Analisis performansi dan pengembangan hutan kemiri rakyat di kawasan Pegunungan Bulusarung Sulawesi Selatan
Teks penuh
Dokumen terkait
Pola keterkaitan antara petani dalam hal jaringan pembukaan dan pengelolaan lahan diketiga desa kasus didominasi oleh modal sosial mikro yang diwujudkan dalam bentuk
Hal ini memberi gambaran bahwa pola konversi yang paling tinggi tekanan penduduknya terhadap lahan pertanian adalah pada pola konversi ladang berpindah, kemudian
Kawasan Hutan Lindung Nanggala berpotensi untuk dikembangkan program sosial forestry melalui penggalian potensi sumber daya alam melalui peningkatan kualitas dan
Waktu pelaksanaan pada bulan September – Oktober 2019 dengan tujuan untuk mengetahui sebaran dan hubungan luas lahan, jumlah tanaman dan jumlah pupuk terhadap hasil
Keberadaan hutan kemiri pada saat ini merupakan bukti nyata bahwa petani sekitar hutan memiliki kemampuan yang dapat diandalkan dalam pengelolaan hutan kemiri, dengan kata
Pola keterkaitan antara petani dalam hal jaringan pembukaan dan pengelolaan lahan diketiga desa kasus didominasi oleh modal sosial mikro yang diwujudkan dalam bentuk
Berdasarkan pengalaman masyarakat selama ini, pohon yang dipilih sebagai sumber benih (pohon induk) adalah pohon kemiri yang berumur lebih dari 15 tahun,
Selain karena petani sudah terbiasa dengan praktek yang dilakukan secara turun temurun dalam bentuk mengelola usahatani secara konvensional/sederhana atau apa adanya