SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Syariah dan I-Iukum
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Islam (SEI)
II m111111-.
111
ri_ari '. ᄋᄋZEセᄋᄋBエイ」ᄋ[ᄋᄋᄋF^Moᄋ」@
..
I gl. .Mセャエエ|fBイHIBエᄋセᄋアᄋᄋセMᄋZウe@
No. Induk : ... .
ォセ。ウゥヲゥォ。ウゥ@ : ... .
Oleb:
Toni Wijaya
204046102999
KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAH
PROGRAM STUDI MUAMALAT (EKONOMI ISLAM)
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UIN SY ARIF HIDAY ATULLAH
JAKARTA
TERHADAP PERTUMBUHANBANK SY ARIAH MANDIRI
Skripsi
Diajukan kepada Faku!tas Syariah dan Hukum
Untuk Memenuhi Syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi Islam (SEI)
Oleh Toni Wijaya 204046102999
Di Bnwah Bimbingan
Pcmbimbing
イセZ[[rpust@
AKi\ANuセセセaセBBBB@
セin@
SYAHID .JAKARTA
Prof. Dr. H. Mu ia iad Amin Suma SH !VIA, MM
NIP: 55 0505 1982 0310 12
KONSENTRASI PERBANKAN SY ARI AH
PROGRAM STUDI MUAMALAT (EKONOMI ISLAM) FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUrvI
DIN SY ARIF HIDAY A TULLAR JAKARTA
dalam sidang Munaqasah Fakultas Syariah dan Hulrnm Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 3 November 2009. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Islam (SEI) pada Program Studi Muamalat, Konsentrasi Perbankan Syariah.
P ANlTIA UJIAN
I. Ketua
2. Sekretaris
3. Pembimbing
4. Penguji I
5. Penguji II
Jakarta, 16 Nopembe1 2009 Mengesahkar
Dekan Fa ltas yariah dar1 Hukum
. Muhammad Amin Suma, SH, MA, MM
: Prof. Dr. H. Muhammad Amin Suma, SH MA NIP : 1955 0505 1982 0310 12
: Drs. II. Ahmad Yani, MA NIP : 1964 0412 1994 0310 04
<
: Prof. Dr. H. Muhammad Amin Suma, SH, MA, MM NIP : 1955 0505 1982 0310 12
: Prof. Dr. H. Fathurrahman Djamil, MA NIP : 1960 1107 1985 0510 01
: Abdurrauf, MA NIP : 150 370 227
セ@
セ⦅ゥZMM
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajnkan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata satu (Saijana) di Universitas Islam N egeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalain penulisan skripsi ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya penulisan skripsi ini bukan basil karya asli saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 16 Nopember 2009
Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala
rahmal clan kemuclahan clari-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Shalawat clan salam semoga tetap terlimpahkan pac!a junjungan nabi besar
Muhammad SAW.
Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak menerirna bantuan clan saran
dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih, yang
secara khusus disampaikan kepacla :
1. i3apak Prof. Dr. H. Muhammad Amin Suma, SI-I, MA, MM., Dckan Fakul1as
Syariah clan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif I-Iiclayalullah Jakarta,
yang sekaligus sebagai closen pernbimbing clalam penulisan skripsi ini
2. Bapak Drs. Djawahir I-lejazziey, SH, MA., Koordinalor Program Studi
Muarnalat Non Reguler clan Bapak
Dis.
I-I. Ahmad Yani, M.Ag., SekretarisProgram Studi Muamalat Non Reguler Fakultas Syariah clan Hukum
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Dasen clan karyawan di lingkungan Fakultas Syariah clan Ilukurn Universitas
Islam Negeri Syarif 1-Jidayatullah Jakarta yang telaj memberikan pengetahuan,
Mandiri Jakarta dan seluruh staff yang telah menyempatkan waktu dan membcrikan data <lata kepada penulis dalam penulisan skripsi ini.
6. Papa I-Iasbi dan Mama Tarwi yang sangat penulis cintai, atas doa restu, jerih payah dan kerja keras merekalah sehingga penulis dapat menyelesaikan studi SI di Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, sekalipun ucapan terima kasih penulis tidaklah berarti apa-apa buat mereka.
7. lstri tercinta, Najmus Sa'aclah yang sedang menganclung calon anakku clan telah me1<curahkan se!uruh cloa, dukungan dan naschatnya serla suportnya yang telah menjacli sumber inspirasi membuat penulis jadi tambah semangat hingga selesainya penutisan skripsi ini.
8. Kakak !wan, Andi, Nurmah alas dukungan dan doanya kepada pcnulis. 9. Kcponakan-keponakan ku, Firyal, Siham, Saki yang tel ah menghibur dikala
penulis jenuh dalam menulis skripsi ini
Konscntrasi Muamalat.
Penulis sangat sadar bahwa masih banyak kekurangan dalam skripsi ini,
karena manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Demikian scdikit pengantar dan
ucapan terima kasih. Atas semua perhatian yang diberikan, penulis sampaikan ucapan
lerirna kasib.
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISi ... v
DAFTAR T ABEL ... vii
DAFA TRA GAMBAR .... viii
BABIPENDAHULUAN A. Lalar Belakang ... J B. Pembatasan dan Perumusan Masalah ... 6
C. Ttijuan dan Manfaat Penelitian ... 6
D. Penelitian Terdahulu ... 7
E. Sistematika Penulisan ... 9
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Inflasi ... 10
13. Sejarah Inflasi ... 12
C. J enis-j en is Inflasi ... 14
D. Penyebab lnflasi ... 20
E. Panclangan Ekonom Terhadap lnflasi ... 27
f. Pengaruh Inflasi Terhaclap Kehidupan Ekonomi ... 37
K. Kerangka Berpikir ... 43
L. I-Iipotes1s ... 45
BAB IJI METODE PENELITIAN A. Periode Pengamatan dan Sumber Data ... 46
B. Teknik Pengumpul_an Data ... 46
C. Operasional Variabel Penelitian ... 47
D. Uji Asumsi Klasik ... 48
E. Metode Analisa Regresi Linear Berganda ... 52
F. !'engujian 1-!ipotesis ... 53
BAB IV PEMBAHASAN A. Sejarah Bank Syariah Mandiri ... 55
B. Fenomena lnflasi yang Melanda Indonesia saat ini ... 57
C. Tingkat pertumbuhan Inflasi dan SBI Bulanan dari Tahun 2004-2008 ... : ... 59
D. Uji Asumsi Klasik ... 65
E. Metode Analisa Regresi Linear Berganda ... 70
Tabcl 4.1 Ti1;gkat Pertumbuhan Inflasi dan SB! Bulanan dari Tahun
2004 - 2008 ... ··· ... 60
Tabcl 4.2 Kocficient ... 66
Tabcl 4.3 Model Summary ... 66
Tabcl 4.4 1-lasil Analisis Berganda ... 69
Tabcl 4.5 Model Summary ... 70
Tabcl 4.6 l-Iasil Uji - t ... 71
Tabcl 4.7 Anova ... 74
Gambar 2.1
Gambar 2.2
Gambar 4.1
Gambar 4.2
Kurva Inflasi ... 17
Kerangka Berpikir ... 44
Kurva Normalitas ... 65
[image:12.595.62.466.139.502.2]A. La!ar Bchikang
Islam sebagai agarna yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang menjamin
pc111cluknya untuk hidup sejahtcra, aman dan sentosa dcngan syarat harus disertai
dcngan patub, tunduk dan berserah diri atas segala aturan yang tcrkandung dalam
kitab suci (Al-Quran) dan As-Sunnah.
Sebagai agama yang kornprehensif clan universal syariat Islam merangkurn
seluruh aspck kehiclupan, baik ritual (ibaclah), rnaupun sosial (Muamalah) clan clapat
cliterapkan clalam setiap waktu dan tempat sarnpai hari akhir (kiamat) 1•
Dalam bidang muamalah, sifat universal syariat Islam sangat jelas lerkancluag
di dalamnya, selalu mempunyai cakupan luas dan fleksibcl. tvlunmalah tidak
membeda-bedakan antara muslim clan non muslim. Dalam sektor ekonomi, muamalah
sangat nyata fleksibel, climana segala sesuatu yang berrnanfaat clan selama tidak
mengandung unsur gharar clan kerusakan rnaka hal tcrsebut clapat cliterima clan
clilakasanakan.
Manusia sejak keberaclaanya di rnuka bumi, sudah clihaclapkan pada persoalan
bagairnana cara rnereka menjaga kelangsungan hiclupnya. Manusia terns berusaha
agar clapat memenuhi kebutuhannya clan mempertahankan clalam hiclupnya.
1
Muhan1111ad Syafi'I Antonio, Bank Syariah Dari Teori Ke Praktek (Jakarta: Genia Insani
·'kcbutuhan" bisa cliartikan sebagai hasrat yang pcrlu dipcnuhi. Yang clapat
digolongkan mcnjadi tiga jenis, yaitu primier, sekuncler clan tcrticr.
