• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN GURU MATA PELAJARAN PPKn DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA YANG SESUAI DENGAN NILAI PANCASILA DI SMP NEGERI 3 GALANG T.P 2015/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERAN GURU MATA PELAJARAN PPKn DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA YANG SESUAI DENGAN NILAI PANCASILA DI SMP NEGERI 3 GALANG T.P 2015/2016."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN GURU MATA PELAJARAN PPKn DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA YANG SESUAI DENGAN NILAI

PANCASILA DI SMP NEGERI 3 GALANG T.P 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

INDAH LESTARI NIM 3123111032

(2)
(3)
(4)

ABSTRAK

Indah Lestari. NIM.31213111032. “Peran Guru Mata Pelajaran PPKn Dalam Pembentukan Karakter Siswa Yang Sesuai Dengan Nilai Pancasila Di SMP Negeri 3 Galang T.A 2015-2016”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peran Guru Mata Pelajaran PPKn Dalam Pembentukan Karakter Siswa Yang Sesuai Dengan Nilai Pancasila di SMP Negeri 3 Galang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMP Negeri 3 Galang yang berjumlah 443 orang. Sampel dalam penelitian ini 10% dari jumlah keseluruhan populasi yaitu sebanyak 44 siswa diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan angket yang berjumlah 30 soal dan diisi oleh responden (sampel). Peran guru PPKn dalam pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan nilai Pancasila di SMP Negeri 3 Galang yaitu mengajarkan serta menerapkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa agar nantinya terbentuk karakter siswa yang memiliki nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 68,1% guru PPKn berperan dalam pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan nilai- nilai Pancasila di SMP Negeri 3 Galang. Adapun upaya yang dilakukan guru PPKn yaitu membimbingdan mengarahkan para peserta didikuntuk selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila, seperti halnya mengamalkan nilai KeTuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan, dan nilai Keadilan. Hal tersebut dilakukan agar nantinya para peserta didik menjadi seorang siswa yang memiliki kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam dirinya dan menjadi warga negara yang lebih baik kedepannya.

Kata Kunci : Peran Guru Mata Pelajaran PPKn dan Nilai-nilai Pancasila

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat

Rahmat- NYA penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini

berjudul “Peran Guru Mata Pelajaran PPKn Dalam Pembentukan Karakter Siswa

Yang Sesuai Dengan Nilai Pancasila Di SMP Negeri 3 Galang T.A 2015 / 2016”.

Penulisan skripsi ini dimaksud untuk memenuhi persyaratan guna

memperoleh gelar sarjana pendidikan Jurusan Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaraan Universitas Negeri Medan.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari

kesempurnaan, baik dari segi tata bahasa maupun isinya. Oleh karena itu penulis

mengharapkan masukan dan kritikan yang sifatnya membangun demi

kesempurnaan penulisan skripsi ini.

Dalam penulisan skripsi ini, mulai dari awal hingga penulis banyak menemukan hambatan. Namun, karena dukungan berbagai pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikannya. Dengan penuh ikhlas pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri Medan. 2. Ibu Dra. Nurmala Berutu, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Medan.

3. Ibu Dr. Reh Bunga Beru PA. S.H, M.Hum selaku Ketua Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Medan.

4. Ibu Sri Yunita S.Pd,M.Pd selaku dosen Pembimbing Skripsi yang telah

(6)

5. Ibu Dra. Yusna Melianti, MH selaku dosen Pembimbing Akademik dan juga

sebagai penguji utama yang telah banyak memberikan masukan, arahan dan

saran dalam penyusunan skripsi ini.

6. Bapak Ramsul Nababan, SH.,MH selaku dosen penguji yang telah

memberikan masukan dan saran dalam menyelesaikan skripsi ini.

7. Bapak Arief Wahyudi, SH.,MH selaku dosen penguji yang telah memberikan

masukan dan saran dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Orang tua dan keluarga yang selalu memberi support dan semangat dalam

pengerjaan skripsi ini terutama ayah dan ibu saya yaitu Bapak Poniman dan

ibu Sukini serta adik saya Diana Syafitri dan Bunga Wulandari.

9. Sahabat tersayang yang selalu hadir di sela-sela pengerjaan skripsi dan

memberi semangat dan tidak ada hentinya untuk selalu mengingatkan

mengerjakan skripsi ini dengan sebaik-baiknya yaitu Geng Takwa, dimana

anggotanya adalah Nur Hadizah Berutu S.Pd, Nurul Chairiza Fasya Saragih, S.Pd, Rifki Firnando, S.Pd, dan Fauzia Sa’adah Angkat.

