UPARENGGA
P E N G E N A L A N
Dalam Upacara Yadnya Agama
Hindu
OM SWATYASTU
Yadnya yang diselenggarakan oleh umat Hindu selalu disertakan dengan segala perangkat
upacara sehingga upacara tersebut dapat berjalan dengan lancar, semarak,umat
mendapatkan kepuasan (atmanastuti) dan selanjutnya dapat meningkatkan Sradha dan
Bhakti penyelenggara upacara Yadnya
PENDAHULUAN
RE
UP AR EN
G G A
UPA
ANGG A
Raditya / Sinar suci
Wujud / Perwujudan Perantara / Jalaran
Uparengga adalah
segala perangkat upacara Yajña yang dipergunakan oleh umat Hindu
sebagai perwujudan sinar suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang merujuk
pada makna tertentu sehingga umat yang melaksanakan upacara mendapatkan
kebahagiaan dan dapat
meningkatkan śraddhā dan
bhakti.
Dengan bersatunya kekuatan Purusa dengan Prakerti maka akan
menimbulkan kekuatan yang baru sesuai dengan fungsi upacara
tersebut
Perangkat Upacara dan Upakara di dalamnya terkandung nilai material
(unsur Prakerti), dan nilai spiritual (unsur Purusa) yang sering disebut wahya adhyatmika dimana kekuatan spiritualnya adalah tiada lain kekuatan Purusa dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa
Unsur Uparengga
Kualitas MutuPerangakat Upacara/
Uparengga
Melihat dari pemakaian perangkat upacara / Uparengga sehubungan dengan kwalitas mutunya dapat dipilah menjadi 2 yaitu :
• Mutu Daiwi Sampad ( kedewataan), biasa digunakan pada upacara Dewa Yadnya,Rsi Yadnya,Manusa Yadnya
• Mutu Asuri Sampad ( keraksasaan), biasa digunakan pada upacara Bhuta Yadnya,Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya
Dengan adanya mutu ini maka uparengga memiliki karakter tertentu sesuai dengan mutunya dan dari mutu tersebut akan memiliki ciri kas dari setiap uparengga sebagai simbul mutunya.
Contoh Uparengga
Berikut beberapa uparengga yang digunakan dalam upacara agama Hindu di Bali:
Upacara Perkawinan (Manusa Yadnya
Upacara Mecaru (Bhuta Yadnya )
Upacara Ngaben (Pitra Yadnya)
Upacara Dewa Yadnya
1. Sanggah Surya 2. Tetimpug
3. Tikeh dadakan 4. Tegen tegenan
1. Kelabang sengkui 2. Klakat
5. Tulud 4. Kulkul
1.Wadah / Bade 2. Puspa Lingga 3. Kereb Sinom 4. Tumpang Salu
1. Sanggah Surya 2. Umbul umbul 3. Penjor
4. Bandrangan 5. Sampian
3. Sanggah Cucuk
Sanggah Surya
Sanggah Surya mempunyai makna sebagai simbol stananya Sang Hyang Widhi sebagai simbol
manifestasinya yang merupakan permohonan umat Hindu dalam suatu upacara agama.
Tetimpug
Tetimpug merupakan simbol untuk memanggil Bhutakala agar hadir pada upacara tersebut.
Kemudian diberikan suguhan supaya tidak menggangu jalannya upacara,”
Panca Mahabutha adalah lima unsur elemen atau zat dasar yang membentuk lapisan mahluk hidup, termasuk badan manusia
(sarira kosha) yang sesuai dengan hukum rta. Panca Mahabutha juga merupakan kekuatan prakerti (acetana) yang merupakan salah satu kekuatan pendorong dari korban suci (Yadnya)
kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa. Pada konteks ini, Ida Sang Hyang Widi Wasa merupakan simbol kekuatan purusa (cetana).
Semua itu bertujuan untuk mempercepat proses penyatuan antara Sang Pencipta dengan mahluk hidup ciptaan-Nya.biasanya Klakat Pancak ini digunakan sebagai alas suatu upakara (banten), yakni sebagai alas upakara caru, sebagi alas upakara saji, dan sebagai komponen dasar pembuatan Sanggah Cucuk.
Anyaman bambu berbentuk segi empat (bujur sangkar) ini sebagai simbol Panca Mahabutha hingga konsep Asta Aiswarya atau delapan
kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Klakat
Sanggah Cucuk
Simbol dari sukuning (bagian bawah dari gunung maliawan, fungsinya sebahgai sarana pemberangkatan jenazah ke Setra Wadah
Puspa Lingga Simbol Sang Pitara
Penjor merupakan simbol kemenangan dan kemakmuran, serta sebagai wujud rasa syukur dan persembahan kepada bhatara.
Penjor
a. SAMPIAN GANTUNG (SAMPIAN SALANG)
DIBUAT DARI DAUN JANUR, BIASA DIPASANGDI KIRI KANAN RUANG BANGUNAN KATA SAMPIRAN BERARTI SELENDANG
b. LAMAK (CENIGA)
DIBUAT DARI DAUN JANUR /ENAU, YANG DIBENTUK BERBEDA DENGAN SAMPIAN & MERUPAKAN SIMBUL KEKASANG DEWATA / HIASAN DADA PADA TARIAN GALUH
c. TAMIANG KULON
DIBUAT DARI DAUN JANUR/ENAU BENTUKNYA BUNDAR MERUPAKAN SIMBUL CAKRA SEBAGAI KEKUATAN WISNU MENGANDUNG MAKNA KESIDIAN
d. PANAH / SARA
PANAH INI DIBUAT DR KEDUA BHNTADI BENTUKNYA
MENYERUPAIPANAH SBG SIMBUL KEKUATAN MAHADEWA MEMILIKI MAKNA KEMERTAAN /KEBIJAKSANAAN