• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagaimana Memulai PTK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bagaimana Memulai PTK"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

PERKENALAN - BIODATA SAYA

• Nama : Dr Barlin Hady Kesuma, S.Pd, M.Ed

• Tmpt, tgl lahir : Samarinda, 7 Maret 1974

• Pekerjaan : Guru (Kepsek) & Dosen

(Universitas Swasta)

• Status

: Pegawai Negeri Sipil (PNS)

• Alamat : Jl. AW Syahrani Gang 5 RT 38

No 7 Samarinda, Kaltim

• No. Telepon : 085246704716 /085813865887

• Email

: [email protected]

(2)

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Guru se-Kota Balikpapan

(3)

• Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan bagian

dari penelitian tindakan (

action research

) yang

bertujuan untuk memperbaiki mutu pembelajaran di

kelas yang diampu oleh guru.

• Tujuan dan manfaat PTK adalah untuk perbaikan

dalam konteks proses belajar khususnya dan

implementasi program sekolah pada umumnya (Mc

Niff: 1992).

• Tumbuhnya budaya meneliti di kalangan guru

sebagai dampak dari pelaksanaan tindakan secara

berkelanjutan, memberi manfaat yaitu terwujudnya

inovasi pembelajaran dan peningkatan

(4)

GURU SEBAGAI PENDIDIK

PROFESIONAL

GURU YANG PROFESIONAL MEMILIKI KEMAMPUAN: 1. MERENCANAKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR 2. MELAKSANAKAN DAN MEMIMPIN KBM

3. MENILAI KEMAJUAN KBM, DAN

4. MENAFSIRKAN SERTA MEMANFAATKAN HASIL PENILAIAN KEMAJUAN KBM

GURU PROFESIONAL SELALU MELAKUKAN REFLEKSI TERHADAP PRAKTEK PEMBELAJARAN YANG TELAH DILAKUKANNYA

KOMPETENSI PENGEMBANGAN PROFESI: MELAKUKAN

PENELITIAN SEDERHANA DALAM RANGKA

(5)

PERBEDAAN ANTARA PTK

PERBEDAAN ANTARA PTK

DAN PENELITIAN FORMAL

DAN PENELITIAN FORMAL

PTK PTK

• DILAKUKAN GURU SENDIRIDILAKUKAN GURU SENDIRI

TIDAK PERLU SAMPELTIDAK PERLU SAMPEL

TIDAK MENUNTUT VALIDITAS & TIDAK MENUNTUT VALIDITAS & REABILITAS INSTRUMEN

REABILITAS INSTRUMEN

• TIDAK MENUNTUT ANALISIS TIDAK MENUNTUT ANALISIS STATISTIK

STATISTIK YANG RUMIT YANG RUMIT

• MENGEMBANGKN HIPOTESISMENGEMBANGKN HIPOTESIS • MENERAPKANMENERAPKAN TEORI TEORI

PENERAPAN ILMUPENERAPAN ILMU

MEMPERBAIKI PRAKTIK MEMPERBAIKI PRAKTIK PEMBELAJARAN SECARA PEMBELAJARAN SECARA LANGSUNG

LANGSUNG PENELELITIAN FORMAL

PENELELITIAN FORMAL

• DILAKUKAN ORANG LUAR DILAKUKAN ORANG LUAR

SAMPEL REPRESNTATIFSAMPEL REPRESNTATIF

INSTRUMEN HARUS VALID & INSTRUMEN HARUS VALID &

RELIABEL

RELIABEL

• MENUNTUT ANALISIS MENUNTUT ANALISIS STATISTIK YG RUMIT

STATISTIK YG RUMIT

• MENGUJI HIPOTESISMENGUJI HIPOTESIS

MENGEMBANGKAN TEORIMENGEMBANGKAN TEORI

HASIL PENEL PRODUK ILMUHASIL PENEL PRODUK ILMU

TIDAK MEMPERBAIKI PRAKTIK TIDAK MEMPERBAIKI PRAKTIK PEMBELAJARAN SECARA

PEMBELAJARAN SECARA

LANGSUNG

(6)

BAGI PENGALAMAN 10’

• Peserta diminta saling bercerita

tentang pengalamannya

membuat PTK

• Peserta lain menanggapi,

memberi masukan, dan

(7)

ANALISIS PENGALAMAN 10’

Berdasarkan pengalaman di atas,

rumuskan secara berpasangan:

Apa yang dimaksud dengan PTK?