1\l-qur'an secara tegas menyebutkan pemenuhan kcbutuban primer itu sangat
pcnting, sesuai firman Allah clalam Al-qur'an surat Thaha ayal I 17-1192
Dalam melaksanakan muamalah pacla sektor ekonomi tidak jarang masyarakat
clalam suatu negara mengalami permasalahan ekonomi, baik itu kesulitan
mendapatkan barang makanan, kesulitan memperoleh pakaian clan kcsulitan clalam
mcngbadapi persoalan ekonomi akibat ulab para pelaku ckonomi yang berbuat
curang. clan bermacam-macam kesulitan ekonomi lainya.
Salah sata permasalahan ekonomi yang sering melanda suatu ncgara adalab
pcrsoalan m11asi. Secara um um inflasi sering dipahami sebagai mcningkatnya harga
barang sccara keseluruhan. Dengan demikian teijacli penurunan claya bcli uang atau
decreusing purhasing power of money. Yang menyebabkan keticlakmampuan
masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya disebabkan harga barang hampir semua
naik scmcntara pendapatan mereka tetap.
l'crsoalar1 ekonomi yang sering dijaclikan komoclitas politik adalah in11asi dan
pcngaguran. 13ebcrapa juru kampanye meyerukan program partai mcrcka untuk
menst:jahtcrakan rakyat lewat penurunan harga clan teratasinya pengangguran. Sebuah
pemcrintah dinyatakan gaga! jika ticlak berhasil mengatasi rnasalah tersebut.
2
Salah salu fenomena inflasi yang teijadi adalah harga barang sccara umum terns
mcningkal sehingga daya beli masyarakal menunm dan kescjahteraan hidup tidak
dapat clipenuhi.
lnflasi adalah gejala kenaikan harga barang secara umum clan terus-menerus.
Dengan demikan ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar keadaan tersebut
dikatakan telah letjadi inflasi, yaitu:
l. Kenaikan harga
2. Bersifat umum clan
3. Qセ・イオウMQQQ・ョ・イオウ S@
lnflasi bisa dikatakan fenomena moneter karena teijadinya penunman nilai
ュ・ョオイオセ@ pcnghitungan moneter lerhadap suatu komoditas baik barang maupun jasa.
Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang mcnghad<1pi krisis
ckonomi akibat inflasi. Perekonomian yang dibangun sekian pu!uh tahun lamanya
ternyata masih belum memiliki fimdamental ekonomi yang kuat dalam mcnghadapi
masalah inflasi.
l5•:rbagai diskusi clan simposium diadakan, clan pakar ekonomipun
mengungkapkan pendapatnya untuk keluar dari masalah ゥョヲャ。セ[ゥ@ yang berkepanjangan,
mcrcka mc:nekankan pentingnya peran pemerintah untuk mcngatasi pesimisme yang
acla terhaclap masa depan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi. Inflasi
1
111cmpengaruhi kontrol harga dan distribusi serta konsumsi pcnting lainnya pada saat kontrol liarga merugikan pertumbuhan penawaran jangka panjang.
Dampak inflasi terhadap laju pertumbuhan ekonomi sangat bcsar. Dalam dunia pcrbankan yang memainkan tingkat suku bunga sebagai unit kebijakan moneter ternyata tidak mampu bertahan dan konsisten tcrhadap peran yang barns dijalankan.
Saal krisis ekonomi dan moneter menimpa bangsa-bangsa Asia termasuk Indonesia pada tahun 1997 - 1998 lepatnya pada periode bulan Juli - Agustus 1997, pemerintah menerapkan kebijakan empat kali menaikkan tingkat suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dari bulan Agustus sebesar 7°/o menjadi 30% dalam setalrnn. Pergerakan suku bunga SB! (Sertifikat Bank Indonesia) menjadi tolak ukur bagi pergerakan tingkat suku bunga lainnya. Sehingga kenaikan suku bunga (Sertifibt Bank Indonesia) ini dengan sendirinya mendorong keriaikan suku bunga dana antar bank dan suku bunga deposito. Kcnaikan suku bnnga dcposito akhirnya rnengakibatkan kenaikan suku bunga pinjaman di bank-bank. tcrntama kart>na sebelumnya sudah ada peraturan bahwa tingkat suku bunga di bank komersial ditetapkan 150% diatas suku bunga (Sertifikat Bank Indonesia).
muncul setelah 7-8 bulan, sedangkan respom suku bunga krcdit (pinjaman) baru
terjadi setelah 8-9 bulan. Sejak masa krisis peran (Sertifikat Bank Indonesia) dalam
mcncntukan suku bunga semakin besar. SB! merupakan tcmpat pcrbankan untuk
mcnanamkan likuiditas yang dimilikinya ketika fungsi intermediasi pada bank tidak
bcijalan.
Pada s1s1 lain adanya kenaikan suku bunga (SB!) ini merupakan salah
satu opcrasional kebijakan moneter (operasi pasar terbuka) yang bcrtujuan kontraktif
yaitu mengendalikan pertumbuhan jumlah uang yang beredar. lvlcnurut Purbaya
Yudhi Sadewa dalam kompas 2004 laju pertumbuhan uang yang terlalu cepat dapat
membcrikan dampak kurang baik bagi pcrekonomian. Suatu pcrtumbuhan uang yang
terlalu cepat pada akhirnya hanyalah akan menimbulkan tekanan inJlasi, atau dapat
menimlmlkan kenaikan ekspektasi inJlasi (inflation expectation). Padt< tanggal 10 Mei
2004 rupiah jatuh jauh lebih tajam daripada mata uang negara lain. Rupiah
terclepresiasi sebesar 2, 7 pcrsen pacla hari itu, seclangkan mata uang Thailand, Bahl,
hanya terdepresiasi sebesar 1,3 persen. Dalam satu bulan terakhir (per 6 Juni 2004),
rupiah 1.crclepresiasi sebesar 8,02 persen. Jauh lebih tinggi clari Baht (terdepresiasi
sebesar 1,77 persen), peso (terdepresiasi 0,21 persen), manpnn Dollar Singapura
(terdeprcsiasi sebesar 0,41 persen).
Sebagai lcmbaga perekonomian yang diharapkan clapat rneningkatkan
kesejahtcraan clan kemakmuran rakyat ternyata tidak mampu rnenghadapi inJlasi yang
begitu bcsar. I-Ia! ini terbukti dengan banyaknya lembaga perbankan yang dilikuiclasi
mcngenai "Dampak lnflasi dan suku buuga Scrtifilrnt Bank Indonesia tcrhadap
Pcrtnmbuhan Bank Syariah Mandiri".
B. pセュ「。エ。ウ。ョ@ dan perumusan Masalah
Dari sekilas uraian mengenai inflasi dan dampaknya yang mcngguncang
perckonomian Indonesia dan berimbas pada lembaga perekonomian kerakyatan yailu
Bank Syariah Mandiri, maka penulis membatasi clan merumusakan beberapa
permasalahan:
I . Pembatasan Masalah
a. Permasalahan pokok dalarn penelitian ini diarahkan untuk rnenganalisa
tingkat perturnbuhan Bank Syariah Mandiri yang dipcngaruhi oleh inflasi
dan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia pacla pcriode Januari 2004
hingga Desember 2008.
b. Objek yang diteliti ini aclalah PT. Bank Syariab Mandiri
2. Pcrunrnsan Masalah
a. Apakah ada pengaruh antara inflasi dan suku bunga Sertifikat Bank
Indonesia, terhadap tingkat pertumbuhan Bank Syariah Mandiri ?
b. Kalau ada, variabel manakah yang mempunyai pengaruh paling besar ?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari Inflasi dan Tingkat Suku
Bunga Bank pada periode 2004 - 2008.
2. Memberikan gambaran tentang Bank Syariah Mandiri.
3. Mengetahui sejauh mana dampak inflasi dan Suku Bunga Bank terhadap
perkembangan Bank Syariah Mandiri.
Adapun manfaat penelitian sebagai sumbang pemikiran yang dibutuhkan bagi
khazanah pengetahuan.
D. l'cnclitian Tcrdahulu
?cnclitian oleh Emiyati pada tahun 2004 yaitu penelitian tcntang "Dampak
lnflasi terhadap perkembangan BMT Al-Ummah" hasil penelitiannya adalah terdapat
tiga komponen yang harus dipcnuhi agar suatu keadaan disebLl inflasi yailu Kenaikan
harga, bersifat umum dan berlangsung terus-menerus, pengaruh dari inflasi terhadap
pcrekonomian sangat besar, diantaranya rusak pundarncntal ckonomi yang telah
dibangun sekian lamanya, mengarahkan masyarakat untuk menginvestasikan dananya
pad a sektor nonproduktif yaitu dengan menumpuk kekayaan berupa tanah, bangunan,
logam mulia dan lain-lain. Laju inflasi yang tinggi yang rnelanda perekonomian
Indonesia pada tahun 1998 untuk mencapai 77,6% sehingga banyak scktor procluksi
yang tidak mampu untuk tetap berdiri dan konsisten, baik pcrusahaan bcsar maupun
kecil.
