MODUL IV estimasi untuk analisis regresi linier sederhana.
2. Praktikan dapat menghitung persamaan regresi linier berganda serta menginterpretasikan arti dari persamaan regresi dan standart error dari estimasi-estimasi untuk analisis regresi linier berganda.
3. Praktikan dapat menghitung dan menganalisa koefisien korelasi antar variabel.
II. PENGUMPULAN DATA
2.1 Regresi Linear Sederhana
1. PT tanah Merdeka adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang perumahan. PT tersebut ingin membangun perumahan dikota Y. Untuk tujuan tersebut beberapa karyawan diminta mencari informasi tenang luas tanah yang tersedia dengan harga yang ditawarkan. Dibawah ini adalah data luas tanah (dalam hektar) dan jumlah harga tanah tersebut (dalam juta rupiah) yang berhasil dikumpulkan oleh PT Tanah Merdeka. Lokasi tanah dipilih secara random.
Luas Tanah (x) 2,2 3,4 5,3 3,7 3,5 4,8 5,2 2,8 3,3 4,2 4,6 3,8
Harga Total (y) 128 16
7
Buatlah persamaan regresi yang digunakan untuk memperkirakan jumlah harga tanah berdasarkan luas tanah yang tersedia dikota Y.
2. Berikut ini adalah data banyaknya bahan bakar solar (dalam kilo liter) yang dimasukan kedalam mesin produksi dan jumlah produksi (dalam ton) yang dikeluarkan oleh mesin tersebut.
Bahan Bakar (x)
12,6 16,4 26,3 20,2 19,5 24,4 25,7 16,4 18,7 22,3 23,9 22,7
Jumlah Produks i (y)
2.2 Regresi Linear Berganda
1. Y : pengeluaran rumah tangga untuk pembelian barang tahan lama dari penduduk suatu Negara (ratusan dollar)
X1 : pendapatan rumah tangga (ribuan dollar) X2 : jumlah anggota keluarga (orang)
Y 23 7 15 17 23 22 10 14 20 19
X1 10 2 4 6 8 7 4 6 7 6
X2 7 3 2 4 6 5 3 3 4 3
2. Sebuah perusahaan computer ingin mengetahui fakto-faktor yang mempengaruhi biaya distribusi (Y), data selama satu tahu telah dikumpulkan mengenai biaya distribusi (Y), penjualan (X1), dan jumlah pesanan (X2) dan dicacat sebagai berikut
III. Hasil dan Analisis
Analisa Regresi digunkan untuk meramalkan atau memperkirakan nilai dari satu variabel dalam hubungannya dengan variabel lain atau mempelajari dan mengukur hubungan statistik yang terjadi antara dua atau lebih variabel.
3.1 Regresi Linear Sederhana
Dari hasil output diatas didapat rata-rata harga total sebesar 208,500 dan rata-rata luas tanah sebesar 3,900. Standar deviasi dari harga total menunjukan 42,8942 dan standar deviasi luas tanah menunjukan 0,9516. Jumlah data menunjukan 12.
Tabel 2. Korelasi
Correlations
HargaTotal LuasTanah
Pearson Correlation HargaTotal 1.000 .972
LuasTanah .972 1.000
Sig. (1-tailed) HargaTotal . .000
LuasTanah .000 .
N HargaTotal 12 12
LuasTanah 12 12
Interpretasi Data :
Tabel 3. Variabels Entered
1 LuasTanaha . Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: HargaTotal
Interpretasi Data :
Dari tabel tersebut menunjukkan variabel yang dimasukkan adalah luas tanah. Sedangkan tidak ada variabel yang keluar. Method digunakan untuk pilihan metode regresi yang akan digunakan, kami mengunakan method enter karena analis biasa dimana semua variabel bebas dimasukkan sebagai variabel prediktor, tidak memandang pengaruh apakah variabel tersebut berpengaruh besar atau kecil pada variabel terikat.
Tabel 4. Model Summary
Pada tabel diatas angka R square adalah 0,945 yaitu hasil kuadrat dari koefisien korelasi
0,9722 yang artinya 94,5% harga total bisa dijelaskan oleh variabel luas tanah. Sedangkan sisanya 100% - 94,5% = 5,5% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain.
