GAMBAR KERJA :
Tampak Belakang
Tampak samping kiri
Daftar Pustaka
BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Deli Serdang (2015), Beringin Dalam Angka 2015, Katalog BPS : 1102001.1212290.
BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Deli Serdang (2015), Deli Serdang Dalam Angka 2015, Katalog BPS : 11020001.1212.
BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Deli Serdang (2015), Lubuk pakam Dalam Angka 2015, Katalog BPS : 1102001.1212300.
BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Deli Serdang (2015), Statistik Derah Lubuk pakam 2015, Katalog BPS : 1101002.1212300.
BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Deli Serdang (2015), Statistik Daerah Kecamatan Beringin 2015, Katalog BPS : 1102001.1212290.
Frick, Heinz, dan Suskiyatno, Bambang. FX, (1998), Dasar-Dasar Eko Arsitektur, Jogyakarta: Kanisius.
Frick, Heinz., dan Tri Hesti M.,(2006), Arsitektur Ekologis. Yogyakarta:Kanisius, Neufert, Ernst dan Sjamsul Amril, (1995), Data Arsitek Jilid 2Edisi Kedua,
Jakarta: Erlangga
Neufert, Ernst dan Sunarto Tjahjadi, (1997), Data Arsitek Jilid 1 Edisi 33, Jakarta: Erlangga
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Deli Serdang Tahun 2005-2025, Perda Kabupaten Deli Serdang No.3 Tahun 2010
Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Tentang Pengembangan Kewirausahaan dam Kepeloporan Pemuda, Serta Penyediaan Prasarana dan Sarana Kepemudaan, PP No.41 Tahun 2011
Republik Indonesia, Kepemudaan, UU No.40 Tahun 2009 http://en.Wikipedia.org/wiki/Youth
Bab III METODOLOGI 3.1.Pendekatan
Dalam pengembangan analisa dan konsep perancangan sebagai pemecahan masalah. Yaitu dengan melakukan pendekatan berupa studi pustaka. Pendekatan ini digunakan untuk mempertajam beberapa hal-hal berikut:
1. Mengetahui tentang konsep dan pengertian bangunan Youth Center. 2. Mengetahui fungsi dan manfaat Youth Center terhadap daerah sekitar. 3. Sebagai studi banding dengan perancanaan bangunan Youth Center
dan tema eko-Arsitektur. 3.2.Metode
Metode yang digunakan dalam Perancangan Beringin Youth Center, lebih menekankan kepada permasalahan apa yang ada pada kawasan objek rancangan yakni pada daerah Kecamatan Beringin. Selain itu terdapat beberapa literatur yang dapat digunakan dan menjadi standar dalam Perancangan Beringin Youth Center.
Tinjauan lebih jauh berikut adalah penjelasan mengenai skema dan kerangka perancangan yang dilakukan pada Perancangan Beringin Youth Center:
3.5.1. Pencarian Ide
Pada proses pencarian ide/gagasan dalam Perancangan Beringin Youth Center melalui penjabaran setiap permasalahan yang ada pada kawasan objek rancangan tersebut, dan kemudian memunculkan idea tau gagasan dalam perancangan obyek dengan mengaitkan setiap kelebihan juga yang menjadi titik acuan dalam perkembangan perancangan.
3.5.2. Pengumpulan Data
Pada tahapan ini, proses pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tahapan dimana pada tahapan ini dijelaskan mengenai dari deskripsi objek yang dirancang dengan mengacu kepada berbagai literature sebagai acuannya dan standar dalam Perancangan Beringin Youth Center. Pengumpulan data dilakukan dari banyak Sumber, seperti data literatur, studi banding mengenai objek dan tema yang terkait serta melakukan survey dan dokumentasi terkait hal-hal apa saja yang diperlukan dalam Perancangan Beringin Youth Center.
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dibagi ke dalam dua kategori, yaitu yang pertama adalah data primer dan kemudian dilengkapi dengan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh melalui Sumber -Sumber. refrensi yang dijadikan sebagai pustaka dan kemudian diberikan tinjauan, sementara data sekunder diperoleh tidak berdasarkan pengamatan langsung, melainkan mengambil beberapa obyek sejenis yang dijadikan studi banding dengan obyek perancangan. Berikut adalah beberapa acuan data yang dapat digunakan dalam Perancangan Beringin Youth Center:
Tabel 3. 1 : Metode pengumpulan data
Jenis Data Data Metode Pengumpulan
Data
Studi Literature dan Studi Lapangan
Data Sekunder - Studi banding dengan bangunan fungsi sejenis - Studi banding dengan tema sejenis
Data tapak
Tujuan dari pengumpulan data yang dilakukan adalah untuk mendapatkan beberapa data yang diperlukan dalam perancangan dengan kawasan sekitar bangunan yang akan di rancang. Dari data yang telah diperoleh tersebut akan dikaitkan terhadap objek rancangan yakni Perancangan Youth Center
Data Objek
Pada tahapan pengumpulan data objek, yang dilakukan adalah mencari studi literatur atau referensi terkait bangunan dan standar dari Perancangan Youth Center
Data Tema
Pada tahapan data tema dapat menggunakan cara mengumpulkan beberapa literature terkait dengan tema dari Perancangan Youth Center yakni arsitektur ekologis. penjabaran umum dan khusus dari arsitektur ekologis, prinsip dari arsitektur ekologis serta penerapannya dalam Perancangan Youth Center
Data Studi banding
Dilakukan terkait dengan kesamaan dari objek dan tema pada Perancangan Youth Center ini dan mengkaji apa yang ada pada bangunan tersebut. Dengan mengkaji dari bangunan yang sudah ada dapat diketahui bagaimana kekurangan dan kelebihan dari bangunan tersebut.
3.3.Teknik Analisis dan Diagnogsis
Pada tahapan pengumpulan data selanjutnya yang dilakukan adalah analisis. Metode ini dilakukan dengan Tinjauan mengenai beberapa aspek yang dibutuhkan dalam perancangan seperti terkait dengan tapak dan juga terkait dengan objek rancangan. Beberapa analisis yang dilakukan antara lain sebagai berikut:
Analisis Kawasan dan Tapak
Analisis Objek
Bab IV
ANALISA PERANCANGAN
4.1.Analisa Tapak dan Lingkungan
4.1.1. Analisa Lokasi Tapak
Gambar 4. 1 : Lokasi Site Perancangan (Sumber: Google Map & Pengolahan Data)
Site
Kecamatan Beringin
Site yang menjadi lokasi perencanaan untuk perancangan bangunan Beringin Youth Center Terletak di Kecamatan Beringin di Kabupaten Deli Serdang
Deskripsi kondisi eksisting sebagai tapak perancangan : Nama proyek : Pusat Kepemudaan Beringin
Status Proyek : Fiktif
Lokasi : Jl. Bakaran Batu, Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang
Gambar 4. 2 Letak Site (Sumber : Google Earth)
Luas lahan : 3 Ha
Peruntukan Lahan : Site terletak di Kecamatan beringin yang peruntukan lahan nya yaitu sebagai :
Pengolahan lahan pertanian Transportasi
KDB : 40 % = 30000 x 40%= 12.000 KLB : 4 x KDB = 4 x 12.000 = 48.000
GSB :
Utara : 3 meter Timur : 5 meter Selatan : 3 meter Barat : 3 meter Batas – batas Tapak :
Batas Utara : Lahan Persawahan
Batas Timur : Jl. Bakaran Batu
Batas Barat : Kantor Badan Pusat Pertanian dan Persawahan
Daya tampung : 900 orang
Pemilik : Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deli Serdang
Pembiayaan : APBD Kab Deli Serdang
Program peruntukan : Sarana dan Prasarana Masyarakat Eksisting lahan : Lahan Kosong
Keistimewaan site :
Site terletak dikawasan aetropolis Kuala Namu.
Dekat dengan kawasan perkotaan yaitu kota Lubuk Pakam
Berada di dekat jalan dengan kriteria jalan Kolektor primer Kabupaten Deli Serdang
Di area kawasan permukiman
4.1.2. Analisa Kondisi dan Potensi
Bertujuan untuk mengetahui pengaruh letak site terhadap bangunan sekitarnya dan juga sebagai studi kelayakan terhadap kawasan yang ada di sekitar.