Bcrdasarkan Penelitian terdahulu ini, penulis melakukan pcnelitian dampak
Sehingga dengan adanya penambahan variabel SBI dan perbcdaaan obyek serta
lokasi ini, penulis ingin mengetahui apakah variabel inflasi dan scrtifikat bank
Indonesia berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan pada Bank Syariah
Mandiri.
Penelitian oleh Siti Hajar pada tahua 2008 yaitu penelitian tcntang "pengaruh
kurs, inflasi dan suku bunga setifikat bank Indonesia terhadap harga saham
pcrusahaan properti pada bursa efek indonesia periode 2003-2007" Bcrdasarkan hasil
pcmbahasan disimpulkan: (1) Hasil perhitungan dengan menggunakan
a.
= 5%,menunjukkan bahwa hanya satu variable bebas yaitu variable suku bunga setifikat
bank Indonesia yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variable terikat (Y)
secara parsial. Variabel bcbas secara keseluruhan hanya memberikan pengaruh
sebesar 23,5% (Koefisien determinasi/R2) tcrhadap varibel terikat, schi11gga 76,5%
dari Y::iriable tcrikat clitcntukan oleh berbagai faktor diluar faktor-faktor yang
dikatcgorikan sebagai variable bebas dalam penelitian ini. (2) Hasil a11alisis
mcngindikasikan bahwa faktor-faktor ekonomi tersebut scbagian besar ticlak mampu
membe1ikan pengaruh yang signifikan terhadap perubaban harga saham properti,
kccuali variabcl suku bunga setifikat bank Indonesia. Dilain pihak, faktor-faktor
diluar variable bebas ternyata lebih banyak mcmpengaruhi ーᄋセイァ」イ。ォ。ョ@ harga saharn
properti. Faktor-faktor lain ini biasa saja merupakan faktor-faktor non ekonomi
scperti kondisi politik, hankam, konsistensi clalam penegakan hukum, sosial buclaya,
E. Sistcmatilrn Pcnulisan
Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari lima bab. Tiap bab tcrdiri dari
sub-sub bab dengan rincian sebagai berikut:
BAB! Pendahuluan, memuat lalar belakang penelitian, pcmbatasan dan
perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, penclilian terdahulu,
serta sistematika penulisan.
BAB II : Berisi tentang pengertian inflasi, sejarah inflasi, jenis-jenis in11asi, penyebab
BAB Ill:
BAB IV:
BAB V:
inflasi, pandangan ekonom terhadap inflasi, pengaruh inflasi terhadap
kehidupan ekonomi, pengertian bunga bank, faktor-faktor yang
mempengaruhi suku bunga bank, tingkat suku bunga SB!, resiko tingkat
suku bunga, kerangka berpikir, hipotesis.
Metode Penelihan, yang meliputi periode pengarnatun dan sumber data,
teknik pengumpulan data, operasional variable pcnclitian, uji asurnsi
klasik, metode analisa regresi linier berganda, dan pcnguj ian hiopotesis.
Pembahasan, yang meliputi sejarah Bank Syariah Mandiri, fenomena
in11asi yang melanda Indonesia saat ini, tingkat pcrtumbuhan inflasi dan
Se11ifikat Bank Indonesia bulanan dari tahun 2004--2008, uji asumsi klasik,
metode analisa regresi linier berganda, dan pengujian bipotcsis
A. Pcngcrtian Inflasi
Secara etimologi i11flasi berasal dari bahasa Inggris yaitu inflation yang berarti
rnenggernbung, rnelambung, memompa, dan memburnbung1• Sernentara menurut
istilah inflasi adalah kecenderungan dari harga untuk naik secara terus-rnenerus2.
Selain itu infalsi adalah gejala harga barang-barang secara urnurn dan terus-menerus.
Dari clefinisi ini ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan te1jacli
inflasi :
a. Kenaikan Barga
Harga komoditas dikatakan naik jika menjacli lebih tinggi dari harga
periode sebelumnya, rnisalnya harga sabun mandi 80 gram pcrbuah kemarin
aclalah Rp. POO,-. Bari ini menjadi Rp. 1300,-. Berarti harga sabun perbuah
hari ini Rp. 100,-. Lebih mahal dibanding dengan harga kernarin. Oapat
dikatakan telah te1jadi kenaikan harga sabun mandi.
b. Bersifat Umum
Kenaikan harga barang suatu komoditas belum clapat dikatakan inflasi
jika kenaikan tersebut tidak rnenyebabkan harga sccara umum naik.
Misalnya harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Pengalarnan Indonesia
1 John M. Echols dan Hasan Sadhily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: PT. Gramedia
Indonesia, 1996), h. 321
1 Muchadarsyah Sinungan,
menunj ukan setiap kali pemerintah menaikan harga BBtvL harga komoditas lainnya turut naik. I-Ia! ini disebabkan karena BBM merupakan komoditas slrategis, maka kenaikan harga BBM akan merambal pacla kenaikan harga komoditas lain. Jika harga sabun mandi naik, maka belum tcntu harga BBM naik, tetapi jika harga BBM naik maka suclah barang tentu harga sabun mancli ikut naik sebab biaya transportasinya ikut naik3.
BBM aclalah komponen i11fut paling penting untuk dapal membuat rocla-roda mobil angkutan umum (bus clan truk) dan juga kcndaraan lain yang berbahan bakar berputar. Oleh karenanya kenaikan ィ。イァセ@ BBM menyebabkan biaya oprasional transportasi akan naik.
Kenaikan harga BBM juga membuat harga jual produk-procluk inclustri khususnya kebutuhan pokok merambat naik disebabkan oleh biaya oprasional untuk menjalankan mesin-mesin pabrik mcnjacli lebih mahal. Bahkan kenaikan harga BBM akan mengunclang kau111 buruh menunlut kenaikan upah harian untuk memelihara daya beli mercka.
c. Terus-menerus
Kenaikan harga yang bersifat um um juga bclum akan dikalakan inflasi jika te1jadinya hanya sesaat atau ticlak secara terus menerus. Karena itu perhitungan inflasi clilakukan clengan rentan waktu minimal bulanan, sebab dalam waktu sebulan akan terlihat apakah kenaikan harga bcrifat umum dan
3
terus-rncncrus. Jika pemerintah melaporkan bahwa inflasi tahun ini adalah sebesar l 0% maka berarti akumulasi inflasi adalah 10'% pertahun.
B. Sejaralt lnflasi
Emas memberikan nilai pada suatu mata uang dan juga aseptabilitas di tempat lain. Sejarah perekonomian Byzantium menarik untuk dipelajari, dimana kcrajaan itu berusaha keras mcngumpulkan emas dengan melakukan ckspor komoditasnya sebanyak mungkin ke berbagai negara dan berusaha mencegah impor dari negara lain agar c1apat mengumpulkan emas sebanyak mungkin. Tetapi yang terjadi pada akhirnya orang-orang harus membeli makanan, pakaian, mengelumkan biaya untuk transportasi, dan .iuga menikmati hidup sehingga mereka membelanjakan kckayaannya H・ュセQウI@ yang dikumpulkan tadi dan malah mcningkatkan tingkat harga komoditasnya sendi1i1.
Baik dinar di negara-negara Arab maupun mata uang nr,gara-negara Eropa scperti lnggris, Prancis, Spanyol, Italia, Swedia, dan Rusia bahkan juga Negara Amerika, semuanya pernah mengalami apa yang dinamakan inflasi. A wal inflasi mala uang dinar dimulai pada saat ketika Irak sedang mengalami masa kejayaannya. Inilasi juga ikut mendahului perkembangan yang cepat dari pcminjaman uang (Pertumbuhan Kredit) serta perbankan klmsusnya di Italia yang mcrupakan motor pertumbuhan lebih lanjut dari perekonomian.
4 Adi Wannan A. J(ari1n, !njlasi dala111 Persfektif !s/an1: Mako/ah A1akro Ekonon1i ls/a111,
Revolusi harga di Eropa terjadi sepanjang beberapa abad. Pola kcnaikan tingkat
harga pcrtama kal i tampak di Italia dan Jerman sekitar tahun 14 70. kcrnudian seperti
penyakit menular inflasi menyerang Eropa dalam bebcrapa tahapan d.imulai dari
lnggris dan Prancis pada tahun 1480an selanjutnya menycrang Eropa limur pada
tahun 1500an. Di Inggris harga kayu, ternak, dan biji-bijian rncningkat 5 sampai 7
kali lipat dari tahun 1480-1650, sementara itu harga manufaktur mcningkat 3 kali
lipat.
Tidak acla sebab utama yang dapat clisalahkan dengun terjadinya inflasi. Semua
adalah akibat gabungan dari penurunan produksi pertanian, pajak yang berlebihan,
depopulasi, manipulasi pasar, high labor cost, pengangguran. kernewahan yang
berkbihan, dan sebab-sebab lain seperti perang berkepanjangan, embargo, dan
pen1ogokan kc1ja5.
Adapun negara Eropa y;mg dapat bertahan menghadapi inflasi adalah lnggris.
