• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN KADAR LDL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN TANPA Perbedaan Kadar LDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Dr. Moewardi.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN KADAR LDL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN TANPA Perbedaan Kadar LDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Dr. Moewardi."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN KADAR LDL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN TANPA

PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSUD DR. MOEWARDI

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Kedokteran

Diajukan Oleh :

Citra Puspaningrum J 50013 0068

FAKULTAS KEDOKTERAN

(2)

ii

PERNYATAAN

Dengan ini penulis menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi manapun. Sepanjang pengetahuan penulis tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, yang tertulis dalam naskah ini kecuali disebutkan dalam daftar pustaka.

Surakarta, Januari 2017

(3)
(4)

iv MOTTO

“Dan milik-Nyalah segala apa yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui”

(QS Al-An’am: 13)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”

(QS Ar-Ra’d: 11)

Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga

(5)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan berkah, rahmat, dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Perbedaan Kadar LDL pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Penyakit Jantung Koroner dan tanpa Penyakit Jantung Koroner di RSUD Dr. Moewardi Surakarta”.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penulis sangat menyadari sepenuhnya dalam menempuh pendidikan ini dapat terlaksana dengan baik berkat pertolongan Allah SWT. Keberhasilan dalam menyelesaikan skripsi ini tidak terlepas dari doa, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih yang tulus kepada:

1. DR. Dr. EM. Sutrisna., M.Kes, selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universsitas Muhammadiyah Surakarta.

2. Dr. Erna Herawati., Sp.KJ, selaku kepala biro skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

3. Dr. Iin Novita Nurhidayati Mahmuda., M.Sc, Sp.PD, selaku pembimbing utana yang telah memberikan bimbingan, saran, dan motivasi bagi penulis dari awal penyusunan hingga akhir penulisan skripsi ini.

4. Dr. Suryo Aribowo Taroeno., M.Kes, Sp.PD (KHOM), selaku penguji skripsi satu yang telah memberikan koreksi dan saran untuk perbaikan

serta selesainya skripsi ini.

5. Dr. Sri Wahyu Basuki., M.Kes, selaku penguji skripsi dua yang telah

memberikan koreksi dan saran untuk perbaikan serta selesainya skripsi ini.

(6)

vi

kepada penulis, semoga dapat menjadi bekal untuk berbakti dan mengabdi nantinya.

7. Seluruh karyawan di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta atas bantuan, dan kemudahan yang diberikan dalam proses kegiatan perkuliahan.

8. Kedua orang tercinta (alm) bapak Mulyono, ibu Dyah Mahanani,

kakakku (alm) Anitya Hadi Mulyanto, Betta Hestiningrum, Dwi Yanuar M.S, dan keponakanku Rafi Mukti Hamizan yang selalu memberikan doa, dukungan, motivasi, semangat agar penulis segera menyelesaikan pendidikan ini dengan baik.

9. Pihak-pihak di RSUD Dr. Moewardi yang telah membantu penulis dalam melaksanakan penelitian.

10. Teman-teman aslab anatomi atas dukungan dan kebersamaannya selama ini.

11. Teman-teman keluarga rimbawan atas kebersamaannya selama ini. 12. Teman-teman angkatan 2013 atas kebersamaan dan kekompakannya. 13. Teman-teman seperjuangan dalam pembuatan skripsi di bidang ilmu

penyakit dalam.

14. Semua pihak lain yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini.

Penulis menyadari banyak keterbatasan dan kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Namun, penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar skripsi ini dapat lebih baik lagi.

