PENGARUH ARUS KAS OPERASI, FIRM SIZE, EARNINGS,
ECONOMIC VALUE ADDED TERHADAP RETURN SAHAM
EMITEN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA
TESIS
Oleh
DESY MARLIANY NASUTION
077017036/Akt
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009
S
E K O L
A
H
P A
S C
A S A R JA
PENGARUH ARUS KAS OPERASI, FIRM SIZE, EARNINGS,
ECONOMIC VALUE ADDED TERHADAP RETURN SAHAM
EMITEN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA
TESIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Akuntansi pada Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara
Oleh
DESY MARLIANY NASUTION
077017036/Akt
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Judul Tesis : PENGARUH ARUS KAS OPERASI, FIRM SIZE, EARNINGS, ECONOMIC VALUE ADDED TERHADAP RETURN SAHAM EMITEN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA
Nama Mahasiswa : Desy Marliany Nasution Nomor Pokok : 077017036
Program Studi : Akuntansi
Menyetujui Komisi Pembimbing
(Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA,Ak) (Iskandar Muda, SE, M. Si, Ak) Ketua Anggota
Ketua Program Studi, Direktur
(Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, Ak) (Prof. Dr.Ir.T. Chairun Nisa B, MSc)
Telah diuji pada Tanggal : 2 Juli 2009
PANITIA PENGUJI TESIS :
Ketua : Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, Ak Anggota : 1. Iskandar Muda, M.Si. Ak
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul:
“Pengaruh Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings, Economic Value Added terhadap Return Saham Emiten Perbankan di Bursa Efek Indonesia”.
Adalah benar hasil karya saya sendiri dan belum dipublikasikan oleh siapapun
sebelumnya. Sumber-sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan
secara benar dan jelas.
Medan, 2 Juli 2009
Yang membuat pernyataan,
ABSTRAK
Desy Marliany Nasution, 2009. Pengaruh Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings, Economic Value Added terhadap Return Saham Emiten Perbankan di Bursa
Efek Indonesia, dengan Komisi Pembimbing: Ade Fatma Lubis (Ketua) dan Iskandar Muda (Anggota).
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings, Economic Value Added secara simultan dan secara parsial terhadap terhadap return saham emiten perbankan di Bursa Efek Indonesia.
Sampel yang diambil berjumlah 23 (dua puluh tiga) emiten perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode penarikan sampel menggunakan purposive
sampling dengan periode penelitian antara tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.
Metode analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda (Multiple Linear
Regression).
Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Arus Kas Operasi, Firm Size,
Earnings, Economic Value Added secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan
terhadap Return Saham. Secara parsial menunjukkan hanya variabel Arus Kas Operasi (X1) dengan variasi yang terjelaskan yang dinyatakan dalam Adjusted R2 sebesar 9,9% sedangkan sisanya sebesar 90,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan oleh model penelitian ini. Sedangkan variabel lain yang tidak berpengaruh terdiri dari Firm Size, Earnings dan Economic Value Added.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara beberapa beberapa faktor yang paling dominan mempengaruhi Return Saham pada emiten perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah Arus Kas Operasi. Dengan demikian bagi investor dan manajer keuangan dalam analisis dapat mempertimbangkan variabel Arus Kas Operasi sebagai alat pertimbangannya dalam memperoleh return saham (gain dan dividen) yang maksimum.
Kata Kunci: Return Saham, Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings dan Economic
ABSTRACT
Desy Marliany Nasution, 2009. Influence of Cash Flows from Operation, Firm Size, Earnings and Economic Value Added to the Rate of Return of Banking Emiten Listed in Indonesia Stock Exchange, with counsellor commission; Ade Fatma Lubis, (Chief) and Iskandar Muda (Member).
This research aim to to know influance of Cash Flow from Operation, Firm Size, Earnings and Economic Value Added variable as simultanly and partially to the rate of return in Indonesia Stock Exchange.
Sample the taken from 32 (thirty two) banking emiten in the listed in Indonesia Stock Exchange. Sample taking with purposive method sampling with period of research between of 2003 up to year of 2007. Analysis method the used is Multiple Linear Regression.
Analysis result indicate that from some variable used in this research Cash Flows from Operation, Firm Size, Earnings and Economic Value Added simultanly there are the influence significant to the represented by Rate of Return. Partially shown only Cash Flows from Operation (X1) variable with explained by variation the expressed in Adjusted R2 equal to 9,9 % is represented while the rest equal to 90,1 % influenced by other variable which is not explained by this research model. Where as other variable not influence with models is Firm Size, Earnings and Economic Value Added.
Research result pursuant to hypothesis test indicate that between some factors influence the Rate of Return at the banking emiten of listed in Indonesia Stock Exchange is Cash Flows from Operation (X1). Thereby, finance manager and investor have to can listen carefully to see changes that happened in company especially for fundamental analysis as well as for investor in doing decision of invesment require to consider for maximum gain or dividen from rate of return taken.
KATA PENGANTAR
Dengan Kuasa Allah SWT, penulis dapat menyelesaikan penelitian dalam
rangka penulisan tesis yang berjudul “Pengaruh Arus Kas Operasi, Firm Size,
Earnings, Economic Value Added terhadap Return Saham Emiten Perbankan di Bursa
Efek Indonesia”. Tesis ini merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar
akademik Magister Sains (M.Si) pada Program Studi Akuntansi Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara.
Dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan tesis ini, penulis telah banyak
mendapat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu sudah pada tempatnya saya
mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat saya
sebutkan namanya satu persatu. Secara khusus dengan hati yang ikhlas, saya
sampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada:
1. Prof. Chairudin P. Lubis, DTM & H, Sp.A(K), selaku Rektor Universitas
Sumatera Utara.
2. Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa, B. MSc., selaku Direktur Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara.
3. Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, Ak., selaku Ketua Program Magister
Akuntansi Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, dan sekaligus sebagai
Pembimbing Utama yang telah banyak memberi masukan serta motivasi kepada
4. Iskandar Muda, SE, M.Si, Ak, selaku Dosen Pembimbing yang selalu
memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis sampai selesainya penulisan
tesis ini.
5. Bapak Drs. Zainul Bahri Torong, M.Si. Ak., Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar,
M.Si.Ak., dan Ibu Dra. Tapi Andasari Lubis, M.Si, Ak masing-masing sebagai
Dosen Pembanding yang telah memberikan masukan dalam rangka penulisan
tesis ini.
Dalam kesempatan ini, penulis tidak lupa mengucapkan ribuan terima kasih
serta penghormatan yang setulus-tulusnya kepada ayahanda Dr. M. Pandapotan
Nasution, MPS. Apt, ibunda Lely Ariany, suami tercinta Andi Junianto, SE, abangda
Syaiful Amri Nasution, SP serta adik-adik Khairul Aswin Nasution, Amd,
Muhammad Ihsan Nasution, Farid Maulana Nasution dan Hanni Syafira Nasution
yang setiap saat menaruh perhatian dan dukungan penuh untuk kesuksesan studi
penulis.
Semoga hasil penelitian ini bermanfaat untuk pengembangan keilmuan serta
bermanfaat bagi masyarakat.