Akan telapi hat itu te1jadi pada masa perekonorniannya cli:mggap terbelakang
dibanclingkan clengan negara-negara Eropa lainya. Setelah pcrtumbuhan pesat uang
(l'enclanaan Kreciit) dan simpanan bank akibat kebutuhan pembiayaan perang clengan
Napoleon dan kemudian untuk pembiayaan perang dunia 1, lnggris terpaksa
menghentikan konvertibilitas antara sterling serta obsesinya terhadap penciptaan
"Superior Quality A1oney"
karena te1jadi deflasi drastis yang diikuti ganguan sosialyang sangat serius.
"Superior Quality Money"
clianggap mcrupakan surnberkemakmuran dan menjacli kebanggaan lnggris selama beberapa abad.
5
Selain lnggris, Perancis juga rnengalami permaslaban anlara crnas nilai mata
uang ゥセQヲャ。ウゥN@ Mice] Chevalier (seorang ekonom Prancis pada abad 19) dalam
karangannya "On The probable Fall in The Value of Gold : The Commercial and
Social Consequences Wich 1.1ay Ensue, and the i\!!easures Wich It Invities" pada
tahun 1859 menyebutkan bahwa pertambahan penawaran emas akibat ditemukannya
tarnbang-tarnbang ernas baru di California, Australia, Afrika selatan akan
rnengakibatkan turunnya harga emas relatife dibandingkan perak yang kemudian akan
memba-.va pada turunnya nilai riil emas (int1asi) atau naiknya tingkat harga seluruh
barang kecuali ernas. Diketahui bahwa ada hubungan yang besar an!ma kenaikan
harga produksi emas dengan kenaikan tingkat inflasi di Prancis pada tahun 1870.
Adam Smith juga mengemukakan pendapat yang sama tcntang bal ini dan kcmudian
diperkuat o!eh penelitian Jean Bodin pada tahun 1568 yang mencliti bahwa
meningkatnya jumlah emas dan perak berhubungan erat dengan mcningkatnya tingkat
harga.
C. Jen is - Jcnis lnflasi
Terlepas dari penggolongan int1asi yang ada, yang jelas inJlasi mengganggu
perckonomian masyarakat karena harga terns meningkat schingga mcnggoncangkan
kchidupan ekonomi. Contoh int1asi yang parah yang pernah dialarni Indonesia adalah
sejak lahun l 963 sebesar 128% naik menjadi 594% pada tahun 1965 clan memuncak
mcnckan inllasi menjadi 112% pada tahun 1967 dan turun tcrus hingga me1tjadi 9,8%
pada tahun 1969. Sejak itu inflasi dapat dikendalikan hingga sckitar tahun l 9956.
Dari berbagai angka inflasi yang diuraikan diatas, ada bcbcrapa rnacarn inflasi
yang patut cliketahui :
a. Penggolongan pertama clidasarkan atas parah ticlaknya inflasi tersebut yang
terbagi atas :
a. lnflasi ringan (clibawah 10% setahun)
b. Inflasi seclang (antara 10%-30% setahun)
c. lnflasi berat (antara 30%-100% setahun)
d. Hiper inflasi (diatas 100% setahun)
Menurut Paul A. Samuelson, seperti sebuah pcnyakit, inJ1asi dapat
digolongkan rnenurut tingkat kepara!Jannya, yaitu :
a. Moderat Infation : Karakteristiknya adalah kenaikan tingkat harga yang
lambat. Umumnya disebut sebagai "inJ1asi satu digit". Pada tingkat
inflasi seperti ini orang masih mau memegang uang dan meny1mpan
kekayaan dalam bentuk uang dari pacla asset riil7
b. Galloping Inflation : lnflasi pada tingkat ini tcrjadi pada tingkatan 20%
pertahun. Pada tingkat inflasi seperti ini orang hanya mau memegang
uaPg seperlunya saja, sedangkan kekayaannya disirnpan dalam bentuk
asset-asset riil. Orang akan menumpuk barang-barang. Seperti ini tetap
6
Adi \Vannan A. J(arin1. op. cit., h. 3
7
bcrhasil 'selamat' walupun system harganya bcrlaku sangat buruk. Pcrekonomian semacam ini cenderung mcngakibatkan ter:jadinya gangguan-gangguan pada perekonomian karena orang-orang akan cenderung mengirimkan dananya untuk berinvestasi di luar negeri dibandingkan di dalam negeri (Capital out Flow).
c. Hi per lnfation : inflasi jenis ini pada tingkatan yang sangat tinggi, yaitu jutaan sampai triliunan persen pertahun. Walupun scpertinya banyak pemerintahan yang perekonomiannya dapal bcrtahan menghadapi
Galloping il!flation, akan tetapi tidak pernah ada pcmcrintahan yang
dapat bertahan menghadapi inflasi jenis ketiga yang amat 'mematikan' ini. Contohnya adalah wimar republic dijerrnan pada tahun 1920an8. Penggclongan kcdua yang 「・イ、。ウ。イォセュ@ sebab-musabab inflasi. Alas dasar nenggolongan ini inflasi dibedakan menjadi :
a. Ini1asi yang timbul karena permintaan masyarakat akan berbagai barang terlalu kuat. Inflasi semacam ini disebul demand inflation.
[image:28.595.85.491.103.532.2]b. l nflasi yang timbul karena kenaikan ongkos produksi yang disebut clengan cost inflation (biaya inflasi)9.
Gambar berikut ini menggaris bawahi perbedaan antara kedua macam intl asi ini :
8
Adi Wannan A. Kariin, op. cit., h. 5
9 rvtuchadarsyah Sinungan,
Gambar 2.1
s
S2
セセ@
s,H' H4
o,
-r
H3
02
セ@
L
01 Q2 OutputQ3 Q4 Output
Gambar X.l G<1mbar X.2
Gambar X. l menggambarkan suatu demand inflation. Karena
pennintaan masyaralrnt akan barang-barang jum!ah pcrmintaan (agregal
demand) bertambah (misalnya karena bcrtarnbahnya pengduaran
pcmerintah yang dibiayai dengan peneetakan uang atau bertambahnya
pengeluaran investasi swasla karena kredit yang rnurah), maka kurva
agregat demand bergeser dari D. l Ke D.2. akibatnya tingkat harga umum
naik dari H. l Ke H.2.
Pada gambar X.2 kita melihat bahwa bila biaya produksi naik
(misalnya karena kenaikan harga sarana produksi yang didatangkan dari luar
negeri, atau karena kenaikan harga bahan bakar minyak), rnaka kurva
penawaran agregat supply (jumlah penawaran) bergc:scr clari S. l kc S.2.
Akibat clari kedua maeam inflasi tersebut, clari segi kenaikan harga out
Dalam kasus demand inflation, biasanya ada kcccndcrungan untuk out pul
naik bersama-sama dengan kenaikan harga urnum. Bcsar kccilnya kenaikan
output ini tergantung kepada elastistas kurva agrcgal supply biasanya
semakin mendekati out put maksimum semakin lidak elastis kurva ini.
Sebaliknya dalam kasus cost inflation, biasanya kccil kenaikan out put ini
tergantung kepada elastisitas kurva agregat supply (jumlah penawaran);
biasanya semakin mendekati out put maksimum semakin tidak clastis kurva
ini. Sebaliknya dalam kasus cost il1flation, biasanya kenaikan harga-harga
dibarengi dengan turunnya omzet penjualan barang (Kclcsunan Usaha)10•
Perbedaan yang lain dari kedua proses inllasi ini lcrlclak pada urutan
dari kenaikan harga. Dalam demand inflation, kcnaikan harga barang akhir
(our put) mendahului kenaikan harga-harga fakh)r produksi (upah dan
sebainya). Sedangkan dalam cost inflation kila rnclihal kcnaikan harga
barang-barang input dan harga barang-barang factor produksi mcndahului
kenaikan harga barang-barang akhir (out put) 11•
Kedua macam inflasi ini jarang dijumpai clalam bcntuk pcrckonornian
murm. Pada umumnya inflasi yang te1jadi di bcrbagai ncgara di dunia
aclalah kombinasi dari kedua macam inflasi lcrscbut yang senng kali
keduanya saling memperkuat satu sama lain.
'" Boediono, Ekonomi Monet er, (Yogyakarta : LPFEUGM, 199 l ), h. 163
11
3. Penggolongan yang ketiga aclalah berclasarkan asal inflasi yang clibeclakan
rncnjacli :
a. Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation). lnflasi ini
timbul misalnya karena deficit aggaran belanja yang dibiayai oleh
pemerintah dengan pencetakan uang baru aki bat panenan gaga! clan
sebagainya.
b. Inflasi yang berasal dari luar negeri, yaitu in!1asi yang timbul karena
kenaikan harga-harga cliluar negeri atau di negara-negara langganan
berdagang negara kita. Kenaikan harga barang-barang yang kita impor
mengakibatkan :
I. Secara langsung menaikan indeks biaya hidup karcna sebagian dari
baraag-barang yang tercangkup clidalamnya berasa! dari impor.
2. Secara tidak langsung menaikkan indeks harga rnclalui kcnailrnn
biaya procluksi clan kemudaian harga jual dari bcrbagai barang yang
menggunakan bahan mentah atau mesin yang harus cliimpor (cost
inflation).