Apa bedanya dengan penelitian eksperimen?Masalah seperti apa yang cocok diteliti dengan

PTK?

Seperti apa karakteristik PTK?

Salah satu pasangan membacakan

(8)

Ruang lingkup Kajian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

• Kajian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi tindakan yang terkait dengan:

• 1. Peningkatan kualitas proses pembelajaran

• 2. Peningkatan penguasaan materi pembelajaran • 3. Peningkatan kualitas penilaian pembelajaran

• 4. Peningkatan kualitas pemanfaatan media/sumber pembelajaran

• 5. Peningkatan keterampilan belajar

(9)

Obyek Penelitian Tindakan Kelas

• Secara teoritis tema dan obyek penelitian PTK sangat luas. Tapi bisa difokuskan pada perbaikan dan peningkatan kualitas

pembelajaran di kelas tertentu, yang meliputi:

1. Pendekatan/ Model/Strategi/Metode pembelajaran terkini. 2. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK (teknologi

informasi dan komunikasi), APE (alat peraga edukatif) dan berbasis lingkungan sekitar.

3. Pengelolaan kelas dan siswa.

4. Teknik penilaian/evaluasi pembelajaran. 5. Pemanfaatan bahan ajar/ sumber belajar. 6. Teknologi pembelajaran.

7. Pengembangan kurikulum. 8. Psikologi Belajar.

(10)

PRINSIP PERENCANAAN

PTK

S

=

Specific

, khusus, tertentu

M

=

Managable

, dapat dilaksanakan

A

=

Acceptable

, dapat diterima

R

=

Realistic

, terdukung sumber

daya

(11)

DISKUSI KELOMPOK 10’

• Bekerjalah dalam kelompok

• Temukan bagaimana

(12)

ISI PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

• Proposal penelitian tindakan kelas terdiri atas: • (1) Judul; (2) Latar Belakang Masalah;

• (3) Perumusan Masalah (3) Tujuan Penelitian;

• (4) Manfaat Penelitian (5) Kajian Pustaka/ Kajian teori; • (6) Tinjauan hasil penelitian terdahulu yang relevan; • (8) Hipotesis Tindakan, (9) Metode penelitian/prosedur

penelitian, mencakup: (a) Rancangan penelitian, (b) Lokasi, waktu dan subjek penelitian, (c) Kolaborator penelitian, (d) Prosedur penelitian, (e) Teknik

pengumpulan data, (f) Teknik analisis data, (g) Kriteria keberhasilan tindakan.

(13)

Identifikasi Masalah

Tulis semua hal terkait dengan

pembelajaran yang memerlukan

perbaikan

Memilah dan mengklasifikasikan

masalah

Mengurutkan masalah sesuai

(14)

Analisis Masalah

Masalah harus faktual (benar-benar

terjadi dalam pembelajaran di kelas)

Masalah harus dapat dicari alternatif jalan

keluarnya (membantu mencari alternatif

pemecahan tindakan)

Masalah memiliki nilai strategis bagi

(15)

Merumuskan Masalah

• Aspek substansi (nilai manfaat dan

keterapannya)

• Aspek orisinalitas (hal baru yang belum

pernah dilakukan

• Aspek formulasi (dalam kalimat tanya)

• Aspek teknis (kelayakan peneliti)

Dirumuskan secara jelas, spesifik,

(16)

1. Judul Penelitian

• Judul disusun secara

ringkas

maksimal 20

kata

• harus mencerminkan tiga unsur:

1) tindakan (action)

(17)

• “

PENINGKATAN

KEMAMPUAN

MENULIS PARAGRAF BAHASA

INDONESIA

SISWA KELAS VI MIN

KOTA BALIKPAPAN

MELALUI

PENERAPAN STRATEGI

PEMBERIAN PERTANYAAN

(18)

• Pada contoh judul/topik PTK di atas, dapat

dijelaskan rinciannya berikut:

•  perbaikan kualitas pembelajaran yang

diharapkan: peningkatan kemampuan;

•  fokus: menulis paragraf mata pelajaran Bahasa

Indonesia;

•  tindakan: penerapan strategi pemberian

pertanyaan terstruktur;

•  subyek sasaran: siswa kelas VI;

•  lokasi: Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota

Balikpapan;

(19)

Rumus singkatnya :

• Perbaikan

+

Fokus

+

Tindakan

+

(20)

Pola judul yang lain :

• Optimalisasi Penerapan

x

untuk

meningkatkan

y

pada Siswa…..

• Peningkatan

y

melalui Penerapan

x

pada

Siswa…...

(21)

2. Latar Belakang Masalah

• Latar belakang memaparkan permasalahan real yg dialami oleh guru dalam pembelajaran. Umumnya masalah biasanya disebabkan oleh tiga faktor:

• (1) Masalah berkaitan dengan karakter mata pelajaran atau pokok bahasan dari mata pelajaran tersebut.

• Mis : tingkat kesulitan materi

• (2) Masalah berkaitan dengan faktor internal siswa. • Mis : kurangnya minat dan bakat siswa terhadap

pelajaran, rendahnya motivasi belajar, dan rendahnya hasil belajar siswa

• (3) Masalah yang berkaitan dengan fakror internal guru. • Mis : pengusaan guru terhadap pelajaran, penguasaan

(22)

• Dalam menyusun latar belakang masalah PTK,

sedikitnya ada 6 pertanyaan yg harus dijawab, yaitu:

• (1)

apa yang menjadi harapan

? (

maunya guru apa?

saya ingin ...., saya bingung dgn..., yg mau saya rubah

adalah..., saya ingin tahu dengan...

)

• (2)

apa kenyataan yg terjadi

? (

dilapangan seperti

apa?

)

• (3)

apa kesenjangan yang dirasakan

? (

apa

masalahnya?

)

• (4)

apa yang menyebabkan terjadinya kesenjangan

?

(

kenapa timbul masalah?

)

• (5)

tindakan apa yang akan dilakukan untuk mengatasi

kesenjangan

?

(23)

3. Perumusan Masalah

• Rumusan masalah PTK dinyatakan dalam kalimat tanya. Esensinya adalah menanyakan apakah tindakan dapat melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas

pembelajaran.

1) Apakah melalui penerapan strategi pemberian

pertanyaan terstruktur dapat meningkatkan keaktifan Belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VI MIN Kota

Balikpapan pada Tahun pelajaran 2014/2015? (Bab IV Pembahasan)

2) Apakah melalui penerapan strategi pemberian pertanyaan terstruktur dapat meningkatkan

(24)

• Alternatif :

• BAGAIMANAKAH PENERAPAN PEMBELAJARAN REMIDIAL DI SEKOLAH UNTUK

MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP ………?

(25)

4. Tujuan Penelitian

• Tujuan penelitian tindakan diungkapkan dalam kalimat pernyataan. Tujuannya agar perbaikan pembelajaran dilakukan dengan tindakan yang dipilih tersebut dapat diungkapkan secara optimis

• Maka tujuan penelitian judul diatas :

Pertama, untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan kemampuan menulis paragraf Bahasa Indonesia pada siswa kelas VI MIN Kota Balikpapan pada Tahun

pelajaran 2014/2015 melalui penerapan strategi pemberian pertanyaan terstruktur.