Medan, 21 Mei 2009
RIWAYAT HIDUP
1. N a m a : Desy Marliany Nasution
2. Tempat/tgl lahir : Medan/15 Desember 1983
3. Pekerjaan : Pegawai Swasta
4. Agama : Islam
5. Orang tua
a. Ayah : Dr. M. Pandapotan Nasution, MPS. Apt
b. Ibu : Lely Ariany
6. Suami : Andi Junianto, SE
7. Alamat : Jl. Tridharma No. 152 Komplek USU, Padang
Bulan Medan 20155
8. Pendidikan:
a. SD Swasta Al-Azhar, Medan, Tahun 1995
b. SMP Negeri 10, Medan, Tahun 1998
c. SMA Swasta Harapan, Medan, Tahun 2001
d. Sarjana Fakultas Ekonomi USU, Medan, Tahun 2006
e. Program Profesi Akuntansi USU, Medan, Tahun 2007
DAFTAR ISI
2.1.2. Tujuan dan Manfaat Laporan Keuangan... 14
2.1.3. Analisis Laporan Keuangan………. 15
2.1.4. Analisis Fundamental……….. 16
2.2. Return Saham... 19
2.2.1. Model Return Saham... 20
2.3. Review Penelitian Terdahulu... 22
BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS……… 23
3.1. Kerangka Konsep... 23
3.2. Hipotesis... 27
BAB IV METODE PENELITIAN... 28
4.1. Jenis Penelitian………. 28
4.2. Lokasi Penelitian………. 28
4.3. Populasi dan Sampel……… 29
4.4. Metode Pengumpulan Data ………. 30
4.5.1. Definisi Operasional……… 31
4.5.2. Pengukuran Variabel……… 31
4.6. Metode Analisis Data………... 34
4.6.1. Pengujian Asumsi Klasik………. 34
4.6.2. Uji Hipotesis………. 37
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 40
5.1. Hasil Penelitian... 40
5.1.1. Deskripsi Data Penelitian…... 40
5.1.2. Uji Asumsi Klasik ... 42
5.1.2.1. Uji Normalitas... 42
5.1.2.2. Uji Multikolinearitas ... 44
5.1.2.3. Uji Autokorelasi ... 45
5.1.2.4. Uji Heteroskedastisitas... 46
5.2. Pembahasan Hasil Penelitian... 47
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN... 55
6.1. Kesimpulan ... 55
6.2. Keterbatasan ... 55
6.3. Saran ………... 56
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
1.1 Total Assets Emiten Perbankan di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2006 – 2007 ... 4
1.2 Perolehan Laba Bersih Emiten Perbankan di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006 – 2007... 5
2.1 Review Penelitian Terdahulu (Theoretical Mapping)... 22
4.1 Daftar Emiten Perbankan di Bursa Efek Jakarta Tahun 2003 – 2007... 30
4.2 Operasionalisasi Variabel... 34
5.1 Deskriptif Statistik... 41
5.2 Uji Multikolinieritas... 45
5.3 Nilai Durbin-Watson... 46
5.4 Pengujian Goodness of Fit... 48
5.5 Uji F………... 49
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
3.1 Kerangka Konsep... 23
5.1 Uji Normalitas Data dengan Histogram... 43
5.2 Normal P-P Plot... 44
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Judul Halaman
1 : Data Emiten Tahun 2003... 62
2 : Data Emiten Tahun 2004... 63
3 : Data Emiten Tahun 2005... 64
4 : Data Emiten Tahun 2006... 65
5 : Data Emiten Tahun 2007... 66
ABSTRAK
Desy Marliany Nasution, 2009. Pengaruh Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings, Economic Value Added terhadap Return Saham Emiten Perbankan di Bursa
Efek Indonesia, dengan Komisi Pembimbing: Ade Fatma Lubis (Ketua) dan Iskandar Muda (Anggota).
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings, Economic Value Added secara simultan dan secara parsial terhadap terhadap return saham emiten perbankan di Bursa Efek Indonesia.
Sampel yang diambil berjumlah 23 (dua puluh tiga) emiten perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode penarikan sampel menggunakan purposive
sampling dengan periode penelitian antara tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.
Metode analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda (Multiple Linear
Regression).
Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Arus Kas Operasi, Firm Size,
Earnings, Economic Value Added secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan
terhadap Return Saham. Secara parsial menunjukkan hanya variabel Arus Kas Operasi (X1) dengan variasi yang terjelaskan yang dinyatakan dalam Adjusted R2 sebesar 9,9% sedangkan sisanya sebesar 90,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan oleh model penelitian ini. Sedangkan variabel lain yang tidak berpengaruh terdiri dari Firm Size, Earnings dan Economic Value Added.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara beberapa beberapa faktor yang paling dominan mempengaruhi Return Saham pada emiten perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah Arus Kas Operasi. Dengan demikian bagi investor dan manajer keuangan dalam analisis dapat mempertimbangkan variabel Arus Kas Operasi sebagai alat pertimbangannya dalam memperoleh return saham (gain dan dividen) yang maksimum.
Kata Kunci: Return Saham, Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings dan Economic
ABSTRACT
Desy Marliany Nasution, 2009. Influence of Cash Flows from Operation, Firm Size, Earnings and Economic Value Added to the Rate of Return of Banking Emiten Listed in Indonesia Stock Exchange, with counsellor commission; Ade Fatma Lubis, (Chief) and Iskandar Muda (Member).
This research aim to to know influance of Cash Flow from Operation, Firm Size, Earnings and Economic Value Added variable as simultanly and partially to the rate of return in Indonesia Stock Exchange.
Sample the taken from 32 (thirty two) banking emiten in the listed in Indonesia Stock Exchange. Sample taking with purposive method sampling with period of research between of 2003 up to year of 2007. Analysis method the used is Multiple Linear Regression.
Analysis result indicate that from some variable used in this research Cash Flows from Operation, Firm Size, Earnings and Economic Value Added simultanly there are the influence significant to the represented by Rate of Return. Partially shown only Cash Flows from Operation (X1) variable with explained by variation the expressed in Adjusted R2 equal to 9,9 % is represented while the rest equal to 90,1 % influenced by other variable which is not explained by this research model. Where as other variable not influence with models is Firm Size, Earnings and Economic Value Added.
Research result pursuant to hypothesis test indicate that between some factors influence the Rate of Return at the banking emiten of listed in Indonesia Stock Exchange is Cash Flows from Operation (X1). Thereby, finance manager and investor have to can listen carefully to see changes that happened in company especially for fundamental analysis as well as for investor in doing decision of invesment require to consider for maximum gain or dividen from rate of return taken.
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Beberapa informasi penting dari laporan keuangan yang mendapat perhatian
utama dari investor adalah laba dan arus kas. Laba dan arus kas merupakan parameter
kinerja perusahaan. Pada saat publikasi laba dan arus kas, investor akan menentukan
saham-saham mana yang paling menjanjikan keuntungan baik berupa dividen
maupun capital gain. Perbaikan kinerja fundamental emiten diperkirakan menjadi
salah satu faktor paling dominan yang mendorong kenaikan harga saham di samping
faktor lainnya. Dengan adanya publikasi laporan keuangan, diharapkan pasar akan
bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Informasi yang
diperlukan oleh para investor di pasar modal tidak hanya informasi yang bersifat
fundamental saja, tetapi juga informasi yang bersifat teknikal. Informasi yang bersifat
fundamental diperoleh dari kondisi intern perusahaan, dan informasi yang bersifat
teknikal diperoleh dari luar perusahaan, seperti ekonomi, politik, finansial dan faktor
lainnya. Informasi yang diperoleh dari kondisi intern perusahaan yang lazim
digunakan adalah informasi laporan keuangan. Informasi fundamental dan teknikal
tersebut dapat digunakan sebagai dasar bagi investor untuk memprediksi return,
resiko atau ketidakpastian, jumlah, waktu dan faktor lain yang berhubungan dengan
Pasar modal sebagai salah satu instrumen penggalang dana juga menghadapi
goncangan yang kuat. Goncangan tersebut berupa penurunan Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG) dari 637,40 di tahun 1997 menjadi 401,70 di tahun 1998.
