• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan agroindustri Gambir di kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengembangan agroindustri Gambir di kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat"

Copied!
230
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3. Jumlah Penduduk, Jumlah Keluarga dan Jumlah Keluarga Petani Gambir
Gambar 6. Pengolahan Gambir dengan Cara Cina dan Cara Eropa
Tabel 4. Beberapa Penelitian mengenai Teknologi Pemisahan Senyawa Fenol, Tanin, Katekin dari Tumbuhan
Gambar 7. Model Berlian Porter
+7

Referensi

Dokumen terkait

Program pengembangan sapi potong melalui program Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat (BPLM) di kabupaten Lima Puluh Kota menunjukkan hasil sebagai berikut : (1) program

Akan tetapi bila dihubungkan dengan ukuran efisiensi berupa kepuasan semua komponen dalam pemasaran gambir cenderung menunjukkan kelembagaan pemasaran (pedagang

Namun demikian, fluktuasi mutu gambir asalan yang dihasilkan, keterbatasan teknologi proses yang digunakan, dan manajemen rantai pasok yang lemah menjadikan nilai

Dari penelitian yang telah dilaksanakan di Kenagarian Manggilang Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota didapat bahwa kondisi umum pemasaran

Manajemen risiko ini diperlukan juga pada rantai pasok agroindustri Saka agar diketahui se- jak awal risiko-risiko yang dapat merugikan para pelaku rantai pasok agroindustri

Skripsi ini berjudul : “Strategi Inovasi Produk dalam Meningkatkan Nilai Tambah Produk Gambir di Kabupaten Lima Puluh Kota” yang disusun oleh Nur Aziyah, dengan NIM :

Komoditi gambir berperan terhadap perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota, dimana dilihat dari sektor pertanian komoditi gambir memberikan kontribusi yang selalu meningkat, dari

Komoditi gambir berperan terhadap perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota, dimana dilihat dari sektor pertanian komoditi gambir memberikan kontribusi yang