10.Kakek dan nenek saya yaitu Bapak Sulimen dan Ibu Paikem dan Ibu

Jumini. Dan terimakasih juga kepada uwak saya yang bernama Ngatemi

yang selalu memberi dukungan dan arahan kepada saya sehingga skripsi

ini dapat terselesaikan dengan baik.

11.Terimakasih juga buat sahabat saya yang dirumah yaitu Prawita Sari yang

selalu menemani dan memberi motivasi kepada saya sehingga skripsi ini

(7)

12.Tim PPLT SMAN 1 Batang Kuis yang selalu mengingatkan dan memberi

semangat untuk pengerjaan skripsi ini yaitu Anggi Yulihar, S.Pd, Wiyan

Sari Dita Pangestu, S.Pd, Anjar, S.Pd, Marlon, Teddy, Abang Dian, dan

Abang Eko Ginting.

13.Teman-temanPPKn Reg A 2012 yang sama-sama berjuang dari awal

hingga akhir skripsi ini.

Medan, Januari 2016

(8)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

ABSTRAK ... iv

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 6

C. Pembatasan Masalah ... 7

D. Rumusan Masalah ... 7

E. Tujuan Masalah ... 7

F. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 9

A. KerangkaTeori... 9

1. Pengertian Peran ... 8

2. Pengertian Guru ... 10

3. Pengertian Mata Pelajaran PPKn ... 13

4. Pengertian Karakter ... 15

5. Pengertian Pancasila... 16

B. Kerangka Konseptual ... 19

BAB III METODE PENELITIAN ... 22

(9)

B. Populasi dan Sampel ... 22

1. Populasi ... 22

2. Sampel ... 23

C. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ... 24

D. Teknik Mengumpulkan Data ... 24

E. Teknik Analisis Data ... 25

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 27

A. Hasil Penelitian ... 27

B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 58

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 71

A. Kesimpulan. ... 71

B. Saran. ... 72

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jumlah sampel siswa SMP Negeri 3 Galang……… 23

Tabel 3.2 Kisi-kisi Penelitian……….. 25

Tabel 4.1 Guru PPKn mengajarkan bersedekah ... 27

Tabel 4.2 Guru PPKn mengajarkan untuk jujur ... 28

Tabel 4.3 Menghormati pendapat orang lain ... 29

Tabel 4.4 Guru PPKn menegur siswa yang kurang disiplin ... 30

Tabel 4.5 Selalu bekerja keras dan tidak mudah putus asa. ... 31

Tabel 4.6 Menuntun Siswa menjadi seorang yang kreatif ... 33

Tabel 4.7 Tidak bergantung kepada orang lain ... 34

Tabel 4.8 Guru PPKn Menggunakan Musyawarah dalam setiap mengambil Keputusan ... 35

Tabel 4.9 Guru PPKn memicu siswa untuk termotivasi dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan ... 36

Tabel 4.10 Guru PPKn anda mendorong semangat kebangsaan pada diri siswa ... 37

Tabel 4.11 Guru PPKn mengajarkan untuk cinta tanah air……… 38

Tabel 4.12 Guru PPKn anda mengingatkan kepada siswanya untuk menghargai prestasi seseorang ... 39

Tabel 4.13 Guru PPKn mengajarkan untuk berteman kepada siapa saja tanpa harus memilih-milih teman ... 40

Tabel 4.14 Guru PPKn anda mengajarkan tentang cinta damai ... 41

Tabel 4.15 Guru PPKn anda mengajarkan untuk damai dalam setiap kondisi kepada siswanya.. ... 42

(11)

Tabel 4.17 Guru PPKn anda mengajarkan untuk saling menghormati dalam menjalankan ibadah sesuai dengankepercayaannya ... 44 Tabel 4.18 Guru PPKn mengajarkan untuk tidak memaksakan suatu agama

kepada oranglain ... 45 Tabel 4.19 Bersikap tenggang rasa kepada semua orang……… 46 Tabel4.20 Mengakui permasaan derajat persamaan hak dan kewajiban antar

warga negara………. 47

Tabel 4.21 Guru PPKn anda mengajarkan untuk tidak semena-mena terhadap

orang lain………. 48

Tabel 4.22 Guru PPKn mengajarkan rela berkorban demi kepentingan bangsa

dan negara……… 49

Tabel 4.23 Guru PPKn anda membina sikap persatuan antar siswa…….. 50 Tabel 4.24 Guru PPKn anda mengajarkan tentang Bhinneka Tunggal Ika kepada