Kapitalisasi pasar juga mengalami hal serupa, yaitu di tahun 1997 Rp.215,10 trilyun
turun menjadi Rp.159,90 di tahun 1998, sedangkan total transaksi menurun dari
120,40 trilyun pada tahun 1997 menjadi 99,60 trilyun untuk tahun 1998 (Bursa Efek
Jakarta 2002). Dampak serius yang dialami sektor perbankan akibat krisis ekonomi
berimbas pada dilikuidasinya 16 bank pada tahun 1997, disusul dengan pembekuan
10 bank di tahun 1998 dan penutupan sendiri 2 bank campuran pada tahun 1999.
Fenomena tersebut disebabkan tingginya suku bunga perbankan, yaitu
mencapai 77,63% di tahun 1998. Suku bunga yang tinggi dan tidak adanya dukungan
dari sektor riil membuat banyak kredit pinjaman perbankan mengalami penundaan
pembayaran sehingga dikategori sebagai kredit macet. Penutupan dan likuidasi
beberapa bank yang dilakukan pemerintah menimbulkan krisis kepercayaan pada
masyarakat terhadap sektor perbankan, terbukti dengan menurunnya minat investor
dan calon investor terhadap saham perbankan.
Industri perbankan di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang pesat
hal ini ditandai dari sisi perbankan sebagai tiang pokok perekonomian di Indonesia
merupakan sektor yang paling terpukul dengan adanya krisis moneter pada tahun
1997. Krisis tersebut mengubah struktur permodalan dan peta perbankan Indonesia
dari sekitar 240 bank menjadi 134 bank. Selain itu, pemerintah mengulurkan Rp.655
Bank Indonesia (BLBI), Rp.434 triliun diantaranya tersedot untuk program
rekapitalisasi. Berdasarkan data PT. Mitraconprima atau ECFIN (Institute For
Economic and Financial Research) merupakan lembaga penelitian, penerbitan dan
konsultasi ekonomi di Bursa Efek Indonesia menyimpulkan pada tahun 2007 terdapat
30 (tiga puluh) lembaga perbankan dengan total assets yang dimiliki terdapat pada
Tabel 1.1. Total Assets Emiten Perbankan di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006 – 2007
Sumber: ECFIN, 2008.
Berdasarkan pada Tabel 1.2 tersebut total assets lembaga perbankan yang
memiliki assets tertinggi yaitu PT. Bank Mandiri Tbk diikuti oleh PT. Bank Central
Asia Tbk, PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT. Bank Negara Indonesia Tbk. Dari
tabel tersebut komposisi assets terbesar masih didominasi oleh Bank milik
Tabel 1.2. Perolehan Laba Bersih Emiten Perbankan di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006 – 2007
Sumber: ECFIN, 2008.
Berdasarkan Tabel 1.2 di atas perolehan laba bersih (net income after taxes)
tertinggi didominasi oleh Bank milik pemerintah yaitu PT. Bank Rakyat Indonesia
Tbk, PT. Bank Central Asia, Tbk dan PT. Bank Mandiri, Tbk. Hal tersebut
menunjukkan perkembangan perbankan di Indonesia yang semakin membaik.
Setiap investasi tentu memiliki risiko dan return yang berbeda-beda. Para
berdasarkan tingkat toleransinya terhadap risiko. Investor yang berani mengambil
risiko (risk taker) cenderung memilih saham-saham dengan tingkat risiko yang tinggi
dengan pengharapan akan menuai return yang tinggi pada akhirnya. Sebaliknya,
investor yang kurang berani (risk averse) cenderung memilih saham-saham dengan
return yang normal.
Tingkat keuntungan (return) merupakan motivasi investor dalam berinvestasi,
karena itu, return seringkali dijadikan sebagai ukuran dalam membandingkan
berbagai alternatif investasi. Pengukuran return historis memberikan dua keuntungan
bagi investor. Hal yang pertama, pengukuran return historis yaitu memungkinkan
investor mengetahui keberhasilan mereka dalam melakukan suatu investasi. Hal yang
kedua, pengukuran return historis juga ikut berperan dalam memperkirakan return
masa depan.
Salah satu tujuan investor dalam berinvestasi adalah memperoleh deviden.
Tujuan lain adalah memperoleh capital gain, yaitu selisih lebih antara harga investasi
saat ini dengan harga investasi di masa lalu. Perilaku investor seperti itu
mengindikasikan bahwa mereka membeli saham pada saat harga saham turun dan
menjualnya kembali pada saat harga saham meningkat. Indikasi ini menyimpulkan
bahwa seorang calon investor yang ingin membeli saham di pasar sekunder harus
senantiasa memperhatikan pergerakan harga saham tersebut. Kekuatan analisis
investor dalam menilai dan memperkirakan harga saham akan berpengaruh terhadap
akan memberikan informasi kepada investor waktu yang tepat untuk membeli atau
menjual saham yang dimilikinya.
Penelitian tentang kandungan informasi laba dan arus kas telah banyak
dilakukan, baik di luar negeri maupun di dalam negeri terutama penelitian yang
memfokuskan pada kandungan informasinya. Economic Value Added (EVA) yang
dipopulerkan dan dipatenkan oleh Stewart & Company, sebuah konsultan manajemen
terkemuka adalah salah satu varian value based management (Stewart, 1991). EVA
menghitung economic profit dan bukan accounting profit. Pada dasarnya, EVA
mengukur nilai tambah dalam suatu periode tertentu. Nilai tambah ini tercipta apabila
perusahaan memperoleh keuntungan (profit) diatas cost of capital perusahaan. Secara
matematis, EVA dihitung dari laba setelah pajak dikurangi dengan cost of capital
tahunan. Jika EVA positif, menunjukkan perusahaan telah menciptakan kekayaan.
Sebelum munculnya konsep EVA, tolok ukur lain yang banyak digunakan oleh para
analis untuk mengukur kinerja suatu perusahaan, antara lain adalah arus kas yang
dihasilkan dari aktivitas operasi (operating cash flows), earnings before
extraordinary income, residual income dan lain sebagainya. EVA didasarkan pada
konsep dengan menambahkan adanya penyesuaian akuntansi (accounting adjustment)
Menurut Stewart & Company, earnings dan earnings per share adalah pengukuran
yang keliru untuk kinerja perusahaan. Pengukuran kinerja yang terbaik adalah
economic value added (Stewart, 1991).