Kedua, untuk mengetahui peningkatan kemampuan

menulis paragraf Bahasa Indonesia pada siswa kelas VI MIN Kota Balikpapan pada Tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan strategi pemberian pertanyaan

(26)

5. Manfaat Penelitian

• Dalam penelitian tindakan kelas, guru atau

peneliti secara tidak langsung akan

mengembangkan perangkat-perangkat

pembelajaran yg relevan dengan teori

yang mendasari tindakan. Rumusan

manfaat perangkat2 pembelajaran

tersebut berkaitan dengan upaya

melakukan perbaikan dan peningkatan

kualitas pembelajaran. Selain itu, guru

/peneliti akan berhasil mengungkap

(27)

• Hasil penelitian tindakan ini diharapkan dapat

bermanfaat langsung bagi sekolah, guru, dan siswa. Contoh uraian manfaat penelitian topik di atas:

• 1. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat

meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia. • 2. Bagi guru, penelitian ini diharapkan memberikan

pengalaman secara langsung dan memberikan

gambaran upaya yang dapat dilakukan secara nyata untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia.

• 3. Bagi siswa, penelitian ini memberikan pengalaman bagi mereka untuk meningkatkan keaktifan belajar dan kemampuan menulis paragraf dalam pembelajaran

(28)
(29)

6. Kajian pustaka (kajian teori)

• Kajian pustaka / kajian teori menjelaskan kajian teori-teori yg relevan, yg dipergunakan peneliti dalam

menentukan alternatif tindakan yang akan

diimplementasikan. Kajian teori berisikan ulasan2 teoritik dengan konsep pembelajaran dan konteks PTK yang

akan dilaksanakan. Kajian teori ini merupakan kombinasi antara reviu teoretis dan empiris. Pertemuan antara

landasan teori dan pengalaman empiris tersebut akan melahirkan kesimpulan bahwa tindakan yang dilakukan dapat melakukan perbaikan terhadap pembelajaran yang dilakukan. Kesimpulan tersebut pada akhirnya akan

(30)

• Teoritis = Kita dapat menebang pohon dapat

dengan menggunakan parang

• Empiris = Pohon pisang setinggi 2 meter dapat

selesai dalam 20 menit.

• Empiris = Pohon mangga setinggi 2 meter dapat

selesai dalam 3 jam.

• Empiris = Pohon kelapa setinggi 2 meter dapat

selesai selama 7 jam.

• Hipotesis tindakan: Kita akan dapat

menebang pohon jambu dengan

(31)

MEMBUAT: KAJIAN PUSTAKA

A. URAIAN TENTANG MASALAH/ PENYAKIT ……….

………. B. URAIAN TENTANG SOLUSI/OBAT

………. ……….

C. URAIAN TENTANG PENGARUH OBAT THD KESEMBUHAN PENYAKIT

(32)

KAJIAN PUSTAKA

CONTOH:

A. KEMAMPUAN MENJUMLAHKAN BILANGAN PECAHAN DI SD

………..

B. METODE PERMAINAN PERANG-PERANGAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

………..

C. PENGARUH PENGGUNAAN METODE PERMAINAN

PERANG-PERANGAN TERHADAP KEMAMPUAN MENJUMLAHKAN BILANGAN PECAHAN

(33)

7. Tinjauan hasil penelitian terdahulu yang relevan

• Di bagian ini diuraikan kajian terhadap hasil

penelitian yg relevan dari hasil-hasil PTK atau

riset yang terdahulu. Tinjauan hasil penelitian ini

dijadikan dasar utk menentukan posisi penelitian

sehingga berbeda dengan penelitian yang akan

dilakukan peneliti.

• Sumber kajian dapat diperoleh dari skripsi,

artikel jurnal, laporan hasil penelitian dan

lainnya. Untuk keperluan ini, sebaiknya peserta

harus mengkaji dan memaparkan minimal

3

(34)

• Di akhir bagian ini harus diberikan kalimat penegas

tentang kebaruan penelitian ini atau ditegaskan apa hal yang berbeda dengan penelitian sebelumnya.