4.1.2.1. Analisa Tata Guna Lahan
Untuk Mengetahui letak tapak yang akan di rencanakan tempat direncanakannya Beringin Youth Center penting untuk mengetahui faktor lingkungan sehingga bangunan ini dapat berfungsi maksimal
Gambar 4. 3 : Tata Guna Lahan Radius 500 m dari site (Sumber : Pengolahan Data)
Keterangan :
1. Warna orange : Site Perancangan 2. Warna Merah : Komersil
3. Warna Hijau : Rumah sakit
4.1.2.2. Analisa Pencapaian
Sebagai kawasan aetropolis Kuala Namu yang akan menjadi Pusat Kegiatan Nasional (PKN) didalam perencanaan MEBIDANGRO. Sarana dan prasarana transportasi tentu menjadi salah satu hal utama dalam perkembangan kawasan aetropolis ini. Sarana dan prasarana transportasi diantaranya adalah :
a. Bandara Kuala Namu
b. Stasiun Kereta api Lubuk Pakam c. Jalan Tol Kuala Namu – Tebing Tinggi
Imbasnya adalah kemudahan pencapaian ke lokasi site menjadi salah satu keuntungan didalam perencanaan Youth Center Beringin. Berikut adalah analisa pencapaian ke lokasi perancangan :
Gambar 4. 4 Lokasi site terhadap saran transportasi (Sumber : Google Earth)
Gambar 4. 5 Alur Pencapaian Melalui Transportasi Publik (Sumber : Pengolahan Data)
Sebagai kawasan metropolitan MEBIDANGRO, perencanaan transportasi publik seperti stasiun kereta api juga di tingkatkan dengan menambah beberapa rute diantaranya yaitu rute :
Medan - Banda Aceh , Medan - Kuala Namu (r),
Medan - Pel. Belawan (r) Jalur Ganda KA Potensi :
Site di kelilingi beberapa fasilitas transportasi publik dengan jarak rata-rata ±4,2km
Masalah :
Angkutan publik yang menuju ke bangunan Youth Center hanya bisa menggunakan becak bermotor.
Tanggapan :
4.1.3. Ukuran Site
Site untuk proyek ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran 150m x 200m. Dapat dilihat pada gambar:
Gambar 4. 6 Ukuran Site (Sumber : Google Earth)
4.1.4. Analisa Sarana dan Prasarana
Adapun prasarana yang terdapat di sekitar site yaitu berupa :
1) Infrastruktur jaringan jalan yang dalam keadaan baik dengan Golongan Jalan yaitu Arteri Sekunder
2) Jaringan saluran air bersih dan air kotor yang dalam keadaan baik 3) Jaringan listrik dan telpon yang dalam keadaan baik
Gambar 4. 8 Prasarana pembuang air kotor (Sumber : Survey Lokasi) Sarana yang terdapat di sekitar site yaitu :
1) Fasilitaas pendidikan
2) Fasilitas kesehatan yaitu rumah sakit Patar Asih 3) Tempat ibadah
4) Fasilitas Transportasi berupa : a) Bandara Kuala Namu
b) Stasiun Kereta api Lubuk Pakam c) Jalan Tol Kuala Namu – Tebing Tinggi
Gambar 4. 10 Mushallah Al-Muttaqin (Sumber : Survey Lokasi)
Gambar 4. 11 Bandara Kuala Namu (Sumber : Survey Lokasi)
Gambar 4. 13 Tol Kuala Namu – Tebing Tinggi
Sumber : Google Map
Potensi :
Seluruh jaringan listrik dalam keadaan baik Seluruh saluran drainase dalam keadaaan baik Permasalahan :
Jaringan listrik yang menggunakan tiang kurang tertata rapi sehingga mengganggu view kedalam bangunan.
Saluran drainase tidak di berikan penutup sehingga akan berdampak pada keadaan lingkungan
Penyelesaian :
Perlunya penataan tiang-tiang listrik agar dapat tertata rapi dan diharapkan peletakan kabel listrik tidak lagi menggunakan tiang melainkan di tanam di dalam tanah.
Perlunya penataan terhadap saluran drainase berupa memmberikan penutup.
4.1.5. Analisa Sirkulasi
Site berada di antara 2 buah jalan, satu berada di arah timur site yaitu Jl. Bakaran Batu, dan satu berada di arah utara yaitu jalan Penara Kebun
1) Jalan Bakaran Batu
Gambar 4. 14 Jalan Bakaran Batu (Sumber : Survey Lokasi)
Jalan Bakaran Batu merupakan akses jalan utama menuju site dengan kualifikasi jalan yaitu Arteri Sekunder. Memiliki lebar 8 meter dengan 2 arah kendaraan. Jalan ini dilalui oleh sepeda motor, mobil pribadi, becak, dan beberapa truk.
Sebagai jalan arteri sekunder Jalan ini mampu melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh kecepatan rata-rata tinggi, dan dengan peranan pelayanan jasa distribusi untuk masyarakat dalam kota.
2) Jalan Penara Kebun
Gambar 4. 15 Jalan Penara Kebun (Sumber : Survey Lokasi)
Jalan ini terletak di sebelah utara site. Dengan ukuran ± 2,5 – 3 meter. Jalan ini tidak terlihat cukup bagus. Diujung jalan ini terdapat kantor BPP ( Badan Pusat Pertanian). Diharapkan jalan ini juga akan di perbaiki seiring proyek Beringin Young Center ini berjalan. Untuk menambah potensi dan nilai dari site.
Potensi :
Jalan ini dapat menjadi akses untuk keluar masuk kendaraan service.
Permasalahan :
Jalan ini dalam keadaan yang kurang baik dengan material jalan yaitu tanah dan rumput liar.
Penyelesaian :
Analisa entrance yang dapat di berikan dari analisa sirkulasi di atas adalah :
Gambar 4. 16 Sirkulasi entrance. (Sumber : Pengolahan data)
Keterangan :
1) Jalur keluar site langsung kearah Jl. Bakaran Batu. 2) Jalur Masuk dari Jl. Bakaran Batu. Merupakan jalur
masuk untuk tamu dan servis.
4.1.6. Analisa Orientasi Orientasi bangunan
Gambar 4. 17 View dari luar kedalam bangunan (Sumber : Pengolahan data)
Tanggapan :
1. Bagi massa bangunan yang baik akan dikembangkan menjadi area pelayanan publik dan semi publik.
2. Bagian massa bangunan yang tidak baik akan di kembangkan menjadi area pelayan servis atau parking.
View dari arah utara tidak bagus karena terhalang tembok pembatas perumahan dan areal persawahan
View dari arah barat memiliki masalah karena berupa lahan kosong. Bisa kemungkinan akan di bangunan bangunan tinggi atau bangunan
View dari arah timur cukup bagus karena langsung mengarah ke Jl. Bakaran Batu. Dengan keadaan jalan yang baik.
3. Diharapkan view bangunan dari luar dapat terlihat baik dari arah mana saja. Untuk menarik pengunjung
4. Untuk view bangunan yang didalam akan di berikan view ketengah site. Yang akan di isi oleh taman untuk memberikan view yang baik untuk pengunjung
4.1.7. Analisa Lalu lintas
Jalan Bakaran Batu merupakan akses utama untuk mencapai ke lokasi site perancangan. Lalu lintas di jalan Bakaran batu tergolong cukup ramai tetapi tidak ada kemacetan. Lalu lintasnya tergolong lancar dengan di dominasi oleh kendaraan sepeda motor.
Kendaraan yang melintas diantaranya : 1) Sepeda Motor
2) Mobil Pribadi 3) Becak
4) Mobil barang
4.1.8. Analisa Vegetasi
Vegentasi yang terdapat di areal site merupakan lalang dan rumput liar. Terdapat juga areal pertanian warga yang berupa tanaman singkong.
Gambar 4. 19 Tanaman singkong warga (Sumber : Survey Lokasi) Masalah :
Daerah perancangan site terlalu banyak ditumbuhin lalang, yang tumbuh dengan liar.
Daerah perancangan juga ditumbuhin oleh tanaman pertanian warga.
Solusi :
Membersihkan lahaan dari lalang dan tanaman warga untuk memudahkan proses pembangunan proyek
Menambah vegetasi sebagai bentuk penerapan tema eko-arsitektur Menambah vegetasi untuk memberikan iklim lokal.