3. Secara ticlak langsung menimbulkan kenaikan harga dalam negen
karena kemungkinan kenaikan harga barang, impor mengakibatkan
kenaikan pengeluaran pemerintah yang bcrusaha rncngimbangi
kenaikan harga import tersebut.
Penularan clari luar negeri keclalam negeri bisa pula melalui kenaikan
a. Bila harga barang-barang ekspor naik, ma.ka inclcks biaya hiclup akan naik sebab barang-barang ini langsung masuk dalam claftar barang-barang yang terclapat clalam incleks harga barang
b. Bila barang ekspor naik, maka biaya procluksi dari barang-barang yang mengunakan barang-barang tersebut clalam proses procluksinya akan naik kemuclian harga jualnya juga naik.
c. Kenaikan harga barang-barang ekspor berarti kenaikan penghasilan cksportir. Kenaikan penghasilan eksportir ini kemuclian akan di belanjakan untuk memberi barang-barang baik dalam maupun luar negeri. Bila jumlah barang yang terseclia di pasar ticlak bertambah maka mengakibatkan harga-harga barang lain nr.ik pula.
Penularan inflasi clari luar negeri lebih muclah terjadi pada negara yang perekonomiannya terbuka, yaitu yang sektor pcrclagangan !um negennya penting (seperti Indonesia, Korea, Taiwan clan sebagainya)12.
D. Pcnycbab Intlasi
Masalah inflasi clalam arti yang lebih luas bukan semala-mata masalah ekonomi, tetapi juga masalah sosial-politik. Misalnya saja karena pemerintah mencetak uang terlalu banyak. Sering kali pemerintah melakukan ha! ini meskipun talm bahwa akan menyebabkan inflasi, maka jawabanya terletak pada bi dang
sosial-12
politik, misalnya karena pemerintah membutuhkan uang untuk opcrasi kcamanan,
adanya pertarungan politik antara golongan elit politik didalam ncgcri, atau karena
pcmcrintah tak berdaya menghaclapi tuntutan politik golongan masyarakat tertentu
yang menuntut 'bagian' clari anggaran belanja yang Jebih, clan sebagainya13
Ada beberapa indikator ekonomi yang digunakan untuk mengctahui Jaju inilasi
selama periodc tertentu.
lndeks Harga Konsumen (IHK)
!HK adalah angka indeks yang menunjukan tingkat harga barang clan
.1asa yang harus dibeli dalam periode tertentu. Di Jndonesia penghitungan
I HK dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa ratus komoditas
pokok. Ada pun rumusnya :
I n as1 -fl . _ (JHK - !HK -1) ./l v 1
ooo/
10!HK-!
Jndcks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
IHPB adalah angka indeks yang melihat inllasi dari s1s1 produscn.
Prinsip menghitung inflasi berclasrkan data IHPB adalah :
I n as1-· ll ._ (JHPB-JHPB-I)X'IOOo/ :;u IHPB-1
Secara garis besar acla tiga kelompok teori mengenai inllasi,
masing-masing menyoroti aspek tertentu clari proses inflasi, clan masing-masing-masing-masing
bukan teori yang lengkap untuk mencangkup aspek penting dari proses
kenaikan harga :
I. Tcori kuantitas, adalah teori yang paling tua mengcnai inflasi dan telah
mengalami banyak penyempurnaan oleh ahli ckonomi Chicago. Teori
ini menyoroti peranan jumlah uang yang bercdar dan psikologi
(harapan) masyarakat mengenai kenaikan harga-harga c!alam proses
in:Jlasi. Inti dari teori ini adalah:
a. lnfalsi hanyd bisa te1jadi bila ada penambahan volume uang yang
bercdar (apakah acla penambahan uang kartal atau uang giral). Tanpa
acla kenaikan jumlah uang yang bereclaL. kejaclian scpcrti panenan
gaga!, hanya akan menaikan harga-harga untuk scmentara waktu
saja. Penambahan uang ibaral 'bahan bakar' bagi api inflasi, jika
jumlah uang tidak clitambah, inflasi akan berhenti dcngan scndirinya,
apapun scbab-musabab awal clari kenaikan harga tcrscl,ut.
b. Psikologi (harapan) masyarakat mcngcnai kcnaikan harga-harga
dimasa yang akan datang. Ada tiga kemungkinan kcadaan. Keadaan
pertama adalah bila masyarakat tidak belum mcngharapkan kenaikan
harga-harga untuk naik pacla bulan-bulan mcndatang. Dalam ha! ini
scbagiai1 besar dari penambahan jumlah uang yang beredar akan
diterima oleh masyarakat untuk menambah likuiditasnya, yaitu
rnemperbesar pos kas dalam buku neraca anggota masyarakat. Ini
dibelanjakan untuk pembelian barang. Selanjutnya bahwa lidak akan ada kenaikan permintaan yang berarti akan barang-barang. Dalam keadaan seperti ini kenaikan jumlah uang yang bcrcdar sebesar l 0% diikuti oleh kenaikan harga sebesar I%. Keadaan ini biasanya dijumpai pada awal inflasi. Keadaan kedua adalah dimana masyarakat (atas dasar bulan-bulan sebelumnya) mulai saclar bahwa ada inflasi. Orang-orang mulai mengharapkan kcnaikan harga. Penambahan jumlah uang bcredar tidak lagi diterima masyarakat untuk menambah pos kasnya tetapi akan cligunakan untuk mcmbeli barang-barang. Hal ini dilakukan karena untuk mcnghinclari kerugian yang tirnbul scandainya rnereka memegang uang kas. lnJ.1asi adalah tidak lain suatu 'pajak' atas saldo kas yang di pcgang rnasyarakat, karena uang semakin tidak berharga. Or.mg-orang berusaha menghindari 'pajak' ini dengan jalan rnengubah saldo kasnya menjadi barang. Akibat selanjutnya adalah naik harga barang-barang tersebut. Keadaan seperti ini dijumpai pada waktu inflasi yang baru. Keadaan yang ketiga adalah terjadi pada tahap inHasi lebih parah, yaitu hiper inflasi. Dalam keadaan seperti ini orang-orang sudah kehilangan kepercayaan terahadap nilai mata uang kas clan keinginan untuk membelanjakan untuk rnembeli barang-barang scbegitu uang kas diterima clitangan semakin meluas dikalangan ュ。ウケ。イ。ォ。エ QGセN@
1
2. Teori Keynes mengenai inflasi didasarkan atas teori makro. Menurut teori ini, inflasi tcijadi karena suatu masyarakat ingin hidup di luar batasan kemampuan ekonomi. Pandangan teori ini bahwa proses inflasi karena 'perebutan rejeki' diantara kelompok sosial yang menginginkan bagian yang lebih besar dari yang bisa dilakukan atau clisedikan masyarakat tersebut. Proses perebutan ini kemudian diteijemahkan menjadi keadaan dimana permintaan masyarakat akan barang-barang selalu melebihi jumlah barang yang tersedia, keadaan ini disebut dengan
inflationary gap (celah infla_si/5. Inflationary gap in! timbul karena
golongan masyarakat tersebut berhasil mente1jemahkan aspirasi mereka kc dalam bentuk permintaan yang efektif akan barang-barang. Golongan masyarakat ini mungkin pemerintah ウセョ、ゥイゥ@ yang berusaha memperoleh bagian yang lebih besar dari out put masyarakat dengan menjalankan c!efisit dalam anggaran belanjanya yang dibiayai dengan rnencetak uang baru. Golongan lain mungkin pula swasta yang melakukan investasi baru dan memperoleh kredit clari bank. Ataupun golongan buruh yang berusaha mernperoleh kenaikan gaji melebihi kenaikan produktifitas yang dihasilkan. Jika jumlah permintaan efektif dari semua golongan pacla barang-barang yang dihasilkan, maka inflationary gap akan timbul. Proses inflasi akan lerus berlangsung selama jumlah pcrmintaan efektif melebihi jumlah out put yang dihasilkan.