Menurut Stewart & Company, earnings dan earnings per share adalah
adalah economic value added (Stewart, 1991). Ada tiga hal utama yang membedakan
EVA dengan tolok ukur keuangan yang lain (McDaniel, Gadkari dan Fiksel, 2000)
yaitu: (1) EVA tidak dibatasi oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum. Pengguna
EVA bisa menyesuaikan dengan kondisi spesifik, (2) EVA dapat mendukung setiap
keputusan dalam sebuah perusahaan, mulai dari investasi modal, kompensasi
karyawan dan kinerja unit bisnis, (3) Struktur EVA yang relatif sederhana
membuatnya bisa digunakan oleh bagian engineering, environmental dan personil
lain sebagai alat yang umum untuk mengkomunikasikan aspek yang berbeda dari
kinerja keuangan. Apabila perusahaan mempunyai tujuan untuk melipatgandakan
kekayaan pemegang saham, maka ukuran yang digunakan untuk menilai kinerja
perusahaan, seharusnya mempunyai hubungan langsung dengan return yang diterima
oleh pemegang saham. Sebagai tolak ukur kinerja yang baik, EVA seharusnya
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kekayaan pemegang saham suatu
perusahaan, sebagaimana tolok ukur kinerja yang lain.
Size perusahaan menurut hasil penelitian Cooke (1992) terbukti
mempengaruhi luas pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan. Penelitian
Miswanto (1999) tentang pengaruh operating leverage, cyclicality, dan ukuran
perusahaan terhadap risiko bisnis menemukan bahwa operating leverage tidak
berpengaruh terhadap peningkatan risiko bisnis begitu pula dengan pengaruh
cyclicality terhadap risiko bisnis relatif kecil sedangkan ukuran perusahaan memiliki
membuktikan bahwa size perusahaan berpengaruh terhadap risiko investasi yang
berarti pula berpengaruh terhadap return investasi.
Alasan-alasan tersebut memberi inspirasi untuk melakukan studi tentang
pengaruh Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings, Economic Value Added terhadap
return saham pada emiten perbankan di Bursa Efek Indonesia tahun 2003 sampai
tahun 2007. Maka dilakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings, Economic Value Added terhadap Return Saham Emiten
Perbankan di Bursa Efek Indonesia”.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka
masalah penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
“Apakah Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings, Economic Value Added
berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap Return Saham emiten Perbankan
di Bursa Efek Indonesia ?”.
1.3. Tujuan Penelitian
Untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh Arus Kas Operasi, Firm
Size, Earnings, Economic Value Added secara simultan dan parsial terhadap Return
1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Kegunaan Operasional
1. Bagi perusahaan (emiten): bukti empiris ini dapat membantu perusahaan
dalam meningkatkan daya tarik atas keuntungan (return) sahamnya dengan
menyajikan informasi yang relevan, lengkap, akurat dan tepat waktu bagi
investor khususnya mengenai informasi yang terkandung dalam laporan arus
kas operasi, Firm Size, Earnings dan Economic Value Added.
2. Bagi investor: penelitian ini bermanfaat untuk memberikan alternatif bahan
pertimbangan dalam mengambil keputusan berinvestasi.
3. Bagi peneliti, sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan bagi peneliti,
terutama mengenai pengaruh faktor fundamental terhadap return saham
perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
1.4.2. Kegunaan Pengembangan Ilmu
1. Kegunaan teoritis, memberikan sumbangan pemikiran pada pengembangan
ilmu akuntansi khususnya akuntansi keuangan agar dapat memberikan
kontribusi pada pengembangan teori berkaitan dengan analisis fundamental.
2. Sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan bagi peneliti, terutama
mengenai pengaruh faktor fundamental terhadap return saham emiten
3. Bermanfaat bagi calon investor, kreditur sebagai bahan pertimbangan dalam
melakukan investasi di Pasar Modal.
4. Sebagai tambahan referensi bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan
variabel lain yang terkait.
1.5. Originalitas
Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Muammar Khadafi (2005)
tentang Pengaruh Arus Kas dan Laba terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur
di Bursa Efek Jakarta. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan pengujian secara
regresi baik parsial maupun simultan menunjukkan bahwa laporan arus kas
berpengaruh signifikan terhadap return saham. Pada penelitian ini meneliti tentang
tentang Pengaruh Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings, Economic Value Added
terhadap Return Saham. Replikasi dari penelitian ini bertujuan untuk memperoleh
bukti empiris tentang pengaruh Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings, Economic
Value Added secara simultan dan parsial terhadap Return Saham emiten Perbankan
di Bursa Efek Indonesia. Replikasi dilakukan dengan menambahkan variabel Firm
Size, Earnings, Economic Value Added sebagai variabel dependen.
Penelitian terdahulu memakai periode penelitian tahun 1998-2003, sedangkan
penelitian ini memakai periode penelitian 2003-2007, sehingga diharapkan penelitian
ini menjadi lebih up-to-date. Motivasi penelitian ini adalah peneliti ingin melihat
perekonomian di Indonesia mulai pulih. Motivasi lainnya adalah peneliti ingin
membuktikan konsistensi dari penelitian sebelumnya. Selain itu dalam penelitian ini
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Tinjauan Teoritis 2.1.1. Laporan Keuangan
Menurut standar akuntansi keuangan (IAI, 2004), laporan keuangan
merupakan bagian dari pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap bisanya
meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat
disajikan dalam berbagai cara, seperti misalnya, sebagai laporan arus kas, atau
laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan
bagian integral dari laporan keuangan. Laporan keuangan ini diperlukan oleh
investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditur usaha lainnya,
pelanggan, pemerintah, dan masyarakat sebagai bahan informasi untuk mengambil
keputusan dalam mengakomodasi kepentingan masing-masing. Periode penyajian
Laporan keuangan disajikan bulanan, triwulanan, kuartalan dan semesteran. Laporan
keuangan yang disusun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar
pemakainya. Namun demikian laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi
yang dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi, karena laporan
keuangan secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu
2.1.2. Tujuan dan Manfaat Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut
posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan oleh manajemen
(stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang
dipercayakan kepadanya. Posisi keuangan perusahaan dipengaruhi oleh sumber daya
yang dikendalikan, struktur keuangan, likuidasi dan solvabilitas, serta kemampuan
beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Informasi sumber daya ekonomi yang
dikendalikan dan kemampuan perusahaan dalam memodifikasi sumber daya ini
di masa lalu berguna untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan kas di masa depan.
Informasi kinerja perusahaan, terutama profitabilitas, diperlukan untuk
menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan
di masa depan. Informasi perubahan posisi keuangan perusahaan bermanfaat untuk
menilai aktivitas investasi, pendanaan, dan operasi selama periode pelaporan.
Informasi posisi keuangan terutama disediakan dalam neraca, informasi kinerja
terutama disediakan dalam laporan laba rugi.
Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut
posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
(stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang
dipercayakan kepadanya. Posisi keuangan perusahaan dipengaruhi oleh sumber daya
yang dikendalikan, struktur keuangan, likuidasi dan solvabilitas, serta kemampuan
beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Informasi sumber daya ekonomi yang
dikendalikan dan kemampuan perusahaan dalam memodifikasi sumber daya ini
di masa lalu berguna untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan kas di masa depan.
Informasi kinerja perusahaan, terutama profitabilitas, diperlukan untuk
menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan
di masa depan. Informasi perubahan posisi keuangan perusahaan bermanfaat untuk
menilai aktivitas investasi, pendanaan, dan operasi selama periode pelaporan.
Informasi posisi keuangan terutama disediakan dalam neraca, informasi kinerja
terutama disediakan dalam laporan laba rugi. Dari alasan-alasan tersebut di atas
menekankan bahwa informasi akuntansi keuangan merupakan salah satu sumber
informasi yang paling banyak digunakan oleh para pengambil keputusan ekonomi.