4.2.Analisa Fungsional
4.2.1. Deskripsi Penggguna
1. Para pemuda yang berada di sekitar area pelayanan Youth Center. Seperti :
b. Mahasiswa mahasiswi yang melakukan kegiatan komunitas atau olahraga.
c. Anggota komunitas yang memiliki kegiatan rutin
2. Masyarakat yang hanya sekedar berkunjung untuk menonton untuk melihat kegiatan di Youth Center.
3. Wisatawan yang berkunjung untuk menonton kegiatan di Youth Center.
4. Anggota komunitas yang melakukan kegiatan di bangunan Beringin Youth Center.
4.2.1.1. Analisa Jumlah Pengunjung
Dengan asumsi bahwa bangunan Youth Center ini akan di gunakan sebagai sarana pendidikan dan pelatihan. Dengan melihat jumlah rata – rata siswa sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA. Dan bangunan ini tidak hanya menjadi sarana pendidikan dan pelatihan namun juga dapat menjadi sarana dan prasarana rekreasi bagi warga maupun wisatawan.
Dari asumsi tersebut di perkirakan jumlah pengunjung Beringin Youth Center perhari dapat mencapai 900 orang / hari
4.2.1.2. Analisa Kebutuhan Parkir
1. Perkiraan kebutuhan parkir pengunjung
Mobil pribadi, asumsi 30% = 30% x 900 = 270orang 1 mobil dapat memuat 4 orang, jumlah mobil = 240 : 4 = 68mobil
Kebutuhan parkir mobil =12,5 x 68 = 850m2
Sepeda motor, asumsi 30% = 30% x 900 = 270orang 1 sepeda motor dapat memuat 2 orang, maka jumlah sepeda motor = 135motor.
Kebutuhan parkir sepeda motor = 135 x 2 = 270 m2 Bus pariwisata, asumsi 10% = 10% x 900 = 90orang
= 2 bus
Kebutuhan parkir bus pariwisata = 60 x 2 = 120 m2
Sisa pengunjung diasumsikan naik angkutan sebesar 30% = 30% x 900 = 270orang
Untuk itu perlu adanya Halte di dekat Lingkup Bangunan. 2. Kebutuhan Parkir Pengelola
Parkir mobil pengelola 15 mobil = 12,5 x 15 = 187,5m2 Parkir sepeda motor pengelola 50 sepeda motor = 100m2 Total = 1527,5 m2 dengan sirkulasi 100%
Total kebutuhan parkir = 3055
4.2.2. Analisa Kegiatan a) Kegiatan Pengunjung
Pengunjung adalah mereka yang datang kedalam lingkup bangunan Beringin Youth Center dan melakukan kegiatan yang dapat di fasalitasi oleh bangunan Beringin Youth Center.
Kegiatan outdoor , berupa kegiatan olahraga yang fasiliitasnya terletak di luar bangunan
Kegiatan indoor, berupa kegiatan seni dan olahraga yang fasilitasnya terletak di dalam ruangan
Kegiatan pelatihan berupa kegiatan bimbingan untuk menambah wawasan dan pengetahuan pemuda. Dapat berupa pelatihan kepemimpinan dan pelatihan sebagai seorang enterpreuner
Kegiatan komunitas berupa kegiatan yang berasal dari agenda komunitasnya menggunakan fasilitas yang ada pada bangunan.
b) Kegiatan pengelolaan dan karyawan
Merupakan orang yang bertanggung jawab untuk mengurus lingkup Beringin Youth Center baik secara administratif maupun fisik bangunan.
Diagram 4. 2 Sistem Kegiatan Pengelola
Perawatan gedung berupa kegiatan maintenace gedung dan pemeliharaan keadaan gedung agar tetap dalam keadaan baik.
Pengelolaan Gedung yaitu berupa promosi bagi lembaga yang ingin mengadakan event organizer di bangunan ini. dan mengelola untuk fasilitas – Datang
Parkir
Entrance Kantor Pengelola
Perawatan Gedung
Pengelolaan Gedung
c) Kegiatan Servis
Diagram 4. 3 Sistem Kegaiatan Service
4.3.Analisa Ruang
4.3.1. Kebutuhan Ruang
Tabel 4. 1 : Kebutuhan Ruang JENIS
KEGIATAN KEGIATAN PENGGUNA
KEBUTUHAN
Pengelola Perawatan Gedung Pulang
Servis Bangunan CCTV
Ruang Nama Ruang Kapasitas Standar Ukuran Ruang
Pertunjukan
- Sirkulasi parkir
100 % 1527,5 m2
sub total 10419,2 m2
Sirkulasi 2083,8 m2
4.4.Analisa Bentuk
Analisa bentuk bangunan adalah suatu penganalisaan terhadap karakter maupun visualisasi yang akan ditampilkan pada bangunan. Be ntuk merupakan penghubung ruang dalam dengan lingkungan luar bangunan. Bentuk terdiri atas elemen-elemen seperti ukuran, warna, tekstur, posisi, orientasi, dan massa. Semua elemen ini bertujuan un tuk mewujudkan citra dan tampilan bentuk bangunan.
Jenis bentuk yang dapat diterapkan dalam rancangan, sebagai berikut:
1. Segitiga, bentuk yang dapat menunjukkan stabilitas. Apabila terletak pada salah satu sisinya, segitiga merupakan bentuk yang sangat stabil. Jika diletakkkan berdiri pada salah satu sudutnya, dapat menjadi seimbang bil a terletak dalam posisi yang tepat p ada suatu keseimbangan, atau menjadi tidak stabil dan cenderung jatuh ke salah satu sisinya.
2. Bujur sangkar, bentuk yang menunjukkan sesuatu yang mur ni dan rasional. Bentuk ini merupak an bentuk yang statis dan netral serta tidak memiliki arah tertentu. Bentuk-bentuk segi empat lainnya dapat dianggap sebagai variasi dari bentuk bujur sangka r. Seperti segitiga, bujur sangkar bila berdiri pada salah satu sisinya tampak stabil dan dinamis bila berdiri pada salah satu sud utnya.
Kriteria tampilan bentuk bangunan sebagai berikut : 1 Landmark, menciptakan tampilan baru dalam
lingkungan tapak. 2 Filosofi.
3 Tema.
4 Wujud karakter yang mengundang, sederhana, jujur, dan kuat.
Tabel 4. 3: Kriteria ruang
Kriteria Bentuk Dasar Bangunan
Kesesuaian bentuk
site Baik Baik Kurang baik
Orientasi bangunan Baik, orientasi jelas Baik, orientasi
kesegala arah Tidak jelas
Efisiensi ruang Efisien Kurang efisien Tidak efisien
Efisiensi struktur dan konstruksi bangunan
Lebih mudah Cukup sulit Mudah
Kesan yang ingin di
capai Baik Baik Kurang baik
4.5.Analisa Teknologi
4.5.1. Analisa Struktur a. Struktur bagian atas
Struktur bagian atas berguna untuk menyalurkan beban bangunan kestruktur bawah.
Tabel 4. 4 : stuktur atas
Material Kelemahan Kelebihan
Rangka batang Memiliki refleksi besar bila
diterpa angin Fleksibilitas ruang tinggi, bentangan relatif besar ( 14 – 22 meter) kuat dalam bentangan horizontal Dinding pemikul Fleksibilitas ruang yang di
berikan kurang, perlu keahlian khusus
Tidak menggunaka kolom, waktu pengerjaan cepat
Balok induk dan
pemukul Ruang plafond relatif kecil Bentang 9 – 18 m, rangka penguat lantai Kabel baja Bukan sebagai rangka utama,
memiliki ruang gaya tarik yang besar.
Memliki gaya tarik tinggi, bentangan yang cukup besar 100 – 300 meter, fleksibilitas tinggi Plat lantai precast Memiliki Selisih ketinggian
relatif kecil Praktis dalam pengerjaan, memiliki bentangan 4 – 10 meter dan memberikan ruang plafond yang lebih tinggi
b. Struktur Bawah.
Struktur bawah berguna untuk menerima beban yang disalurkan struktur atas dan menyalurkan nya ketanah.
Tabel 4. 5 : Struktur bawah
Material Keterangan
Pondasi sumuran 3. Digunakan pada tanah yang berawa.
4. Mampu mencapai kedalaman tanah terkeras (4-8 meter)
5. Pengerjaannya relatif mudah dalam perluasan bangunan.
Pondasitiang pancang a. Cukup aman untuk dapat menahan beban dari gaya vertikal maupun horizontal.
b. Pengerjaan relatif cepat dan mudah.
c. Mampu mencapai kedalaman hingga tanah terkeras (8-20 meter)
d. Bahan dari kayu, baja, dan beton.
e. Menimbulkan getaran dan bunyi yang besar pada saat pengerjaan.