siswanya……….. 51

Tabel 4.25 Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat………… 52 Tabel 4.26 Guru PPKn anda mengajarkan untuk menerima dan melaksanakan

hasil musyawarah………. 53 Tabel 4.27 Guru PPKn anda mengajarkan unutk mempertanggung jawabkan

dari keputusan yang diambil………. 54 Tabel 4.28 Guru PPKn anda mengajarkan untuk menjauhi sikap pemerasan

terhadap orang lain... 55 Tabel 4.29 Guru PPKn anda mengajarkan untuk suka memberi pertolongan

kepada orang lain... ……. 56 Tabel 4.30 Guru PPKn anda mengajarkan untuk besikap adil kepada semua

orang……….. 57

Tabel 4.31 Tabulasi Jawaban Responden Secara Keseluruhan... 59

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Angket

Lampiran 2 Wawancara

Lampiran 3 Dokumentasi Penelitian

Lampiran 4 Nota Tugas

Lampiran 5 Surat Keterangan Penelitian dari Jurusan

Lampiran 6 Surat Keterangan Penelitian dari Fakultas

Lampiran 7 Surat Keterangan dari Tempat Penelitian

Lampiran 8 Surat Keterangan Perpustakaan Jurusan

Surat Keterangan Perpustakaan UNIMED

Kartu Bimbingan Skripsi

Pernyataan Keaslian Tulisan

Riwayat Hidup Penulis

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada pendidikan. Guru disebut juga sebagai orang yang memberi pembelajaran, serta mampu menata mengola kelas agar siswa dapat belajar dan pada akhirnya dapat mencapai tujuan akhir dari proses pendidikan.

Guru sesungguhnya memiliki status yang sederajat dengan profesi lain, seperti dokter, apoteker, hakim, jaksa dan lainnya. Profesi guru sesungguhnya sering disebut sebagai ibu dari semua profesi. Hal ini dapat dipahami dan dimengerti karena guru dapat menghasilkan profesi lainnya. Oleh karena itu, dalam hal ini guru memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan di dunia pendidikan, karena melihat perkembangan zaman saat ini dunia pendidikan sangat mengkhawatirkan, baik dengan melihat perkembangan karakter anak didik, moral dan ilmu pengetahuan yang mereka miliki sangatlah minim sekali.

(Wahab, 2007:7) mengatakan “bahwa mengajar adalah mengisi pikiran

siswa dengan berbagai informasi dan pengetahuan tentang fakta untuk kegunaan pada masa yang akan datang”.

Dari pemaparan diatas bahwa peran guru sangat dibutuhkan untuk dapat

membentuk karakter siswa yang di inginkan untuk masa depan bangsa, karena

semakin tinggi pendidikan yang diterima anak-anak bangsa maka semakin tinggi

(14)

dan seluruh kehidupannya adalah figur bagi siswa-siswinya. Itulah kesan kepada

guru sebagai sosok yang ideal. Sedikit saja guru berbuat yang tidak baik akan

mengurangi kewibawaan dan kharismanya di hadapan semua orang, terutama di

hadapan para peserta didiknya. Hal ini sejalan dengan guru disebut sebagai

pendidik profesional yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi

kepribadian, dan kompetensi profesional.Dengan kata lain, guru sebagai pengganti

orang tua mereka pada saat di lingkungan sekolah dalam mengarahkan peserta

didiknya ke arah yang lebih baik lagi.

Pendidikan sebagai salah satu sektor yang paling penting dalam

pembangunan nasional, dijadikan andalan utama untuk berfungsi semaksimal

mungkin dalam upaya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, dimana

iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi sumber motivasi

kehidupan dalam segaala bidang. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi

lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan

membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi

mereka sebelum kelahiran. Oleh karena itu pendidikan harus di bekali dari awal

sehingga dapat membentuk kepribadian seseorang.

Menurut Fuad ( 2008:4 ) mengatakan bahwa:

“bahwa pendidikan adalah proses yang berisi berbagai macam kegitan yang

(15)

mutlak yang harus dikembangkan sejalan dengan tuntutan pembanguna secara tahap demi tahap”.

Pendidikan merupakan suatu terjadinya proses dalam pembentukan

karakter anak didik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembekalan yang

matang, dan penyampaian informasi kepada anak didik dianggap dapat

mempermudah proses pendidikan yang sedang berlangsung.

