59
?,http://www.zahroel.co.cc/2008/12/perawatan-hadware-dan-software.html, download tanggal 20 Juli 2011
www.scribd.com/doc/52427387/78/Contoh-form-pemeliharaan-radio-voice, download tanggal 18 juli 2011
Sumber Lain :
1 1.1Latar Belakang
Dalam era pembangunan nasional dewasa ini, perkembangan organisasi-organisasi pada umumnya ditandai dengan mengingkatnya jumlah aktivitas dan juga kemajuan teknologi yang semakin maju dari waktu ke waktu, baik yang bergerak di bidang jasa maupun bidang produksi. Lingkungan bisnis di Negara kita telah semakin berubah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk demikian pula dengan pola perekonomiannya, yaitu Negara yang di kenal dengan sebutan Negara agraris mulai berubah menuju era industri dan bisnis baik dalam skala nasional maupun internasional.
di dukung oleh sarana dan prasarana yang up to date dan juga harus di dukung oleh kinerja organisasi atau perusahaan dengan sistem yang baik dan teratur.
Didalam fungsi pemeliharaan hardware dan software yang harus di perhatikan adalah pemeriksaan yang rutin sesuai masa berlaku dari hardware tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut bagaimana mengelola pemeliharaan hardware mulai dari awal hingga akhir, maka penulis mengambil judul : “ANALISIS PEMELIHARAAN HARDWARE PADA PT.PLN (Persero) DISTRIBUSI JAWA BARAT DAN BANTEN “.(Tetapi dalam pembahasan kali ini penulis hanlya membahas tentang pemeliharaan hardware karena dinilai cukup umum).
1.2Identifikasi Masalah
1. Proses pemelihran yang tidak sesuai dengan jadwal dan sering kali tidak sesuai dengan proses pemeliharan yang semestinya
2. Kantor pusat tidak mengetahui peralatan kondisi fisik disetiap unit
3. Kantor puast tidak mengetahui bagaimana mereka melakukan pemeliharan hardware pada setiap unit nya
4. Sulitnya megecek peralatan pada setiap unit. 1.3Tujuan Penelitian
Tujuan penelitain ini adalah sesuai dengan yang telah dijelaskan dalam identifikasi masalah yaitu :
1.4Kegunaan Penelitian
Dari penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat yang baik secara langsung maupun tidak langsung bagi :
1. Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi yang dapat digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi perusahaan dalam pelaksanaan pemeliharaan hadware yang dilakukan oleh perusahaan tempat penelitian ini dilakukan, dan bila perlu dijadikan sumber pemikiran untuk penyempurnaan di masa yang akan datang. 2. Mahasiswa dan pihak lain, khususnya di lingkungan Perguruan
Tinggai Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan dapat juga menjadi referensi serta bahan untuk penelitian selanjutnya.
3. Penulis
Merupakan pengalaman yang sangat berharga dan bermanfaat dalam mengembangkan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah selama ini
1.5Metode Penelitian
Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode Deskriptif naratif adapun dalam pengumpulan data yang di gunakan penulis dalam penelitian ini adalah :
Data yang diperoleh dari buku-buku catatan kuliah serta buku-buku lain yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas.
b. Penelitian Lapangan (Field Research)
Perolehan data dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan yaitu pada PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten yang menjadi objek penulisan laporan .
Dalam penelitian lapangan penulis melakukan : a. Observasi
Penulis mengadakan pengamatan serta pencatatan terhadap objek yang diteliti dengan melakukan penelitian pada PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
b. Interview
Penulis mengadakan tanya jawab secara langsung kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai data yang berhubungan dengan judul laporan yang penulis pilih.
1.6Lokasi Penelitian
Tabel 1.1.
Jadwal Kegiatan Kerja Praktek
No Nama Kegiatan
Juli Agustus
1 2 3 4 1 2 3 4
1
Mengidentifikasi Kebutuhan pemakai
a. Pengumpulan Data
b. Analisis Sistem
2
Pengembangan
6
2.1Analisis Sistem Informasi
Objek analisis kebutuhan pendukung keputusan adalah pemahaman
secara detail terhadap kebutuhan informasi untuk membuat keputusan analisis ini
untuk menentukan formulasi strategi yang akan digunakan pada database laporan.
Hasil dari analilisis kebutuhan pendukung keputusan digunakan sebagai
acuan untuk pembuatan laporan data biasanya dibuat dalam bentuk
laporan-laporan. Agar laporan dapat digunakan secara maksimal perlu dilakukan
vertifikasi batasan sumber data yang digunakan sebagai input.
Audit sistem sumber pendukung keputusan adalah kegiatan survei trehadap
seluruh system informasi, termasuk yang terjadi sekarang maupun sumber data
yang potensial bagi pembuatan laporan-laporan. Fungsinya untuk melakukan
identifikasi dan inventarisasi secara lengkap terhadap sumber-sumber data (dapat
secara internal dan eksternal) secara keseluruhan.
2.1.1 Pengertian Analisis
Definisi analisis dari Roger S.pressman dalam buku software engineering
(2001:272) adalah sebagai berikut :
“analisis requirement adalah sebuah peruses yang terbagi ke dalam lima
dan review yang bertujuan untuk memberikan gambarantentang model data fungsi
dan sifat yang dimiliki oleh perangkat lunak.
2.1.2 Pengertian Sistem
“Sistem ialah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk
mencapai suatu tujuan tertentu”. (yogianto,1)
Sedangkan menurut Burd and Strater, ”Sistem dapat dirumuskan sebagai
setiap kumpulan bagian-bagian atau subsistem-subsistem yang disatukan dan
dirancang untuk mencapai suatu tujuan”.
Setelah memperhatikan beberapa teori mengenai sistem diatas, maka dapat
diperoleh kesimpulan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang
berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
2.1.3 Pengertian Informasi
“Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna
dan berarti bagi yang menerimanya”(yogianto,8).
Sedangkan menurut Goordon B.Davis,”informasi ialah data yang telah
diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai
yang nyata atau dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan sekarang atau yang
Dari beberapa teori diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah
sekumpulan data yang telah mengalami proses pengolahan sehingga menjadi
bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya.
2.1.4 Pengertian Analisis Sistem
Analisis sistem ialah penguraian dari sustu system informasi yang utuh ke
dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan
dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan. Kesempatan-kesempatan,
hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan,
sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
Sedangkan menurut Rilley M..J., “Analisis sistem merupakan suatu
metedologi untuk menciptakan dan merancang atau membentuk sistem yang dapat
diaplikasikan dari metode-metode ilmiah terhadap sistem-sistem.”
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis sistem
merupakan penelahaan terhadap sistem yang berjalan untuk dilihat efektif dan
efisiennya suatu sistem.
2.1.5 Rekayasa perangkat lunak
Rekayasa Perangkat Lunak pada prinsipnya menekankan pada
tahapan-tahapan pengembangan suatu perangkat lunak yakni : Analisis, Desain,
Implementasi, Testing dan Maintenance. Pada tahap yang lebih luas Rekayasa
Lunak itu sendiri dengan tetap memperhatikan tahapan-tahapan pengembangan
sebelumnya.
Dalam pengembangannya perangkat lunak memiliki berbagai model yaitu
model water fall ('model konvensional' sebagai model terdahulu yang
dikembangkan dan karena model water fall nyaris sama dengan siklus hidup
pengembangan sistem), model prototype ('model yang disukai oleh user dan
pengembang), model sequensial linear, model RAD 'rapid aplikation model',
model 'formal method' atau 'metode formal' disini sebelum diadakannya
implementasi terlebih dahulu rancangan model yang dibuat diverifikasi terlebih
dahulu sehingga tidak ada lagi kesalahan - kesalahan pada saat implementasi.
2.1.6 Rekayasa komputer
Rekayasa Komputer adalah ilmu yang mempelajari analisa, desain, dan
konstruksi dari perangkat keras komputer. Ilmu yang mempelajari segala aspek
pembuatan, konstruksi, pemeliharaan perangkat lunak.
2.1.7 Pengertian Hardware (perangkat keras) Komputer
Pengertian dari hardware atau dalam bahasa indonesia-nya disebut juga
dengan nama “perangkat keras” adalah salah satu komponen dari sebuah
komputer yang sifat alat nya bisa dilihat dan diraba secara langsung atau yang
berbentuk nyata, yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi.
Hardware dapat bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan ada
padanya, atau yang juga disebut dengan dengan istilah instruction set. Dengan
tersebut dapat melakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi
perintah.
Secara fisik, Komputer terdiri dari beberapa komponen yang merupakan
suatu sistem. Sistem adalah komponen-komponen yang saling bekerja sama
membentuk suatu kesatuan. Apabila salah satu komponen tidak berfungsi, akan
mengakibatkan tidak berfungsinya proses-proses yang ada komputer dengan baik.
Komponen komputer ini termasuk dalam kategori elemen perangkat keras
(hardware). Berdasarkan fungsinya, perangkat keras komputer dibagi menjadi :
1. input divice (unit masukan)
2. Process device (unit Pemrosesan)
3. Output device (unit keluaran)
4. Backing Storage ( unit penyimpanan)
5. Periferal ( unit tambahan)
Komponen dasar pada komputer terdiri dari input, process, output dan
storage. Input device terdiri dari keyboard dan mouse, Process device adalah
microprocessor (ALU, Internal Communication, Registers dan control section),
Output device terdiri dari monitor dan printer, Storage external memory terdiri
dari harddisk, Floppy drive, CD ROM, Magnetic tape. Storage internal memory
terdiri dari RAM dan ROM. Sedangkan komponen Periferal Device merupakan
sebelumnya. Komponen Periferal ini contohnya : TV Tuner Card, Modem,
Capture Card.
Unit Masukan ( Input Device )
Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar ke
dalam suatu memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi
yang diperlukan. Input devices atau unit masukan yang umumnya digunakan
personal computer (PC) adalah keyboard dan mouse, keyboard dan mouse adalah
unit yang menghubungkan user (pengguna) dengan komputer. Selain itu terdapat
joystick, yang biasa digunakan untuk bermain games atau permainan dengan
komputer. Kemudian scanner, untuk mengambil gambar sebagai gambar digital
yang nantinya dapat dimanipulasi. Touch panel, dengan menggunakan sentuhan
jari user dapat melakukan suatu proses akses file. Microphone, untuk merekam
suara ke dalam komputer.
Data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer dapat berbentuk signal
input dan maintenance input. Signal input berbentuk data yang dimasukkan ke
dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berbentuk program yang
digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Jadi Input device selain
digunakan untuk memasukkan data dapat pula digunakan untuk memasukkan
program. Berdasarkan sifatnya, peralatan input dapat digolongkan menjadi dua
a. Peratalan input langsung, yaitu input yang dimasukkan langsung diproses
oleh alat pemroses. Contohnya : keyboard, mouse, touch screen, light pen,
digitizer graphics tablet, scanner.
b. Peralatan input tidak langsung, input yang melalui media tertentu sebelum
suatu input diproses oleh alat pemroses. Contohnya : punched card, disket,
harddisk.
2.2 Pengertian Jaringan
Teori yang dipakai sebagai landasan dalam menyusun laporan hasil survey
lapangan ini adalah teori Jaringan Komputer. Jaringan komputer adalah sebuah
sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja
bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan
komputer adalah:
1) Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer,
CPU, memori, harddisk
2) Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging,
chatting
3) Akses informasi: contohnya web browsing
Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan
komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta
layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan
(server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada
Klasifikasi Berdasarkan skala :
1) Local Area Network (LAN)
Jaringan LAN adalah jaringan yang menghubungkan beberapa komputer
dalam suatu lokal area (biasanya dalam satu gedung atau antar gedung). LAN
digunakan didalam rumah, perkantoran, perindustrian, universitas atau akademik,
rumah sakit dan daerah yang sejenis. LAN mempunya ukuran yang terbatas, yang
berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat
diketahui sebelumnya.
Dengan mengetahui keterbatasannya, menyebabkan adanya kemungkinan
untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memerlukan manajemen
jaringan. Bentuk jaringan LAN dapat dilihat seperti tampak pada gambar II.2
dibawah ini :
LAN seringkali menggunakan tehnologi transmisi kabel tunggal. LAN
tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (Mega Bits per
detik) dengan delay rendah (puluhan micro second) dan mempunyai faktor
kesalahan yang kecil, LAN-LAN modem dapat beroperasi pada kecepatan yang
lebih tinggi, sampai ratusan megabit per detik.
Sistem LAN yang sering digunakan adalah system Ethernet yang
dikembangkan oleh perusahaan Xerox. Penggunaan titik koneksi Intermediate
(seperti Repeater, Bridge, dan Switch) memungkinkan LAN terkoneksi
membentuk jaringan yang lebih luas. LAN juga dapat terkoneksi ke WAN (Wide
Area Network), atau MAN (Metropolitan Area Network) lain dengan
menggunakan Router.
Secara garis besar, LAN adalah sebuah jaringan komunikasi antar komputer yang:
a. Bersifat Lokal.
b. Di kontrol oleh suatu kekuasaan Administrative.
c. Pengguna dalam sebuah LAN dianggap dapat dipercaya.
d. Biasanya mempunyai kecepatan yang tinggi dan data dalam semua
komputer selalu di sharing.
Dan keuntungan menggunakan LAN adalah :
a. Akses data antar komputer berlangsung secara cepat dan mudah.
b. Dapat menghubungkan banyak komputer.
d. Backup data berlangsung lebih mudah dan cepat.
2) Metropolitant Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN
yang berukuran yang lebih besar dan biasanya memakai tehnologi yang sama
dengan LAN. MAN merupakan pilihan untuk membangun jaringan komputer
antar kantor dalam suatu kota. MAN dapat mencakup perusahaan yang memiliki
kantor-kantor yang letaknya sangat berdekatan dan MAN mampu menunjang data
dan suara, bahkan bias disambungkan dengan jaringan televise kabel. Jaringan ini
memiliki jarak dengan radius 10-50 km. didalam jaringan MAN hanya memiliki
satu atau dua buah kabel yang fungsinya untuk mengatur paket data melalui kabel
output. Bentuk Jaringan MAN seperti tampak pada gambar II.3 dibawah ini :
Namun ada alasan utama untuk memisahkan MAN sebagai sebagai
kategori khusus adalah telah ditentukannya standar untuk MAN. Dan standar ini
sekarang sedang diimplementasikan. Standar tersebut disebut DQDB (Distributed
Queue Dual Bus) atau 802.6 menurut standar IEEE.DQDB terdiri dari dua buah
kabel Unidirectional dimana semua komputer dihubungkan.
Berdasarkan fungsi : Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang
berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki
komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai
client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai
server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan
komputer:
1) Client-server, yaitu jaringan komputer dengan komputer yang
didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan
oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti
www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa
juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya
adalah server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi
service yaitu mail server, web server, file server, database server dan
lainnya.
2) Peer-to-peer, yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi
server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file
sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada
terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari
B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada
C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A
memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua
fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini
dinamakan peer to peer.
Berdasarkan topologi jaringan: Berdasarkan [topologi jaringan], jaringan
komputer dapat dibedakan atas:
1) Topologi bus
2) Topologi bintang
3) Topologi cincin
4) Topologi mesh
5) Topologi pohon
58
Berdasarkan penelitian yang kami lakukan pada di PLN (Persero)
Distribusi Jawa Barat dan Banten , maka kami akan dapat mengambil
kesimpulan sebagai berikut :
1. Sistem Pemeliharan yang belum berjalan dengan baik.
2. Masih ada bagian pemelihran yang membingungkan untuk setiap
karyawan.
3. Pemeliharan hanya sebatas pengecekan saja.
4. Pemeliharan yang disesuai waktu menyebabkan cost yang banyak.
4.2 Saran
1. Pemeliharan penanganan hardaware sekiranya harus mengetahi waktu
dan kapan untuk memperbaiki nya
2. Pemeliharan instalasi ditugaskan kepada orang – orang yang mengetahui
39 Lingkup operasi dan pemeliharaan
Lingkup operasi dan pemeliharaan dibagi berdasarkan peralatan-peralatan
sebagai berikut:
4.1 Peralatan server
Peralatan master station antara lain yaitu:
a. Server
b. Workstation
c. Monitor
d. Printer
e. Layar tayang
f. Switch
g. Router
h. Local area network
i. Storage.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengoperasian dan pemeliharaan
peralatan dimaster station adalah sebagai berikut :
a. Ketrampilan dasar yang harus dimiliki oleh SDM pengelola master station
minimal memiliki pengetahuan mengenai perangkat keras komputer,
sistem operasi, sistem jaringan komputer, software hardware dan aplikasi
b. Pengetahuan mengenai prinsip kerja masing-masing peripheral;
c. Kelengkapan dokumen prosedur pengoperasian;
d. Klasifikasi hak akses yang bisa diperoleh pihak-pihak yang
mengoperasikan aplikasidi master station;
e. Kelengkapan dokumen wiring instalasi;
f. Ijin kerja pengoperasian;
g. Kelengkapan peralatan kerja (tools);
h. Seminimal mungkin tidak mengganggu sistem;
i. Pengetahuan mengenai keselamatan kerja.
4.1.1 Peralatan client server
Peralatan client server antara lain yaitu:
a. Gateway
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengoperasian dan pemeliharaan
peralatan diremote station adalah sebagai berikut :
a. Pengetahuan mengenai prinsip kerja masing-masing peralatan
teleinformasi datayang terpasang;
b. Ketrampilan dasar yang harus dimiliki oleh SDM pelaksana di
remote station minimalmengetahui teori rangkaian listrik,
elektronika dan komputer;
c. Tools dan komponen yang dapat dipergunakan untuk
mengoperasikan peralatan diremote station;
e. Software untuk diagnostik dan konfigurasi remote station;
f. Kelengkapan dokumen prosedur pengoperasian;
g. Kelengkapan dokumen wiring instalasi;
h. Ijin kerja dari pihak yang terkait;
i. Pengetahuan mengenai peralatan tenaga listrik;
j. Pengetahuan mengenai rangkaian proses;
k. Pengetahuan mengenai keselamatan kerja.
4.2 Tujuan pemeliharaan
Pemeliharaan adalah suatu pengawasan atau kegiatan yang dilakukan terhadap
peralatan agar peralatan tersebut dapat beroperasi dengan normal, optimal, andal
dan memenuhi standar kinerja. Dalam hal ini kegiatan pemeliharaan yang
dimaksudkan adalah pemeliharaan peralatan Hardware. Tujuan dari pemeliharaan
ini adalah untuk menjamin kontinuitas operasional dan pengoptimalan peralatan
hardware antara lain:
a) Untuk meningkatkan reliability, availability dan efisiensi;
b) Untuk mempertahankan lifetime peralatan;
c) Untuk mengidentifikasi masalah dan mencegah masalah yang lebih besar
4.4 Pedoman pemeliharaan
Untuk menunjang tujuan pemeliharaan yang telah disebutkan sebelumnya,
perlu dibuat pedoman pemeliharaan. Pedoman pemeliharaan meliputi:
b. Jadwal pemeliharaan;
c. Dokumen pemeliharaan dan gambar kerja.
Instalasi hardware secara berkala perlu untuk dipelihara atau diperbaiki untuk
mempertahankan unjuk kerja alat agar tetap melaksanakan fungsinya secara baik.
Pelaksanaan pemeliharaan/perbaikan instalasi hardware tidak terlepas dari
kemungkinan adanya pelepasan beban distribusi, transmisi atau pembangkit
beserta konsekuensinya. Prosedur kerja pemeliharaan hardware perlu disusun
sebagai pedoman untuk melaksanakan pemeliharaan/perbaikan instalasi hardware.
4.5 Jenis pemeliharaan
Pemeliharaan dapat dibagi menjadi tiga jenis pemeliharaan, yaitu:
1. Pemeliharaan preventive
Pemeliharaan preventive dilaksanakan untuk mencegah terjadinya
kerusakan peralatan secara tiba-tiba dan juga dapat mempertahankan unjuk
kerja yang optimum sesuai unsur teknisnya. Kegiatan ini dilaksanakan
secara berkala dengan berpedoman kepada:Instruction Manual dari Pabrik,
Standard yang ada (IEC, IEEE, dll) dan pengalaman operasi di lapangan.
Pemeliharaan ini disebut juga dengan pemeliharaan berdasarkan waktu
(Time Base Maintenance).
2. Pemeliharaan predictive
Pemeliharaan predictive dilaksanakan dengan mengacu pada
kondisi-kondisi tertentu.Kondisi tertentu yang dimaksud adalah
disebut juga dengan pemeliharaan berdasarkan kondisi(Condition Base
Maintenance).
3. Pemeliharaan corrective
Pemeliharaan corrective dilaksanakan setelah terjadi kerusakan atau
pemeliharaan yang sifatnya darurat.
4. Jadwal pemeliharaan
Masing-masing peralatan mempunyai periode pemeliharaan yang telah
ditentukan seperti dapat dilihat pada tabel berikut:
Jadwal Pemeliharaan Peralatan
No Kegiatan
Jenis Pemeliharaan
Periode
Pemeliharaan Pelaksanaan
Peralatan Kerja P re ve n ti ve P re d ic ti ve C o rr ec ti ve 1 b u la n 6 b u la n 1 t a h u n 2 t a h u n B il a d ip e rl u k a n K o n d . P er a la ta n R eg u /U n it (o rg ) 1. Master Station
P ON 1 Dengan
software dan media storage
1.1 Server P * ON 3 Vacuum
cleaner/kuas 1.1. 1 Backup dan restore Image
P * BP ON 1 Dengan
software dan media storage 1.1. 2 Membersih kan Parts
P OFF 1 Dengan
software dan media storage 1.1. 3 Backup Database
P ON 2 Dengan
No Kegiatan
Jenis Pemeliharaa
n
Periode
Pemeliharaan Pelaksanaan
Ket P re ve n ti ve P re d ic ti ve C o rr ec ti ve 1 b u la n 6 b u la n 1 t a h u n 2 t a h u n B il a d ip er lu k a n K o n d . P e ra la ta n R e g u /U n it (o rg ) 1.1. 4 Database Administrati on
P * ON 2 Dengan
software dan media storage
1.2 Workstatio
n
P ON 1 Dengan
software dan media storage 1.2. 1 Backup Image Komputer Workstation
P * ON 1 Dengan
software dan media storage 1.2. 2 Membersih kan Parts
P * OFF 1 Vacuum
cleaner/kuas
1.3 Monitor P * OFF 1 Vacuum
cleaner/kuas
1.4 Printer P * OFF 1 Vacuum
cleaner/kuas
1.5 Static
Display
P * ON 1 Vacuum
cleaner/kuas
1.6 Global
Positioning System
P * ON 1 Vacuum
cleaner/kuas
1.7 Layar
Tayang
P * ON 1 Vacuum
cleaner/kuas
1.8 Switch P * ON 1 Vacuum
cleaner/kuas
1.9 Router P * ON 1 Vacuum
cleaner/kuas
2. Remote
Station
2.1 Gateway
2.1. 1 Membersih kan (untuk lokasi normal)
P * OFF 2 Vacuum
No Kegiatan
Jenis Pemeliharaa
n
Periode
Pemeliharaan Pelaksanaan
Ket P re ve n ti ve P re d ic ti ve C o rr ec ti ve 1 b u la n 6 b u la n 1 t a h u n 2 t a h u n B il a d ip er lu k a n K o n d . P er a la ta n R eg u /U n it (o r g ) 2.1. 2 Pemeriksaa n fisik
* ON 1 Visual
2.1. 3
Pemeriksaa n Fungsi
* ON 1 Dengan
software 2.2. 1 Membersih kan (untuk lokasi normal)
* ON 2 VacuumClea
ner/Kuas/Maj un 2.2. 2 Pemeriksaa n fungsi
* ON 1 Dengan
software 2.4.
1
Membersih kan card
* Vacuum
cleaner/ kuas 2.4. 2 Pemeriksaa n tegangan DC
* ON 2 AVO meter
2.5 Modem 2.5. 1 Pembersiha n Modem P 2.5. 2 Pemeriksaa n fungsi
* ON 1 Tool kit,
vacuum , kuas 2.6 Peralatan catu daya 2.6. 1
Genset P * ON 2 Vacum,
kuasAVO meter 2.6. 2 Automatic transfer switch
P * ON 2 Vacum,
kuasAVO meter 2.6. 3 Static transfer switch
P * ON 2 Vacum,
kuasAVO meter 2.6. 4 Uninterrupt able power supply
P * ON 2 Vacum,
kuasAVO meter 2.6.
5
Rectifier P * ON 2 Vacum,
No Kegiatan
Jenis Pemeliharaa
n
Periode
Pemeliharaan Pelaksanaan
Ket P re ve n ti ve P re d ic ti ve C o rr ec ti v e 1 b u la n 6 b u la n 1 t a h u n 2 t a h u n B il a d ip er lu k a n K o n d . P er a la ta n R eg u /U n i t (o r g ) 2.6. 6
Batere P * ON 2 Vacum,
kuasAVO meter,hydrom eter 2.6. 7 AC/DC distributin board
P * ON 2 Vacum, kuas
Tabel 4.1 Form Pemeliharaan per Periode
Penyampaian rencana kerja
Dalam pelaksanaan pemeliharaan, atasan pelaksana pemeliharaan harus
memberikan penyampaian rencana pemeliharaan kepada Bagian Operasi secara
tertulis. Sebelum melakukan pemeliharaan pelaksana pemeliharaan harus kembali
memberitahu ke Bagian Operasi yang bertugas saat itu.
Pemeliharaan atau perbaikan instalasi hardware dan telekomunikasi
Form ini digunakan untuk pengambilan data pada saat pekerjaan
pemeliharaan atau perbaikan berencana. Form pemeliharaan atau perbaikan
instalasi hardware dapat dilihat pada form pemeliharaan yang tersedia.
Alat pengoperasian dan pemeliharaan
Tools berupa perangkat keras harus dilengkapi dengan mempertimbangkan
spesifikasi peralatan sistem hardware yang terpasang sehingga mampu digunakan
secara maksimal. Tools bisa terdiri dari beragam macam dan tipe disesuaikan
4.5 Pedoman target kinerja
Guna memberikan acuan dalam melaksanakan pengusahaan sistem
hardware maka perlu dirumuskan perhitungan kemampuan atau key performance
indicator (KPI) bagi setiap unit pelaksana. Acuan ini diberikan agar diperoleh
kesamaan visi dalam menuju availabilitas sistem hardware yang diinginkan.
Target kinerja yang disepakati dan harus dilaporkan dibagi menjadi 2 (dua)
kelompok yaitu:
a. Target kinerja pengusahaan;
b. Target completeness sistem.
Target kinerja pengusahaan
Perhitungan target kinerja pengusahaan harus menggambarkan kinerja
yang dicapai dan dapat dijadikan dasar untuk pemeliharaan dan pengembangan
yang mempertimbangkan batasan kemampuan peralatan.
Gangguan-gangguan yang bisa terjadi antara lain :
Gangguan server
Yang dikategorikan gangguan remote control antara lain:
a. Address tidak sesuai;
b. Response time terlewati.
1. Gangguan server
A. Gangguan komputer server
Yang dikategorikan gangguan komputer server antara lain:
a. Server shutdown;
c. Tidak bisa switch over (antara main dan backup).
B. Gangguan komputer workstation
Yang dikategorikan gangguan komputer workstation antara lain:
a. Workstation shutdown;
b. Workstation dan aplikasi tidak berfungsi.
C. Gangguan peripheral
Yang dikategorikan gangguan peripheral antara lain:
a. Printer tidak bisa mencetak;
b. Layar tayang tidak berfungsi.
D. Gangguan UPS
Yang dikategorikan gangguan UPS antara lain:
a. Alarm rectifier;
b. Alarm inverter;
c. Supply daya hilang;
d. Penurunan kapasitas batere
2. Gangguan Telekomunikasi
A. Gangguan catu daya
Yang dikategorikan gangguan catu daya antara lain:
a. Alarm rectifier;
b. Tidak ada DC supply;
Dokumentasi Pemeliharaan
Dokumentasi pemeliharaan diperlukan sebagai bahan analisa unjuk kerja
peralatan, rekaman pemeliharaan yang telah dilakukan dan laporan kepada
manajemen.
1. Laporan pemeliharaan
Pemeliharaan yang telah dilakukan harus di dokumentasikan dan dibuat
laporannya sebagai pertanggung jawaban secara teknis kepada
manajemen. Laporan pemeliharaan mencakup data-data dan form-form
pemeliharaan yang telah diisi pada saat melakukan pemeliharaan.
2. Keselamatan Ketenagalistrikan (K2)
Keselamatan ketenagalistrikan mengacu kepada peraturan perundangan
yang berlakus eperti Peraturan Pemerintah (PP) nomor 03 Tahun 2005
Pasal 21 tentang keselamatan ketenagalistrikan atau penggantinya
dimana di PP tersebut dipersyaratkan bahwa setiapusaha penyediaan
tenaga listrik wajib memenuhi ketentuan mengenai keselamatan
ketenagalistrikan dan memiliki sertifikasi kompetensi sesuai dengan
perundang-undangan.
Keselamatan ketenagalistrikan meliputi:
a. Keselamatan kerja;
b. Keselamatan umum;
3. Keselamatan kerja
Perkembangan sistem ketenaga listrikan juga dapat menambah jumlah
dan ragam sumber bahaya di tempat kerja yang dapat mempengaruhi
kondisi lingkungan kerja, proses sertasifat pekerjaan, yang pada akhirnya
akan mendorong peningkatan jumlah kecelakaan kerja dan penyakit
akibat kerja.
Penyebab kecelakaan dapat terbagi menjadi empat (4)faktor yaitu:
a. Faktor lingkungan kerja. Misalnya pekerjaan perbaikan instalasi
sistem hardware dibawah penerangan yang kurang;
b. Faktor manusia. Misalnya bekerja tanpa memiliki ketrampilan yang
cukup;
c. Faktor manajemen. Prosedur kerja tidak memenuhi syarat K3
4. Pencegahan dan pengendalian bahaya
Usaha-usaha pencegahan dan pengendalian bahaya dapat dilakukan
dengan cara:
a. Komitmen manajemen dan keterlibatan pekerja;
b. Analisis resiko di tempat kerja;
c. Menetapkan prosedur kerja berdasarkan analisis, pekerja
memahami dan melaksanakannya;
d. Aturan dan prosedur kerja dipatuhi;
e. Pemeliharaan sebagai usaha preventif;
g. Pencatatan dan pelaporan kecelakaan;
h. Pemeriksaan kondisi lingkungan kerja;
i. Pemeriksaan tempat kerja secara berkala
Seperti pada Tabel 4.2 Form Pemeliharaan Server, Tabel 4.3 Form Pemeliharaan Remote Station (pada halaman lampiran).
Form Pemeliharaan Floppy Drive
Floopy drive atau disk drive merupakan komponen komputer yang
digunakan untuk penggerak floopy atau disket sebagai media penyimpan data.
Disk drive sangat mudah terkena debu atau kotoran yang terbawa oleh disket
sehingga dapat menganggu fungsionalitas disk drive. Gejala gejala yang muncul
akibat disk drive kotor adalah disket tidak dapat dibaca dan kadang-kadang error.
Cara untuk membersihkan disk drive cukup dengan disk cleaner.
Langkah-langkah pembersihannya adalah sebagai berikut:
a. Operasikan sistem komputer.
b. Masukkan disk cleaner yang telah diberi cairan pembersih ke drive A
c. Pilih drive A:\ sehingga komputer akan membaca drive A. Karena piringan
disket diganti dengan kertas tisu yang diberi cairan pembersih maka head
akan tersentuh oleh tisu tersebut sehingga akan membersihkan head dari
kotoran debu atau kotoran yang lain.
Seperti pada Tabel 4.4 Form Pemeliharaan Floppy Drive (pada halaman
Form Pemeliharaan CD / DVD ROM
CD-Rom dan DVD
CD-Rom atau CD-RW merupakan alat yang umum digunakan saat ini
untuk membaca dan menulis data ke CD. CD dan DVD merupakan komponen
yang sangat murah dibandingkan dengan data yang dapat disimpannya. Masalah
yang sering mengganggu pada CDRom dan CD-RW terletak pada optik atau
lensanya. Langkah yang digunakan untuk membersihkan optic atau lensa dari
debu atau kotoran lain adalah dengan menggunakan CD cleaner. Prinsip kerja dari
CD cleaner mirip dengan disk cleaner, hanya bentuknya saja yang berbeda.
Langkah-langkah pembersihannya adalah sebagai berikut :
a. Operasikan sistem komputer
b. Masukkan CD cleaner, CD cleaner akan berputar dan sikat atau sirip yang
melekat pada disk atau piringan akan menyikat optic atau lensa pada CD-Rom
atau CD-RW.
Seperti pada Tabel 4.5 Form Pemeliharaan CD / DVD ROM (pada halaman
lampiran).
Form Pemeliharaan Harddisk
Harddisk merupakan komponen yang penting dalam sebuah komputer,
karena sistem operasi dan semua program beserta data data tersimpan dalam
harddisk. Hard disk merupakan barang yang mudah rusak. Untuk melakukan
pemeliharaan dilakukan dari sisi hardware dan software.
Untuk pemeliharaan hard disk dari sisi hardware, perlu ditambahkan
direkomendasikan untuk hard disk dengan kecepatan 7200 rpm ke atas. Selain itu
perlu diperhatikan pengaturan kabel data agar sirkulasi udara dapat berjalan
lancar.
Untuk pemeliharaan dari sisi software, cukup dengan tool-tool yang telah
tersedia ketika menginstall sistem operasi. Tool tersebut meliputi scandisk, dan
disk defragmenter. Selain tool tersebut juga terdapat tool yang digunakan untuk
melakukan low-level format. Low level format digunakan untuk melakukan
konfigurasi ulang pada hard disk meliputi pengaturan head, cylender, dan sector.
Low level format merupakan format dari segi fisik. Untuk masing-masing merk
hard disk memiliki program tersendiri untuk low level format. Untuk merk
Seagete mengggunakan SGATFMT4, Quantum menggunkan zerrofill atau zdisk,
maxtor dengan mud dan untuk western digital dengan wd_diag.
Scandisk adalah tool yang digunakan untuk memeriksa struktur file sistem,
tabel lokasi file (file allocation table), dan dapat untuk mengetahui ada tidaknya
bad sector. Scandisk akan berjalan dengan otomatis setiap start jika komputer
tidak dimatikan dengan benar atau terjadi kegagalan listrik.
Disk defragmenter adalah tool yang digunakan untuk mengatur struktur
atau tata letak file sehingga akan mengurangi fragmentasi sebuah space hard disk.
Disk defragmenter perlu dilakukan secara berkala hal ini akan meningkatkan
performa sistem dan ruang hard disk. Berikut contoh hasil proses disk
defragmenter, dapat dilihat perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan disk
Seperti pada Tabel 4.6 Form Pemeliharaan Harddisk (pada halaman
lampiran).
Form Pemeliharaan Memory
RAM merupakan komponen primer dalam sebuah komputer. RAM
bertindak sebagai media penyimpan sementara pada sistem. Besar 25 kecil nya
kapasitas RAM tergantung dari kebutuhan sistem yang akan digunakan oleh
program. Semakin besar kapasitas RAM maka akan semakin cepat dan stabil
program tersebut dijalankan. RAM bermacam macam jenisnya diantaranya yang
masih beredar adalah sebagai berikut:
EDO RAM (banyak dijumpai pada komputer lama dan mulai jarang
ditemukan), SDRAM, DDR SDRAM, dan RDRAM. Antara jenis-jenis tersebut
berbeda bentuk fisik dan slot pad motherboard nya. RAM perlu dilakukan
pemeliharaan agar selalu bekerja dengan optimal.
Gangguan pada RAM terletak pada konektor atau kaki-kakinya, dimana
jika RAM sering dilepas dan tersentuh oleh tangan dapat menyebabkan korosi
bahkan RAM dapat rusak akibat listrik statis.
Untuk membersihkan RAM dari korosi akibat sentuhan tangan dapat
dilakukan dengan menggunakan cairan pembersih atau cukup dengan karet
penghapus dengan cara menggosokan pada kaki RAM. Selain itu juga perlu
diperhatikan pemasangan pada slot RAM, perlu dipastikan RAM tertancap dengan
sempurna karena jika tidak, maka selain RAM tidak terdeteksi oleh sistem juga
Seperti pada Tabel 4.7 Form Pemeliharaan Memory (pada halaman
lampiran).
Form Pemeliharaan PSU
Power supply merupakan jantung dari sebuah komputer, karena semua
sumber daya listrik dari komponen komputer disupply dari power supply. Power
supply berfungsi mengubah arus AC menjadi arus DC untuk didistribusikan ke
berbagai macam komponen pada komputer. Daya power supply berkisar 150 watt
sampai 350 watt.
Untuk daya 150 watt sudah jarang dijumpai karena hanya digunakan untuk
komputer yang sederhana tanpa banyak komponen tambahan. Sedangkan jika
dalam sebuah komputer yang memiliki beberapa banyak komponen misal:
CD-ROM, CDDVD, dan menggunakan banyak hard disk direkomendasikan
menggunakan power supply 400 watt atau lebih besar. Pemeliharaan yang perlu
dilakukan untuk merawat power supply adalah dengan memperhatikan kelancaran
fan pada power supply. Karena fan inilah yang mampu mengurangi panas pada
power supply. Selain itu perlu ditambahkan sebuah alat yang sering disebut
stabilizer tegangan, karena dengan alat ini akan meringankan kerja dari power
supply sehingga akan mengurangi panas yang dikeluarkan oleh power supply.
Form Pemeliharaan CPU (Central Processing Unit)
Komponen ini merupakan otak dari komputer, kecepatan dan kecerdasan
prosessor tergantung dari kecepatannya ( dalam satuan hz). Kecepatan prosesor
sangat berkembang dengan cepat sampai saat ini sudah mencapai 3.04 GHZ.
Prosessor memerlukan pendingin sangat ekstra. Pendingin prossessor
terdiri dari heatsink dan fan pendingin. Prosessor merupakan komponen yang
paling panas sehingga perlu dimonitor setiap saat. Untuk pemeliharaan pada
prosessor adalah dengan memperhatikan tata letak fan sehingga udara dapat
berputar dengan lancar. Kemudian
perlu dipilih fan prosessor dengan putaran yang tinggi ( minimal 5400 rpm) dan
juga perlu dipilih heatsink dengan bahan penghantar panas 29 Yang baik, seperti
tembaga dan aluminium. Jika sering melepas prosessor jangan lupa untuk selalu
mengoleskan silicon grease agar penghantaran panas lebih lancar.
Seperti pada Tabel 4.9 Form Pemeliharaan CPU (Central Processing Unit),
(pada halaman lampiran).
Form Pemeliharaan Motherboard
Motherboard merupakan tempat dari semua komponen computer
terpasang. Motherboard digunakan untuk menghubungkan antara komponen satu
dengan yang lain. Antara motherboard yang satu dengan yang lain berbeda
tergantung dari chipset yang digunakan dalam motherboard tersebut. Fitur yang
sangat beragam mulai dari soundcard onboard, LAN onboard, VGA
onboard dan masih banyak fitur yang lain. Semakin banyak fitur yang terdapat
dalam motherboard maka semakin banyak panas yang dihasilkan oleh
motherboard. Pemeliharaan yang dilakukan pada motherboard adalah dengan
menjaga suhu dari motherboard, yaitu dengan memperlancar sirkulasi udara pada
system. Karena motherboard tempat tersambungnya berbagai komponen maka
kabel-kabel yang tersambung perlu diikat dengan pengikat kabel, selain akan
menambah rapi juga akan membuat sirkulasi udara menjadi lancar. Untuk
gangguan dari debu dan sarang serangga cukup dibersihkan dengan kuas atau
penyedot debu mini dengan menyesuaikan ukuran sikat pada sudut yang sempit,
jangan sampai mengganggu komponen yang terpasang, seperti RAM dan
prosessor.
Seperti pada Tabel 4.10 Form Pemeliharaan Motherboard (pada halaman
lampiran).
Adapun form-form Pemeliharaan yang lainnya seperti:
Tabel 4.11 Form Pemeliharaan Monitor (pada halaman lampiran).
Tabel 4.12 Form Pemeliharaan Printer (pada halaman lampiran).
Tabel 4.12 Form Pemeliharaan Switch (pada halaman lampiran).