Pondasi bore pile a. Cukup aman untuk dapat memikul beban vertikal b. Mampu mencapai kedalam hingga tanah terkeras
(>10 meter)
c. Digunakan pada tanah yang tidak keras
d. Tidak menimbulkan getaran dan bunyi yang keras pada saat pembangunan.
e. Tidak memerlukan waktu pengerjaan yang lama f. Pengeboran untuk pengecoran pondasi
g. Memerlukan keahlian khusus h. Tidak ekonomis
c. Bahan Struktur
Tabel 4. 6 : Bahan struktur
Kriteria Beton Baja Komposit
Sifat Mudah di bentuk,
dan praktis Kaku Relatif fleksibel Kekuatan Gaya tekan Gaya tarik Relatif fleksibel
Unsur Agregat
kasar/halus, air, dan semen
Karbon, besi,,
oksigen Baja dan baja
Daya tahan ( api
/ cuaca) 100 – 450 oc / non
korosi 250
oc / korosi 100 – 450 oc / non korosi
Keahlian Lantai, kolom, balok, dinding core.
Ahli khusus Ahli khusus
pelaksanaan Bertahap,
Pengontrolan
kualitas Variasi Relatif merata Ketat
Jenis Bertulang,
praktekan Variasi rangka dan profil
d. Bahan bangunan
Tabel 4. 7 : Bahan Bangunan
Bahan bangunan Kerterangan
Kaca a. Menjadi struktur pelingkup b. Memerlukan keahlian khusus c. Tahan terhadap kelembaban
d. Permukaan terlalu rentan terhadap cuaca e. Ringan dan transparan
f. Memiliki kekuatan pada fungsi tertentu. Kayu a. Digunakan untuk bangunan kecil dan rendah
b. Struktur rangka dan balok c. Tidak tahan terhadap rayap d. Gaya sesuai arah seratnya e. Perawatan yang intensif f. Jenis bahan pabrikan
Gypsum a. Daya tahan tinggi
b. Kedap suara
c. Tingkat stabilitas tinggi d. Anti serangga
e. Ringan & pemasangan praktis. f. Aplikasi pada plafond dan partisi Aluminium a. Hanya sebagai struktur pendukung
b. Membutuhkan keahlian khusus. c. Penghantar panas
d. Tahan cuaca tropis e. Riangan
f. Jenis bahan pabrikan
Kriteria pemilihan sistem struktur yang akan di gunakan di dalam
4.5.2. Analisa Kontruksi
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanan konstruksi pada bangunan sesuai yang tertera pada Permen PU No.45/2007 Tentang Pedoman Teknis Bangunan Gedung Negara. Disini di pertimbangkan garis besar faktor-faktor seperti ketersediaan lahan, ketersedian material, tenaga kerja, alat berat dan metode konstruksi.
a. Luas lahan pada proyek ini adalah 30.000 m2 dan luas lahan yang akan di pakai untuk pembangunan 12.000 m2 dimana masih tersedia lahan untuk proses bongkar muat material dan lainya. Kontur lahan yang cukup datar sehingga memudahkan pelaksanaan proses kontruksi.
b. Ketersediaan mateial pada proyek Beringin Youth Center di dapat dari daerah Kabupaten Deli Serdang. Dan jika ada kekurangan maka akan di dapat dari kota Medan.
c. Tenaga kerja yang di pekerjakan pada proyek ini di datangkan dari daerah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan.
d. Alat berat yang di gunakan berasal dari kota medan dan di rakit di Kecamatan Beringin.
e. Proyek Beringin Youth Center ini menggunakan metode Konstruksi Konvensional. Kolom dan Balok merupakan tulangan yang di pasang pada struktur bangunan yang kemudian di pasang bekisting lalu di lakukan pengecoran. Untuk komponen dinding digunakan bata ringan guna memperkecil beban struktur nya,
4.5.3. Analisa Utilitas
Utilitas bangunan adalah suatu kelengkapan fasilitas bangunan yang digunakan untuk menunjang tercapainya unsur-unsur kenyamanan, kesehatan, keselamatan, kemudian komunikasi dan mobilisasi dalam bangunan.
Harvestising di gunakan sebagai penyedia cadangan air yang di gunakan sebagai salah satu Sumber penyediaan air pada bangunan untuk penghematan energi.
Pembuangan air kotor menggunakan jalur yang sama dengan air bersih namun di pisahkan dengan pipa lain dan pembatas beton di bawah permukaan tanah. Sehingga perawatan air bersih dan air kotor dapat langsung di pantau.
Elektrikal sederhana dengan ruang kontrol panel listrik. panel listrik akan langsung ditarik dari gedung pusat dan di salurkan secara paralel ke gedung lainnya.
4.6. Analisa Penerapan Tema
Penerapan Eko –Arsitektur di dalam bangunan Youth Center diterapkan dalam desain interior dan eksterior bangunan:
a. Interior
a. Organisasi ruang, diorientasikan pada terapan analisa kegiatan dan kebutuhan ruang, pengelompokan ruang, sisi penentu ruang, sirkulasi dan aksesbilitas, serta arah obyek rancang bangun arsitektur-interior terhadap arah edar matahari dan angin.
b. Pemilihan material, diorientasikan pada terapan bahan bangunan yang ekologis memenuhi syarat eksploitasi dan produksi dengan energi sesedikit mungkin dan keadaan entropi serendah mungkin, tidak mengalami transformasi yang tidak dapat dikembalikan kepada alam, dan lebih banyak berasal dari Sumber alam lokal.
d. Sistem penghawaan, diorientasikan pada terapan upaya konservasi energi dengan memaksimalkan teknik sirkulasi udara alami, serta pemanfaatan energi matahari secara pasif dengan metode pasif konvektif, radiatif dan evaporatif.
e. Sanitasi air, diorientasikan pada terapan upaya sirkulasi antara Sumber airbersih dan manajemen buangannya.
f. Polusi dalam ruang, diorientasikan pada terapan upaya meminimalkan dampak dan mengantisipasi berkembangnya polutan dalam ruang yang bersifat kimiawi, biologis, dan fisikal.
b. Eksterior
Bab V
KONSEP PERANCANGAN 5.1. Konsep Dasar
Adapun konsep dasar bangunan Beringin Youth Center ini adalah menciptakan bangunan kepemudaan yang berfungsi memenuhi kebutuhan kegiatan para pemuda di tingkat lokal, maupn internasional. Dengan menerapkan tema Eko-Arsitektur untuk peningkatan pengetahuan para pemuda pentingnya pelestarian lingkungan
Sebagai Kawasan Rekreasi
Menciptakan bangunan yang tidak hanya berfungsi sebagai youth center tetapi menjadi sarana rekreasi bagi para remaja. Sarana untuk berkumpul bersama. Dengan tidak hanya menggunakan area lingkungan di dalam bangunan tetapi juga area luar bangunan.
Menciptakan bangunan yang selaras dengan alam
Menjadikan bangunan hijau sebagai upaya untuk Menciptakan bangunan yang berwawasan lingkungan untuk peningkatan mutu kesehatan dan pengetahuan mayarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
5.2. Konsep Perancangan Bangunan
5.2.1. Bentukan massa
Proses pembentukan massa dapat di lihat pada gambar Berikut: Tahap 1 :
Bentukan massa awal awal bangunan langsung berorientasi ke jalan utama. Bentukan ini juga sesuai prinsip eko-arsitektur yang lebih menganjurkan untuk mebuat bangunan yang tidak melebar.
Tahap 2 :
Massa di naikkan sesuai dengan kebutuhan lantai dan zonasi pada bangunan
Bangunan mess di beri void di tengah sebagai aliran udara masuk.
Area depan bangunan digunakan sebagai taman dan lapangan serbagunan tempat berkumpul para pemuda untuk melakukan kegiatan komunitas di luar ruangan.
Massa pada mess di naikkan untuk memberikan ruang teras pada bangunan mess yang tepat berada di bawah bangunan. Dan area atas mess di turunkan sebagai area roof garden untuk mengganti area hijau yang di gunakan sebagai tempat pembangunan
Bangunan kesenian dan olahraga juga di naik dan turunkan sebagian berguna sebagai tempat para remaja hangout atau tempat berteduh ketika hujan. Bagian atas berguna sebagai roof garden untuk mengganti area hijau yang di gunakan sebagai tempat pembangunan
5.2.2. Zonasi Bangunan
Gambar 5. 1 : Zonasi Bangunan Keterangan:
- Merah : Bangunan kesenian dan olahraga - Biru : Bangunan Teater
- Orange : Bangunan Pengelola - Kuning : Bangunan Mess
5.3. Konsep Perancangan Tapak
5.3.1. Konsep Zonasi Tapak
Keterangan :
- Kuning : Area olahraga outdoor mess - Biru : Area taman di depan bangunan - Merah : Area lapangan tempat berkumpul
5.3.2. Konsep Sirkulasi
Gambar 5. 3 : Perencanaan Sirkulasi 5.4.Konsep Eko-Arsitektur
Penggunaan green roof sebagai atap bangunan yang dimaksudkan untuk mengganti area hijau yang telah dirusak/dibangun. Selain itu, green roof ini bertujuan untuk menampung air hujan dan mengalirkannya ke underground water tank yang nantinya akan dapat digunakan sebagai Sumber air cadangan untuk keperluan utilitas/sanitasi bangunan dan keperluan penyiraman tanaman sekitar site.