Surakarta, Januari 2017

(7)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

HALAMAN PERNYATAAN ... iii

HALAMAN MOTTO ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR SINGKATAN ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

ABSTRAK ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah….. ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Manfaat Penelitian… ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

A. Diabetes Melitus ... ... 4

1. Definisi ... ... 4

2. Epidemiologi ... ... 4

3. Faktor Risiko ... 5

4. Gejala Klinis... ... 5

5. Klasifikasi... ... 5

6. Diagnosis... ... 6

7. Patogenesis dan Patofisiologi... ... 7

8. Komplikasi... ... 8

B. Penyakit Jantung Koroner ... 10

1. Definisi ... 10

2. Faktor Risiko ... 10

(8)

ix

4. Diagnosis ... 12

5. Gejala Klinis ... 13

6. Patogenesis... ... 13

7. Pemeriksaan Penunjang... ... 15

C. Lipid ... ... 15

1. Kolesterol ... 15

2. LDL ... 15

3. HDL ... 16

4. Trigliserida... ... 16

5. Metabolisme Lipoprotein... ... 17

6. Aterosklerosis ... 18

D. Hubungan Fraksi Lipid pada Pasien DM Tipe 2 dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner ... 21

E. Kerangka Teori ... 23

F. Kerangka Konsep... ... 24

G. Hipotesis ... 24

BAB III METODE PENELITIAN... 25

A. Desain Penelitian... ... 25

B. Tempat dan Waktu Penelitian... ... 25

C. Populasi Penelitian ... 25

D. Sampel dan Teknik Sampling.... ... 25

E. Estimasi Besar Sampel... ... 26

F. Kriteria Restriksi ... 27

G. Variabel Penelitian ... 27

H. Definisi Operasional ... 27

I. Instrumen Penelitian ... 29

J. Teknik Pengambilan Data ... 29

K. Analisis Data ... ... 30

L. Rancangan Penelitian ... 30

M. Pelaksanaan Penelitian ... 31

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil ... 32

(9)

B. Pembahasan ... 38 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(10)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kadar Glukosa Darah Sewaktu dan Puasa sebagai Patokan

Penyaring dan Diagnosis DM ... 7

Tabel 2. Tabel Penelitian ... 31

Tabel 3. Distribusi Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin ... 32

Tabel 4. Distribusi Subjek Berdasarkan Usia ... 33

Tabel 5. Distribusi Subjek Berdasarkan Variabel Lain ... 34

Tabel 6. Uji Normalitas Shapiro-Wilk ... 36

Tabel 7. Uji Varian Levene’s test ... 37

Tabel 8. Uji T Tidak Berpasangan ... 37

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Patofisiologi DM tipe 2 ... 8

Gambar 2. Penyumbatan Pembuluh Darah ... 13

Gambar 3. Kerangka Teori ... 23

(12)

ix

DAFTAR SINGKATAN

ADA : American Diabetes Association APS : Angina Pektoris Stabil

APTS : Angina Pektoris Tidak Stabil DM : Diabetes Melitus

EKG : Elektrokardiogram GDP : Gula Darah Puasa GDS : Gula Darah Sewaktu HDL : High Density Lipoprotein

IDF : International Diabetes Federation SKA : Sindrom Koroner Akut

LDL : Low Density Lipoprotein LPL : Lipoprotein Lipase

NIDDM : Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus

NSTEMI : Non ST Segment Elevation Myocardial Infarction PJK : Penyakit Jantung Koroner

Riskesdas : Riset Kesehatan Dasar

STEMI : ST Segment Elevation Myocardial Infarction VLDL : Very Low Density Lipoprotein

WHO : World Health Organization

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Ethical Clearance Letter ... 48

Lampiran 2. Surat Permohonan Ijin Penelitian... 49

Lampiran 3. Surat Permohonan Ijin... 50

Lampiran 4. Data Rekam Medis Pasien DM tipe 2 dengan PJK dan Tanpa PJK ... 51

Lampiran 5. Penelitian Distribusi Subjek Berdasarkan Usia... 53

Lampiran 6. Distribusi Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin ... 54

Lampiran 7. Distribusi Subjek Berdasarkan Riwayat Hipertensi ... .... 55

Lampiran 8. Distribusi Subjek Berdasarkan Kadar Lipid ... 56

Lampiran 9. Uji Normalitas ... 58

(14)

ix ABSTRAK

PERBEDAAN KADAR LDL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN TANPA

PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSUD DR. MOEWARDI

Citra Puspaningrum, Iin Novita Nurhidayati Mahmuda Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta

Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu bentuk dari penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah) yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. PJK menjadi penyebab mortalitas dan morbiditas utama pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2. Peningkatan kadar LDL merupakan faktor risiko utama terjadinya PJK.

