• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makna dan fungsi sanggah dalam agama Hindu : studi kasus dalam masyarakat Hindu Jawa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Makna dan fungsi sanggah dalam agama Hindu : studi kasus dalam masyarakat Hindu Jawa"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dhauatul Makiyah
  • Pengajar:
    • Drs. Roswen Dja’far
  • Sekolah: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Mata Pelajaran: Theologi Islam
  • Topik: Makna dan Fungsi Sanggah dalam Agama Hindu
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2007
  • Kota: Jakarta

I. Pendahuluan: Latar Belakang Kajian Makna dan Fungsi Sanggah dalam Agama Hindu Jawa

Kajian ini mengupas makna dan fungsi sanggah dalam konteks masyarakat Hindu Jawa, khususnya relevansinya terhadap objektif pendidikan dan hasil pembelajaran. Fokus utama adalah pada peran sanggah sebagai medium transformasi nilai-nilai Hindu dan sarana komunikasi spiritual, serta implikasinya dalam membentuk karakter dan pemahaman keagamaan. Studi ini penting untuk memahami bagaimana praktik keagamaan tradisional dapat diintegrasikan dalam konteks pendidikan formal, memperkaya pemahaman siswa tentang keragaman budaya dan spiritualitas.

1.1 Rumusan Masalah dan Objektif Kajian

Kajian ini diawali dengan merumuskan permasalahan terkait pemahaman makna filosofis sanggah dalam konteks Moksa, serta fungsinya sebagai media transformasi ajaran Hindu dan komunikasi dengan leluhur. Objektifnya adalah mengkaji secara mendalam makna dan fungsi sanggah, menganalisis implikasinya terhadap pendidikan nilai-nilai keagamaan, serta merumuskan strategi pedagogi yang efektif untuk mengintegrasikan pemahaman sanggah dalam kurikulum pendidikan agama Hindu.

1.2 Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara mendalam dengan tokoh agama Hindu Jawa yang berpengalaman, serta observasi partisipan di beberapa lokasi yang relevan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi tema-tema kunci, serta menginterpretasikan temuan dalam konteks objektif dan hasil pembelajaran yang diharapkan.

1.3 Signifikansi Kajian

Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berharga bagi pengembangan kurikulum pendidikan agama Hindu, khususnya dalam mengintegrasikan praktik keagamaan tradisional ke dalam proses pembelajaran. Kajian ini juga bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat luas tentang makna dan fungsi sanggah, sehingga dapat menghargai dan melestarikan nilai-nilai budaya dan spiritualitas yang terkandung di dalamnya. Selain itu, kajian ini dapat menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya dalam bidang pendidikan agama dan studi budaya.

II. Pura dan Sanggah sebagai Tempat Pemujaan dalam Agama Hindu Jawa

Bagian ini memberikan konteks tentang peran Pura dan Sanggah dalam sistem kepercayaan Hindu Jawa. Diuraikan perbedaan dan persamaan kedua tempat suci tersebut, menekankan pada peran Sanggah sebagai tempat pemujaan keluarga yang lebih intim dan personal. Perbandingan antara konsep Sanggah di Jawa dan Bali juga dibahas untuk memahami variasi praktik keagamaan dalam konteks budaya lokal.

2.1 Persepsi Masyarakat Hindu Jawa tentang Sanggah

Bagian ini membahas persepsi dan pemahaman masyarakat Hindu Jawa terhadap makna dan fungsi Sanggah. Analisis difokuskan pada bagaimana mereka menginterpretasikan simbolisme dan ritual yang terkait dengan Sanggah, serta bagaimana hal tersebut membentuk identitas dan praktik keagamaan mereka. Perbedaan persepsi antara generasi muda dan tua juga dikaji untuk memahami dinamika pemahaman keagamaan dalam konteks perubahan sosial.