Masuk ke site
Keluar dari site
Gambar 5. 4 : Konstruksi Roof Garden
Penggunaan paving block yang ramah lingkungan pun sangat membantu seperti grass block.
Gambar 5. 5 : Konsep Grass Block
Penggunaan sistem rainwater Harvestising untuk memanfaatkan airhujan yang dapat digunakan sebagai air bersih dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari2 hingga menjadi air yang dapat di minum.
BAB VI
PERANCANGAN ARSITEKTUR
6.1.Eksterior Bangunan
Bangunan Beringin Youth Center berada di Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera utara. Bangunan ini tepat berada di jalan Bakaran Batu. Lokasinya berada ±11 Km dari bandara Kualanamu sehingga konsep perancangan bangunan ini yaitu menjadi salah satu bangunan yang dapat mendukung kota aetropolis Kuala Namu, yaitu kota yang didesain, infrastruktur, dan ekonominya berpusat pada sebuah bandar udara
Gambar 6.1 diambil dari sisi sebelah timur bangunan yang memperlihatkan keadaan eksterior bangunan. Terdiri dari 5 bangunan ygn memiliki fungsi yaitu, fungsi pengelola, fungsi penginapan, fungsi kesenian, fungsi olahraga, dan fungsi teater. Fungsi teater berada di tengah site pada bagian depan site perancangan yaitu agar bangunan teater menjadi pusat kegiatan di dalam kompleks bangunan Beringin Youth Center. Bangunan teater mampu menampung 800 orang. Dengan luas bangunnan mencapai ±1500 m2.
Gambar 6. 1: Suasana Bangunan Eksterior (Sumber : Data pribadi)
Fungsi olahraga dan kesenian terletak pada bagian kanan dan kiri site perancangan. Karena pada bangunan ini kegiatan kepemudaan akan lebih banyak di lakukan sehingga untuk mempermudah pencapaian, bangunan ini terletak pada bagian depan kompleks bangunan Beringin Youth Center.
Gambar 6.2 menunjukkan Letak view yang berada di luar ruangan (eksterior bangunan).
Gambar 6. 2 :Site Plan (Sumber : Data pribadi) 5
1 2
2 3
4
6 7
8
Dari gambar 6.2 di atas dapat dilihat posisi view yang kita lalui saat memasuki komplek bangunan Beringin Youth Center. Saat memasuki kawasan Beringin Youth Center kita akan melihat view no.1 yang di tunjukkan pada gambar 6.3, kita dapat langsung menuju area basement atau kearea drop off yang terletak di depan area berkumpul. Area berkumpul dapat kita lihat pada gambar 6.5 di view no 2. Selain drop di depan area berkumpul terdapat juga drop off yang terletak di belakang pada bagian bawah bangunan mess. Drop off tersebut dapat kita lihat pada view no 8 di gambar 6.12.
jika kita berjalan dari area berkumpul pada bagian kiri kita akan langsung melihat suasana cafe pada gambar 6.7 pada view no.4. Jika kita ingin ke fasilitas penginapan atau ke bangunan kantor pelayanan kita dapat berjalan di jalur pedestrian yang berada di sebelah kanan dan kiri gedung teater. Suasana pada sebelah kiri gedung teater dapat kita lihat pada gambar 6.8 pada view no 5. Pada bagian ujung pedestrian. Kita dapat melihat fasilitas wisma dan kantor pelayanan yang di tunjukkan pada gambar 6.9 dan 6. 11 pada view no 6 dan 7.
Penjelasan konsep view dapat dilihat di bawah ini : 1) Jalan keluar dari site area perancangan
View ini berada di jalan masuk sebelah kanan site. Pepohonan berada di tengah antara jalur pedestrian dengan jalur kendaraan untuk memberikan buffer cahaya dan panas dari matahari. Bangunan utama (sebelah kiri) di naikkan 2 meter dari tanah. Mobil merah menunjukkan jalur masuk ke area basement.
2) Suasana area berkumpul
Gambar 6.4 dibawah ini menunjukkan area berkumpul yang berada tepat di tengah pada bagian depan site, area ini tepat berada di depan gedung teater. Area ini diletakkan di depan site sebagai area drop off pengunjung pada bagian depan juga sebagai area untuk menyambut para pengunjung. sehingga para pengunjung bisa langsung melakukan kegiatan kepemudaan seperti olahraga dan kesenian. selain itu, Fungsi nya bisa menjadi area berkumpul para pemuda untuk melakukan kegiatan, dan melaksanakan kegiatan di luar ruangan untuk memanfaatkan area yang lebih luas.
Gambar 6. 4 : Suasana area berkumpul (Sumber : Data pribadi)
Gambar 6. 5 : Suasana area berkumpul (Sumber : Data pribadi)
3) Jalan masuk ke site area perancangan
Gambar 6. 6 : Jalan masuk ke site area perancangan (Sumber : Data pribadi)
matahari untuk pejalan kaki dan pengendara. Jalur masuk site berada di sebelah kiri site perancangan.
4) Suasana Cafe di Bawah Bangunan
Gambar 6. 7 : suasana Cafe di Bawah Bangunan (Sumber : Data pribadi)
Gambar 6.7 di atas menunjukkan suasana cafe di bawah bangunan kesenian yang berada di sebelah kanan site perancangan. Di area ini juga terdapat elevator untuk naik ke pusat kegiatan kesenian yang berada di lantai 2. Konsep yang di buat mengapa cafe ini terdapat pada bagian luar yaitu untuk memberikan konsep bebas tanpa pembatas dinding dan menjadi penghubung antara kegiatan di luar bangunan dan di dalam bangunan. Selain itu cafe ini berfungsi sebagai area untuk beristirahat dan bersantai setelah melakukan kegiatan di area berkumpul ataupun di dalam gedung
5) Suasana jalur pedestrian di tengah site
Gambar 6. 8 : Suasana Jalur pedestrian sebelah kiri site (Sumber : Data pribadi)
6) Suasana area di bawah bangunan wisma
Gambar 6.9 diatas menunjukkan suasana di bawah dan di depan wisma. Posisi view ini berada di ujung jalur pedestrian yang berada di tengah site perancangan. Di bawah bangunan wisma merupakan area kosong yang hanya menjadi penghubung antara bangunan wisma dengan eksterior bangunan. Dan penghubung antara lantai basement dengan lantai 1 wisma
7) Suasana halaman di depan kantor pelayanan
Gambar 6. 10 : Suasana halaman di depan kantor pelayanan (Sumber : Data pribadi)
Gambar 6.10 di atas menunjukkan suasana di depan kantor pusat pelayanan. Memiliki satu jalur pedestrian utama yang tepat berada di tengah halaman yang menghubungkan antara pedestrian dari area depan site perancangan dan area drop di bawah site dengan bangunan kantor pusat pelayanan.
Gambar 6. 11 : Suasana halaman di depan kantor pelayanan (Sumber : Data pribadi)
8) Suasana drop area
Gambar 6. 12 : Suasana drop area (Sumber : Data pribadi)
6.2.Interior Bangunan 1. Resepsionis
Area resepsionis berada padaa bangunan kantor pusat pelayanan. Resepsionis berguna sebagai area penerima tamu. Pemesanan, dan sumber informasi seputar event - event untuk para remaja yang berskala lokal hingga internasional. Terdapat area tunggu untuk tamu dan perpustakaan mini. Sumber informasi di berikan dengan menempelkannya pada dinding partisi dan mading yang telah di sediakan. Terdapat 2 lift yang dapat di gunakan untuk menuju dari lantai basement hingga lantai 4 gedung pusat kantor pelayanan.
Gambar 6. 14 : Area resepsionis (Sumber : Data pribadi) 2. Kamar wisma
Gambar 6. 15 : Interior kamar wisma (Sumber : Data pribadi)
3. Gedung Teater
Gedung teater berada di tengah site perancangan. Dengan luas ±1300 m2 dan mampu menampung hampir 800 orang. Gedung ini digunakan untuk kegiatan indoor dengan skala besar. Bagian depan gedung langsung berhadapan dengan area berkumpul di depan site. Sedangkan untuk area belakang langsung terhubung dengan area drop off di bawah site. Gambar memperlihatkan interior gedung teater.
