• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

(2)

Pembelajaran Tematik

Model pembelajaran tematik terpadu (PTP) atau integrated thematic instruction (ITI)

pertama kali dikembangkan pada awal tahun 1970-an

PTP diyakini sebagai salah satu model pengajaran yang efektif (highly effective teaching model),

Pembelajaran Tematik Terpadu mampu

(3)

(Lanj)

Pembelajaran Tematik

secara empirik berhasil memacu

percepatan dan meningkatkan

kapasitas memori peserta didik

(

enhance learning and increase

long-term memory capabilities of

(4)

Pembelajaran Tematik Integratif

Pembelajaran tematik integratif

/terintegrasi (

integrated thematic

instruction, ITI

) asalnya

dikonseptualisasikan tahun 1970an.

Pendekatan pembelajaran ini awalnya

dikembangkan untuk anak-anak berbakat

dan bertalenta (

gifted and talented

),

(5)

Kelebihan Pembelajaran Tematik

Integratif

Premis utama PTP bahwa peserta didik

memerlukan peluang tambahan (additional opportunities) untuk menggunakan

talentanya,

menyediakan waktu bersama yang lain

untuk secara cepat mengkonseptualisasi dan mensintesis.

relevan untuk mengakomodasi kualitatif lingkungan belajar.

(6)

(Lanj)

Kelebihan Pembelajaran Tematik Integratif

Memiliki perbedaan kualitatif

(qualitatively different) dengan model pembelajaran lain, karena sifatnya

memandu peserta didik mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher levels of thinking) atau

keterampilan berpikir dengan

mengoptimasi kecerdasan ganda

(multiple thinking skills), sebuah proses inovatif bagi pengembangan dimensi

(7)

Manfaat Pendekatan Tematik Terpadu

1. Suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan.

2. Menggunakan kelompok kerjasama,

kolaborasi, kelompok belajar, dan strategi pemecahan konflik yang mendorong

peserta didik untuk memecahkan masalah 3. Mengoptimasi lingkungan belajar sebagai

(8)

(Lanj)

Manfaat Pendekatan Tematik Terpadu

4. Peserta didik secara cepat dan tepat waktu mampu memproses informasi. Proses itu tidak hanya menyentuh

dimensi kuantitas dan kualitas

mengeksplorasi konsep-konsep baru dan membantu peserta didik

mengembangkan pengetahuan secara siap.

5. Proses pembelajaran di kelas

mendorong peserta didik berada dalam format ramah otak.

(9)

(Lanj)

Manfaat Pendekatan Tematik Terpadu

7. Peserta didik yang relatif mengalami keterlambatan untuk menuntaskan program belajar dapat dibantu oleh guru dengan cara memberikan

bimbingan khusus dan menerapkan prinsip belajar tuntas.

8. Program pembelajaran yang bersifat ramah otak memungkinkan guru untuk mewujudkan ketuntasan belajar

(10)

Tahap Pembelajaran Tematik Terpadu

Menentukan tema. dimungkinkan disepakati bersama dengan peserta didik.

Mengintegrasikan tema dengan kurikulum yang berlaku. dengan mengedepankan

dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Mendesain rencana pembelajaran. Tahapan ini mencakup pengorganisasian sumber dan aktivitas ekstrakurikuler dalam rangka

(11)

(Lanj)

Tahap Pembelajaran Tematik Terpadu

(12)

Model Pembelajaran Tematik Integratif

Model jaring laba-laba (webbed model).

Model ini berangkat dari pendekatan tematis sebagai acuan dasar bahan dan kegiatan

pembelajaran. Tema yang dibuat dapat mengikat kegiatan  pembelajaran, baik dalam mata pelajaran tertentu maupun

(13)

Referensi

Dokumen terkait

Uraian Materi Kegiatan Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat  menerapkan cara. menghemat energi di

pada kesulitan yang dihadapi oleh siswa.. 13 2) Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan. Dalam hal pembelajaran klasikal peserta didik mengalami

Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif), yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari

Bagi peserta didik yang sudah memenuhi Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) setelah melakukan tes tertulis pada akhir pembelajaran, maka akan diberikan tambahan berupa tugas

Belajar Kelompok dilakukan pada saat pembelajaran kelompok, ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan yang sama, sehingga bisa dilakukan bimbingan

Melalui kegiatan diskusi dalam kelompok melalui aplikasi Google Meet mengenai nama dan lambang bilangan, peserta didik dapat mengatur secara urut 5 bilangan 1.000 sampai dengan

Analisis data kuantitatif dilakukan terhadap hasil belajar peserta didik yaitu aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan dengan menggunakan indeks Nilai Kuantitatif dengan skala 1-4 dan

Jurnal Pendidikan Tambusai 4504 Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik Terpadu Menggunakan Model Kooperatif Tipe Numbered Head Together NHT di Kelas IV