Tujuan: Mengetahui perbedaan rerata kadar LDL pada penderita DM tipe 2 dengan PJK dan tanpa PJK di RSUD Dr. Moewardi.

Metode: Penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah penderita DM tipe 2 dengan PJK dan tanpa PJK di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari data rekam medis pasien periode September 2015 sampai September 2016. Analisis statistik penelitian ini menggunakan uji T tidak berpasangan.

Hasil: Penelitian ini menggunakan 70 sampel, terdiri dari 35 pasien pada kelompok DM tipe 2 dengan PJK dan 35 pasien pada kelompok DM tipe 2 tanpa PJK. Perbedaan rerata kadar LDL pada kelompok DM tipe 2 dengan PJK 130,54 ± 40,569 mg/dl dibandingkan dengan kelompok DM tipe 2 tanpa PJK 95,77 ± 29,289 mg/dl dengan p=0,000.

Kesimpulan: Terdapat perbedaan rerata kadar LDL pada penderita DM tipe 2 dengan PJK dan tanpa PJK.

Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, kadar LDL, penyakit jantung koroner

(15)

ABSTRACT

THE DISTINCTION OF LDL LEVELS IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS WITH CORONARY HEART DISEASE AND WITHOUT

CORONARY HEART DISEASE IN DR. MOEWARDI HOSPITALS

Citra Puspaningrum, Iin Novita Nurhidayati Mahmuda Medical Faculty of Muhammadiyah University of Surakarta

Background: Coronary Heart Disease (CHD) is one of cardiovascular disease (heart disease and vessels disease) which main cause of death in the world. CHD be caused commond mortality and morbidity in the type 2 diabetes mellitus (DM). Increasing LDL levels are a major risk factor for CHD.

Objective: To know the distinction of LDL levels in type 2 diabetes mellitus patients with CHD and without CHD in Dr. Moewardi Hospitals Surakarta.

Methods: An observational analytic research with cross sectional study design. Subjects were type 2 diabetes mellitus patients with CHD and without CHD in Dr. Moewardi Hospitals. The sampling performed in non-probability sampling with purposive sampling technique. Data were obtained from medical records of patients from September 2015 to September 2016. Statistical analysis used independent T test.

Results: This study used 70 sample, consists of 35 patients in the group of type 2 diabetes mellitus with CHD and 35 patients in the group of type 2 diabetes mellitus without CHD. The difference between the mean levels of LDL in type 2 diabetes mellitus with CHD group 130,54 ± 40,569 mg/dl compared with type 2 diabetes mellitus without CHD group 95,77 ± 29,289 mg/dl with p=0,000.

Conclusions: There was distinction of LDL levels in type 2 diabetes mellitus patients with CHD and without CHD.

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah “Ada hubungan positif yang sangat signifikan antara iklim organisasi dengan motivasi kerja karyawan”. Sumbangan efektif

Selanjutnya berdasarkan kedua pernyataan tersebut peneliti secara terus menerus akan menggali informasi dengan meakukan observasi dan wawancara serta terjun

menggunakan analisis 5K, analisis rasio keuangan, analisis vertikal,.. analisis horizontal dan analisis umur piutang. Analisis kinerja keuangan dilakukan untuk melihat

[r]

Pada pengamatan tingkat keawetan tempe yang dikeringkan dengan suhu 93°C diperoleh bahwa tempe ini memiliki masa simpan kurang lebih 5 hari dengan kadar air

after coronary reperfusion." Journal of American College Cardiology

Gambar 2 Perkembangan mikrospora pada kultur antera kedelai varietas Slamet: (A) mikrospora fase berinti tunggal akhir (kiri) dan fase berinti dua awal (kanan) pada awal kultur; (B)

Tanah lempung yang digunakan adalah berasal dari Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, pengambilan tanah 0.3 meter sampai 1 meter, kondisi sampel