Gambar 6. 17 : Interior gedung teater (Sumber : Data pribadi)
Menggunakan kursi permanen yang dapat di lipat pada bagian dudukan untuk menghindari debu apabila sedang tidak terpakai. Memiliki area pentas dengan luas 100 m2.
4. Area olahraga
Gambar 6. 18 : Interior Lapangan Serbaguna (Sumber : Data pribadi)
Ruangan ini memiliki fasilitas seperti podium yang terletak di sebelah kiri dan belakang lapangan dan terdapat fasilitas ruang ganti untuk para pemain pada bagian sisi kanan lapangan.
BAB II
dari 11 desa dan 89 dusun dengan ibukota Kecamatan terletak di Karang Anyer. Memiliki jumlah penduduk sebesar 55.276 jiwa yang mendiami 13.056 rumah tangga. Daerah dataran rendah dengan ketinggian 1 s/d 8 meter di atas permukaan laut.
Youth : pemuda
Secara umum Definisi pemuda, setidaknya memiliki tiga katagori yaitu menyangkut batasan usia pemuda sifat atau karakteristik pemuda, dan tujuan dari aktivitas kepemudaan.
Secara biologis, yang digolongkan pemuda adalah mereka yang berumur antara 15 sampai dengan 30 tahun.
Dari segi psikologis, kematangan seorang pemuda dimulai pada usia 21 tahun, sedang batasan manusia muda sebagai generasi penerus generasi terdahulu menentukan usia antara 18 sampai 30 tahun dan kadang-kadang mencapai usia 40 tahun.
Menurut Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 2011 Pasal 1 mengatakan bahwa: Pemuda adalah warga negara indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.
Center : sentral
Berdasarkan pengertian diatas, pusat kegiatan kepemudaan yang berada di Kecamatan Beringin yang berfungsi sebagai sarana pengembangan diri bagi para pemuda.
2.2.Tinjauan Umum Proyek
2.2.1. Latar Belakang
Sebagai Kabupaten terbesar ke 2 di sumatera utara dengan jumlah penduduk yaitu sekitar 1.985 juta jiwa Kabupaten Deli Serdang sudah selayaknya memiliki sarana dan prasana publik yang memadai.
Data statistik BPS tahun 2014 Menunjukkan Kabupaten Deli Serdang tergolong struktur muda. Hal ini memberikan implikasi bahwa potensi kelompok umur muda perlu mendapatkan perhatian dan pengembangan sehingga mampu menghasilkan tenaga-tenaga terampil dan mandiri.
Visi dan misi Kabupaten Deli Serdang juga menjadi salah satu alasan pembangunan proyek ini. Yaitu meningkatkan Sumber daya manusia yang berkualitas dan pengembangan wilayah dan pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan.
Untuk memdesain bangunan yang berwawasan lingkungan, disini saya mengambil tema eko-arsitektur. Eko-arsitektur juga merupakan salah satu ilmu dalam merancang bangunan yang didasari akan kesadaran pentingnya bangunan yang berwawasan lingkungan
2.2.2. Perkembangan Kota
Gambar 2. 1 Rencana Penggunaan Lahan Tahun 2025 Kawasan Kuala Namu. (Sumber : Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara.)
Tabel 2. 1 : Rencana Sistem Pusat Pelayanan
• Pusat pemerintahan
Kabupaten;
• Perdagangan dan jasa;
• Kota transit;
• Pusat pelayanan fasilitas sosial dan umum;
• Permukiman perkotaan
2
Pantai Labu
• Pengolahan pertanian dan
perikanan;
• Transpotasi;
• Perdagangan dan jasa;
• Perumahan dan permukiman
3 Beringin
• Pengolahan pertanian;
• Transpotasi;
• Perdagangan dan jasa;
• Perumahan dan permukiman
4
Tanjung Morawa
• Perdagangan dan jasa lokal;
• Industri;
• Perdagangan dan jasa lokal;
• Pengolahan pertanian dan
perkebunan;
• TOD
• Perumahan dan
• Kota transit
• Perdagangan dan jasa
regional; (Sumber : RPJPD Kabupaten Deli Serdang)
Dari tabel diatas dapat di lihat bahwa perkembangan Kecamatan Beringin yang di harapakan oleh pemerintah Kabupaten Deli Serdang adalah sebagai daerah permukiman, pengolahan pertanian, transportasi, perdagangan, dan jasa.
Menurut UU No.1 tahun 2011 pasal 1 mengatakan bahwa permukiman adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, saran, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan perdesaan.
2.2.3. Kebijakan Pembangunan
Kabupaten Deli Serdang telah memiliki kebijakan tentang pembangunan di daerah nya. Kebijakan ini tertera di dalam Perda No.3 Tahun 2010 tentang Rencana Jangka Panjang Pembangunan Daerah (RPJPD) Kabupaten Deli Serdang tahun 2005 – 2025. Kebijakan ini berisi deskripsi yang akan di capai Kabupaten Deli Serdang sampai tahun 2025 dan tantangan apa saja yang akan terjadi selama kegiatan pembangunan ini berlangsung.
yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala internasional, nasional atau beberapa propinsi.
Sebagai PKN Kabupaten Deli Serdang tentu memiliki kebijakan pengembangan struktur kota nya, yaitu :
peningkatan akses pelayanan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang merata dan berhirarki;
peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana transportasi, telekomunikasi, listrik, dan Sumber daya air yang terpadu dan merata di seluruh wilayah nasional.
2.2.4. Deskripsi Umum Proyek
1) Nama proyek : Pusat Kepemudaan Beringin
2) Status Proyek : Fiktif
3) Lokasi : Jl. Bakaran Batu, Kecamatan Beringin
Kabupaten Deli Serdang ( gambar 2. )
Gambar 2. 2 Letak Site (Sumber : Google Earth)
4) Luas lahan : 3 Ha
5) Batas – batas Tapak :
Batas Timur : Jl. Bakaran Batu
Batas Selatan : Rumah Sakit Patar Asih
Batas Barat : Kantor Badan Pusat Pertanian dan
persawahan
6) Daya tampung : 900 0rang
7) Pemilik : Dinas Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Deli Serdang
8) Pembiayaan : APBD Kab Deli Serdang
10)Eksisting lahan : Lahan Kosong
11)Keistimewaan site :
Site terletak dikawasan aetropolis Kuala Namu.
Dekat dengan kawasan perkotaan yaitu Kecamatan
Lubuk Pakam
Berada di dekat jalan dengan kriteria jalan Arteri Sekunder Kabupaten Deli Serdang
Di area kawasan permukiman
Site dekat dengan area pelayanan transportasi publik seperti Bandara, stasiun, terminal dan jalan tol. Yang berfungsi menghubungkan area kawasan sekitar site dengan kota lain.
2.2.5. Tujuan Proyek
Adapun tujuan proyek ini di buat adalah :
a. Menjadi sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan kualitas pemuda, dengan menciptakan fasilitas pelatihan dan olahraga.
b. Pengembangan wawasan pemuda di bidang seni guna melestarikan kebudayaan yang ada.
c. Menciptakan bangunan yang berwawasan lingkungan untuk
d. Mampu melaksanakan visi dan misi Kabupaten Deli Serdang yaitu mengembangkan wilayah dan pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan.
2.3.Tinjauan Daerah Perancangan
Secara Geografis daerah perancangan Terletak di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Kota Terdekat dengan Site Perancangan adalah Kecamatan Lubuk Pakam, Jarak nya sekitar 4,2 Km.
Gambar 2. 3 Lokasi Site Perancangan
(Sumber : Google Map dan pengolahan data) Site
Kecamatan Beringin
Berkut ini adalah tinjauan daerah perancangan site yaitu Kabupaten Deli Serdang, Kecamatan Lubuk Pakam, dan Kecamatan Beringin. Untuk Mengetahui potensi dan keadaan dari Daerah Perancangan.
2.3.1. Tinjauan Wilayah
Wilayah Perancangan berada di Kabupaten Deli Serdang, Yaitu Kabupaten yang akan di rencanakan menjadi Pusat Kegiatan Nasional di MEBIDANGRO. Pengembangan dan pemantapan fungsi Kawasan Perkotaan MEBIDANGRO sebagai pusat perekonomian nasional yang produktif dan efisien serta mampu bersaing secara internasional terutama dalam kerja sama ekonomi subregional Segitiga Pertumbuhan Indonesia-MalaysiaThailand ( IMT-GT).