2.1.3. Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan berusaha mengidentifikasikan aspek-aspek yang
relevan bagi pengambilan keputusan investasi (Ou & Penman, 1989: 297). Salah satu
tujuan dari analisis tersebut adalah untuk memperkirakan perusahaan yang
dicerminkan oleh laporan keuangan. Beberapa studi empiris menunjukkan terdapat
Agar laporan keuangan dapat menjadi sumber informasi yang berarti, maka
perlu intepretasi dan analisis yang memadai sehingga dapat membentuk basis bagi
keputusan yang diambil. Analisis laporan keuangan mencakup perangkat kerja dan
teknik yang memungkinkan para analis untuk menganalisis laporan keuangan masa
lalu dan saat sekarang, sehingga kinerja finansial dan posisi keuangan perusahaan
dapat dievaluasi dan resiko serta potensi perusahaan di masa depan dapat diestimasi.
Analisis laporan keuangan menurut Gibson (1998: 120) adalah The judgement
process one of the primary objectives is identification of major change (tuning points)
in trends, a relationship and investigation of the reasons underlying those change.
Dengan demikian menganalisis laporan keuangan pada hakikatnya adalah untuk
mengetahui secara cermat tentang keadaan keuangan perusahaan serta hubungannya
dengan operasi perusahaan. Bagi investor analisa laporan keuangan juga merupakan
suatu yang sangat berarti dan membantu dalam proses penilaian dan memproyeksikan
keadaan keuangan serta hasil usaha suatu proyek atau perusahaan. Jadi analisa
laporan keuangan belum merupakan tujuan, melainkan merupakan alat untuk menilai
kondisi (kinerja) keuangan perusahaan.
2.1.4. Analisis Fundamental
Analisis fundamental bertolak dari anggapan dasar bahwa setiap investor
adalah makhluk rasional. Oleh karena itu, seorang fundamentalis mencoba
mempelajari hubungan antara harga saham dengan kondisi perusahaan. Argumentasi
intrinsik suatu saat tapi juga, dan bahkan lebih penting, harapan akan kemampuan
perusahaan dalam meningkatkan nilai di kemudian hari.
Analisis fundamental sangat berhubungan dengan kondisi keuangan
perusahaan. Menurut (Darmadji dan Fakhrudin, 2006: 189) “analisis fundamental
merupakan salah satu cara melakukan penilaian saham dengan mempelajari atau
mengamati berbagai indikator terkait kondisi makro ekonomi dan kondisi industri
suatu perusahaan, termasuk berbagai indikator keuangan dan manajemen
perusahaan”. Dengan demikian, analisis fundamental merupakan analisis yang
berbasis pada berbagai data riil untuk mengevaluasi atau memproyeksi nilai suatu
saham.
Beberapa data atau indikator yang umum digunakan dalam analisis
fundamental adalah: pendapatan, laba, pertumbuhan penjualan, imbal hasil atau
pengembalian atas ekuitas (return on equity), margin laba (profit margin), dan
data-data keuangan lainnya sebagai sarana untuk menilai kinerja perusahaan dan potensi
pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Dengan analisis ini diharapkan calon
investor akan mengetahui bagaimana operasional dari perusahaan yang nantinya
menjadi milik investor apakah sehat atau tidak, apakah menguntungkan atau tidak
karena biasanya nilai suatu saham sangat dipengaruhi oleh kinerja dari perusahaan
yang bersangkutan.
Analisis fundamental memfokuskan pada data laporan keuangan perusahaan
untuk memperhitungkan apakah harga saham sudah diapresiasikan secara akurat.
pada posisi underpriced atau overpriced. Saham dikatakan underpriced bilamana
harga saham di pasar modal lebih kecil dari harga wajar atau nilai yang seharusnya
(nilai intrinsik), dan harga saham dikatakan overpriced apabila harga saham di pasar
modal lebih besar dari nilai intrinsiknya.
Metode untuk menilai harga saham dilakukan dengan 2 (dua) pendekatan,
(Emery, et al., 2004: 504), yaitu:
1. Pendekatan Deviden
Dalam pendekatan ini menggunakan teknik kapitalisasi deviden di mana semua
arus deviden di masa mendatang didiskonto ke masa sekarang. Pendekatan ini
terdiri dari 3 model, yaitu:
a. Deviden Tanpa Pertumbuhan, yaitu harga saham ditentukan berdasarkan arus
deviden yang akan diterima tanpa memperhitungkan tingkat pertumbuhan
deviden.
b. Deviden dengan Tingkat Pertumbuhan Normal atau Konstan, yaitu deviden
akan berkembang dari periode ke periode dengan tingkat pertumbuhan yang
sama selamanya.
c. Deviden Yield, yaitu deviden yang dipengaruhi oleh devidend payout ratio,
dimana proporsi deviden dibandingkan dengan laba per lembar saham.
2. Pendekatan Pendapatan
Pendekatan pendapatan dibagi menjadi 3 (tiga) model, yaitu model nilai sekarang
a. Nilai Sekarang Pendapatan merupakan harga saham berasal dari penjumlahan
nilai sekarang dari seluruh EPS (Earning per Share) yang akan diperoleh
di masa yang akan datang. Nilai sekarang EPS selalu dihitung meskipun
perusahaan tidak membagikan deviden kepada pemegang saham. Dengan
demikian, harga saham tidak dipengaruhi oleh besar atau kecilnya deviden,
tetapi dipengaruhi oleh seberapa besar perusahaan mampu memberikan
pendapatan per saham. Jika EPS terus meningkat, maka harga saham juga
meningkat.
b. Price Earning Ratio (PER)
PER digunakan investor untuk menghubungkan laba perusahaan dengan harga
sahamnya yang dapat dirumuskan:
Pada saat seorang investor membeli saham biasa, satu-satunya arus kas yang
diharapkan akan diterima selama memiliki saham tersebut adalah deviden kas.
2.2. Return Saham
Return saham adalah suatu tingkat pengembalian saham yang diharapkan atas
investasi yang dilakukan dalam saham atau beberapa kelompok saham melalui suatu
portofolio. Van Horne (1992: 121) mendefinisikan return saham yaitu: “The return of
menyatakan bahwa “equity investors receive their return in the form devidend plus
change in the market price of their share (that is capital gain or losses)”.
Berdasarkan definisi di atas maka return atas suatu saham terdiri dari capital
gain (losses) dan dividen yield. Capital gain (losses) merupakan selisih dari harga
investasi sekarang relatif dengan harga periode yang lalu. Capital gain terjadi jika
harga pasar yang dinilai sekarang lebih tinggi dari harga perolehannya. Sedangkan
Capital losses terjadi jika nilai sekarang harga pasar lebih rendah dari harga
perolehannya.