• Penelitian si A = menebang pohon mangga dengan parang dgn teknik A

• Penilitian si B = menebang pohon mangga dengan parang dgn teknik B

• Penelitian si C = menebang pohon mangga dengan parang dgn teknik C

(35)

8. Hipotesis Tindakan

• Hipotesis tindakan diungkapkan dalam bentuk kalimat pernyataan yang merupakan jawaban sementara

terhadap masalah yang diajukan. Hipotesis menyatakan secara tegas bahwa tindakan yang dilakukan dapat

melakukan perbaikan pembelajaran. Terkait contoh judul di atas, maka rumusan hipotesisnya adalah sebagai

berikut:

(36)

9. Metode Penelitian

• Cara penelitian yang akan dijelaskan adalah:

• (a) rancangan penelitian,

• (b) lokasi, waktu dan subyek penelitian,

• (c) kolaborator

• (d) prosedur penelitian,

• (e) instrumen penelitian,

• (f) teknik pengumpulan data,

• (g) teknik analisis data,

(37)

A.Rancangan

• Dalam rancangan penelitian Peneliti mengungkapkan hasil refleksi awal kemudian mengungkapkan rancangan

tindakan (cara melakukan tindakan). PTK perlu ditekankan berapa siklus yang akan dilakukan oleh si peneliti (hak

otoritas pada si peneliti, karena hanya peneliti yg tahu). • Banyaknya siklus harus memperhatikan hal2 sbb: waktu

yang tersedia, panjangnya pokok bahasan, karakteristik materi, siswa semester berapa yang akan menjadi subyek, dan sebagainya.

• Secara teoritis, siklus PTK tidak harus ditetapkan terlebih dulu. Banyaknya siklus yang akan dilaksanakan sangat

tergantung pada tingkat ketercapaian kriteria keberhasilan. Jika penelitian dalam dua siklus telah mencapai kriteria

(38)

B. Lokasi, Waktu & Subjek Penelitian

• Lokasi, waktu dan subyek Penelitian

• Dalam hal ini peneliti menjelaskan secara

rinci dimana lokasi penelitian? kapan

waktu pelaksanaan penelitian? dan siapa

yg menjadi sasaran penelitian dan

bagaimana karakteristiknya?

• Contoh judul PTK di atas:

• 1. Lokasi PTK:

Madrasah Ibtidaiyah

Negeri (MIN) Kota Balikpapan yang

(39)

• Bila perlu dijelaskan alasan akademik

memilih lokasi PTK ini (misalnya hasil

akreditasi MI peringkat A/B/C atau bahkan

belum terakreditasi, murid atau

rombongan belajar banyak/sedikit atau

keunikan/karakteristik lainnya yang dimiliki

MI).

• 2. Waktu Penelitian:

PTK ini dilaksanakan

pada semester gasal tahun pelajaran

(40)

3. Subjek Penelitian dan karakteristiknya:

Subyek penelitian ini adalah siswa kelas kelas VI

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota

Balikpapan yang berjumlah 30 siswa terdiri atas

17 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki.

Subyek penelitian ini sangat heterogen dilihat dari

kemampuannya yakni ada yang memiliki

kemampuan tinggi, sedang, rendah dan sangat

rendah.

(41)

C.Kolaborator (partisipan) Penelitian

Kolaborator dalam PTK adalah orang2 yang diajak bekerja

sama dalam perencanaan dan pelaksanaan PTK, seperti: guru sejawat, guru pembimbing, atau kolega. Kerjasama antara guru peneliti dengan sejawat lainnya sangat penting dalam menggali permasalahan nyata yang dihadapi. Terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah, menyusun proposal, malaksanakan tindakan, menganalisis data, menyeminarkan hasil, dan

menyusun laporan akhir.