Sebagai anggota dari komunitas IMT-GT kawasan site ini berpotensi menjadi tuan rumah dari beberapa kegiatan yang di selenggarakan oleh IMT-GT yaitu IMT-IMT-GT Varsity Carnival.
IMT-GT Varsity Carnival Adalah Bentuk Kemajuan dari perjanjian IMT-GT yang diberikan oleh universitas-universitas yang terletak di bagian-bagian subregional IMT-GT dengan memberikan kegiatan seperti olahraga, kebudayaan, dan pertukaran pendapat melalui seminar.
Carnival dimulai pada tahun 1995 dengan diisi kegiatan yang hanya pertandingan sepak bola. Di dilanjutkan di tiap tahun dengan penambahan kegiatan olahraga dan kegiatan kebudayaan dan seminar. Carnival di ikuti oleh 12 Universitas di 3 Negara anggota IMT-GT.
Kerjasama ekonomi skala sub-regional IMT-GT yang bertujuan untuk penguatan jaringan infrastruktur berdasarkan The IMT-GT Roadmap 2007-2011 Action Plan , salah satunya berbentuk pengembangan jaringan transportasi dalam bentuk coridor economic , terbagi menjadi 5 koridor yaitu: 1) Koridor Songkhla (Thailand), Penang (Malaysia) dan Medan (Indonesia). 2) Koridor Selat Malaka,
3) Koridor Banda Aceh, Medan, Dumai, dan Palembang
4) Koridor Malaka (Malaysia) dan Dumai serta 5) Koridor Ranong, Phuket (Thailand) dan Aceh
Program Peningkatan Sistem jaringan Transportasi sebagai bentuk penguatan Jaringan Infrastruktur:
a) Pengembangan jalan AH-25 Section : Binjai – Medan - Tebing Tinggi. b) Pembangunan jalan tol : a). Binjai – Medan - Tebing Tinggi, b). Medan –
Kuala Namu
Gambar 2. 5 Lokasi Site Terhadap Gerbang Tol Kuala Namu – T.tinggi
(Sumber : Google Earth)
Letak site terhadap struktur ruang MEBIDANGRO adalah sebagai kawasan permukiman.
Gambar 2. 6 Peta Pola Ruang Kawasan MEBIDANGRO 2029 (Sumber : Badan Pertanahan Nasional)
Didalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No.62 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo. Pasal 73 : Menetapkan Kecamatan Beringin Sebagai Kawasan Zona B1 dan didalam Pasal 75 : Menetapkan Kecamatan Beringin Sebagai Kawasan Zona B3.
Yang mana zona B1 didalam Pasal 73 ayat 2 Tediri atas: (2) Zona B1 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. kawasan peruntukan perumahan kepadatan tinggi; b. kawasan peruntukan pemerintahan provinsi;
c. kawasan peruntukan pemerintahan kabupaten, kota, dan/atau
kecamatan;
d. kawasan peruntukan perdagangan dan jasa skala internasional, nasional, dan regional;
f. kawasan peruntukan pelayanan olahraga skala internasional, nasional, regional, dan lokal;
g. kawasan peruntukan pelayanan kesehatan skala internasional, nasional, regional, dan lokal;
h. kawasan peruntukan industri kreatif; i. kawasan peruntukan industri manufaktur;
j. kawasan peruntukan pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan
angkutan barang regional;
k. kawasan peruntukan pelayanan transportasi udara internasional dan nasional;
l. kawasan peruntukan kegiatan pertahanan dan keamanan negara; m. kawasan peruntukan kegiatan pariwisata; dan
n. kawasan peruntukan kegiatan pertemuan, pameran, dan sosial budaya. Dan zona B3 ditetapkan didalam pasal 75 ayat 2 terdiri atas:
(2) Zona B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. kawasan peruntukan perumahan kepadatan rendah; b. kawasan peruntukan pemerintahan kecamatan;
c. kawasan peruntukan perdagangan dan jasa skala internasional, nasional, dan regional;
d. kawasan peruntukan pelayanan olahraga skala lokal; e. kawasan peruntukan pelayanan kesehatan skala lokal; f. kawasan peruntukan industri manufaktur;
g. kawasan peruntukan industri hilir pengolahan hasil sektor unggulan perkebunan, perikanan, dan kehutanan;
h. kawasan peruntukan pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan
angkutan barang regional;
i. kawasan peruntukan pelayanan transportasi udara internasional dan nasional;
Republik Indonesia No.62 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo.
2.3.2. Tinjauan Kota
Kota yang terdekat dengan site adalah Kecamatan Lubuk Pakam. Yaitu berjarak ±3,6 Km.
Gambar 2. 7 Peta Kabupaten Deli Serdang
Lubuk Pakam adalah sebuah kota kecamatan yang merupakan ibu kota Kabupaten Deli Serdang. Lubuk pakam merupakan pusat administrasi Kabupaten Deli Serdang. Menjadikan Kecamatan ini merupakan bagian dari hiruk pikuk aktifitas ibu kota Kabupaten, baik dari segi pemerintahan maupun aktifitas lain seperti perdagangan, industri, pertanian, maupun peternakan. Secara geografis Kecamatan Lubuk Pakam berada di wilayah tengah Kabupaten Deli Serdang yang tidak berbatasan langsung dengan Kabupaten lain.
Jumlah penduduk di Kecamatan Lubuk Pakam pada tahun 2012 -2014 menunjukkan trend peningkatan. Dalam kurun waktu tersebut jumlah penduduk Kecamatan Lubuk Pakam bertambah sekitar 6.343 jiwa. Yang disebabkan dari pertumbuhan alami (kelahiran dan kematian) dan petumbuhan demografi (perpindahan penduduk).Jumlah penduduk di Kecamatan Lubuk Paka berjumlah 89.873 jiwa yang tersebar di 13 desa/kelurahan
Diagram 2. 1 Jumlah sarana pendidikan umum dan agama di Kecamatan Lubuk Pakam tahn 2014
(Sumber : Statistik Daerah Kabupaten Deli Serdang,2015)
Diagram 2. 2 Jumlah sarana pendidikan Dasar dan Menengah di Kecamatan Lubuk Pakam tahn 2014
(Sumber : Statistik Daerah Kabupaten Deli Serdang,2015.)
Artinya ruang kelas yang tersedia tidak kelebihan muatan. Pada jenjang SD/sederajat rasio murid – sekolah di Kecamatan Lubuk Pakam pada tahun 2014 adalah 204. Untuk jenjang SMP/sederajat rasio murid – sekolah di Kecamatan Lubuk Pakam pada tahun 2014 adalah 339. Sedangkan rasio murid – sekolah untuk jenjang SMU/sederajat adalah 252.
2.3.3. Tinjauan sub wilayah
Proyek ini terletak di Kecamatan Beringin. Kecamatan Beringin merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Deli Serdang. Letaknya sangat stategis dimana Kecamatan ini terdapat Bandara Internasional Kuala Namu sebagai pengganti Bandara Polonia Medan. Mempunyai luas sebesar 52,69 Km2 atau 5.269 Ha.
Gambar 2. 8 Peta Kecamatan Beringin (Sumber : Google Map)
seharusnya dapat menjadi perhatian pemerintah dalam mengambil langkah – langkah kebijakan.
Komposisi mata pencaharian penduduk Kecamatan Beringin pada umumnya di bidang pertanian. Secara umum dapat dilihat bahwa penduduk Kecamatan Beringin mempunyai mata pencaharian terdiri atas :
a. Pertanian
Sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas dan partisipasi sekolah penduduk tentunya harus di imbangi dengan penyediaan sarana fisik pendidikan maupun tenaga guru yang memadai. Sarana pendidikan ini juga diharapkan mampu mendukung bangunan Beringin Youth Center sebagai prasarana tambahan untuk menambah wawasan para siswa dalam hal Kesenian, dan olahraga.
Tabel 2. 2 : Fasilitas Pendidikan Kecamatan Beringin
Uraian Sekolah Guru Murid
(Sumber : Statistik Daerah Kecamatan Beringin, 2015)
kebutuhan masyarakat, terutama para pemuda sebagai penerus generasi bangsa yang harus memiliki daya saing. Dengan didukungnya transportasi yang memadai peningkatan pelayanan dalam proyek ini juga meningkat tidak hanya menjangkau wilayah Kecamatan beringin tetapi bisa menjangkau wilayah yang lebih luas.