2.2.1. Model Return Saham
Dalam memperkirakan besarnya return saham yang diharapkan menurut
Aswalth (2001: 44) ada tiga pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu:
a. Historical Model Approach
Pendekatan ini merupakan model pendekatan yang paling sederhana karena
mengasumsikan bahwa Return saham yang diharapkan (expected return) selama
event window adalah nol. Dengan demikian menurut pendekatan ini abnormal
return adalah sama dengan total return.total return adalah Capital gain (losses)
ditambah dengan Dividen Yield, perubahan harga dibagi dengan harga pada awal
periode dan jika terdapat pembayaran dividen tersebut akan ditambahkan pada
selisih perubahan harga.
b. Market Adjusted Return Approach
Pendekatan ini mengasumsikan bahwa return suatu saham dipengaruhi oleh
Oleh karenanya menurut pendekatan ini abnormal return adalah sama dengan
return pasar.
c. Adjusted Beta Return Model Approach
Pendekatan ini mengakui bahwa pergerakan pasar akan mempengaruhi return
suatu saham. Perbedaannya adalah bahwa pendekatan ini juga mengakui bahwa
pengaruh pasar berbeda-beda antara suatu saham dengan yang lain: ada saham
yang sangat sensitif terhadap perubahan pasar, sebaliknya ada saham yang tidak
banyak dipergunakan perubahan pasar.
d. Return Tidak Normal
Suatu studi menganalisis return tidak normal (abnormal return) sekuritas yang
mungkin terjadi di sekitar pengumuman suatu peristiwa. Abnormal return atau
excess return merupakan kelebihan return yang sesungguhnya terjadi terhadap
return normal.
e. Akumulasi Return Tidak Normal
Akumulasi Return Tidak Normal (ARTN) atau Cumulative Abnormal Return
(CAR) merupakan penjumlahan return tidak normal hari sebelumnya di dalam
2.3. Review Penelitian Terdahulu
Adapun literatur penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dan
berhubungan dengan penelitian yang dilakukan terdapat pada Tabel 2.1 berikut:
Tabel 2.1. Review Penelitian Terdahulu (Theoretical Mapping)
No Nama Peneliti & Tahun Judul Penelitian Variabel penelitian Hasil dari Penelitian
1 Livnat dan Zarowin akrual) mempunyai kandungan informasi tambahan melebihi laba yang tidak bisa dipisahkan dari total akrual sebagai tambahan informasi melebihi komponen kas operasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel earnings memiliki pengaruh yang lebih nyata dibandingkan dengan EVA, residual income dan arus kas operasi. 3
Bahwa perusahaan-perusahaan yang telah mengadopsi EVA memang memiliki EVA yang berkorelasi yang lebih tinggi dengan return, dibandingkan earnings.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel net income adalah satu-satunya variabel yang signifikan secara statistik
5 Fernandez (2001) EVA, Economic profit and cash value added do not
Mengkorelasikan antara kenaikan Market Value Added (MVA) tiap tahun terhadap nilai EVA, NOPAT dan WACC tahun yang bersangkutan, yang ternyata kemudian menunjukkan hasil bahwa korelasi antara kenaikan MVA dengan variabel NOPAT memiliki nilai yang terbesar dibandingkan variabel yang lain.
Hasil penelitian ini menunjukkan pengujian secara regresi baik parsial maupun simultan bahwa laporan arus kas berpengaruh signifikan terhadap return saham.
BAB III
KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS
3.1. Kerangka Konsep
Gambar 3.1. Kerangka Konsep
Penelitian mengenai pentingnya analisis terhadap arus kas telah dilakukan
pula oleh Finger (1994: 210-223). Finger melakukan penelitian dengan menguji
kemampuan laba untuk memprediksi laba dan arus kas di masa mendatang. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: laba merupakan prediktor yang signifikan atas laba
di masa mendatang untuk 88% perusahaan dan arus kas adalah prediktor yang lebih
baik atas arus kas untuk periode prediksi jangka pendek, dibandingkan prediktor laba
FIRM SIZE (X2)
ARUS KAS OPERASI (X1)
EARNINGS (X3)
ECONOMIC VALUE ADDED
(X4)
RETURN SAHAM
atau arus kas. Hasil penelitian Finger tidak mendukung pernyataan FASB bahwa laba
adalah prediktor yang lebih baik atau arus kas dibandingkan dengan arus kas.
Tujuan corporate finance adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Tujuan
ini bisa menyimpan konflik potensial antara pemilik perusahaan dengan kreditur. Jika
perusahaan menikmati laba yang besar, nilai pasar saham (dana pemilik) akan
meningkat pesat, sementara nilai hutang perusahaan (dana kreditur) tidak
terpengaruh. Sebaliknya, apabila perusahaan mengalami kerugian atau bahkan
kebangkrutan, maka hak kreditur akan didahulukan sementara nilai saham akan
menurun drastis. Jadi dengan demikian nilai saham merupakan indeks yang tepat
untuk mengukur efektivitas perusahaan, sehingga seringkali dikatakan
memaksimumkan nilai perusahaan juga berarti memaksimumkan kekayaan pemegang
saham. Saham suatu perusahaan bisa dinilai dari pengembalian (return) yang diterima
oleh pemegang saham dari perusahaan yang bersangkutan. Return bagi pemegang
saham bisa berupa penerimaan dividen tunai ataupun adanya perubahan harga saham
pada suatu periode (Ross, 2002). Biddle, Bowen dan Wallace (1997) menguji
pernyataan bahwa EVA mempunyai pengaruh yang lebih nyata terhadap return yang
diterima oleh pemegang saham dan nilai perusahaan, dibandingkan dengan arus kas
operasi dan accrual earnings, serta mengevaluasi komponen unik EVA yang mana
yang mempunyai pengaruh terhadap return. Hasil pengujian menunjukkan bahwa
ternyata earnings memiliki pengaruh yang lebih nyata dibandingkan dengan EVA,
Selain itu, tidak ada komponen unik EVA yang mempunyai pengaruh nyata
terhadap return. Persamaan penelitian di atas dengan penelitian ini adalah kesamaan
topik penulisan yaitu hubungan antara economic value added dengan nilai pemegang
saham, dibandingkan dengan earnings dan arus kas operasi. Perbedaannya terletak
pada sub topik evaluasi komponen unik EVA dan juga obyek penelitian.
Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Garvey dan Milbourn (2000) yang
berjudul “EVA versus Earnings: Does It Matter Which Is More Highly Correlated
with Stock Returns?”. Penelitian ini lebih menekankan pada situasi kenapa apa EVA
mengalahkan earnings. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan
yang telah mengadopsi EVA memang memiliki EVA yang berkorelasi yang lebih
tinggi dengan return, dibandingkan earnings.
Penelitian berikutnya adalah penelitian Peixoto (2001) dengan judul
“Economic Value Added Application to Portuguese Public Companies”. Penelitian ini
menggunakan net income dan operating profit sebagai tolok ukur yang lain,
menggunakan equity market value sebagai variabel dependent, serta mengambil
sampel perusahaan publik di Portugal. Selain itu, penelitian ini juga membandingkan
hubungan antara EVA dan MVA dengan hubungan antara MVA dan net income atau
operating profit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel net income adalah
satu-satunya variabel yang signifikan secara statistik.
Penelitian Fernandez (2001) juga menjadi dasar penelitian ini, yang berjudul
“EVA, Economic profit and cash value added do not measure shareholder value
mengkorelasikan antara kenaikan Market Value Added (MVA) tiap tahun terhadap
nilai EVA, NOPAT dan WACC tahun yang bersangkutan, yang ternyata kemudian
menunjukkan hasil bahwa korelasi antara kenaikan MVA dengan variabel NOPAT
memiliki nilai yang terbesar dibandingkan variabel yang lain. Perbedaan yang lain
adalah penelitian ini juga membandingkan korelasi antara variabel economic profit,
EVA, laba setelah pajak, return on equity (ROE), equity cash flow, tingkat bunga,
adjusted ROE dan kenaikan tingkat bunga, masing-masing dengan return yang
diterima oleh pemegang saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat bunga
dengan return memiliki korelasi yang tertinggi. Selain itu penelitian Fernandez ini
mengambil sampel perusahaan perusahaan di Amerika Serikat dan Spanyol.