Peneliti PTK dapat menentukan tim kerja/kolaborator misalnya terdiri dari: 1 guru pembimbing dan 1 teman sejawat (untuk memastikan bisa membantu melakukan pengamatan,

pencatatan dan mendokumentasikan semua proses

(42)

D. Prosedur Penelitian

• Setiap siklus akan selalu terdiri dari 4

langkah, yaitu:

• (1) perencanaan (rencana tindakan),

• (2) pelaksanaan,

(43)
(44)

• Perencanaan: menguraikan langkah2

kolaborasi yg dilakukan, fakta2 empiris yg

diperlukan dalam rangka tindakan,

sosialisasi esensi tindakan & skenario

pembelajaran yg akan dilaksanakan pada

guru sejawat dan siswa, perangkat

pembelajaran yg perlu disiapkan dan

(45)

• Pelaksanaan: menguraikan secara

terperinci langkah2 pembelajaran sesuai

dengan skenario yang telah dikembangkan

pada langkah perencanaan.

Langkah-langkah pembelajaran ini akan sesuai

dengan teori2 yg mendasari strategi

(46)

• Observasi/Evaluasi. Observasi dilakukan

terhadap interaksi2 akademik yang terjadi

sebagai akibat tindakan yang dilakukan.

Interaksi2 tsb dapat mencakup interaksi antara

siswa dengan materi pelajaran, interaksi antar

siswa, interaksi antara siswa dengan guru. Perlu

diuraian secara jelas tindakan yang dilakukan

tertuju pada interaksi yang mana saja (which),

bagaimana (how) melakukan observasi,

seberapa sering observasi itu dilakukan

(47)

• Observasi yg utuh akan mencerminkan proses

tindakan yg berlangsung. Untuk memperoleh

data yang lebih akurat, observasi dpt dilengkapi

dgn perekaman proses dengan tape recorder,

foto atau video proses tindakan.

• Evaluasi biasanya dilakukan untuk mengukur

obyek produk, misalnya kualitas proses

pembelajaran, sikap siswa, kompetensi

(48)

• Refleksi. Hasil observasi dan evaluasi selanjutnya

direfleksi tingkat ketercapaiannya baik yang terkait

dengan proses maupun terhadap hasil tindakan. Ini

bertujuan untuk memformulasikan kekuatan2 yang

ditemukan, kelemahan2 dan atau hambatan2 yang

mengganjal upaya dalam pencapaian tujuan

secara optimal, dan respon siswa.

• Refleksi ini harus dijelaskan secara rinci.

Tujuannya adalah untuk melakukan adaptasi

terhadap strategi/pendekatan/ metode/model

pembelajaran yang diterapkan, lebih memantapkan

perencanaan, dan langkah2 tindakan yang lebih

(49)

E.Teknik pengumpulan data

• Teknik pengumpulan data menekankan secara

lebih spesifik tentang cara mengumpulkan data

yang diperlukan.

• Misalnya : Apabila data yang diperlukan adalah

kompetensi praktikal siswa di laboratorium,

maka teknik pengambilan datanya adalah

observasi. Apabila data yang akan dikumpulkan

adalah hasil belajar kognitif, maka teknik

(50)

• Apabila data yang akan dikumpulkan

adalah respon siswa, maka tekniknya

adalah angket atau wawancara, dan

seterusnya. Penguraian teknik

pengumpulan data yang diperlukan harus

sesuai dengan tujuan PTK. Untuk contoh

judul PTK di atas, maka instrumen yang

diperlukan adalah: portofolio siswa,

(51)

DATA COLLECTION TECHNIQUES:

1. JOURNALS /

DIARIES

• Regular dated accounts of teaching/learning • Include personal feelings, reflections, philosophy, observations

2. TEACHING LOGS 3. DOCUMENTS

COLLECTION

4. OBSERVATION

5. FIELD NOTES 6. RECORDING 7. TRANSCRIPTION 8. SURVEY /

QUESTIONNAIRE

9. INTERVIEW /

DISCUSSION

(52)

F.Teknik analisis data

• Data yang telah dikumpulkan harus dianalisis. Analisis hanya bersifat kualitatif. Jika ada data kuantitatif,

analisisnya menggunakan statistik deskriptif dengan

penyimpulan lebih mendasarkan diri pada nilai rata-rata dan simpangan baku amatan atau persentase amatan.