15
berkembang. Karena inflasi dikaitkan dcngan faktor struktnral dari perekonornian yang hanya bisa berubah dalam jangka panjang, rnaka disebut juga teori inflasi 'jangka panjang'. Menurut tcori ini ada dua ketegaran utama dalam perekonomian ngara-negara scdang berkembang yaitu bisa menimbulkan inflasi :
a. Ketegaran pertama berupa 'ketidak elastisan · dari pcnenmaan ekspor, yaitu ekspor yang tumbuh secara larnban dibanding dengan pertumbuban ウ・ォエッイMウセォエッイ@ lain. Kelambanan ini discbabkan karena:
I. Harga pasar dunia dari barang-barang ckspor negara tersebuc rnakin tidak menguntungkan dibandingkan clcngan harga barang-barang yang harus dibayar, atau se!·ing cliscbut dcngan istilah clasar penukaran (term of rrade) yang scmakin buruk. Sering clianggap bahwa harga barang-barang basi I alarn yang merupakan ekspor dari negara-negara scdang berkembang dalam jangka panjang akan lebih lambat dari pada harga bmang-barang indusri yang merupakan hasil impor negara-ncgara sedang berkembang.
ekspor yang tidak elastis). Kelambanan pertumbuhan pencrimaan
ekspor ini berarti kelambanan kernampuan unluk mengimpor
barang-barang yang dibutuhkan (untuk konsumsi maupun
investasi). Akibatnya negara tersebut tcrpaksa mengambil
kebijakan pembangunan yang menekankan pacla penggalakan
procluksi dalam negeri clari barang-barang yang scbelunmya
cliimpor (import substitution strategy), mcskipun sering kali
produksi dalam negeri ini mempunyai ongkos produksi yang
lcbih tinggi (kualitas lebih rendah) clari banmg scjenis yang
diimpoL Ongkos procluksi yang lcbih tinggi ini mcngakibatkan
harga yang lebih tinggi, clan bila proses wbtitusi ii 11por ini makin
rneluas. rnaka kenaikan ongkos produksi juga rnakin meluas k.:
bcrbagai barang (yang taclinya diimpor), sehingga makin banyak
harga barang yang naik rnaka te1jadilah inl1asi 16
b, Keterangan yang kedua berkaitan dengan 'kctidak elastisan' clari
supply atau procluksi bahan makanan dalarn negcri, Dikatakan bahwa
procluksi dalam negeri ticlak tumbuh sccepat pertumbuhan penduduk
dan penghasilan perkapita, sehingga harga bahan makanan dalam
negeri cenderung untuk naik melebihi kenaikan harga barang-barang
lain. Akibat selaqjutnya adalah timbulnya luntutan dari para buruh
untuk memperoleh kenaikan upah/gaji yang bcrarti pula kenaikan
1
ongkos produksi yang kemudian mem1cu kcnaikan harga
barang-barang tersebut, dan seterusnya17•
E. Pandangan Ekonom Tcrhadap Inflasi
Menurut ekonom Islam, Taqiuddin Ahmad lbn Al-Maqrizi ( 1364M-l 44 IM),
yang merupakan salah satu murid dari lbn Khaldun, menggolongkan infalsi dalam
dua golongan, yaitu :
I. Natural Inflation
Sesuai dengan namaya, inflasi jenis ini diakibatkan olch sebab-sebab
alamiah dimana orang tidak mempunyai kendali atasnya (dalam hal
rnencegah). Ibn A!-Maqrizi mengatakan bahwa inflasi ini adalah akibat
turunya penawaran agregat (AS) dan inflasi akibat naiknya permintaan
agregat (AD) .
. Tika memakai perangkat analisa konvensional yaitu persarnaan :
MV=PT=Y
Dimana : M = jumlah uang yang beredar
V = kecepatan peredaran uang
P
=
tingkat hargaT = jumlah barang dan jasa
Y = tingkat pendapatan nasional (GDP)
Maka natural inflation dapat diartikan sebagai :
17
a. Gangguan terhadap jumlah barang dan jasa yang dalam suatu perekonomian (T). misalnya T turun sedangkan fvl dan \! letap, maka konsekuensinya P (harga) naik.
b. Naiknya daya beli masyarakat secara riil. Misalnya nilai ekspor lebih besar dari nilai impor, sehingga secara netto te1jadi impor uang yang mengakibatkan M naik sementara \! dan T tetap rnaka P (harga) akan naik.
Lebih jauh, jika dianalisa dengan persamaan :
Mセ@
PERPUSTAKAAN UTAMA
I
UIN SYAl-llD JAKARTA .AD=AS
Dan AS=Y
AD= C +I+G+(X-M) Dimana: Y = pe!>dapatan nasional
C = konsumsi
I = investasi
G = pengeluaran pemerintah (X-M) =nett expor
Maka Y = C+I+G+(X-M).
Dengan demikian natural inflation dapat di golongkan berdasarkan penyebabnya menjadi dua:
rnaka rnengakibatkan naiknya perrnintaan agregat (J\D). Hal ini pernah
tcrjadi pada masa pemerintahan Khalifah Urnar RA.
Pada masa itu khalifah pedagang yang menjual barangnya ke luar
negri clan membeli lebih sedikit barang barang luar negri clari pada yang
rncreka jual ( ositive nett export). Akibatnya rncrcka membawa uang
kclebihannya ke Madinah sehingga meningkatnya daya bcli masyarakat
dan mengakibatkan naiknya tingkat harga kcseluruhan.
Untuk mengatasi masalah tersebut Khalifah Umar bin Khatab
melarang penduduk Madinah untuk membel i b_arang-barang kornoditi
selarna dua hari berturut-turut. Akibatnya adalah turunnya permintaan
agregat. Setelah pelarangan tersebut benikhir maka harga kembali
b. Akibat dari turunnya tingkat produksi (AS turun) karena te1jadinya
paceklik, perang, ataupun embargo dan boikol. I-Jal ini pernah te1jadi
pula pacla masa pemerintahan Khalifah Urnar bin Khatab yaitu pada
rnasa paceklik yang rnengakibatkan kalangkaan gandum sehingga harga
gandum naik. Kebijakan Umar adalah mengimpor gandum dari
Frustat-Mesir sehingga penawaran agregat barang di pasar naik kemudian
berakibat ada turunnya ti11gkat harga yang kembali normal 19•
2. Human Error Jnflation
18
Adi Warn1an A. I(ariin, Sejarah Pe111ikiran Ekonon11· Isla111, (Jakarta : II !'I', 2001 ), h. 48
19
Sclain dari penyebab-penyebab yang dimaksucl pacla natural infation,
maka ini1asi yang clisebabkan oleh hal-hal lainnya dapat digolongkan
scbagai Human Error Inflation (Inflasi Kcsalahan manusia), yaitu inflasi
yang clisebabkan oleh kesalahan dari manusia itu scndiri sehingga
sebenarnya dapat dihindarkan agar tidak te1jacli.
Human error inflation clapat clikelompokkan mcnurut penyebabnya
yaitu :
a. Korupsi clan aclministrasi yang buruk (C'orruplion and Bad
Adm i 11 is/ration)
Jika rnerujuk pada MV = PT, maka korupsi akan mengganggu
tingkat harga (P naik) karena para proclusen akan menaikkan harga jual
produksinya untuk menutupi biaya-biaya 'siluman' yang tclah mereka
keluarkan !ersebut. Akibat harga terclistorsi olch komponen yang
scharusnya tidak ada sehingga lebih lanjut akan mcngakibatkan ekonomi
biaya tinggi (high cost economic)yang pada akirnya te1jacli inefisiensi
alokasi sumber claya yang akan merugikan masyarakat secara
kesel uruhan.
Sedangkan jika merujuk ada persamaan AS-AD korupsi dan
administrasi yang buruk akan mengakibatkan kontraksi pacla kurva
penawaran agregat (AS turun). Selain menycbabkan incfisicnsi alokasi
menyababkan perekonomian pada keterurukan ',1piral/ing Inlation' atau
· I-fier Inflation '20
b. Pajak yang Berlebihan (Excessive Tex)
Efek yang ditirnbulkan oleh pajak yang berlebihan pada
perekonomian hampir sama dengan efek yang ditimbulkan oleh korupsi
dan administrasi yang buruk yaitu kontraksi ada kurva penawaran
agregat (As turun) yang berakibat pada kenaikan harga.
c. Pencetakan Uang Berlebih
Ibn Al-Magrizi berpendapat bahwa pencetakan uang yang
berlebihan jelas-jelas akan mengakibatkan naiknya tingkat harga secara
keseluruhan. Menurutnya kenaikan tingkae komoditas tcrsebut jarang
sekali mengalami kenaikan. Beliau berpenclapat bahwa sebaiknya uang
clicetak hanya pada tingkat minimal yang clibutuhkan untuk transaksi
(jual-beli) dan dalam pecahan yang mempunya1 nilai nominal kecil
(supaya ticlak ditumpuk). Selain itu bcliau juga bcrpcndapat bahwa
kenaikan harga-harga umumnya adalah dalam banyak jmnlah nominal
uang bukan clalam nilai dinar emasnya. J acli kcnaikan harga adalah
karena sebab alamiah saja, bukan akibat clnri pencctakan uang yang
berlebihan.
Pada jaman sultan Barquq clan sultan Kidbugha niali uang jauh
melebihi niali intriksinya. Ketika itu uang tcrcliri dari 2/3 perak clan 1/3
20
tembaga, yang artinya uang tersebut dibackup sccara parsial oleh logam mulia sebesar 2/3-nya. Dalam perkembangan selanjutnya kanduangan uang tersebut menjadi 1/3 perak dan 2/3 tembaga hanya di backup 113
oleh logam mulia. Pencetakan uang dalam bentuk ini akan menyebabkan
. fl ·21
m as1 .
Ibn Khaldun (1332-1402) berpendapat bahwa pemerintah dapat mencetak uang yang bukan terbuat dari logam mulia (emas) asalkan nilainya dikaitkan dengn enias dan perakn
Semantara itu Ibn Tai111iyah (1323-1328) telah melarang emerintah untuk mengambil keuntungan dari nilai kegiatan tersebut. !tu sebabnya mcngapa Jbn Taimiyah mengecam tindakan pemerintah yang melakukan impor tembaga dari eropa yang dirnaksudkai1 untuk digunakan sebagai bahan dalam pencetakan uang bahkan leb1h ekstrim bgi beliau melarang seluruh kegiatan bisnis yang berkailan dcngan pcncctakan uang tersebut23.
