• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Yuridis Penegakan Hukum Atas Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) Dalam Hubungannya Dengan Penegakan Kode Etik Notaris

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Yuridis Penegakan Hukum Atas Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) Dalam Hubungannya Dengan Penegakan Kode Etik Notaris"

Copied!
137
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menggantikan kewenangan dari Majelis Pengawas Daerah Notaris tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris Pasal 66 A ayat (1)

Sanksi administratif yang diberikan kepada Notaris yang melanggar oleh Majelis Pengawas Wilayah berbentuk peringatan lisan dan peringatan tertulis harus memakai dasar-dasar yang

Akta notaris wajib dibuat dalam bentuk yang sudah ditentukan undang- undang (UUJN).. Akta notaris dibuat karena ada permintaan para pihak dan bukan keinginan notaris. Meskipun

Dewan Kehormatan Notaris dan Majelis Pengawas Notaris yang mana di sini berdasarkan Pasal 6 ayat (8) Perubahan Kode Etik Notaris Kongres Luar Biasa Ikatan

Perubahan terhadap pasal 20 UUJN tersebut dari perserikatan perdata (UUJN No. 2 Tahun 2014) mengartikan bahwa seorang Notaris dapat bergabung dengan Notaris lain

Ketidakpastian hukum yang terdapat di UUJN dalam hal penentuan sanksi oleh Majelis Pengawas disertai dengan kewenangan yang diberikan oleh UUJN kepada MPW sebagai

Pasal 15 ayat 1 UUJN dengan tegas telah menyatakan, bahwa Notaris berwenang untuk membuat akta otentik mengenai semua perbuatan, perjanjian, dan ketetapan yang

2014.Dalam ketentuan UUJN, terdapat banyak perubahan mengenai Kewenangan Majelis Pengawas Daerah dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadapNotaris.Tugas Majelis Pengawas Daerah