SKRIPSI
Diajukan untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana
Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia
ANDREAS SAPUTRA
10107242
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
iii
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, segala puji dan syukur penulis panjatkan
ke hadirat sang Maha Pintar Allah SWT, karena dengan izin-Nya dan setitik ilmu
pengetahuan yang dipinjamkan kepada mahluk-Nya, penulis dapat menyelesaikan
laporan tugas akhir ini.
Laporan tugas akhir/skripsi dengan judul “ PEMBANGUNAN
WEBSITE E-COMMERCE di SHOWROOM CARDINAL ” sebagai prasyarat utama untuk memenuhi syarat kelulusan program pendidikan strata 1 jurusan
Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer
Indonesia.
Penulis Menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini, masih banyak
kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik serta saran yang
membangun penulis harapkan untuk dijadikan masukan sehingga dapat
bermanfaat dan berguna di masa yang akan datang.
Dalam penulisan skripsi ini penulis banyak mendapat bantuan serta
dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Allah YME atas segala rahmat dan karuniaNya dan bimbinganNya,
sehingga dalam melakukan penelitian serta, penyusunan laporan tugas akhir
iv
telah membimbing selama penyusunan laporan tugas akhir ini.
4. Bapak Andry Eka Hendriana selaku pembimbing di showroom Cardinal
yang telah memberikan data-data penelitian yang dibutuhkan selama
mengadakan penelitian di showroom Cardinal.
5. Rully, Rudi, Robi, Reza, Opik, Dikdik dan seluruh teman yang telah
berjuang bersama, dan senantiasa berbagi ilmu, bantuan, serta informasi
selama masa pengerjaan tugas akhir.
6. Seluruh staff IF UNIKOM untuk bantuan administrasinya.
7. Terakhir kepada semua pihak yang telah membantu yang tidak bisa saya
sebutkan satu-persatu. Terimakasih.
Dalam pengerjaan laporan tugas akhir ini, tidak terlepas dari kekurangan,
oleh karena itu sangat diharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Bandung, 9 Agustus 2011
i
DI SHOWROOM CARDINAL
Oleh
ANDREAS SAPUTRA 10107242
Showroom Cardinal merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di
bidang penjualan barang-barang fashion. Dalam hal pemasaran barangnya
showroom Cardinal mengalami beberapa kendala diantaranya konsumen yang
berada diluar daerah sulit untuk melakukan transaksi penjualan. Tingginya persaingan bisnis yang mau tidak mau mengharuskan untuk melakukan
pembaharuan sistem agar tidak tertinggal dengan toko-toko fashion yang lain.
Oleh karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan dalam hal penyebarluasan
informasi mengenai barang yang ada di showroom Cardinal, dibutuhkan teknologi
dalam strategi pemasaran dan penjualan yaitu dengan mengimplementasikan
website e-commerce.
E-commerce merupakan salah satu pemanfaatan teknologi informasi
dibidang perdagangan. E-commerce atau electronic commerce dapat
diterjemahkan sebagai suatu transaksi jual beli yang dilakukan melalui media
elektronik. Penggunaan e-commerce ini sangat efektif karena dengan sistem ini
akses informasi pemasaran barang akan menjadi lebih cepat.
Berdasarkan hasil pengujian alpha dan beta, website e-commerce ini dapat
menjadi media baru yang mempermudah pelanggan untuk melakukan pembelian dan transaksi pembelian serta memenuhi kebutuhan ekonomi digital agar dapat tetap bertahan dalam persaingan bisnis.
ii
ABSTRACT
E-COMMERCE WEBSITE DEVELOPMENT OF CARDINAL SHOWROOM
By
ANDREAS SAPUTRA 10107242
Showroom Cardinal is a company engaged in the sale of fashion products. In terms of marketing the products showroom Cardinal having some problems among consumers who are outside of the area is difficult to make a transaction. The high business competition which inevitably require to reform the system so as not left behind with the other fashion store. Therefore, to solve problems in terms of dissemination of information about the products in the showroom Cardinal, the need for technology in marketing and sales strategy is to implement e-commerce website.
E-commerce is one of the utilization of information technology in the field of trade. E-commerce or electronic commerce can be translated as a sale and purchase transactions conducted through electronic media. The use of e-commerce is very effective because with this system access to marketing information products will be faster.
Based on the results of alpha and beta testing, e-commerce website can be a new media that facilitate costumers to make purchases and transaction as well as meet the needs of the digital economy in order to stay in business competition.
1
1. 1. Latar Belakang Masalah
Cardinal merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan
barang-barang fashion. Cardinal memiliki showroom untuk pemasaran
produk-produknya, showroom Cardinal yang salah satunya berlokasi di Bandung Indah
Plaza (BIP) menjual barang-barang fashion seperti baju polo, kemeja, jas, celana,
jaket dan dasi. Dalam proses penjualannya, showroom Cardinal menjual
produk-produknya langsung ke konsumen.
Bagi konsumen indonesia saat ini transaksi jarak jauh masih sangat jarang
dilakukan terlebih dikarenakan sedikitnya perusahaan yang telah
mengintegrasikan pembayaran dengan sistem penjualan perusahaan. Hal tersebut
berdampak pada sulitnya konsumen khususnya yang berada diluar daerah untuk
melakukan transaksi. Dalam mempromosikan produk-produknya showroom
Cardinal membutuhkan biaya yang tidak sedikit terlebih untuk melakukan
promosi ke daerah yang berlokasi cukup jauh dari showroom Cardinal. Hal
tersebut berdampak pada besarnya pengeluaran.
Di masa ekonomi digital ini konsumen merupakan penggerak dari semua
kegiatan ekonomi. Tuntutan ekonomi digital di era Networked Intelligence
mengakibatkan segala aktifitas manusia telah ditransformasikan ke dalam bentuk
digital. Salah satu bukti adalah semakin meningkatnya penggunaan internet di
kalangan masyarakat. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan yang bergerak
khususnya dalam pemasaran produk-produknya. Oleh karena itu kustomisasi
kebutuhan pelanggan di showroom Cardinal menjadi pilihan utama dalam strategi
bisnis untuk mengimbangi tingginya persaingan bisnis.
Saat ini dalam pemasarannya showroom Cardinal hanya melakukan
penjualan dan pemasaran secara langsung di showroom/store Cardinal sehingga
konsumen yang berlokasi cukup jauh dari showroom Cardinal sulit dalam
melakukan pembelian produk-produk yang ditawarkan. Berdasarkan uraian di
atas, maka dibuatlah judul pembangunan website e-comerce di showroom
cardinal.
1. 2. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latar belakang, maka
rumusan masalah dari tugas akhir ini adalah bagaimana membangun website
e-comerce di showroom Cardinal.
1. 3. Maksud dan Tujuan
Pada setiap penelitian tentunya mempunyai maksud dan tujuan yang jelas.
Maksud dan tujuan dilakukan pembangunan website e-commerce dijelaskan pada
sub bab 1.3.1 dan 1.3.2.
1.3.1. Maksud
Maksud dari pembuatan laporan skripsi ini adalah untuk membangun
website e-commerce di showroom Cardinal.
1.3.2. Tujuan
Tujuan yang akan dicapai dari pembangunan website e-commerce di
1. Mempermudah konsumen yang berada diluar daerah untuk melakukan
transaksi.
2. Mempermudah showroom Cardinal dalam mempromosikan produk-produk
kepada konsumendengan biaya yang tidak terlalu mahal tetapi memiliki pasar
yang lebih luas.
3. Memudahkan konsumen untuk melakukan pembelian barang tanpa harus
datang langsung ke tempatnya.
4. Memenuhi tuntutan ekonomi digital dalam penggunaan teknologi untuk
efektifitas dan efisiensi serta bertahan dalam persaingan bisnis.
1. 4. Batasan Masalah
Pembangunan website e-commerce di showroom Cardinal ini dibuat
beberapa batasan masalah. Adapun batasan masalahnya adalah :
1. website e-commerce yang dibangun dibagi menjadi dua yaitu front end dan
back end.
2. Produk yang dijual berupa fashion seperti baju polo, kemeja, jas, celana, jaket
dan dasi.
3. Produk yang dijual di kelompokan berdasarkan kategori seperti formal,
casual, denim, ladies dan sixty.
4. Data yang diolah adalah :
a. Data produk.
b. Data kategori dan/ sub kategori.
c. Data penjualan produk.
e. Data pembayaran produk.
f. Data pengiriman produk.
g. Data promo dan diskon produk.
5. Websitee-commerce yang dibangun mencakup proses sebagai berikut :
a. Pemasaran produk.
b. Pemesanan produk.
c. Penjualan produk.
d. Pembayaran produk.
e. Pengiriman produk.
f. Pengembalian produk(retur).
g. Pengiriman produk
h. Pembuatan laporan.
i. Update informasi kepada member.
6. Keluaran atau output yang dihasilkan adalah :
a. Informasi mengenai data produk.
b. Informasi mengenai data kategori dan/ sub kategori.
c. Informasi mengenai data penjualan.
d. Informasi mengenai data pemesanan produk.
e. Informasi mengenai data statistik penjualan dan member.
f. Informasi mengenai data promo dan diskon.
g. Laporan mengenai data stok produk.
7. Batas waktu pemesanan adalah 24 jam, dimulai saat pemesanan selesai
dilakukan. Setelah batas waktu pemesanan telah habis maka status pemesanan
akan menjadi kadaluarsa.
8. Batas waktu retur adalah 24 jam, dimulai saat pesanan sudah diterima oleh
pemesan.
9. Syarat-syarat produk yang dapat di retur adalah sebagai berikut:
a. Produk yang diterima tidak sesuai dengan produk yang dipesan.
b. Terdapat kerusakan/cacat pada produk yang diterima.
10.Stok akan berkurang pada saat pemesanan selesai dilakukan dan stok akan
ditambahkan kembali dari jumlah pemesanan apabila pesanan sudah berstatus
kadaluarsa.
11.Jumlah pemesanan produk yang dipesan dapat melibihi stok tersedia dengan
status pesanan menunggu konfirmasi stok.
12.Apabila terdapat lebih dari satu pemesanan dengan kesamaan produk yang
dipesan pada waktu yang hampir bersamaan dengan total jumlah pesanan
melebihi stok tersedia maka pembagian jumlah pesanan dilakukan dengan
membandingan waktu pemesanan. Untuk pemesanan yang jumlah pesanannya
tidak terpenuhi akan berstatus menunggu konfirmasi stok.
13.Waktu estimasi produksi untuk pemesanan yang melebihi stok akan dihitung
dengan cara membandingkan jumlah produksi produk perharinya dengan total
jumlah pesanan yang belum terpenuhi untuk produk yang akan diproduksi.
14.Produk terbaru ditampilkan berdasarkan tanggal pada saat produk
15.Produk diskon ditampilkan berdasarkan produk yang memiliki diskon dan
diurutkan dari diskon yang paling tinggi.
16.Produk terlaris ditampilkan dan diurutkan berdasarkan produk yang paling
banyak dibeli.
17.Kurs dolar diambil dari website bank mandiri sesuai permintaan dari pihak
showroom.
18.Pemberian komentar dan rating barang hanya bisa dilakukan oleh member
yang sudah terdaftar.
19.Perangkat lunak E-commerce showroom Cardinal ini berbasis Web dan
bersifat online.
20.Perangkat lunak ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan
MySQL sebagai DBMS.
21.Pemodelan analisis yang digunakan adalah pemodelan analisis terstruktur
dengan menggunakan alat bantu berupa Flowmap untuk menggambarkan
aliran data pada sistem yang sedang berjalan, Entity Relationship Diagram
(ERD) untuk memodelkan jaringan dari susunan data, dan Data Flow
Diagram (DFD) untuk menggambarkan diagram proses.
1. 5. Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah
metode analisis deskriptif yang terbagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
1. Tahap pengumpulan data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini
a. Studi Literatur
Studi literatur adalah teknik pengumpulan data dengan cara
mengumpulkan literatur, jurnal, browsing internet dan bacaan-bacaan yang
ada kaitannya dengan topik yang diambil juga mempelajari dokumentasi
dari instansi.
b. Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan penelitian
dan peninjauan langsung terhadap permasalahan yang diambil.
c. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya
jawab secara langsung yang ada kaitannya dengan topik yang diambil.
2. Tahap pembuatan perangkat lunak
Teknik analisis data dalam pembuatan perangkat lunak menggunakan
paradigma perangkat lunak secara waterfall seperti tercantum pada Gambar 1.1
yang meliputi beberapa proses diantaranya:
a. Requirement analysis and definition
Requirement analysis and definition merupakan layanan, batasan dan
tujuan dari sistem yang dibuat dengan mengkonsultasikannya bersama
para pengguna sistem. Hal tersebut didefinisikan secara detail dan
ditampilkan sebagai spesifikasi dari sistem.
b. System and software design
System and software design merupakan proses desain sistem yang
membangun arsitektur sistem keseluruhan. Desain software meliputi
identifikasi dan penjabaran abstrasi sistem software dasar dan
keterhubungannya.
c. Implementation and unit testing
Selama tahapan ini, desain software direlasikan sebagai sekumpulan
program atau unit program. Unit testing meliputi verifikasi bahwa setiap
unit telah memenuhi spesifikasinya.
d. Integration and system testing
Pada tahapan ini, unit-unit program individual digabungkan dan diujicoba
sebagai sebuah sistem lengkap untuk memastikan bahwa
kebutuhan-kebutuhan software telah terpenuhi. Setelah pengujian sistem software
disampaikan pada pelanggan.
e. Operation and maintenance
Biasanya tahapan ini merupakan tahapan terpanjang dalam lifecycle.
Sistem dipasang dan digunakan secara praktikal. Pemeliharaan meliputi
perbaikan kesalahan yang tidak diketahui pada tahapan sebelumnya,
memperbaiki implementasi unit sistem dan meningkatkan layanan sistem
Requirements definition
System and software design
Implementation and unit testing
Integr ation and system testing
Operation and maintenance
Gambar 1.1 Model Waterfall
1. 6. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan tugas akhir ini disusun untuk memberikan
gambaran umum tentang penelitian yang dilakukan. Adapun sistematika laporan
tugas akhir ini adalah :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menerangkan secara umum mengenai latar belakang
permasalahan, rumusan masalah, batasan masalah, maksud dan tujuan, serta
sistematika penulisan tugas akhir.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini akan membahas mengenai teori–teori yang berhubungan dengan
aplikasi yang akan dibangun. Selain berisi teori-teori yang berhubungan pada bab
ini akan membahas pula mengenai gambaran umum tentang lembaga pendidikan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
Bab ini menjelaskan tentang kebutuhan perangkat lunak yang digunakan,
analisis sistem, analisis masalah, analisis sistem yang sedang berjalan, analisis
kebutuhan non fungsional, perancangan sistem, dan perancangan antar muka. Hasil
dari analisis tersebut kemudian digunakan untuk melakukan perancangan
arsitektur perangkat lunak yang dibangun.
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM
Bab ini menjelaskan tentang penerapan aplikasi yang telah melewati
proses analisis dan perancangan. Implementasi perangkat lunak dilakukan
berdasarkan kebutuhan analisis dan perancangan perangkat lunak yang sudah
dilakukan. Dari hasil implementasi kemudian dilakukan pengujian perangkat
lunak agar perangkat lunak yang dibangun sesuai dengan analisis dan
perancangan yang telah dilakukan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi rangkuman dari hasil penelitian skripsi dan saran-saran yang
perlu diperhatikan bagi pengembangan perangkat lunak di masa yang akan
11
2. 1. Profil perusahaan
2.1.1. Sejarah Perusahaan
Cardinal merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan
barang-barang fashion. Dalam memasarkan produknya Cardinal memasukan
produknya ke showroom-showroom. Saat ini Cardinal memiliki 14 showroom dan
dalam waktu dekat ini Cardinal akan membangun 2 showroom yang rencananya
akan dibangun di kota Tangerang dan Medan.
Cardinal memiliki showroom untuk pemasaran produk-produknya, salah
satu showroom yang berdiri saat itu adalah showroom Cardinal yang berlokasi di
Bandung Indah Plaza (BIP), dimana di showroom ini menjual barang-barang
fashion seperti baju polo, kemeja, jas, celana, jaket dan dasi.
2.1.2. Struktur Organisasi Perusahaan
Pimpinan Perusahaan
2.1.3. Deskripsi Tugas
Urain tugas dari setiap bagian dalam struktur organisasi diatas adalah
sebagai berikut:
1. Pimpinan perusahaan
Mengawasi dan mengevaluasi setiap bagian yang ada supaya perusahaan
dapat berjalan sebagaimana mestinya.
2. Bagian gudang
Mengawasi setiap produk yang masuk dan keluar dan mengatur proses
produksi produk.
3. Bagian marketing
Mempromosikan perusahaan dan produk, baik di tempat penjualan
maupun diluar. Mengawasi setiap promosi yang dilakukan oleh perusahaan.
4. Bagian keuangan
Bertanggung jawab dalam masalah keuangan
2. 2. Landasan Teori
2.2.1. Data
Data adalah kumpulan dari fakta-fakta, kejadian-kejadian yang dapat
berupa simbol, angka, huruf, dan lain-lain yang berguna bagi suatu pengolahan
data atau sebagai masukan bagi suatu proses. Data yang disimpan
menggambarkan beberapa aspek dari suatu organisasi. Model data adalah
himpunan deksripsi data level tinggi yang dikonstruksi untuk menyembunyikan
didasarkan pada model data relasional, model data hirarkis, atau model data
jaringan [12].
2.2.1.1. Basis Data
Basis data adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu
file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan data untuk
menginformasikan satu perusahaan, instansi dalam batasan tertentu [3].
Menurut ABD[5] Basis data terdiri dari dua kata yaitu basis dan data.
Basis dapat diartikan sebagai gudang tempat berkumpul. Sedangkan data adalah
represebtasi fakta dunia nyata yang mewakili objek seperti manusia, barang,
hewan, peristiwa konsep, yang nyatakan dalam bentuk angka, huruf, simbol teks,
gambar, bunyi atau kombinasinya [6].
2.2.1.2. Bahasa dalam Basis Data
Adapun bahasa di dalam basis data, yaitu [2]:
1. DDL (Data Definition Language)
DDL adalah perintah – perintah yang biasa digunakan untuk administrator
basis data (DBA) untuk mendefinisikan skema ke DBMS. Skema adalah deskripsi
lengkap tentang medan, rekaman, dan hubungan data pada basis data. Tugas
utama skema adalah menjabarkan sturktur basis data kepada DBMS.
2. DML (Data Manipulation Language)
DML adalah perintah-perintah yang digunakan untuk mengubah,
memanipulasi, dan mengambil data pada basis data. Tindakan sepert menghapus,
mengubah, dan mengambil data menjadi bagian dari DML. DML pada dasarnya
a. Procedural, yang menuntut pengguna menentukan data apa saja yang
diperlukan dan bagaimana cara mendapatkannya.
b. Non-prosedural, yang menuntut pengguna menentukan data apa saja yang
diperlukan tetapi tidak perlu menyebutkan cara mendapatkannya.
2.2.1.3. Jenis-Jenis Kunci Basis Data
Adapun jenis-jenis kunci dalam basis data adalah sebagai berikut [3]:
1. Candidat key
Candidat key adalah satu attribute atau satu set minimal attribute yang
mengidentfikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dari entity.
2. Primary key
Primary key adalah suatu atributr atau satu set minimal attribute yang
tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian specific tapi juga dapat
mewakili setiap kejadian dari suatu entity.
3. Alternatif Key
Alternatif Key adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai primary
key. Kerap kali kunci alternatif dipakai sebagai kunci pengurut dalam laporan
misalnya.
4. Foreign Key
Foreign Key adalah satu atribute yang melengkapi satu relationship
(hubungan) yang menunjukan ke induknya. Kunci tamu ditempatkan pada entitas
anak dan sama dengan kunci primary induk direlasikan. Hubungan antara entitas
2.2.2. Sistem
Suatu sistem pada dasarnya merupakan suatu susunan yang teratur dari
kegiatan yang berhubungan satu sama lain dan prosedur-prosedur yang berkaitan
yang melaksanakan dan mempermudah pelaksanaan kegiatan utama dari suatu
organisasi.
Menurut Jogiyanto “Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur
yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu
kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu[4].”
Sistem itu sendiri mempunyai tujuan yang sama untuk menghasilkan
sesuatu yang lebih bermanfaat ada yang menyebut mencapai suatu tujuan dan ada
yang menyebutkan untuk mencapai sasaran. Jadi dapat disimpulkan pengertian
sistem adalah kumpulan dari berbagai macam elemen yang berbeda namun
mempunyai tujuan yang sama untuk mencapai sasaran atau objek. Bentuk umum
dari suatu sistem terdiri atas masukan, proses dan keluaran seperti terlihat pada
Gambar 2.2 dalam bentuk umum sistem ini bisa melakukan satu atau lebih
masukan yang akan diproses dan menghasilkan keluaran sesuai dengan rencana
yang telah ditentukan sebelumnya [12].
INPUT PROSES OUTPUT
Gambar 2.2 Bentuk Umum Sistem
2.2.3. Informasi
Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam
menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang berguna untuk
pengambilan keputusan. Sumber dari Informasi adalah data. Data adalah
kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan saat
tertentu. Informasi adalah data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang
lebih berarti bagi penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan
saat itu atau keputusan mendatang. Informasi yang bersumber dari proses data
harus merupakan informasi yang terstruktur. Informasi adalah data yang diolah
menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya [12].
Kualitas dari suatu informasi tergantung pada tiga hal pokok, yaitu [12]:
1. Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan,
dalam hal ini informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2. Tepat waktu
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi
yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan
suatu landasan dalam mengambil sebuah keputusan dimana bila pengambilan
keputusan terlambat maka akan berakibat fatal untuk organisasi.
3. Relevan
Informasi harus mempunyai manfaat untuk pemakainya, dimana relevansi
informasi untuk tiap-tiap individu berbeda tergantung pada yang menerima dan
2.2.4. Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan suatu sistem didalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,
bersifat manajerial dan kegiatan stategis dari suatu organisasi dan menyediakan
informasi untuk pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.
Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut:
“Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suau organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi yang mendukung operasi
bersifat manajerial dan kegiatan stategi-stategis dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan[4].”
Sistem informasi dalam sebuah sistem meliputi pemasukan data ( input )
kemudian diolah melalui suatu model dalam pemrosesan data, dan hasil informasi
akan ditangkap kembali sebagai suatu input dan seterusnya sehingga membentuk
siklus informasi yang dapat diperoleh dari sistem informasi sebagai sistem khusus
dalam organisasi untuk mengolah informasi tersebut [12].
2.2.4.1. Karakteristik Sistem Informasi
Ada beberapa karakter sistem informasi, yaitu:
1. Sistem informasi memiliki komponen berupa subsistem yang merupakan
elemen-elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi
tersebut misalnya bagian input, proses, output. Contoh: bagian input
adalah salesman memasukkan data penjualan bulan ini, maka di sana
hardware keyboard, dan menggunakan interface sebuah aplikasi laporan
penjualan yang sudah di sediakan oleh sistem informasi tersebut.
2. Ruang lingkup sistem informasi yaitu ruang lingkup yang ditentukan dari
awal pembuatan yang merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut,
sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem
informasi lainnya.
3. Tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan
dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah sistem
informasi berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut.
4. Lingkungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang
lingkup sistem informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal
ini turut dipertimbangkan pada saat perencanaan sistem informasi.
2.2.5. E-commerce
E-commerce berkaitan dengan kegiatan yang bersifat komersial di internet.
Contoh paling umum dari kegiatan e-commerce tentu saja adalah aktifitas
transaksi perdagangan melalui sarana internet. Dengan memanfaatkan
e-commerce, para penjual dapat menawarkan produknya secara lintas negara karena
sifat internet tidak mengenal batasan secara geografis. Transaksi dapat berjalan
secara real time dari sudut mana saja di dunia asalkan terhubung dalam jaringan
internet [5].
Umumnya tansaksi melalui sarana e-commerce dilakukan melalui sarana
situs web yang dalam hal ini berlaku sebagai semacam ajang pamer produk yang
produk lengkap dengan harganya. Berikutnya apabila calon pembeli tertarik, maka
ia dapat melakukan transaksi pembelian di situs tersebut dengan sarana kartu
kredit. Berbeda dengan transaksi kartu kredit pada umumnya yang menggunakan
peralatan khusus, transaksi kartu kredit di internet cukup dilakukan dengan
memasukan nomor kartu kredit beserta waktu kadaluarsanya pada formulir yang
disediakan [5].
Tahap selanjutnya, program di server e-commerce akan melakukan
verifikasi terhadap nomor kartu kredit yang diinputkan. Apabila nomor yang
diinputkan valid, maka transaksi dianggap sah dan barang yang dipesan akan
dikirim ke alamat pembeli. Tentu saja sebelumnya saat mengisi formulir
pemesanan, calon pembeli telah mengisikan alamat lengkap kemana barang yang
akan dibelinya harus dikirimkan. Harga barang yang dibeli kemudian akan
dimasukan dalam rekening tagihan dari kartu kredit yang digunakan [5].
2.2.5.1. Definisi E-commerce
E-commerce merupakan konsep baru yang bisa digambarkan sebagai
proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet (Shim, Qureshi,
Siegel, 2000) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi
melalui jaringan informasi termasuk internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000).
Kalakota dan Whinston (1997) mendefinisikan e-commerce dari beberapa
perspektif berikut [7]:
1. Dari perspektif komunikasi, e-commerce merupakan pengiriman
informasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan
2. Dari perspektif proses bisnis, e-commerce merupakan aplikasi teknologi
menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.
3. Dari perspektif layanan, e-commerce merupakan satu alat yang memenuhi
keinginan perusahaan, konsumen dan manajemen dalam memangkas
service cost ketika meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan.
4. Dari perspektif online, e-commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli
produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya.
2.2.5.2. Sejarah Singkat E-commerce
Penerapan electronic commerce bermula diawal tahun 1970 an, dengan
adanya inovasi semacam electronic fund transfer (EFT). Saat itu tingkat
aplikasinya masih terbatas pada perusahaan-perusahaan besar, lembaga keuangan,
dan segelintir perusahaan kecil yang nekat. Lalu muncullah Electronic Data
Interchange (EDI), yang berkembang dari transaksi keuangan ke pemrosesan
transaksi lain serta memperbesar jumlah perusahaan yang berperan serta, mulai
lembaga-lembaga keuangan hingga perusahaan manufaktur, ritel, layanan dan
sebagainya. Aplikasi-aplikasi lain kemudian menyusul, yang memiliki jangkauan
dari perdagangan saham hingga sistem reservasi perjalanan. Pada saat itu sistem
tersebut disebut sebagai aplikasi telekomunikasi yang nilai strategisnya sudah
dikenal secara umum. Dengan adanya komersialisasi internet di awal
tahun1990-an, serta pesatnya pertumbuhan yang mencapai hingga jutaan pelanggan potensial,
maka muncullah istilah electronic commerce (e-commerce), yang aplikasinya
segera berkembang pesat. Pusat riset e-commerce di Universitas Texas yang
e-commerce yang naik sampai 72% dari $99,8 milyar menjadi $171,5 milyar. Pada
tahun 2002, diatas satu triliun dolar pendapatan dihasilkan dari internet [7].
2.2.5.3. Klasifikasi E-commerce
Penggolongan e-commerce yang lazim dilakukan orang ialah berdasarkan
sifat transaksinya, yaitu sebagai berikut [7]:
1. Business-to-business (B2B)
Kebanyakan e-commerce yang diterapkan saat ini merupakan tipe B2B.
e-commerce tipe ini meliputi transaksi IOS yang digambarkan tadi serta transaksi
antar organisasi yang dilakukan di electronic market. Contohnya Wal-Mart
dengan Warner-Lambert.
2. Business-to-consumer (B2C)
Ini merupakan transaksi eceran dengan pembeli perorangan. Pembeli khas
di Amazon.com adalah seorang konsumen atau seorang pelanggan.
3. Consumer-to-consumer (C2C)
Dalam kategori ini, seorang konsumen menjual secara langsung ke
konsumen lainnya. Contohnya adalah ketika ada perorangan yang melakukan
penjualan di classified ads dan menjual properti rumah hunian, mobil dan
sebagainya.
4. Consumer-to-business (C2B)
Termasuk ke dalam kategori ini adalah perseorangan yang menjual produk
atau layanan ke organisasi, dan perseorangan yang mencari penjual, berinteraksi
5. Nonbusiness E-commerce
Dewasa ini makin banyak lembaga non-bisnis seperti lembaga akademis,
organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dan lembaga-lembaga
pemerintahan yang menggunakan berbagai tipe e-commerce untuk mengurangi
biaya atau untuk meningkatkan operasi dan layanan publik.
6. Intrabusiness (Organizational)E-commerce
Yang termasuk ke dalam kategori ini adalah semua aktivitas intern
organisasi, biasanya dijalankan di internet, yang melibatkan pertukaran barang,
jasa atau informasi. Akivitas yang tercakup dapat beragam tingkatannya, mulai
penjualan produk perusahaan ke pekerja, hingga pelatihan secara online dan
pemangkasan biaya. Perhatikan bahwa apa yang penulis sebut sebagai IOS
merupakan bagian dari B2B. Electronic market, di sisi lain dapat diasosiasikan
dengan B2B atau B2C.
2.2.5.4. Manfaat E-commerce
Berikut adalah sisi positif dari e-commerce, yaitu[9]:
1. Jangkauan pasar akan lebih luas, mencakup seluruh dunia.
2. Menghemat ruang toko (secara fisik) juga sumber daya manusia yang
dipekerjakan.
3. Waktu kerja yang fleksibel, anda dapat membuka toko selama 24 jam, 7
hari dalam seminggu dan tanpa libur.
4. Anda dapat menambahkan barang pada toko tanpa harus memikirkan
tempat menaruh barang tersebut.
6. Anda juga dapat meniadakan adanya calo/perantara perdagangan.
2.2.5.5. Keterbatasan E-commerce
Adapun sisi negatif dari e-commerce, yaitu [9]:
1. Kelemahan sistem yang digunakan, ada kemungkinan adanya pembajakan
kartu kredit, hacking ke situs atau pencurian data pelanggan.
2. Jenis dan kualitas barang tidak sesuai dengan keinginan konsumen.
Namun hal ini dapat anda antisipasi dengan melakukan pengepakan
barang yang bagus dan menggunakan jasa pengiriman yang terpercaya.
3. Tidak tepat waktu dalam pengiriman barang.
2.2.6. Internet
Interconnected Network atau yang lebih popular dengan sebutan Internet
adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan
komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia”, Purbo, 1998.
Setiap komputer dan jaringan terhubung secara langsung maupun tidak
langsung ke beberapa jalur utama yang disebut “internet backbone” dan
dibedakan satu dengan yang lainnya menggunakan “unique name” yang biasa
disebut dengan “alamat IP” 32 bit [1].
Dengan adanya hubungan komunikasi lintas jaringan pada internet, setiap
komputer yang terdapat di dunia dapat terbubung satu dengan yang lain. Hal
inilah yang menyebabkan komunikasi di internet sangat cair. Karena penggunaan
internet tidak mengenal batas negara, status ekonomi, idiologi dan faktor-faktor
dunia nyata. Dengan alasan inilah, sebagian orang menyebut internet sebagai
revolusi di bidang teknologi dan informasi [11]
2.2.6.1. Layanan Aplikasi Internet
Aplikasi Internet yang tersedia saat ini sudah banyak dan terus bertambah
seiring dengan kemajuan teknologi infomasi. Aplikasi-aplikasi internet ini
kemudian digunakan dalam berbagai bidang seperti bidang akademis, militer,
medis, media massa, dan berbagai sektor industri lainnya. Dari sekian banyak
aplikasi internet yang ada, yang banyak dikenal dan digunakan antara lain:
1. Electronic Mail (E-Mail)
Aplikasi ini adalah yang paling banyak digunakan dan termasuk salah satu
dari aplikasi pertama di Internet. Dengan e-mail, anda dapat mengirim dan
menerima surat, pesan, dokumen secara elektronik dengan pamakai lain di
Internet yang mempunyai alamat e-mail.
2. File Transfer Protocol (FTP)
File transfer protocol yang disingkat dengan FTP adalah aplikasi internet
yang di gunakan untuk mengirimkan atau mengambil file ke atau dari sebuah
komputer lain. FTP memungkinkan transfer data lebih cepat. FTP sering
digunakan untuk mencari dan mengambil (download) arsip file di suatu server di
internet yang mempunyai alamat tertentu yang menyediakan berbagai arsip (file).
File tersebut memang diizinkan untuk diambil oleh penguna internet yang
membutuhkan. File ini dapat berupa hasil penelitian, artikel-artikel, jurnal dan
lain-lain. FTP juga dipergunakan untuk meng-upload file materi situs (homepage)
3. Remote Login– Telnet
Telnet adalah suatu aplikasi remote login Internet yang memungkinkan
kita untuk login atau menggunakan komputer yang berbeda di jaringan secara
interaktif. Aplikasi ini biasanya digunakan untuk mengakses komputer berbasis
sistem operasi UNIX dari tempat yang berbeda dari servernya.
4. World wide Web (WWW)
Awalnya informasi dapat dicari pada Internet dengan menggunakan
information service berbasis archie, gopher dan WAIS (Wide Area Information
System). Pencarian informasi berdasarkan menu-menu pada sistem tersebut dan
output yang dihasilkan berbasis teks. Saat ini dengan teknologi World wide Web
dimungkinkan untuk mengakses informasi secara interaktif dan bentuknya berupa
tampilan grafis maupun teks. Hal ini dimungkinkan dengan adanya Hypertext
Transfer Protocol (HTTP) yang digunakan untuk mengakses suatu informasi yang
disimpan pada suatu situs web (website). Untuk dapat menggunakan saran ini
dibutuhkan aplikasi Web Browser.
5. Internet Relay Chat (IRC)
Internet Relay Chat (IRC) adalah aplikasi internet yang digunakan untuk
bercakap-cakap di internet . Bercakap-cakap di internet dikenal dengan istilah
chatting. Chatting dilakukan dengan cara mengetik apa yang ingin anda katakan
kepada teman chatting anda, kemudian mengirimkannya dalam bentuk teks.
Melalui chating Anda dapat berkenalan dan bercerita dengan orang lain di belahan
dunia lain.
Pada penggunaan www, penunjukan suatu sumber informasi
menggunakan metoda URL ini merupakan konsep penamaan lokasi standar dari
suatu file, direktori, komputer, lokasi komputernya dan metoda yang digunakan.
URL tidak hanya dapat menunjuk ke suatu file tapi dapat juga menunjuk suatu
query, dokumen dalam suatu database atau hasil dari perintah finger atau perintah
archie atau yang lainnya. Dengan URL ini didefinisikan lokasi dan metode
pengaksesan file tersebut.
7. HyperText Transfer Protocol (HTTP)
HTTP atau HyperText Transfer Protocol adalah suatu protokol internet
yang digunakan oleh World Wide Web. Dengan protokol ini sebuah web client
(dalam hal ini browser) seperti Internet Explorer atau Netscape dapat melakukan
pertukaran data hypermedia, seperti teks, gambar, suara, bahkan video dengan
Web server. HTTP pertama kali dibuat oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1990,
dengan versi HTTP/0.9.
2.2.6.2. Web Server
Web server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi
menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web
browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web
yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Web server yang terkenal
diantaranya adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS).
Apache merupakan web server antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat
Fungsi utama dari sebuah web server adalah menyerahkan halaman web
untuk klien. Klien dalam hal ini web browser memulai komunikasi dengan
membuat permintaan untuk suatu sumber daya tertentu menggunakan HTTP dan
server merespon dengan isi dari sumber daya tersebut atau pesan kesalahan jika
permintaan tidak dapat direspons oleh server. Suatu saat, web server dapat
mengalami kelebihan beban yang disebabkan oleh beberapa sebab, diantaranya
adalah sebagai berikut:
1. Terlalu banyak lalu lintas web yang sah. Ribuan bahkan jutaan klien
tersambung ke situs web dalam interval yang pendek.
2. Serangan Distributed Denial of Service (DDoS). DDoS menyebabkan
permintaan terhadap suatu website menjadi tidak bisa dilayani.
3. Worms pada komputer kadang-kadang menyebabkan lalu lintas abnormal
karena jutaan komputer terinfeksi.
4. Virus XSS dapat menyebabkan lalu lintasmenjadi tinggi karena jutaan web
browser dan atau web server yang terinfeksi.
5. Kecepatan internet atau jaringan melambat, sehingga permintaan klien
dilayani lebih lambat dan jumlah koneksi meningkat begitu banyak
melampaui batas kemampuan server.
6. Web server sementara tidak bisa melayani permintaan klien. Hal ini dapat
terjadi karena sedang dilakukan proses maintenance atau upgrade,
2.2.6.3. Web Browser
Dalam dunia web, perangkat lunak client, yaitu browser web mempunyai
tugas yang sama yaitu menterjemahkan informasi yang diterima oleh server web
dan menampilkannya pada layer komputer pengguna, oleh karena HTTP
memungkinkan server web mengirimkan beragam data, seperti teks atau gambar,
browser harus bisa mengenali berbagai macam data yang akan diterimanya, dan
selanjutnya harus tahu cara untuk menampilkanya dengan benar. Teks
ditampilkan sebagai teks dan gambar ditampilkan sebagai gambar. Umumnya
browser web menerima data dalam bentuk HTML. File HTML sebenarnya adalah
file teks biasa yang selain berisi informasi yang hendak ditampilkan kepada
pengguna, juga mempunyai perintah-perintah untuk mengatur tampilan data
tersebut. Browserlah yang memiliki kuasa penuh dalam menterjemahkan
perintah-perintah tadi. Meskipun sudah dibuat consensus untuk menstandarkan format dan
elemen-elemen HTML, setiap jenis browser bisa menterjemahkan file HTML
secara berbeda. Beberapa server web memiliki feature seperti server side
programming, security control dan lain sebagainya. Meskipun beragam
macamnya, secara fungsional semua jenis server web adalah sama saja, yaitu
berfungsi melayani permintaan-permintaan dari browser web.
Banyak web browser yang bisa digunakan untuk mengakses web,
diantaranya internet explorer, mozilla firefox, opera, safari, dan masih banyak
2.2.6.4. Domain Name System (DNS)
Untuk mengidentifikasi suatu entitas, protokol TCP/IP menggunakan
alamat IP. Namun apabila dalam aplikasi setiap orang harus menghafal alamat IP
untuk melakukan komunikasi bisa berakibat timbulnya kesulitan untuk
mengingat. Apalagi jika perkembangan internet sudah demikian pesat. Untuk itu
protokol TCP/IP memiliki suatu metode untuk membuat suatu map yang
menterjemahkan nama kepada alamat IP atau sebaliknya. Metode ini disebut juga
sebagai Domain Name System (DNS).
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang
digunakan untuk pencarian nama komputer di jaringan yang mengunakan TCP/IP
(Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada
aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS
membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain
digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network
atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk
mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama
Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak
berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di
2.2.7. Alat Bantu Analisis dan Perancangan Sistem
Dalam pembangunan suatu sistem informasi diperlukan alat bantu untuk
proses analisis dan perancangan sistem. Alat bantu untuk menganalisis dan
merancang sitem yang akan dibangun tersebut akan dijelaskan pada sub-bab
berikut ini:
2.2.7.1. Flowmap
Bagan alir atau flowmap adalah bagan yang menunjukan alir didalam
program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk
alat bantu komunikasi dan dokumentasi. Bagan alir dokumen atau sering disebut
juga Flow Map merupakan bagan alir yang menunjukan arus dari aliran formulir
termasuk tembusan-tembusannya [12].
2.2.7.2. Diagram Konteks
Diagram konteks menggambarkan aplikasi dalam satu lingkaran dan
hubungan dengan entitas luar. Dimana lingkaran tersebut menggambarkan
keseluruhan proses dalam aplikasi. Dalam penggambaran ini, sistem dianggap
sebagai sebuah objek yang tidak dijelaskan secara rinci, karena yang ditekankan
adalah interaksi sistem dengan lingkungan yang mengaksesnya [6].
Diagram konteks berisi gambaran umum (secara garis besar) sistem yang
akan dibuat. Secara kalimat, dapat dikatakan bahwa diagram konteks ini berisi
“siapa saja yang berintaeraksi langsung ke dalam sistem, serta kepada siapa saja
informasi (dan informasi apa saja) yang harus dihasilkan sistem.” Jadi, yang
1. Siapa saja pihak yang akan berhubungan langsung dengan sistem.
2. Data apa saja yang diberikannya ke sistem.
3. Kepada siapa sistem harus menyerahkan informasi atau laporan.
4. Apa saja isi / jenis laporan yang harus dihasilkan sistem.
2.2.7.3. Data Flow Diagram (DFD)
DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada
atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimapan. DFD
merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang
terstruktur, selain itu merupakan alat yang cukup popular dikarenakan dapat
menggambarkan arus data dalam didalam sistem secara jelas dan terstruktur.
Dalam mengembangkan suatu aliran data atau proses yang terjadi di dalam sistem
data flow diagram menggunakan simbol-simbol yang memiliki arti tersendiri
dalam menerangkan [11].
2.2.7.4. Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram atau biasa dikenal dengan diagram E-R
secara grafis menggambarkan isi sebuah database. Diagram ini memiliki dua
komponen utama yaitu entity dan relasi. Adapun Elemen-elemen Entity
Relationship Diagram adalah sebagai berikut [12]:
Entitas
Pada E-R diagram, entitas digambarkan dengan sebuah bentuk persegi
abstrak dimana data tersimpan. Entitas diberi nama dengan kata benda dan dapat
dikelompokan dalam empat jenis nama, yaitu: orang, benda, lokasi kejadian
(terdapat unsur waktu didalamnya).
Relasi
Pada E-R diagram, relasi dapat digambarkan dengan sebuah bentuk belah
ketupat. relasi adalah hubungan alamiah yang terjadi antara entitas. Pada
umumnya relationship diberi nama dengan kata kerja dasar, sehingga
memudahkan untuk melakukan pembacaan relasinya.
Atribut
Secara umum atribut adalah sifat atau karakteristik dari tiap entitas
maupun tiap relationship. Maksudnya adalah sesutau yang menjelaskan apa
sebenarnya yang dimaksud entitas maupun relationship, sehingga sering
dikatakan bahwa atribut adalah elemen dari setiap entitas dan relationship.
Kardinalitas
Kardinalitas relasi menunjukan jumlah maksimum tupel yang dapat
berelasi dengan entitas yang lainnya. Dari sejumlah kemungkinan banyaknya
hubungan yang terjadi dari entitas, kardinalitas relasi merujuk kepada hubungan
maksimum yang terjadi dari entitas yang satu ke entitas yang lainnya dan begitu
juga sebaliknya. Macam-macam kardinalitas relasi, yaitu:
1. Oneto one Relationship
Tingkat hubungan satu ke satu, dinyatakan dengan satu kejadian pada
entitas pertama, hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada
2. One to many Relationship
Tingkat hubungan satu ke banyak adalah untuk satu kejadian pada entitas
yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas
yang kedua.
3. Many To One Relationship
Untuk banyak kejadian pada entitas yang pertama hanya dapat mempunyai
satu hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua.
4. Many to many Relationship
Tingkat hubungan banyak ke banyak terjadi jika tiap kejadian pada sebuah
entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya,
baik dilihat dari sisi entitas yang pertama maupun dilihat dari sisi yang kedua.
2.2.7.5. Kamus Data
Adalah daftar organisasi semua elemen yang ada dalam sistem secara
lengkap dengan definisi yang baku sehingga Pelanggan dan analisis sistem akan
memiliki pengertian yang sama untuk input, output, komponen penyimpanan dan
perhitungannya. Kamus data dapat digunakan pada saat analisis sitem atau
perancangan sistem, kamus data digunakan untuk mencatat terminologi bisnis,
aturan standar (batasan panjang karakter, nilai, system field).
2.2.8. Alat Bantu Yang Digunakan Untuk Membangun Website
Alat bantu yang digunakan untuk membangun website akan dijelaskan
2.2.8.1. Hypertext Markup Language (HTML)
HTML (Hypertext Markup Language) adalah bahasa dari World Wide
Web yan dipergunakan untuk menyusun dan membentuk dokumen agar dapat
ditampilkan pada program browser. Tiap kali kita mengakses dokumen web,
maka sesungguhnya kita mengakses dokumen seseorang yang ditulis dengan
menggunakan format HTML. Beberapa orang merasa keberatan jika dikatakan
HTML adalah sebuah bahasa pemrograman karena struktur yang dimilikinya
dianggap terlalu sederhana, kode-kode dibaca oleh browser baris per baris, dari
atas ke bawah. HTML juga tidak memiliki looping seperti bahasa pemrograman
lain. Pada HTML dipergunakan hypertext link atau hubungan antara teks dan
dokumen lain. Dengan demikian pembaca dokumen bisa melompat dari satu
dokumen ke dokumen yang lain dengan mudah [11].
2.2.8.2. Personal Home Page (PHP)
PHP adalah Personal Home Page, sebuah bahasa scripting yang dibundel
dengan HTML, yang dijalankan di sisi server. Sebagain besar intinya berasal dari
C, Java dan Perl dengan beberapa tambahan fungsi khusus PHP. Bahasa ini
memungkinkan para pembuat aplikasi web menyajikan halaman HTML dinamis
dan interaktif dengan cepat dan mudah, yang dihasilkan server. PHP juga
dimaksudkan untuk mengganti teknologi lama seperti CGI (Common Gateway
Interface).
Berikut adalah keunggulan dari script PHP [9]:
1. Sourceprogram atau script tidak dapat dilihat dengan menggunakan view
2. Script tersebut dapat memanfaatkan sumber2 aplikasi dimiliki oleh server,
seperti misalnya untuk keperluan database connection. Saat ini PHP sudah
mampu melakukan koneksi dengan berbagai database.
Pada aplikasi yang dibuat dengan PHP, pada saat dijalankan server akan
mengerjakan script dan hasilnya lah yang dikirimkan ke web browser. Hal itu
akan menyebakkan aplikasi tidak memerlukan kompatibilitas web browser.
PHP dapat melakukan semua aplikasi program CGI, seperti mengambil
nilai form, menghasilkan halaman web yang dinamis, mengirimkan dan menerima
cooki. PHP juga dapat berkomunikasi dengan layanan-layanan yang
menggunakan protocol IMAP, SNMP, NNTP, POP3, HTTP, dan lainnya.
2.2.8.3. JavaScricpt
Javascript merupakan cross-platform yang dikembangkan oleh Netscape
dan pertama kali digunakan dalam browser Netscape. Javascript dibuat agar
mudah diintegrasikan kedalam program dan aplikasi lain, misalnya browser.
Sebagian besar browser saat ini sudah mendukung javascript. Oleh karena itu,
script dari javascript biasanya dimasukkan kedalam suatu HTML dan dieksekusi
dibrowser lain [12].
2.2.8.4. Cascading Style Sheet (CSS)
Cascading Style Sheet atau yang biasa disingkat dengan CSS, merupakan
suatu dokumen yang digunakan untuk melakukan pengaturan halaman Web yang
ditulis dengan HTML atau XHTML. Penggunaan CSS tidak memerlukan
perangkat lunak tertentu karena CSS merupakan script yang telah embedded
jenis, huruf, tata letak, dan berbagai aspek tampilan dokumen. CSS digunakan
terutama untuk memisahkan antara isi dokumen (yang ditulis dengan HTML atau
bahasa markup lainnya) dengan presentasi dokumen (yang ditulis dengan CSS).
Pemisah ini ditujukan agar dapat mmemisahkan aksesibilitas isi, menyerahkan
lebih banyak keleluasaan dan kontrol terhadap tampilan, dan mengurangi
kompleksitas serta pengulangan pada strukur isi [12].
2.2.8.5. MYSQL
MySQL adalah database server relasional gratis dibawah lisensi General
Public License (GNU). Dengan sifatnya yang Open Source, memungkinkan juga
user untuk melakukan modifikasi pada source code-nya untuk memenuhi
kebutuhan spesifk mereka sendiri. MySQL merupakan database server multi-user
dan multi-threaded yang tangguh. Dengan memiliki banyak feature MySQL bisa
bersaing dengan database komersial sekalipun. Tidak mengejutkan, MySQL
menjadi database pilihan untuk banyak pengguna PHP [8].
2.2.8.6. WAMP Server
WAMP server adalah sebuah manager service open source yang memiliki
kepanjangan yaitu Windows Apache MySQL PHP. Sesuai dengan namanya
service yang dimiliki oleh WAMP diantaranya Apache, PHP5, database MySQL,
PHPmyadmin dan SQLitemanager. Fungsi dari WAMP server sendiri adalah
sebagai server yang berdiri sendiri (localhost).
Program ini tersedia dalam General Public License (GNU) dan bebas,
merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat melayani tampilan
2.2.8.7. Adobe Photoshop CS5
Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak
editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan
foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh
fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin
pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto. Adobe
Photoshop CS3 adalah versi ke dua belas dari aplikasi ini. Meskipun pada
awalnya Photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan
berbasis-kertas, Photoshop yang ada saat ini juga dapat digunakan untuk memproduksi
38
3. 1. Analisis sistem
Analisis sistem merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengetahui
dan mengamati apa saja yang terlibat dalam suatu sistem yang berhubungan
antara satu proses dengan proses lainnya. Dari proses tersebut maka dapat
dilakukan suatu evaluasi dan usulan terhadap sistem yang ada atau sistem yang
sedang berjalan untuk dikembangkan lebih lanjut agar kinerja sistem tersebut
lebih baik dari sistem yang sebelumnya.
Langkah-langkah analisis sistem adalah sebagai berikut :
1. Analisis masalah.
2. Analisis sistem yang sedang berjalan.
3. Analisis kebutuhan non fungsional.
4. Analisis kebutuhan fungsional.
3.1.1. Analisis Masalah
Analisis masalah adalah analisis yang dilakukan mengenai
prosedur-prosedur atau cara kerja dari setiap data yang dibutuhkan dan dihasilkan dari
sistem penjualan yang ada pada showroom Cardinal. Dari setiap proses analisis
tersebut menghasilkan data dan informasi yang harus diolah sehingga dapat
menghasilkan keluaran baru sesuai kebutuhan dari setiap fungsinya. Berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa showroom Cardinal masih
1. Sistem penjualan yang masih dilakukan secara konvensional, mulai dari
promosi, penjualan, pembayaran sampai kepada pembuatan laporan
penjualannya.
2. Adanya tuntutan ekonomi digital yang harus dipenuhi agar bisa tetap
bertahan dalam persaingan bisnis di era digital ini.
3.1.2. Analisis Prosedur yang sedang berjalan
Analisis sistem yang sedang berjalan menjelaskan tentang bagaimana
terjadinya proses bisnis dan kegiatan sistem yang sedang berjalan di showroom
Cardinal. Analisis sistem ini mencakup analisis prosedur dan dokumen sistem.
Prosedur yang ada saat ini di showroom Cardinal mencakup prosedur permintaan
barang, pengadaan barang, penjualan barang, dan pengembalian barang(return).
3.1.2.1. Prosedur Pengadaan Barang Awal
Prosedur pengadaan barang awal yang sedang berjalan di showroom
Cardinal adalah sebagai berikut :
a. Petugas di gudang mengisi daftar barang yang akan dimasukan ke
showroom Cardinal.
b. Petugas memperbarui data stok barang di gudang berdasarkan daftar
barang yang akan dimasukan ke showroom Cardinal.
c. Setelah daftar barang diproses, barang beserta daftar barang dikirimkan ke
showroom Cardinal.
d. Petugas di showroom Cardinal memperbarui data stok barang di showroom
e. Petugas mengarsipkan daftar barang yang sudah dimasukan ke showroom
Cardinal .
Prosedur pengadaan barang awal digambarkan dengan menggunakan
flowmap pada gambar 3.1.
Prosedur Pengadaan Barang Awal
Bagian Gudang Showroom
Daftar barang (sudah diisi) Daftar barang
(kosong)
pengisian daftar barang
Data barang
Ubah data stok barang Barang.xls
Stok dikurangi
Daftar barang Yang telah
diproses
Daftar barang Yang telah
diproses
Daftar barang Yang telah
diproses A1 A1 : Arsip Daftar Pengadaan Barang
Data barang
Ubah data stok barang
Barang.xls Stok ditambahkan
1
1
1 1
1
3.1.2.2. Prosedur Penjualan Barang
Prosedur penjualan barang yang sedang berjalan di showroom Cardinal
adalah sebagai berikut :
a. Konsumen memilih dan memberikan daftar barang yang ingin dibeli
kepada kasir.
b. Kasir menerima dafar barang yang akan dibeli dari konsumen, kemudian
melakukan pengecekan ketersediaan barang yang akan dibeli tersedia atau
tidak.
c. Jika barang yang akan dibeli tersedia, kasir menghitung total harga yang
harus dibayar oleh konsumen dan menyediakan barang yang akan dibeli.
d. Kasir memberitahukan total harga yang harus dibayar kepada konsumen.
e. Setelah proses pembayaran selesai, kasir membuat faktur pembelian
sebanyak dua rangkap. Rangkap pertama diserahkan pada konsumen dan
rangkap kedua disimpan oleh kasir untuk diarsipkan.
f. Kasir memberikan barang yang dibeli dan faktur pembelian kepada
konsumen.
g. Kasir melakukan pembaruan terhadap data barang dan penambahan data
Prosedur penjualan barang digambarkan dengan menggunakan flowmap
pada gambar 3.2.
Prosedur Penjualan Barang
Kasir Konsumen
Pengisian faktur penjualan Faktur penjualan
(kosong)
Data transaksi
Transaksi.xls Telah ditambah
ubah data stok barang
tambah data transaksi
A4 : Arsip Faktur Penjualan A4
Barang.xls Stok dikurangi Faktur penjualan
telah diproses
Data barang
Faktur penjualan
1 2
Faktur penjualan Yang telah diisi
1 2
Faktur penjualan Yang telah diisi
1
2
3.1.2.3. Prosedur Pengembalian Barang
Prosedur pengembalian barang yang sedang berjalan di showroom
Cardinal adalah sebagai berikut :
a. Konsumen datang dan memberikan barang yang ingin dikembalikan serta
membawa bukti pembelian dan memberitahukan keluhan pengembalian.
b. Kasir memeriksa kode transaksi apakah pengembalian barang masih bisa
dilakukan.
c. Apabila masa pengembalian habis maka barang yang dikembalikan dan
faktur pembelian dikembalikan kepada konsumen.
d. Jika masa pengembalian barang masih berlaku, kasir memeriksa keluhan
yang dikeluhkan oleh konsumen.
e. Apabila keluhan tidak sesuai dengan peraturan pengembalian maka barang
yang dikembalikan dan faktur pembelian dikembalikan kepada konsumen.
f. Jika keluhan sesuai, kasir memeriksa stok barang yang sama dari database.
g. Jika barang tidak tersedia, kasir menawarkan barang dengan model serupa
atau meminta konsumen untuk memilih model lain untuk sebagai
pengganti barang yang dikembalikan.
h. Kasir menyiapkan barang baru yang sama dengan barang yang
dikembalikan atau barang pengganti yang dipilih oleh konsumen.
i. Kasir membuat faktur baru untuk barang pengganti sebanyak dua rangkap.
Rangkap pertama diberikan kepada konsumen. Rangkap kedua diarsipkan
oleh kasir.
k. Kasir melakukan update terhadap data barang dan pengubahan data
transaksi.
Prosedur pengembalian barang digambarkan dengan menggunakan
flowmap pada gambar 3.3.
Prosedur Pengembalian Barang
Kasir Konsumen
Faktur penjualan Faktur penjualan
transaksi.xls
Diterima? Faktur penjualan
tidak valid Faktur penjualan
tidak valid
Pengisian faktur penjualan baru Faktur penjualan
baru Faktur penjualan
baru (kosong)
Faktur penjualan baru
Faktur penjualan keluhan tidak
diterima Faktur penjualan
keluhan tidak diterima
Transaksi.xls sudah diperbarui
Faktur penjualan baru
Faktur penjualan (lama)
Data barang
A4 : Arsip Faktur Penjualan Baru
Faktur penjualan (lama) Faktur penjualan
baru
3.1.2.4. Prosedur Pengadaan Barang Tahap Lanjut
Prosedur pengadaan barang tahap lanjut yang sedang berjalan di
showroom Cardinal adalah sebagai berikut :
a. Petugas di showroom memberikan daftar barang yang akan dipesan kepada
petugas di bagian gudang.
b. Petugas di bagian gudang memeriksa ketersediaan barang yang dipesan
berdasarkan daftar barang yang diberikan.
c. Apabila barang tidak tersedia, petugas di bagian gudang membuat daftar
pemesanan barang untuk diberikan kepada bagian produksi.
d. Jika barang tersedia, petugas mencatat barang apa saja yang tersedia dan
siap dikirimkan ke showroom.
e. Setelah daftar barang dicatat, petugas memperbarui stok barang di gudang
berdasarkan jumlah barang yang akan dikirimkan.
f. Selanjutnya petugas di bagian gudang mengembalikan daftar barang yang
telah dicatat beserta barang yang dipesan.
g. Setelah menerima daftar barang dan barang yang dipesan, petugas di
showroom memperbarui stok barang sesuai dengan barang yang telah
diterima.
Prosedur pengadaan barang tahap lanjut digambarkan dengan
menggunakan flowmap pada gambar 3.4.
Prosedur Pengadaan Barang Tahap Lanjut
Bagian Produksi daftar barang yang tersedia
Data barang Daftar barang
tersedia dan
Daftar barang tersedia Barang.xls
yang telah dicek
ya
Barang.xls yang telah diperbaharui Daftar barang
tersedia dan telah dicatat
A1 : Arsip Pengadaan Barang
Daftar barang tidak tersedia
Pembuatan daftar pemesanan Daftar barang
tidak tersedia
A2 A3
A2 : Arsip Permintaan Barang yang belum tersedia
A3 : Arsip Pemesanan Produksi Barang
1 yang telah dicek
A1
3.1.3. Analisis Kebutuhan Non Fungsional
Analisis kebutuhan non fungsional merupakan analisis yang dibutuhkan
untuk menentukan spesifikasi kebutuhan sistem. Analisis kebutuhan non
fungsional juga menentukan spesifikasi inputan yang diperlukan sistem, output
yang akan dihasilkan sistem dan proses yang dibutuhkan untuk mengolah inputan
dan akhirnya didapatlah suatu output yang dikendaki. Kebutuhan non fungsional
terbagi menjadi beberapa analisis yaitu analisis perangkat keras, perangkat lunak
dan analisis pengguna.
3.1.3.1. Analisis Perangkat Keras
Untuk menjalankan suatu aplikasi maka diperlukan perangkat keras yang
dapat mendukung proses kerja dari sistem itu sendiri. Spesifikasi perangkat keras
yang digunakan oleh showroom Cardinal dalam melakukan pengolahan data
penjualan barang tertera pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Spesifikasi Perangkat Keras showroom Cardinal
No Perangkat Keras Spesifikasi
1 Processor Intel Pentium 4 3.00 GHz
2 Monitor Montor LCD 15 inch
3 VGA VGA On-Board 256 MB
4 Harddisk 80 GB
5 Memori 1 GB
6 Keyboard Standar
7 Mouse Standar
8 Printer Printer hitam-putih