2.4.Tinjauan Fungsi
Fungsi Bangunan Youth Center ini adalah sebagai sarana pelayanan pemuda guna peningkatan wawasan para pemuda. Tetapi tingkat pelayanan yang diharapkan tidak hanya sebagai sarana untuk para pemuda di Kabupaten Deli Serdang Saja. Namun juga mampu untuk memfasilitasi beberapa kegiatan tingkat Nasional maupun Internasional.
Letak Beringin Youth Center yang Strategis di harapkan mampu untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan Berikut :
Kegiatan Internasional IMT-GT Varsity Carnival
IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) adalah sebuah perjanjian yang telah di setujui pada tahun 1993 dan dianggotai oleh tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Bertujuan untuk memajukan sektor ekonomi di tiga negara anggotanya dengan memfokuskan kepada bagian utara Malaysia, Utara Indonesia, dan juga selatan Thailand.
Sebagai bentuk kemajuan dari perjanjian ini maka universitas universitas yang terletak di bagian-bagian yang telah di sebutkan tadi turut memberikan kegiatan seperti olahraga, kebudayaan, dan pertukaran pendapat melalui seminar. Carnival dimulai pada tahun 1995 dengan diisi kegiatan yang hanya pertandingan sepak bola. Di dilanjutkan di tiap tahun dengan penambahan kegiatan olahraga dan kegiatan kebudayaan dan seminar.
Jenis Kegiatan di dalam IMT-GT Varsity Carnival :
Olahraga : sepak bola, badminton, tenis, basket, voli, dan pecak silat.
Kesenian: tari budaya, dan Dance
Kegiatan Nasional
1. Djarum Foundation
Djarum Foundation didirikan 30 April 1986. Bertujuan untuk menjadi institusi yang terbaik dalam memajukan indonesia sebagai negara yang digdaya seutuhnya di bidang sosial, olahraga, lingkungan, pendidikan dan budaya. Kegiatan Djarum Foundation yang dapat di fasilitasi oleh Beringin Youth Center, adalah:
Kegiatan Olahraga : yaitu Kegiatan Olahraga Bulu Tangkis
Kegiatan Seni : Seni Teater dan Tari
Kegiatan Pelatihan : Pelatihan Kepemimpinan
2. Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Sebagai upaya memberikan ruang kreativitas dan potensi siswa SMP di bidang seni dan sastra maka diselenggarakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Cabang seni yang dilombakan dalam FLS2N yaitu :
Festival Seni Musik Tradisional
Festival Seni Tari
Lomba Vokal Grup
Lomba Cipta Cerpen Berbahasa Indonesia
Lomba Kreativitas Cerita Berbahasa Inggris (Story Telling)
Lomba Seni Baca Al Qur’an
Lomba Seni Lukis
Lomba Cipta Puisi
Lomba Cipta Lagu
Lomba Desain Motif Batik
Deskripsi Pengguna dan Kegiatan
Pengguna
1. Para pemuda yang berada di sekitar area pelayanan Youth Center. Seperti : Siswa siswi dari SD/SMA yang melakukan kegiatan olahraga atau kegiatan lain untuk mengisi waktu senggang setelah pulang sekolah atau kegiatan olahraga yang di adakan oleh sekolah tersebut.
Mahasiswa mahasiswi yang melakukan kegiatan komunitas atau olahraga. Anggota komunitas yang memiliki kegiatan rutin.
2. Masyarakat yang hanya sekedar berkunjung untuk menonton untuk melihat kegiatan di Youth Center.
3. Wisatawan yang berkunjung untuk menonton kegiatan di Youth Center.
Kegiatan
1. Kegiatan Utama
Kegiatan olahraga, dan pelatihan yang dapat menambah wawasan dan kemampuan para pemuda. Tetapi tidak menutup kemungkinan adanya para masyarakat juga yang akan melakukan kegiatan ini.
Kegiatan pertunjukkan seni dan olahraga. Sebagai usaha untuk menampilkan kemampuan para pemuda kepada masyarakat
Kegiatan komersil sebagai pendukung dari kegiatan para pemuda. 2. Kegiatan pengelolaan
Berupa kegiatan pengelolaan gedung dari segi pemasaran, administrasi dan maintenance.
3. Kegiatan Penunjang
2.4.1. Deskripsi Perilaku
Pengunjung
Pengunjung adalah orang yang datang ke kawasan bangunan Youth Center dan menggunakan fasilitas yang ada di bangunan Youth Center. Diantaranya yaitu siswa, mahasiswa, masyarakat, wisatawan, anggota komunitas.
Pengelola bangunan
Pengelola adalah mereka yang bertanggung jawab dalam mengurus lingkup bangunan Youth Center. Mereka juga mengurusi promosi dan pemeliharaan bangunan Youth Center.
2.4.2. Deskripsi Kebutuhan Ruang
Tabel 2. 3 : Kebutuhan Ruang JENIS
KEGIATAN KEGIATAN PENGGUNA
- Staff - Ruang AHU - Ruang Chiller
- Ruang Genset
- Ruang Pompa - Ruang Travo
2.4.3. Deskripsi Persyaratan dan Kriteria Ruang
Menurut menpora melalui pedoman penyelenggaraan gelanggang remaja disebutkan bahwa fasilitas – fasilitas yang harus ada pada sebuah gelanggang remaja adalah :
Sarana dan prasarana operasional ( fasilitas olahraga, kesenian, ilmiah dan kerohanian )
Sarana dan prasarana pengelolaan.
Fasilitas – fasilitas non fisik berupa jasa : keterampilan, keahlian, konsultasi, psikologi, dll.
Fasilitas rekreasi yang khusus diorientasikan bagi remaja di kategorikan sebagai Quasi Public Organization atau suatu fasilitas yang dibiayai dan dikelola oleh badan swasta tapi masih melibatkan peran pemerintah dan dibedakan dalam orientasi kegiatan:
a. Group Program agencies yaitu wadah kegiatan rekreasi remaja yang berorientasi pada program kelompok dengan jenis rekreasi yang cenderung outdoor seperti hiking, camping, dsb.
b. Fasilitas Based Agencies yaitu wadah kegiatan rekreasi yang di tekankan pada penyediaan sarana dan prasarana fisik bagi remaja dengan jenis fasilitas berupa :
Fasilitas pelatihan fisik ( kolam renang, gymnasium (fitness)) Fasilitas rekreasi ( ruang permainan )
Gelanggang remaja di klasifikasikan menjadi 3 tipe yaitu : 1) Tipe A / pemula
Merupakan tipe yang paling sederhana dengan fasilitas berupa :
Ruang serbaguna adalah ruang tempat berolahraga dan pementasan kesenian.
Ruang belajar adalah ruang yang digunakan untuk tempat pelatihan atau kursus
Kamar ganti pakaian atau kamar kecil
Ruang ibadah
Ruang pengelola
Tempat tinggal petugas jasa dan gudang
Lapangan terbuka serbaguna
2) Tipe B / Madya
Memiliki fasilitas yang hakekatnya sama dengan tipe A, dengan perluasan pada ruang serbaguna menjadi gedung serbaguna yang menampung olahraga bola voli dan perluasan ruang belajar menjadi ruang diklat
3) Tipe C / Utama
2.4.4. Studi Banding Arsitektur yang mempunyai fungsi sejenis Bang Khen Young Center (Bangkok , Thailand)
Gambar 2. 9 Bhan Khen Young Center, Bangkok
(Sumber : http://office.bangkok.go.th/cstd/home/youth-center/bangkhen-yc.html)
Bang Khen Youth Center (48 km/42 mnit ke bandara suvarnabhumi international airport).
Bangkhen YC. Khen Youth Center Pusat pemuda terletak di 24/88 Phaholyothin Rd., Monumen, Bangkok 10220 Bang Khen kantor distrik dengan (Peta).
Youth Center memiliki luas 61 meter persegi, bangunan adalah bangunan kayu, lantai, lantai dasar terdiri dari kantor, gimnasium dan panggung, yang digunakan dalam acara satu kamar lantai atas, bank, mainan (Toy Bank) Perpustakaan Pojok Art Corner. latihan tari sudut Kuliner.
Cara mendapatkan pusat pemuda Ada jalur bus yang termasuk 34 39 59 107 129 114 503 524 543 sehingga label Wat Mahathat, atau MEA label. Khen atau van melalui Wat Mahathat.
1. Tujuan dari Pusat Pemuda adalah:
Untuk memusatkan kegiatan umum dari anak-anak, pemuda dan