Al-Ghazali (1058-1111) mensyaratkan jika pcmerintah ingin menggunakan uang (2/3 tembaga), maka pemerintahan harus :
l. menyatakan bahwa uang tcrsebut adalah pembayaran yang sah 2. pemerintah harus menjaga nilainya
3. pemerintah memastikan tidak adanya perdagangan uang
21
Adi Warn1an A. K.ari111, op. cit., h. 14
22
Adi Warn1an A. I<ariin, op. cit., h. 15
23
4. melarang dan mencegah beredarnya uang palsti2'1
lnflasi yang timbul akibat dorongan pemerintah untuk mengambil keuntungan dalam percetakan uang dengan bertambahnya jumlah uang yang beredar (dalam arti bertambahnya jumlah nominal uang), namun tidak diikuti sepenuhnya dengan bertambahnya nilai instrinsik uang, maka berarti daya beli nominal uang menjadi lemah terhadap nilai instrinsiknya. Sangat jelas bahwa pencetakan uang dalam bentuk seperti ini akan memicu te1jadinya inflasi25•
Dalam Islam, inflasi yang di_sebabkan oleh faktor ala111iah dapat ditolerir. Seperti yang te1jadi pada masa Rasulullah SAW, di mana rosul didesak oleh para sahabat untuk menurunkan harga telapi rasul rnenolak:
"Dari Anas bin Malik RA berkata : Para sahabat berkata : "
Wahai Rosullulah, harga 11111/ai mahal. Patak/ah harga untuk kami '.
Rosulullah bersabda : "Sesungguhnya A/lahlah yang mematok harga, yang menyempitkan dan melapangkan rizki, dan Alw sesungguhnya berharap untuk bertemu A!lah dalam kondisi tidak seorangpun dari
kalian memmtul kepadaku dengan suatu kezaliman kepadaku ". (HR.
Imam lima kecuali Imam An-Nasai, clan ditashih oleh ibn flibban)
Bahwasanya dalam hadits tersebul diterangkan, bahwa tidak seorangpun yang menelukan harga suatu barang, kecuali Allah lah yang menentukan suatu harga karena Allah yang melapangkan, menyempikan dan rnemberikan rezeki pada hamba-Nya
24 Adi Warman A. Karim, op. cit., h. 29
Adapun inflasi yang disebabkan oleh kesalahan manusrn selain
yang disebutkan diatas antara Jain karena :
a. Riba dan Btinga
Jauh sebelum Islam datang, riba telah clilarang lewat kitab suci
terdalmlu (Yahudi dan Nasrani).
Orang Yahudi dilarang mempraktekkan pengambilan bunga,
yang tercantum dalam Old Tastement (Pe:tjanjian Lama). Dalam
kitab Exodus (Keluaran) pasal 22 ayat 5 menyatakan :
"Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umatku, orang miskin dianlaramu !Ntka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia dan janganlah engkau bebankan bungu terhadapnya"
Dalam kitab Ulangan pasal 23 ayat 19 meyatakan :
"Janganlah Engkau memhungakan kepada saudaramu baik uang
maupun makanan alaupun yang dapat dibungakan ".
Kemudian dalam kitab lmamat pasal 35 ayat 7 menyataka!1 :
"Janganlah engkau mengambil bunga uang a/au riba darinya, melainkan engkau harus /a/ml kepada Allahmu, supaya saudaramu bisa hidup diantaramu. Janganlah Engkau berikan uangmu kepadanya dengan me111f11ta bunga, juga makancmmu jangalah
l b .k d . .b "26
eng1wu erz an engan memmta rt a
Hubungan bahaya riba dengan te1jadinya inflasi adalah pada
saat terjadinya transaksi dimana alrnd yang clitentukan untuk
membayar bunga sekian persen tarnpa peduli pihak peminjam
untung atau rugi. Maka untuk menutupi kerugian akibat bunga yang
ditentukan maka sebagai pengusaha baik pedagang atau sebagainya,
tingkat harga yang sebelumnya normal namun kerena harus
memer,uhi tuntutarr membayar bunga maka harga tcrscbut dinaikan.
Jika ha! tersebut terjadi discmua sektor ekonomi, maka teijadi
kenaikan tingkat harga secara keseluruhan dan akhirnya malah
mendorong timbunya inflasin
Maulana Maududi manjelaskan bahwa institusi bunga
merupakan sumber bahaya kejahatan. Bunga akan menyengsarakan
dan menghancurkan masyarakat melalui pengaruhnya terhadap
karakter manusia, diantaranya menimbulkan pcrsaan cinta terhadap
uang clan hasrat menumpuk harta bagi kepentingan pribadi.
Sacara psikologis, praktek pembungaan uang menjadikan
seseornng r,rn]as menginvestasikan uangnya clalam scktor riil.
Syarat telah jelas melarang riba dalam bentuk apapun, sedikit
atau banyak. Allah tclah berfirman :
Artinya:
"Dan Allah mengha/a/kan jual beli dan mengharamkan
riba ... " (QS. Al-b'lqarah / 2: 275)
27 !brahin1 Lubis, Ekono111i ls/a111 Suatu F}engan/ar, (Jakarta: l(aJa1n Mulia, 1995). Cet, i(el-L
b. Monopoli dan Penimbunan
Monopoli adalah menahan barang dari pcrpularan di pasar
sehingga harganya naik. Resikonya scmakin fatal jika monopolli ini
dilakukan dari sektor hulu ke hilir.
Sedangkan penimbunan adalah mengumpulkan barang-barang
dengan menunggu waktu sampai waktunya naik harga-harga barang
tersebut, sehingga bisa menjual dengan harga tinggi, hingga warga
l . I . l 2s
setempal su 1t untu c men Jang mun ya .
Penirnbunan clan monopoli membua1 barang terkonsentrasi
pada satu litik sehingga mereka bisa memainkan harga. Distribusi
barang lerhambat sehingga akan naik dan rnengalami inflasi.
Jika barang-barang komoditas langka dipasar maka akan
memicu kenaikan harga, dimana jika pcrmintaan (D Tclap)
sementara penawaran (S lurun maka harga (!') naik. Jika dalam bal
ini te1jadi dalam bayak barang komoditas yang dimonopoli dan
ditimbun, maka te1jadilah inflasi.
Pada umumnya pelaku monopoli mcnctapkan harga yang lcbih
tinggi bagi basil produksinya (monopoli mendambakan pemusatan
suplay dalam satu tangan), rnaka soal ckspoitasi banyak sekali
dihubungkan clengan gagasan monopo!i29.
F. Pcngaruh Inflasi Tcrhadap Kchidupan Ekonomi
Menurut Ahmad lbn Al-Maqrizi (1364M - 1441M), scorang ekonom Islam
yang merupakan salah satu muricl Ibnu Khalclun, berpenclapat bahwa inflasi berakibat
sangat buruk bagi perekonomian karena :
a. Menimbulkan gangguan terhaclap fungsi uang, terutama tcrhadap fungsi
tabungan, fungsi ー・ュ「。ケセイ。ョ@ di muka, clan fungsi clari unit penghitungan.
Orang hams melepaskan diri dari uang clan asset keuangan akibat clari beban
inflasi tersebut.
b. Melemahkan semangat menabung clan sikap terhaclap rnenabuug clari
rnasyarakat (turun marginal propensity to save)
c. Meningkatknya kccenclerungan untuk berbelanja terutama untuk non primer
clan barang-barang mewah
cl. Mengarahkan investasi pacla hal-hal yang nonprocluktif yaitu penurnpukan
kekayaan (hoarding) seperti tanah, bangunan, logam rnulia, rnata uang
asing, dengan rnengorbankan investasi kearah procluktif seperti pertanian,
industri, perdagangan, transportasi clan lain-lain30•
2
'J M.A.Manan, Ekono1ni Jslan1 : Teori dan Praktek, (Jakarta : lntcrrnasa, I 992), h. 291
Sclain itu inflasi juga mengakibatkan masalah-masalah yang berhubungan
dengan akuntansi sepcrti pcmeliharaan modal riil dengan rnclakukan isolasi
keuntungan inj/asioner .dan rnenyebabkan dibutuhkannya korcksi clan rckonsiliasi
operasi (index) untuk mendapat kebutuhan perbandingan waklu clan tempat
Adapun darnpak inflasi yang sangat nyata adalah :
a. Jnj/asi yang berdampak pada distribusi pendapatan
Darnpak inflasi terhadap distribusi pendapatan pacla urnurnnya
bersifat tidak rnerata, ada yang mengalami keuntungan dengan adanya
inflasi (kelompok kaya pemilik jalur distribusi dan produsen yang
bertindak atas regulasi) dan ada yang dirugikan sepcrti :
l. Mereka yang berpenghasilan tetap akan mengdlarni penurunan nilai
riil dari penghasilannya sehingga claya belinya lcmah
2. l'vlcreka yang gernar menumpuk kekayaan dalam bcntuk uang tunai,
lrnrena claya bcli dan ni!ai riil uang yang disimpannya akan menun!n
clrastis clan mengalami kerugian sebesar inflasi yang tcrjadi
3. Pemilik modal yang merninjamkan moclalnya clengan bunga lebih
rend ah clari inflasi juga mengalami kerugian
Dengan demikian apabila keaclaan tertsebut tidak cliatas, maka dalam
jangka panjang akan semakin rnemperlebar kescnjangan antara kelompok
kaya dengan kelompok miskin, atau kelompok yang penghasilan tinggi
merusak tatanan (struktur) dan bahkan melumpuhkan scmua sektor
ekonomi.