(Payerli, 2015:6) mengatakan “bahwa pendidikan kewarganegaraan

memiliki peran yang strategis dalam mempersiapakan warga negara yang cerdas, bertanggungjawab, dan berkeadaban”.

Pendidikan kewarganegaraan diberikan kepada peserta didik dalam wujud

ilmu pengetahuan dan kemampuan dasar yang berkenaan dengan hubungan anatar

warga negara dengan negara, dan antar warga negara dengan negaranya.

Pendidikan kewarganegaraan sangat diperlukan sebagai wahana pembentukan

watak dan kepribadian bangsa.

Melalui pendidikan kewarganegaraan, setiap warga negara Indonesia

diharapkan mampu memahami, menganlisa dan menjawab masalah-masalah yang

dihadapi oleh masyarakat, khususnya bagi peserta didik sebagai generasi penerus

bangsa. Oleh karena itu pendidikan kewarganegaraan sangatlah penting untuk

diajarakan karena pada dasarnya pendidikan kewarganegaraan merupakan salah

satu mata pelajaran yang inovatif untuk membuka jalan kearah penyiapan warga

negara yang cerdas, kritis, kreatif dan rasional yang sesuai dengan nilai Pancasila.

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan

(16)

perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat

istiadat. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders)

harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu

guru (pendidik), kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas

hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah,

bidang pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana

prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.

Menurut Kurniawan ( 2013:19 ) mengatakan bahwa:

“bahwa karakter yang positif atau mulia yang dimiliki remaja dan anak-anak

kelak akan mengangkat status derajatnya. Kemuliaan seseorang terletak pada karakternya. Karakter begitu penting dengan karakter yang baik membuat seseorang tahan dan tabah dalam menghadapi hidup dengan sempurna. Kestabilan hidup seseorang amatlah bergantung pada karakter. Karakter membuat individu menjadi matang, bertanggung jawab, dan produktif”.

Dengan demikian pendidikan membangun karakter secara menyeluruh dan

luas mengandung arti membangun sifat atau pola perilaku yang disadari atau

berkaitan dengan dimensi moral yang positif atau yang baik, bukan yang negatif

atau yang buruk. Di era globalisasi, karakter yang kuat memiliki peran yang

sangat strategis dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas yang

memiliki integritas yang tinggi sebagai bangsa Indonesia.

Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk

anak-anak muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik, melainkan juga

membentuk mereka menjadi pelaku baik bagi perubahan dalam hidupnya sendiri,

(17)

kemasyarakatanmenjadi lebih adil, baik, dan manusiawi. Disini juga dibutuhkan

peran guru PPKn, karena pada dasarnya guru PKn sangat memilki peran dalam

proses pembentukan karakter para peserta didik yang dilihat dari segi kemampuan

yang dimilki oleh masing-masing peserta didik itu sendiri.

Tetapi pada kenyataannya siswa di SMP Negeri 3 Galang masih banyak

yang berprilaku yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila. Seperti halnya banyak

peserta didik yang kurang disiplin pada saat berada di dalam lingkungan sekolah.

Sebagai seorang pelajar seharusnya memiliki kedisiplinan yang tinggi namun pada

kenyataannya kedisiplinan para peserta didik masih sangat jauh dari kata bagus.

Kemudian permasalahan dalam lingkungan pendidikan dapat dilihat bahwa masih

rendahnya karakter yang baik dari diri peserta didik, perilaku seorang pelajar

terkadang tidak sesuai dengan status yang disandangnya sebagai seorang pelajar,

seperti halnya berkata tidak sopan kepada orang yang lebih tua ataupun kepada

yang sebaya, dan tidak menghargai gurunya.

Masalah selanjutnya ialah kurangnya respon para peserta didik pada saat

menerima pelajaran. Kemudian masih banyak peserta didik yang belum

mengamalkan nilai pancasila pada dirinya. Rendahnya pengamalan nilai Pancasila

pada diri peserta didik dilatar belakangi olehkurangnya perhatian peserta didik

pada mata pelajaran PPKn. Sering terdengar dari pengakuan peserta didik bahwa

belajar PPKn itu tidak enak, mengantuk dan membosankan. Semua masalah yang

(18)

PPKn, peran guru PPKn yang dinilai belum maksimal dalam memberi pendidikan.

Hal inilah yang dapat memperlambat terbentuknya karakter tersebut.