Tabel 5. ANOVA
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 19129.744 1 19129.744 172.456 .000a
Residual 1109.256 10 110.926
Total 20239.000 11
a. Predictors: (Constant), LuasTanah
Interpretasi Data :
a. Membandingkan statistk hitung dengan statistik tabel F hitung < F tabel, maka Ho diterima
Fhitung > F tabel, maka Ho ditolak b. Berdasarkan probabilitas
Probabilitas > 0.05, maka Ho diterima Probabilitas < 0.05, maka Ho ditolak
Dilihat pada nilai F hitung pada hasil SPSS yaitu sebesar 172,456. Df diperoleh dari = ( K-1) (N-K) = (2-1)(10-2) = (1)(10) maka F tabelnya 4,96 Karena F hitung (172,456) > F tabel (4,96) maka Ho ditolak ada pengaruh luas tanah terhadap harga total yang akan dibangun perumahan kota. Berdasarkan signifikan yaitu 0,000 , karena probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak ada pengaruh luas tanah terhadap harga total yang akan dibangun perumahan kota.
Grafik 6. Koefisien Korelasi
1 (Constant) 37.581 13.366 2.812 .018
LuasTanah 43.825 3.337 .972 13.132 .000
a. Dependent Variable: HargaTotal
Interpretasi Data :
Pengambilan keputusan :
proabilitas ≤ 0,05 maka Ho ditolak.
Constant : berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk nilai
constant yaitu 2,812, pada t tabel dengan db 10 dan taraf signifikansi 0,05 diperoleh 1,796 karena t hitung (2,812) > t tabel (1,796), maka Ho ditolak ada pengaruh luas tanah terhadap harga total yang akan dibangun perumahan kota. Sedangkan signifikan/probabititas menunjukan 0,018 yang berarti probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak ada pengaruh luas tanah terhadap harga total yang akan dibangun perumahan kota.
Luas tanah : berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk nilai
luas tanah yaitu 13,132, pada t tabel dengan db 10 dan taraf signifikansi 0,05 diperoleh 1,796 karena t hitung (13,132) > t tabel (1,796), maka Ho ditolak ada pengaruh luas tanah terhadap harga total yang akan dibangun perumahan kota. Sedangkan signifikan/probabititas menunjukan 0,000 yang berarti probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak ada pengaruh luas tanah terhadap harga total yang akan dibangun perumahan kota.
Berdasarkan analisis diatas maka dapat dibuat model regresi dugaannya yaitu : Y = 37.581+ 43.825 * (xi)
Di mana : Y = harga total X = luas tanah
Grafik 1. Normal Probability Plot
Interpretasi Grafik :
Jika residual berasal dari distribusi normal, maka nilai-nilai sebaran data akan terletak pada garis lurus, terlihat bahwa sebaran data pada gambar diatas hampir tersebar disekeliling garis lurus. Sehingga dapat dikatakan bahwa persyaratan normalitas bisa dipenuhi.
Grafik 2. Scatterplot
Interpretasi Grafik :
Soal No. 2
Dari hasil output diatas didapat rata-rata jumlah produksi sebesar 39,000 dan rata-rata bahan bakar sebesar 20,758. Standar deviasi dari jumlah produksi menunjukan 8,8728 dan standar deviasi bahan bakar menunjukan 4,2113. Jumlah data menunjukan 12.
Grafik 8. Korelasi
Correlations
JumlahProduksi BahanBakar
Pearson Correlation JumlahProduksi 1.000 .891
BahanBakar .891 1.000
Sig. (1-tailed) JumlahProduksi . .000
BahanBakar .000 .
N JumlahProduksi 12 12
BahanBakar 12 12
Interpretasi Data :
Dari tabel diatas bahwa besar hubungan antara variabel bahan bakar dengan harga total 0,891 sehingga hal ini menunjukkan hubungan korelasi positif kuat artinya semakin banyak bahan bakar maka semakin tinggi juga jumlah produksinya.
Tabel 9. Variables Entered
1 BahanBakara . Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: JumlahProduksi
Interpretasi Data :
dimasukkan sebagai variabel prediktor, tidak memandang pengaruh apakah variabel tersebut berpengaruh besar atau kecil pada variabel terikat.
Tabel 10. Model Summary
Pada tabel diatas angka R square adalah 0,794 yaitu hasil kuadrat dari koefisien korelasi 0,8912 yang artinya 79,4% jumlah produksi bisa dijelaskan oleh variabel bahan bakar. Sedangkan sisanya 100% - 79,4% = 20,6% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain.
Tabel 11. ANOVA
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 687.391 1 687.391 38.486 .000a
Residual 178.609 10 17.861
Ho : β1 = 0, tidak ada pengaruh bahan bakar teradap jumlah produksi.
H1 : β1 ≠ 0, ada pengaruh bahan bakar terhadap jumlah produksi.
∝ = 0.05
Analisis Pengambilan Keputusan
a. Membandingkan statistk hitung dengan statistik tabel F hitung < F tabel, maka Ho diterima
Probabilitas > 0.05, maka Ho diterima Probabilitas < 0.05, maka Ho ditolak
Dilihat pada nilai F hitung pada hasil SPSS yaitu sebesar 38,486. Df diperoleh dari = ( K-1) (N-K) = (2-1)(10-2) = (1)(10) maka F tabelnya 4,96 Karena F hitung (38,486) > F tabel (4,96) maka Ho ditolak ada pengaruh bahan bakar terhadap jumlah produksi. Berdasarkan signifikan yaitu 0,000 , karena probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak ada pengaruh bahan bakar terhadap jumlah produksi.
1 (Constant) .035 6.398 .005 .996
BahanBakar 1.877 .303 .891 6.204 .000
a. Dependent Variable: JumlahProduksi
Interpretasi Data :
Pengambilan keputusan :
t hitung ≤ t tabel maka Ho diterima. t hitung ≥ t tabel maka Ho ditolak. probabilitas ≥ 0,05 maka Ho diterima. proabilitas ≤ 0,05 maka Ho ditolak.
Constant : berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk nilai
constant yaitu 0,005, pada t tabel dengan db 10 dan taraf signifikansi 0,05 diperoleh 1,812 karena t hitung (0,005) < t tabel (1,812), maka Ho diterima tidak ada pengaruh bahan bakar terhadap jumlah produksi. Sedangkan signifikan/probabititas menunjukan 0,996 yang berarti probabilitas > 0,05 maka Ho diterima tidak ada pengaruh bahan bakar terhadap jumlah produksi.
Bahan bakar : berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk nilai
Berdasarkan analisis diatas maka dapat dibuat model regresi dugaannya yaitu : Y = 0,035 + 1,877 * (xi)
Di mana : Y = jumlah produksi X = bahan bakar
Konstanta sebesar 0,035 menyatakan bahwa besarnya variabel Y (jumlah produksi) jika variabel X (bahan bakar) adalah 0. Koefisien regresi sebesar 1,877 menyatakan bahwa setiap penambahan bahan bakar (karena tanda +) 1 kilo liter, akan
meningkatkan jumlah produksi sebesar 1,877 ton.
Grafik 3. Normal Probability Plot
Interpretasi Grafik :
Grafik 4. Scatterplot
Interpretasi Grafik :
Perhitungan Manual Regresi Linear Sederana Soal No. 2
Tabel 13. Regresi Linear Sederhana
bahan
bakar (x) jumlah produksi (y) x.y x2 y2
12,6 27 340,2 158,76 729
16,4 35 574 268,96 1225
26,3 52 1367,6 691,69 2704
20,2 36 727,2 408,04 1296
19,5 31 604,5 380,25 961
24,4 48 1171,2 595,36 2304
25,7 53 1362,1 660,49 2809
16,4 29 475,6 268,96 841
18,7 36 673,2 349,69 1296
22,3 41 914,3 497,29 1681
23,9 46 1099,4 571,21 2116
22,7 34 771,8 515,29 1156
249,1 468 10081,1 5365,99 19118
20,7583333
3 39 840,09167 447,16583 1593,167
Sy,x =
√
∑(
y2)
−a(∑ y)−b(∑ x . y)Ho : β1 = 0, tidak ada pengaruh bahan bakar teradap jumlah produksi.
= 6,215
Uji F ANOVA
Hipotesis :
Ho : β1 = 0, tidak ada pengaruh bahan bakar teradap jumlah produksi.
H1 : β1 ≠ 0, ada pengaruh bahan bakar terhadap jumlah produksi.
866 687,3243051 178,6095051
Tabel 15. ANOVA
Sumber
Variansi db JK KT F
Regresi 1 687,324 687,324 38,483
Error 10 178,609 17,8609
Si2 = JKR
Keputusan : F hitung (38,483) > F tabel (4,96), maka Ho ditolak tidak ada pengaruh bahan bakar terhadap jumlah produksi.
Pada hasil diatas angka R square adalah 0,793 yaitu hasil kuadrat dari koefisien korelasi
3.2 Regresi Linear Berganda
Dari hasil output diatas didapat rata Y (pengeluaran rumah tangga) sebesar 17,00, rata-rata X1 (pendapatan rumah tangga) sebesar 6,00, dan rata-rata-rata-rata X2 (jumlah anggota keluarga) sebesar 4,00. Standar deviasi dari Y (pengeluaran rumah tangga) menunjukan 5,497, standar deviasi dari X1 (pendapatan rumah tangga) sebesar 2,261, dan standar deviasi X2 (jumlah anggota keluarga) menunjukan 1,563. Jumlah data menunjukan 10.
Tabel 17. Korelasi
Correlations
Y X1 X2
Pearson Correlation Y 1.000 .912 .737
X1 .912 1.000 .849
Tabel 18. Variables Entered
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Y
Interpretasi data :
Dari tabel tersebut menunjukkan variabel yang dimasukkan adalah X1 (pendapatan rumah tangga) dan X2 (jumlah anggota keluarga). Sedangkan tidak ada variabel yang keluar. Method digunakan untuk pilihan metode regresi yang akan digunakan, kami mengunakan method enter karena analis biasa dimana semua variabel bebas dimasukkan sebagai variabel prediktor, tidak memandang pengaruh apakah variabel tersebut berpengaruh besar atau kecil pada
a. Predictors: (Constant), X2, X1
b. Dependent Variable: Y
Interpretasi Data :
Pada tabel diatas angka R square adalah 0,836 yaitu hasil kuadrat dari koefisien korelasi
0,9152 yang artinya 83,6% Y (pengeluaran rumah tangga) bisa dijelaskan oleh variabel X1
Tabel 20. ANOVA
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 227.512 2 113.756 17.899 .002a
Residual 44.488 7 6.355
Total 272.000 9
a. Predictors: (Constant), X2, X1
b. Dependent Variable: Y
Interpretasi Data :
Hipotesis :
Ho : β1 = β2 = 0, tidak ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah
anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga.
H1 : β1 ≠ β2 ≠ 0, ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah
anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga.
∝ = 0,05
Analisis Pengambilan Keputusan
a. Membandingkan statistik hitung dengan statistik tabel F hitung < F tabel, maka Ho diterima.
Fhitung > F tabel, maka Ho ditolak. b. Berdasarkan probabilitas
Probabilitas > 0.05, maka Ho diterima. Probabilitas < 0.05, maka Ho ditolak.
Dilihat pada nilai F hitung pada hasil SPSS yaitu sebesar 17,899. Df diperoleh dari = ( K-1) (N-K) = (3-1)(10-3) = (2)(7) maka F tabelnya 4,74 Karena F hitung (17,899) > F tabel (4,74) maka Ho ditolak ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga. Berdasarkan signifikan yaitu 0,002 , karena probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga.
Coefficientsa
1 (Constant) 3.919 2.418 1.621 .149
X1 2.491 .703 1.024 3.544 .009
X2 -.466 1.016 -.133 -.459 .660
a. Dependent Variable: Y
Interpretasi Data :
Pengambilan keputusan :
t hitung ≤ t tabel maka Ho diterima. t hitung ≥ t tabel maka Ho ditolak. probabilitas ≥ 0,05 maka Ho diterima. proabilitas ≤ 0,05 maka Ho ditolak.
Constant : berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk nilai
constant yaitu 1,621, pada t tabel dengan db 7 dan taraf signifikansi 0,05 diperoleh 1,895 karena t hitung (1,621) < t tabel (1,895), maka Ho diterima tidak ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga. Sedangkan signifikan/probabititas menunjukan 0,149 yang berarti probabilitas > 0,05 maka Ho diterima tidak ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga.
X1 : berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk nilai X1 yaitu
3,544, pada t tabel dengan db 7 dan taraf signifikansi 0,05 diperoleh 1,895 karena t hitung (3,544) > t tabel (1,895), maka Ho ditolak ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga. Sedangkan signifikan/probabititas menunjukan 0,009 yang berarti probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga.
X2 : berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk nilai X2 yaitu
pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga. Sedangkan signifikan/probabititas menunjukan 0,660 yang berarti probabilitas > 0,05 maka Ho diterima tidak ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga.
Berdasarkan analisis diatas maka dapat dibuat model regresi dugaannya yaitu : Y = 3,919 + 2,491 X1 – 0,466 X2
Di mana : Y = pengeluaran rumah tangga X 1= pendapatan rumah tangga X2 = jumlah anggota keluarga
Konstanta sebesar 3,919 menyatakan bahwa besarnya variabel Y (pengeluaran rumah tangga) jika variabel X (pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga) adalah 0. Pada koefisien regresi pendapatan rumah tangga sebesar 2,491 menyatakan bahwa setiap penambahan pendapatan rumah tangga (karena tanda +) 1 $, akan meningkatkan pengeluaran rumah tangga sebesar 2,491 $ dan koefisien regresi jumlah anggota keluarga sebesar -0,466 menyatakan bahwa setiap pengurangan jumlah anggota keluarga (karena tanda -) 1 orang, akan mengurangkan pengeluaran rumah tangga sebesar -0,466.
Grafik 5. Partial Regression Plot
Interpretasi Grafik :
Grafik 6. Partial Regression Plot
Interpretasi Grafik :
Soal No. 2
Dari hasil output diatas didapat rata-rata biaya distribusi sebesar 69,6009, rata-rata penjualan sebesar 454,55, dan rata-rata umlah pesanan sebesar 4380,82. Standar deviasi biaya distribusi menunjukan 10,28425, standar deviasi dari penjualan sebesar 69,371, dan standar deviasi jumlah pesanan menunjukan 619,046. Jumlah data menunjukan 11.
Tabel 23. Korelasi
Correlations
BiayaDistribusi Penjualan JumlahPesanan
Pearson Correlation BiayaDistribusi 1.000 .860 .838
Penjualan .860 1.000 .823
JumlahPesanan .838 .823 1.000
Sig. (1-tailed) BiayaDistribusi . .000 .001
Penjualan .000 . .001
JumlahPesanan .001 .001 .
N BiayaDistribusi 11 11 11
Penjualan 11 11 11
JumlahPesanan 11 11 11
Interpretasi data :
Tabel 24. Variables Entered
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: BiayaDistribusi
Interpretasi Data :
Dari tabel tersebut menunjukkan variabel yang dimasukkan adalah jumlah pesanan dan penjulan. Sedangkan tidak ada variabel yang keluar. Method digunakan untuk pilihan metode regresi yang akan digunakan, kami mengunakan method enter karena analis biasa dimana semua variabel bebas dimasukkan sebagai variabel prediktor, tidak memandang pengaruh apakah variabel tersebut berpengaruh besar atau kecil pada variabel terikat.
Tabel 25. Model Summary
a. Predictors: (Constant), JumlahPesanan, Penjualan
b. Dependent Variable: BiayaDistribusi
Interpretasi Data :
Pada tabel diatas angka R square adalah 0,793 yaitu hasil kuadrat dari koefisien korelasi
Tabel 26. ANOVA
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 838.421 2 419.210 15.297 .002a
Residual 219.237 8 27.405
Total 1057.658 10
a. Predictors: (Constant), JumlahPesanan, Penjualan
b. Dependent Variable: BiayaDistribusi
Interpretasi Data :
Hipotesis :
Ho : β1 = β2 = 0, tidak ada pengaruh antara variabel penjualan dan jumlah pesanan
terhadap biaya distribusi.
H1 : β1 ≠ β2 ≠ 0, ada pengaruh antara variabel penjualan dan jumlah pesanan terhadap biaya
distribusi.
∝ = 0,05
Analisis Pengambilan Keputusan
a. Membandingkan statistik hitung dengan statistik tabel F hitung < F tabel, maka Ho diterima.
Fhitung > F tabel, maka Ho ditolak. b. Berdasarkan probabilitas
Probabilitas > 0.05, maka Ho diterima. Probabilitas < 0.05, maka Ho ditolak.
Tabel 27. Koefisien Korelasi
1 (Constant) 4.633 12.010 .386 .710
Penjualan .078 .042 .527 1.860 .100
JumlahPesanan .007 .005 .404 1.426 .192
a. Dependent Variable: BiayaDistribusi
Interpretasi Data : Pengambilan keputusan :
t hitung ≤ t tabel maka Ho diterima. t hitung ≥ t tabel maka Ho ditolak. probabilitas ≥ 0,05 maka Ho diterima. proabilitas ≤ 0,05 maka Ho ditolak.
Constant : berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk nilai
constant yaitu 0,386, pada t tabel dengan db 8 dan taraf signifikansi 0,05 diperoleh 1,860 karena t hitung (0,386) < t tabel (1,860), maka Ho diterima tidak ada pengaruh antara variabel penjualan dan jumlah pesanan terhadap biaya distribusi. Sedangkan signifikan/probabititas menunjukan 0,710 yang berarti probabilitas > 0,05 maka Ho diterima tidak ada pengaruh antara variabel penjualan dan jumlah pesanan terhadap biaya distribusi.
Penjualan : berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk nilai
penjualan yaitu 1,860, pada t tabel dengan db 8 dan taraf signifikansi 0,05 diperoleh 1,860 karena t hitung (1,860) ≤ t tabel (1,860), maka Ho diterima tidak ada pengaruh antara variabel penjualan dan jumlah pesanan terhadap biaya distribusi. Sedangkan signifikan/probabititas menunjukan 0,100 yang berarti probabilitas > 0,05 maka Ho diterima tidak ada pengaruh antara variabel penjualan dan jumlah pesanan terhadap biaya distribusi.
Jumlah pesanan : berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk
pengaruh antara variabel penjualan dan jumlah pesanan terhadap biaya distribusi. Sedangkan signifikan/probabititas menunjukan 0,192 yang berarti probabilitas > 0,05 maka Ho diterima tidak ada pengaruh antara variabel penjualan dan jumlah pesanan terhadap biaya distribusi.
Berdasarkan analisis diatas maka dapat dibuat model regresi dugaannya yaitu : Y = 4,633 + 0,078 X1 + 0,007 X2
Di mana : Y = biaya distribusi
X 1= penjualan
X2 = jumlah pesanan
Konstanta sebesar 4,633 menyatakan bahwa besarnya variabel Y (biaya distribusi) jika variabel X (penjualan dan jumlah pesanan) adalah 0. Pada koefisien regresi penjualan sebesar 0,078 dan koefisien regresi jumlah pesanan adalah 0,007 menyatakan bahwa setiap penambahan penjualan dan jumlah peanan (karena tanda +) akan meningkatkan biaya distribusi sebesar Rp. 0,078 dan Rp. 0,007.
Grafik 7. Partial Regression Plot
Interpretasi Grafik :
Grafik 8. Partial Regression Plot
Interpretasi Grafik :
Dari grafis diatas menunjukkan hubungan dari jumlah pesanan dengan biaya distribusi. Dimana terlihat sebaran data yang menyebar tidak membentuk suatu pola. Maka bisa dikatakan model regresi memenuhi syarat untuk memprediksi biaya distribusi.
IV. Kesimpulan
Dari data analisa regresi sederhana dapat diperoleh : 1. Hipotesis :
Ho : β1 = 0, tidak ada pengaruh luas tanah terhadap harga total yang akan dibangun
perumahan kota.
H1 : β1 ≠ 0, ada pengaruh luas tanah terhadap harga total yang akan dibangun
perumahan kota.
Keputusan:
Berdasarkan F hitung (172,456) > F tabel (4,96) maka Ho ditolak ada pengaruh luas tanah terhadap harga total yang akan dibangun perumahan kota.
Berdasarkan signifikan yaitu 0,000 , karena probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak ada pengaruh luas tanah terhadap harga total yang akan dibangun perumahan kota.
Berdasarkan t hitung (2,812) > t tabel (1,796), maka Ho ditolak ada pengaruh luas tanah terhadap harga total yang akan dibangun perumahan kota.
Y = 37.581+ 43.825 * (xi) Di mana : Y = harga total
X = luas tanah
Korelasi:
Besar hubungan antara variabel luas tanah dengan harga total 0,972 sehingga hal ini menunjukkan hubungan korelasi positif sangat kuat.
2. Hipotesis:
Ho : β1 = 0, tidak ada pengaruh bahan bakar teradap jumlah produksi.
H1 : β1 ≠ 0, ada pengaruh bahan bakar terhadap jumlah produksi. Keputusan:
Berdasarkan F hitung (38,486) > F tabel (4,96) maka Ho ditolak ada pengaruh bahan bakar terhadap jumlah produksi.
Berdasarkan signifikan yaitu 0,000 , karena probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak ada pengaruh bahan bakar terhadap jumlah produksi.
Berdasarkan t hitung (6,204) > t tabel (1,812), maka Ho ditolak ada pengaruh bahan bakar terhadap jumlah produksi.
Persamaan regresi dari data linier sederhana yaitu : Y = 0,035 + 1,877 * (xi)
Di mana : Y = jumlah produksi X = bahan bakar
Korelasi:
Besar hubungan antara variabel bahan bakar dengan harga total 0,891 sehingga hal ini menunjukkan hubungan korelasi positif kuat.
Dari data analisa regresi berganda dapat diperoleh : 1. Hipotesis:
Ho : β1 = β2 = 0, tidak ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan
jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga.
H1 : β1 ≠ β2 ≠ 0, ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah
anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga.
Keputusan:
Berdasarkan F hitung (17,899) > F tabel (4,74) maka Ho ditolak ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga
Berdasarkan signifikan yaitu 0,002 , karena probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak ada pengaruh antara variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran rumah tangga.
Persamaan regresi data linear berganda yaitu : Y = 3,919 + 2,491 X1 – 0,466 X2 (pendapatan rumah tangga) 0,912 sehingga menunjukkan hubungan korelasi positif sangat kuat.
Berdasarkan F hitung (15,297) > F tabel (4,46) maka Ho ditolak ada pengaruh antara variabel penjualan dan jumlah pesanan terhadap biaya distribusi.
Berdasarkan signifikan yaitu 0,002 , karena probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak ada pengaruh antara variabel penjualan dan jumlah pesanan terhadap biaya distribusi.
Persamaan regresi data linear berganda yaitu : Y = 4,633 + 0,078 X1 + 0,007 X2
Di mana : Y = biaya distribusi
X 1= penjualan
X2 = jumlah pesanan
Besar hubungan antara variabel biaya distribusi dengan penjualan 0,860 sehingga menunjukkan hubungan korelasi positif kuat.
Besar hubungan antara variabel biaya distribusi dengan jumlah pesanan 0,838 sehingga menunjukkan hubungan positif dengan korelasi kuat.
V. Daftar Pustaka
Walpole, Ronald E. 1992. Pengantar Statistika edisi ke-3. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
http://statistics.laerd.com/statistical-guides (diakses tanggal 10 Desember 2013)