Brooks dan Buckmaster (1976) mengatakan bahwa persistensi laba
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi respon harga, dan persistensi
berhubungan dengan besarnya unexpected earnings (dalam Hodgson et.al, 2000).
sebagai contoh, perusahaan yang mengalami perubahan laba yang sangat besar pada
suatu periode jarang sekali dapat mempertahankannya untuk periode berikutnya. Jika
perubahan laba yang sangat besar tersebut mencerminkan adanya komponen transitori
dalam laba, maka akan terjadi hubungan yang negatif antara besarnya unexpected
earnings dengan persistensi laba.
Berdasarkan uraian-uraian tugas di atas maka dapat dijelaskan kerangka
3.2. Hipotesis
Berdasarkan identifikasi masalah dan kerangka pemikiran yang telah
dijelaskan pada bagian terdahulu maka hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian
adalah:
Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings dan Economic Value Added berpengaruh
secara simultan dan parsial terhadap Return Saham emiten Perbankan di Bursa Efek
BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif yang bertujuan untuk
menganalisis pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Penelitian ini
merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya atau extended replication dari
penelitian yang dilakukan Khadafi (2005). Penelitian ini bertujuan apakah konsisten
dengan hasil penelitian sebelumnya. Agar dapat menggeneralisasi dan
menyempurnakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya dengan menggunakan
data selama 5 (lima) tahun berikutnya, yaitu tahun 2003, 2004, 2005, 2006 dan 2007
dan menambahkan variabel ukuran perusahaan, laba bersih sebelum pajak dan faktor
EVA.
4.2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah emiten perbankan yang terdaftar di Bursa Efek
Jakarta sejak tahun 2003 sampai 2007, dan ruang lingkup penelitian ini adalah
laporan keuangan yang memenuhi kriteria variabel penelitian dan tetap
4.3. Populasi dan Sampel
Populasi penelitian merupakan seluruh perusahaan perbankan yang go publik
yang listing 5 (lima) tahun berturut-turut di Bursa Efek Indonesia. Metode
pengambilan keseluruhan populasi dalam penelitian ini disebut dengan SENSUS
pada seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ).
Sensus dilakukan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
sebanyak 23 (dua puluh tiga) dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. Emiten perbankan go publik yang terdaftar (listing) di Bursa Efek Indonesia
selama 5 (lima) tahun berturut-turut selama tahun pengamatan tahun 2003-2007.
2. Menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit Akuntan Publik paling tidak
pada periode 31 Desember 2003 sampai dengan 31 Desember 2007.
Adapun daftar emiten perbankan yang terdaftar di BEI yang terpilih terdapat
Tabel 4.1. Daftar Emiten Perbankan di Bursa Efek Jakarta 2003 – 2007
No. Singkatan Nama Bank
1 ANKB Bank Windu Kencana International Tbk 2 BABP Bank Bumiputera Indonesia Tbk
3 BBCA Bank Central Asia Tbk 4 BBIA Bank UOB Buana Tbk
5 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 6 BBNP Bank Nusantara Parahyangan Tbk 7 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 8 BCIC Bank Century Intervest Corporation Tbk 9 BDMN Bank Danamon Tbk
10 BEKS Bank Eksekutif International Tbk 11 BKSW Bank Kesawan Tbk
12 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 13 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk
14 BNII Bank International Indonesia Tbk 15 BNLI Bank Permata Tbk
16 BSWD Bank Swadesi Tbk
17 BVIC Bank Victoria International Tbk 18 INPC Bank Artha Graha International Tbk 19 LPBN Bank Lippo Tbk
20 MAYA Bank Mayapada Tbk 21 MEGA Bank Mega Tbk 22 NISP Bank NISP Tbk
23 PNBN Bank Pan Indonesia Tbk
Sumber: Indonesian Capital Market Directory, 2008.
4.4. Metode Pengumpulan Data
Data yang diperoleh merupakan data sekunder yang meliputi data laporan
keuangan tahunan perusahaan yang sudah diaudit dan dipublikasikan melalui Bursa
Efek Indonesia. Periode waktu pengamatan mulai tahun 2003 sampai dengan 2007.
Untuk pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dengan tipe
pooled data. Pool data dimaksudkan agar memenuhi jumlah observasi memenuhi
syarat Ordinary Least Square (OLS) dalam analisis regresi. Dengan tipe pooled data
jumlah observasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 23 (dua puluh tiga) emiten.
4.5. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 4.5.1. Definisi Operasional
Variabel Terikat (Y)
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.
Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah return saham
dilambangkan sebagai Y.
Variabel Bebas (X)
Variabel bebas adalah variabel yang diduga secara bebas berpengaruh
terhadap variabel terikat, yaitu arus kas operasi (X1), Firm Size (X2), earnings (X3)
dan economic value added (X4).
4.5.2. Pengukuran Variabel
1. Return Saham (Y)
Return Saham adalah hasil atau keuntungan yang diperoleh pemegang saham
sebagai hasil dari investasinya. Jogiyanto (1998) membedakan return saham menjadi
dua jenis yaitu return realisasi (realized return) dan return ekspektasian (expected
relatif. Return realisasi ini penting dalam mengukur kinerja perusahaan dan sebagai
dasar penentuan return dan resiko mendatang. Sedangkan return ekspektasian
merupakan return yang diharapkan terjadi di masa mendatang dan bersifat tidak pasti.
Return saham adalah tingkat pengembalian saham atas investasi yang dilakukan.
Komposisi perhitungan rate of return saham terdiri dari capital gain (loss) atau
deviden. Capital gain (loss) merupakan selisih laba/rugi yang dialami oleh pemegang
saham karena harga saham relatif lebih tinggi atau rendah dibandingkan harga saham
periode sebelumnya.
Sedangkan dividen merupakan bagian dari laba perusahaan yang dibagikan
pada periode tertentu sesuai dengan keputusan manajemen. Dividen atau yield bisa
berupa angka nol (0) dan positif (+). Dalam menghitung return saham dapat
digunakan rumus sebagai berikut:
Return Saham = Capital gain (loss) + Yield
= Pi – Pt-1 + D1 X 100% Pt-1
Di mana:
Pt = Harga saham sekarang Pt-1 = Harga saham periode lalu
Dt = Deviden yang dibayarkan sekarang
2. Arus Kas Aktivitas Operasi (X1)
Arus kas dari operasi menunjukkan nilai kas bersih yang diperoleh dari hasil
operasi bersih berupa penjualan barang maupun jasa perusahaan setelah
dikurangi kas yang harus dikeluarkan untuk memproduksi dan menjual produk
3. Ukuran Perusahaan/Firm Size (X2)
Ukuran perusahaan dapat dilihat dari keputusannya dalam memilih hutang.