Oleh karena itu peran guru PPKn sangat dibutuhkan guna untuk

menunjang kemajuan pendidikan yang lebih baik lagi. Guru PPKn memiliki peran

yang sangat signifikan, karena guru PPKn merupakan guru mata pelajaran yang

menghantarkan mata pelajaran tentang nilai-nilai Pancasila kepada anak didiknya

sehingga membutuhkan kepribadian dan mental yang baik, agar nantinya

pelajaran yang disampaikan tersebut dapat dicerna, diterima dan diamalkan oleh

peserta didik. Melalui pendidikan, guru, dan mata pelajaran PPKn merupakan satu

kesatuan yang memilki peran penting dalam pembentukkan karakter bagi para

peserta didik. Sehingga nantinya peserta didik bisa menjadi lebih baik kedepannya

dan berprilaku sesuai dengan nilai Pancasila. Hal inilah yang diharapkan oleh

setiap pendidik dalam memberikan ilmu kepada semua anak didiknya.

Dari uraian permasalahan diatas, penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian dengan judul “Peran Guru PPKn dalam Pembentukan Karakter Siswa

yang Sesuai dengan Nilai Pancasila di SMP Negeri 3 Galang”

B.Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang, penulis dapat mengidentifikasi masalah dalam

penelitian ini sebagai berikut:

1. Peran guru mata pelajaran PPKn sebagai pendidik belum maksimal

2. Kurangnya kedisiplinan belajar para siswa

(19)

4. Rendahnya karakter siswa

5. Kurangnya perhatian siswa pada mata pelajaran PPKn

6. Belum terlaksananya pengamalan nilai-nilai Pancasila pada diri siswa

C.Pembatasan Masalah

Dari identifikasi masalah diatas, maka pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut “Peran Guru Mata Pelajaran PPKn sebagai

pendidik dalam pembentukan karakter di SMP Negeri 3 Galang”.

D. Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan kelanjutan dari uraian terdahulu. Dalam perumusan masalah penulis membuat rumusan spesifikasi terhadap hakikat masalah yang diteliti. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana peran guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai pendidik dalam pembentukan karakter di SMP Negeri 3 Galang ?

E.Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui maksud dari suatu penelitian maka perlu adanya tujuan penelitian. Dalam menetapkan tujuan penelitian merupakan hal yang sangat penting, karena setiap penelitian yang dilakukan harus mempunyai tujuan tertentu, dengan pedoman dan tujuannya. Akan lebih mudah mencapai sasaran yang diharapkan, berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang dilihat dari tercapai atau tidaknya tujuan yang ditetapkan lebih dahulu.Maka yang menjadi tujuan

pelaksanaan penelitian ini adalah untuk “Mengetahui peran guru mata pelajaran

(20)

F. Manfaat Penelitian

Tidak ada penelitian yang tidak memiliki manfaat. Penelitian yang baik, harus dapat dimanfaatkan. Inilah sikap pragmatis dari penelitian. Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk menambah pengetahuan penulis mengenai pentingnya peran guru PPKn dalam proses pembentukan karakter siswa.

2. Sebagai bahan masukan bagi setiap guru khususnya guru PPKn dalam menjalankan tugsanya sebagai seorang guru. Agar siswa memiliki karakter yang sesuai dengan nilai Pancasila sejalan dengan mata pelajaran PPKn yang diajarkan.

3. Bagi sekolah, mampu melahirkan siswa-siswi yang aktif dan kreatif.

(21)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa guru PPKn berperan

dalam pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di

SMP Negeri 3 Galang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya contoh dan usaha

yang diterapkan oleh guru PPKn terhadap siswa yaitu mengajarkan siswa untuk

mengamalkan nilai-nilai Pancasila seperti bersedekah kepada orang lain, bersikap

jujur, saling menghargai pendapat orang lain, menegur siswa yang kurang

disiplin, tidak mudah putus asa, selalu menajdi seorang yang kreatif, tidak

bergantung pada orang lain, musyawarah dalam mengambil keputusan.

Guru PPKn juga mendorong semangat kebangsaan, cinta tanah air,

menghargai prestasi, berteman kepada siapa saja tanpa harus memilih-milih, cinta

damai, bekerjasama antar pemeluk agama, menjalankan ibadah sesuai dengan

kepercayaan, tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain, tenggang rasa,

mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban, tidak semena-mena terhadap

orang lain, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara, membina sikap

persatuan antar siswa, Bhinneka Tunggal Ika, menerima dan melaksanakan hasil

musyawarah, mempertanggung jawabkan dari keputusan yang diambil, menjauhi

sikap pemerasan terhadap orang lain, suka memberi pertolongan kepada orang

(22)

B. Saran

1. Peran Guru PPKn dalam pembentukan karakter siswa yang sesuai

dengan nilai Pancasila di SMP Negri 3 Galang seharusnya lebih

ditingkatkan lagi agar nantinya dapat membentuk karakter para peserta

didik yang sesuai dengan nilai Pancasila.

2. Para peserta didik di SMP Negeri 3 Galang diharapkan lebih memiliki

kesadaran untuk mengamalkan nilai Pancasila agar terbentuk nilai-nilai

(23)

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku

Arikunto,Suharsani. 2013.”Prosedur penelitian” suatu pendekatan praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta

Djamarah, Syaiful Bahri.2010.”Guru dan Anak Didik dalam Interkasi Edikatif ArikuntoSuatu Pendekatan Teoritis Psikologi. Jakarta:Rineka Cipta

Ihsan, fuad. 2008. “ Dasar-dasar kependidikan”. Jakarta: PT Rineka Cipta

Kurniawan, syamsul. 2013.”Pendidkan karakter” Yogyakarta :AR- RUZZ Media

Lickona, Thomas. 2013. “educating for character: mendidik untuk membentuk karakter”. Yoyakarta: Graha Ilmu

Narmoatmojo, Winarno. 2015. “Pendidikan Kewarganegaraan untuk perguruan Tinggi. Yogyakarta:Ombak

Poerdawadarminta,W.J.S. 2007. “Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Mulyasa, E. 2014. “Manajemen pendidikan karakter”. Jakarta : Bumi Aksara

Pasaribu, payerli. 2015. “Pendidikan Kewarganegaraan : edisi revisi”. Medan :Unimed

Pelly,zainul. 2011. “Pendidikan Pancasila”. Medan: USU

Purwanto, Nanang. 2014. “pengantar pendidikan”. Yogyakarta : Graha Ilmu

Setiawan,Deny. 2014. “ Metedologi Penelitian”. Medan : Unimed

Setiawan,Deny. 2013. “Kapita selekta kewarganegaraan”. Medan : Unimed

Soekanto, soerjono. 2002. “ Teori Peranan”. Jakarta : Bumi Aksara

Syarbaini,syahria. 2001. “ Pendidikan Pancasila di perguruan Tinggi”. Jakarta : Ghalian Indonesia

Triyono. 2013. “Metodologi Penelitian Pendidikan”. Yogyakarta:Ombak

(24)

Winarno. 2008. “ Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan: Panduan kuliah di Perguruan Tinggi”. Jakarta:PT Bumi Aksara

Sumber Jurnal

Fadil dkk. 2013. ”Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Upaya Pembentukan Karakter Peserta Didik” dalam Jurnal PPKn UNJ Online Volume 1, Nomor 2, Tahun 2013. Jakarta : FIS Universitas Negeri

Jakarta.

Sumber Internet

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini adalah: (1) Penggunaan tanda baca titik dalam paragraf narasi siswa masih kurang tepat dan masih terdapat kesalahan dalam penggunaannya; (2) Penggunaan tanda

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perencanaan model pembelajaran kooperatif tutor sebaya pada mata pelajaran matematika siswa kelas V di SDN 3 Plosorejo

Setelah seluruh data terkumpul dan variasi-variasi bahada yang muncul telah dibuat dalam bentuk tabel variasi dan sudah dipetakan pada peta bahasa, selanjutnya

perpustakaan.uns.ac.id EVALUASI TARGET DAN REALISASI BPHTB DI DPPKA digilib.uns.ac.id SURAKARTA TERKAIT POTENSI TRANSAKSI..

Menurut UU No 20 tahun 2008, entitas kecil dan menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha

Ketika sedang mengerjakan tugas bersama yang harus selesai pada hari itu, seorang teman akan meninggalkan terlebih dahulu, maka saya:D. Memaksa untuk

Priyono, M.Si, sebagai pihak yang turut membantu penelitian tugas akhir ini dan selalu memberikan masukan kepada penulis. Sulardjaka, ST, MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin

Fortifikasi dengan tepung kedelai yang dilakukan pada gaplek serta adanya proses fermentasi dapat meningkatkan kadar serta memperkaya jenis asam amino seperti