b. Jnjlasi yang berdwnpak pada alokasi fl1kror pr0duksi
lnflasi selain berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat JUga
berpengaruh terhadap biaya produksi. Harga-harga faktor produksi akan
terns meningkat sehingga dapat mengubah pola alokasi Caktor-faktor
produksi. Perubahan tersebut dapat terjadi melalui kenaikan permintaan
akan berbagai macam barang yang selanjutnya akan mendorong
perubahan produksi dalam bebcrapa produk tertentu. Dengan adanya
inflasi, permintaan barang-barang tertentu akan mendorong peningkatan
produksi terhadap barang-barang tersebut. Kenaikan produksi yang
demikian akan mengubah pola aiokasi produksi barang-barang tersebut
sehingga menjacli lebih efisien yang clisebut dengan efficiency effect.
Inflasi yang tinggi apabila ticlak diikuti dengan pcningkatan efisiensi
terhaclap biaya procluksi, maka akan meningkatkan harga-harga procluk.
Sedangkan di sisi lain, claya beli masyarakat mclcmah yang akan
menyebabkan harga procluk semakin ticlak kompctitif. Keadaan yang
demikian ini suclah tentu menjadi awal clari kebangkrutan ekonomi,
G. Pcngcrtian Bunga Bank
Bunga bank clapat cliartikan sebagai balas jasa yang dibcrikan olch bank yang
berclasarkan prinsip konvensional kepacla nasabah yang membcli atau menjual
procluknya. Bunga juga dapat cliartikan sebagai harga yang harus clibayar kepada
nasabah (yang memiliki simpanan) dengan yang harus dibayar oleh nasabah kepacla
bank (nasabah yang memperoleh pinjaman).
Dalam kegiatan perbankan sehari-hari acla 2 macam bunga yang diberikan
kepacla nasabahnya yaitu:
1. Bunga Simpanan
Bunga yang cliberikan sebagai rangsangan atau balas jasa bagi nasabah
yang menyimpan uangnya di bank. Bunga sirnpanan .ncrupakan harga yang
harus clibayar bank kepacla nasabahnya. Sebagai contoh jasa giro, bunga
tabungan clan bunga deposito.
2. Bunga Pinjama•.1
Adalah bunga yang diberikan kepacla para perninjam atau harga yang
barns clibayar oleh nasabah peminjam kepacla bank. Scbagai cotoh bunga
kreclit.
Keclua macam bunga ini merupakan komponen utama faktor biaya clan
penclapa!an bagi bank konvensional. Bunga simpanan mcrupakan biaya
dana yang hams dikeluarkan kepacla nasabah seclangkan bunga pinjaman
merupakan penclapatan yang cliterima clari nasabah. Baik bunga simpanan
lainnya. Scbagai contoh seandainya bunga simpanan tinggi, maka sccara
otomatis bunga pinjaman juga terpengaruh ikut naik dan dcmikian pula
scbaliknya.
11. Faktcu--faktor yang Mcmpcngaruhi Sulm Bunga
Sepcrti dijelaskan di atas, bahwa untuk menetukan besar kccilnya suku bunga
simpanan dan pinjaman sangat dipengaruhi oleh keduanya, artinya baik bunga
simpanan maupun pinjaman saling mempengaruhi disamping faktor-faktor lainnya.
Faktor-faktor utama yang mcmpengaruhi besar kecilnya penetapan suku bunga
adalah:
I. Kebutuhan dana, apabila bank kekurangan dana scmentara rermohonan
pinjamai1 meninglrnt, maka yang dilakukan oleh bank agar kebutuhan dana
tersebut cepat tcrpenuhi dengan meningkatkan suku bunga sirnpanan.
2. p・イウセゥョァ。ョL@ dal8m memperebutkan dana simpanan, maka disamping faktor
promosi, yang paling utama pihak perbankan harus mcmperhatikan pesaing.
3. Kebijakan pernerintah, dalam arti baik untuk bunga simpanan rnaupun
bunga pmJaman kita, tidak boleh melebihi bunga yang sudah ditetapkan
oleh pemerintah.
4. Jangka waktu, semakin panjang jangka waktu pm1aman, maka akan
semakin tinggi tinggi bunganya, hal ini disebabkan bcsarnya kcrnungkinan
I. Tingkat Suku Bunga SBI (Scrtifikat Bank Indonesia)
Pengertian dasar dari tingkat suku bunga yaitu harga dari pcnggunaan uang
untuk janka waktu tertentu. Pcngertian tingkat suku bunga scbagai harga clapat juga
dinyatakan sebagai harga yang harus dibayar apabila te1:jadi pertukaran antara satu
rupiah sekarang dengan satu rupiah nanti, misalnya, Hutang piutang timbul karena
le1jadi jJertukaran semacarn ini. Pembeli dari satu rupiah sekarang sekali gus penjual
dari satu rupiah nanti aclalah pcminjam. Sedangkan penjual dari satu rupiah sekarang
yang sekaligus pembcli dari satu rupiah nanti aclalah orang yang rneminjamkannya.
Debitur harus mernbayar kepada kreditur harga dan pertukaran tersebut clan harga ini
aclalah bunga yang harus dibayar clebitur clan cliterima kreditur. Bocdiono 1994:75
Salah satu instrument moneter yang dapat rnempcngaruhi atau memotivasi
1'rnsyarakat maupun pengusaiia untuk menabung clan melakukan investasi adalah
tingkat suku bunga. Tingkat suku bunga adalah harga yang clibcrikan oleh unit
eknnomi yang mengalarni clefisit. Artinya, tingkat suku hung.a merupakan balas jasa
yang diberikan oleh unit ekonomi yang mendalami surplus kepada unit ekonomi yang
mengalami deficit karena diberikan pinjaman oleh unit surplus. Eugene A Diiulio
1990:42
Dalam perhitungan tingkat suku bunga, biasanya digunakan prosentase % dari
jumlah uang yang dipinjam atau ditanamkan seseorang. Hal ini sesuai dengan
.J. Risiko Tingkat Suku Bunga (Jnreresl Rate Risk)
Resiko Tingkat bunga adalah risiko yang timbul sebagai akibat clari fluktuasi
tingkat bunga. Mesikipun bank syariah ticlak menetapkan tingkat bunga, baik clari sisi
penclanaan maupun sisi pembiayaan, tetapi bank syariah ticlak akan clapat perlepas
clari risiko tingkat bunga. Hal ini clisebabkan pasar yang dijangkau olch bank syariah
tidak h8nya untuk nasabah-nasabah yang loyal penuh terhadap syariah. Oleh karena
itu, hank syariah menghadapi hal yang semacam tingkat bunga berupa pricing risk
yaitu:
I) Di rec Compeliror Market Rare (DCMR) yairn tingkat bagi hasil dari
bank-bank yang menjalankan usahanya dengan prinsip syariah.
2) !ndiux Compelilor lvlarket Rate (ICMR) yaitu tingkat bunga pacla
ba11k-bank konvensional.
3) Expecled Competitive Return For Inveslor. yailu basil investasi yang
kornpetitifyang diharapkan oleh investor.
Bila te1jacli bagi basil pendanaan syariah lebih kecil dari tingkat suku bunga
nasabah dapat pindah ke bank konvensional, sebaliknya pada sisi financing, bila
margin yang dikenakan lebih besar dari tingkat bunga maka nasabah dapat beralih kc
ba11k konvensional.
K. Kcranglrn Bcrpikir
Kebi_1akan moneter yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dengan earn
mempengaruhi pcran intermcdiasi dunia perbankan. Kenaikan tingkat suku bunga
melalui pcningkatan Bl rate ini akan diikuti oleh naiknya bunga pinjarnan pada
bank-bank umum, dan ha! ini sangat memberatkan bagi kalangan pcngusaha. Karena disaat
kondisi perekonomian yang belum stabil ini, mereka kesu.litan mencari tambahan
modal akibat naiknya bunga pinjaman.
Bank syariah dalam kegiatan operasionalnya tidak tergantung pada tingkat suku
bunga, karena sistem yang ada pada bank syariah adalah sistem bagi hasil. Walaupun
demikian ada semacam kekhawatiran yang melanda bank syariah, yakni
dikhawatirkan sebagian nasabah penyimpan di bank syuriah akan mcngalihkan
dananya pada bank konvensional karena tingkat suku bunga di bank umum
(konvcnsional) mengalami kenaikan. Tetapi di