2.2 Jenis-Jenis Palinggih dalam Sanggah

Diuraikan berbagai jenis palinggih yang terdapat dalam Sanggah, serta makna dan fungsinya masing-masing. Penjelasan mencakup simbolisme, ritual, dan sejarah di balik setiap jenis palinggih, serta bagaimana elemen-elemen tersebut dapat digunakan sebagai materi pembelajaran untuk memperkenalkan siswa pada kekayaan simbolisme dan keragaman praktik keagamaan dalam Hindu Jawa.

III. Makna dan Fungsi Sanggah dalam Perspektif Pendidikan

Bagian ini menganalisis makna dan fungsi Sanggah dari perspektif pendidikan, menekankan pada implikasi pedagogisnya. Ditelusuri bagaimana konsep Sanggah dapat digunakan sebagai alat untuk membentuk karakter, nilai-nilai moral, dan pemahaman keagamaan siswa.

3.1 Makna Filosofis Sanggah dan Relevansinya dengan Pendidikan Karakter

Bagian ini menganalisis makna filosofis Sanggah, khususnya kaitannya dengan konsep Moksa dan Tri Hita Karana. Dituntaskan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan karakter siswa, membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Contoh-contoh implementasi praktis dalam konteks pembelajaran di sekolah dibahas secara rinci.

3.2 Sanggah sebagai Media Pembelajaran Nilai-Nilai Keagamaan

Bagian ini membahas bagaimana Sanggah dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai keagamaan kepada siswa. Diskusi mencakup strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif, memanfaatkan simbolisme dan ritual yang terkait dengan Sanggah untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap ajaran agama Hindu. Studi kasus dan contoh implementasi yang sukses di sekolah diuraikan sebagai contoh praktik baik.

3.3 Implikasi Pedagogis Studi Kasus Sanggah dalam Masyarakat Hindu Jawa

Bagian ini menyimpulkan implikasi pedagogis dari studi kasus Sanggah dalam masyarakat Hindu Jawa. Diformulasikan rekomendasi untuk pengembangan kurikulum pendidikan agama Hindu, mencakup strategi pembelajaran yang efektif untuk mengintegrasikan pemahaman Sanggah dalam proses pendidikan. Diskusi juga mencakup pentingnya pendekatan kontekstual dan partisipatif dalam pembelajaran agama, menghargai keragaman budaya dan praktik keagamaan.

IV. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini merangkum temuan utama penelitian dan memberikan saran-saran untuk pengembangan penelitian lebih lanjut dan implementasi praktis dalam konteks pendidikan.

Referensi Dokumen

  • Buku Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi ( Made Ngurah )
  • ( I Ketut Sudana Rimawan )

Referensi

Dokumen terkait

(Pada saat masa paceklik, biasanya keluarga saya menggadaikan atau menjual perabotan rumahtangga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apabila hal itu tidak juga

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini meliputi pengamatan pada lahan sawah PT. Sang Hyang Seri Regional I Sukamandi pada tanggal 28 Agustus 2014. Beberapa kondisi lapang yang

bagi masyarakat di Dusun Mundu yang mencakup tentang (i) fungsi magis sebagai sarana masyarakat menghargai roh leluhur dan percaya dengan roh halus (ii) fungsi

Jadi fungsi upacara pemlaspasan atau mlaspas Sang Hyang Sambah adalah untuk membersihkan bangunan/pelinggih secara niskala dari segala kekotoran baik yang berasal dari asal

Kepercayaan itu adalah dengan melaksanakan ngayah Mapeed yang merupakan bentuk sujud bhakti masyarakat kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam

Kepercayaan itu adalah dengan melaksanakan ngayah Mapeed yang merupakan bentuk sujud bhakti masyarakat kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam

Hal tersebut dimungkinkan mengingat adanya kepercayaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Subagiasta, 1997 : 371). Di Desa Pakraman Pejeng Kawan, Kecamatan

pokok Yajña atau korban suci. Adapun fungsi api dalam kaitannya dengan 182. upacara agama Hindu adalah: