PEMBUATAN APLIKASI ABSENSI DI PT. PLN (PERSERO)
BANDUNG
KERJA PRAKTEK
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kerja Praktek
Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia
Oleh :
Galih Priatna 10110596
Suparman 10110616
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
LAMPIRAN E
LAMPIRAN F
LAMPIRAN G
DATA PRIBADI
Nama : Galih Priatna Nama Panggilan : Galih
Tempat/Tanggal Lahir : Sumedang/21 Juni 1992 Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat Rumah : Desa Karangharja RT: 11/04 Kec. Pebayuran Kab.Bekasi Alamat Sekarang : Jl. Dago Pojiok No. 44 Bandung
Telp/Hp : +6285795005152
Email : [email protected]
PENDIDIKAN FORMAL 1998 - 2004
Sekolah Dasar : SDN Karangharja 01 2004 – 2007
Sekolah Menengah Pertama : SMPN 2 Pebayuran 2007 – 2010
Sekolah Menengah Atas : SMAN 1 Cabangbungin 2010 – sekarang
Mahasiswa S-1 Jurusan Teknik Informatika, Universitas Komputer Indonesia KESEHATAN
Tinggi Badan : 175 cm Berat Badan : 56 kg Gol. Darah : O
Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan.
Bandung, 31 Januari 2014
Galih Priatna
DATA PRIBADI
Nama : Suparman
Nama Panggilan : Arman
Tempat/Tanggal Lahir : Kebumen, 30 Januari 1990 Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat Rumah : Desa Gunungsari RT/RW 06/02, Kec.Karanggayam Kab.Kebumen Alamat Sekarang : Komplek Bumi Cimenyan Endah, Kec. Cimenyan Kab. Bandung Telp/Hp : 081932629761
Email : [email protected]
PENDIDIKAN FORMAL 1998 - 2004
Sekolah Dasar : SD N 1 Gunung Sari 2004 – 2007
Sekolah Menengah Pertama : SMP 2 Karanggayam 2007 – 2010
Sekolah Menengah Atas : SMA N 1 Petanahan 2010 – sekarang
Mahasiswa S-1 Jurusan Teknik Informatika, Universitas Komputer Indonesia KESEHATAN
Tinggi Badan : 170 cm Berat Badan : 75 kg Gol. Darah : -
Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan.
Bandung, 31 Januari 2014
Suparman
DAFTAR ISI
2.1.2.2Element-element Dasar Lambang 8
2.1.3 Badan Hukum Instansi 11
2.1.4 Struktur Organisasi dan Job Description 11
2.2Landasan Teori 16
2.2.6.3 Diagram Konteks 21
3.1.2 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan 25
3.1.3 Evaluasi Sistem yang Sedang Berjalan 26
3.1.4 Aturan Bisnis 27
3.1.5 SKPL 27
3.1.6 Analisis Non Fungsional 28
3.1.6.1Analisis Perangkat Keras 28
3.1.6.2Analisis Perangkat Lunak 28
3.1.6.3Analisis Pengguna 29
3.2.1 Perancangan Basis Data 37
3.2.1.1Skema Relasi 37
3.2.1.2Struktur Tabel 37
3.2.2 Perancangan Struktur Menu 38
3.2.3 Perancangan Antar Muka 39
3.2.4 Perancangan Jaringan Semantik 45
3.2.5 Perancangan Prosedural 46
3.2.5.2Prosedural Absen 47
3.3 Implementasi 48
3.3.1 Implementasi Sistem 48
3.3.1.1Perangkat Keras yang digunakan 48
3.3.1.2Perangkat Lunak yang digunakan 48
3.3.2 Implementasi Basis Data 48
3.3.3 Implementasi Antar Muka 49
3.3.4 Pengujian Perangkat Lunak 50
3.3.4.1Rencana Pengujian 51
3.3.4.2Equivalance partitioning testing 51
3.3.4.3Pengujian Beta 52
BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN 54
4.1Kesimpulan 54
4.2Saran 54
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat terselesaikan laporan
penelitian hasil kerja praktek yang berjudul “ Pembuatan Aplikasi Absensi di
PT.PLN (Persero) Bandung”.
Dalam penyusunan laporan ini penulis banyak mengalami hambatan dan
kesulitan, tetapi berkat doeongan dan dukungan dari berbagai pihak penulis dapat
menyelesaikan laporan kerja praktek ini.
Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1. Kedua orang tua yang tidak pernah letih memberikan bimbingan, dukungan,
kepercayaan, dan do‟a serta nasehatnya untuk keberhasilan penulis.
2. Bapak Irawan Afrianto, S.T,. M.T. selaku Ketua Program Studi Teknik
Informatika di Universitas Komputer Indonesia
3. Ibu Kania Evita Dewi, S.Pd., M.Si. selaku dosen pembimbing serta selaku
dosen wali yang telang membimbing penulis dalam menyelesaikan laporan
kerja praktek ini.
4. Bapak Ananda Desni A.S selaku coordinator dan pembimbing di tempat kerja
praktek
5. Seluruh dosen Universitas Komputer Indonesia terutama Dosen Program
6. Sahabat sekalian mahasiswa angkatan 2010 khususnya Program Studi Teknik
Informatika kelas IF-14 yang tidak henti-hentinya memberikan do‟a dan
semangat untuk penulis.
Akhir kata penulis mengharapkan semoga amal kebaikan yang telah diberikan
oleh semua pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan kerja praktek ini diterima
oleh Allah SWT dan penulis menunggu kritik dan saran yang membangun sebagai
masukan untuk penyempurnaan penyusunan laporan kerja praktek ini serta dapat
bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Bandung, 31 Januari 2014
DAFTAR PUSTAKA
[1] Gordon B. Davis: Selected Papers From the Fifth International Conference
on Informatioan System Introduction. Commun. ACM 27(12): 1183
(1984).
[2] Raymond McLeod, jr. And George Schell: Managment Information
System. Copyright: 13 (2001).
[3] Jogiyanto, HM: 2008:6. Analisis dan Desain Sistem Informasi:Pendekatan Terstruktur Aplikasi Bisnis, Andi, Yogyakarta.
[4] Ali Bahrami: 2005:9 Object Oriented systems development .
[5] MySQL Documentation: MySQL Reference Manuals – Selasa, 19 Januari
2014 – http://dev.mysql.com/doc/
[6] Syaukani, M. (2005). Mengolah data pada Mysql server. Jakarta: Elex
media komputindo.
[7] Hartono, Jogiyanto, MBA, PhD. Pengenalan Komputer: Dasar Ilmu Komputer, Pemrograman, Sistem Informasi dan Delegasi Buatan. 1999. Penerbit Andi: Yogyakarta.
1
PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten terdapat beberapa masalah dalam
dokumentasi dari sistem absensi pegawai yang sudah berjalan, sehingga salah satu
staf pegawai sering mengalami kesulitan dalam menangani eror sistem atau
manajemen perawatan sistem, terlebih lagi dalam hal pengembangan aplikasi
absensi yang sudah ada. Apabila hal tersebut dibiarkan berlarut-larut maka dapat
menghambat terhadap proses kinerja pegawai.
PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten saat ini memerlukan
sebuah aplikasi yang mirip dengan aplikasi yang sedang berjalan, sistem yang
mampu memberi solusi berupa pemahaman bagi staf pegawai dalam melakukan
manajmen perawatan, penanganan eror pada sistem, bahkan pengembangan
aplikasi tidak harus melalui pihak pengembang.
Untuk menjembatani masalah tersebut solusi yang disarankan
membuatkan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten, sebuah aplikasi
berbasis dekstop, aplikasi yang mirip dan dapat dijadikan acuan yang sesuai
dengan sistem yg sedang berjalan, maksudnya bagaimana aplikasi yang telah
dibuat sesuai baik logika algoritma dari alur sistemnya, untuk bahan pembelajaran
dalam penanganan, pemeliharaan, dan mengembangkan sistem. Aplikasi ini
dibuat guna menunjang kinerja pegawai yang memiliki kesibukan padat yang
2
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang timbul dari latar belakang di atas,
bagaimana membuat alikasi absensi yang mirip dengan yang sedang berjalan
sehingga nantinya bisa dijadikan acuan untuk perawatan dan pengembangan.
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dari penelitian ini adalah membangun aplikasi absensi yang dapat
dijadikan sebagai contoh mirip dari sistem yang sudah berjalan, sedangkan
Tujuanya ialah memudahkan dalam mempelajari logika algoritma dari alur sistem
yang sedang berjalan, untuk proses kepentingan pengembangan aplikasi nantinya.
1.4 Batasan Masalah
Terdapat beberapa batasan masalah yang dapat dirumuskan, agar
permasalahan terarah dan terperinci, dengan maksud agar mempermudah
identifikasi dan pemahaman terhadap aplikasi, adapun batasan masalah pada
aplikasi ini adalah sebagai berikut:
1. Aplikasi yang dibangun berbasis dekstop
2. Database yang digunkan adalah SQL yog Ultimate open source
3. Aplikasi ini di bangun menggunakan bahasa pemrograman C#
4. Belum terintegrasi dengan Peralatan Pendukung
5. Report dari aplikasi ditampilkan secara visual
1.5 Metode Penelitian
Metode Penelitian yang akan digunakan dalam Praktek Kerja Lapangan ini
adalah :
3 a. Metode Observasi
Mencari tahu dan mempelajari alur proses absensi karyawan yang ada di
perusahaan tersebut, dengan mencoba menggunakan aplikasi yang sudah
berjalan, sehingga kita bisa mengerti dimana letak kekurangan yang perlu
diperbaiki.
b. Metode Wawancara
Melakukan wawancara dengan salah satu atau lebih staf pegawai di
perusahaan tersebut sebagai narasumber, apakah aplikasi yang telah berjalan
sudah memudahkan para pegawai dalam melakukan absensi.
Adapun model perancangan perangkat lunak yang digunakan adalah model
Waterfall, dengan tahapan sebagai berikut:
Gambar 1.1 Pemodelan Waterfall
Penjelasan:
1. System Enggineering :
Sistem yang telah berjalan sudah menggunakan metode absensi menggunakan
4 pembuatan sistem agar memudahkan dalam pengembangan dan penanganan eror
pada sistem oleh admin.
2. System Analysis :
Kebutuhan dokumentasi dalam penanganan eror dan pengembangan sistem
yang telah berjalan, sehingga pegawai selaku admin yang menangani sistem
absensi kepegawaian kerepotan menangani permasalahan tersebut.
3. System Design :
Perancangan antar muka yang akan dibuat mengacu pada aplikasi yang sudah
ada, hanya saja tampilan lebih di sederhanakan artinya tidak menggunakan
fasilitas yang tidak perlu, dimaksudkan agar tidak membingungkan user dalam
melakukan proses absensi.
4. System Coding :
Proses pengkodean aplikasi menggunakan bahasa pemrograman C sharp,
meliputi desain form, class koneksi database, dan query sql.
5. System Testing :
Mempresentasikan program aplikasi yang telah dibuat, untuk mengetahui
kekurangan yang belum terpenuhi dan alur cara penggunaan serta pengenalan
fasilitas yang ada pada aplikasi.
6. System Maintenance :
Melakukan penanganan eror sistem terhadap aplikasi yang telah selesai dibuat
5
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan memberikan informasi secara umum tentang
pembahasan yang terdapat dalam setiap bab. Sehingga dalam pembahasannya
akan lebih mudah dipahami. Sistematika penulisan laporan kerja praktek ini
adalah sebagai berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini membahas perihal yang menjadi latar belakang masalah,
perumusan masalah, maksud dan tujuan, batasan masalah, metode penelitian, serta
sistematika penulisan.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini membahas mengenai teori-teori yang berhubungan dengan aplikasi
yang akan dibangun. Selain berisi teori-teori, bab ini membahas pula mengenai
gambaran umum tentang tempat aplikasi ini akan diimplementasikan.
BAB 3 PEMBAHASAN
Bab ini menerangkan tentang analisa perancangan aplikasi yang digunakan
dalam pembahasan masalah serta berisi tahapan-tahapan yang dilakukan untuk
menerapkan sistem yang telah dirancang dan dianalisa, serta pengujian yang
dilakukan terhadap sistem yang telah diimplementasikan.
BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini menjelaskan kesimpulan dari aplikasi yang dibuat serta saran yang
diberikan oleh PT PLN (PERSERO) Bandung setelah melakukan implementasi
6
Terwujudnya keharmonisan hubungan PT PLN (Persero) dengan
masyarakat sehingga akan menunjang keberhasilan kegiatan PT PLN (Persero)
dalam menyediakan tenaga listrik bagi masyarakat.
Misi
a) Membantu pengembangan kemampuan masyarakat agar dapat berperan
dalam
pembangunan.
b) Berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan
jalan program (Community Empowering).
c) Berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan.
d) Berperan aktif dalam mendorong tersedianya tenaga listrik untuk
meningkatkan
kualitas hidup dengan jalan penggunaan listrik pada siang hari untuk
industri rumah tangga dan pengembangan desa mandiri energi.
e) Berperan aktif dalam menjaga kesinambungan lingkungan melalui
pelestarian alam.
Dengan adanya peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 23 tahun
1994 tanggal 16 Juni 1994 maka bentuk Perusahaan Umum Listrik negara
7 sebutan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat sejak tanggal 30 Juli 1994,
sesuai akta pendirian. Selanjutnya sesuai keputusan Direksi PT PLN (Persero)
nomor 28.K/010/DIR/2001 tanggal 20 Februari 2001, PT PLN (Persero)
Distribusi Jawa Barat diubah menjadi PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi
Jawa Barat.
Kemudian melalui Surat Keputusan PT PLN (Persero) No.
120.K/010/DIR/2002 Tanggal 27 Agustus 2002, PT PLN (Persero) Unit Bisnis
Distribusi Jawa Barat hingga saat ini.
2.1.2 Logo PT PLN (persero)
Logo suatu perusahaan merupakan simbol yang mencerminkan perusahaan
tersebut. Logo pun merupakan bagian dari identitas perusahaan (corporate
identity), identitas tersebut merupakan suatu hal yang memungkinkan perusahaan
dapat dikenal dan memiliki perbedaan dengan perusahaan lain.
Gambar 2.1 Logo Perusahaan
PT PLN (Persero) mempunyai logo atau lambang yang dijadikannya
sebagai identitas perusahaan dengan tujuan agar pelanggan, konsumen, atau
publiknya pada umumnya dapat mengenal dan mengingat perusahaan. Adapun
logo yang dimiliki PT PLN (Persero) adalah “petir” yang telah lama digunakan
8
2.1.2.1 Arti Lambang PT PLN (Persero)
Lambang petir atau kilat telah lama digunakan oleh PT PLN (Persero) dan
satuannya. Menurut surat keputusan No. 13/DIR/1976 penggunaan lambang PT
PLN (Persero) memiliki arti sebagai berikut :
1. Gambar lambang PT PLN (Persero) tercantum dalam suatu bidang datar.
A. Berwarna kuning keemasan
B. Berbentuk segi empat. Berskala ukuran lebar : panjang -3 : 410
C. Tanpa garis pinggir bila diperlukan penggambaran segi empat dapat digunakan
garis pinggir sebagai batas.
D. Tanpa tulisan “Listrik Negara” ataupun tulisan di dalamnya.
2. Gambar atau Lambang PT PLN (Persero) terditi dari :
A. Petir atau Kilat yang berbentuk atas tebal dan meruncing disebelah
berwarna merah darah dan memotong atau menembus ketiga garis
gelombang.
B. Tiga buah gelombang yang berbentuk situsioda (dua setengah perioda)
berwarna biru laut, tersusun secara sejajar dalam arah mendatar, terlentang
ditengah-tengah segi empat pada dasar kuning keemasan.
3. Gambar atau lambang diartikan sebagai berikut :
A. Petir atau kilat melambangkan tenaga listrik yang terkandung di dalamnya.
B. Gelombang yang digunakan dalam lambang PLN berarti segala macam
tenaga (energi) dapat dinyatakan sebagai gelombang (cahaya, listrik,
akuistik, dll). Kegiatan PT PLN (Persero) antara lain mencakup konversi
9 C. Tiga buah gelombang sejajar diartikan 3 sikap karyaan PT PLN (Persero)
dalam melaksanakan tugas Negara yaitu bekerja keras, bergerak cepat dan
bertindak tepat. Artinya yang lain bahwa pelaksanaan distribusi tenaga
listrik harus serempak.
4. Warna lambang diartikan sebagi berikut :
A. Warna kuning keemasan melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa,
serta agungnya kewajiban PT PLN (Persero).
B. Warna merah darah melambangkan keberanian dan dinamika dalam
melaksanakan tugas untuk mencapai sasaran pembangunan.
C. Warna biru melambangkan kesetiaan dan pengabdian pada tugas untuk
menuju, mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia seperti
dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1972.
2.1.2.2 Element-element Dasar Lambang
1. Bidang Persegi Panjang Vertikal
Gambar 2.2 Bidang Persegi Panjang Vertikal
Menjadi bidang dasar bagi elemen-elemen lambang
lainnya,melambangkan bahwa PT PLN (Persero) merupakan wadah atau
organisasi yang terorganisir dengan sempurna. Berwarna kuning untuk
10 menciptakan pencerahan bagi kehidupan masyarakat. Kuning juga melambangkan
semangat
yang menyala-nyala yang dimiliki tiap insan yang berkarya di perusahaan ini.
2. Petir atau Kilat
Gambar 2.3 Petir atau Kilat
Melambangkan tenaga listrik yang terkandung di dalamnya sebagai
produk jasa utama yang dihasilkan oleh perusahaan. Selain itu petir pun
mengartikan kerja cepat dan tepat para insan PT PLN (Persero) dalam
memberikan solusi terbaik bagi para pelanggannya. Warnanya yang merah
melambangkan kedewasaan PLN sebagai perusahaan listrik pertama di Indonesia
14 dan kedinamisan gerak laju perusahaan beserta tiap insan perusahaan serta
keberanian dalam menghadapi tantangan perkembangan jaman.
3. Tiga Gelombang
11 Memiliki arti gaya rambat energi listrik yang dialirkan oleh tiga bidang
usaha utama yang digeluti perusahaan yaitu pembangkitan, penyaluran dan
distribusi yang seiring sejalan dengan kerja keras para insan PT PLN (Persero)
guna memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. Diberi warna biru untuk
menampilkan kesan konstan (sesuatu yang tetap) seperti halnya listrik yang tetap
diperlukan dalam kehidupan manusia. Disamping itu juga melambangkan
keandalan yang dimiliki insan-insan perusahaan dalam memberikan layanan
terbaik bagi para pelanggannya.
2.1.3 Badan Hukum Instansi
Badan hukum PT. PLN (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara(BUMN).
2.1.4 Struktur Organisasi dan Job Description
Gambar 2.1.4 Struktur Organisasi
12 Struktur Organisasi merupakan suatu kerangka kerja yang memperhatikan
adanya suatu pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari
masingmasing bagian dalam melaksanakan aktivitas perusahaan. Struktur
organisasi harus disusun secara teratur sehingga menggambarkan aktivitas
perusahaan secara keseluruhan, mencakup susunan dan tugas masing-masing
bagian, serta hubungan yang satu dengan yang lainnya.
Job Description
1. MANAJER AREA :
A. Kinerja utama : Rasio operasi, Susut, Kepuasan Pelanggan dan Citra
perusahaan disamping kinerja unit lainnya.
B. Uraian fungsi utama :
a. Mensinergikan seluruh APJ dalam mengoptimalkan sumber daya dan
kemitraan untuk memaksimalkan Kinerja Unit dan Citra Perusahaan
berdasarkan hukum dan ketentuan yang berlaku, termasuk surat kuasa
dan kebijakan General Manager, termasuk pengembangan sistem
informasi terintegrasi dan “online”.
b. Menjalin komunikasi dan hubungan kerja internal dan eksternal yang
efektif dan mengembangkan dan memberdayakan seluruh potensi SDM
untuk meningkatkan Budaya Perusahaan (Integritas, Saling Percaya,
Peduli dan Pembelajar) dan Good Corporate Governance (Respnsibility,
Accountability, Fairness, dan Transparancy) disertai apresiasi dan
pembinaan SDM.
c. Berkoordinasi dengan unit P3B terkait, Unit Distribusi lain (bila ada) dan
13 d. Melengkapi pengaturan lebih lanjut (yang belum diatur oleh kantor
Distribusi), melaksanakan monitoring dan avaluasi/audit internal.
2. AHLI :
A. Membuat rekomendasi solusi masalah dan konsep realistis untuk
memaksimalkan kinerja Area Pengatur Distribusi.
B. Melaksanakan kegiatan tertentu, bekerja sama dengan fungsi terkait,
termasuk operasional lapangan, untuk memaksimalkan kinerja Area
Pengatur Distribusi denagan persetujuan manajer atau asisten manajer yang
bersangkutan.
C. Bertanggung jawab kepada Manajer Area Pengatur Distribusi.
3. ASISTEN MANAJER SCADA DAN TEKNOLOGI INFORMASI:
Fungsi utama Asisten Manajer Scada dan Teknologi Informasi adalah:
A. Mengelola fungsi sistem informasi, fungsi administrasi scada dan
telekomunikasi, fungsi pengendalian dan pemeliharaan Remote Terminal
Unit (RTU), fungsi pengelolaan dan pemeliharaan Power Supply.
B. Bekerjasama dengan Asisten Manajer Operasi Sistem Distribusi, Asisten
Manajer Keuangan dan SDM, Asisten Manajer Gardu Iduk, Ahli, fungsi
terkait di APD untuk memaksimalkan kinerja APD dan Distribusi Jawa
Barat dan Banten, khususnya penekanan susut dan tunggakan, antara lain
upaya Unit Garis Depan untuk program gardu sisipan (sekaligus untuk
perbaikan tegangan dan pemasaran), program analisis susut per penyulang
dan per gardu dan program pengurangan tagihan listrik akibat Tingkat Mutu
Pelayanan (TMP) tidak terpenuhi, program kehumasan, apresiasi dan
14 4. ASISTEN MANAJER OPERASI SISTEM DISTRIBUSI :
Fungsi utama Asisten Manajer Operasi adalah :
A. Mengelola fungsi perencanaan operasi distribusi, pengaturan operasi
distribusi, pengusahaan operasi distribusi, serta mengkoordinasikan
pengoperasian mobil deteksi Jaringan Tegangan Menengah (JTM), fungsi
pengusahaan jaringan dan gambar, logistic bekerjasama dengan Ahli dan
fungsi terkait di APD untuk memaksimalkan kinerja APD.
B. Mengkoordinasi pemanfaatan anggaran bersama Asisten Manajer Scada
dan Teknologi Informasi, Asisten Manajer Keuangan dan SDM, Asisten
Manajer Gardu Induk, Ahli, fungsi terkait di APD untuk memaksimalkan
kinerja APD dan Distribusi Jawa Barat & Banten, khususnya penekanan
susut dan tunggakan, antara lain upaya Unit Garis Depan untuk program
gardu sisipan (sekaligus untuk perbaikan tegangan dan pemasaran), program
analisis susut per penyulang dan per gardu dan program pengurangan
tagihan listrik akibat TMP tidak terpenuhi), program kehumasan, apresiasi
dan promosi pegawai, dll.
5. ASISTEN MANAJER KEUANGAN :
Fungsi utama Asisten Manajer Keuangan adalah :
A. Mengelola fungsi keuangan, bekerjasama dengan Asisten Manajer Scada
dan Teknologi Informasi, Asisten Manajer Operasi Sistem Distribusi,
Asisten Manajer Gardu Induk, Asisten Manajer SDM, Ahli dan fungsi
terkait di APD, untuk memfasilitasi unit garis depan dalam memaksimalkan
15 B. Mengkoordinasikan penyediaan likuiditas operasional, apresiasi dan
promosi pegawai, dll.
6. ASISTEN SUMBER DAYA MANUSIA :
Fungsi Utama Asisten Manajer SDM adalah :
A. Mengelola fungsi SDM, fungsi administrasi, hukum dan komunikasi
bekerjasama dengan Ahli dan fungsi terkait di APD, untuk memfasilitasi
unit garis depan dalam memaksimalkan kinerjanya.
B. Mengkoordinasi apresiasi dan promosi pegawai, program kehumasan,
pengembangan sarana, dll. Bersama Asisten Manajer Scada dan Teknologi
Informasi, Asisten Manajer Operasi Sistem Distribusi, Asisten Manajer
Gardu Induk dan Asisten Manajer Keuangan.
7. ASISTEN MANAJER GARDU INDUK :
Fungsi utama Asisten Manajer Gardu Induk adalah :
A. Mengelola fungsi pengusahaan, perluasan dan pemeliharaan Gardu Induk,
fungsi rele dan meter bekerjasama dengan Ahli dan fungsi terkait di APD
untuk memaksimalkan kinerja APD.
B. Mengkoordinasi pemanfaatan anggaran bersama Asisten Manajer Scada dan
Teknologi Informasi, Asisten Manajer Operasi Sistem Distribusi, Asisten
Manajer Keuangan dan Administrasi, Ahli, fungsi terkait di APD untuk
memaksimalkan kinerja APD dan PT .PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat
dan Banten, khususnya penekanan susut dan tunggakan, antara lain upaya
Unit Garis Depan untuk program gardu sisipan (sekaligus untuk perbaikan
16 gardu dan program pengurangan tagihan listrik akibat TMP tidak terpenuhi,
program kehumasan, apresiasi dan promosi pegawai, dll.
2.2 Landasan Teori
2.2.1 Pengertian Dasar Sistem
Sistem dapat didefinisikan sebagai seperangkat elemen yang digabungkan
satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama. Kumpulan elemen terdiri dari :
1. Manusia
2. Mesin
3. Prosedur
4. Dokumen
5. Data
6. Elemen lain yang terorganisir dari elemen-elemen tersebut.
Selain itu terdapat juga definisi sistem menurut beberapa ahli, yaitu :
1. Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi
bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud [1] .
2. Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga
membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu [2].
2.2.2 Konsep Dasar Sistem
Pengertian sistem menurut Jogiyanto H.M yang dalam bukunya
menyatakan : “Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih
komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. [3]”
Sistem dapat didefinisikan juga sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau
17 Sistem adalah kumpulan dari bagian apapun baik fisik maupun non-fisik
yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk
mencapai satu tujuan tertentu. Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan
bahwa didalam sistem terdiri dari sistem-sistem bagian (subsistem).
Masing-masing subsistem dapat terdiri dari subsistem yang lebih kecil lagi. Subsistem ini
saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan
(terintegrasi) sehingga tujuan sistem tersebut dapat tercapai.
2.2.3 Bentuk Umum Sistem
Bentuk umum dari suatu sistem terdiri atas masukan (input), proses dan
keluaran (output), dalam bentuk umum sistem ini bisa melakukan satu atau lebih
masukan yang akan diproses dan menghasilkan keluaran sesuai dengan rencana
yang telah ditentukan sebelumnya.
2.2.4 Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu :
Komponen-komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa :
1. Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut subsistem, misalkan sistem
komputer terdiri dari subsistem perangkat keras, perangkat lunak dan manusia.
2. Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misalkan bila
perangkat keras adalah sistem yang memiliki subsistem CPU, perangkat I/O
dan memori, maka supra sistem perangkat keras adalah sistem komputer.
3. Batas sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan
sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
18 Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang
mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat
menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.
B. Penghubung
Penghubung merupakan media perantara antar subsistem. Melalui penghubung
ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke
subsistem lainnya. Output dari satu subsistem akan menjadi input untuk
subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung.
C. Masukkan
Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat
berupa maintenance input dan sinyal input.
D. Keluaran
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi
keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
E. Pengolah
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri
sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
F. Sasaran atau tujuan
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Suatu sistem dikatakan
berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.
2.2.5 Analisis Sistem
Analisis Sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem
19 mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan
yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
Langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem adalah :
1. Identify, mengidentifikasi masalah.
2. Understand, memahami kerja sistem yang ada. 3. Analyze, menganalisis sistem.
4. Report, membuat laporan hasil analisis.
2.2.6 Alat-alat Pemodelan Sistem
Tiga alasan yang menyebabkan sebaiknya dilakukan pemodelan sistem, yaitu:
1. Dapat melakukan perhatian pada hal-hal penting dalam sistem tanpa mesti
terlibat terlalu jauh.
2. Mendiskusikan perubahan dan koreksi terhadap kebutuhan pemakai dengan
resiko dan biaya minimal.
3. Menguji pengertian penganalisa sistem terhadap kebutuhan pemakai dan
membantu pendesain sistem dan pemrogram membangun sistem. Tetapi ada
banyak bentuk model yang dapat digunakan dalam perancangan sistem antara
lain model narasi, model prototype, model grafis dan lain-lain. Dalam hal ini
tidak jadi masalah model mana yang akan digunakan, yang jelas harus mampu
merepresentasikan visualisasi bentuk sistem yang diinginkan pemakai, karena
sistem akhir yang dibuat bagi pemakai akan diturunkan dari model tersebut.
Perangkat yang digunakan untuk memodelkan suatu sistem diantaranya adalah:
1. Context Diagram
2. Data Flow Diagram
20 4. Spesifikasi Proses.
2.2.6.1 Flowmap
Flowmap adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan
urutan prosedur dari suatu program. Jenis-jenis Flowmap adalah :
1. Flowmap Sistem
2. Flowmap Paperwork atau Flowmap Dokumen
3. Flowmap Skematik
4. Flowmap Program
5. Flowmap Proses.
2.2.6.2 ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data
dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan
antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk
menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada
tiga simbol yang digunakan, yaitu :
1. Entitas (Entity)
Entitas merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan
dari sesuatu yang lain [8]. Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan
persegi panjang.
2. Atribut (Attribute)
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk
mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai
sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar
21 3. Hubungan / Relasi
Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang
berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu
basis data.
A. Satu ke satu (One to one)
Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A
berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.
B. Satu ke banyak (One to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas
pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan
dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
C. Banyak ke banyak (Many to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas
pada himpunan entitas B.
2.2.6.3 Diagram Konteks
Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan
menggambarkan ruang lingkup suatu sistem [7]. Diagram konteks merupakan
level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output
dari sistem. Ia akan memberi gambaran tentang keseluruhan sistem. Sistem
dibatasi oleh boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam diagram
konteks hanya ada satu proses. Tidak boleh ada store dalam diagram konteks.
Diagram konteks berisi gambaran umum (secara garis besar) sistem yang akan
22 saja yang memberi data (dan data apa saja) ke sistem, serta kepada siapa saja
informasi (dan informasi apa saja) yang harus dihasilkan sistem.” Jadi, yang
dibutuhkan adalah :
1. Siapa saja pihak yang akan memberikan data ke sistem
2. Data apa saja yang diberikannya ke sistem
3. Kepada siapa sistem harus memberi informasi atau laporan
4. Apa saja isi/ jenis laporan yang harus dihasilkan sistem.
2.2.6.4 DFD
Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik dari sebuah sistem.
DFD menggambarkan komponen-komponen sebuah sistem, aliran-aliran data di
mana komponen-komponen tersebut, asal, tujuan, dan penyimpanan dari data
tersebut [8]. Penggunaan DFD untuk dua hal utama, yaitu untuk membuat
dokumentasi dari sistem informasi yang ada, atau untuk menyusun dokumentasi
untuk sistem informasi yang baru.
2.2.6.5 Kamus Data
Kamus data adalah suatu daftar data elemen yang terorganisir dengan
definisi yang tetap dan sesuai dengan sistem, sehingga user dan analis sistem
mempunyai pengertian yang sama tentang input, output, dan komponen data
strore [7]. Kamus data ini sangat membantu analis sistem dalam mendefinisikan
data yang mengalir di dalam sistem, sehingga pendefinisian data itu dapat
dilakukan dengan lengkap dan terstruktur. Pembentukan kamus data dilaksanakan
23 Pada tahap analisis, kamus data merupakan alat komunikasi antara user
dan analis sistem tentang data yang mengalir di dalam sistem, yaitu tentang data
yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh user.
Sementara itu, pada tahap perancangan sistem kamus data digunakan untuk
merancang input, laporan dan database. Pembentukan kamus data didasarkan atas
alur data yang terdapat padaDFD. Alur data pada DFD ini bersifat global, dalam
arti hanya menunjukan nama alur datanya tanpa menunjukan struktur dari alur
data itu. Untuk menunjukan struktur dari alur data secara terinci maka dibentuklah
kamus data yang didasarkan pada alur data di dalam DFD.
2.2.6.6 Database
Database (basis data) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan.
Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap
file/tabel yang ada [7]. Dalam satu file atau tabel terdapat record-record yang
sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang
seragam.
Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field
yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian
yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
2.2.6.7 My Sql
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL
(bahasa Inggris:database management system) atau DBMS yang multi thread,
multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia [5]. MySQL AB
membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU
24 komersial untukkasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan
penggunaan GPL.
Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat
lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber
dimiliki oleh penulisnya masing-masing [6]. MySQL dimiliki dan di sponsori oleh
sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta
25
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1 Analisis Sistem
3.1.1 Analisis Masalah
Berdasarkan Latar Belakang Masalah yang muncul dari sistem yang
sedang berjalan dapat dilakukan analisis masalah sebagai berikut :
1. Sistem yang ada masih sulit dipahami alur dari algoritma programnya,
sehingga dibutuhkan aplikasi yang sesuai untuk dijadikan contoh
penerapan algoritma program sesuai dengan sistem yang sedang berjalan.
2. Setiap melakukan proses perawatan dan penanganan aplikasi masih
mengandalkan pihak pengembang.
3.1.2 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan
Berdasarkan observasi yang dilakukan, adapun sistem yang sedang
berjalan dari aplikasi absensi sebagai berikut :
1. Karyawan dari PT. PLN (Persero) melakukan absensi secara otomatis di
alat absensi yang telah ada (Perusahaan Listrik Negara ini menggunakan
Finger Print) dengan cara meletakkan jari ke alat tersebut. 2. Alat tersebut kemudian mencatat kehadiran dari proses pertama.
3. Data kehadiran dikirim ke database untuk disimpan.
4. Setiap bulannya bagian IT Database akan melakukan pengecekan terhadap
database absensi tersebut.
5. Datanya akan diserahkan ke bagian administrasi untuk di rekap tiap
26
Gambar 3.1 Flowchart
3.1.3 Evaluasi sistem yang sedang berjalan
Sistem yang sedang berjalan memang sudah menggunakan peralatan yang
sudah canggih seperti finger print tetapi permasalahanya, sistem yang telah berjalan tersebut dalam hal penaganan eror pada sistem dan pemeliharaan kinerja
sistem diperlukan suatu aplikasi sebagai contoh dari sistem yang sudah ada, dalam
menjembatani permasalahan tersebut dibutuhkan suatu aplikasi yang mirip dan
dapat dijadikan acuan yang sesuai dengan sistem yang sedang berjalan,
27 alur sistemnya, untuk bahan pembelajaran dalam penanganan, pemeliharaan, dan
mengembangkan sistem.
3.1.4 Aturan Bisnis
Aturan-aturan yang ada didalamnya mengenai aturan penggunaan aplikasi,
aturan-aturan nya seperti:
1. Seorang pegawai dapat melakukan berkali – kali proses absensi, baik
saat datang ataupun saat pulang setiap hari nya
2. Seorang pegawai hanya dapat melihat history absensi nya sendiri.
3.1.5 SKPL
Berdasarkan analisis masalah yang dibutuhkan oleh perangkat lunak pada
sub bab 3.1, maka perangkat lunak harus memenuhi kriteria-kriteria berikut :
Tabel 3.1 Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL)
Nomor Deskripsi kebutuhan
SKPL-F-01
Memberikan kemudahan kepada pengguna dalam mengolah
informasi data pegawai.
SKPL-F-02 Admin atau bagian SDM dapat melakukan proses login.
SKPL-F-03 Aplikasi ini dapat mengolah data pegawai, yang menghasilkan dokumentasi
SKPL-F-04 Aplikasi ini dapat melakukan absensi, yaitu absen masuk dan absen keluar.
SKPL-F-05 Dapat menampilkan Report dari masing-masing kehadiran dari pegawai perbulan nya.
28
3.1.6 Analisis Non Fungsional
Analisis non fungsional meliputi analisis user, analisis hardware, dan
analisis software.
3.1.6.1Analisis Perangkat Keras
Analisis perangkat keras dapat di spesifikasikan sebagai berikut:
Tabel 3.2 Spesifikasi Hardware
Keterangan Keadaan yang
Sekarang
Keadaan yang dibutuhkan
RAM 1 GB 2GB
Prosesor Pentium Dual Core
Hard Disk 40 GB 150 GB
Mouse, Keyboard, dan Monitor
M-tech, Keyboard serial,
CRT IBM, Keyboard USB, LCD
Kesimpulan: Suatu kinerja perangkat Hardware, harus lebih dari kebutuhan data
yang diinginkan, artinya harus lebih dari standar spesifikasi yang dibutuhkan.
3.1.6.2Analisis Perangkat Lunak
Analisis perangkat lunak dapat di spesifikasikan sebagai berikut:
Tabel 3.3 Spesifikasi Software
Keterangan Keadaan yang
Sekarang
Keadaan yang dibutuhkan
Windows 7 Home Basic Ultimate
Visual Studio C# 2010 Express Ultimate
29 Kesimpulan: Perbedaan dari versi standar dan lengkap baik fitur, fungsi, serta
efisiensi ukuran ruang, menjadi faktor yang sangat penting dalm kebutuhan
perangkat lunak (software).
3.1.6.3Analisis Pengguna
Keadaan yang dibutuhkan untuk kebutuhan pengguna dalam
menggunakan aplikasi, pengguna disini ialah semua pegawai meliputi Supervisior
SDM, Supervisior TI, Supervisior operasi dan seluruh staf bawahan dari setiap
department, dan Asisten Manager yang di beri hak akses sebagai Admin.
Keadaannya seperti berikut:
a. Keadaan sekarang
Tabel 3.4 Keadaan Sekarang
Pengguna Tanggung
Pegawai Melihat Data
Absensi Minimal S1 Mengetahui Cara penggunaan Admin b. Keadaan yang dibutuhkan
Tabel 3.5 keadaan yang dibutuhkan
Pengguna Hak Akses Tingkat
Pendidikan
Minimal S1 Mengetahui kerja aplikasi, dan prosedur penggunaan
30 Kesimpulan: Keadaan yang sedang berjalan sudah sesuai dengan yang
dibutuhkan, hanya perlu penambahan hak akses bagi pegawai.
3.1.7 Analisis Fungsional
Analisis fungsional meliputi analisis basis data, analisis diagram konteks,
dfd, spesifikasi proses, dan kamus data.
3.1.7.1Analisis Basis Data
ERD adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang
disimpan dalam system secara abstrak. Model data E-R (Entity Relationship)
didasarkan pada persepsi terhadap dunia nyata yang tersusun atas kumpulan
objek-objek dasar yang dissebut entitas dan relasi.
Berikut ini merupakan Entity Relationship Diagram sistem informasi berdasarkan analisis data pada sistem pengolahan data pegawai berbasis desktop :
31 Keterangan entitas beserta atrinutnya :
Pegawai : Nip, Sandi, Ststus, Tgl, login
Absensi : Nip, jam pulang, jam masuk, tgl, no
3.1.7.2Diagram Konteks
Diagram konteks adalah suatu diagram yang menggambarkan ruang
lingkup sistem atau bagaimana sistem tersebut berinteraksi dengan
lingkungannya. Sistem digambarkan dengan bulatan, sedangkan lingkungan
diwakili oleh entitas luar yang digambarkan dengan persegi. Interaksi antara
sistem dan entitas luar direpresentasikan oleh aliran data yang digambarkan
dengan anak panah mengalir dari entitas luar ke sistem atau sebaliknya dari
system ke entitas luar. Berikut adalah aliran informasi “Sistem Informasi Absensi
Pegawai di PT. PLN Persero”
Gambar 3.3 Diagram Konteks
3.1.7.3DFD
DFD adalah sebuah teknik yang menggunakan aliran data atau informasi
yang digunakan. DFD dibuat jika pada Diagram Konteks masih terdapat proses
yang mesti dijelaskan lebih rinci. Berikut ini adalah DFD pada sistem Informasi
Absensi Pegawai di PT. PLN Persero:
a. DFD Level 1
DFD Level 1 didalamnya mencakup keseluruhan aktifitas yang ada pada
32 validasi terhadap database apakah sesuai dengan username dan password yang
tersedia, kemudian admin mengkonfirmasi data absensi yang di inputkan oleh
pegawai, melakukan rekap data yang natinya tersimpan ke database, search data
pegawai sesuai dengan nip masing-masing pegawai, dan mengkalkulasi kedalam
indeks bintang pagi atau bintang siang, sedangkan setiap pegawai bisa melakukan
proses absen dan melihat kalkulasi data absensi kehadiran setiap bulanya.
Gambar 3.4 DFD Level 1 Aktifitas Absensi
3.1.7.4Spesifikasi Proses
Spesifikasi proses bertujuan untuk mendeskripsikan dari setiap fungsi
proses yang digambarkan pada DFD. Spesifikasi proses pada DFD Sistem
33
Tabel 3.6. Spesifikasi Proses
No. Proses Keterangan
Proses Aktifitas Aabsensi
1
No. Proses 1.0 Nama Proses Login
Deskripsi Isi
Proses untuk mengecek hak akses pengguna. Sehingga hanya pengguna yang terdaftar saja yang bisa
melakukan operasi. Input 1.Data login
2.Info login
Output a. Info login berhasil b. Info login gagal Destination Admin, Pegawai
Logika Proses
1. Admin dan pegawai memasukkan Usename dan
Password kemudian klik tombol login sebagai admin atau sebagai pegawai.
2. Sistem memeriksa data Username dan Password
Admin dan pegawai.
3. Apabila data Username dan Password sesuai dengan yang tersimpan di database maka proses login berhasil, kemudian masuk ke halaman Pengolahan Menu Utama.
4. Apabila data Username dan Password tidak sesuai dengan yang tersimpan di database maka proses login gagal
5. Admin dan Pegawai kembali memasukkan kembali
Username dan Password sampai proses login berhasil.
2
No. Proses 2.0
Nama Proses Pengolahan Absensi
Deskripsi Isi Proses untuk melakukan absensi. Input Data Absen masuk dan absen pulang Output Data Absen
34 Logika Proses
1. Sistem menampilkan halaman absen pegawai 2. Pegawai menginputkan NIP untuk absen masuk dan
absen pulang.
3. Sistem menyimpan NIP pegawai
4. Sistem mencari data jam kerja pegawai menurut NIP.
5. Sistem menyimpan data pegawai ke tabel absensi
3
No. Proses 3.0
Nama Proses Cari Data pegawai
Deskripsi Isi Proses untuk melakukan pencarian data pegawai Input Data pegawai yang akan di cari
Output Data pegawai Destination Pegawai
Logika Proses
1. Masukan NIP data pegawai yang akan di cari, Apabila NIP yang di masukan benar maka data yang di cari akan muncul dalam bentuk tabel, apabila NIP yang di masukan salah maka data yang akan di cari tidak dapat di tampilkan,
2. Sistem secara otomatis akan memberikan informasi untuk memasukan NIP yang benar.
3. Jika NIP sudah di perbaharui dengan NIP yang benar maka data pegawai yang di inginkan akan muncul dalam bentuk tabel.
4
No. Proses 4
Nama Proses Rekap Data
Deskripsi Isi Proses untuk melakukan pengkalkulasian data absensi Input Data pegawai yang akan di kalkulasi
Output Data pegawai Destination Tabel absensi
Logika Proses
1. Pilih data berdasarkan bulan maka akan muncul seluruh rekap data pegawai.
35 3. Setelah melakukan rekap data secara otomatis
sistem akan melakukan proses kalkulasi absensi pegawai yang di ambil dari rekap data.
4. Proses kalkulasi absen pegawai memunculkan rekap bintang pagi dan bintang siang.
3.1.7.5Kamus Data
Kamus data merupakan tempat penyimpanan dari elemen-elemen yang
berada dalam suatu sistem. Kamus data mempunyai fungsi yang sama dalam
pemodelan sistem yang berfungsi membantu pengguna sistem untuk mengerti
aplikasi secara detail dan mengorganisasi semua elemen data yang digunakan
dalam sistem sehingga pengguna dan penganalisa sistem punya dasar pengertian
yang sama tentang masukan, proses, penyimpanan dan keluaran.
Kamus data dibuat berdasarkan alur data yang ada di dalam Data Flow
Diagram. Kamus data yang terdapat pada sistem adalah sebagai berikut :
3.7Tabel Kamus Data
No. Proses Keterangan
1
Nama Data login
Where used/how used 1. Admin & Pegawai - Proses login 1.0
Deskripsi Data yang digunakan ketika login Struktur Data nip + sandi
Nama Data Absensi
Where used/how used 1. Pegawai - Proses Absensi 2.0
Deskripsi Data yang digunakan ketika melakukan absensi. Struktur Data Nip + Jam masuk + Jam Pulang
36
data] Jam masuk = time
Jam pulang = time
3
Nama Cari Data
Where used/how used 1.Pegawai - Pengolahan Data Absensi 3.0
Deskripsi Data yang digunakan ketika cari data absensi Struktur Data NIP + Tanggal + Jam masuk + Jam pulang
Where used/how used 1. Pegawai - Pengolahan Data rekap 4.0
Deskripsi Data yang digunakan ketika melakukan rekap data pegawai
Struktur Data Jabatan + Upah_perJam [Penjelasan per struktur
3.2 Perancangan Sistem
Tahap perancangan merupakan kelanjutan dari proses analisis dimana
dilakukan perubahan-perubahan terhadap sistem yang sedang berjalan. Hal ini
dilakukan untuk mengatasi kekurangan yang ada, memudahkan pekerjaan yang
37
3.2.1 Perancangan Basis Data
Perancangan basis data adalah menciptakan atau merancang kumpulan
data yang terhubung dan tersimpan secara bersama-sama.
3.2.1.1Skema Relasi
Skema relasi merupakan rangkaian hubungan antara dua tabel atau lebih
pada sistem database. Sebagai penunjang sistem pengolahan data dengan bantuan
komputer, maka harus menentukan rancangan database. Adapun gambar
rancangan database yang diperlukan adalah sebagai berikut :
Gambar 3.5 Skema Relasi
3.2.1.2Struktur Tabel
Struktur tabel merupakan isi data yang berada dalam satu record pada satu
tabel. Struktur tabel dalam Sistem Informasi Pengolahan Data Kepegawaian :
1.Nama Tabel : Pegawai
Fungsi : Merupakan tabel master pegawai yang menyimpan seluruh
data pegawai.
38
Tabel 3.8 Pegawai
Nama Field Tipe Data Ukuran Nilai Default Keterangan
Nip Varchar 10 PK
Nip Varchar 10 FK refrences to tabel „pegawai‟
Tanggal Datetime Jam masuk Time Jam pulang Time
3.2.2 Perancangan Struktur Menu
Fungsi-fungsi yang dirancang pada tahap perancangan ini dibagi kedalam
beberapa menu yang bertujuan untuk memudahkan pengoperasian program.
39
Gambar 3.6 Struktur Menu
3.2.3 Perancangan Antar Muka
Perancangan antarmuka atau interface merupakan tampilan dari sebuah program atau aplikasi yang berperan sebagai media komunikasi yang digunakan
sebagai sarana dialog antara program dengan user. Sistem yang akan dibangun
diharapkan menyediakan interface yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik user. Perancangan interface untuk aplikasi Sistem Informasi Absensi Pegawai Berbasis Dekstop adalah sebagai berikut :
1. Perancangan Form Admin (F02)
Gambar 3.7 Form Login
Login
Pegawai
Form absensi
Admin
Form Konfirmasi
Absensi Form Cari Data
Form Rekap Data
Form Bintang Pagi
40 2. Perancangan Form Pegawai (F03)
Gambar 3.8 Form Pegawai
3. Perancangan Form Admin (F02)
41 4. Perancangan Form Konfirmasi Pegawai (T01)
Gambar 3.10 Form Konfirmasi Pegawai
5. Perancangan Form Cari Data Pegawai (T02)
42 6. Perancangan Form Rekap Data Pegawai (T03)
Gambar 3.12 Form rekap data pegawai
7. Perancangan Form Indeks Bintang Pagi (T04)
43 8. Perancangan Form Indeks Bintang Siang (T05)
Gambar 3.14 Form indeks Bintang Siang
9. Tampilan Pesan Login (M01)
44 10. Tampilan Pesan Login Salah (M02)
Gambar 3.16 Alert Pesan Login Salah
11. Tampilan Pesan Data Telah Tersimpan (M03)
45
3.2.4 Perancangan Jaringan Semantik
Jaringan semantik merupakan jaringan data dan informasi, yang
menunjukan hubungan antar berbagai objek dimana informasi yang terhubung
tersebut adalah informasi yang proporsional (suatu pernyataan yang dapat bernilai
benar atau salah). Dalam matematika, istilah jaringan semantik merupakan suatu
label atau graph berarah. Struktur jaringan semantik terdiri dari node atau simpul
dan busur atau arc yang menghubungkannya. Simpul menyatakan objek
sedangkan busur menyatakan links. Links dari jaringan semantik digunakan untuk
menunjukkan hubungan (relationship) antar simpul-simpul tersebut, berikut
adalah gambaran jaringan semantik :
46
3.2.5 Perancangan Prosedural
3.2.5.1Prosedural Login
Gambar 3.19 Prosedural Login
Keterangan:
1. Masukan username dan password.
2. Setelah username dan password di masukan maka akan di cek apakah
username dan password yang di masukan benar atau salah.