Perusahaan besar umumnya lebih banyak menggunakan hutang jangka panjang
dan perusahaan kecil akan menggunakan hutang jangka pendek. Pengukuran
terhadap ukuran perusahaan mengacu pada penelitian ini di proxy dengan nilai
logaritma dari total aktiva yang dirumuskan sebagai berikut:
Size = Log (TA 1)
Di mana: Size = Ukuran Perusahaan
TA1 = Total Aktiva Perusahaan
Penggunaan nilai logaritma dilakukan untuk menghindari deviasi yang besar
antara perusahaan yang memiliki aktiva besar dengan perusahaan yang
memiliki aktiva kecil.
4. Earnings (X3)
Adalah laba bersih sebelum pajak (net income before taxes) selama satu tahun
buku sebagaimana tercantum dalam Laporan Laba Rugi. Earnings diukur
dengan satuan Rupiah.
5. Economic Value Added (X4)
EVA adalah ukuran kinerja keuangan yang paling baik untuk menjelaskan
economic profit suatu perusahaan, dibandingkan dengan ukuran yang lain. EVA
juga merupakan ukuran kinerja yang berkaitan langsung dengan kemakmuran
pemegang saham sepanjang waktu. EVA dirumuskan:
Tabel 4.2. Operasionalisasi Variabel dilihat dari besarnya jumlah assets yang dimiliki. investor dari kenaikan harga saham dan pembangian
Salah satu syarat untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan metode
terpenuhi maka hasilnya akan bias (Mason & Douglas, 1999: 109). Uji ini meliputi:
uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas.
1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel
terikat dan variabel bebas memiliki distribusi normal atau tidak. Model regressi
yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal.
Menurut Ghozali (2003: 112), ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual
berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan melihat grafik normal plot dan secara
statistik dengan Uji Kolmogorov Smirnov.
2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regressi
ditemukan adanya korelasi antarvariabel bebas. Model regresi yang baik
seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Menurut Mason dan
Lind (1999: 113), Konsekuensi praktis yang timbul sebagai adanya
multikolinearitas ini adalah kesalahan standar penaksir semakin besar dan
probabilitas untuk menerima hipotesis yang salah semakin besar.
Multikolinearitas terjadi jika variabel bebas saling berkorelasi. Hal ini bisa
menyebabkan kesimpulan yang salah sehubungan dengan manakah variabel bebas
yang mempunyai pengaruh nyata dan yang tidak nyata.
Salah satu cara untuk mengetahui adanya multikolinearitas adalah dengan
tolerance tidak kurang dari 0,1, maka model dapat dikatakan terbebas dari
multikolinearitas. VIF = 1/ Tolerance, jika VIF = 10 maka Tolerance = 1/ 10 =
0,1. Semakin tinggi VIF maka semakin rendah Tolerance.
3. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi linear
ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dan dengan kesalahan
pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan
ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan
sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya.
Salah satu pengujian yang digunakan untuk mengetahui adanya autokorelasi
adalah dengan memakai uji statistik Durbin–Watson (DW test). Jika nilai Durbin–
Watson berada diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi (Santoso,
2003).
4. Uji Heteroskedastisitas
Uji ini bertujuan untuk melihat apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan
variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance
dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut
homoskedastisitas, dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi
yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.
Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah
residualnya. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik menyebar di atas dan
di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
4.6.2. Uji Hipotesis
Alat uji yang digunakan untuk analisis penelitian ini adalah Uji Regresi Linier
Berganda (Multiple regression analysis) untuk melihat pengaruh tingkat pajak,
kesulitan keuangan, profitabilitas, ukuran perusahaan, likuiditas, pembayaran dividen,
dan struktur aktiva terhadap tax benefits dari penggunaan hutang. Analisis regresi
berganda digunakan dalam penelitian ini karena variabel terikat yang dicari untuk
dijelaskan hipotesis bergantung pada lebih dari satu variabel bebas.
Analisis regresi berganda dapat dikategorikan sebagai analisis multivariat.
Analisis Multivariat pada dasarnya adalah analisis untuk lebih dari 2 (dua) variabel
dan prosesnya dilaksanakan secara simultan. Keunggulan dari regresi berganda
adalah dapat meningkatkan keakuratan hubungan variabel terikat dengan variabel
bebas (Levin & Rubin, 1998). Model regresi berganda adalah sebagai berikut:
YRS = 01 X1 + 2 X2 + 3 X3 +4 X4+
Keterangan: Y = Return Saham
0 = intercep
X1 = Arus Kas Operasi;
X2 = Firm Size;
X3 = Earnings;
1-4 = koefisien regresi variabel ke 1 sampai ke variabel 4 ;
= error term
Asumsi yang dipergunakan dalam persamaan regresi berganda adalah:
1.e atau error term merupakan variabel random yang terdistribusi secara normal.
2.Varians dalam nilai Y sama
3.Error term independent satu dengan yang lainnya.
4.Asumsi linearitas
5.Jumlah data yang diobservasi (n) melebihi jumlah variabel bebas (k), setidaknya
dua.
6.Antar variabel bebas tidak ada hubungan linier.
Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari
goodness of fit-nya. Secara statistik, setidaknya dapat diukur dari koefisien
determinasi, nilai statistik F dan nilai statistik t.
Uji Simultan dengan F – Test
F – test ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh Arus Kas
Operasi, Firm Size, Earnings, Economic Value Added secara simultan terhadap
Return Saham. Hasil F - test ini pada output SPSS dapat dilihat pada tabel
ANOVA, yang menunjukkan jika F hitung > F tabel atau p-value pada kolom sig
< level of significant () maka variabel bebas secara simultan berpengaruh
atau p-value pada kolom sig > level of significant () maka variabel bebas secara
simultan tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.
Uji Parsial dengan t – test
t-test bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh bukti empiris tentang
pengaruh Arus Kas Operasi, Firm Size, Earnings, Economic Value Added secara
parsial terhadap Return Saham. Hasil uji ini pada output SPSS dapat dilihat pada
tabel Coefficientsa.
Nilai dari uji t-test dapat dilihat dari masing-masing variabel bebas, jika t-hitung >
t-tabel atau p-value (kolom sig) < level of significant, maka variabel bebas secara
parsial berpengaruh terhadap variabel terikat. Sebaliknya, jika t-hitung < t-tabel atau
p-value (kolom sig) > level of significant, maka variabel bebas secara parsial tidak
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian
5.1.1. Deskripsi Data Penelitian
Berdasarkan hasil pengolahan data di mana hasil uji regresi berganda yang
menunjukkan model regresi yang tidak linier dan tidak melewati uji asumsi klasik.
Selanjutnya untuk mendapatkan model yang layak (blues unbiased linier) dilanjutkan
dengan melakukan transformasi logaritma natural. Asumsi utama dilakukannya
transformasi tersebut adalah untuk menghindari pencilan data yang tertinggi dengan
data yang terendah akibat karena terjadinya perbedaan antara bank yang besar dengan
bank yang kecil. Setelah transformasi dilakukan maka dilakukan pengujian regresi
berganda setelah melewati uji asumsi klasik. Berdasarkan model yang sudah
dilogaritma maka diperoleh model yang akan dibahas lebih lanjut yang terdapat pada
Lampiran 6 merupakan model yang telah melewati uji asumsi klasik.
Statistik deskriptif untuk setiap variabel bebas yang dianalisis disajikan pada
Tabel 5.1. Variabel bebas yang digunakan dalam analisis ini sebanyak 5 (lima), yaitu
Arus Kas Operasi (X1), Firm Size (X2), Earnings (X3), Economic Value Added (X4),