuti oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Komputer

Indonesia. Mata kuliah ini mewajibkan beberapa syarat yang harus

dipenuhi jika ingin lulus dari mata kuliah ini. Praktikan mendapatkan

tempat kerja praktek melalui pencarian informasi kepada teman

seangkatan, angkatan atas, internet, dan survey langsung ke tempat yang

mungkin bisa menerima kerja praktek. Selama Praktikan melakukan kerja

praktek, Praktikan ditempatkan pada bagian desain grafis dan ilustrasi

sebagai desainer. Bagian yang bertugas untuk membuat ilustrasi-ilustrasi

benda, suasana serta membuat grafis untuk diterapkan di media tertentu

misalnya grafis untuk kaos, dan sebagainya. Selama di bagian itu

Praktikan mendesain beberapa ilustrasi dan grafis untuk sarana promosi.

Dari pengalaman yang Praktikan rasakan dilapangan Praktikan

merasakan bahwa Praktikan masih harus banyak dan masih harus

memperdalam kemampuan.

Laporan Kerja pratek menjelaskan tentang pekerjaan yang telah

dilakukan oleh mahasiswa di tempat kerja praktek. Laporannya berisi

laporan salah satu tugas yang menjadi garis besar pekerjaan yang

diterima. Bersumber dari pekerjaan yang dikerjakan di tempat kerja

praktek tersebut, Praktikan menuliskan proyek yang Praktikan kerjakan

(29)

DAFTAR PUSTAKA

Buku

-

Rustan, Surianto. (2009). LAYOUT, Dasar & Penerapannya. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

-

Hendratman, Hendi. (2008). Tips n Trix Computer Graphics Design.

Bandung: Informatika.

Majalah

-

Kurniawan, Deni. (2008). Displacement Map. Concept, Vol 04(edisi 22), hal 76

(30)

RIWAYAT HIDUP

Penulis lahir di Bantul, Yogjakarta pada tanggal 23 November 1989, putra ke-5 (lima) dari Bapak Hari Sanyoto dengan Ibu Tuti Djuharsih. Pendidikan Sekolah Dasar di SDN Cipinang 01 Pagi Jakarta tamat tahun 2001, melanjutkan ke SMPN 74 Jakarta dan tamat pada tahun 2004 serta menyelesaikan sekolah di SMAN 31 Jakarta pada tahun 2007 pada jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.

Tahun 2007 penulis melanjutkan pendidikan di Universitas Komputer Indonesia Bandung pada Fakultas Desain Jurusan Desain Komunikasi Visual. Penulis berhasil mempertahankan Laporan Praktek Kerja Lapang yang berjudul "PERANCANGAN MUG & KAOS SEBAGAI SARANA PROMOSI DI MUSEUM POS INDONESIA” di Museum POS INDONESIA Bandung pada tanggal Mei 2011 – Juni 2011.

Gambar

Gambar I.1 Proses Laporan Kerja Praktek
Gambar II.1 Bagan Struktur Organisasi Museum Pos Indonesia
Gambar III.1 Metode Kerja Praktek
Gambar III.1 Data Mentah Untuk Membuat Mug
+5

Referensi

Dokumen terkait

JADWAL UAS KELAS VI TAHUN PELAJARAN 2015/2016. SD NEGERI

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi nilai-nilai persatuan dalam komunitas musik pada komunitas Orang Indonesia Solo Raya, kendala yang

mengadakan penelitian mengenai “ Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah dalam permainan bola voli Dengan Mengunakan Alat Bantu Bola Gantung pada siswa kelas VIIA

Dapat kan akses unt uk m endapat kan lat ihan dan prediksi soal dalam bent uk ebook (pdf) yang bisa didow nload di mem ber area apabila akun Anda sudah kam i akt ifkan. Kesim

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah proses rekruitmen yang meliputi seleksi, pelatihan dan penempatan kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan dan

Kesimpulan dari penelitian ini adalah supan protein yang rendah merupakan faktor resiko terjadinya stunting pada remaja dengan resiko sebesar 6,984.. It shows the

Sumber-sumber PAD sebagaimana telah dikemukakan pada bab terdahulu, terdiri dari beberapa unsur yaitu pajak daerah, retribusi daerah, perusahaan daerah, dan

shift in the process of translation in text books that correlate to each other. What kind of techniques occur in translating Nokia 1661 User Guide?. 2. How are the techniques used