3. Apabila username dan password yang di masukan benar maka akan masuk ke
47
3.2.5.2Prosedural Absen
Gambar 3.20 Prosedural Absen
Keterangan:
1. Masukan NIP pegawai.
2. Apabila NIP yang di masukan benar maka dapat melakukan proses Absen.
3. Apabila NIP yang di masukan salah maka tidak dapat melakuakan proses
absen dan sistem meminta pengisian NIP yang benar .
48
3.3 Implementasi
3.3.1 Implementasi Sistem
3.3.1.1Perangkat Keras yang digunakan
Tabel 3.10 Perankat keras yang digunakan
No
Perangkat Keras
Keterangan
1 Procesor 2GB
2 RAM Dual Core
3 Hard Disk 150 GB
4 Mouse, Keyboard USB, LCD IBM, Keyboard USB, LCD
3.3.1.2Perangkat lunak yang digunakan
Tabel 3.11 Perankat lunak yang digunakan
No
Perangkat Lunak
Keterangan
1 Windows 7 Ultimate 32 bit
2 Visual Studio C# 2010 Ultimate
3 SQLyog Ultimate
3.3.2 Implementasi Basis Data
Merupakan upaya untuk membangun basis data fisik yang ditempatkan
dalam media penyimpan (disk) dengan bantuan DBMS.
1. Tabel Pegawai
Tabel 3.12 Implementasi data pegawai
CREATE TABLE IF NOT EXISTS pegawai (
no int(5) NOT NULL,
nip varchar(10)NOT NULL,
sandi varchar (10),
49 tanggal datetime,
PRIMARY KEY (nip),
)ENGINE=InnoDB;
2. Tabel Absensi
Tabel 3.13 Implementasi data absensi
CREATE TABLE IF NOT EXISTS absensi (
no int(5) NOT NULL,
nip varchar(10)NOT NULL,
tanggal datetime,
jam masuk time,
jam pulang time,
PRIMERY KEY (no),
KEY ‘pegawai’ (‘nip’)
Constraint ‘absensi’ FOREIGN KEY (‘nip’)
REFERENCES ‘pegawai’ (‘nip’)
)ENGINE=InnoDB;
3.3.3 Implementasi Antar Muka
Merupakan bagian yang menggambarkan bentuk rancangan dari aplikasi
yang akan dibuat. Fungsi dari perancangan antarmuka ini adalah untuk
mempermudah dalam proses pembuatan aplikasi yang akan dibuat lebih efektif
sesuai dengan harapan. Bentuk dari rancangan antarmuka aplikasi tersebut adalah
50
Gambar 3.21 Tampilan form admin
Tabel 3.13 Implementasi Antarmuka admmin dan data absensi
No Menu Deskripsi Nama File
1. Konfirmasi Kehadiran
Digunakan oleh admin untuk melakukan konfirmasi kehadiran dari proes absensi pada form pegawai, saat klik tombol simpan data yang tampil pada data grid akan secara otomatis hilang dan berpindah ke data grid rekap.
Frm_absensi_pegawai.cs
3.3.4 Pengujian Perankat Lunak
Pengujian Perangkat Lunak adalah elemen kritis dari jaminan kualitas
perangkat lunak dan merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain dan
51
3.3.4.1Rencana Pengujian
Berikut ini adalah rencana pengujian sistem informasi absensi pegawai
yang dilakukan oleh bagian administrasi :
Tabel 3.14 Rencana Pengujian SI Absensi
Kelas Uji Butir Uji Jenis Pengujian
Login Pengecekan Login Black Box
Pengisian Absen Pengisian data absen Black Box
Cari Data Cari data absen Black Box
3.3.4.2Equivalance Partitioning Testing
Dari tabel Rencana Pengujian sistem informasi pegawai, dapat diperoleh
hasil sebagai berikut:
a. Pengecekan Login
Tabel 3.15 Hasil Uji Pengecekan Login
Kasus dan Hasil Uji (Data Benar)
Data masukan Hasil yang
diharapkan
Kasus dan Hasil Uji (Data Salah)
52 b. Pengisian data absen
Tabel 3.16 Hasil Uji Pengisian Data Absen
Kasus dan Hasil Uji (Data Benar)
Data masukan Hasil yang
diharapkan
Kasus dan Hasil Uji (Data Salah)
Inputkan :
Tabel 3.17 Hasil Uji Cari Data Pegawai
Kasus dan Hasil Uji (Data Benar)
Data masukan Hasil yang
diharapkan
Kasus dan Hasil Uji (Data Salah)
Inputkan : Nip
3.3.4.3Pengujian Beta (Hasil Wawancara Pengguna)
Pengujian beta merupakan pengujian langsung kepada pengguna untuk
mencoba aplikasi yang baru. Pengujian yang dilakukan adalah dengan cara
wawancara kepada pengguna aplikasi, dalam hal ini adalah seorang pegawai di
53
3.3.4.3.1 Hasil Wawancara
Menurut hasil wawancara yang telah dilakukan, bahwa apakah anda sudah merasa
dimudahkan dalam mempelajari logika algoritma dari sistem yang sekarang
berjalan ? jawaban yang didapat belum memudahkan, karena dari logika
algoritmanya kurang dapat dipahami dibandingkan dengan logika algoritma pada
aplikasi yang sedang berjalan.
Kemudian apakah skema blue screen dari aplikasi ini sudah sesuai dengan yang
diinginkan ? jawaban yang didapat ternyata masih kurang sesuai dengan blue
54
BAB 4
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Mengacu pada tujuan dari penelitian yang dilakukan dan proses pengujian
beta yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan penelitian yang dilakukan tidak
berhasil, karena aplikasi yang telah dibuat memiliki ketidaksempurnaan dalam integrasi dengan database, kemudian kesalahan dalam desain antarmuka yang
dinilai terlalu sederhana, serta report yang tidak relefan.
4.2 Saran
Sistem informasi yang saat ini sedang berjalan, menggunakan Visual Basic
dan databasenya menggunakan phpmyadmin, seharusnya tentukan tools yang
memang mudah diintegrasikan baik untuk pembuatan aplikasi atau untuk
database, agar alur algoritma sesuai dengan aplikasi yang sedang berjalan. Seperti
microsoft acces yang mudah penggunaanya.
Perancangan blue screen perlu direncanakan sesempurna mungkin,
sehingga menarik dan tidak membingungkan, mulai dari user interface dan data
flow diagram.
Logika algoritma dari aplikasi yang kalian buat masih ada ketidaksesuaian
dengan yang sedang berjalan seharusnya deskripsikan terlebih dahulu, misalkan
pegawai setelah melakukan absen lalu datanya akan dikelola seperti apa,