• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN ZAT PENGATUR TUMBUH pada KULTUR in vitro NANAS (Ananas Comosus (L) Merr) dan DETEKSI BROMELIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGGUNAAN ZAT PENGATUR TUMBUH pada KULTUR in vitro NANAS (Ananas Comosus (L) Merr) dan DETEKSI BROMELIN"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN ZAT PENGATUR TUMBUH pada KULTUR in vitro NANAS

(Ananas Comosus (L) Merr) dan DETEKSI BROMELIN

Oleh: Muhammad Faishol ( 03710016 ) Agronomy

Dibuat: 2010-04-23 , dengan 7 file(s).

Keywords: Grows hormon, Chinetin and NAA, Pineapple (Ananas Comosus ( L) Merr),

Bromelain Detection

ABSTRAKSI

Senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan telah lama diketahui mempunyai banyak manfaat bagi manusia, produk metabolit sekunder juga banyak digunakan sebagai sumber

pharmaceuticals, fragrances, agrochemicals and food additives. Salah satu senyawa metabolit sekunder tersebut adalah enzim bromelin yang banyak terdapat dalam tanaman nanas.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi Kinetin dan NAA yang berbeda pada media MS terhadap pertumbuhan eksplan nanas dan mendeteksi aktivitas enzim bromelin pada eksplan nanas.

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malang, pada bulan Agustus 2007 sampai dengan Januari 2009. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap sederhana

Pengamatan dilakukan secara 3 kali dengan interval 10 hari sekali, dengan parameter

pengamatan berupa : Pertambahan panjang eksplan, Jumlah akar, warna eksplan, bobot segar eksplan, bobot kering eksplan, dan deteksi aktifitas enzim.

Berdasarkan hasil pengamatan, Perlakuan kombinasi kinetin 1 ppm + NAA 7,5 ppm

menyebabkan ukuran eksplan cenderung lebih panjang. Perlakuan kinetin 0,5 ppm + NAA 15 ppm menyebabkan jumlah akar cenderung lebih banyak. Perlakuan 1 ppm kinetin + NAA 15 ppm menyebabkan warna eksplan cenderung lebih hijau serta bobot segar dan bobot kering eksplan cenderung lebih berat. Perlakuan 1 ppm kinetin + NAA 7,5 ppm menyebabkan aktifitas enzim bromelin dari eksplan nanas cenderung lebih tinggi daripada kombinasi yang lain

Sehingga Untuk pertumbuhan eksplan nanas, sebaiknya menggunakan perlakuan perlakuan kinetin 1 ppm + NAA 15 ppm dan untuk mendapatkan aktifitas enzim yang lebih banyak, sebaiknya menggunakan kinetin 1 ppm + NAA 7,5 ppm.

ABSTRACT

Compounds of plant secondary metabolites have known to have many benefits for humans, a secondary metabolite products are also widely used as a source of pharmaceuticals, fragrances, agrochemicals and food additives. One of these compounds is secondary metabolites of many enzyme bromelain found in pineapple plants.

This study aims to identify the combination of various concentration of chinetin and NAA in MS medium on the growth of pineapple explant and bromelain detection.

(2)

Malang, in August 2007 until January 2009. This study was used a simple Complete Random Design. Observations carried out 3 times with intervals of 10 days, with a length parameter explant observations, number of roots, explant color, explant fresh weight, explant dry weight, and bromelain detection.

Based on observation, the treatment of 1 ppm kinetin + 7.5 ppm NAA causes explant longer. Treatment of 0.5 ppm kinetin + NAA 15 ppm caused the number of roots more than the other. Treatment 1 ppm kinetin + NAA 15 ppm causes explants color more green and fresh weight and dry weight are heaviest. Treatment 1 ppm kinetin + 7.5 ppm NAA causes bromelain activity higher than the other combinations

Referensi

Dokumen terkait

terhadap Terjadi interaksi antara zat pengatur tumbuh BAP dan NAA terhadap presentase warna eksplan coklat umur 20 dan 30 hari setelah tanam, persentase warna eksplan putih umur

Hasil penelitian kultur embrio matoa yang dilakukan oleh Tanur (2008) pada media MS dengan perlakuan penambahan zat pengatur tumbuh NAA dan kinetin menunjukkan bahwa untuk

Hasil analisis sidik ragam dari perlakuan penambahan kitosan yang berbeda pada sirup nanas memberikan pengaruh tidak nyata terhadap total padatan terlarut

Hasil analisis data parameter jumlah akar yang terbentuk pada plantlet yang ditanam pada media ½ MS dengan perlakuan penyangga eksplan dan penambahan zat pengatur tumbuh NAA

Pada hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak kulit nanas yang digunakan sebagai antibakteri untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi

Proliferasi tunas dan pertumbuhan pucuk pada kultur in vitro eksplan basal slip nenas Tangkit pada medium MS yang dilengkapi dengan NAA dan BAP Tak satupun eksplan yang

3.5 Pengaruh variasi zat pengatur tumbuh 2,4-D, Kinetin, dan BAP terhadap pertumbuhan akar dari eksplan sambung nyawa (Gynura procumbens Merr.) pada

Sedangkan perlakuan K2 4 ppm pertumbuhan tunasnya terganggu karena kinetin yang diberikan jumlahnya lebih rendah dan tunas-tunas yang dihasilkan lebih pendek, hal ini diduga