• Hasil analisis data kualitatif dikonsultasikan dengan makna kualitatif yang mencerminkan struktur dasar terhadap

jawaban masalah penelitian.

• Misalnya, bagaimana metode demonstrasi dapat

meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar? Hasil

analisis data hendaknya dikonsultasikan dengan makna demonstrasi secara aktual, bukan pikiran guru atau

(53)

• Dalam PTK biasanya digunakan pedoman

konversi nilai absolut skala lima.

• Misalnya, data hasil belajar, pedoman

konversinya adalah sebagai berikut:

• Interval Kualifikasi

• 00,0 – 39,9 adalah Sangat kurang

• 40,0 – 54,9 adalah Kurang

• 55,0 – 69,9 adalah Cukup

• 70,0 – 84,5 adalah Baik

(54)

G.Indikator keberhasilan

• Sebagai kriteria keberhasilan PTK, peneliti dapat mengacu Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) belajar mata pelajaran tertentu yang sebelumnya telah

ditetapkan oleh guru berdasarkan rapat bersama dengan Kepala sekolah/madrasah. Misalnya ditetapkan KKM

mata pelajaran Bahasa Indonesia di MI 65. Maka bila dampak PTK melampaui KKM 65 berarti terbukti ada peningkatan hasil belajar. Di samping itu, kriteria

ketuntasan belajar juga dapat dijadikan kriteria

keberhasilan. Misalnya, ditentukan ketuntasan individual adalah nilai 70 dan ketuntasan klasikal 75%, dan

(55)

10.Instrumen Penelitian

• Instrumen penelitian sangat terkait dengan obyek

penelitian, utamanya obyek produk. Instrumen-instrumen tersebut antara lain: RPP setiap siklus (bila dua siklus

berati harus ada dua RPP, yaitu RPP siklus I dan RPP siklus II), lembar observasi aktifitas belajar siswa, lembar observasi guru (penerapan metode/media/pengelolaan siswa dan kelas/kelancaran), checklist dokumentasi yang diperlukan, seperti: daftar nilai hasil belajar, foto kegiatan belajar selama siklus tindakan berlangsung, rekaman video selama siklus tindakan berlangsung, pedoman wawancara dengan siswa (refleksi suasana belajar siswa), instrumen tes/penilaian pembelajaran, dan lain-lain yang relevan. Guru peneliti perlu

(56)
(57)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Lembar Pengamatan Aktivitas Belajar Siswa Aspek Psikomotorik Siklus I Pertemuan I ... Lembar Observasi Ketrampilan Guru Siklus I Pertemuan

Lampiran 2.4 : Data Observasi Kemampuan Motorik Halus Siklus 1 Lampiran 2.5 : Lembar Observasi Aktifitas Guru dan Siswa Siklus 1 Lampiran 2.6 : Catatan lapangan. Lampiran 2.7

Adapun yang harus dilakukan oleh peneliti adalah : (a) melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat, (b) memberikan soal lembar kerja siswa

Tabel 4.8 Lembar Pengamatan Aktifitas Anak pada Proses Penerapan Media Balok Kayu guna Mengembangkan Kreatifitas Membangun Anak Siklus II

Peneliti dan guru bersama-sama merencanakan kegiatan pembelajaran (RPP), menyiapkan lembar observasi aktivitas siswa dan guru, menyiapkan lembar tes kemampuan menghitung serta

Rencana tindakan meliputi penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar observasi, soal kuis, dan tes siklus, angket respon siswa. Pelaksanaan Tindakan dan

Dilihat dari pengelolaan data yang dilakukan pada proses penelitian siklus II dengan penerapan strategi pembelajaran yang konstruktif melalui metode problem solving

104 Lampiran B.3 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II Pertemuan I LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS IV